9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Amerika. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2019

Biografi Kirk Kerkorian Pemilik Hotel MGM Las Vegas

Biografi Pengusaha Kirk Kerkorian


pemilik hotel mgm las vegas

Seperti apakah biografi Kirk Kerkorian, kelahir di Fresno, California, pada 6 Juni 1917. Sang pemilik Hotel MGM Las Vegas ini ikut kedua orang tuanya. Mereka berangkat menjadi imigran hingga ke Armenians. Lahir dari pasangan Ahron dan Lily Kerkorian, bekerja sedari kecil walau anak termuda.

Masalah ekonomi merupakan masalah kesehariannya. Biografi Kirk Kerkorian adalah pekerja keras terbukti memilih keluar ketimbang berhenti bekerja. Ia melakukannya bahkan ketika masih duduk di bangku SMP. Hidupnya adalah jalanan, hidup dengan berkelahi untuk bertahan hidup.

 "Jika anda adalah seorang pekerja berarti menyiapkan hidup lebih awal. Di kasusku, kala itu, saya masih sembilan tahun ketika harus bekerja dan harus membawa uang ke rumah setiap harinya," ia bercerita di sebuah sesi wawancara.
Sebuah wawancara langka, ia bercerita bagaimana hidupnya yang susah, menjadi atlit tinju, hingga akhirnya jadi pebisnis. Dia bekerja sejak umur sembilan tahun. Ayahnya, Ahron Kerkorian, seorang petani semangka dan juga kismis.

Mantan Petinju Menjadi Orang Terkaya


Siapa sangka dia adalah mantan petinju menjadi orang terkaya. Ayahnya Kirk cuma tau bagaimana membesarkan buah- buahnya bukan cara membesarkan bisnisnya. Alhasil, pada tahun 1921, Ahron harus rela melepaskan tanahnya di pegadaian. Krisis ekonomi membuat bank terpaksa mengambil tanah 1.000 acre nya.

Dia harus menanggung kesulitan ekonomi hingga menjadi seorang imigran merupakan solusi. Kirk kecil lantas membantu keluarga dengan berjualan buah semangka hingga loper koran. Ia bersama keluarga berpindah dari satu kota ke kota lain, hingga dari satu negara ke negara lain.

Biografi Kirk Kerkorian anak yang sering tidak masuk sekolah. Karenanya dia memilih untuk hidup di jalanan saja. Dia bahkan pernah ikut bagian dalam sebuah genk jalanan. Ia lantas menyelesaikan pendidikannya sampai SMP di umur 13 tahun, lalu keluar dari sekolah dan memilih menjadi petinju jalanan.

Kirk remaja aktif menghasilkan beberapa dollar. Umurnya yang 20 tahun, dia mengikuti serangkaian petandingan tinju di Pacific Amateur Welterweight Championship, dan menang sebanyak 33 kali dan kalah 4 kali; mendapat gelar "right rifle". Berbagai kesenangan dunia direguknya bermodal mental jalanan.

Suatu ketik ia tertarik di pesawat terbang. Dia tertarik ketika mengerjakan cat bersama temannya untuk sebuah pesawat satu awak. Hingga perang dunia pertama, Kirk ikut serta disana sebagai pilot, ia merasakan sendiri bagaimana mengendarai pesawat.

Hidupnya yang teratur mulai berbenah berkat hobi terbang. Satu hobi mahal yang menjadi profesi, dimana dia harus jadi ekstra keras; membiayainya sekolah penerbang resmi. Dia harus bekerja untuk membayar pelajaran menerbangkan pesawat serta sekolah menengah.

Ketika biaya terpenuhi dan kursus telah selesai, Kirk bisa mengikuti militer, rencanannya sih mau jadi pilot, tapi sayangnya ia tidak bisa memilih ikut perang dunia ke II. Dia malah disuruh bekerja di balik layar, tepatnya bekerja sebagai makanik pesawat Royal Air Force.

Kirk menyelesaikan beberapa pesawat yang diketahui memiliki beberapa kelamahan. Dari sini, justru membuatnya menjadi orang yang berpenghasilan; menghasilkan $.1000 tiap penyelesaian. Sungguh investasi luar biasa yang dilakukan mantan petinju menjadi orang terkaya

Memulai Bisnis Pesawat Terbang


Kembali ke Los Angles, Kirk yang pandai memperbaiki pasawat, dari hobinya malah jadi pekerjaan. Bukannya sebagai pilot militer malah jadi teknisi. Ia memilih mengerjakan beberapa pesawat kecil bermodal $5.000. Dia berharap bisa memberikan sedikit jasa penerbangan bukan peperangan lagi.

Bisnis tersebut mulia menyita perhatiannya kini. Bisnis pesawatnya tumbuh pesat, dia harus melayani penerbangan pribadi, Los Angles- Las Vegas. Ia juga aktif berjudi di kasino membuang uang dari serangkaian kekalahan hingga kemenangan sepuluh ribu dollar.

Dia menggunakan uangnya (hasil dari judi) guna mengembangkan bisnis sendiri. Ia membeli sebuah perusahaan penerbangan, Trans International Airlines (TIA), di 1947, sebuah perusahaan melayani pesawat sewaan dari Los Angles Air Service. Ini membuat hidupnya berubah menjadi orang yang kaya, lalu membuatnya menjadi pengusaha pertama pesawat carter.

Pernah menikah sebelumnya, dia menikah kedua kalinya, seorang penari Jean Maree Hardy di Las Vegas. Pasangan tersebut lantas memiliki sepasang anak, bernama Tracy dan Linda; keduanya menginspirasi nama Tracinda Corporation. Tahun 1962 -an, Kirk menjual TIA kepada the Automaker Studebaker sebesar satu juta dollar.

Dari uang tersebut, ia membangun bisnis di Las Vegas dengan membeli 80 acre tanah. Di tahun 1965, dia membeli kembali TIA dan menawarkan saham untuk dijual melalui broker. Dia kemudian menyewakan tanahnya yang kemudian jadi Caesar's Place dan mengoleksi $4 juta.

Sebelum akhirnya kemudian dia menjualnya untuk $5 juta lagi. Setelah saham TIA naik, dari $9,75 ke $32, ia pun menjual perusahaan tersebut lagi ke Transamerica Coporation, di tahun 1968, tetapi hasilnya bukan berupa uang.

Kirk Kerkorian memilih dibayar melalui saham kepemilikan terhadapa Transamerica sebesar $85 juta. Ia kembali berbisnis membuka bisnis lain yaitu International Hotel di 1969 dan menjadi pioner untuk Las Vegas menjadi wisata keluarga bukan erotis.

Hotelnya memiliki ruang anak seperti taman, dan danau Lake Mead. Di 1970, ia menjual Internation Airlines lagi, sekaligus Flamingo Hotel, yang kemudian menjadi awalnya balik modal. Dia masuk ke Hotel Hilton Chain, atau jaringan hotel milik keluarga Hilton.

Dia juga dikenal suka MGM Film Studio; dikenal "an epic Hollywood- Wall Street Romance". Ia meminjam $48 juta dari Europan Bank, dan menguasai saham besar di MGM  di 1969, memiliki saham sekitar $670 juta.  Dari MGM Studio, ia melahirkan bisnis MGM Hotel di Las Vegas yang terkenal.

 Dibawah tangan Kirk Kerkorian, MGM Studio tidak terlalu menghasilkan artistik, tapi ia memahami bisnis lambat laun. Dia membeli United Artist Studio senilai $380 juta, menyatukannya dengan aset MGM, lalu menjualnya ke Ted Turner senilai $780 juta.

Kejeniusan Kirk adalah kemampuannya menjual dan membeli. Selepas dari Ted Turner, Kirk lantas menjual perusahaanya kembali ke ahli finansial asal Italia, yakni Giancarlo Parretti senilai $1.3 miliar di 1990. Parretti terlibat sekandal menjual kembali bisnis ini, pembelinya tidak lain adalah Kirk Kerkorian, lalu dijual kembali senilai $2,4 miliar ke Sony pada tahun 2004.

"Jika anda seorang pengusaha mandiri, anda akan bekerja lebih awal di kehidupan. Di kasus saya itu adalah umur 9 tahun ketika saya memulai mencari uang sendiri untuk keluarga di rumah. Anda harus menyikapi ini dengan berbeda, jadi lebih kuat, dibanding mereka yang kaya warisan," sebuah kata bijak Kirk Kerkorian.

Senin, 28 Januari 2019

Pendiri Kasino Las Vegas Sands Biografi Sheldon Adelson

Biografi Pengusaha Sheldon Adelson


biografi sheldon adelson

Biografi Sheldon Adelson, pengusaha bernama panjang Sheldon Grey Adelson sang pendiri kasino Las Vegas Sands, yang terlahir di sebuah daerah miskin bernama Dorchester Boston, Massachusetts, di tahun 1933. Cerita mengenai biografi Sheldon Adelson, tidak lain mengenai kerja keras sejak masih kecil.

Pengusaha yang terlahir dari pasangan seorang supir taksi dan penjahit. Sheldon harus bekerja dari kecil hingga di umurnya ke 12 tahun; pengusaha ini membuka bisnis pertamanya. Bukan berawal darii sebuah bisnis besar.Ia hanya bekerja menjual peralatan toilet dengan untung yang kecil.

Sheldon berhasil menciptakan beberapa bisnis sukses, tahun 1970 -an, dia barulah menemukan bisnis utamanya. Ia yang dikenal sebagai perintis COMDEX, sebuah media pameran komputer terbesar pertama dimasanya. Adelson membangun puluhan kasino baik di Las Vegas dan Asia, kemudian masuk ke ranah politik. Ia memang dikenal mendukung parta Republik serta kebijakannya.

Kesempatan Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands


Awal tahun 1950, setelah berkutat di bisnis toilet, Sheldon memutuskan masuk ke kehidupan kampus sebagai remaja. Dia masuk City Collage of New York, tapi kemudian berhenti setelah berkuliah dua tahun. Dia bergabung ketentaraan Amerika kemudian bekerja di Wall Street. Melalui Wall Street lah, idenya mengenai bisnis kembali tumbuh bersamaan berhenti dari militer.

Dia pernah bekerja menjadi broker, konsultan bisnis, dan akhirnya kembali dan mulai membangun bisnisnya sendiri. Adelson kemudian kembali ke Boston, dia berinvestasi beberapa perusahaan awal 1960 an yang menguntungkan.

The American International Travel Service, perusahaan yang sangat menguntungkan kala itu. Siapa sangka perusahaan ini akhirnya bangkrut juga di akhir 1960 dimana sahamnya jatuh. Awal 1970, ia memiliki bisnis baru dibidang real estate, menjual beberapa condominium serta mempublish majalah tentang condo.

Ini cukup berhasil awalnya sih. Hingga datang krisis ekonomi memaksa orang berpikir ulang. Untuk berpikir membeli sebuah condominium. Terdesak kebutuhan hidup, Sheldon harus menemukan pemberhentian sementara melalui satu perusahaan yang dibelinya.

Dia membeli perusahaan mengenai komputer. Perusahaan yang dikenal menerbitkan majalah untuk para pecinta data, majalah Data Communication User. Memiliki pengalaman ekspo properti, ia lalu melihat peluang komputer ditawarkan seperti itu.

Dia menginginkan ekspo basar, mengaplikasikan semuanya hanya untuk komputer bukan real estate. Ia lantas mendirikan ekspo pertama tentang komputer. Inilah cikal bakal adanya pameran komputer di dunia. Bisa dibilang dia lah orang yang pertama kali mengadakan acara pameran komputer pertama.

Di tahun 1973, Adelson menjual sisa aset nya membuat bisnis komputernya semakin besar. Dia mendirikan Interface Group, fokus di bisnis komputer memperbesar minat pasar. Mulai lah COMDEX lahir, dimana dia dan patnernya mengembangkan bisnis berbasis komputer; ekspo yang pertama tahun 1979.

Itu adalah ekspo menarik di tahun 1980- 1990, menyumbangkan kekayaan terbesar di hidup Adelson. Keberhasilan COMDEX meningkatkan nilai Interface Group. Dia melihat sesuatu, memilih menjual saham miliknya di bisnis condo dan majalah condonya. Meski begitu usaha komputer Perusahaan Interface Group tumbuh melambat, menghasilkan $.250.000 di awal tahun.

Sekitar tahun ini, dia bertemu Sandra kemudian menjadi istri pertamanya. Ia mengadopsi tiga anak lalu bercerai di 1988.

 "Saya melihat setiap bisnis dan bertanya, berapa lama akan bertahan? berapa lama saya mempertahankan status quo dan merubahnya?" sebuah quote melegenda Sheldon Adelson.

Ia mengadakan pameran aktif di MGM Grand Hotel, Las Vegas. Di waktu tepat, ketika itu, COMDEX mendatangkan beberapa merek ikut dalam ekspo nya, seperti IBM, Apple, dan Microsoft. Sekitar tahun 1987, COMDEX memberikan laba sebesar $.20 juta dan merupakan bisnis ekspo terbesar.

Di akhir dasawarsa, the Interface Group memberikan modal tambahan dengan $.250 juta, merubah COMDEX menjadi ekspo kelas dunia.

Sang Pendiri Kasino Las Vegas Sands dan Hotel


Pada akhir 1980, Adelson dan patner mencari hotel untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dan sebuah pesawat pribadi. Di 1988, ia membeli aset legendaris Sands Casino senilai $128 juta, lalu terkenal bergaul dengan Frank Sinatra dan The Rat Pack. Dia merubah Sands menjadi bisnis modelnya.

Dia membangun resort, mall, dan pusat pertemuan untuk perusahaan- perusahaan. Dia mulai tertarik dengan pemilik otoritas dan para pekerja, lantas mendukungnya membangun Sands Casino dan Convention Center.

Di tahun 1995, dia dan patner menjual COMDEX untuk SoftBank Corporation dari Jepang senilai $800 juta, mendapatkan bagian $500. Sheldon bebas untuk kembali ke Wall Street, dia dan patner- patnernya Venetian Resort Hotel Casion, Sands Casino dan Convention Center, senilai $1,5 miliar.

Meski melawan pemilik otoritas serta serikat buruh, semuanya berdiri sukses pada 1999. Bisnisnya kemudian dikenal dangan nama Las Vegas Sands Corporation. Perusahaan bergerak di bidang kasino dan resort di Paradise, Nevada. Resortnya menyuguhkan layanan kelas dunia dari permainan dan intertainment, ruang pertemuan dan ekspo, restoran selebriti dan klubnya.

Mungkin karena background bisnisnya, Adelson memulai bisnis Las Vegas Sands menjual fasilitas ruang pertemuan dan juga ekspo yang kemudian tidak bejalan baik. Berjalannya waktu dan pengalaman, bisnisnya berubah bentuk menjadi kasino gaya beda.

Mengikuti alur sesuai dengan prinsip bisnisnya. Ia memilih fasilitas ruang hotel tidak terlalu mewah dibanding kasinonya. Dia memamerkan kasino sebagai tempat utama dari Las Vegas Sands. Dari sini lah, pengunjung lebih menikmati berjudi di kasino daripada tidur.

Resortnya lebih besar dari keseluruahan kamar, hingga menampung 70.000- 100.000 orang. Itu juga sudah termasuk kasino dengan kasino seluas 550.000 hektar. Las Vegas Sands terus melakukan ekspansi besar hingga ke Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Di US, Las Vegas Sands telah memiliki 2009 resort termasuk di Florida.

Dari Eropa, Adelson behasil deal untuk membangun bisnis kasino di Madarid untuk EuroVegas. Itu semuanya menjadikannya pemilik aset enam kasino, dua puluh hotel, sebuah gedung pertemuan, tiga lapangan golf, pusat perbelanjaan, beberapa bar, dan restorant. Jadi mereka menghasilkan pendapatan keuntungan bersih US$.9 miliar.

Selasa, 01 Januari 2019

Biografi Investasi Warren Buffett Perbaiki Kesalahan

Biografi Miliarder Warren Buffett


biografi warren buffett indonesia

Seorang biografi investasi Warren Buffett, adalah seorang pengusaha dan investor, kelahir 30 Agustus 1930, di Omaha, Nebraska. Dalam biografinya Warren Buffet, dirinya sudah berinvestasi sejak umur 11 tahun. Dia dikenal menjalankan bisnis kecil- kecilan, hingga menginvastasikan hasilnya dulu.

Berjalannya waktu dia mampu mendirikan firma bisnis. Yakni Buffet Partenership, di Omaha, dan mengabdikan dirinya dalam porfolio saha. Dia sukses besar hingga menjadi orang terkaya. Biografi investasi Warren Buffett, tahun 2006, menyumbangkan yang $61 juta untuk donasi.

Ini menjadi donasi terbesar di Amerika Serikat, meskipun begitu dia masih punya banyak uang untuk jadi orang terkaya di dunia.

Biografi Warren Buffett, bernama lengkap Warren Edward Buffet, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Howard, bekerja sebagai broker saham dan seorang legislatif. Ibunya, Leila Stahl Buffett hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Biografi Warren Buffett Memperbaiki Kesalahan


Buffet adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Buffett memang menunjukan bakat besar di bidang ilmu ekonomi, terutamanya di bidang finansial dan bisnis. Sejak awal, ketika umurnya 11 tahun, dia sudah disebut- sebut memiliki bakat atau prodigy di ilmu hitung.

Teman dan beberapa kenalan melihatnya mampu menghitung, mengingat angka- angka besar di kepalanya. Dia juga menunjukan ketertarikan di bidang bisnis, terutama investasi, hingga selalu ikut dalam asosiasi bisnis.

Disela- sela waktu Buffet kecil sering mengunjungi kantor milik ayahnya, seorang broker, mencari tau segala sesuatu tentang table saham di dinding kantor. Ia memulai investasi pertamanya setelah itu. Di umur 11 tahun, Buffet membeli saham Cities Service Preferred seharga $38 per- lembar.

Kaget karena harga sahamnya turun drastis di $200, tapi masih bertahan hingga mencapai $40. Dia menjual sahamnya dan mendapatkan sedikit untung. Dari sinilah, melalui Cities Service Preferred, dia belajar banyak tentang agar selalu bersabar dahulu di dalam berbisnis investasi.

Biografi Investasi Warren Buffett


Umur 13 tahun, Buffet menjalankan bisnisnya sendiri sebagai loper koran untuk uang. Dia menjual selebaran nomor judi untuk pacuan kuda, menjualnya sendiri ditiap membagikan koran. Di tahun sama, dia berhasil menghasilkan uang lebih banyak dari biasanya.

Bahkan dia bisa membayar pajak pertamanya $35 untuk sepeda, inilah yang disebut pengusaha bijak taat pajak. Tahun 1942, ayahnya berpindah tugas menjadi seorang legislatif dan harus pindah ke Fredricksburg, Virginia, lebih dekat dengan kantor ayahnya.

Buffet bersekolah di Woodrow Wilson High School di Washington, D.C. Di tempat baru, dia sudah bisa menemukan ide baru, dan mulai berbisnis ria. Sebelum sekolah dimulai lagi, dia dan temannya telah membeli sebuah mesin pinball seharga $25 saja.

Mereka memasangnya di salon, dan dalam beberapa bulan telah menghasilkan. Mereka kemudian menggunakan hasil uangnya untuk mesin sejenis lagi, lalu memasarkannya kembali. Total Buffet mampu memiliki tiga buah mesin menguntungkan.

Sayangnya, ia tak melihat prospek baru, memutuskan menjual ketiga mesinnya ke seorang veteran seharga $1.000. Dilanjut kuliah di University of Pennsylvania disaat 16 tahun, belajar mengenai bisnis. Tinggal disana selama dua tahun, kemudian ke University of Nebraska, untuk menyelesaikan pendidikan.

Akhirnya, dia menyelesaikan kuliahnya dan menghasilkan $10.000 dari segala bisnis di masa kuliah. Buffet pun masuk ke Columbia University melanjutkan pendidikannya lagi. Lulus di tahun 1956, dia telah memiliki firma bernama Buffet Partnership di Omaha.

Investasinya sukses, umumnya bersumber dari aneka perusahaan murah tapi sahamnya mulai naik. Dia membelinya lalu berkembang hingga menjadi seorang kaya raya. Oracle of Omaha sebutan untuknya kerena kebijakannya dalam mengambil keputusan.

"Saya selalu tahu saya akan kaya raya. Saya merasa tidak pernah meragukan itu disetiap menitnya," sebuah kata bijak legendaris Warren Buffet 

Sukses lainnya, ia berhasil membantu Solomon Brother dalam satu aksi ambil untung (1987), dan menjalankan New York City (1992) bangkit setelah skandal trading. Di Juni 2006, dia mengumumkan mendonasikan uangnya ke Bill and Melinda Gates, nilainya 85% kekeyaan miliknya.

Tidak Bisa Jatuh Miskin


Kekayaan itu kebanyakan datang dari bisnisnya di Berkshire Hathaway, perusahaan dimana ia menjadi pemegang saham terbesar sekaligus CEO. Berkshire Hathaway sendiri merupakan sebuah perusahaan korporasi milik Buffet.

Dimana usahanya tak spesifik pada satu bidang, tetapi banyak hal dikerjakan. Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya perusahaan ini hanyalah sebuah perusahaan tekstil. Perusahaan ini kini memegang kepemilikan beberapa perusahaan penting, yang sebelumnya bangkrut dijual kembali.

Perusahaan ini memiliki GEICO, BNSF, Lubrizol, Dairy Queen, Buah Loom, Helzberg Diamonds dan NetJets, memiliki setengah dari Heinz, memiliki persentase yang dirahasiakan sahamnya Mars Incorporated dan memiliki beberapa saham minoritas signifikan di perusahaan- perusahaan besar; American Express, The Coca-Cola Company, Wells Fargo, dan IBM.

"Anda harus belajar menjadi investor, jika anda mau kaya raya," ungkapnya. 

Berkshire juga memiliki berbagai bisnis komoditi dan infastruktur, meliputi bisnis gula, ritel, kereta api, perabot rumah tangga, ensiklopedi, produsen pembersih vakum, penjualan perhiasan, penerbitan surat kabar, pembuatan dan distribusi seragam, serta ada perusahaan beberapa utilitas listrik dan gas regional.  

Sejarahnya, perusahaan ini merupakan satu perusahaan manufaktur tekstil di Oliver Chace di 1839. Warren Buffet membeli saham kepemilikan di tahun 1962, ketika ia melihat pertumbuhan yang bagus.   

Kamu tau, sekitar tahun 2010, dia mengaku membeli keseluruhan perusahaan tersebut, tetapi menurut dia Berkshire Hathaway merupakan kesalahan besarnya. Daripada membeli saham semuanya, dia seharunya memilih investasi di asuransi, bukan tekstil.

Meski begitu, Buffet berhasil mengembalikan kerugian sekitar $200 juta, dan untung darinya meski 45 tahun kemudian. Jika dibeli itu keseluruhan adalah kesalahan. Maka kesalahan terbesarnya adalah karena berinvestasi karena marah. 

Kenapa ia menyebut bahwa ini adalah satu investasi terburuk, jawabanya adalah:

Ceritanya selepas membeli sahamnya di tahun 1962. Kala itu Buffett muda membaca sahamnya tengah naik. Ia sendiri kurang memahami bisnisnya. Yang dia tau adalah membeli sedikit- sedikit saja saham untuk keuntungan semata. 

Sahamnya selalu saja naik ketika perusahaan selesai berproduksi tekstil. Hingga, suatu ketika, ia sadar bahwa berbisnis tekstil itu sia- sia. Dan meskipun naik, tak seperti diharapkannya dulu, usaha tekstil tak segairah di masa depan dan tidak akan berkembang lebih besar.

Pada tahun 1964, tiba- tiba ada pengumuman mengejutkan. Pihak perusahaan saat itu, yang diwakili oleh sang pemilik Stanton, tengah mengungumkan tender (terucap) akan membeli balik saham milik Buffett. Tak tanggung- tanggu ia akan membeli $11 1/2 per- share miliknya. 

Tergiur akan untung itulah Buffett setuju saja. Namun, kenyataanya, dalam perjanjian tertulisnya, ia cuma mendapatkan $11 1/8 per- share untuk buy back dan tak mengakui ucapanya diatas.  Buffett mengaku ini kecil (mungkin tidak bagi orang awam) dari harga seharusnya; ia pun murka!

Bukannya menerima saja harga yang lebih rendah itu; Buffett terpancing menggila. Dia malah jadi giat membeli semakin banyak saham dan tanpa sadari diri, kini, ia telah menguasai perusahaan  Berkshire Hathaway, kenapa dibeli kalau tidak punya masa depan?

Ketika itu terjadi ia pun melampiaskan kemarahannya dengan memecat si Stanton ini. Akan tetapi, ia pun menyadari dirinya terjebak di dalam perusahaan yang akan bangkrut itu.  Sejujurnya Buffett telah mencoba mempertahankan produksi tekstilnya. 

Namun, pada 1967, ia memilih untuk berbisnis lain dengan nama tetap. Dia mulai menjual asuransi dari perusahaan tekstilnya. Buffett juga mulai melakukan investasi lain. Untuk investasi pertamanya melalui Berkshire, ia membeli saham milik National Indemnity Company, dimana basis bisnisnya adalah asuransi.

Warren Buffett Perbaiki Kesalahan


Di tahun 1970 -an, ia mendapatkan saham equitas di perusahaan milik pemerintah. Yaitu di perusahaan Government Employees Insurance Company (GEICO).  Dimana asuaransi lah usaha inti dari usahanya sekarang. Disinilah pula ia mengumpulkan pundi- pundi dollar untuk investasi lain. 

Tahun 2010, Buffett lantas menyatakan dalam sebuah seminar bahwa pembelian Berkshire Hathaway adalah kesalahan investasi terbesar yang pernah dibuat, dan mengklaim perusahaan ini mengkekang dia dengan investasi dipersulit. 

Dimana dia cuma mendapatkan untung cuma sekitar $ 200 miliar selama 45 tahun.  Tidak sebanding investasi lain selepas dia membeli perusahan ini. Ia lantas menyatakan seharusnya menginvestasikan uangnya langsung ke bisnis asuransi, daripada membeli penuh Berkshire Hathaway.

Akhirnya investasi tersebut hanya terbayar beberapa ratusan. Dia yakin hal ini akan sedikit berbeda jika bisa kembali ke jamannya. Dia akan menghasilkan lebih banyak daripada melalui ini. Namun, tetap saja, berdasarkan Forbes Global 2000, Berkshire Hathaway malah menjadi perusahan publik nomor 10 di seluruh dunia. 

Tetapi secara usaha perusahaan ini tak menghasilkan produk tekstil.  Pada Februari 2013, Buffett membeli HJ Heinz sebesar $ 28 miliar melalui saham privat milik 3G Capital,  sebuah perusahaan AS-Brasil, yang juga memiliki Burger King dan sebagian dari Anheuser-Busch InBev.  

 Menurut TIME, Buffett memuji Heinz karena membuat "produk yang menggiurkan" dan produknya adalah manajemen yang baik selama beberapa tahun terakhir. Pada awal 2013, Buffett dinilai No 15 tentang "Most Powerful People Dunia" daftar majalah Forbes.

Meski disebutnya kegagalan malah menjadikan bersemangat. Tujuan utama Buffett tetap memegang namanya Berkshire Hathaway ternyata sentimentil. Selain dikarenakan hasratnya sebagai investor juga kenyataan bahwa dia telah mempertaruhkan semuanya disana. 

Dan, disana pula ada orang- orang yang bekerja keras bersama. Ada rasa tanggung jawab ketika sebuah pembicaraan membahas alasan dirinya sukses. Awalnya ia sukses karena alasan pribadi, tetapi, setelah punya perusahaan itu beda cerita.

Selasa, 11 Desember 2018

Siapa Penemu Android Kisah Entrepreneur Andy Rubin

Biografi Pengusaha Andy Rubin


sejarah hp android

Biografi Andy Rubin, sudah dikenal sebagai sosok serial- entrepreneur dunia startup. Siapa penemu Android. Ialah Pria kelahiran tahun 1992 di Chappaqua, New York. Tak ada banyak catatan tentang awal karir dari Wikipedia, namun kami mencoba sebagai mungkin membuatkan biografinya disini.

Dia merupakan putra dari seorang psikolog, yang kemudian menemukan firma marketingnya sendiri.  Bisnis sang ayahnya sebuah perusahaan penjualan aneka perangkat fotografi dan gadget. Yang mana mereka akan dibeli melalui kartu kredit bisa tanpa tunai.

Biografi Andy Rubin merupakan lulusan komputer programer. Merupakan tipikal seorang pecinta teknologi. Dalam sebuah kesempatan seorang wartawa mengunjungi rumah uniknya. Sang wartawan harus melewati aneka produk teknologi; ada tangan robot, pemeriksa retina, dan lain- lain.

Layaknya seorang anak kecil ujar seorang kawan yang sama- sama pernah bekerja di Apple.Inc. Dia adalah siapa penemu Android. Kala itu namanya masih Google Phone. Sebuah pertanyaan yang kita sering tanyakan di Google sendiri.

Entrepreneur Andy Rubin Tidak Berhenti


Ia merupakan fenomena baru yang sudahlah banyak orang memprediksinya. Sebagai seorang pria 29 tahun, biografi Andy Rubin dikenal sebagai ahli- bahkan level jenius. Di bidang teknologi sudah ia buktikan melalui aneka karir. Dia juga seorang entrepreneur untuk menghasilkan sebuah produk baru.

Selain menemukan apa, sosoknya juga aktif untuk menjualnya sendiri. Jadi jangan salah konsep awal Android adalah bisnis pribadi. Rubin suka untuk membuat sesuatu dari kode. Dia juga suka membuat robot. Bukti terkuat ialah ketika dirinya berada di kampus Google; Rubin sibuk membangun robot.

Dia membuat robot tangan pembuat kopi. Semuanya dijalankan dari pesan singkat dari perangkatnya. Selain itu ia juga punya pesawat helikoper sendiri. Semuanya tentang kegilaanya termasuk membuat sebuah sistem open- source.

Di tahun 2000 -an, ketika itu ia ingin menciptakan sebuah perangkat telephon. Jika pada jamannya adalah telephon berarti cuma akan dibuat oleh beberapa orang. Dalam benaknya ingin menciptakan satu keterbukaan. Setiap developer akan bisa masuk dan menggunakan kode buatannya secara gratis.

Dalam perjalanannya ia memilih untuk mengerjakan sendiri. Tak ada investor untuk merealisasikan ide gilanya tersebut. Android dalam benaknya merupakan produk serba guna. Produk yang bisa kamu bawa- bawa kemana- mana.

Entrepreneur yang awalnya akan membangun Android untuk kamera. Namun, itu tak terlaksana, tak ada investor sekali lagi. Hingga ia pun bekerja sama dengan Chris White, yang dulunya merupakan desainer pada WebTv, dan juga Nick Sears, mantan marketing di T- Mobile.

Mereka bekerja sama untuk membangun Android pertama; T- Mobile Sidekick. Sayangnya, produknya ini tak menjual tinggi bukan sebuah fenomena. Di 2004, secara terang- terangan Rubin mengakui mengalami kesulitan keuangan.

Dia bahkan harus menunggak pemilik kontrakan. Seorang teman lantas meminjamkan dia uang sebesar $10.000. Tak mau melepaskan ide gilanya tersebut Rubin membuat gerakan. Dia bersama dengan co- founder Android lain, Rich Miner, yang kemudian bersama berangkat ke Google Ventures.

Google pun menyambut Rubin dan kawan- kawannya. Persentasi bisnis awal Rubin ialah memberi software gratis untuk pengembang. Perusahaan lain lah yang akan memproduksi telephon sendiri. Mereka cukup memberikan kode untuk diutak- atik Andy dan kawan.

Android boleh dibrand ulang tanpa menghilangkan lisensinya atau sumbernya. Disisi lain, mereka akan menjual nilai tambahnya dari aplikasi dan lain- lain.

Bisnis Software Android Entrepreneur Gaya Baru


Pada Februari 2004, Google resmi bergabung tim untuk mengembangkan Android. Ini merupakan sistem bisnis yang menarik tapi... Ini juga berarti Rubin akan melepaskan apa yang sudah dibuatnya. Tapi tidak dalam rencananya ia tetap akan memegang kendali akan Android. Perusahaan pembuat perangkat yang menggunakan Android tak memegang paten.

Mereka cuma punya merek ketika sistemnya masihlah dipegang Rubin miliki. Pengalaman Sidekick membuatnya berpikir tak melepaskan Android begitu saja. Kala itu T- Mobile setuju membuatkan tapi meminta untuk merubah total nilainya. Mereka mau tapi harus lah merebrand produknya dahulu.

Jadilah perusahaan Rubin, Danger, jadi tidak dikenal oleh para pembeli perangkat T- Mobile Sidekick. Pembeli cuma tau kalau mau telephon keren; belilah di T- Mobile. Ini tak boleh terulang kembali pikirnya di Android. Ia pun harus mencari- cari caranya melalui Google dan ketemulah.

Tidak ada yang mau dengan sistemnya itu. Sebelum bertemu Google, perusahaan seperti Samsung tentulah tak mau ide gilanya. Ketika mereka diberi Android tapi harus menjual nilai Android juga. Tanpa merubah nilai atau brand -nya, perusahaan akan berpikir ulang tentang kegilaan Rubin.

Dia adalah seorang entrepreneur ulung. Menemukan pasar dan keinginan menjadi satu. Rubin mampu melihat koneksi antara pasar serta kebutuhan mereka (pelanggan). Ada satu kesimpulan dari entrepreneur ini. Dia membutuhkan seorang CEO.

"Meski ketika sesuatu berujung buruk, saya tidak akan benar- benar menyerah," itulah kesimpulan dari apa yang ia pikirkan. 

Ketika banyak orang menyebut Rubin gila ternyata masih ada seseorang. Sosok Larry Page menjadi orang yang utama mendukungnya. Salah satu pendiri Google tersebut mendengar konsep open- source itu. Dan, ia langsung menghubungi seseorang untuk menghubungkan.

Google mendengar kisah Android serta obsesi sang penemu. Mereka pun setuju untuk membantu. Sebelumnya Page memang sudah pernah betemu Rubin di salah satu acara di Stanford University.

Obsesi Bisnis Entrepreneur Miliarder


Rubin almameter adalah Utica Collage di New York. Sebelum mengerjakan Android, ia sudahlah bekerja aneka pekerjaan di bidang teknologi, dimulai dari perusahaan bernama Carl Zeiss Microscopy, dimana ia bekerja sebagai teknisi pengembangan di antara tahun 1986- 1987.

Setelah berhenti dari Carl Zeiss ia pernah bekerja di sebuah perusahaan robot. Di sebuah liburan di kawasan bernama Cayman Islands, tahun 1989, Rubin bertemu teknisi Apple bernama Bill Caswell. Meski baru kenal beberapa saat Rubin langsung mau membantu Caswell.

Ceritanya Caswell tengah bertengkar hebat dengan pacarnya. Dia terusir dari penginapannnya. Rubin lantas menawarinya tempat menginap sementara.

Kisah pun berlanjut dimana Rubin mendapatkan pekerjaan di Apple. Ia bekerja sebagai teknisi di Apple dari 1989- 1992. Dalam bekerja ia memang dikenal penggemar berat teknologi. Terutama tentang kegemarannya kepada robot. Bahkan ia mendapatkan nama panggilan 'Android'.

Disana lah, ia bertemu sosok Steve Perlman, orang yang meminjaminya uang diatas. Di Apple, ia dikenal cukup jahil salah satunya yaitu membuat telephon iseng. Ia memprogram ulang jalur telephon internal yang seolah CEO Apple, John Sculley, menelephon teman- temannya untuk hadiah saham.

Rubin dan juga Perlman juga mendirikan perusahaan bernama Artemis Network dan menjadi CEO -nya sampai sekarang, yang mana fokusnya adalah alternatif untuk perangkat wireless.

Sebelum membangun Artemis Rubin pernah bekerja di tempat lain. Selepas dari Apple, di tahun 1990 -an, ia bekerja di perusahaan General Magic. Dari perusahaan tersebut ia mendapatkan penghargaan atas sebuah penemuan. D

ia menciptakan komputer personal yang bisa dibawa kemanapun, yang bisa dibilang menjadi awal dari smartphone modern. Selepas dari General Magic di antara 1995 dan 1997, ia bekerja dengan WebTv. Yang kemudian dibeli oleh Microsoft menjadi MSN TV.

Perlman lalu menyusul Rubin dan bekerja di WebTv. Rubin dan Perlman akhirnya bersama bekerja untuk Microsoft. Sebuah perusahaan bernama Danger.Inc didirikan selepas ia keluar dari Microsoft 1999.

Inilah awal ia membangun Android melalui T- Mobile Sidekick. Disanalah ia mulai mengembangkan ide tentang software -open source bernama Android.

Apakah Android Milik Google


Dengan tangan terbuka raksasa internet itu mengajak Rubin dan Sears ke Mountain View. Disana, Januari 2005, mereke berbincang dengan Page dan juga patnernya Sergey Brin, juga seorang Georges Harik, sang adviser dari Google Ventures.

Sosok Harik sendiri merupakan salah satu dari pegawai pertama di dalam proyek Google Phone. Seperti biasanya Page bukanlah tipe miliarder formal. Ia menemui Rubin cuma berpakaian kaos dan celana jin. Sedangkan Brin sendiri sama tapi tanpa sepatu, inilah gaya miliarder sesungguhnya loh.

Lucu lagi ada satu jam tangan Disney di tangan yang berbahan plastik. Ada beberapa kendi permen dan Brin mulai memasukan beberapa ke mulutnya. Sebuah pembicaraan serius dalam suasan santai itulah kesan dari seorang Andy Rubin, penemu Android.

Pertemuan yang tidak melulu tentang menyenangkan sang penemu Android. Beberapa test dilakukan oleh Brin untuk Rubin. Dia terus menekankan: dirinya bisa membuat itu lebih baik dari Sidekick. Dan, ia lantas masuk ke kontennya yaitu alasannya untuk membuat apa yang Rubin inginkan. Bukan sebuah pembicaraan yang agresif tapi bertukar pikiran. Selepas dari pertemuan, Rubin dan Sears pulang dengan satu kesimpulan setuju dengan ide mereka.

Apakah Google musuh atau kawan?

Jawaban itu terjawab ketika lima haris berselang. Kini, Rubin bersama kawan telah membawa satu buah contoh atau prototipe Android.

Google berminat kepada apa yang mereka buat. Lebih tepatnya mereka akan membeli apa yang telah ada ditangan mereka. Jujur saja. Rubin dan kawan- kawan enggan untuk hal tersebut. Tapi dalam perjalanannya seperti yang diatas mereka butuh uang.

Mengerjakan startup tidaklah mudah bagi mereka pada masanya itu. Ketika teknologi belum menjadu bubble ada dimana- mana. Para pendiri Android ini akhirnya terpecah. Ada Rubin dan Chris White yang menggagas, dan Sears setuju untuk tetap menjalankan. Sementara itu Rich Miner memilih untuk tak melanjutkan.

Dia kini bekerja untuk Google Ventures. Nah, si Miner inilah yang ingin sebuah tim kecil kalangan mereka sendiri. Android Team kemudian pindah ke Googleplex (markas Google) membangun tim besar. Secara tersembunyi dari sorotan media mengerjakan apa yang ada sekarang.

hp android pertama

Soal pembelian disebutkan Google membeli $50 juta. Ini juga termasuk tima Android yang ikut membangun konsepnya lebih sempurna. Dengan sokongan teknologi Google, 11 Juli 2005, mereka bekerja sama atas nama Google.

Android pertama (benar- benar Android) adalah sebuah telephon ponsel bernama G1. Sebuah konsep yang sangat sederhana sebagai percontohan. Tidak ada developer perusahaan yang mau membuat ponsel dari apa yang mereka sebut open- source untuk selanjutnya.

Pada 2007, Google tak menemukan siapapun, termasuk Verizon tidak mau atau menolak, Sprint yang tidak tertarik, dan AT&T yang tidak langsung menjawab jelas. Juga ini termasuk T- Mobile yang memproduksi G1 sebelumnya. Tak mau mengambil resiko.

"Itu bukanlah waktu yang menyenangkan dalam sejarah Android"

Pertaruhan Bisnis Entrepreneur


Perusahaan bersikeras menjual kontennya dan apapun didalamnya tanpa berbagi. Ini merupakan kunci dari bisnis mereka antara produsen dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga. Google tidak boleh mengembangkan kontennya di dalam apa yang mereka buat.

Satu- satunya harapan ialah T- Mobile yang sebelumnya sudah mengerjakan G1. Enam bulan sudah tim Android mencoba meyakinkan perusahaan tersebut lagi. Menurut sumber Business Insider: mereka tak mau berurusan dengan Google.

Yang paling kecewa adalah Rubin sendiri. Dia lah orang yang akan memakan semua kekecewaan seolah semua tak terjadi. Namun, akhirnya, ada perjanjian dengan T- Mobile untunglah ada Nick Sears, yang dulu merupakan eksekutif marketing disana. Ia sukses meyakinkan CEO T-Mobile Robert Dodson untuk satu langkah mengembangkan G1 kembali.

Sayangnya, ketika Rubin dan kawan- kawan tengah asik mengembangkan idenya, CEO Apple Steve Jobs memamerkan smartphone miliknya. Sebuah kekagetan dirasakan oleh Rubin. Dia bahkan diceritakan dalam buku Dogfight: How Apple And Google Went To War And Started A Revolution.

Rubin bergegas untuk menonton Jobs. Dia yang tengah dalam perjalanan meeting, meminta berbalik arah, semuanya hanya untuk melanjutkan melihat broadcast dari website.

"Holy crap," umpat Rubin.

Rubin dan tim segara bergegas merubah semuanya ada di Android. Kemudian jadilah satu smartphone yang beda dengan sebelumnya telah siap. Versi pertamanya tidak ada touch- screen dan keyboar dilayar yang bisa dislide.

Disisi lain, Apple meluncurkan touch- screen pertama, yang mana menghubungkan orang ke sistem komputer. "Itu merupakan game changer," dimana seperi peluncuran Apple merupakan bagian terdalam di produk Google.

"Itu membuat kami kembali ke papan gambar dan mengevaluasi kembali: Apakah kita ingin meluncurkan produk ini tanpa sentuhan? Kami harus kembali dan membuat keputusan itu. "

Dalam pembicaraan lain, seorang mantan karyawan Google, Sumit Agarwal menyebut pihak Google lah yang pertama mengembangkan konsep to- zoom atau zooming dalam smartphone. Semua dilakukan dalam kesunyian ketika Steve Jobs belum menyadari akan perang yang akan terjadi.

Meski tim Android sukses mengikuti alur iPhone dan memangun jalurnya sendiri. Secara tak disangka- atau tidak kita sadari bahwa iPhone punya andil. iPhone secara eklusip dibangun dibawah bendera AT&T. Sebuah revolusi mencengangkan tapi menjadi masalah bagi Varizon.

Perusahaan ini tak punya senjata untuk menyaingi iPhone mereka. Disaat iPhone dipaksa untuk diproduksi, ada pemikiran, ini akan jadi masalah bagi mereka perusahaan pembuat ponsel.

Masalah mereka bukanlah AT&T tapi Apple yang punya brand kuat. Mereka punya koneksi dengan para pelanggan melalui produk Apple sebelumnya. Jadi, ketika iPhone menjadi perhatian, maka mudahlah bagi Google menyarankan Android sebagai pilihan.

Menemukan HP Android dan Sukses Besar


"Waktu itu, strateginya adalah mengkonter," ujar seorang sumber dalam artikel. Beda dengan iOS, melalui Android, perusahaan pemilik smartphone bisa memodifikasi ponsel dan memasukan brand -nya.

Meskipun BlackBerry sudah turun ke sangat bawah dalam pasar smartphone. Tapi mereka masih dominan di 2000 -an. iPhone langsung meledak ketika baru saja muncul, di 2007, Android bukanlah apa- apa.

gambar hp android pertama

Verizon sebagai operator melihat masalah. Tapi mereka tak punya jawaban. Hingga, Motorola melirik ke arah Android. Motorola lah perusahaan pertama yang membuat smartphone berbasis Android. Itu bukan seperti iPhone. Terlihat besar dan punya keyboard asli diluncurkan pada 2009.

Verizon setuju untuk memasarkan Motorola dengan $100 juta. Produk itu lantas diberi nama Droid yang berasal dari nama yang dilisensikan oleh George Lucas.

Itu tidaklah sesukses iPhone. Tapi ini merupakan jalan bagi pengembangan Android kedepannya. Seolah semua perusahaan berlomba membangun Androidnya sendiri.

Diolah berbagai sumber dan Business Insider

Minggu, 09 Desember 2018

Pengusaha Bisnis Aksesoris Hip Hop cCommerce

Profil Pengusaha David Levich


pengusaha aksesoris hip hop

Tidak semua terlihat ketika mencari prospek bisnis. Contoh David Levich, pengusaha bisnis aksesoris hip- hop. Dia mampu lebih cepat dari orang lain. Menerapkan konsep eCommerce David mencetak laba lebih banyak, dan menjadi salah satu pelopor bisnis eCommerce.

Sejarahnya seorang pencinta musik Hip- Hop, dan ingin mempunyai bisnis dari itu. Maka lahirlah satu situs eCommerce, Iced Out Gear, situs yang fokus menawarkan segala sesuatu tentang musik ini. Slogan perusahaanya sangat lah manarik:

"Membuat anda terlihat seperi 10 juta dollar, tanpa harus habiskan ribuan dollar."

Di 2004, David dan beserta temannya tidak memiliki banyak uang. Mereka ingin terlihat keren layaknya selebriti hip hop. Mereka wajib mengeluarkan ribuan dollar, dan barulah tampak terlihat jadi bling- bling seperti mereka.

Akhirnya, mereka berencana menjadi pengusaha bisnis aksesoris hip- hop, menolong para penggemar Hip- Hop. Alasanya mereka ingin terlihat seperti para penyanyi Hip- Hop secara mudah, dan mereka juga berbagi perasaan kepada para pembeli; tidak harus puluhan ribu dollar.

Pengusaha Bisnis Aksesoris Hip Hop


Mereka mencari supplier dengan harga bagus kemudian menjualnya secara online. Berkaca dari hal sukarnya mencarian aksesoris Hip- Hop. David membangun eCommerce ketimbang cara bisnis konvensional.

Ia merasa butuh menciptakan kemudahan setiap pembeli, walau mereka bersusah payah mencari supplier sendiri. Pembeli akan dilayani secara baik olehnya melalui situs Icedoutgear.com, dan tidak menyusahkan mereka. Para pembeli bisa membeli aksesoris Hip- Hop dengan harga ramah.

Icedoutgear lantas menggandeng Yahoo sabagai media patner, serta beberapa organisasi perlindungan konsumer. Icedoutgear menawarkan aneka platform pembayar, paypal, kartu kredit, dan beberapa pembayaran online lainnya.

Tentang produk, Icedoutgear menawarkan bermacam- macam aksesoris, seperti gelang, kalung, rantai, kaca mata .dll.  Icedoutgear menentukan pembayaran macam apa, setelah pembeli mengklik produk mereka.

Mereka juga menawarkan diskon hingga produk premium. Mereka memberikan pengembalian produk jika terjadi masalah dengan syarat tertentu. David bekerja sama dengan DoubleClick menjadi media pemasaran produk.

Dia memilih menggunakan format gambar .gif dan berhasil meningkatkan penjualan. Icedoutgear menggunakan iklan transparan untuk lebih efektif, efisien, dan langsung ke pembeli. DoubleClick merupakan salah satu perusahaan iklan terkenal di dunia sebagai tempat bagus untuk bisnis online.

Berkat hobi menjadiakn dia pengusaha bisnis aksesoris hip hop. Ini bukan tentang uang sepenuhnya. Dia memilih bisnis tersebut karena kecintaan dunia Hip- Hop dan akan terus begitu. Icedoutgear.com menawarkan perubahan dunia pada jamannya; inilah kisah pelopor bisnis eCommerce dunia.

Selasa, 20 November 2018

Entrepreneur Cilik Leanna Archer Minyak Rambut Miliaram

Profil Pengusaha Leanna Archer


entrepreneur cilik amerika

Siapa sangka gadis ini entrepreneur cilik bernilai miliaran. Wajah polos Leanna Archer tidak akan membuat kita menduga. Bahwa dia sudah menjalankan entrepreneurship sejati. Jangan salah, semua tentang menilai orang dari cover tidak berpengaruh, karena kini dia orang termuda di Nasdaq.

Sebuah buku tak lagi terlihat seperti sampulnya sekarang. Sebuah keyakinan ada pada diri sendiri. Leanna berani membuka perusahaan sendiri hingga sampai ke bursa saham NASDAQ. Bagaimana dia memulai?

Dia hanya memulai dari rambutnya sendiri. Leanna yang masih terlihat seperti gadis pada umumnya, sangat senang bermain dengan anak seumurnya. Tetapi, ada yang berbeda dengan dirinya, di umur 15 tahun sudah berhasil mengerti bagaimana sebuah bisnis berjalan.

Dia memulai bisnis bermodal sebuah resep rahasia rambut milik neneknya. Leanna sudah sering memakainya, bahkan iseng menjualnya ke orang lain, di lingkungan sekitarnya. Adalah sebuah krim perwatan rambut sehat.

Karir Entrepreneur Cilik

 

Entrepreneur cilik ingin membuktikan, bahwa produk itu sangat ampuh melalui rambutnya sendiri. Rambutnya telah mendapat banyak pujian secara langsung oleh beberapa orang terdekatnya. Oleh karena itu pula rasa percaya diri Leanna meningkat.

Dia mulai menjual produk bermodal resep rahasia tersebut. Hingga akhirnya sebuah perusahaan lahir dari tangan kecilnya. Selalu begini, sebuah perusahaan akan selalu berjalan baiik, jika satu ruang lingkup terkecil keluarga mendukung, para pakar simpulkan ketika melihat kesuksesan Leanna.

Entrepreneur dan krim rambut membuatnya berbeda. Adalah berbeda dengan semua produk- produk kecantikan di pasaran. Dia menjual kepada teman, merambat ke kenalannya, hingga kini menjualnya untuk setiap orang secara online.

Mereka ingin mendapatkan rambut yang indah, maka krim Leanna solusi. Leanna kini berubah secara drastis dari seorang gadis polos menjadi seorang CEO termuda di perusahaanya sendiri, Leanna.Inc. Apa itu Leanna.Inc? Ini sebuah perusahaan bermodal resep keluarga.

Perusahaan tersebut menjual aneka produk kecantikan alami. Mereka menjual dari perawatan rambut hingga perawatan kulit dari resep rahasia. Leanna.Inc oleh entrepreneur cilik, mampu berkembang jauh melebihi harapan sebuah krim rambut.

Perusahaan terus menawarkan variasi produk terbaiknya beserta sebuah exclusivitas sebagai produk alami. Mereka juga tidak berhenti berinovasi. Ini tidak seperti membeli celana jean yang bisa dibuat siapa saja dari model hingga bahan.

Ya, kita hanya akan menemukan produk Leanna di tempat- tempat tertentu serta via online. Testimoni bukti culup datang dari Leanna sendiri dan keluarga. Berapa besar bisa didapatksn oleh seorang gadis berumur 15 tahun, kita mungkin akan terkejut dengan nilai bisnis ini.

Leanna mampu menjual produk larisnya mencapai pendapatan $100.000 pertahun. Jika dirupiahkan, Leanna akan mendapat nilai Rp.900.000.000 per- tahun. Ini sebuah pendapatan yang super besar bagi seorang anak 15 tahun. Yang menarik ketika penulis berkunjung ke toko onlinenya.

Itu sangatlah sederhana. Dan, coba tebak, seluruh keluarga aktif dalam bisnis termasuk jadi model produk. Meski sukses berbisnis sendiri, dia tak lantas lupa berbagi bagi sesamanya.

Sebagai bentuk kasih sayang khas anak seumuran. Hati seorang anak yang penuh ikhlas dari dalam. Sesuatu jarang dilakukan oleh entrepreneur Indonesia tanpa adanya imbalan apapun bahkan seorang entrepreneur tua.

Mana mungkin gadis 15 tahun mengambil keuntungan dari kegiatan sosial, kan? Disini murni kepedulian saja jelas kami.

Leanna juga aktif membantu anak- anak di Haitian, untuk mereka membangun sekolahnya sendiri. Melalui Leanna Archer Education Foundation, dia selalu memastikan setiap anak bisa bersekolah dengan baik dan hasilnya dari setiap penjualan produk.

Seperti orang bilang kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dan kebaikan merupakan kesuksesan yang terus berlanjut. Apa didapat oleh produk menjadi bernilai lebih jika dikembangkan. Untuk satu produk ekslusip, inilah mengapa Kolonel Sander getol mencari resep terbaik untuk ayamnya. 

Orang senang membeli produk premium tetapi lebih menarik produk eklusip. Inilah kekuatan resep keluarga Leanna dimana pembuktianya telah dibuktikan sendiri.

Kamis, 01 November 2018

Cara Kerja Toko Online Menurut Entrepreneur eCommerce

Profil Pengusaha Kevin Sprole


entrepreneur ecommerce

Dia lahir sebagai entrepreneur ketika umurnya masih 16 tahun. Dia menciptakan software toko online sendiri. Inilah cara kerja toko online menurut entrepreneur Kevin Sprole. Dia menciptakan software shoping chart yang terbesar. Dimana dia memiliki jumlah pengguna lebih dari 15.000 situs online.

Dia menjadi seorang ahli eCommerce di umurnya belia. Awalnya, dia menciptakan Volusion sebagai software custom web- design, atau pengguna software bisa menggunakannya tanpa keahlian khusus. Dimana pengguna mampu mengutak- atik software dengan bantuan Kevin secara professional.

Cara Kerja Toko Online Volution


Dia menciptakan kode awal Volution dari 16 tahun ketika masih sekolah tinggi.

"Saya membuatnya dari kamar di rumah orang tuan saya di Simi Valley, California, dan saya mengerjakannya sejalan dengan pengguna, saya sadar bahwa shopping chart merupakan software yang paling diinginkan mereka," entrepreneur ini menjelaskan. 

Hari ini, dia memenangkan penghargaan eCommerce Award, dan membantu  bisnis online dangan pengguna lebih dari 15.000. Platform miliknya membantu pengusahan kecil seperti yang digunakan oleh Motorola, Disney, Chicago Tribune, Michigan University, dan kampanye Obama- McChain.

Bagi entrepreneur baru, maka Volusion menjadi solusi karena memberikan layanan all in one, mudah digunakan, dan platform terpercaya. Volusion dilengkapi dengan layanan 24x7x367.

Volusion.com juga memberikan 14 hari bebas mencoba atau anda menggunakannya tanpa membayar hingga 14 hari; anda bisa membeli selanjutnya. Lainnya, Kevin menawarkan pelayanan berbeda untuk bisnis besar dan kecil.

Kevin menyediakan tool tertentun untuk hal- hal berbeda seperti SEO. Tidak seperti software lainnya, Volusion memberikan keamanan PCI certificate cart, marketing tool untuk menjadi sukses online untuk tiap pengguna.

Bisnis yang baik adalah mengetahui siapa dibalik semua software digunakan. Hal itu sangat penting, mengingat masih tumbuhnya bisnis online. Sofware harus mudah digunakan siapa saja bahkan bagi pemula.

Tetapi ingat, perusahaan penyedia software juga harus memberikan pelayanan terbaik. Secara pribadi, Kevin memilih orang- orang bertalenta di perusahaanya. Dia selalu mencoba membangun solusi ideal serta kerja efektif

Kita mungkin berpikir tentang harga jual. Bagi Kevin, itu bukan hal masalah jika mereka memiliki layanan SEO serta perangkat sosial media. Ia meluncurkan vZoom yang merupakan layanan sosial terbaik bagi setiap toko online.

Itu membantu pembeli melihat foto- foto produk otomatis diperbesar lalu kembali seperti semula. vZoom akan menaikan minat pembeli membeli produk jalas tanpa kaca pembesar. Ketika tumbuhnya sosial media, Volusion yakin menarget pasar online cera gamblang terutama toko online.

Mereka sadar betul bisnis tak lagi tentang toko jadi. Mereka bahkan meluncurkan Volution's Social Store Builder (tm) berguna bagi pengguna software langsung menjual produk mereka dari Facebook atau MySpace dengan satu tombol.

"Setiap hal tersebut juga perlu mendapatkan perhatian apakah penting untuk bisnis anda atau tidak" ujar Kevin.

Dia mengaku entrepreneurship nya berasal dari keluarga. Ayahnya seorang pemilik bisnis konstruksi walau berbeda dengan bisnis anaknya. Dia sangat terinspirasi untuk belajar lebih banyak, meneliti, serta mengeluarkan banyak waktu.

Entrepreneurship miliknya membutuhkan waktu untuk belajar, dedikasi, dan ketekunan.

"Ketika saya pertama kali memulai bisnis, saya sangat kagum dengan model bisnis milik Microsoft waktu itu membangun platform cepat dan menjualnya kembali- Windows. Saya menyadari Microsoft melakukan bisnis skala besar daripada melakukan kustom web- design," paparnya

Itu membantu Kevin memilih niceh bisnisnya kelak. Bahwa dia akan masuk ke kustom web- design untuk eCommerce platform. Volution menjadi platform yang membantu kita menghantarkan sebuah solusi basar membantu bisnis kecil dan besar.

Jumat, 12 Oktober 2018

Entrepreneur Cilik Bridges Mo Mendesain Dasi Kupu- Kupu

Profil Pengusaha Master Bridges Mo

 

inspirasi entrepreneur kecil

Sosok enterepreneur cilik bernama Master Bridges Mo. Singkatnya Mo mendesain dan menjahit dasi kupu- kupu sendiri. Sejak mengajarinya di umur 9 tahun, dia sudah menyukai aneka dasi kupu- kupu. Tidak monoton seperti dibayangkan orang- orang jaman now.

Layanya inovator lainnya, yang dibuatnya sangat memperhatikan desain. Pokoknya dasi kupu- kupu harus mengikuti trend pasaran.

"Saya benar-benar seorang pria necis muda dan saya tidak bisa menemukan dasi kupu-kupu lain yang saya sangat suka," terang entrepreneur cilik ini kepada Fox News.

Nenek kesayangan Mo memang pandai menjahit. Dia sudah menjahit lebih dari 80 tahun, dan masih aktif menghasilkan sesuatu. Maka Mo tertarik ikut belajar menjahit dari sang nenek. Pasalnya Mo memang dikenal dekat sering tinggal bersama dia.

Ide membuat dasi kupu- kupu karena kecintaan. Entrepreneur cilik ini memang menyukai dasi model ini. Dasi kupu- kupu memang bersifat semu umur dibanding biasa. Adalah satu kebanggan sendiri jika dia bisa memakai dasi kupu- kupu buatannya sendiri.

Entrepreneur Cilik Jago Desain 


Ia senang jika semua orang akan sepaham. Mo ingin mengajak dunia lebih menyenangkan dan lebih berwarna. Lewat dasi kupu- kupu menjadi trend fasionista kelas dunia. Entrepreneur cilik ini coba menunjukan keunikan dasi kupu- kupu untuk fashion.

Bisnis dasi  kupu- kupu Mo terahir dari rasa cinta. Dia begitu mencintai dasi kupu- kupu, hingga rasa ketidakpuasan akan pilihan yang tersedia. Mereka sungguh tidak cocok untuk anak- anak seusianya. Di pasaran dasi kupu- kupu buruk karena warnanya norak.

Para produsen dasi bahkan membuat klip-ons atau tempelan. Mo percaya pria sejati harus mengikat dasinya sendiri. Neneknya kemudian mengajarinya menjahit dengan tangan. Tidak menggunakan mesin jahit seperti orang lain, menggunakan bahan lama untuk membuat dasi favoritnya.

Dalam beberapa bulan menciptakan koleksi dasinya sendiri. Kira- kira dia sudah memiliki lebih dari dua lusin dasi. Teman dan keluarga jatuh cinta dengan karyanya. Entreprenur cilik Mo meningkatkan produksinya, mendesain ulang gaya kuno dasi kupu- kupu milik neneknya.

Ia membuat cetakan bunga dan berbagai motif khas Afrika, dan bahkan menambahkan potongan- potongan gaun taffeta tua.  Berita mulut ke mulut seperti sihir, Mo laris manis menjual produknya dari Facebook hingga memiliki toko sendiri di Etsy.

"Kamu tidak harus menunggu sampai kamu lebih tua," kata ibunya, Tramica Morris. "Jika kamu memiliki mimpi dan kamu memiliki gairah, kita katakan pergi untuk itu."

Sejalan permintaan meningkat, ibunya, nenek, dan anggota keluarga lainnya masuk ke dalam perahu bisnis untuk membantu dengan produksi.

Bisnis Keluarga Bukan Milik Sendiri


Hari ini, masing-masing dasi kupu-kupu masih dijahit dari awal, meskipun Mo telah berkembang dari bahan vintage ke wol dan ginghams, dengan garis formal satin dan sutra. Potongan nya berkisar dari pola polkadot relatif tradisional, dan garis- garis untuk paisley dan dasi berdesain sporty.

Dia menghasilkan lebih dari $ 30.000 sejauh ini dengan bisnisnya sendiri tanpa bantuan siapapun sebelumnya. Kini dasi kupu-kupu nya kini telah tersedia di webstore sendiri, Etsy, dan semua butik di seluruh Texas, South Carolina, dan Tennessee.

Seolah- olah keberhasilan awal dalam bisnisnya tidak cukup. Mo juga terkenal seorang dermawan muda. Musim panas ini, ia telah menyumbangkan $ 1.600 untuk mengirim 10 anak dari kampung halamannya di Memphis ke Glenview Summer Camp.

Dia juga membuat produk- produk untuk sumbangan ini bernama Mo Go, yang diikuti beasiswa pelajar.

"Saya membuat dasi kupu-kupu ini disebut Go Mo! Beasiswa Bow Tie dan 100 persen dari hasilnya untuk membantu anak-anak pergi ke perkemahan musim panas karena saya merasa seperti itu baik untuk membantu masyarakat dan itulah yang saya lakukan, " jelasnya sebagai bentuk sosial.

Dalam sebuah posting di blog pribadi-nya, ia menulis tentang kegiatan sosialnya:

"Memphis (kota) berada di peringkat tertinggi dari kelaparan anak-anak,.. Kebanyakan anak-anak hanya mendapatkan makan ketika sekolah sedang berlangsung. Di pusat komunitas, anak-anak mendapatkan makan dan waktu bermain."

Baginya menjadi entrepreneur harus tetap rendah hati. Nah, masyarakat lah yang membuat Mo jadi seperti sekarang. Hal semacam sosial membuat Mo selalu tersenyum. Dia mengingat bahwa dirinya masih anak kecil.

Dia menikmati bisnis bukan sebagai sebuah kewajiban tetapi kesenangan. Jika ditanya siapakah sosok inspirator bisnisnya, ia berkata entrepreneur Daymond John, yang menjadi mentornya di acara reality show Shark Tank.

Rabu, 10 Oktober 2018

Pengusaha Felix Tansil UKM Diaspora Kopi Panggang Ekspor

Profil Pengusaha Felix Tansil


pengusaha ukm diaspora

Pengusaha Felix Tansil sukses mendirikan UKM Diaspora. Salah satu diaspora Indonesia yang sukses berbisnis kopi di Amerika. Siapa sangka, di kota kecil Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat, sebuah kedai kopi asli Indonesia bernama Nagadi Coffee berdiri.

Atase Perdagangan dan Kepala Bidang Fungsi Penerangan KBRI berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pengusaha diaspora asal Indonesia ini. Pengusaha Felix Tansil mendirikan UKM Diaspora, yyang mana mampu membukitkan satu hal.

Bahwa jika anda di luar negeri, masih bisa mengharumkan nama Indonesia dan berwirausaha. Ni Made Ayu Marthini, Atase Perdagangan (Atdag) KBRI di Washington DC, menurut keterangan persnya, mangatakan kopi merupakan produk andalan ekspor Indonesia.

Dan, melalui keberadaan UKM Diaspora, bisnis Nagadi Coffee sedikit banyak membantu jumlah pengirimin ekspor. Didirikan sejak tahun 2011, bisnis dari Nagadi Coffe mengambil  suatu konsep bisnis unik.

UKM Diaspora Kopi Panggang Amerika


Oleh pemiliknya lebih sering disebut Coffee Laboratory, berfokus wholesale kopi spesial, diantaranya Takengon, Aceh, dan Mandailing, Sumatra Utara. Maksudnya pengusaha Felix Tansil tidak sekedar menyeduh kopi. Tetapi mereka juga mengolah, meracik, dan memasarkan reseller produk- produk itu.

Setiap hari Sabtu, laboratorium Nagadi Coffee dibuka untuk umum bagi pencinta kopi untuk membeli kopi secara ritel atau mengikuti kelas apresiasi kopi (cupping, tasting) agar konsumen dapat menghargai dan memahami specialty coffee, khususnya yang berasal dari Indonesia.

"Penikmat kopi saat ini tidak segan- segan mencari tahu asal kopi yang mereka minum, siapa yang memiliki kebun kopi tersebut," terangnya kepada pers 

Suasana sosial/lingkungan dan ekonomi asal kopi berpengaruh. Bahkan nama petani yang memetik kopi tersebut. "Dengan kata lain, terjadi ikatan batin antara konsumen dengan produsen," ujar Felix. Inilah perbedaan siginfikan jika kamu mau mencoba membuka usaha di luar negeri.

Memang gaya hidup warga Amerika tak jauh dari kopi apapun jenisnya. Inilah yang dibidik seorang Felix, lebih dari separuh warga Amerika meminum kopi jelasnya lagi. Bahkan berdasarkan satu studi pengeluaran untuk minum kopi bisa mencapai 18 miliar per- tahun.

Ia memulai usahanya di apartemen kecil, di Maryland, modalnya sebuah pemanggang kopi kecil. Tak kurang 10 kilogram kopi bisa diolah pria berkacamata ini.

Ia membuka usaha kopi sejak april 2011 setelah bermigrasi dari pekerjaannya sebagai insinyur sipil, dengan omset 3000-5000 dollar Felix mengakui membuka usaha baru saat ekonomi AS belum pulih bukanlah hal yang mudah.
"Membuka usaha saat ekonomi baik maupun buruk, kalau mental siap mulai saja",ujar Felix.
Istri Felix, Patrisia, yang juga dari Brasil tempatnya kopi, juga membantunya berbisnis kopi. Dari berjualan dengan sistem langsung, ia dan istrinya mulai berjualan secara online. Hasilnya? Sebuah kedai kecil di  Maryland. Untuk jenis kopi yang dijual jarang ditemui di toko lain, karena kopi yang dijual berasal dari berbagai negara termasuk indonesia.

Untuk menjaga kualitas Felix menyeduhkan secara sederhana yakni dengan menyaring kopi. Pelanggan tidak keberatan untuk menunggu lama, dibandingkan dengan  kopi yang dibuat mesin penyeduh.

Pengusaha Ekspor Kopi ke Amerika


Ia juga siap sedia menyediakan kopi luak, tetapi karena harga kopi luak mencapai 10 kali lipat, dari harga kopi biasa; ia baru akan memangganya setelah ada yang memesan. Tentu berbanding terbalik dengan negara asalnya Indonesia, dimana kopi luwak masih bisa terjangkau.

"Kita hanya fokus dalam jumlah kecil, kita hanya jual fresh kopi yang tidak lebih dari dua minggu lamanya", ujar Felix.

Kopi dijual secara grosir dikemas sesuai dengan pesanan, semantara untuk kemasan kopinya sendiri Felix menamakan kopinya NAGADI,yang dalam bahasa Euthopia berati "pengelana". Felix memakai bahasa Euthopia untuk merek kopinya.

Karena Euthopia adalah negara pertama kali tempat kopi ditemukan. Agar kualitas tetap terjaga dan menekan harga kopi, Felix mengaku membeli langsung dari petani Indonesia.

Sukses setelah lebih dari lima tahun berjualan kopi. Felix Tansil dan Nagadi Coffee ditunjuk menjadi salah satu inkubator dalam program kementerian perdagangan. Incubator project ini dilakukan untuk mendorong semangat kewirausahaan UKM Diaspora.

Selain kopi, produk makanan dan minuman Indonesia, serta usaha koperasi menjadi bisnis inkubator Atdag. Kopi Indonesia. Mengikuti pameran kopi spesial terbesar di Amerika Utara "Specialty Coffee Association of America (SCAA) Events" yang ke-26, di Seattle, 2014 silam.

Jumat, 05 Oktober 2018

Kue Buatan Nenek Bisnis Cepat Entrepreneurship

Profil Pengusaha Robert Armstrong


bisnis kue nenek

Bisnis cepat entrepreneurship bercerita tentang nenek. Cerita kue buatan nenek terkenal menghasilka uang. Ada seorang cucu berkata pada neneknya, "Grammy (nenek), aku akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat...," ujar pengusaha muda ini.

Menjalani entrepreneurship  memeng tidak mudah. Memang belum jutaan, tapi menuju kesana, ini adalah kisah seorang entrepreneur asal Selma, Alabama. Namanya Robert Armstrong, suatu ketika disaat berumur belasan tahun, di acara keluarga, ia mempunyai dua tujuan utama.

Pertama, Robert ingin sekali mengalahkan sepupunya, lewat kue kering resep dari neneknya; sebuah perlombaan wirausaha. Mereka berdua bertaruh yang kalah harus membayar, membersihkan kamar selama waktu lama.

Beberapa tahun kemudian, bergelar sarjana bisnis, pengusaha muda 28 tahun ini menemukan bahwa kue itu bukan sembarang kue. Dia yang selesai berkuliah di University of Alabama sadar, tak pernah berpikir akan masuk ke bisnis kuliner.

Sebuah ilham ketika ia menemukan rasa enak itu kembali. Inilah bisnis yang telah diyakininya akan sukses besar. Nama bisnis cepat entrepreneurship ini G Mommas Cookies. Walaupun terbilang baru bisnis Robert menjual lumayan banyak.

Prospek Bisnis Cepat Entrepreneurship


Entrepreneur asli Selma, Alabama, yakin telah menemukan satu produk yang dipercayanya  -atau dipikirnya bahwa akan disukai orang- dan jiwa kewirusahawan memanggil. Robert mengambil alih resep rahasia milik neneknya yang meninggal dunia.

Dia kemudian merubahnya menjadi bisnis mernama G Mommas Cookies, produk yang kemudian dijual di toko- toko grosir, apotik, dan toko- toko hadiah di sepanjang Alabama dan Southeast.

G Mommas Cookies memiliki dua rasa untuk sekarang, Chocolate Chip Pecan and Buddascotch Oatmeal flavors. Sebenarnya setelah lulus belajar membuat kue bukan hal terakhir dipikirkannya. Ia mengikuti satu pekerjaan yang tak menginspirasi, seorang salesman, di Birmingham, Alabama.

Hingga ia mendengar cerita ketika bersama sang nenek. Robert kemudian membagikan cerita itu kepada kita. Kenangan sebelum kepergiannya.

"Saya berkata, "Grammy, saya akan membuat jutaan dollar dari kue- kue ini suatu saat," sang nenek hanya tertawa. Dia berpikir cucunya begitu lucu. Tetapi candaan itu dibuktikan oleh Armstrong menjadi nyata.

Di 2009, suatu hari Armstrong meminta sang nenek, Anice Morries Armstrong, mengajari cara membuat kue- kue itu, kemudian pelajaran pertama dimulai di pagi hari. "Itu sangat sulit daripada kuliah," jelas pengusaha muda ini.

Tak menyarah akhirnya dia sukses membuat kue pertamanya bersama sang nenek. Dengan peralatan dasar membuat kue dan sebuah oven di sebuah dapur yang terabaikan, ia membangun bisnisnya. Dengan bendera Selma Good, perusahaan yang bekerja di sebuah gudang tua.

Robert menyadari seberapa besar gigitannya, Chocolate Chip Pecan, telah merasuk meyakinkan bahwa ini akan sukses. Mungkin prediksi tumpul, hanya intuisi, menyebut kue- kue ini akan sukses kepada sang nenek.

Meski belum sukses menghasilkan jutaan dollar, dia tetap mengerjakannya, meski awalnya cukup rumit. Dia memulai bisnis di tahun 2009 tapi harus berjuang keras. Dia memanggang kue itu sendiri di sebuah dapur di sebuah restoran yang terbengkalai. menawarkan kue- kue itu.

Dia mulai mengirim kue ke beberapa retailer kecil. "Beberapa hari saya pergi tidur jam 3 pagi dan memanggang sampai pukul 11 ​​malam," katanya. "Aku sedang membuat $ 5 per jam, mungkin," jam kerja yang panjang tapi bisnsinya tak bekerja semestinya.

Kehilangan kepercayaa, ia memutuskan menggantung apronnya di 2011 dan memilih beberapa pekerjaan. Salah satunya yaitu kembali menjadi salesman menjual alat GPS, dan terakhir menjual daging.

Entrepreneur Muda Penuh Harapan


Lain waktu, Robert membuat sebuah website untuk perusahaan untuk marketing. Salah satu anggota keluarga ikut membantu keuangan Armstrong, memberinya satu kredit di sebuah bank lokal. Dari kredit baru tersebut dimulailah bisnis kue miliknya kembali.

Masih dengan nama dan produk yang sama, dia mulai mencari kontrak untuk para pembuat kue lain untuk membuat kue dan akhirnya menetap di satu tempat di Pennsylvania.

Di situlah semua G Mommas Cookies saat dipanggang dan dikemas, meskipun tujuan Armstrong adalah untuk membawa produksi kembali ke Selma satu hari nanti. Sementara itu  ia mencari koneksi untuk masuk ke beberapa toko baru, kegigihannya terbayar lunas, akhirnya.

"Saya selalu berkata pada diriku sendiri aku akan kembali ke cookies," katanya.

Satu kesempatan besar ketika mendapatkan kontrak dari The World Market, sebuah retailer besar yang dia temukan di LinkedIn. G Mommas menjual dua jenis kue, klasik pecan chocolate chip, yang dibuat dengan bahan-bahan alami.

Ada juga butterscotch oatmeal, produk kreasi Armstrong dan neneknya dikembangkan bersama-sama untuk bisnis. Armstrong memperkirakan bahwa dia sukses menjual sekitar 9.000 kantong cookies per kuartal. Dia mengatakan dia belajar banyak melalui pasang surut bisnisnya.

Hari-hari awal penuh dengan trial and error saat ia bekerja untuk mendapatkan resep kue tepat untuk produksi skala besar dan kemasan. Baru- baru ini, dia sirius memastikan pembuat kue yang telah dikontrak untuk mempertahankan rasa asli dan tekstur.

Melalui itu semua, dia kembali teringat nasihat neneknya, yang terinspirasi dia untuk bertahan. Dia meninggal musim panas lalu tetapi tidak sebelum dia melihat cucunya peluncuran bisnisnya. "Dia adalah pemberi semangat terbesar saya," kata Armstrong. Dia juga telah memberinya perspektif.

"Jika hal ini jatuh pada wajah, itu akan baik-baik saja," katanya. "Saya akan mendapatkan pekerjaan dan harus menggali keluar dari utang, tetapi ini akan menjadi OK."

Rabu, 03 Oktober 2018

Pemilik Pesawat Virgin Biografi Richard Branson Lengkap

Biografi Pengusaha Richard Branson 


biografi pemilik pesawat virgin

Kelahiran 18 Juli 1950, biografi Richard Branson, ssudah jatuh bangun mengikuti alur pendidikan formal. Alasannya dia adalah seorang penderita disleksi, bahkan hampir saja buta karena itu. Dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekolah, ketika itu umurnya baru 17 tahun.

Ketika itu, ia memutuskan untuk menjalankan bisnisnya sendiri, daripada menyusahkan diri sendiri dan orang tuanya. Bisnisnya paling terkenal dimulai dari bidang industri musik dan berekspansi  ke pesawat terbang. Pemilik Virgin maskapai penerbangan yang terkenal itu, ialah dirinya sendiri.

Seorang entrepreneur otodidak, menjadi pemilik 200 perusahaan lebih, kesemuanya di bawah nama Virgin Group. Biografi Richard Branson, bernama lengkap Sir. Richard Charles Nicholas Bronson kelahiran Surrey, England, adalah seorang penderita disleksia semenjak lahir.

Masa sekolah merupakan masa tersulit bagi Richard. Masalahnya datang ketika anak lain tengah asik bergembira di sekolah. Sementara itu Richard kecil sekedar membaca huruf saja kesulitan sekali. Dia pernah hampir keluar dari Scaitcliffe School ketika 13 tahun.

Mimpi Wirausaha Pemilik Virgin Maskapai Penerbangan


Entrepreneur dari pasangan Edward James Branson dan Eve Branson ini, akhirnya resmi keluar atau drop out, setelah 16 tahun terjebak di dalam pendidikan formal. Nah, ada cerita menarik tentang awal keluarnya dari sekolah. Bukan tentang ketidak sanggupan untuk bagaimana menemukan jalan bisnis.

Dia dan beberapa teman sekolahnya memulai bisnis surat kabar sekolah sendiri. Surat kabar tersebut kemudian diberi mereka nama the Student, yang berisi cerita tentang tokoh politikus, rock- star, dan selebritis terkenal.

Biografi Richard Branson menjalankan bisnisnya berada di ruang bawah tanah rumah. Ibunya Eve, sosok pendukung anaknya meski ia tidak mau melanjutkan sekolah lagi; ia meyakini tekat Richard kuat. Ibunya menjadi sosok yang ikut andil mempertahankan eksistensi surat kabar the Student.

Di tahun tersulit bahkan ia rela mengeluarkan sejumlah uang. Satu ketika, di jaman dulu, Branson sempat memperhatikan toko- toko tidak pernah memberikan diskon piringan hitam. Branson melihat mereka menjual diharga terlalu tinggi untuk rekaman lagu saja.

Branson lantas menulis iklan, menjual piringan hitam berharga diskon di the School Hasilnya diluar dugaan, permintaan terus mengalir untuknya, dari iklan di surat kabar The Student. Dia mulai menjual iklan $8.000 di awal, dan mencetak setidaknya 50.000 yang dibagikan secara gratis.

Ia menutup uang pengeluran surat kabar melalui penjualan iklan saja. Pada tahun 1969 -an, Richard yang tinggal di Kota London, bersamaan adanya musik British dan obat- obatan terlarang. Dari sanalah muncul lah ide tentang pemesanan pringan hitam melalui email.

Inilah cikal bakal the Virgin Record, ketika surat kabarnya butuh sokongan dana. Dia memulai bisnis barunya yakni perusahaan recording di daerah Oxford Street. Drop- out sekolah, tetapi sudah berhasil mendirikan perusahaan rekaman sendiri di tahun 1972 di Oxfordshire, England.

Tahun- tahun awal, ia terus mengalami masalah arus kas, meskipun hasil penjualannya bagus tetap merugi. Agar bisa melunasi overdraft, pemuda 20 tahun kala itu berpura- pura membeli record untuk ekspor agar bisa lepas dari cukai penjualan di Inggris.

Tetapi dia tertangkap dan dipenjarakan semalam, lalu dilepaskan lagi ketika ibunya Eve memberi jaminan. Ibunya rela menebus jaminan bermodal surat rumah sebagai jaminan. Tak tinggal diam, Branson mencoba melakukan tawar- menawar.

Dia harus memilih membayar £ 60,000 atau penangkapan ulang. Richard memilih menjadikan itu hukuman percobaan dan catatan kriminal. Sebelum kasus Virgin Record, ternyata bisnis The Students juga pernah punya masalah hukum disini.

Menghadapi tuntutan hukum kedua kalinya membuat dia "kapok". Sebelumnya ia pernah ditangkap karena pendirian majalah Student -nya melanggar UU tahun 1889 dan 1917, dimana ada larangan penerbitan saran tentang obat untuk penyakit kelamin.

Berkat sang Ibu pula, dia bisa menghindari penjara, berkat pengacara yang baik, kasus The Student yang cuma didenda £ 7. Tindakan sang ibu memberikan efek kejut dipristiwa kedua tersebut. Inilah upaya kotor terakhir di dalam hidupnya. Isu suap tidak akan lagi pernah terdengar semenjak itu.

"Menghindari penjara adalah insentif yang paling persuasif yang pernah kumiliki," dan dua tahun ke depan jadi kursus kilat pengelolaan uang, pengusaha Richard Branson mengajarkan entrepreneurship melalui kisahnya.

Branson telah menyadari beberapa aturan yang perlu diperhatikan di masa depan. Semua semenjak dia melihat sang Ibu yang rela menggadaikan rumah.

"Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak akan pernah lagi melakukan apa pun yang akan menyebabkan saya untuk dipenjara atau, memang, jangan ada kesepakatan bisnis apapun yang akan mempermalukan saya," tulisnya dalam buku, Losing My Virginity.

Kedua orang tuanya selalu menekankan bahwa kita ini hidup dibalik reputasi kita. Mungkin kamu bisa sangat kaya, tapi jika kehilangan nama baik, kamu tidak akan bahagia nanti.

Mike Oldfield menjadi artis pertama dari bisnis Virgin Record dimana single pertamanya yang berjudul Tabular Bells di 1973. Dengan bantuan tim Branson, lagu itu menjadi terkenal mendadak. Lagunya bertahan di tangga lagu UK hingga 247 minggu.

Menggunakan momentum, Virgin Record mencari artis- artis baru termasuk the Sex Pistols. Artis lainnya, the Culture Club, the Rolling Stones, dan Genesis mengikuti jejak the Sex Pistols menjadi artis Virgin. Ini bahkan membuat Virgin Record menjadi recording terbesar ke enam di dunia.

Biografi Richard Branson, sudah melunasi pembayaran denda, lalu melihat ke belakang hidupnya, menyadari bahwa kriminal mungkin saja merusak hidupnya sekarang.

"Hal ini tidak mungkin, tidak berarti mustahil, bahwa seseorang dengan catatan kriminal akan diizinkan untuk mendirikan sebuah maskapai penerbangan," terangnya.

Dia yakin kedua orang tuanya, terutama sang ibu, selalu disana untuk mendukungnya. Selain bisnis utamanya, ia memiliki beberapa hobi sekaligus menjadi bisnis sampingan. Di tahun 1984, Richard mendirikan Virgin Atlantic, perusahaan bergerak dibidang transportasi.

Pertama Branson memulai bermodal satu pasawat dahulu. Selanjutnya, dia berhasil menghasilkan pendapatan 1,5 juta pounds. Tahun 1992, ia memilih menjual Virgin Records ke Thorn EMI untuk $1 juta. Ia lalu memasukan uang tersebut ke bisnis Virgin Atlantic.
 

Pengusaha Rekaman Virgin dan Bisnis Maskapai


Virgin Atlantic merupakan merek dagang maskapai penerbangan. Mereka menawarkan penerbangan kelas satu. Jangan salah Virgin bermula sebuah ide bisnis berat, segi modalnya sudah super- besar. Bahkan ia harus menjual bisnis Virgin Record.

Datang lah Randolph Fields menawarkan pembiayaan. Meski sukses, Branson cuma memiliki 24% saham, dan menjadi chairman. Selain bisnis maskapai penerbangan ada juga bisnis selular, soft drink, dan pakaian pengantin. Merek Virgin  diperkirakan senilai $5 juta diberbagai lini bisnis.

Selain bisnis, dia berekspansi lewat hati, yaitu memilih tidak menggunakan uang untuk bersenang- senang. Sosok seorang petualang yang rajin mencantumkan namanya di buku rekor kecepatan dan jarak.

Ambil contoh, di tahun 1986 tepatnya, menjalankan kapal  Virgin Atlantic Challanger II mengarungi laut Atlantik. Dia mendapatkan rekor tercepat di dunia. Tahun berikutnya, dia menjalankan balon udara, Virgin Atlantic Flyer, merupakan balon gas pertama yang melewati laut Atlantik.

Tahun 1991, dia mampu melewati lautan Pasifik memecahkan rekor kecepatan dan jarak yang pernah dibuat.

Dia bahkan melewati dua kejadian fatal dari dua petualangannya lewat balon udara.

"Saya sangat depresi keras karena mereka tidak pernah malu," ujar ibunya Eve Branson

"Karena rasa malu bagi ku membuat mereka berbalik dan hanya memikirkan diri sendiri. Jadi saya mencoba membuat mereka suka bergaul. Jika kamu cukup memikirkan orang lain, kamu tidak akan marasa malu." Keluarga Branson memang dikenal tidak mengatur hidup anak- anaknya.

Ibu dan ayah membiarkan anak- anaknya mengerjakan apa yang mereka suka, tanpa malu dan takut gagal, kedua orang tua hanya memberikan saran jika diminta. Seperti contoh kompetisi antara Virgin Atlantic dan British Airways yang terus- menerus dan menguras finansial.

Branson tidak takut mengobarkan pertempuran pengadilan panjang. Dia pernah mengklaim British Airways memainkan trik kotor mencuri penumpang Virgin Atlantic. Akhirnya Branson setuju penyelesaian diluar pengadilan di tahun 1993.

Ia menawarkan pembayaran ganti rugi £ 500.000 kepadanya dan £ 100.000 untuk Virgin. Meskipun berkompetisi panas, ditambah naiknya harga bahan bakar dan kesengsaraan ekonomi global di awal 1990-an, harga Virgin Atlantic tetap terjaga tetapi tetap layak terbang.

Itu cara lain menenangkan bankir pemberi utang agar bersabar. Disini, akhirnya Branson menghadapi salah satu keputusan tersulit yang pernah ada. Atas saran istrinya, Joan, ia menjual Virgin Music Group di tahun 1992 untuk Thorn EMI.

Ironisnya, Virgin baru saja dikontrak untuk merekam Rolling Stones, dan ketika sudah dijual, mungkin impian seumur hidup Branson sirna tanpa disadarinya. Penjualan Virgin Record kepada EMI menghasilkan nilai uang $1 miliar untuk Branson.

Tapi dia kehilangan sukses Rolling Stones yang nilainya lebih dari itu. Uang tersebut lantas digunakan untuk membayar kebutuhan bisnis Virgin Atlantic; sebuah keputusan. Dari penjualan perusahaan musik memberikan insentif baru hingga menghindari hutang besar yang melumpuhkan.

Ia memang tidak mau menempatkan dirinya pada belas kasihan pemberi pinjaman. Nah, sekarang, berkat keberanian itu, Virgin Group adalah kerajaan bisnis yang memiliki lebih dari 200 perusahaan yang beragam berjalan yang independen memiliki para pemegang saham sendiri.

Sabtu, 22 September 2018

Jualan Sandal Warna- Warni Entrepreneur Muda Madison

Profil Pengusaha Madison Robinson

  
meddie jualan sandal

Siapa sangka ide jualan sandar warna- warni menguntungkan. Bahkan entrepreneur muda ini berhasil masuk ke supermarket. Ini kisah Madison Robinson, gadis 15 tahun kelahiran Galveston Island, yang menjadi jutawan berkat jualan sandal saja.

Ide bisnis datang ketika Madison berumur 8 tahun. Dia menyukai sandal atau Flip- Flops, melukisa dan lautan, maka dia mencoba menggabungkan. Membuat inovasi produk yang mengakomodasi dia berkreasi.

Maddie begitu sapaan entrepreneur muda ini. Mencoba bagaimana menggabungkan apa talenta dan kesukaannya. Gadis cantik ini menciptakan Fish Flops. Perpaduan antara sandal pantai dan talenta lukis Maddie; dia melukis aneka ikan di lauatan di dalam sandal.

Maddie membuat desain ulang sandal- sandal tersebut. Pengusaha muda penemu bisnis Fish Flops, menciptakan desain menarik dan tidak ada ditempat lain. Lihat bagaimana produknya yang dijual di luar sana. Ide cemerlang ditambah eksekusi serius membuatnya naik tangga.

Menjadi Pengusaha Muda

Ide cemerlang tanpa eksekusi tidak akan menghasilkan. Maddie pertama- tama menjual di pasaran lokal. Rumahnya yang dekat pantai mempermudah penjualan. Sandal Fish Flops itu memang produk sandal pantai. Hingga Twitter mengangkat pengusaha muda ini lebih dikenal masyarakat.

Maggie menarik perhatian masyarakat Amerika. Dia sama sekali tidak berpikir bisnisnya akan viral. Dia berpikir mungkin sekedar butik lokal. Tetapi siapa sangka terjual hingga supermarket tekenal di Amerika, Nordstrom.

"Saya tidak berpikir (Fish Flops) akan datang jauh sejauh ini," ujar pengusaha muda ini

Menjalani kehidupan entrepreneurship menyangkut ide. Sudah terpikirkan membangun Fish Flops sejak usia 8 tahun. Dia lantas mempunyai waktu untuk menyampaikan ke orang tua. Disampaikan ide bisnis tersebut kepada sang ayah, yang kebetulan adalah seorang pegawai Bank.

Siapa sangka ayahnya sedang mengerjakan bisnis sampingan. Ia tengah membuat bisnis kaos sablon bahkan sebelum menjadi pegawai. Mendesain kaos memang berbeda dengan membuat sandal. Tapi ia terinspirasi untuk mengaplikasikan konsep serupa.

Bagaimana jika menaruh ikan diatas sandal Maddie. Ayah setuju akan ide tersebut tanpa memprotes. Bahkan dia mendorong anaknya untuk melukis sendiri. Inilah cikal bakal Fish Flops menjadi satu sarana penyaluran.

Robinson, ayah Maddie, kemudian merevisi ulang produk tersebut kembali. Bagus memiliki prospek untuk dijual ke pasar. Tanpa berpikir panjang Maggie diajak memproduksi lebih banyak. Untuk sarana marketing Robinson membeli sebuah domain yaitu Fishflops.com.

Toko online tersebut segera menjual aneka produk Maggie. Pengusaha muda ini mengajak ayah fokus membantu marketing. Beberapa bulan berjualan online ternyata tidak ada perkembangan. Sempat terpikir untuk tidak melanjutkan lagi jalan enterepreneurship ini.
.

Kunci Sukses Entrepreneur Muda

Ayah sempat putus asa menjual produk Fish Flops. Hingga gadis kecilnya Maggie mendatangi dia dan bertanya. Apakah ada kemajuan dari penjualan produk sandalnya. Itu beberapa bulan yang lalu, dan Robinson sempat mengutarakan psemisnya akan penjualan Fish Flops.

Siapa sangka gadis 8 tahun ini malah bertekat kuat. Dia memilih melanjutkan bisnis tersebut, hingga mencoba memperbaiki produk Fish Flops. Dia sangat bersemangat menyampaikan desain baru. Dia membuat semangat kembali Robinson dari keterpurukan.

Ia bisa melihat passion bisnis dimata putrinya. Dia berpikir kreatifitas Maggie harus menghasilkan sesuatu. Harus mencapai kesuksesan besar dimasa datang. Maddie sendiri tidak patah arang akan ide- ide baru. Dukungan keluarga membuat Maggie sukses mendirikan satu perusahaan kecil.

Tahun 2011, Dan dan Maddie memasukan produk Fish Flops ini ke sebuah pameran. Sehari selesai mendapat 30 pesanan produk. Sampai pesanan besar datang menyusul dan rencana memasukan ini ke retailer terlaksana.

Pihak retailer serius bekerja sama dengan Fish Flops. Sehingga Maggie begitu serius membuat aneka produk kembali. Permintaan diluar Galveston semakin meningkat, dimana pengiriman keluar kota pertama kali pada Mei 2011 silam.

Bersyukur karena beberapa tahun kemudia menembus $1 juta pertama. Dimana Maddie fokus jualan di tingkat retailer. Cara produks khusus dikembangkan agar pihal sana tertarik. Dimana setiap produk adalah custom design, dijual terbatas kepada retailer yang bekerja sama di penjuru Amerika.

Ekspansi Bisnis Pengusaha Muda

Sekarang bisnis ini lebih dari nilai satu juta dollar. Penjualan mereka tersebar ke berbagai retailer di Amerika. Produk Fish Flops meliputi 30 toko retailer sekelas Nordstrom dan Manc's. Ayah Meggie kemudian diangkat menjadi CEO dan pelaksan bisnis, sementara Maggie sibuk di desain terbaru.

Ia bahkan menambahkan satu desain unik; Fish Flops dengan lampu LED.

"Pada tahun 2006, saya punya ide untuk membuat sandal jepit yang menunjukkan cinta saya untuk berenang, memancing dan menggambar," sebuah tulisan di setiap produk Fish Flops milikya.

Setiap pasang sandal menginspirasi lewat cerita tentang lautan. Dia berharap kita akan mencintai lautan dan menjaga lingkungan. "Saya harap anda memakainya, mencintai mereka dan membaginya dengan teman-teman kamu dan saya berharap mereka membuat kamu tersenyum."tulisnya lagi.

Meggie membuat desain sendiri dengan kombinasi warna. Sandal dicetak melalui proses digital, lalu dikemas, dikirim, dan disimpan. Untuk promosi meliputi memberikan diskon harga, penjelasan atas produk, dan promosi diluar online.

Khusus untuk pemasarn online menjadi andalan Fish Flops. Sosial media penjualan terutama ialah Twitter. Dia mampu menjual banyak semenjak posting di Twitter. Ketika itu Nancy O'Dell dari pihak Entertainment Tonigh, lalu menemukan salah satu tweetnya.

Ia juga memperdalam public speaking. Berkat pengalaman ekspo, Maggie lebih percaya diri untuk mempresentasikan produknya ke departemen store. Maggie juga belajar tentang kesabaran menuggu, hingga produknya dikenal dan menghasilkan penjualan.

Produk baru meliputi kaos, buku yang ditulis Maggie, dan juga game berjudul Fish Flops Virtual World. Ia bekerja keras agar brand nya berkembang dimasa depan. Meskipun kini sudah menjadi jutawaan, tidak lupa tetap melanjutkan kuliah sebagai modal lain.

Perusahaan bertumbuh bagus ditangan ayah dan anak. Total omzet selama dua tahun bisnis saja, di satu tahunnya $500.000, atau sekitar 500 juta rupiah. Tahun 2012 menjual lebih dari 60.000 pasang dengan harga rata- rata $20 sepasang, dan terjual hingga $1,2 juta.

Kamu bisa melihat produk Fish Flops di rak supermarket Nordstorm atau Macy's. Adapula para pengecer independen. Memasuki tahun 2014, Maddie disebut sebagai salah satu dari 50 pengusaha muda wajib difollow di Twitter versi Income Diary.