9 Pengusaha Muda Terbaik Indonesia Mendunia

8. Malariantikan Yulianggi Umur 19 tahun Company: Shoyu Pia Cake Ketika ia tengah mencari produk tentang produk lokal. Dia menemukan singkong di anak tirikan. Tapi satu kenyataan, Malarianti menemukan bahwa masih ada beberapa orang menikmatinya. Tapi tidak semua orang menyenanginya. Jadi dia mulai membuat produk modern Shoyu Pia Cake. Dari cuma punya enam pegawai di awal, sekarang, dia bisa memiliki lebih dan lebih banyak lagi pelanggan.

Biografi Mualaf Cantik Pengusaha Batik Trusmi

"Semua pengusaha punya jatah gagal," optimisnya.

20 Wirausaha Muda Mandiri 2015

Untuk kategori industri, perdagangan dan jasa 1. Juara 1: Gita Adinda Nasution (Kolagit -obat diabetes dan komplikasinya) 2. Juara 2: M Zulqarnain A R (Iwearzule -custom clothing) Untuk kategori boga 1. Juara 1: Filsa Budi Ambia (Peyek Kepiting -jajanan peyek daging kepiting) 2. Juara 2: Martalinda Basuki (UD Klasik -minuman coklat murni)

Profil Dea Valencia Pengusaha Batik Kultur

"Desainernya saya sendiri padahal nggak bisa gambar. Imajinasi. Saya ada satu orang yang diandalkan, kerja sama dengan saya. Apa yang ada di otak saya transfer ke dia untuk dijadikan gambar," kata Dea.

17 Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes

Retail and Ecommerce 1. Carline Darjanto, 28 tahun, Entrepreneur 2. Merrie Elizabeth, 28 tahun, CEO dan Creative Director Blobar Salon 3. Yasa Paramita Singgih, 20 tahun, Pendiri dan President Men's Republic 4. Ferry Unardi, 28 tahun, salah satu pendiri dan CEO Traveloka

Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2019

Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Minggu, 23 Desember 2018

Pemilik Alam Sutra Biografi Ning King Konglomerat Orba

Profil Pengusaha The Ning King


biografi ning king
 
Siapakah pemilik properti ikonik Alam Sutra. Jejaknya lumayan jauh, ya pertama- tama kita akan membahas biografi Ning King. Atau the Ning King dari namanya saja sudah menunjukan kespesialan beliau. Merupakan salah satu konglomerat yang survive dari jatuhnya masa Orde Baru.

Biografi Ning King, konglomerat Orba yang ditaksir memiliki kekayaan8,4 triliun. Lantas apakah yang membuatnya demikian kaya. Bermula dari berbisnis tekstil di Banung, biografi Ning King, adalah pria kelahiran 1938 yang kemudian merambah pabrik tekstil pada 1961.

Diusianya masih 31 tahun memiliki visi yang jauh. Ning King yang dikenal mencintai produk dalam negeri. Ia bangga akan hasil karyanya sendiri. Setiap produk teksti bikinan pabrik kecilnya dulu. Ia selalu tulisi "Buatan Indonesia", prinsip bisnis konglomerat orba ini ialah kualitas produk.

Berawal toko tekstil kecil, yang kemudian masuk ke Jakarta, di sebuah gang bernama Jalan Pintu Kelinci, Jakarta Pusat. Yang kini memerupakan kantor perusahaan PT. Daya Manunggal. Pabrik kecil Ning malah berdiri di Salatiga, yang mana dia tidak bekerja sendiri.

Konglomerat Orba

Memiliki visi jauh termasuk membuat pabrik baja dan properti. Sukses berbisnis tekstil lewat Daya Manunggal atua Damatex. Ia membangun pabrik seng bernama cap Moon Elephant. Dia juga mulai berbisnis besi beton. Ia tidak mengerjakan bisnisnya sendirian melainkan bersama- sama.

Ning mengerjakan bersama Nippon Steel, Nippon Kokan Marubeni, dan Mitsui dari Jepang. Untuk mengembangkan bisnis tekstil, Ning tidak malu meminta kerja sama dengan Marubeni, Mitsui Toray, Kuraray, dan Kurabon, ini membuat karyawanya melonjak menjadi 12.000 orang.

Sosok sulung dari tiga bersaudara memang sudah giat wirausaha. Kesabarannya membawa dirinya menjadi eksportir. Pengusaha kelahiran Soreang, Bandung, usianya masih 16 tahun saja sudah giat berdagang. Ning King diajak ayahnya berdagang sampai pasar untuk jualan kain.

Kemudian dia pindah ke Jakarta, membuka toko kekstil kecil di kawasan Jakarta Pusat. Tepatnya di gang bernama Jalan Pintu Kelinci. Sebagai pengusaha sudah tampak melayani sepenuh hati. Baginya membuat produk berkualitas adalah keharusan.

"Tekstil buatan kami dilempar ke pasar cap "Buatan Indonesia", sejak produksi pertamanya," ujarnya.

Baginya jualan tekstil kecil- kecilan ialah kebanggaan. Dia tidak malu pernah jualan tekstil, walaupun sekarang bisnisnya kelas atas bidang properti. Dari Dematex, pundi- pundi kekayaan konglomerat Orba ini tumbuh, ekspansi ke segala lini menjadi andalan Ning King.

Soal tekstil dia tidak mau setengah hati. Prinsip wirausahanya semua lini bisnis harus berjalan. Juga harus bersiap berkembang termasuk tekstil. Ketika krisis moneter datang, berkat kerja keras dan sudah masuk pasar ekspor, Ning King mampu bertahan menghasilkan pundi- pundi uang.

"Saya optimistis, tekstil menjadi komoditi penghasil devisa nonminyak yang cukup potensial," kata dia menjelaskan.

Tahun 1982 Indonesia mampu mengekspor $400 juta ke berbagai negara. Baginya bidang tekstil masih menjadi passion pengusaha sukses ini. Ia mengatakan bahwa kekuatan kita setara tiga negara spesialis tekstil. Apakah pengusaha sukses kerena keberuntungan?

Faktanya dia percaya amat sangat akan hoki. Tetapi prinsipnya bagi wirausaha muda bahwa kerja keras dulu. Ini sesuai pesan disampaikan oleh sang ayah. Ia juga menambahkan kita harus banyak beramal. Jadilah sosoknya yang memberikan bantuan bukan meminta bantuan ke orang lain.

Konglomerat Orba Bertahan Berjaya

Pada zamannya biaya opresional dibilang lebih murah. Ia mengatakan bahwa upah buruh masih murah. Sekarang Ning King terlihat lebih aktif mengerjakan bisnis properti. Layaknya pengusaha lain dari Jaman Orba, ada catatan hitam dalam suksensya Ning King bertahan sampai sekarang.

Diambil dariTempo, Ning menjadi salah satu dimudahkan urusannya. Oleh Orba, dulu pernah sulit likwiditas. Eh, mendadak lancar dan bahkan bisa membeli perusahaan pabrik ban ex- BUMN. BLBI pernah dikatakan olehnya, kepada pengusaha China, bahwa itu merupakan satu harta karun.

Sedangkan dia mampu membeli perusahaan. Hutangnya kepada BUMN tercatat terbayar tidak wajar atau sesuai hutangnya. Dari Argo Manunggal salah satu lini bisnisnya pada 1949. Sebagai satu- satunya pengusaha yang memiliki usaha perbankan, lewat Bank Danuhutama.

Dia katanya menjadi satu dibitur bermasalah di Bank Exim. Dan menjadi "pembobol" Bank Rakyat Indonesia, pada tahun 1999. Bersama Projo Pangestu, dia juga tersangkut kasus penyuapan Jaksa Agung, Letnan Jendral TNI Andi Muhammad Andi Ghalib, melalui rekening Gulat.

Lagi- lagi oleh pemerintah Orba dipermudah dengan keluarnya SP3. Kasus ini mandek berkat Ning yang setuju pengakuan kewajiban pemegang saham. Dari semua tuntutan hukum, dia terbebas pada Desember 2003 silam, yang mana Argo Manunggal semakin menguatkan daya jual Ning King.

Lewat Argo Pantes, dirinya pernah menjabat sebagai Dewan Pembina Asosiasi Pengusah Indonesia, pada 2003- 2008 silam. Dia tercatat menjadi orang terkaya ke 48 oleh Forbes Indonesia 2018 ini.

Salah satu lini usaha topnya adalah PT. Alam Sutra Reality. Dari tekstil, merambah properti dan real estate, baja, asuransi, dan konstruksi dalam Argo Manunggal Group. Mega Mandiri Properti punya saham 99% dan sisanya milik Hungkang Sutedja, anak ketiga dari tujuh bersaudara.

Sabtu, 03 November 2018

Biografi Peter Firmansyah Bisnis Peter Says Denim

Biografi Pengusaha Peter Firmansyah


biografi peter says denim

Ketika masih duduk di bangkus SMA, biograf Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984 sudah dikenal suka mengubek- ubek baju di pedagang kaki lima. Kini, namanya dikenal sebagai pengusaha paling keren di seluruh Indonesia.

Pokokny harus membuat produk sendiri bahkan menjualnya sampai ke luar negeri. Prinsip dipegang pengusaha muda ini patut diacungi jempol.

"Pokoknya, saya mau "menjajah" negara- negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas," ujarnya.

Tak butuh waktu lama 1,5 tahun hingga pencapaian terbesar dalam hidup. Namun demikian, perlu kamu tahu, kerja keras itu datang dari masa- masa sulit. Orang tuanya bukanlah orang berkecukupan, pernah berhutang untuk makan.

Pernah mereka tak mampu untuk sekedar membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. 

"Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung," kata Peter.

Bisnis Peter Says Denim Brand Anak Muda


Sewaktu SMA, ia adalah penggemar produk- produk bermutu tapi murah. Hasratnya dalam berbisnis mulai timbul. Disana, di kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, oleh warga Bandung kemudian pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung, hasrat itu tumbuh.

Dia suka nongkrong di tempat itu. Kini Cimol sudah tak ada lagi. Dulu disinilah tempat berjualan berbagai busana yang dijual bertumpuk- tumpuk. Dari sini lah hasratnya akan bisnis fashion tumbuh kuat.

Sewaktu masih bersekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru. Selain itu, Peter juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri.

Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen- agen pengiriman paket. Selepas SMA, ia lalu melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung.

Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta kala itu. Bermodal uang pemberian sang kakek sebelum wafat jadilah Peter berkuliah di tempat itu. Tapi, tak sampai satu bulan, ia memilih keluar karena tak sanggup membiayai kuliahnya.

Ia juga berselisih dengan orang tuanya perselisihan yang sempat disesali Peter karena kuliah memang menghabiskan biaya besar. Dia yang pernah bekerja di pabrik pembuat produk Rusty, Volcom dan globe sama SMA.

Peter Firmansyah pun bertekat mendalami bisnis sendiri. Dia mulai belajar tentang pemilihan produk, pembuatan, dan pemasaran produk. Biografi Peter Firmansyah benar- benar memulai semuanya dari nol. Pendapatan sebagai penjaga toko dia sisihkan sebagai modal.

Tak banyak yang bisa dia dapatkan. Disela- sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membat pakaian. Dalam sebulan, Peter rata- rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per- potong jelasnya.

"Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…," ujarnya dalam biografi Peter Firmansyah. 

Uang itu ia kumpulkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005. Di tahun 2005, Peter Firmansyah kemudian nekat membuat produk jeans bernama Defense, hanya cuma berbekal pengalaman yang ia dapat dari pengalamanya, singkat cerita produk buatannya gagal dipasaran.

Merek Peter Says Denim sebenarnya berasal dari Peter Says Sorry, satu kelompok musik. Peter juga lah orang dibalik band tersebut. Sosok pengusaha muda yang selalu memiliki celah berbisnis. Lewat jalur musik dirinya mulai membangun branding "produk anak muda"

Peter Says Denim Brand Lokal Mendunia


Semenjak menjadi vokalis Peter Says Sorry, ia mulai berkenalan dengan banyak musisi dan tau apa saja kebutuhan mereka, terutama mereka band- band rock, untuk tampil di panggung- panggung. Dia yang memiliki pengalaman di bisnis pakaian melihat kesempatan lagi.

Memang pengalamannya dalam usaha bisa dia gunakan sekarang. Bermodal tabungannya sebanyak Rp 5 juta, ia mulai memproduksi celana jins merek sendiri. Pertama-tama, Peter hanya membuat lima potong jins. Ternyata, produk perdananya ini laris manis, ini diluar dugaan Peter sejak awal. 

Dan pesanan berdatangan dan ia menambah produksi hingga 20 potong lebih. Selama enam bulan pertama, ia benar-benar membanting tulang. Mulai dari belanja bahan, mengukur, mengawasi tukang jahit, hingga mengantarkan pesanan jins ke konsumen ia kerjakan sendiri.

"Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim," ujarnya tertawa.

Pengalaman ditipu pun pernah dirasakan olehnya dalam berbisnis jins. Misalnya, di tahun 2008, ia pernah sekali ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur.

Sedangkan di 2007, Peter pernah mengerjakan pesanan jins senilai Rp.30 juta, tapi pemesan tak mau membayar alasannya tak sesuai pesanan. Akhirnya dia terpaksa nombok menutupi biaya pemesanan. Daripada tidak jadi apa- apa, namun biografi Peter Firmansyah tetap tersenyum penuh semangat.

Cara berpromosinya seperti pengusaha muda lain. Peter memanfaatkan jejaring sosial di internet, seperti melalui Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk berpromosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim.

Lewat internet dan jaringan musisi indie merambah ke luar negeri. Bahkan ketika ada konser sebuah band di German. Peter Says Denim menjadi salah satu endorse untuk mereka disana. Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus.

Dia ingin memberikan semangat kepada pengusaha muda yang berniat membuka usaha. "Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini," ujarnya.

Dia ikut membantu adik- adiknya sejak 2007. Hingga salah satu dari ketiga adiknya sudah lulus dari perguruan tinggi. Dia akan selalu mendorong adik- adiknya untuk menyelesaikan pendidikan sarjana. Kerja keras dan doa orang tua, kedua faktor mendorong kesuksesan Peter Firmansyah.

"Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua," katanya.

Biografi Peter Firmansyah Pengusaha Muda


Jika uangnya sudah mencukupi, Peter ingin sekali kedua orangtuanya bisa menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, jangan berpikir dia akan langsung sukses besar Peter Says Denim. Tak selamanya laku, sejak awal, dia membrandol merek jinsnya terlalu mahal di pasaran.

Karena itu, ia dicemooh dan ditolak oleh masyarakat. Peter lantas memasang strategi khusus, fokus untuk menjual produknya ke anak- anak band. Ia melakukan pendekatan khusus agar mereka mau mengenakan produknya.

Ini dikhususkan untuk mereka yang sudah punya jam manggung panjang, buat promosi pikirnya. Tak hanya band lokal, Peter mulai mendekati band- band luar negeri. Ia lalu membuat website khusus untuk menjajakan produk Peter Says Denim.

Untuk memperkuat bisnis online ini, ia menggelontorkan lagi duit senilai Rp 5 juta. Ternyata pilihan itu sangatlah tepat. Lewat situs online-nya, Peter Say Denim dikenal di Amerika, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Hasilnya, kini saban bulan, Peter memproduksi 500 hingga 1.000 potong jins. Suksesnya berbisnis ke luar negeri juga karena sedari awal dia sudah punya visi. Yaitu menginginkan bisnisnya sampai ke luar negeri, ia ingin mengangkat pamor produk lokal.

Proses eskpor dipelajari diri sendiri lewat bertanya. Sejak lima tahun terakhir dia sering berkunjung ke toko, pabrik, dan penjahit. Dia tidak segan bertanya kepada agen pengiriman paket. Tidak butuh waktu relatif lama, usahanya berbisnis jeans mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun.

Sejak ia membuka usahanya di November 2008 penuh mimpi. Kini, produk jins, kaos, dan topinya telah digunakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman. Ini menjadi cara branding efektif untuk nama Peter Says Denim.

Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Pada situs- situs internet mereka, nama label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim bersanding merek kelas dunia, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.

Hingga sekarang, di tahun 2014, ada berita mengejutkan nama Peter Firmansyah telah diduga telah menggelapkan uang para rekanan bisnis hingga sebesar Rp 1,2 miliar, setidaknya ada enam korban yang telah melaporkan Peter ke Mapolda Jabar.

Para korbannya kebanyakan adalah para pengusaha konveksi rekanan. Salah satu korban menyebut ia memesan pakaian ke mereka untuk dilebeli Peter Says Denim kemudian dijual kembali. Sejak bulan November 2013, Peter menjadi sulit dihubungi dan juga berbelit-belit saat ditagih untuk pembayaran.

David Simanjuntak, salah satu korban, yang sudah kehabisan toleransi akhirnya melaporkan pria kelahiran 4 Februari 1984 itu ke Polisi.

"Akhirnya bulan April lalu Peter mulai dilaporkan, ke Polres dan ke Polda," ujar Roely Panggabean, pengacara David Simanjuntak  seperti dilansir di halaman Merdeka.com.

Untuk lebih lanjut kita tunggu saja bagaimana kasusnya diupdate. Dari penulis artikel ini prihatin karena nama Peter sudah jadi inspirasi banyak orang, termasuk penulis.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Biografi Jordan Belfort Broker Saham Legendaris Wall Street

Biografi Pengusaha Jordan Belfort


biografi jordan belfort

Inilah biografi Jordan Belfort yang fenomenal. Karakter utama di film The Wolf of Wall Street. Buat kamu yang merasa pengusaha muda. Baiknya segera menonton ini, apalagi yang ngakunya mau jadi investor atau broker saham. Film yang dibintangi Leonardo Dicaprio bercerita tentang kisah nyata.

Bukanlah kisah romansa tetapi kisah seorang investor. Film tersebut megenaik tokoh Jordan Belfort, bagaimana dia memulai menjadi broker saham. Bagaimana dia mengklabui banyak orang di Wall Street. Khas film ini ialah adegan dimana kita diminta menjual sebuah pulpen.
 r.
Kisah yang berkutat di biografi Jordan Belfort, pria kelahiran the Bronx New York, Amerika Serikat. Bagaimana pengusaha muda merubah nasibnya yang miskin. Cara menjadi broker saham dan masuk ke penjara. Sebuah kejahatan keuangan yang epik, mengajarkan bahwa semua orang bisa sukses.

Belfort dikenal sebagai sosok pandai bercerita. Mampu mengambil hati konsumen meski gayanya sedikit kasar. Dia dikenal mampu menjual kurang dari 3 menit. Kita disini akan membahas cerita dia bukan di film.

Dari karirnya yang melesat, jatuh, dan bangkit kembali. Nilai- nila apa yang diajarkan dalam biografi  Jordan Belfort. Contoh bagi pengusaha muda agar tidak mudah putus asa.

Lahir di Bronx, New York, 9 Juli 1962, memiliki orang tua keturunan yahudi, bernama Leah dan Max Belfort. Belfort kecil dibesarkan di Bayside, Queen. Semenjak kecil mimpi Belfort adalah menjadi dokter. Sayang, dia melewati hari dimana dia seharunya mengikuti ujian masuk.

Perjalanan Menjadi Broker Saham

Jujur dia mengaku ingin menjadi dokter gigi. Inilah keinginan Belfort semanjak masa kecil. Dia tidak berpikir ingin menjadi pengusaha muda, apalagi broker saham. Dunia tersebut terasa asing baginya yang masih muda. Perjalanan entrepreneurship dilakukan secara iseng bukan serius ditekuni.

Dia bersama seorang teman, Elliot Loewenster, pernah bisnis berjualan es krim Italia. Dalam biografi Jordan Belfort cuma bermodal pendingin styrofom. Awalnya dia menggunakan uang tersebut untuk kuliah. Ya, berkuliah kedokteran, hingga seorang Dekan memutuskan semangat Belfort jadi Dokter.

Sukses masuk ke Baltimore Collage of Dental Surgery. Tetapi menemukan bahwa menjadi Dokter tak bermasa depan. Menurut Dekan tersebut masa keemasan kedokteran gigi telah usang. Jangan coba berharap menjadi kaya karena menjadi dokter gigi.

"Zaman keemasan kedokteran gigi sudah berakhir, dan jangan mengarapkan menjadi kaya," ujar dia menirukan dalam biografi Jordan Belfort.
Tidak berkuliah di kedokteran gigi, ia memilih masuk ke American University. Ia mengambil jurusan Biologi. Diselah waktu Belfort mengerjakan aneka bisnis. Layaknya pengusaha muda lain kegagalan menjadi teman.

Pernah berbisnis daging dan seafood bersama teman dekat, Kenny Greene. Tidak sukses menjalani aneka bisnis. Belfort masuk ke perusahaan pialang saham terkenal. Ia masuk perusahaan bernama LF Rostchild, bekerja menjadi seorang "connector".

Pekerjaan connector adalah orang yang dipekerjakan untuk menelephon. Memanggil klien potensial perusahaan untuk bergabung perusahaan. Belfort harus mampu mengajak mereka berinvestasi saham. Tidak mudah karena harus menelephon 500 kali sehari.

"Tidak mencoba menjual sesuatu atau merekomendasikan sesuatu, atau menciptakan sesuatu. Hanya mencoba untuk mendapatkan pemilik bisnis di telephon," jelasnya
Dia tidak menjual sesuatu ke perusahaan itu. Hanya bekerja sama dengan orang penjualan. Disinilah pentingnya kita bisa bercerita. Kemampuan story taller penting bagi pengusaha muda. Bagaimana dia bisa berdiskusi tentang prospek bisnis.

Bekerja di Rostchild kemampuan persuasinya semakin sempurna. Kalau kamu pernah melihat Jordan Belfort berbicara, maka itulah kelebihan Belfort. Menjadi motivator mampu mendorong orang untuk dengar. Ketika menjadi broker sama banyak orang tertarik berinvestasi.

Sepanjang menjadi connecter semua usaha barhasil. Mampu menarik pemili usaha bergabung. Tum Desem Waringin bahkan memuji. Ia mampu menciptakan deal dalam tempot kurang dari 3 menit. Dalam biografi Jordan Belfort, akhirnya memilih membuka pialang sama sendiri.

Perusahaan bernama Stratton Oakmant, mengangkat beberapa teman terdekat jadi eksekutif. Andrew Greena dan Kenny Greena diangkat jadi Oakmant's Head of Corporate, bagian Keuangan dan Junior Patner kedua. Ayahnya Max mendapatkan posisi penting Chief Financial Officer perusahaan.

Awalnya perusahaan dibangun dengan niat baik. Sampai dia memasuki sisi abu- abu bisnis sekuritas saham. Perusahaan mulai menjalankan skema trading khusus bernama pump and dump. Dengan cara inilah Oakmant menjadi firma terbesar dan berpengaruh di dunia.

Pengusaha Kejahatan White Collar


Perusahaan mendapatkan gelar "easy money" atau uang mudah masuk ke sana. Oakmant menjadi akronim kesuksesan, hingga banyak orang pencari kerja. Kebanyakan mereka berpendidikan rendah dan masih muda. Belfort mulai menyadari bahwa mereka para putus asa yang mencari uang cepat.

Ia memanfaatkan para putus asa ini. Mereka diberi pelatihan sedikit hingga mampu menjual. Para orang putus asa yang mencari uang cepat. Untuk meningkatkan kesetiaan mereka digunakan teknik khusus. Dimana mereka dijarkan "mentalitas pengkultusan" ke perusahaan tersebut.

Mereka dikenal sebagai "Strattonites", akan bersaing, tidak terbatas pada uang yang mampu mereka buat. Mereka diajarkan bagaimana bersenang- senang juga. Orang putus asa ini belajar bagaimana gampangnya menjual, hingga bagaimana menghabiskan uang dan mencari kekayaan kembali.

Berisi orang- orang muda, banyak Strattonites melakukan pesat bahkan di perusahaan. Sudah menjadi budaya perusahaan berpesta, memakai narkoba, berjudi dan prostitusi. Sejalan Stratton Oakmant menjadi pialang saham paling berpengaruh di Wall Street.

Balfort memutuskan mendirikan perusahaan baru, Monroe Parker Securities dan Biltmore Securities. Kedua perusahaan tersebut dipimpin Alan Lipsky dan Elliot Loewenstern. Tujuan dua perusahaan tersebut untuk mengatur harga saham Belfort.

Semua perusahaan itu bekerja sama memanipulasi saham. Tidak berhenti disana, dia juga membuka perusahaan bernama Dollar Time Group dan Steve Madden Shoes. Kemampuan Belfort mengatur harga sama sudah seperti Tuhan, hingga dipenuhi kesombongan arogansi semu.

Perusahaan bukan pialang diakali agar go public. IPO Steven Madden Shoes, dibuat seolah menjadi saham terbaik dan menjual $20 juta dalam 3 menit. Selama periode tersebut kekayaan seolah mudah dicari. Kekuasaan Belfort mempengaruhi gaya hidup pesta pora dan sosialita.

Pengusaha Muda Licik

Dia suka melakukan pesta pora dengan banyak orang. Merangkul lingkaran bisnis menikmati uang gampang. Mereka menyebut itu budaya Stratton Oakmant, dipimpin Daneil Porush, memimpin pesta dan mempromosikan obat- obatan terlarang.

Kita menyebutnya budaya menghamburkan uang. Orang pertama yang terpengaruh adalah Jordan Belfort sendiri. Kecanduan Kokain dan Quaaludes, yang menjadi rutinitas keseharian karena asosiasi Elliot Lavigne. Dia kemudian menikahi seorang model bernama Nadien Caridi.

Dalam biografi Jordan Belfort, berdasarkan buku The Wolf of Wall Street, dijelaskan bagaiman terpengaruh narkoba di malam pernikahan, mengendari helikopter dalam pengaruh Quaaludes, dan tagihan $700.000 karena merusak dan terakhir tenggelamnya super yacht miliknya, The Nadine.

Pristiwa itu hanya setitik dari permasalahan hidup. Kenakalan Jordan Belfort belum selesai, karena dia harus menyembunyikan segala kejahatan. Stratton Oakmant terus tumbuh menghasilkan banyak uang. Belfort mulai mencari cara menyembunyikan uang haram dari pemerintah.

Dibantu seorang kawan bernama Gary Kaminsky. Dia membuka akun bank di Swiss, Union Bancaire Privee di Geneva. Akun dibuat atas nama istrinya Gery bernama Patricia Mellor. Belfort bersama teman- temanya mencoba memindahkan uang ke Switzerland, dengan sedikit imbalan.

Tumbuhnya bisnis Stratton Oakmant, dari SEC atau U.S Securities and Exchange Commision, mulai tertarik akan bisnis yang mereka jalankan.  Sebuah investigasi panjang dijalankan oleh pihak SEC. Hingga lahirlah tuntutan atas firma dan Belfort pribadi.

Belfort dilarang menjalankan bisnis pialang saham. Dia dipaksa menjual bagiannya ke Daniel Porush. Setelah penjualan, tidak lama kemudian diselidiki oleh FBI. Khasus pencucian uang terendus telah dia lakukan. Alhasil dia menjadi sosok terdakwa dan tidak bisa lagi hidup tenang.

Selama periode itu, dia ditangkap karena mengemudi dibawah pengaruh dan ditemukan memiliki kokain, methaqualone, benzodiazepin, amfetamin, MDMA, opiat dan ganja dalam sistem tubuhnya. Dia menjadi paranoid karena narkoba, bahkan terhadap teman dan keluarganya sendiri.

Apalagi ketika mendengar Gary Kaminsky ditangkap. Dia ditangkap karena kasus pencucian uang, dan berbalik menyerang Belfort. Suatu ketika Polisi dipanggil ke rumah karena perkelahian. Dia dilaporkan karena kekerasa dalam rumah tangga.

Masuk Penjara Lagi Karena Penipuan


Dia dituduh menendang istri saat menuruni tangga. Perkelahian tersebut membuat istri Belfort ingin kabur. Dia marah melarang istrinya pergi melewati garai, mencoba menghadang pintu mobil, untuk kabur bersama anak- anak di mobilnya.

Karena paranoid Belfort kemudian dimasukan ke rumah sakit jiwa. Awalnya menolak dimasukan ke klinik rehabilitasi, hingga didesak keluarga dan teman- temannya. Semua karena kecanduan memakai kokain. Butuh tiga minggu masa rehabilitasi sebelum akhirnya keluar.

Ketika sudah bersih dan bebas segala tuntutan selama sebulan. Belfort ditangkap kembali oleh FBI di rumahnya. Ditangkap karena tuduhan pencucian uang dan penipuan sekuritas. Dilanjut penangkapan teman- temannya.

Dia dipenjara dua puluh dua bulan dan diperintah membayar $100 juta kembali ke investor. Periode ini ia dan Nadine sepakat mengajukan cerai. Sekarang setelah bebas, biografi Jordan Belfort dikenal sebagai motivator melakukan perjalanan internasional, saat ini tinggal di Los Angles, California.

Menerbitkan buku perjalanan hidup, berjudul "The Wolf of Wall Street" dan "Penangkapan Wolf of Wall Street", yang diterbitkan ke empat puluh negara dalam 18 bahasa. Satu quote Jordan Belfort paling terkenal di sebuah sesi di Dubai, United Arab Emirates (UEA), 19 Mei 2014:

"Saya menjadi serakah ... Keserakahan adalah tidak baik. Ambisi yang baik, gairah baik. Gairah makmur. Tujuan saya adalah untuk memberikan lebih dari saya mendapatkan, itu adalah bentuk yang berkelanjutan keberhasilan ... Sembilan puluh lima persen dari bisnis itu sah ... Itu semua masalah perusahaan pialang. Itu semua sah, tidak ada hubungannya dengan melikuidasi saham."
Kisah hidupnya diabadikan dalam film, yang dibintangi DiCaprio sebagai Belfort, Jonah Hill, dan MArgot Robbie; film yang ditulis oleh Terence di musim dingin dan disutradarai oleh Scorsese. Dia menjadi pembicara untuk CNN, CNBC, Sky News, dan BBC.

Selain melakukan seminar, Belfort juga melakukan pelatihan, konseling pribadi, dan pembicara. Dia mendapatkan uang $30.000 per- pidato atau sesi seminar. Bulan Mei 2014, dia bertekat melunasi sisa ganti rugi di akhir 2014 nanti.

Jumat, 25 Mei 2018

Biografi Pengusaha Sjamsul Nursalim Ban Gajah Tunggal

Cerita Pengusaha Korupsi BLBI 


kasus blbi sjamsul
 
Sjamsul Nursalim, memulai bisnisnya dengan perusahaan ban, PT. Gajah Tunggal lantas menjadi satu dari pemilik bank besar bernama Bank Dagang Negara Indonesia. Nah, dari sanalah sosoknya jadi mencuat tajam bayangkan, karena dapat bantuan BLBI yang membuatnya kaya sampai 4 triliun.

Awalnya pengusaha di bidang distribusi ban, lewat PT. Gajah Tunggal, yang mana dia berjualan ban impor untuk sepeda. Lambat laun ketika kendaraan bermotor bermunculan. Gajah Tunggal mulai mengalihkan produknya.

Di tahun 1971, perusahaan miliknya membuat produk variasi ban baru untuk sepeda motor. Bisnis ini sejalan kebutuhan masyarakat. Pengalaman tersebut lantas membawa Gajah Tunggal menjadi pemain utama. Bahkan disebut memonopoli produk ban di Indonesia loh.

Bayangkan, dari sepeda ke sepeda motor, lantas bisnis Gajah Tunggal masuk ke ban mobil untuk penumpang dan disusul ban untuk kendaraan truk pada 1981. Gajah Tunggal sudah memiliki 5 buah pabrikan. Produknya sangat inovatif dan kontinu dalam hal produksi ban.

Bisnis Bank


Perusahaan Sjamsul berbisnis ban biasa, ban radial, dan ban sepeda motor. Untuk pabrik ban itu ada di kawasan industri Tangerang. Selain bisnis ban, Sjamsul merambah ke bisnis ritel kelas menengah atas, lewat Mitra Adiperkasa, sebagai pemegang hal dagang Starbuck, Zara, Burger King, Samsonite.

Membahas mengenai kasus BLBI Sjamsul Nursalim. Didapat dari berbagai sumber, kasus tersebut ia memang sengaja ciptakan bersama sosok bernama Syafruddin, salah satu petinggi BI. Dimana dia mendapatkan bantuan surat lunas padahal hutangnya saat itu sampai Rp.27,4 triliun.

Pemikiran kala itu adalah karena krisis moneter. Bayangankan bahwa bank miliknya bisa sangat fundamental meruntuhkan ekonomi jika tidak diselamatkan, dimana tidak cuma ada BDNI tetapi juga ada bank lain antara lain, BCA (Salim Group), Bank Umum Nasional (Bob Hasan), Bank Surya (Sudwikatmo), Bank Risjad Salim Internasional (Ibrahim Risjad).

Selain hasil dana BLBI untuk menyelamatkan Bank miliknya. Ternyata beberapa miliar juga Sjamsul tempatkan untuk menyelematkan hutang Gajah Tunggal kala krisis moneter 1998 itu.

Gajah Tunggal sendiri memiliki bisnis yang bagus. Berdiri sejak 1981, merupakan produsen ban yang terintegrasi, sudah mimiliki pabrik dan juga memproduksi materialnya sendiri. Sudah tembus ekspor ke seluruh dunia.

"...76 pelanggan di seluruh dunia percaya kami. Sekitar 120 juta ban sudah diekspor oleh GT sejak 1980 -an," papar William Gozali, GM Sales Ekspor, kepada pihak SWA.co.id

Berawal pada tahun 1983, yang mana melayani ekspor Timur Tengah, untuk ban kendaraan berat seperti truk. Tahun 1992 mulai berbisnis ekspor buat ban sepeda motor, dimana 2011 senilai Rp.4 T, meskipun lantas turun karena ada krisis di Amerika dan Eropa tetap Gajah Tunggal berjaya.

Berawal dari nama Gajah Tunggal, kemudian berkembang sesuai kebutuhan brand untuk mencapai ke arah global. Gajah Tungga menjelma menjadi GT -lengkapnya GT Radial-, sebuah mereka ban global siap mendunia.

Dalam upayanya mengembangkan produk dan jasa. GT juga coba mengedukasi maysarakat tentang bisnisnya. Meyakinkan mereka bahwa produk ban bukan produk tambahan. Maksudnya adalah satu produk penting yang harus diservis dan diganti, bukan menunggu sampai ban gundul barulah.

Selasa, 25 Oktober 2016

Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

Biografi Pengusaha Farmasi Serakah 



Dia dikenal sebagai pengusaha psikopat. Pengusaha pecundang. Adalah monster sampah dan segalanya yang salah dari kepitalisme. Semua berawal dari tindakan Mr. Shkreli menaikan obat AIDS sebesar 5000 persen. Dimana jika perdosisnya dulu cuma $13,50, ditangan Shkreli naik menjadi $750 per- dosisnya.

Dia lantas menjadi target semua orang. Mulai grup pendukung obat terjangkau, polisi, dan terutama dari mereka yang aktif di Twitter. Sebagai catatan bahwa Martin Shkreli dikenal aktif di sosmed. 

Dan faktanya perusahaan lain sebenarnya sama menaikan harga. Bedanya Shkreli dianggap terlalu arogan menantang masa. Dengan gaya "slengean" dia menjawab kritikan tersebut. Meski ujungnya dia setuju untuk menurunkan. Akhirnya dia tetap menjadi target hinaan. Dari sekedar ucapan kotor saja, juga mendapatkan ancaman. 

Bahkan ujungnya ia dituduh melakukan penggelapan. Padahal Shkreli sudah dikenal memiliki catatan kriminal tersebut. Mungkinkah pemerintah dan investor sengaja? Apakah mereka mencoba menutup mulutnya agar tidak lagi membuat kegaduhan dan menyoroti bobroknya bisnis farmasi Amerika. Entahlah.

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Niat usaha tulus


Terlahir sebagai keturunan imigran Albania dan Croasia, yang mana mereka cumu bekerja jadi cleaning service. Dia terlahir di Coney Island Hospital, Brooklyn, punya dua saudara perempuan, dan saudara laki- lakinya komunitas pekerja (buruh.red) di Sheephead Bay, Brooklyn.

Dia terlahir Kristen Katolik, sejak kecil sudah masuk sekolah Minggu, dan Shrekli kemudian masuk ke sekolah Hunter Collage High School. Shrekli kemudian putus sekeloh. Bukan karena uang loh. Tetapi ia merasa tidak berminat sekolah. Meski begitu dia bermimpi menjadi orang besar -menjadi orang kaya.

Karena memiliki kecerdasan, bahkan ada orang menyebutnya jenius, ataupun bocah nakal biasa. Dia bisa mendapatkan program diploma. Hingga akhirnya dia dapat bekerja menjadi internship Wall Streets. Ia memasuki dunia keuangan lewat Cramer, Berkowitz and Company.

Waktu itu umurnya masih 17 tahun loh. Ketertarikan akan kimia datang ketika seorang saudara sakit. Ia mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saudaranya tersebut butuh obat depresi. Makanya ketika dia mulai bekerja di Cramer, mulailah dia membidik saham- saham farmasi.

Dia lantas merekomendasikan sebuah perusahaan farmasi. Shkreli sangat percaya bahwa harga sahamnya akan jatuh. Pada 2013, perusahaan bernama Regeneron Pharmaceuticals tengan mencoba obat diet, dan Shkreli waktu itu, masih 19 tahun, memprediksi mereka akan gagal dan harga sahamnya akan jatuh.

Prediksi anak 19 tahun tersebut nyatanya betul. Bahkan pihak berwajib sempat curiga. Ia mulai diintrogasi tetapi tidak menemukan apapun.

Memasuki umur 20 tahun, pada 2006, dia sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Elea Capital Management. Shkreli memang dikenal ahli dalam memainkan saham perusahaan obat.

Perusahaan bioteknologi


Dia juga dikenal aktif dalam hal membuat gosip. Membuat gosip tentang perusahaan bioteknologi atau farmasi. Di umurnya ke 20 tahun, sudah membuat pihak kesehatan terkait bergerak, dengan cara cerdiknya mampu menarik Food and Drug Administration untuk tidak menerima obat buatan perusahaan tersebut.

Ada beberapa pegawai menuntutnya membayar upah. Katanya nih, dia bekerja serakah, segala tindakannya di pasar saham hanya untuk menutup investasi. Para investor dibuatnya "senang" dan akhirnya dia memiliki lebih banyak keuntungan.

Namun perlu dicatat, bahwa Mr. Shkreli memiliki kecerdasan tinggi, dalam hal percakapang terutama akan bidang pengetahuan alam. Tanpa belajar formal seolah- olah dia mengetahui semua. "Kamu akan memberi dia buku kimia, dia akan mengembalikan buku tersebut dalam sembilan bulan dengan hafalan sempurna."

Diantara kesibukannya menjadi direktur hedge fund. Sang investor jenius mampu menciptakan gebrakan sendiri. Perjalanannya Shkreli mampu membuktikan dia bukan sekedar investor.

Dia menciptakan obat Retrophin. Yang mana merupakan obat berbasis teknologi protein untuk penderita kekurangan protein. Dia belajar sendiri tentang biologi. Kemudian diberi nama "recombation dystrophy" atau Retrophin. Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan bioteknologi spesifik menangangi itu.

Dari menjadi manajer hedge fund, direktur hedge fund, lantas menjadi pemimpin perusahaan. Perjalanan yang dianggapnya tidak mudah. Dia menjadi "dewasa", keinginan terbesarnya bagaimana menyembuhkan berbagai penyakit dan menyelamatkan lebih banyak anak.

Diterima FDA, saham perusahaan miliknya naik sampai 230 persen, dari harga saham $23, yang kemudian turun drastis jadi $12. Namun dia sudah mendapatkan untung pasar sampai $300 juta. Justru ketika saham turun Shkreli membeli saham perusahaanya sendiri. Inilah awal dia menjadi orang kaya raya berkat pasar saham.

Banyak orang menyebutnya jenius. Dimana dia mampu menaikan saham, memutar di pasar saham, dan ia membeli ketika sudah jatuh. Dalam perjalanannya ia kemudian matang melalui kuliah lagi, jurusan Bisnis dari Baruch Collage. Kemampuanya dan kenakalannya semakin menggila terutama di sosial mediaTwitter.

Ia memiliki 3.500 pengikut aktif, dan tidak malu menunjukan rasa suka dan tidak suka. Disis lain, banyak peneliti yang menggunakan Retrophin, sepakat bahwa dia harus mendapatkan penghormatan walau dia tidak memiliki dasar keilmuan. Mereka menyebut idenya original, dan akan menyelamatkan banyak nyawa.

Banyak tuntutan


Elea Capital Management dianggapnya tidak sukses besar. Bahkan, pada 2001, dia dituntut oleh Lehman Brother karena penipuan. Katanya dia memilih saham, tetapi memilih investasi ke saham lain. Untuk itu dia kehilangan uang investor, termasuk Lehman Brother.

Ketika Lehman Brother menang dan Shkreli harus membayar $2,3 juta. Sayangnya, ketika hakim meminta penyitaan, perusahaan Lehman keburu bangkrut dan tidak jadi mengambil tuntutan. Selamat dari kejadian tersebut Shkreli makin berjaya dengan Retrophin.

"Saya akan membayar semuanya sekarang jika mereka mau," ujarnya bercanda setengah mengejak. Meski reputasi dikenal "buruk", nyatanya, investor masih percaya dan memberikan dukungan untuk membangun perusahaan hedge fund baru.

Dia mengerjakan perusahaan bernama MSMB Capital Management -berasama teman kecilnya Mark Biestek. Yang mana fokus mengerjakan aneka trading berjangka pendek.

Ia fokus di saham perusahaan kesehatan. Ia tidak sekedar buat membuat harga saham turun lalu dibeli dan dijual. Bayangkan dari mulutnya mampu membuat pihak perusahaan meradang. Pasalnya dia tanpa tedeng aling- aling dia mengajukan nota keberatan terhadap suatu obat ke FDA.

Waktu itu, di 2010, dia menulis surat ke FDA menolak obat insulin perusahaan, MannKind of Valencia, Calif. Dengan sadar dia memperlihatkan niatnya akan saham mereka. Mantan rekan kerjanya menyebut Shkreli paham akan obat. Lebih tepatnya paham akan obat apa yang disertifikasi, lalu mengambil untung disana.

"Adalah seseorang yang menunjukan talenta sejati menggali ribuan lembar halaman hasil pengobatan, dan sangat paham apa yang dia baca," ujar mantan rekannya di MSMB Capital.

Tahun 2011, dia menggunakan uang perusahaan, senilai $3 juta untuk membangun Retrophin. Menurutnya untuk Retrophin dia sangat bekerja keras. Bayangkan tak jarang dia tidur di lantai perusahaan. Tidak juga sikatan gigi serajin sebelumnya. Dia dengan bangga menyebut dirinya obsesif terutama tentang medis.

Dia sibuk dengan jurnal kesehatan ditangan di kantor. Dia begitu ingin "membahagiakan" investor. Dalam sebuah kesempatan dia terlihat cuma memakai sandal. "berputar- putar dengan sandal berbulu dengan alat stetoskop diantara lehernya," jelas Geller, menyebutnya sang CEO seolah berimajinasi berstatus M.D.

Geller sempat menegurnya buat sadar. Tetapi Shkreli menyela dirinya nyaman dan sedang bekerja. "Orang jenius biasa melakukan hal aneh," paparnya. Dia dikenal memegang beberapa paten obat.

Salah satunya Chenodal, yang mana dia lantas menaikan harganya sampai margin 10%, untuk menutupi ini tidak jarang dia menggunakan motif sosial. Seperti pada satu kesempatan, ada sekeluarga tengah kesulitan untuk transplantasi liver.

Ia langsung berangkat ke Venezuela mengunjungi mereka di satu kesempatan. Dia menyebut perusahaanya membantu orang. Dia dan Retrophin membantu menyuplai obat gratis yang mana obatnya tidak Retrophin produksi. Membuat seolah apa kenaikan harga obat, akan kembali ke tangan yang berhak.

Dia dikenal suka mendekati peneliti obat. Ia membantu mereka tidak cuma uang tetapi juga ide. Contoh ketika dia mengajak pria bergelar Ph.D. mengerjakan obat khusus. Namun teori si peneliti kurang mantap menghasilkan obat. Kemudian anak muda ini datang, percaya diri, dia menyajikan satu trik dia pelajari.

Shkreli tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Dia paham tentang biologi dan kimia. Shkreli cuma butuh seseorang membuktikan teorinya benar. Ia menyebutkan Shkreli memiliki ketulusan akan usaha dijalankan dia. Tidak jarang pria 25 tahun itu datang ke lab miliknya. "Dia seorang kutu buku, seperti saya sendiri."

Dia menggunakan perusahaan Retrophin untuk penyakit langka. Tujuannya mengambil jarak ke kebutuhan akan obat tertentu -dan mengambil untung. Dia kemudian dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan psikologi lewat sosial media tahun 2013 silam.

Perusahaan baru


Dia juga mendapat tuntuan ketidak loyalan. Menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan lainnya. Untuk satu ini dia dikeluarkan dari perusahaan Retrophin. Namun Shkreli sudah memiliki namanya sendiri dari hak paten dua obat khusus Retrophin. Tidak masalah, begitu pergi dari perusahaan ia membuka perusahaan baru.

Turing Pharmaceuticals diluncurkan pada Februari 2015. Dia membawa beberapa orang manajamen dari Retrophin.Inc dan tentu beberapa investor. Bisnisnya, katanya fokus mengobati penyakit serius dengan sedikit opsi lain.

"Setelah ditendang perusahaan saya sendiri, saya bangkit membangun perusahaan lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya."

Uang dihasilan Turing sangat besar. Semua karena ambisi Shkreli mendapatkan paten obat yang berumur 62 tahun, yaitu Daraprim. Obat tersebut terutama dikenal buat mengobatai AIDS. Karena obatnya kuno, itu tidak memiliki perlindungan paten, namun karena kebutuhan sedikit, perusahaan tidak mau memproduksi.

Turing membayar $55 juta untuk mendapatkan paten dari Impax Laboratories, sebuah perjanjian jual- beli yang tentu akan menaikan harga obat. Sebagai catatan obat ini bersifat generik. Tujuannya ambil alih ialah agar Impax tidak menjual di toko biasa. Maka dari generik, obat tersebut menjadi susah buat dikopi dari aslinya.

Alhasil, obat Daraprim, menjadi obat khusus tanpa pembanding. Bulan Juli, Impax kemudian melepaskan diri sebagai disributor, ujungnya begitu Turing mendapat paten, mereka langsung menaikan harganya jadi sangat tinggi. Dari $13,5 per- tablet menjadi $750 per- tablet, hingga membuat semua orang marah besar.

Perusahaan memiliki dua obat utama: Deraprim dan Vecamyl, yang mana merupakan obat hipertensi. Dia sendiri mengakui menaikan obat Deraprim tinggi. Alasanya karena obat tersebut sangatlah terspesifikasi -dibanding sebelumnya begitu umum. Ia mengistilahkan sebagai Aston Martin yang dijual seharga sepeda.

Shkreli menerima kritikan semua orang. Meski begitu caranya begitu "nakal". Dengan keras dia menyebut media menghakimi dia. Shkreli tidak akan menanggapi mereka dengan jari telunjuk atau jari kelingking. Dia akan menunjukan jari tengahnya (secara tersirat.red) kepada semua media diluar lewat video langsung.

Namun begitu masuk wawancara langsung. Dia malahan berbicara lebih sopan. Dia setujua menurunkan harga sesuai kesanggupan umum. Dia akan mendapatkan untung sedikit. Sayangnya, sebelum sesuatu jadi normal kembali, anak muda kecintaan Wall Streets ini ditangkap oleh FBI atas serangkaian penipuan.

Apakah pemerintah dan para politisi sudah bosan dengan Sang Anak Farmasi ini. Apakah dia tidak lagi asik menghasilkan keuntungan bagi investor. Tidak tahu.

Sabtu, 04 Juni 2016

Akbar Karikatur Dituduh Menipu Sukarnya Bisnis Online

Profil Pengusaha Akbar Satriawan



Bisnis online sering dituduh menipu. Memang dunia digital memberikan kemudahan total. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan. Yakni kemampuan membedakan dunia nyata dan internet. Beberapa malah kerepotan mengerjakan bisnis mereka disini. Dunia internet memberikan kemudahan juga kesukaran.

Seperti kisah pemilik Akbarkarikatur. Dia mendapatkan banyak komplain tentang pesanan. Banyak mereka komplain bahkan merasa tertipu. Orderan tanpa didukung sumber daya manusia. Padahal Akbar katanya menyanggupi pesanan tetapi sulit dihubungi dan gagal memenuhi pesanan. 

Padahal sudah mengirimkan uang pembayaran. Penulis tidak menjudge tetapi menyoroti fenomena. Dalam berbisnis dibutuhkan profesionalisme. Ingat bahwa pembeli adalah raja. Maka sebagai pengusaha layaknya tidak menjanjikan jika tidak sanggup.

Bisnis cerdik


Kamampuan membuat karikatur digital Akbar berbuah bisnis. Kisah pengusaha bernama Akbar Satriawan, seorang pengusaha muda asal Semarang. Bekal kemampuan menggambar digital. Akbar lantas iseng buat memasarkan karyanya lewat sosial media. Salah satu hasil karyanya yang menarik ialah ketika Pilkada Kota Semarang.

Akbar menggambar karikatur buat salah satu calon Wali Kota. Setelah gambar selesai, kemudian dapat ia perbanyak diatas kaos. Nah, lewat ajang inilah, nama Akbar semakin dikenal sebagai pembuat kaos asal Semarang. "Saya mulai serius membisniskan gambar karikatur digital sejak 2011 silam," jelas Akbar.

Pada awalnya dia mulai membuat blog sendiri. Diunggah kemudian dikomentari orang bahwa hasil karyanya bagus. Berjalan waktu dia mulai mengembangkan konsep kaos printing. Sebelum itu Akbar mendapatkan banyak job membuat gambar buat web Pemprov.

Lambat laun dia juga dikenal sebagai ahli dekor. Salah satunya menjadi pendekor aksesoris gambar untuk Achmad Dhani Masterpiece Karaoke. Kemudian menggambarkan ke kaos buat dipasarkan lewat berbagai event. Melalui bisnis kaos printing usahanya mulai menggurita tidak cuma online.

Tahun 2004 barulah kaos karikatur Akbar dipasarkan. Dengan pengalaman seadanya dia mencari tau, cara bagaimana sih menempelkan gambar ke kaos. Bagaimana dia menjahit, mendesain, dan bagaimana caranya menjual ke orang banyak.

Ia menyasar pasar backpacker awal. Dia menganggap pasar ini masih sepi. Memang kala itu demam traveling semacam ini belum booming. Kaos berkata- kata dan gambar simple diunggah Akbar. Isinya kebanyakan tentang sindiran untuk menikmati hidup dengan traveling. "Anda kerja, saya libur. Anda libur, saya liburan."

Kalau Akbar lebih memilih menjadi pelopor. Dia tidak suka mengikuti demam acara televisi. Seperti kaos yang bertuliskan My Trip My Adventure ataupun National Geography. Akbar memilih membuat gambar yang original dengan tulisan nyeleneh khas.

Pria asli Wonosobo, kelahiran 29 April 1990 ini, memang memiliki idealis dalam berkarya. Jiwa kesenian di dirinya lebih kental dibanding sekedar bisnis. Karya gambar Akbar lain seperti menggambar hewan- hewan yang hampir punah seperti gambar badak bercula satu.

Ia mendapatkan inspirasi selama menjadi backpacker. Ya Akbar memang hobi bertraveling jadi pantaslah kalau dia tau betul. Anak ketiga pasangan Supardi dan Yuli memang suka bepergian ke beberapa negara. Terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Bangkok. Dari sanalah ide tentang gambar dan kata muncul.

Uniknya, Akbar menjelaskan, untuk memberikan kesan spesial setiap desain diproduksi maksimal 22 kaos jadi benar ekslusip.

Bisnis online


Akbar juga mengadakan lomba quotes kata- kata unik. Melalui Instagram berhastag mengajak konsumen ikutan membikin kata- kata unik. Pemenang lomba akan mendapatkan dua kaos gratis. Satu kaos berdesain kata pemenang sendiri, dan satunya lagi bebas memilih. "Satu dengan desain quote tersebut, satu lagi bebas memilih."

Alumnus Universitas Dian Nuswantaro (Udinus) tahun 2014 ini, semakin eksis berbisnis lewat perpanduan antara sosial media dan nyata. Belum ada setahun sudah menghasilkan puluhan juta. Tidak cuma masuk ke pasaran Semarang tetapi juga luar Jawa, mulai Sulawesi, Kalimantan, sampai ke Papua.

Bahkan pernah dia mendapatkan pesanan sampai 150 potong dari Hong Kong. Memanfaatkan internet bagi Akbar adalah memperluas pasaran sekarang. Dia juga rajin bertemu konsumen langsung. Salah satunya yaitu lewat ajang Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang.

Harga ditawarkan Akbar juga kompetitif. Yakni Rp.55 ribu untuk kaos lengang pendek dan harga Rp.65 ribu buat lengan panjang. Walau murah tetapi margin untung dihasilkan pria gondrong ini besar. Mungkin ini berkat uniknya karya Akbar.

Dia dibantu empat karyawan mampu mengerjakan 3 lusin per- hari. Baru setahun berbisnis omzet Akbar sudah menyentuh puluhan juta. "Kalau omzet bulanannya sudah cukup buat memenuhi kebutuhan sehari- hari dan uang saki backpackeran," selorohnya.

"Rencananya, akhir tahun mendatang, mau plesiran ke Turki sekalian bulan madu," tutup Akbar. Mungkin ini alasan utama kenapa Akbar menjadi sukar melayani. Disisi lain dia masih di luar negeri -seperti kasusnya dia katanya sedang di Bangkok tidak ada sinyal- sementara internet tidak pernah tutup.

Rabu, 21 Oktober 2015

Baggu Bags Online Shop Melegenda

Kisah Sukses Toko Online Tas



Menurutnya bisnis tas tidak ada ruginya. Tidak akan pernah mati sepanjang jalan. Tentu saja kita harus siap secara matang untuk persaingan ketat. Itulah penjelasan singkat Ion tentang bisnis Baggu Bags. Wanita yang belum jelas kami ketehaui identitasnya. Namun, menurut Warta Wirausaha, adalah ibu satu orang anak yang dulu pernah bekerja di sebuah perusahaan tas. 

Mengetahui untungnya, dia bersama sang suami memulasi usaha ini dari nol. Dia bermodal kepercayaan saja. Bisnis tas kulit produksi sendiri yang punya pasar tersendiri. Ion mendirikan perusahaan tas pada 2001. Ia berbekal ilmu pengetahuan dari pengalaman masa lalu. "Asalkan kita terus berinovasi dan memiliki strategi pemasaran yang baik," jelas Ion.

Apakah semudah itu?

Fakta Ion tidak lah semudah dibayangkan. Perjalanan selama tiga tahun, Ion harus rela berkeliling door-to- door. Berjualan dari satu rumah ke rumah lain. Dia mengadaptasi startegi marketing klasik. Dia menuturkan meski klasik atau kuno tetapi ampuh. Startegi lain adalah penguatan bahwa produk Baggu Bags merupakan hasil rancangan sendiri. Bahkan, Ion meyakinkan orang mereka punya perusahaan sendiri. 

Ini menjadikan tas mereka tidak pasaran. Alhasil, penjualan Baggu Bags diluar dugaan, sukses door-to-door kemudian disusul menyambangi perusakaan lain.

"Aku memberanikan diri saja. Aku sama sekali tidak punya jaringan waktu itu. Kira- kira 15 kantor yang aku sambangi" kata Ion.

Kunci sukses Baggu Bags ada pada keyakinan sang pemilik. Untuk klien pertama tuturnya, ada perusahaan yang bernama ACE Hardware. Awalan mereka menjual tas milik Ion dengan mereka mereka. Ya, diawal itu produk Baggu Bags belum tercipta. Nama tersebut kemudian disematkan sendiri. Tentu agar bisa menunjang konsep bisnis mereka selanjutnya.

Pemasaran berikut meliputi pameran- pameran dan online. Namun, menurut Ion waktu terbuang percuma ketika mengadakan pameran. Dia memutuskan menjual melalui online saja. Bagi wanita yang juga pernah bekerja sebagai marketing ini, menjual lewat online membuatnya mempunyai banyak waktu luang untuk keluarga. Baggu Bags memang tidak memiliki model umum. Ion merancangnya aneka model menurut konsep sendiri.

Untuk meyakinkan konsumen termasuk memberikan garansi. Selama satu tahun kalau produk Baggu Bags rusak; langsung diperbaiki.

"Kalau resleting atau aksesoris lainnya rusak kami bisa memperbaikinya," tutur Alumni Universitas Indonesia Jurusan Hukum.

Tidak menyakiti kepercayaan konsumen merupakan kunci Baggu Bags. Semua produk merupakan yang terbaik dan terjangkau. Baggu Bags dijual antara harga Rp.150- 350 ribu. Variasi Baggu Bags buatan Ion, meliputi pemilihan bahan kulit domba, kambing, dan sapi. Untuk berproduksi Ion dibantu oleh 15 karyawan. Dalam sebulan menghasilkan laba Rp.10 juta- Rp.15 juta. Seminggu ia memproduksi 400 buah tas aneka bentuk.

Tetapi itu semua belum memuaskan hasratnya dalam berekspansi. Meski sudah punya banyak reseller masih belum cukup. Selanjutnya, adalah keinginan untuk memiliki galeri sendiri khusus Baggu Bags. Ia masih yakin betul akan bertahan, karena Baggu Bags memang memilik ciri khas dibanding produk luaran sana.

Catatan: ketika kami mencari siapa sosok Ion. Hal mengejutkan kami temukan bahwa "online shop ini sudah tutup". Bahkan ditengarai terlibat penipuan dari testimoni Facebook. Melalui akun Baggu Bags di Facebook, kami menemukan situs toko onlinenya www.baggu-bags.com sudah tutup. Atau, apakah ini ada hubungan dengan pemilik merek Baggu milik Emily Sugihara.

Kamis, 16 April 2015

Sejarah Cara Kerja Bisnis MMM Sergey Mavrodi

 

Awal mula bisnis MMM


Namanya sih lebih keren kalau di Bahasa Inggrisnya. Kepanjangan dari MMM Indonesia adalah Manusia Membantu Manusia, sedangkan di negara asalnya, MMM berarti Mavrodi Mondial Moneybox mengambil nama dari sang penemu bisnis ini.

Yap, seperti dikutip dari laman Kontan, kami menemukan bisnis ini bermula dari kawasan Rusia. Yang mana dipelopori seorang pria bernama Sergei Panteevich Mavrodi. Dalam profilnya di Wikipedia tidak lah terlalu banyak profil mengenai sepak terjangnya di bisnis ini. Justru kami menemukan banyak situs MMM seolah menutupi siapa dirinya. Meski dikatakan dirinya sebagai penemu jenis bisnis baru, nyatanya, ini bukanlah sama sekali.

Mavrodi sendiri terdakwa sebagai seorang kriminal. Dalam perjalanannya bisnis MMM tidak ada bedanya dengan bisnis MLM dan akhirnya gagal bayar menjadi Ponzhi scheme. Secara singkat Ponzhi scheme itu sendiri adalah bisnis yang mengambil dana orang baru untuk menutupi dana diatasnya.

Sejarah di Rusia


MMM diperkenalkan ke Indonesia oleh beberapa orang asal Rusia pada 2012 -an. Lalu, dijalankan oleh orang- orang Indonesia yang menempel MMM negara lain. Pada tahun- tahun awalnya, sebelum seramai sekarang MMM Indonesia baru dilakukan oleh beberapa orang saja. Ini merupakan komunitas awalnya beda dengan sekarang yang jadi komersil melalui aneka iklan di televisis. Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai MMM Indonesia. 

Maka ada baiknya kita membahas sang penemu MMM sendiri yaitu tuan Mavrodi.

Secara matematis prinsip Ponzhi scheme adalah sebuah rumusan. Jadi apapun bentuk bisnisnya selama ada konsep sama bisa jadi itu Ponzhi atau mengarah ke sana. Secara gamblang Ponzhi berarti mencari investor baru untuk menutupi pembayaran orang lama. Nyatanya, tak ada bisnis, cuma rangkaian piramid tanpa ada akhir jika kamu bisa meneruskan. Siapa yang paling beruntung tentulah yang ada dipaling atas. 

Ini cumalah mencari uang dari investor baru disalurkan keatas, dimana, yang paling bawah akan mencari lagi agar seolah dirinya menjadi yang paling atas. Kenyataanya siapa yang paling untung merupakan orang yang merencanakan bisnis ini.

MMM didirikan oleh seorang pria bernama Sergei Mavrodi. Lebih tepatnya didirikan pada tahun 1989 oleh tiga serangkai dirinya, saudaranya bernama Vyachelslav Mavrodi, dan Olga Melnikova, yang mana nama aslinya diambil dari nama utama mereka bertiga. Awalnya, bisnis perusahaan MMM ini layaknya perusahaan biasa cuma berjualan komputer dan perlengkapan kantor. Bisnisnya berkembang cukup pesat bahkan ia bisa memiliki bank sendiri.

Bank bernama MMM menjadi sebuah langkah besar bagi bisnisnya. Hingga pada Januari 1992, ada masalah dengan data pajak, hingga polisi menuntutnya atas hal tersebut dan membuat bisnisnya bangkrut. Mereka kehilangan dana dari MMM- Bank membuat perusahaan utama kesulitan keuangan. Karena kesulitan untuk membayar biaya bermain mata uang (trading forex) jadilah mereka beralis bisnis. Usaha terbaru MMM yaitu bisnis keuangan yang belum jelas bentuknya.

Mereka lantas menawarkan saham Rusia untuk investor Amerika. Langkah yang baik dari Mavrodi cukup membuat bisnisnya sedikit menanjak. Setelah itu ada bisnis MMM- Invest yang fokus menawarkan kupon sebelum penjualan saham. Entah apa itu penulis sendiri tak jelas namun sama halnya; ini tidak terlalu sukses. Nah, barulah pada 1994, MMM berbasis Ponzhi pertama akhirnya diluncurkan dan sukses keras. Bahkan mereka menghasilkan keuntungan 1000% dan mulai beriklan di TV.

Pada pertama kalinya, usaha MMM berbasis saham, yaitu menjual saham yang mana tidak satupun terkait dengan saham perusahaan manapun. Tapi mereka berbagi harga saham untuk pembelian saham atas nama perusahaan mereka sendiri. Untungnya investasi utama MMM berhasil dan menghasilkan untunga. Meski secara tak tertulis mereka cuma menjual saham kosong. Nyatanya keuntungan tersebut begitulah nyata hingga membuat lebih banyak orang.

Melalui mulut- ke- mulut bisnis MMM semakin tersebar menguntungkan. Uang yang mengalir sangat deras tapi bukanlah dari bisnis utamanya. Lebih ke semakin agresifnya Mavrodi berikan di televisi membawa para investor baru. Berkat kecerdikan Mavrodi mampu menciptakan iklan super jenius. Sebuah iklan yang mana diperankan oleh orang biasa yang mendadak sukses. Seorang pria biasa bernama asli Leondi atau Lyonya Golubkov yang dikenal di Russia sebagai orang Rusia biasa.

Golubkov digambarkan di iklan milik Mavrodi sebagai orang kaya baru. Seorang pekerja biasa yang mana pekerjaannya adalah operator eksavator. Dia digambarkan beinvestasi saham di MMM. Yang mana ia jadi sangat kaya cepat bahkan mampu membeli apartemen, rumah, dll. Dalam iklanya ada sebuah slogan yang sangat menarik, "this (membuat uang dari saham MMM) itu sangat muda." Menarik bukan? Nah, setelah semua iklan tersebut, MMM bisa sukses di Rusia pada tahun tersebut.

Salah satu yang menjadi andalah usaha Mavrodi adalah adanya bonus. Dimana bonus- bonus ini berupa perjalanan ke seluruh penjuru Russia secara cuma- cuma. MMM Rusia juga punya logo dan slogan yang sangat menggoda yakni 'Flying from shadow to the light'. Sukses MMM menghasilkan lebih dari 100 miliar rubel (atau 50 juta dollar) setiap harinya setiap penjualan sahamnya sendiri ke orang- orang. bahkan seking suksesnya membuat perusahaan kualahan.

Perusahaan MMM bahkan mulai menghitung uang per- ruangan (ruangan 1 penuh berisi uang, ruangan 2 penuh berisi uang,dll) Masifnya iklan serta mempertontonkan uang dimuka publik membuat pemerintah agak gerah. Pada Juni 1994 Presiden Boris Yeltsin mengumumkan larang perusahaan memajang penghasilan milik mereka. Sukses MMM membuat banyak perusahan lain meniru langkah MMM seperti perusahaan Tibet, Chara, Khoper- Invest, Selenga, dan lain- lain.

Beberapa perusahaan bahkan menawarkan pengembalian untung 30.000%. Di 22 Juli 1994, akhirnya polisi menutup perusahaan atas nama penipuan pajak. Beberapa hari kemudian mencoba berbisnis kembali tapi pada akhirnya ditutup kembali. Yap, dari apa yang kita bahas, MMM pada awalnya adalah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan saham dan investasi. Dimana perusahaan tidak menjual saham perusahaan lain tapi memilih menjual sahamnya sendiri.

Bangkrut dan memulai ulang


Dari bisnisnya Mavrodi sukses mendirikan aneka bisnis lain; salah satunya perusahaan konsultan saham. Dari hasil penyelidikan polisi perusahaan MMM sendiri menggelapkan pajak sebesar 100 miliar sampai 3 triliun rubel (50 juta dollar sampai 1,5 miliar) dan dari anak perusahaanya dibidang konsultan investasi sebesar 50 miliar rubel (atau 25 juta dollar). Uang tersebut digelapkan dari investornya yang mana pada akhirnya itu membuat 50 orang investornya memilih bunuh diri.

Beberapa organisasi dari 'investor yang tertipu' mencoba mengambil apa yang mereka investasikan. Namun, sang pemilik Sergei Mavrodi tak kalah cerdik. Ia sukses mengarahkan kemarahan mereka dan harapan milik mereka ke pemerintah. Di Agustus 1994 ia akhirnya dijatuhi hukuman untuk penggelapan pajak. Untungnya, sebelum ditahan, ia telah terlebih dahulu menjanjikan para investornya perlindungan. Yaitu dengan meminta mereka untuk menjadikannya State Duma (DPR -nya Russia).

Kemengannya bermodal janji akan mengembalikan apa yang hilang. Ia berjanji kepada para mantan investor MMM melalui aneka organisasi. Dengan bantuan sejumlah ratusan ribuan bahkan jutaan investor inilah ia sukses menjabat DPR Russia. Namun, bukannya menggunakan kekuasaaan untuk mereka, Mavrodi malah menggunakan imunitasnya untuk menyatakan MMM bangkrut tanpa ganti rugi. Ia pun menghilang seketika dan akhirnya bisa ditangkap di 2003 -an.

Sebelum ditankap pada tahun 1998 -an, ia telah membangun bisnis yang berupa saham virtual bermodal koneksi internet. Usaha yang satu ini telah berjalan cukup lama dari 1988 sampai 2000 -an. Usaha bernama Stock Generation ini cukup menarik investasi asal Benua Amerika. Ketika itu orang- orang percaya bahwa Mavrodi telah pergi keluar Russia. dan pindah ke Amerika. Tapi ternyata ia masih punya cukup banyak uang untuk tinggal di sekitar Moskow.

Ia menyewa apartemen berpindah- pindah. Dia sempat menyewa beberapa orang untuk menjalankan bisnis barunya. Bersama seorang saudara asal Amerika ia menjalankan usaha berbasis di Amerika. Usaha yang bernama Stock Generation.Ltd. Dimana menjual saham perusahaan yang sama sekali tidak ada melalui sistem internet. Ini adalah money- game dimana melalui halaman stockgeneration.com; mereka menjual aneka saham tak tercatat atau palsu.

Bahkan dengan 'lugunya' perusahaan ini memberikan peringatan. Sebuah peringatan buat orang bahwa ini bukanlah saham sebenarnya atau virtual stock atau kami bisa saja ilegal dan tak menjamin uang anda. Dan, hasilnya, cukup mengejutkan yakni ada 20.000 orang sampai dengan 275.000 orang. Perusahaan tersebut mengimingi hasil 200% untung dan ternyata itu cumalah janji palsu. Menurut badan U.S. Securities and Exchange Commision, investor mengalami kerugian sebesar 5,5 juta dollar.

Pada tahun 2003, Mavrodi ada pada penahanan pihak berwenang, hingga pada akhir April 2007, ia dijatuhi hukuman atas tuduhan penipuan, dan dihukum 4 setengah tahun. Sejak itu, ia lalu menjalani hukuman selama 4 tahun lebih empat bulanan, dan akhirnya keluar tepatnya pada 22 Mei 2007. Selepas itulah ia kemudian mendirikan usaha lain yang bernama MMM- 2011 bermodal Piramida skema yang akhirnya menjurus ke Ponzhi scheme lagi dan lagi!

Apakah MMM- Indonesia akan berakhir sama menjadi Ponzhi scheme?

Selasa, 10 Februari 2015

Rob Benwell Bisnis Jutaan Dollar Serta Tuduhan Penipuan


Rob Benwell, seorang multi- jutawaan asal Inggris yang sukses menggemparkan dunia. Bahkan kekayaanya berhasil menembus miliaran rupiah. Banwell hanyalah seorang yang tidak menamatkan pendidikan. Dia keluar dari kuliah pada 2006, memulai bisnisnya dari sangat bawah mencari tau seluk beluk internet marketing. Benwell dikabarkan hanya menggunakan $100 menjadikan blog berpenghasilan ribuan dollar.

Benwell lantas menulis semua karyanya dalam Bloggingtothebank.com, berisi kiat- kiatnya memenangkan satu juta dollar. Ia berdedikasi menjadikan orang lain sukses seperti dirinya. Tetapi, kesuksesan itu tidak selalu diterima oleh beberapa masyarakat. Bercerita tentang produknya, dia menghasilkan beberapa produk yang mengejutkan. Dia meciptakan beberapa ebook atau buku digital tentang bisnis berserta cara kerjanya. Dia sukses menunjukan dibalik masih ada orang mendukung memastikan semuanya berhasil.

Dia menunjukan bahwa apa yang dilakukannya bukan penipuan. Dengan metode tersendiri, dia mampu mendatangkan ribuan atau ratusan ribu pengunjung seketika dalam beberapa bulan. Benwell dikenal ahli marketing untuk mesin pencari (Google.dll), memasang iklan, SEO, blog serta membangun website. Di umur ke 23, dia masuk daftar jutawan dengan total pendapatan satu juta dollar persis. Dia menghasilkan dua ebook terkenal berjudul "Niche Annihilation Method" dan "Six Figures in Six Months".

Bisnis penipuan


Benwell mencoba mencari uang sacara online pertama kali pada 2004. Ia sukses berbisnis eBay dan Google Adnsese, membuatnya percaya diri untuk lebih dalam. Di 2005, dia memutuskan menciptakan produk digital berisi bagaimana mendapatkan pengunjung ke blog pribadinya. Dia kemduian menjual produknya di website miliknya sendiri. Awal 2006, ketika blogging mulai menjadi tren tersendiri, ia memutuskan untuk menciptakan metode terbaru.

Pada 2006 pula, ia memutuskan untuk drop- out atau bekerja tanpa gelar. Ia tidak menyerah dan sukses memasarkan produknya berjudul "Blogging to the Bank" secara besar- besaran. Dia menjual lebih dari satu juta kopi dalam satu minggu peluncuruan. Ini membuatnya dikenal sebagai orang tercepat dalam marketing bisnis online yang pernah ada. Dia tetap membangun bisnisnya tanpa sorotan publik akan isu- isu miring yang mengikuti kisah suksesnya.

Ia yang biasanya berbisnis tanpa sorotan media, mulai menunjukan siapa dirinya. Beberapa orang tidak puas bagaimana Banwell melayani pelanggan. Dari seminar bawah tanah milik Yanik Silver, ia mulai menunjukan setiap pengunjung bagaimana metodenya bekerja. Tepatnya di September 2006, dia menunjukan bagaiman blog miliknya masuk ke halaman utama pencarian Google.

Setelah beberapa tahun kemudian, ia masih seibuk menjual beberapa produk digital seperti web hosting, layanan SEO, software, dan blogs. Akan tetapi, Benwell masih fokus pada Blogging to the Bank, dimana menjadi pusat pelatihan blog terbesar. Blognya ini bahkan masuk ranking 1000 di Alexa rank, atau menjadi terpopular ke 1000 di dunia.

Orang- orang mulai menyebut produknya sebagai penipuan belaka. Dia membuat review palsu, lalu membuat produknya seolah berhasil. Cara mudah mencari uang online? Tentunya seperti produk lainnya, memberikan cara bagaimana memulai sesuatu dan menghasilkan. Benwell menciptakan cara mendapatkan uang kemudian berinvestasi. Dia mengajarka orang lain caranya mendapatkan uang tersebut.

Pertama yang menjadi pertanyaan akan produk miliknya, kenapa selalu muncul kata scam. Mungkin inilah cara agar produk tersebut laku terjual. Ia tidak mungkin menuliskan "Google Annihilation Review" atau lebih memilih "Google Annihilation Scam". Orang akan berbondong mencari tau siapa penciptanya, lalu seperti apa produknya. Bicara tentang blog miliknya, kenapa orang akan yakin pada produk tersebut ketika melihat sederhana atau misteriusnya blog tersebut.

Rob Benwell sendiri adalah kesuksesan nyata di dunia. Ia memulai bisnis selama satu tahun, lalu sukses besar di waktu relatif singkta. Kita tidak sepenuhnya tau bagaimana suksesnya karena pria ini bekerja di dunia bawah tanah. Mudahnya, bisnisnya mirip seperti seseorang sukses menghasilkan $100 lalu bercerita sukses menghasilkan $100.000. Kemudian, orang tersebut mulai menjual produk tentang dirinya yang menghasilkan $100.000, dan akhirnya menghasilkan $100.000 asli.

Kita tidak pernah tau pasti, apa kah yang dia jual merupakan 100% caranya, atau karangan belaka.

Senin, 29 Desember 2014

Perusahaan Kencan JDI Dating Didakwa Menipu

 
Federal Trade Commission nampaknya serius memperhatikan banyaknya situs kencan yang bertebaran. Kali ini, otoritas hukum di Amerika mangajukan tuntutan ke salah satu perusahaan kencan ternama JDI Dating. Seperti yang dilansir dari jazabel.com, sebuah perusahaan yang mengoperasikan beberapa situs kencan telah diperintahkan oleh Federal Trade Commission untuk membayar lebih dari $ 600.000. Alasannya? Karena banyaknya akun palsu.
 
Yap, tidak diketahui apakah pelanggaran hukum federal ini disangkakan pasal penipuan atau pun sangkaan spam, atau sangkaan karena telah menyakiti hati para jomblower. Sebagian dari kamu yang aktif online pasti pernah melihat foto cewek mengajak kencan, jangan mau terkecoh. Mereka berpakian sexy terlalu cantik untuk jadi jomblo, lalu mengajak kamu untuk berchatting ria; itu hanya tipuan belakar. Rupanya praktek seperti akun palsu ini melanggar hukum federal, bukan karena mengganggu, tapi karena tuduhan akun palsu, penipuan.

JDI Dating disebut- sebut mengoprasikan sejumlah situs kencan dengan jumlah akun cantik palsu, seperti situs CupidsWand.com, FlirtCrowd.com, dan FindMeLove.com, JDI menjalankan 18 situs dan tampaknya mereka memiliki 12 juta anggota keseluruhan. Anggota membayar di mana saja antara $.10 dan $.30 per bulan, semua baik- baik saja kecuali untuk fakta bahwa banyak profil yang palsu. Bukankah di sosial media, kita bisa membuat profil palsu, tapi tidak masalah, kan? 

Masalahnya situs ini punya profil-palsu buatan perusahaan itu sendiri. Mereka menciptakan profil palsu menarik perhatian pengguna mereka untuk menjadi anggota berbayar. Sakitnya tuh disini ketika kamu mau telah niat banget berkenalan, disuruh bayar, dan ternyata itu akun palsu; dan pemalsunya adalah perusahaan itu sendiri. FTC memutuskan menuntut JDI Dating karena banyaknya tuntutan dari jomblowe. Untuk ini, perusahaan diperintahkan untuk membayar $ 616.165 atas sejumlah laporan.

Tidak jelas berapa banyak orang mungkin telah ditipu oleh akun palsu ini, tapi nytanya bukan hanya tentang uang, tapi perasaan kecewa para jomblo. Padahal jika ditelisik lagi, JDI telah memberikan peringatan bahwa itu semua akun palsu. Mereka telah memasang tanda "V" kecil yang sangat kecil sekecil ukuran mikro dibawah foto profil. VC disini artinya "Virtual Account" atau akun virtual bukan sosok asli, tapi kenapa tetap tertipu? Apakah karena mereka telalu cantik, sexy, dan menggoda. Ah sudahlah.

Selasa, 16 Desember 2014

Sejarah Investasi Bodong Koperasi Langit Biru


Biografi Jaya Komara


Terlepas peringainya sebagai pengusaha penipu. Sosok Jaya Komara bisa jadi inspirasi di sisi lain. Kisah seorang miskin yang bermimpi menjadi kaya. Berbeda dengan kita yang hanya bermimpi. Pak Jaya lebih mau berusaha meski usahanya salah. Tak mudah jadi pengusaha, bukan, lebih tepatnya tak mudah untuk menjadi pengusaha sukses bertahan. Bertahan untuk tetap berusaha. Beberapa pengusaha menjadi terlalu tamak.

Menurut berbagai sumber. Dari seorang sekuriti diketahui bahwa dia dulu hanyalah penjual kerupuk di atas kereta. Dia membuat dan menjual kerupuknya sendiri. Kisahnya pun berlanjut setelah ia tak begitu sukses dengan usaha kerupuk, Jaya memilih berjualan daging. Usaha daging inilah yang menjadi dasar bisnisnya, ia lantas dikenal akrab sebagai seorang Ustad.

Pengalaman 16 tahun berbisnis daging. Dia dikenal sebagai sosok yang baik, yang selalu berpenampilan sederhana. Usahanya tumbuh subur dengan nama PT. Transindo Jaya Komara. Perusahaan yang tahun 2011 itu cuma berbisnis konvensional. Jika dirunut sebenarnya usaha miliknya sudahlah cukup. Sebuah usaha konvensional biasa dimana dia telah memiliki 62 suplier peternakan, penggemukan, pemotongan serta usaha pendistribusian.

Lantas apanya yang salah?

Dari niat baik



Siapa kah Jaya Komara masih lah misterius dimata kami. Yang pasti masyarakat menyebutnya Ustad, karena memang dia sering aktif di kegiatan keagamaan seperti berceramah. Menurut Rara warga setempat, bercerita bahwa dia Jaya Komara beserta istrinya adalah warga pendatang bukan warga asli di Perumahan Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Mereka tinggal di sebuah rumah, rumah tak bertuan.

Rara bercerita bahwa Jaya Komara dan istrinya tinggal di sebuah rumah kosong. Rumah kecil yang tidaklah bertuan. Jaya menempati rumah itu 2003 silam. Dia datang bersama istrinya dan 9 orang anak. Meski telah tinggal lama kemistriusan tetap berasa kala itu. Rara kemudian melanjutkan bahwa warga tidak tau apakah nama aslinya itu Jaya Komara, atau Jaya saja. Atau namanya Haji Komara pun tak jelas. Tapi, yang pasti, Komara sudah memiliki KTP setempat.

"Malah dia dapat KTP sini, tinggal di sini. Ustadz Jaya bisa melakukan ini, otomatis dia pernah melakukan hal sama di tempat lain," lanjutnya.

Karena sifatnya yang baik dan mudah membaur, penduduk tak mempertanyakan siapa dia. Dia suka datang ke tahlilan walau tak diundang kenang warga sekitar. Warga lain bernama Bu Sri Haryanti bahkan menyebut sosoknya jauh dari duniawi. Dia yang salah satu investor pertama Jaya Komara menyebutnya dia selalulah mengajak para investor dalam kebaikan dan bersabar.

Jaya juga dikenal sebagai orang biasa. Tak mencolok punya bisnis apa ketika pertama kali tiba. Bahkan dia dikenal suka tidur bersama orang- orang yang tidur di masjid. Untuk menghidupi keluarganya, awalnya, dia bekerja sebagai tukang urut. Komara memulai semua dengan berjualan minyak gosok. Keluarganya tidak lah terdengar berkecukupan. Bahkan anak- anaknya tidak bersekolah.

"Dia itu keluarganya orang susah. Anak-anaknya pun tidak ada yang bersekolah," lanjut Rara.

Ditelisik lebih dalam hampir seluruh warga Bukit Cikasungka, pernah diurut oleh Komara. Sementara itu, Ibu Genta menyebut "pengobatan" yang dilakukanya telah tersohor di luaran. Bahkan warga di luar kampungnya juga suka meminta pengobatan darinya. "Dia biasa dipanggil ke rumah-rumah buat pengobatan. Orang dari luar juga banyak yang datang," imbuh Ibu Genta.

Menurut kabar, dulu Kasat Samapta Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Kustanto sering menggunakan jasa Komara untuk mengurut. Perihal itu, memang dibenarkan oleh Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Bambang Priyo Agodo. "Iya, betul. Memang dia (Kustanto) sering diurut sama Komara," ujar Bambang saat dihubungi.

Usaha daging


Ia dikenal juga sebagai sosok yang ulet. Segala pekerjaan dan usaha pernah ia tekuni. Dia pernah menjadi tukang urut, pernah juga beternak lele dan belut. Bahkan, dia sigap menanami singkong di kebun di belakang rumah miliknya. Semua dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Usahanya yang selalu jatuh bangun menjadi semangat bagi para investor. Ceritanya yang berusaha dari nol menarik perhatian Ibu Genta pula.

Perlahan tapi pasti, Komara membangun kembali usahanya. Hingga akhirnya, pada tahun 2005, ia memulai berjualan daging sapi ke warga sekitar. Daging yang didapatnya dari suplier. Komara rajin menawarkan produk dagingnya ke pada masyarakata. Dagingnya bagus, didukung dengan prilaku Komara yang membuat para warga akhirnya ikut membeli daging darinya. Setiap warga yang membeli daging tidak membayar sesuai tarif.

Dulu 1 kilogram daging miliknya dijualnya Rp.60 ribu. Komara pun tak mematok warga harus bayar berapa. Lama- lama pesanan daging semakin tinggi. Daging yang dijualnya dengan sistem kredit diminati warga. Dia yang tak pernah menghitung- hitung berapa mereka ambil, membuat semakin ramai. Sponta warga melihat peringai Komara menjadi tidak enak sendiri. Mereka raji melunasi hutangnya tanpa diminta.

"Dulu rata-rata warga ambil 5 kg empat kali bayar dan dia suka nyuruh hitung sendiri, tulis sendiri. Jadi sangat bagus sekali, bukannya muji ya," tutur Ibu Genta.

Warga sekitar mulai banyak yang tertarik masuk lebih dalam, hingga akhirnya, Komara menawarkan daging untuk paket lebaran. Ini menjadi puncak kejayaan seorang Jaya Komara. Di tahun 2010, bisnis dagingnya itu sukses dibawah naungan PT. Transindo Jaya Komara (TJK),  yang usahanya bergerak di bidang investasi daging. Sistem yang digunakan adalah sistem bagi hasil. Setiap investor menanam modal akan mendapatkan bonus investasi hingga 10 persen.

Ibu Genta menjadi salah satu investor pertama di TJK. Kala itu, ia menanamkan modal Rp.8,5 juta untuk paket daging  100 kg daging. Dia mendapatkan bonus investasi senilai Rp.1,5 juta. Dia bercerita yang waktu itu tengah mencicil montor hanya mendapatkan bonus bersih Rp.1 juta. Dimana uang yang 500 ribu -nya ia gunakan untuk membayar cicilan. Nah, pada bulan ke sepuluh, dimana masih ada 12 juta sisa cicilan, Ustad Komara sendirilah yang membayarkan cicilannya.

Komara sendiri tak terlalu aktif mengajak berinvestasi. Mereka malah mengajak untuk membagi hasil usaha para investor dari TJK untuk dibagikan ke sekitar. Semua berjalan dari mulut ke mulut. Komara yang selalu mengajarkan kebaikan, memotivasi orang untuk berbuat baik. "Ini semua dari mulut ke mulut. Pak Ustadz sendiri tidak pernah ajak-ajak orang," katanya.
 
Sebagai investor pertama, Ibu Genta juga kecipratan untung. Ia mampu mengumpulkan ratusan hingga ribuan downline. Nilai investasi yang dikumpulkan downline pun mencapai Rp 2 miliar. Nah, sistem dowline inilah yang biasanya jadi masalah. Entah sejak kapan Komara mulai menggunakan sistem piramida dalam bisnisnya. Tapi menurut Bu Genta semuanya baik- baik saja diawal. Lancar- lancar saja pendapatannya dari investasinya itu.

Seiring waktu naman perusahaan berubah menjadi Koperasi Langit Biru (KLB). Investor KLB tumbuh pesat hingga mencapai 125 ribu yang berasal dari berbagai pelosok. Menurut Rara mungkin karena kegiatan berdakwah Komara di luar kampunglah yang membuat usahanya makin maju. Di luaran, nyatanya Komara sangatlah dikenal bahkan lebih terkenal dari warga kampungnya.

Dikenal sebagai seorang Ustad yang memang memiliki visi tentang berbagi. Tentang usaha bersama- sama berbagai kisah. Investor KLB telah menembus angka 125 ribu dari berbagai pelosok tanah air dengan nilai investasi mencapai Rp 6 triliun. Atas usahanya itu, perekonomian Jaya Komara meningkat drastis, jadi kaya mendadak. Yang dulunya hanya menempati rumah kecil, Komara akhirnya mampu membeli rumah dua lantai dengan ukuran besar.

Bahkan, konon katanya, ia mampu membeli tanah perkebunan di Bukit Cikasungka yang luasnya sekitar 1 hektar. "Dengar- dengar dibeli, apa gimana saya juga kurang tahu persis. Karena saya tidak mau ikut campur urusan dia," timpal Rara. Komara juga dikabarkan memiliki usaha lain baik berupa sawit, pasir, dan lain- lain. Usut punya usut, meski bisnisnya moncer, Komara bukanlah sosok yang pandai mengelola keuangan. Bukti tentang usaha sawit atapun pasir tidaklah benar.

Kenyataanya bisnisnya jadi gali lobang- tutup lobang. Usaha nyatanya cumalah broker daging sapi yang tak punya perternakan sendiri. Dari sebelumnya bunga atau bonus investasi bersih berasal dari daging. Namun, lama ke lamaan, usahanya itu tak mampu menutupi bonus investasi yang terlalu banyak. Meski telah berbisnis lama. Namanya bisnis, pasti ada masa lesu atau gagalnya, nah, untuk menutupi janji bonus itulah ia gali lobang.

Lobangnya itu ditutupi dengan uang investor baru, lalu ditutup lagi dengan uang investor lain. Tak disangka- sangka jumlah investornya itu sangat membludak. Semua berkat jabatan Ustad yang disandangnya. Gambarannya akan seperti ini. Ketika masyarakat malah berbondong- bondong ingin jadi investor karena kisah suksesnya, kewajiban yang disandang Komara makin besar. Disisi lain profit sektor riil tidak ada karena ia hanyalah broker dan uang investasi itu tidak diperuntukan untuk sektor usaha.

Karena memang usahnya tidak sebagus yang anda bayangkan. Akhirnya uang masyarakat untuk masyarakat diputar kembali. Untuk memutarnya, Komara mulai menjual investasi bodong. Dia tak rasional lagi. Menjual harapan bonus besar untuk para investor baru yang akan masuk. Usut punya usut, uang hasil investasi malah dibelikan rumah di Perum Telaga Asri, ada 30 sertifikat dan akte jual beli tanah. Ada sawah seluas 5.300 meter persegi.

Selain itu ada rumah di Kuningan, Jawa Barat Rp 400 juta, ada 13 bidang tanah, lalu ditambah empat kantor Koperasi Langit Biru, rekening asuransi senilai Rp 700 juta, sepuluh bidang sawah di Banten, sebidang tanah di Serpong, Tangerang. Kesemuanya dihasilkan dari investasi yang seharusnya peruntukannya untuk usaha- usaha yang lebih produktif. Akhirnya uang investor baru yang digunakan untuk menutup investor diatasnya.

Bisnis rasional sang Jaya Komara berubah menjadi sistem downline piramida tak berujung. Usahanya hanya mengumpulkan investasi. Sayang, lagi- lagi, di usaha nyatanya tak menunjukan hasil apapun. Itu menjadi tak sebanding dengan jumlah uang yang masuk serta bonus yang dijanjikan. Paket investasinya berkisar Rp 385.000-Rp 14 juta. Diamana imbal hasilnya bisa mencapai 258,97 persen dalam dua tahun atau 10 persen sebulan dari nilai penyertaan.

Rabu, 12 Februari 2014

Bitcoin Sukses Berubah Menjadi Kriminal

Profil Pengusaha Charlie Shrem


Charlie sukses terlahir, tumbuh, dan membangun bisnis pertamanya di Brooklyn, New York. Dia lalu berpetualang ke seluruh penjuru dunia di berbagai kesempatan lain. Dia adalah lulusan Sekolah Menengah Atas Yeshivah of Flatbush Joel Braverman. Ia lulus kuliah Brooklyn College tahun 2011 bergelar Bachelor of Science di bidang Ekonomi dan Keuangan. Dia, pengusah muda Yahudi, mampu berbicara bahasa Inggris, Ibrani, dan Arab.

Pekerjaannya menjadi konsultan membuatnya betah berkeliling dunia. Charlie telah sering mengunjungi negara- negara nan- jauh disana sebut saja, seperti Italia, Israel, Norwegia, Belanda, atau Hong Kong. Dan sekarang ini, ia menetap di New York selapas keluar dari bisnis milik DailyCheckout. Dia telah menjadi konsultan disana, dan banyak bisnis lain buat pengembangan perusahaan. Sekarang- sekarang ini Charlie duduk nyaman, menduduki posisi CEO sekaligus pendiri di BitInstant.

Itu adalah salah satu dari sekian perusahaan Bitcoin terbesar, BitInstant.

Bisnis Bitcoin 


BitInstant menawarkan pembayaran alternatif melalui sistem transaksi tukar digital. Didirikan oleh dua orang, Charlie Shrem dan Gareth Nelson, memulai semua sejak masih di bangku kuliah. BitInstant didirikan tahun 2011 diamana fokus bisnisnya bagaimana memanfaatkan uang digital Bitcoin. Mereka menawarkan kepada pelanggan kemampuan membayar menggunakan Bitcoin di 700.000 toko berbeda. BitInstant bahkan telah sukses memasuki pasar bisnis retail besar seperti Walmart, Walgreens, dan Duane Reade.

Menurut Charlie, transaksi meningkat semenjak Bitcoin bubble. Total transaksi bahkan sudah mencapai "tiga kali lipat" sejak April. Sejak bulan Mei 2013, BitInstant mendapatkan modal kapital senilai $1.000.000 dari Winklevoss Capital. BitInstant saat itu hanya memiliki 16 pekerja termasuk dua pendiri; Charlie dan Gareth. Winklevoss bersaudara menyebut ini bagaimana cara agar perusahaan menigkatkan jumlah pegawai dan aneka produk.

Kemudian sang CEO telah secara resmi menyampaikan kerja sama antara BitInstant dan perusahaan ventur kapital tersebut.

Di Juni 2013, Jumio.Inc mengumumkan bahwa BitInstant telah menggunakan sistem mereka. Perusahaan berbasis Bitcoin tengah memastikan tiap transaksi online terlindungi. Mereka menggunakan sistem dari Jumio Netverify itu. "Tujuan kami yaitu memastikan transaksi Bitcoin agar bisa tanpa kelim sebisa mungkin bagi  pelanggan dan Jumio berperan sebagai kunci dalam mempercepat transaksi," ujar seorang Charlie Strem, CEO BitInsntant. Membuat akun Bitcoin mereka terlindung melalui identifikasi smarphone.

Sistem dari Jumio Netverify adalah cara termudah mengkonfirmasi identitas pelanggan secara real time setiap harinya. Ini benar akan membantu mengurangi penipuan serta biaya yang berkaitan dengan meninjau dokumen atau fax sambil terus meningkatkan konversi nilai. Menggunakan modal kamera smartphone atau aplikasi komputer, konsumen memindai gambar depan dan belakang ID, dokumen menyelesaikan proses verifikasi pelanggan secara real time.

Pada Juli 2013, BitInstant menangguhkan pelayanan, mengatakan pihaknya ingin untuk "memperbaiki kode berdasarkan tren mereka melihat". Dari sinilah hampir 17.300 keluhan layanan pelanggan, dan beberapa hari sebelumnya, gugatan class action telah diajukan atas nama pelanggan atas BitInstant. Pelanggan mengklaim ada kegagalan melakukan layanan dan representasi palsu. Dari sini pula, BitInstant mulai dicurigai bermain curang. Mereka terlihat mencoba menahan Bitcoin milik pelanggan.

Penipuan Bitcoin


Pada 27 Januari 2014, Charlie ditahan atas tuduhan pencucian uang serta pembelian obat- obatan terlarang. Ia disebut sebagai CEO perusahaan Bitcoin asal New York. Bersama Robert Faille, yang keduanya diduga menggunakan Bitcoin senilai $1 juta dicuci di situs Silk Road. Situs yang dikenal sebagai situs jual beli untuk barang ilagal. Atau, mereka biasa disebut Amazon dan Ebay nya obat- obatan terlarang secara anonymous.

Silk Road kini telah ditutup dan si pemilik situs terlah ditangkap di San Fransisco. Dia adalah Ross William Ulbricht atau bernama alias Dread Pirate Roberts. Ia juga diduga pemilik $1 juta dan otak atas Bitcoin yang ditransaksikan oleh Charlie Shrem dan Robert Faille. Sementara Charlie ditangkap di bandara New York's Kennedy Airport, di Minggu. Sementari itu Robert Faiella telah ditangkap di hari senin di rumahanya, Cape Coral, Fla., terang sang eksekutor di dalam jumpa pers nya.

Menurut eksekutor, Robert Faille bekerja menjadi CEO perusahaan Bitcoin bawah tanah. Dia telah lama ditugaskan oleh Dread Pirates Roberts sebagai perantara. Ia bekerja sebagai pengelola akun Bitcoin untuk Silk Tread. Melalui Charlie, mereka diduga akan menjual Bitcoin mereka guna menutupi sumber dana yang tidak halal ini. Mereka mencoba menjual kemudian membeli lagi bermodal Bitcoin. Dalam keterangan tim eksekutor lebih lanjut, Faille berkerja melalui nama samaran BTCKing.

Pada Januari 2014, website BitInstant tidak lagi tersedia, hanya menampilkan halaman kosong.

Catatan: ia sebenarnya memiliki catatan buruk di dalam bisnis. Tempatnya bekerja DailyCheckout, memiliki riwayat sama yaitu bisnis bagus berubah scam. Pertama kali bisnis ini sengatlah terpercaya. Setiap produk yang dibeli akan tiba tepat setelah satu minggu. Namun, lama kelamaan, bisnisnya memburuk dimana produk yang dipesan tidak pernah lagi dihantar. Mereka, perusahaan, tidak pernah mau menjawab telephon ataupun email.