Blogger Menjadi Penulis Rachel Hollis Hasilkan Miliaran

Profil Pengusaha Rachel Hollis


blogger penulis sukses
 
Dari blogger menjadi penulis, namanya pantas menyandang "mom blogger". Dia benar- benar menghasilkan uang online. Tidak ada tipuan sama sekali. Ibu satu ini mampu merubah tulisannya, menjadi buku, karir motivator, dan influencer sosial media.

Mempunyai buku laris manis sampai jutaan eksemplar. Rachel Hollis diperkirakan hasilkan miliaran rupiah. Blog lifestyle dan pengalaman hidupnya memulai semua. Hollis mampu mengetuk wanita di sebelah rumah dan berkata. 

"Kamu dan hanya kamu, paling sangat bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu sendiri," jelasnya.

Hollis mampu meraih hati para istri dan ibu rumah tangga. Menggaet wanita daerah rural dalam satu gerakan #MeToo. Ia menyadarkan para ibu rumah tangga frustasi. Bahwa hidup mereka berarti bukan sekedar mengurus rumah.

Emansipasi Wanita


Ia menakankan logika bagi perempuan. Bersumber dari pengalaman dan analisa komplek akan hidup para ibu rumah tangga. Hollis menggabungkan ini dengan semangat Injil. Hingga tidak hanya tulisan motivasi, melainkan tips jitu aplikatif dari berbagai sumber termasuk pengalaman pribadi.

Hollis menekankan semangat Wonder Women. Dengan segala pandangan politik masculin merajalela di tanah Amerika; dia tidak bergeming. Ia bahkan mampu menjual 1,6 juta kopi, berlipat ganda dari penulis pria mengenai topik sejenis.

Penjualan ini termasuk ebook dan audio book. Buku berjudul "Girl, Wash Your Face" menunjukan naik pasti dalam penjualan. Hollis juga dikenal sebagai podcaster hingga youtuber. Cara jitunya ialah menarik para wanita yang ragu, untuk mengaggap dirinya feminis tetapi ingin perubahan.

Para fans Hollis kebanyakan para pengusaha ibu rumah tangga. Mereka bekerja di rumah dan punya pemikiran luas. Dalam bukunnya ia tak segan berkata jujur, bahwa dia menucukur kakinya, sangat buruk soal seks, dan jatuh tetapi bangkit lagi.

Banyak wanita merasakan bahwa Hollis adalah diri mereka. Semua tulisan sangatlah mengena, dan relate dengan kehidupan mereka. Dia terhubung denga wanita umum. Mereka marah akan Trump yang merendahkan wanita. Dia yang selalu merasa dirinya lebih tinggi dari wanita.

Tetapi dia mengakui bahwa Jesus adalah pria, dan dia mencintainya, dan berteman dengan pria gay. Dia menunjukan dirinya sebagai wanita kebanyakan. Bedanya Hollis lantang menunjukan suaranya di depan umum. Para pembacanya seolah diwakilkan dengan Hollis dalam kehidupan sosial- politik.

Walau menyuarakan politik dirinya bukan peminat pemilih. Pada dasarnya, dia berkayakinan bahwa politik memecah belah, dia lebih tertarik menyatukan orang apapun pekerjaan dan kesehariannya. Dia tidak peduli akan rasial dan agama. 

Hollis pun memiliki tidak kurang 2 juta pengikut di sosial media. Jumlahnya tumbuh dengan konten dia buat sendiri. Mulai dari quote, foto, dan kegiatan intim keseharian. Maka ketika Hollis live di sosmed, di Facebook maka ada 50.000 penonton.

Dia dan suaminya,  Dave Hollis, punya kehidupan harmonis dan sering siaran bersama. Meraka itu saling suport satu sama lain. Dave sendiri mantan eksekutif di Disney. Dia tidak segan menerima banyak pertanyaan dari kalangan ibu- ibu ini.

Rumahnya di Austin nampak kasual sederhana tetapi nyaman. Hollis akan mengambil smoothie, dan Dave akan membuat kopi. Mereka akan tampil bersama dalam siaran langsung sosmed. Terkadang nih putrinya 19 bulan menjadi kameo.

Hollis ngefans Tony Robbin, Oprah  Wenfrey,. dan Beyonce. Kemampuan Hollis berkomunikasi bisa meyakinkan penggemar. Dia seolah berada dalam satu level dengan mereka. Penampilannya penuh percaya diri, memakai kaos dan kardigan, dan menyambut para penggemar dengan becandaan.

Ia akan bercanda soal hamil, menyusui anak, atau pekerjaan rumah. Tidak membully karena itulah dia rasakan sebagai ibu rumah tangga. Dia mengatakan wanita diajarkan menjadi sosok baik. Wanita sempurna dengan pekerjaan ibu rumah tangga, menyenangkan orang lain dan mendengar opini orang diluar.

"Kamu jatuh dalam perangkap," ia menutup.

Kalau kamu jatuh dalam opini orang lain. Kamu melakukan apa diharapkan orang bukan kamu sendiri. Ia menyarankan "teriakan!".. Tidak ada satupun orang mau dibebani pendapat orang lain. Ia berkata kamu tidak bisa menyenangkan semua orang!

Kata penggemarnya Hollis mengatakan fakta hati mereka. Bedanya dia selalu mampu menunjukan itu kepada orang lain. Bahkan suaminya, Hollis mampu memiliki jati diri dalam rumah, mengurus rumah tangga, dan menjadi wanita.

Ungkapkan Perasaan Mu


Hollis selalu menyemangati para ibu diseluruh konten. Hollis mendirikan group privat Facebook, yang didasarkan bukunnya "Girl, Wash Your Face", membahan mengenai menguatkan wanita satu- sama lain.

Anggota bisa bercerita tentang pengalaman pelecehan, depresi mereka, suami yang selingkuh, dan bahwa mereka ibu yang buruk. Para anggota akan saling mendukung bukan menggurui. Ketika Hollis menuliskan polling, para wanita merasa "benci" akan penampilan mereka sekarang.

"Kenapa kamu tidak berubah?" ia meyakinkan mereka. Hollis menyadari sumber frustasi, kemarahan, dan ketakutan bersama. Dia meyakinkan semua negatif tersebut bukan mereka. Dave, sebagai suami memberikan pendapat, bahwa kita berada di lautan pemikiran yang terpolarisasi.

Dave mengatakan Hollis mengkukuhkan dirinya. Dimana dia seharusnya menempatkan diri, baik untuk membela ataupun mengingatkan para wanita. Hollis hanya lulusan diploma. Ia pakar marketing otodidak, ahli branding, dan memiliki daya magnet.

Pada Maret 2015, dia dengan bangga mengupload video berbikini di pantai, Hollis mencoba memberi keyakinan para ibu rumah tangga. Ia menunjukan strech mark perutnya tanpa penutup. Inilah tubuh indah wanita beranak tiga. Dia tetap bisa tampil memakai apa diriya mau termasuk bikini.

Postingan fenomenal yang membuatnya diberi nama "bikini mom". Hollis selalu merasa setiap diri kita, ibu rumah tangga dan wanita pada umumnya, mempercayai diri sendiri bahwa kita bisa terlepas dari pandangan orang lain.

Beberapa dari kita terlahir dari keluarga patriarki yang percaya pria menjadi otoritas. Ia sendiri lahir di keluarga demokratis. Namun diumur 14 tahun, saudara laki- lakinya meninggal di depan mata, dia menembak dirinya sendiri. Ini menyadarkan bahwa hidup bukan soal perempuan atau laki- laki.

Kamu bisa memilih memprotes persamaan gender. Wanita boleh berbicara lantang bahkan membakar ban di jalanan. Namun dia menyadari bahwa ini tentang kepercayaa diri. Ketika saudara laki- lakinya meninggal, ia merasakan sedih, depresi, dan pusing, tetapi ternyata dia hidup lebih bahagia darinya.

Ia sukses berkat mampu menjual otentik dirinya sendiri. Dia menjadi dirinya sendiri tidak perlu malu. Hollis juga merasakan hidup dalam kesedihan. Ketika bangun tidur, dia juga merasakan depresi soal kehidupan, tetapi dia selalu berkata pada dirinya sendiri, "bila aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba