Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Korea. Tampilkan semua postingan

Demi Membayar Hutang Gadis Cantik Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Kim Su Kyung


pengusaha cantik korea
 
Demi membaya hutang ayahnya, Kim Su Kyung memilih tidak melanjutkan sekolah, dan gadis cantik korea ini memilih menjadi pengusaha. Dia mencoba membuka usaha sendiri demi membayar Rp.23 miliar. Beryukur Su Kyung sejak remaja telah memilih untuk hidup mandiri.

Umurnya 15 tahun memutuskan berhenti sekolah. Dia mulai mengerjakan aneka usaha. Demi bisa membayar hutang sebesar itu sangat sulit. Tidak mungkin bisa mengumpulkan miliaran dengan usaha biasa. Namun Su Kyung tidak mau terus- terusan berpikir langsung membuka usaha.

Pilihannya ialah bisnis toko online yang dianggap mudah. Tetapi tentu Su Kyung harus menanggung resiko bila gagal. Banyak masalah muncul bukan sekedar permasalah tidak laku. Mulai dari masalah marketing sampai mengurusi barang jualan.

Bisnis Sejak Muda


Su Kyung mencoba sembari belajar ditengah jalan. Umurnya telah 21 tahun sudah melewati aneka hambatan usaha. Dia berhasil belajar mengatur keuangan perusahaan. Alhasil Su Kyung mampu buat membayar hutang ayahnya. Bisnis yang dijalankan serius membuat Su Kyung berhenti bersekolah.

"Banyak orang mengira menjalankan bisnis online tidak terlalu sulit. Tinggal unggah foto dan orang akan membeli, tapi sebenarnya tidak mudah," ia menjelaskan.

Agar bisnis online miliknya menarik maka dibutuhkan model. Su Kyung lantas meminta bantuan teman- temannya menjadi model. Ia sendiri juga cocok menjadi model pakaian. Selanjutnya, tinggal Su Kyung menunjukan selera fashionnya, nah ini sulit karena membutuhkan rasa dan pengetahuan.

Dia mengerjakan semua tahapan sendirian. Semua dilakukan sendiri dari memilih pakaian, aksesoris, siapa modelnya, pengeditan foto dan pengiriman. Pengepakan dilakukan ia sendirian sampai segitu banyaknya. Sibuk dan repot membuat fokusnya sekolah terganggu tetapi semua menyenangkan.

Gadis cantik Korea ini sedari kecil ingin menjadi pengusaha. Meskipun merepotkan Su Kyung masih bisa bergembira. Semenjak SMA, Su Kyung senang membuat scrapbook dan mengoleksi majalah fashion. Ia bersikeras menjadi pengusaha walau mengorbankan sekolah, demi membayar hutang.

Inilah cikal bakal sang CEO pusat perbelanjaan online asal Korea Selatan, Victoria Garconne. Sedari awal, Su Kyung senang memulai usaha dan mengerjakan semua sendirian. 

"Aku juga suka memperhatikan bagaimana cara orang berpakaian," tutur dia.

Su Kyung senang menata busana dan punya mimpi menjadi desainer. Ia punya cita- cita meluncurkan merek sendiri. Su Kyung senang bila baju buatanya dipakai orang banyak. Diusia 15 tahun, tentu dia tidak mengerti apa- apa mengenai bisnis.

Sembari berjalan dia belajar mengenai semua aspek bisnis. Su Kyung mengambil banyak referensi dari berbagi sumber, mulai dari internet sampai baca- baca buku kewirausahaan. Su Kyung senang mengunjungi perpustakaan.

Demi mendapatkan modal maka ia bekerja sambilan dulu. Itu sekaligus menjadi cara belajar sembari semua berjalan. Pengetahuan akan fashion yang bersumber sedari kecil sangat membantu. Su Kyung pandai memilih pakaian dari suplier di wilayah Dongdaemun.

Ia menata semua sendiri di berbagai bergaya. Dicarinya aksesoris dan perhiasan yang cocok dipadu- padankan. Lima bulan berjalan dia mampu menghasilkan Rp.350 jutaan. Bulan berikutnya, nilainya tambah menjadi keuntungan Rp.1,1 miliar dari jualan pakaian saja.

Bertahap ia mampu melunasi hutang ayahnya tersebut. Bukan sekedar itu, Su Kyung sekarang bisa membiayai enam anggota keluarga. Dia mampu memberi mereka pekerjaan. Kunci sukses Su Kyung terletak diusianya, karena masih remaja ia mampu menyasar target seumurannya.

"...jadi aku mengerti apa yang mereka butuhkan," jelas Su Kyung. Harga dipatok juga tidak terlalu tinggi tanpa mengorbankan kualitas.

Su Kyung senang meminta feedback dan berinteraksi dengan pelanggan. Di waktu tertentu, dia akan mengadakan kumpul- kumpul dan pesta diskon. Ia senang berinteraksi dengan pelanggan mengenai fashion.

Su Kyung pernah ditagih debt collector yang banyak dan bengis itu. Tidak mudah ya perjalanan sang CEO muda. Demi membayar hutang dia kehilangan masa muda termasuk teman. Su Kyung cuma punya sedikit teman dekat. Dia bertekat harus menjadi pengusaha sukses demi masa depan.

Penemu Line Orang Terkaya Korea Digilai Jepang

 
Ternyata aplikasi Line ditemukan bukan cuma iseng- iseng belaka. Ada sosok jenius dibelakangnya, seorang lulusan sarjana teknik dan seni di Seoul National University, namanya adalah Lee Hae- jin. Seorang techno- entrepreneur asal Korea yang memulai semuanya jauh disaat internet baru saja digemari. Sejarah mengenai bagaimana dia memulai semuanya tak begitu jelas. Penulis mencoba merangkainya dari satu situs ke situs lainnya.

Yang pasti ia memulai karirnya di Samsung SDS, anak usaha milik Samsung. Kini, Lee adalah salah satu orang terkaya di Korea Selatan. Menurut Majalah Forbes disebutkan bahwa ia memiliki harta kekayaan sampai 575 juta dollar. Dia menempati posisi ke- 34 pada 2013, dari 50 orang yang terkaya di negaranya.

Situs Naver


Pada tahun 1999, Lee memulai sebuah mesin pencari bernama Naver. Diluncurkan pada Juni 1999 oleh mantan pegawai Samsung yaitu Lee sendiri. Awalnya berupa situs portal berita yang biasanya kamu lihat di situs- situs berita. Tapi berjalannya waktu ia mengembangkan itu menjadi sebuah mesin pencari. Ternyata ditelusuri mesin pencari Naver ternyata satu angkatan dengan Yahoo!. Didirikan lima tahun lebih awal dari ditemukannya Google. 

Kala itu masih berupa mesin pencari sederhana hingga tangan muda sang Lee Hae- jin menyentuhnya. Salah satu yang menjadi andalan Naver ialah fitur Comprehensive Search yang mulai diperkenalkan di tahun 2000 -an. Sebuah mesin menampilkan aneka hasil pencarian dalam kategori di satu laman. Lalu diperjalanan ada pula sistem Knowledge Search pada 2002. Sistem Knowledge perlu kamu tau disiapkan oleh Lee untuk mengisi kekurangan Naver.

Pada awal- awal pendirianya masih banyak hasil penelusuran yang kosong. Menyisakan layar putih tanpa apapun di dalamnya. Karena jumlah pengguna naik, dimulailah ide gila, ia memanfaatkan mereka yang login ke situsnya untuk membuat konten sendiri. Ya, para pengunjung diharapkan membuatkan isinya dari mesin pencari tersebut. Naver menjadi pionir situs yang mengumpulkan konten dari mereka para penggunanya.

Di sistem bernama Knowledge Search, ada pertanyaan yang dihadirkan oleh pengguna, lalu pengunjung ada untuk menjawabnya. Semacam Yahoo Answer mungkin sebagai contohnya sekarang ini. Ya, setiap ada pertanyaan, maka ada yang menjawab, dari sana ada sistem pemberian peringkat untuk jawaban terbaik. Ini dilucurkan tiga tahun sebelum Yahoo Answer. Melalui cara tersebut mesin pencari menghasilkan 80 juta halaman pertanyaan dan jawaban.

Untuk menambah pendapatan Lee pun menambah aneka hal seperti layanan email, pencarian karya ilmiah, dan bahkan menyediakan portal khusus anak- anak. Nah, untuk portal anak- anak diberinya nama Junior Naver; inilah yang jadi kekuatan Naver.

Oleh karena fitur yang lengkap, disatu sisi menyasar situs lokal (menggunakan bahasa Korea asli) melalui mesin pencari, disisi lain mempunya fitur email yang jadi satu di portalnya. Ini membuat situs karyanya lebih digemari bahkan bisa mengalahkan raksasa internet Yahoo! dan Google. Aneka bisnis dijalankan Lee bermodal portal serba gunanya, bahkan ia melakukan aneka akuisisi untuk menjadi lebih besar. Pada Juli 2000, Naver menggabungkan dirinya dengan Hangame. 

Apa itu Hangame, yaitu sebuah portal game online terkenal yang merupakan pertama ada di Korea Selatan. Langkah epiknya lalu itu lalu diikuti dengan berubah nama menjadi NHN atau Next Human Network. Menggabungkan situs portal paling populer dan situs game online paling populer. Apalagi yang bisa ia miliki selain menguasai internet di seluruh Korea Selatan. Bisnisnya menggila dengan aneka macam layanan dari email, game online, dan terutama pengiklan. 

Tak puas, tahun 2005, Naver resmi menawarkan layanan blog seperti halnya Blogger.com. Yang sebelumnya ia sudah meluncurkan pencarian lokal untuk bisnis dan mesin pencari buku pada 2004. Berlanjut mengikuti perkembangan manga Korea seperi halnya portal Daum. Maka pada 2006, Naver resmi meluncurkan satu layanan khusus Webtoon. Tak puas lagi, Lee mulai membuka sistem dekstop, lalu disusul layanan unggah musik, layanan unggah video, layanan internet provider, dan mesin pencari di mobile.

Sayangnya, ada satu keburukan dari Naver, menurut Wikipedia.org: pada 1 April 2013, Naver meluncurkan Newsstand, yang mana berita bisa saja diedit untuk muncul di laman Naver. Ini termasuk romor dari kami dengar bahwa Naver menyediakan layanan sensor berita berdasarkan permintaan (uang).

Tak puas diri


Naver merupakan mesin pencari yang dikembangkan dari dalam. Artinya mereka tak menggunakan sistem milik mesin pencari lainnya. Diambil dari nama 'Nave' dari kata 'Navigation', dan ada tambahan akhiran '-r' yang akhirnya berarti 'sailor of the Web'. Meski maksudnya begitu dalam penyebutan Korea di tulisannya bisa berarti 'neighbor'.

Dengan berkembangnya Android ternyata Lee tak mau tertinggal. Jika perusahaan lain seperti tempatnya dulu bekerja Samsung membuat smartphone. Bagaimana seorang Lee Hae- jin? Ia justru fokus pada sekali lagi 'layanan' yaitu membuat aplikasi sendiri. Melalui perusahaan NHN Corporation, ia menemukan ide itu ketika terjadi gempa di Jepang. Saat itu di tahun 2011 terjadi gempa dan tsunami di Jepang dan salah satu perusahaan cabangnya terkena.

Perlu kamu ketahui seperi yang dijelaskan diatas. Naver telah bergabung dengan perusahaan game online pertama di Korea. NHN didirikan pada September 2011 merupakan penggabungan Naver dan Hangame Communication, Inc. Kemudian berafiliasi hingga sampai masuk ke Jepang. Mereka memiliki situs portal sendiri bersaing dengan Livedoor. Pada 2010, NHN membeli portal asli Jepang Livedoor beserta layanan blognya.

Nah, dari perusahaan di Jepang, disaat gempa terjadi kerusakan total. Dimana karyawan NHN tidak bisa menghubungi keluarganya. Mereka para karyawan cuma bisa berkomunikasi lewat data internet. Dari situlah kenapa tak membuat aplikasi komunikasi. Jadilah Line yang bisa mengirim pesan bahkan bertelephon dari internet. Menarik karena penggunaan pembayaran berdasarkan data bukan pembayaran per- sms. Bahkan pada akhirnya Line itu total gratis.

Lee yang punya pengalaman dengan game online. Munculah ide tersebut yang bisa kamu rasakan hingga sekarang; yaitu Game Online. Yap, perusahaan Line menjadi perusahaan sendiri dibawah NHN yang lalu meluncurkan game Android sendiri. Karena semakin populer ditambah kejeniusan sang pemilik Line telah menjadi aplikasi 'wajib' di Jepang. Mungkin jika di Korea mereka bersaing ketat dengan Kakao Talk, di Jepang, Line bahkan punya perusahaan taksi sendiri.

Melalui aneka jenis bisnis mult- platform membuat bisnis NHN semakin membesar. Kemampuan Lee untuk melihat dari luar membuat usahanya berbeda. Mungkin dia juga termasuk orang yang punya perhatian di dunia anak- anak. Imajinasinya meluncurkan portal khusus anak bernama Junior Naver dan disusul aplikasi emotikon yang lucu- lucu. Dari sekedar aplikasi Line kinia menjadi ikon di negara- nagara Asia. Bisnisnya itu merambat ke aneka jenis.

Melalui penjualan aneka stiker, iklan, dan karaker game, membuat Line jadi 'kawaii' jika di Jepang -kan. Ia bahkan membukukan pendapatan super besar dari Jepang senilai 80% dari pendapatan. Bahkan perusahaan teknologi semacam softbank bersedia menanam modal di Line saja. Nilai saham Line pun melonjak membuat dirinya menjadi orang terkaya cuma dari aplikasi Line saja. Hari ini, sejak 2013, NHN fokus untuk pindah ke Jepang.

Perusahaan NHN menjadi perusahaan besar yang kini bernama NHN Entertainment. Produknya yaitu portal Naver, Hangame, lalu ditambah Line. Sedangkan Line sendiri sudah punya banyak bisnis lain termasuk juga layanan internet. Dilain hal, Hangame fokus pada pengembangan game onlinenya, yang juga berarti memiliki andil di produk Line. Dua perusahaan, tidak, tiga perusahaan dibawah tangan Lee saling mensuport satu- dengan yang lain.

Dikutip dari profil Hae- Jin Lee di Bloomberg:

Hae-Jin Lee menjabat Chairman dan Chief Strategy Officer Naver. Dia, salah satu pendiri perusahaan NHN Corporation, yang menjabat Chief Executive Officer dan juga  Co-Chief Executive Officer akhir jabatannya. Ia menjabat sebagai Direktur luar NHN Corp Entertainment. Dia berpendidikan Magister Ilmu Komputer dari KAIST dan BS di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Nasional Seoul. Dia memegang Ph.D. Ilmu Komputer dari Korea Advanced Institute of Science and Technology.

Apakah ini Penemu Aplikasi WHAFF Android


Sebenarnya penulis sedang iseng mencari- cari entrepreneur muda baru. Nah, karena penulis sedang asik bermain dengan WHAFF. Iseng lah pada suatu malam mencari- cari tau. Siapakah orang dibalik perusahaan pembuat WHAFF Reward. Hasilnya? Penulis tidak menemukan cerita menarik. Namun, malah menemukan satu profil menarik di sosial media profesional LinkedIn. Karena ingin berbagi dan menarik untuk jadi menginspirasi; kami memposting screenshot -nya.

Forum Zune Microsoft Hansup Yoon Menghasilkan 12 Juta

Zune Boards adalah forum dan blog mengenai teknologi terbaru Microsoft. Tujuan dari forum berbagi informasi antar anggota, lalu mempublishnya di halaman depan. Tidak sulit, forum yang hanya fokus di Zune, sebuah teknologi Microsoft. Produk yang dikenal seperti halnya Windows atau Window Phone. Website memiliki ke eklusipan tinggi dari pengaplikasian Zune software berbagai perangkat.

Zune Boards menghasilkan sekitar $ 1000 perbulan, hingga Hansup Yoon memutuskan untuk menjualnya pada pihak lain sebesar $ 64.000. Sebuah angka besar bagi Hansup Yoon kala itu.

Dia masih berusia sangat muda ,15 tahun, ketika memulai satu bisnis online. Bukan sembarang bisnis, dia ingin menciptakan sebuah komunitas, sebuah bisnis forum. Dia memulai membangun forumnya menekankan komunitas bersama. Lahirlah sebuah jejaring sosial, anggotanya berasal dari seluruh penjuru dunia. Dia menciptakan Zune Board, forum yang berbicara banyak tentang software Zune dari Microsoft.

Crowdgather Inc, perusahaan yang fokus mengumpulkan forum ternama dunia, melihat Zune Board sebagai sesuatu berbeda. Mereka rela membeli Zune Board melalui lelang ketat. CrowdGather yakin Zune Boards akan menjadi pelopor forum mengenai Microsoft dan Zune. Dari situ, Yoon kemudian menghasilkan uang ribuan dollar.

"Itu adalah waktu yang paling tepat untuk memulai sebuah situs tentang Zune, dan aku salah satu orang dari beberapa yang pertama membuat situs tentang Zune, "kata Yoon. Yoon.

Detailnya, forum Zune Board dibangun menggunakan MyBBoard dan kemudian beralih  vBulletin hingga Joomla. Tetapi jangan salah, ia tidak pernah berhenti tentang Zune Board. Hansup Yoon telah menjadi ahli dalam bisnis internet hingga mampu membuat beberapa ssitus baru kapan saja. Yang terbaru, dia menjadi CEO untuk perusahaan internetnya sendiri; Spuxy Studios. Ia menargetkan menyelesaikan permasalahan klien hingga berhasil.

Spuxy Studios fokus mengembangkan bisnis komunitas melalui media digital. Sasarannya, Yoon tentunya menargetkan mengulang keberhasilan dari ZuneBoard, dengan sedikit perubahan gaya tentunya. "Itu bukan sesuatu yang revolusi, bukan hal yang baru... kami hanya membantu sebuah bisnis menjadi berpenghasilan, semudah melalui internet," ujarnya.

Normalnya, orang akan melihat sepele seorang anak yang memulai bisnis sendiri. Tetapi, ini Hansup Yoon, dia memiliki pengalaman membangun website berbagai platform. Masih berkembang, Spuxy memulai dengan mengerjakan klien pertamanya dengan serius. Spuxy sebagai perusahaan membantu berbagai hal dari design, hosting, domain, SEO, sosial media dan marketing.

"Sosial media sebagai marketing merupakan hal yang saya utama harapkan," ucapnya. "Banyak bisnis kecil tidak tau bagaimana memulai dan ragu untuk berinvestasi dari keluar dan masuk di marketing nya," ucap Yoon mengenai bisnisnya.

CEO Portal Korea Daum Ekspansi Bisnis Jenius



Portal berita Korea


Lee Jeawoong adalah pendiri Daum Communications Corp, salah satu perusahaan terbesar dibidang web portal dan berbagai layanan internet gratis. Daum diresmikan pada 12 Februari 1995, awalnya hanya berupa layanan portal saja. Tetapi bukan sembarang web portal, ia membuatnya menjadi satu- satunya web portal dengan layanan terbesar. Kata daum sendiri berarti "next" atau "selanjutnya" dalam bahasa Indonesia.

Lee, kala itu, masihlah berumur 27 tahun ketika menemukan Daum Communications Corporation. Sekarang, dia berumur 33 tahun, dan web sitenya telah memiliki 24 juta pelanggan dan dikunjungi lebih dari 200 juta kali. Dia memulai ekspanis besar- besaran ketika berhasil melakukan merger dengan hanmail.net, situs layanan e- mail milik Korea. Setalah merger, dia membuka Daum Cafe, layanan forum yang berfokus pada komunitas anak muda.

Daum.net memberikan layanan bagi pengguna untuk berkomunikasi melalui e-mail dan forum komunitas. Perusahaan juga membuka pusat belanja online malalui ecommerce channel. Lee berfokus pada pengguna membuat kontent (User Created Content) dan pengguna menciptakan layanan (User Created Services). Ia menciptakan web portal yang membuat pengguna merasa memilikinya. Contohnya: pengguna akan menulis review film dimana pengguna lain akan memberikan komentar. Ketika itu pula pengguna bisa menawarkan sesuatu atau memberikan sesuatu.

Selain e-mail, forum, dan web portal, Daum memiliki mesin pencarinya sendiri yang disebut "Fireball". Pengguna akan menggunakanya, dan menghubungkan semua layanan milik Daum menjadi satu. Mudahnya Daum Corp akan menjadi halaman utama bagi pengguna dan pemilik akun tersebut. Dari NetRatings.com, mereka menyebut Daum.net memiliki 2,8 miliar log- ins dan menempati posisi dibawah website besar seperti MNS, Yahoo, AOL, dan Time Warner.

Bisnisnya tidak berubah semenjak peresmiannya oleh sang pemilik. Pendapatannya masih bersumber pada iklan online, e-commerce, dan layanan hosting. "Nilai masa depan itu penting, model bisnis dan struktur menejemen yang mampu mempengaruhi orang secara rasional dibutuhkan," ucap Lee kepada zdnet.com.

Dia mampu menunjukan bagaimana Daum bertahan lebih lama dan terus berkembang. Tahun 2000, Daum mencatat total pendapatan $22,3 juta, menunjukan kenaikan 268% di tahun lalu. Pendapatan yang tumbuh besar membuat nilai saham perusahaan terus naik. Ini juga memperhitungkan bahwa nilai iklan online yang terus bertambah, ekspanis di penjualan online, serta biaya operasional yang relatif kecil. Lee yakin dengan pertumbuhan pendapatan hingga 100 miliar won ($79,1 juta) di akhir tahun.

Ia mengatakan bahwa biaya operasional yang kecil membuatnya tidak perlua memisahkan layanan. Dia tidak perlu memisahkan antara iklan web portal dan e-commerce, keduanya memiliki satu kesatuan dan memiliki terget yang sama. Mudahnya, ini akan mempermudah masyarakat dalam layanan satu tempat. Lee menyebut 63% masyarakat Korea memiliki komputer pribadi dan setengahnya memiliki akses internet.

Bisnis teknologi


Dari 2003, Daum meluncurkan layanan baru yaitu asuransi kendaraan melalui sistem online. Perusahaan subsider yang diberi nama Daum Direct Auto Insurance, dan pada 2008, perusahaanya telah menjalin kerja sama dengan ERGO Insurance Group.

Tanggal 2 Agustus 2004, Lee sebagai CEO Daum Corp, mengumumkan pembelian Lyco.Inc seharga $95,4 juta dan ditutp pada 6 Oktober. Pembelian Lycos.Inc. membuatnya memiliki kepemilikan akan berbagai situs terkenal seperti situs Wired.com, tripod.com, angelfire.com, matchmaker.com, quote.com, dan hotbot.com. Penjualan termasuk kepemilikan akan merek Lycos diberbagai penjuru dunia termasuk di Eropa.

"Merek Lycos sudah diketahui umum dan disegani di seluruh dunia. Mendapatkan Lycos merupakan langkah alamiah untuk maju guna menjadikan usaha kami menjadi yang terdepan di pasar Asia kemudian menjadi yang terdepan di pasar dunia," ujar Jae- Woon Lee, president dan CEO Daum Communications Corp.

Daum menjual Lycos.Inc kepada untuk $36 juta kepada Ybrant Digital pada Agustus 2010. Dilihat harga yang diberikan perusahaan sepertinya mengalami kerugian besar. Tatapi Daum mengaku telah mendapatkan keuntung sejak 2004-2010, atau setekah enam tahun memiliki Lycos.Inc. Mereka melihat pada 2009 bahwa Lycos masih menghasilkan hasil yang berarti.

"Hasil dari penjualan Lycos, Daum akan mampu memfokuskan energinya dan mengembangkan bisnis hingga yang terdalam meliputi pencarian, layanan mobile dan pemetaan," ucap William Chao, CEO of Daum Corp. Daum akan memfokuskan energinya mencari bisnis yang sedang berkembang dan berdasar pada bisnis masa depan seperti mobile, LBS, SNS, dan mesin pencari.

Dimasanya, Lee disebut salah satu pahlawan di bidang internet. Ia merupakan salah satu dari sedikit orang yang sukses di bisnis tersebut. Ditanganya Daum tumbuh tidak hanya berbisnis online saja tetapi berbagai macam usaha (berbasis internet). Daum menjalankan bisnisnya meliputi belanja online, pariwisata dan terkakhir asuransi. Bisnisnya dikatakan menjadi terbaik nomor 1 di pelayanan online di bidang pariwisata.

Ia tidak menghadapi semuanya dengan mulus. Setelah pembelian Lycos di 2004, dia mulai terlihat kehilangan kemampuannya menentukan bisnis. Terakhir Daum Direct Car Insurance, Lycos, dan beberapa bisnis lain mengalami kerugian hingga 15,2 juta dollar. Hasilnya, ketika terjadi isu penjualan anak usaha miliknya, harga saham di pasar pun ikut terjun turun. Meski begitu, Lee mangku lebih suka untuk membeli daripada menjual bisnisnya.

Pada 2007, ia telah menjadi pebisnis sukses dan menjankan tugasnya sebagai CEO Daum Corp. Dia telah mengajukan pengunduruan diri sebagai president Daum. Tetapi ia tidak pernah berhenti bekerja, salain Daum Communications Corporation, dia menjadi CEO dari Daum Foundation. Sebuah usaha dimana kegiatanya fokus pada bidang non- profit (tidak mencari untung) dan layanan media.

Dia adalah pengusaha yang tertarik pada usaha sosial dan industri internet atau media. Dia berperan menjadi anggota berbagai perusahaan internet atau media dan non- profit. Ia memiliki gelar B.S dan M.S dari Yonsei University. Lee juga disebut Young Global Leader dari World Economic Forum. Sekarang, dia fokus pada "sopoong" yang merupakan usaha sosial terutama menetaskan perusahaan- perusahaan baru di bidang usaha sosial.

Guru Matematika Jadi Artis Cuma di Korea Selatan


Bisnis online di Korea


Jika kita berbicara tentang musik K- Pop. Apapun tentang video streaming You Tube pastilah tentang musik, menyanyi, dan aktris, tapi aktris yang satu ini bukanlah penyanyi. Kepopulerannya mungkin setara selebriti online lain dalam dunia musik popular Korea Selatan. Namun, siapa sangka, dengan wajah tampannya apa yang tengah dilakukannya bukan menghibur orang. 

Dia seorang guru les privat Matematika yang online melalui video streaming. Cha Kil- young disebut sebagai selebriti unik asal Korea Selatan.

Selain mengajar, Cha juga aktif bernyanyi tapi bukan itu intinya jelas kami. Di sebuah video sosok tampan ini tengah bernyanyi dengan salah satu selebriti Korean Selatan, Clara, yang benar- benar serius bernyanyi. Apa yang terjadi di Korean Selatan tengah disoroti oleh dunia. Negara besar ini tengah disorot atas obsesi negara mereka dalam pendidikan. Dan Cha terdaftar sebagai salah satu guru Matematika terbaik.

Lain dari guru umumnya, ia memilih mengejar melalui sistem online. Melalui video streaming sukses menarik lebih banyak siswa- khususnya siswi untuk menonton. Dia menjalankan online "hagwon" -atau kurus kilat- yang diberinya nama SevenEdu di sevenedu.net. Semuanya tentang bagaimana siswa- siswi untuk belajar bagaimana mempersiapkan diri ke bangku kuliah.

Di negara yang pendidikannya bersaing tinggi. Sosok Cha menarik lebih banyak dari pengajar- pengajar umumnya yang terlihat monoton. Fokusnya ada pada tes masuk Matematik, ya, pelajaran satu ini memang telah menjadi momok tidak hanya di Indonesia. 

Berapa dia dapat: Cha menyebut $8 juta atau miliaran dalam rupiah, hanya dengan mengajar online.

Sekali lagi Cha memanglah guru asli. "Aku jatuh cinta dengan matematika," kata Cha, kemudian mencari apa sajakah yang sedang trendi di online. Dia di keseharian memang sudah terlihat mencolok mengenakan kemeja merah dan celana dan jaket tweed, di kantornya di Gangnam, bukan tampak lusu untuk guru pada umumnya. Bak selebiriti dia tinggal di bagian kaya dari Seoul, yang kemudian dalam lagu "Gangnam Style".

Di Korea ada pepatah, masuklah ke TK terbaik, lalu masuk ke sekolah dasar terbaik, lalu masuk ke sekolah menengah pertama terbaik, hingga seterusnya sampai ke kampus. Bahkan pada level terkecil sudah ada nilai persaingan berat. Bahkan disebutkan pendidikan berpengaruh pada pernikahan. Apakah sesusah itu mencari jodoh di Korea?

Cha sendiri bekerja di Hagwon, dan harus membayari pendidikan PhD -nya sendiri. Memang banyak orang yang berkecukupan memilih bersekolah di luar negeri. Dari pendidikan tingkat tinggi yang disandang Cha, hanya dari online saja, ia mencatat 300.000 siswa tercatat mengikuti pendidikannya. Mereka bahkan akan rela membayar $39 untuk 20 jam pelajaran. Tentu ini lebih murah dari pendidikan umumnya yaitu $600, tapi Cha bisa lebih santai.

Siapa yang tak mau jadi populer seperti artis Korea, padahal dia hanya guru. Dia mengajarkan mereka trik untuk mengambil ujian pada waktunya, termasuk bagaiman shortcut bagi siswa agar memecahkan masalah Matematika lebih cepat. Ditanya apa yang membuatnya lebih menonjol, Cha mengatakan: 

"Misalkan kamu memberikan bahan yang sama dengan 100 koki yang berbeda. Mereka akan membuat masakan yang berbeda meskipun mereka bekerja dengan bahan yang sama. Ini sama dengan kelas matematika. Meskipun itu semua matematika dan semua dalam bahasa Korea, kamu dapat menggunakan bahan yang berbeda untuk datang dengan hasil yang berbeda. "

Studionya diatur dengan papan tulis hijau dan meja, dan di belakang kamera adalah tumpukan alat peraga - termasuk hippo dan masker Batman dan jaket berpayet emas. Semuanya tampak stand- out layaknya artis yang tengah tampil.

"Kamu tidak hanya mengajar subjek, kamu juga harus menjadi entertainer multitalenta," kata Cha, menolak untuk menyebut usianya dan menyebut  dia sudah bekerja selama 20 tahun sebagai guru.

Pada hari ujian SAT, ia akan sibuk untuk mengunjungi sekolah- sekolah untuk memberikan dorongan kepada para pengambil tes. Dia juga melakukan iklan televisi, mendukung produk- produk seperti minuman ginseng merah dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan otak. Lain hal, ada Kwon Kyu-ho, seorang guru sastra peringkat teratas, juga muncul dengan bintang K-pop dan memiliki bisnis sampingan yang menguntungkan dengan dukungan selebriti.

Tujuannya satu yaitu mengajar lebih baik dan memberikan pendidikan lebih baik.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba