Keuletan Pengusaha Muda Mandiri Sop Buah

Profil Pengusaha Gendra Krama


pengusaha muda sop buah
 
Apapun usaha kamu nanti pastikan memiliki pandangan jauh ke depan. Inilah keuletan pengusaha muda mandiri bernama Gendra. Dia mungkin hanya berjualan sop buah, namun inovasinya tak mau berhenti di sekedar sop buah biasa. Jatuh bangun berwirausaha sudah menjadi makanan Gendra di masa lalu.

Pemuda 28 tahun bernama lengkap Gendra Krama Putra Santosa, bukanlah pemuda gengsian yang tak mau turun ke jalan. Dia memiliki passion di bidang entrepreneurship, uniknya kegagalan sudah menjadi "hobinya", sampai Gendra menemuka bisnis real yakni sop buah.

Mahasiswa lulusan IPB tahun 2005, awalnya membuka usaha soto betawai, namun kegagalan yang dia dapatkan. Usahanya tak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Gendra. Akhirnya pengusaha muda ini menyerah dan berhenti berjualan, tapi jangan salah sangka, dia belum menyerah untuk buka usaha lagi.

Hobi Berwirausaha Apapun


Hobi membutuhkan pemikiran kreatif dan perencanaan matang. Selain hobinya entrepreneurship, ia juga memilik hobi lain yakni makan buah durian. Kemudian dia berpikir caranya mengolah durian jadi kuliner unik. Berkat keuletan mencari produk, ia menemukan konsep sop buah dimodifikasi.

Dia mau merubah durian menjadi sop buah. Kala itu di Depok, belum banyak orang yang berjualan sop durian. Bermodalkan Rp.20 juta dimulailah perjalannya berjualan sop durian. Bermodal uang itu dibelinya pendingin, mesin kasir, meja dan kursi, peralatan masak, peralatan makan dan membeli durian.

"Sejak awal saya hanya coba- coba saja, belum punya resep khusus dan penyajiannya hanya juga hanya durian ditambah es," ia menceritakan.

Lambat laun menunya berkembang baik diberi ketan hitam, hingga membuat variasi topping dan juga camilan tambahan. Enam bulan pertama dia mengenang usahanya sepi tidak ada pembeli. Olahan ini terdengar aneh ditelinga masyarakat, namanya durian kok dibuat menjadi sop alhasil jualannya sepi.

Ditambah lagi Gendra hanya membuka satu stan kecil, kalau dari jauh orang tak menyangka kalau dia tengah jualan. Melalui mulut ke mulut jualannya direspon, hingga menjadi viral di masyarakat sekitar. Mereka datang karena penasaran kata orang- orang kalau ini enak.

Perlahan tapi pasti stannya menjadi ramai oleh pembali. Mereka merasa cocok dengan cita rasa sop duriannya. Kemudian Gendra memviralkan bisnisnya ke teman- teman, akhirnya bisnis ini semakin membesar.

Tidak sekedar durian biasa melainkan durian enak asal Sumatra. Untuk memenuhi stok bahan baku, ia biasa membeli 850- 1000 buah, yang dikirim setiap seminggu sekali. Durian berasal Palembang, Sumatra Utara, atau ketika stok kosong Gendra membeli dari Sidikalang, Medan, Sumatra Utara.

Bisnis Besar dari Kecil


Stok buah durian diambil 80% dari Palembang, alasannya karena manis buahnya pas. Dia merasa ini paling cocok. Dibanding durian medan yang dianggapnya terlalu manis, kalau dirasakan terasa ada rasa pahit dilidah dan wanginya menyengat hidung.

Ia menjelaskan bukan sembarang durian menjadi sop. Kalau salah pilih maka rasanya akan berbeda ketika disop. Karena pembeli produknya bukan orang- orang sembarangan, mereka pecinta durian yang bisa membedakan rasa. Untuk itulah dia membuat pengumuman kalau duriannya bukan seperti biasanya.

Maka pembeli tidak akan kecewa dan maklum apabila rasanya beda. Soal mereka jadi membeli atau tidak adalah pilihan. Namanya usaha berbahan alami, kita tak bisa menentukan kualitas bahan atau kuantitasnya. Gendra cuma bisa memilih yang terbaik, memastikan buah cocok dengan racikan sop buahnya.

Saban hari Gendra mampu menjual sampai 30 kilogram, atau setara 200 sampai 300 mangkuk ketika akhir pekan. Bicara omzet blak- blakan, Gendra mengakui mampu meraup omzet sampai 80 juta di akhir pekan, mereka yang membeli kebanyakan warga Depok, Bogor, dan bahkan Jakarta.

Pengusaha muda mandiri ini terus berinovasi aneka menu baru. Stan itupun menjelma menjadi kedai dengan aneka pilihan menu. Ada 20 varian menu unik dari sop durian original, roti, kelapa, kacang hijau, brownies, dan strawberri, harganya dari Rp.8000- 12.000 per- porsi.

Soal promosi salain dari mulut ke mulut, untuk membesarkan usahanya lagi dia menggunakan sarana sosmed. Mereka yang membeli mengakut puas akan cita rasa sop durian. Justru pembeli sendirilah yang menuliskan kesan dan pesan di komentar Facebook, IG, dan Twitter.

Jika ditanya apakah dia mau membuka franchise atau waralaba. Gendra tak mau tergesa- gesa karena semua butuh pemikiran matang. Dia mengatakan dibutuhkan perencanaan sebelum membuka sistem itu. Gendra sendiri lebih memilih fokus pada kedainya, satu tempat yang sedang dia kembangkan.

Ia sendiri menambahkan durian itu musiman. Tak bisa menjamin bahwa stok bahan bakunya akan terus ada, sementar itu Gendra sendiri tak mau menurunkan kualitas sop duriannya. Bila tidak pada musim durian dia pun buka terlambat, yakni pukul 10 pagi sampai 10 malam, dan bisa sampai 24 jam.

Kalau stok durian sangat melimpah dia rela membuka sampai seharian. Tetapi begitu pula jika dia tak mendapatkan stok, maka bisa tutup sampai beberapa hari. Bisnisnya memang tergantung kepada stok buah. Tetapi dari segi dihasilkan lumayan besar, karena memang sangat laris manis diborong orang.

Bayangkan suatu waktu kamu bisa melihat antrian yang mengular, sampai tumpah ruah ke jalan raya depan kedai. Ini bahkan ditegur oleh polisi karena tak cukupnya ruang parkir mobil. Dia dianggap sering menyebabkan kemacetan. Kini, Gendra mempekerjakan 13 orang karyawan, dan mereka kerja shift.

Dendam Pengusaha Muda Beromzet Ratusan Juta

Profil Pengusaha Laksita Pradnya Paramita


pengusaha muda kaos kaki

Dirinya membuktikan bahwa kita bisa membelas dengan prestasi. Dendam pengusaha muda ini jadi omzet ratusan juta. Laksita Paramita mengenang pernah disepelekan, dihina, dan diolok- olok karena hal sepele. Bayangkan karena nilai IQ, dirinya harus menderita trauma bahkan sampai lulus sekolah menengah.

Ia ingat waktu itu sekolahnya mengadakan penilaian IQ. Hasil dari nilai Mitha diluar dugaan karena dibawah 100. Ini sama saja menyatakan bahwa dirinya bodoh secara umum. Akhirnya teman- teman sekolahnya tau, mereka mengolok- olok hasil tes IQ tersebut, menganggapnya sebagai orang gagal.

"Waktu itu saya sampai menangis di kelas," tuturnya.

Pengusaha Muda Terus Berusaha


Suatu saat dia mengalami puncak kemarahan karena nilai IQ nya tersebut. Seorang temannya mulai mengolok- olok lagi. Dia meremehkan kemampuan Mitha, bahkan nyeletuk bahwa kelak dirinya tak akan sukses, alasanya karena nilai IQ nya rendah.

Dia marah, kecewa, kemudian mengutarakan semua kekesalannya. Mitha menantang orang tersebut lima tahun ke depan, kita buktikan saja siapa yang akan sukses duluan.

"Saya sampai bangkit dari kursi, gebrak meja, terus bilang sama dia, lihat aja lima tahun ke depan, siapa yang duluan sukses," jelas dia.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini berpikir ulang ucapanya sendiri. Terbersit pertanyaan keraguan akan kemampuan diri sendiri. Dia mau bekerja apa selepas lulus sekolah menengan nanti. Bukannya bekerja Mitha memilih membuka usaha, beberapa kali mencoba tetapi akhirnya gagal- gagal juga.

Ucapan ketika itu menjadi bahan renungan panjang Mitha. Apalagi dia mengucapkan itu di depan orang banyak. Dia pernah berjualan pulsa, jus, baju wanita, dan ayam tulang lunak. Ia sempat terus mencoba tetapi belum beruntung, semua karena perencanaan tak matang dan kurang manajemen.

Untuk ayam tulang lunak terdapat kisah lucu sekaligus menyedihkan. Pada pertama kali membuka bisnis ayamnya, sempat terjadi kejadian tak enak. Padahal dia sudah membuat acara pembukaan, dari nama dan logo sudah disiapkan, usaha yang bernama Ayam Razet ini memiliki makna "rusak" dalam Sunda.

Begitu selesai "grand opening", eh ternyata pisau untuk jualan tertinggal di rumah, dan Mitha segera bergegas pulang ke rumah. Diperjalanan kembali ke tempat usaha, dia mengalami kecelakaan tepat di seberang Rumah Sakit Borromeus, Jalan Ir. H. Djuanda, yang membuatnya patah tulang.

Dia mendapatkan enam jahitan luka dan diperban. Lucunya kalau dilihat- lihat, posisi lukanya tepat sesuai logo dari usaha Ayam Razet nya. Kaki Mitha diperban, jalannya pincang, memakai tongkat di kanan- kiri, seperti logo ayamnya.

"Aduh, malu banget," kenangnya.

Benar kata orang bahwa logo bisa menjadi doa bagi pemiliknya. Mitha belajar untuk berhati- hati dalam berusaha. Bahkan dalam hal sepele pun, pengusaha muda 20 tahun ini memilih memikirkan matang- matang.

Walaupun gagal dengan bisnis ayam tulang lunak, dia tetap tidak patah semangat karena bukan cuma soal dendam. Mitha juga memiliki passion dibidang kewirausahaan. Jadi dia tetap berusaha sampai menemukan bisnis kaos kaki. Kewirausahaan memang tak mudah, dari itu dia belajar desain kaos kaki sendiri.

Ia mulai berjualan ke segala macam marketplace, dari sana kaos kakinya terjual sampai ke Malaysia, Brunai Darusalam, dan Amerik Serikat. Sukses baginya bukan sekedar menghasilkan banyak uang. Ia menyebut harus juga memberi banyak manfaat.

Bisnis Miliaran Rupiah Anak Muda


Mampu menghasilkan omzet Rp.300 juta perbulan merupakan prestasi. Itu karena dendam pengusaha muda ini terhadap pembully. Kisah seperti ini bukanlah yang pertama, jadi buat kalian yang pernah dibully, maka tirulah perjalanan Mitha yang mampu membalikan keadaan.

Bukan perkara mudah, aneka usaha telah dijalaninya tetapi mengalami kegagalan. Tetapi dia tidak hanya memiliki semangat "membalas dendam". Mitha melakukan semua karena memang passionya di bidang wirausaha, hingga akhirnya dia berhasil sukses besar berkat jualan hal sepele.

Berkat kaos kaki gadis 21 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah, ini berjaya. Dia meraih banyak piagam penghargaan wirausahawan muda. Untuk menunjang passionya dibidang kewirausahaan, sembari dia tetap menjalankan usaha, Mitha memutuskan untuk berkuliah di Young Entrepreneur Academy.

Awal dia berbisnis kaos kaki karena memandang target pasarnya. Para pengusaha menganggap kaos kaki merupakan produk tidak fashion. Alhasil kebanyakan para pengusaha sukses lebih membidik bisnis umum. Padahal kaos kaki sangat tidak inovatif, dan disini lah seharusnya ada kesempatan kita.

Mitha mulai mengembangkan desainnya sendiri. Dia menciptakan kaos kaki bermotif tribal, yang dia dapatkan dari Pasar Baru, Bandung. Ia secara khusus memesannya dengan mencari mitra. Pertama- tama dia melihat respon pasar, dan Mitha pun segera berangkat mencari rekanan sampai ke Bandung.

Dia menjual produknya di Instagram dengan merek Varia Socks. Nama brandnya diambil dari kata Euphoria, yang menjadi doa harapan produknya menjadi uforia. Didirikan tahun 2013, usahanya ini memanfaatkan sosial media terutama Instagram, starteginya dengan memberikan diskon ke teman.

Dengan marketing akun ke akun, usahanya meningkat tajam dari awal diluncurkan. Pasarnya tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke Amerika, Singapura, Malaysia, Brunei dan Australia. Dalam sebulan ia mampu memproduksi 500 pasang, seharga Rp.30 ribu sampai Rp.85 ribu untuk sepasang.

Biografi Softbank Masayoshi Son Mengalahkan Dunia

Biografi Pengusaha Masayoshi Son


pemilik softbank masayoshi son


Siapa tak mengenal namanya yang begitu fenomenal. Biografi Softbank Masayoshi Son, yang bisa melawan dunia. Bahkan dia beberapa kali mengalahkan dunia dengan gerakannya. Namanya dikenal sebagai Raja Startup, anaka investasi besar dilakukan Son, salah satunya yang terkenal di Indonesia, Grab.

Siapakah pemilik Grab maka jawabannya ialah si Masayoshi Son. Terlahir sebagai anak kampung yang berasal dari kota kecil barat pulau Kyushu, Perfektur Saga. Kakeknya berasal dari Korea yang kemudian migran ke Jepang.

Bakat dibidang teknologi sudah semenjak 16 tahun. Ia pindah ke California di umur 16 tahun, dan dikenal super cerdas. Masayoshi mampu lulus Serramonte High dalam waktu 3 minggu, sementara semua keluarganya berada di San Fransisco, semenjak remaja dia dikenal sangat berani dan mandiri.

Pengalamannya menjadi pengusaha dimulai ketika pelajar. Ia membantu beberapa profesor, Son lalu menciptakan translator elektronik, kemudian dijualnya kepada Sharp Corporation untuk $1,7 juta. Ya baru berumur belasan dia sudah menjadi miliarder, dan itupun belum berhenti karena masih ada lagi.

Anak Jenius Teknologi


Son mendapatkan nama ketika berhasil berbisnis di Jepang. Ia berbisnis impor mesin game bekas dari Jepang, mengantungi keuntungan $1,5 juta. Kemudian dia membuka kredit mesin game itu kepada restoran dan apartemen. Mengejar karir bisnisnya Son sempat kebingungan, kemana dia harus kuliah nanti.

Beruntung dia bertemu Den Fujita, Presiden Mc Donald, dan akhirnya dia memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris dan Komputer. Son lulus dari Univ. Brakely dengan B.A bidang Ekonomi tahun 1980. Son sendiri bermarga Yasumoto, tetapi menyandang nama Korea, tujuannya untuk mengajari anak- anak Korea.

Dia menganggap bahwa budaya Jepang dalam kedisplinan bagus. Walaupun memiliki darah asalnya Korea, Son tetap dianggap oleh orang Jepang karena kedua orang tuanya Jepang. Son sendiri sangat mencintai budaya Jepang.

Diusianya 16 tahun dia bertekat untuk menjadi pengusaha. Kisah Masayoshi Son bertemu Den Fujita tidak lah mudah. Dia nekat untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar. Fujita sendiri adalah pendiri Mc Donald Jepang, dan menulis sebuah buku yang Son kagumi dan ikuti.

Son menghubungi asisten Fujita terus- menerus, bertanya untuk bertemu, tetapi selalu ditolak karena satu alasan. Dia selalu berusaha tetapi ditolak karena statusnya, alasannya ya karena pengusaha besar punya skedul ketat dan tidak untuk anak 16 tahun, karena gagal lewat telephon dia nekat untuk ke Tokyo.

Dia langsung datang ke kantor tempat Fujita bekerja. "Kamu tidak perlu harus melihatku. Kamu tak perlu harus berbicara dengan ku. Kamu bisa tetap melanjutkan kerja, yang ingin ku lakukan hanya melihat wajahnya," Son menjelaskan ke asisten Fujita.

Akhirnya sang asisten memberia tau Fujita apakah mau bertemu. Ternyata dia bersedia untuk bertemu walaupun hanya 15 menit. Sifatnya yang keras kepala inilah yang membuat Son sukses. Dia tidak memiliki gelar bidang teknik dan teknologi, bahkan hanya berbekal insting untuk berjualan.

Bisnis Besar Masayoshi Son


Dia tak mengerti teknologi tetapi memiliki bakat berdagang. Sukses menjual translator elektronik ke Sharp, ia mendapatkan $1 juta yang dibagi dengan profesornya, dan itu barulah awal dari bisnis teknologi Son. Tahun 1982, dia tertarik untuk berbisnis publisher, dan meluncurkan dua majalah PC dan Teknologi.

Perusahaan Softbank terbentuk dengan berjualan software. Dia hanya memiliki dua pegawai paruh waktu. Softbank menjadi distributor software untuk perusahaan Jepang. Perusahaannya juga jualan paket untuk ekspor- impor.

Softbank telah memiliki bisnis software dan majalah. Akhir tahun 80 an, perusahaan milik Son mulai membuat teknologinya sendiri, yaitu software telephon. Mereka lalu menjual sistem operasi yang mempermurah biaya telephon domestik, yang akan membuat biaya telephon murah untuk Jepang.

Walaupun telah sukses dengan teknologi bisnis publishernya tidak berhenti. Softbank menstablis diri sebagai perusahaan publsiher besar. Caranya ialah dengan membeli Ziff Davis, pada 1996, sebuah perusahaan media asal Amerika Serikat yang menerbitakan PC Magazine.

Kesuksesa terbesarnya ialah ketika memutuskan untuk membeli saham Yahoo. Softbank menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan ini, dan mendirikan Yahoo Jepang. Son bertaruh uang $372 miliar untuk Yahoo diantara 1995 dan 1998, dan mendapatkan puncaknya dengan berlipat 5 kalinya.

Kekayaan Son meningkat sangat tajam ke puncak orang terkaya. Internet memberikan dampak besar bagi bisnis Son. Dalam tiga hari, dia tercatat sebagai orang terkaya se- Jepang, semua berkat dot com bubble. Tetapi dalam semalam, pada tahun 2000, kekayaannya jatuh drastis kehilangan $70 miliar semalam.

 "Dia sangat agresif, pengambil resiko, berjiwa entrepreneurship. Dia adalah orang yang keren seperti Bill Gates dari Jepang," ujar Steve Vogel, profesor pendidikan Jepang di Berkley.

Banyak pihak melihat jatuhnya seorang pengusaha besar. Biogafri Softbank Masayoshi Son, inilah titik terendah seorang jenius bidang teknologi. Nilai saham perusahaanya Softbank turun sampai 99% dari harga sebelumnya. Itu hantaman keras, tetapi Son tidak pernah goyah dan memilih bekerja keras.

Inilah saatnya dia membangun bisnisnya lagi di teknologi. Saatnya Softbank membawa broadband ke Jepang. Tetapi yang membuatnya sukses besar di masa depan, yakni ketika dia menginvastasikan uang ke perusahaan startup lokal. Perusahaan itu Alibaba yang kemudian menjadi satu raksasa bisnis eCommerce.

"Hidup terlalu singkat untuk hal kecil," jelasnya.

Alibaba menjadi satu raksasa, perusahaan startup yang mendunia, dan Softbank mendapatkan nilai valuasi $130 miliar atau untung 2240 kali dari investasinya. Dengan uang $100 miliar, Softbank berkeliling dunia menginvestasikan ke startup lokal, dan terbukti memunculkan banyak unicorn.

Youtuber Felix Kurniawan Anak Kuliner Review

Profil Pengusaha Youtuber Anak Kuliner


youtuber anak kuliner
 
Kali ini Youtuber Felix Kurniawan, menjelaskan cara menjadi food influencer, memastikan kamu tak perlu memberi kuliner mahal- mahal. Jika mendengar namanya channelnya Anak Kuliner, maka pasti identik kuliner artis. Tetapi tidak melulu seperti itu Felix secara profesional juga menjajal semuanya.

Inilah bagaimana mendapatkan makanan enak dan dapat duit. Jadinya kita makan gratis terus tanpa berhenti ngunyah. Ia menjelaskan bahwa ini cara mempengaruhi pemirsa. Tugas food influencer ialah mempengaruhi orang untuk mencoba kuliner yang direview.

Selain memiliki Youtube Channel, Felix juga memiliki akun sosmed dengan nama sama, brand Anak Kuliner memastikan orang untuk mencoba.

Food Influencer Seleksi Alam


"Tak hanya dipostingan, tapi bagaimana kita bisa menyampaikan bahwa makanan ini enak," jelasnya kepada Tempo.

Tujuannya membuat video di Youtube ialah menggambarkan rasa. Memastikan pemirsa melihat dari ekspresinya bahwa kuliner ini patut dicoba. Berawal dari seringnya mengunggah aneka kuliner di Instagram, kemudian mengikuti aneka gathering foodies.

Awalnya dia tak sengaja bisa bertemu komunitas foodies. Mulailah Felix berbagi cerita mengenai apa kuliner yang layak dicoba. Bertahap pengetahuan akan kuliner meningkat, dari yang biasa sampai mendetail, Felix lebih peka dalam mengekspresikan rasanya.

Ketika ditanya apa yang menjadikannya good food influencer, maka Felix menjawab "Seleksi alam", pasalnya semua memang terjadi begitu saja. Mereka yang foodies saja belum tentu berhasil seperti dirinya.

Berulah kita baru berbicara mengenai teknikal seperti angel foto, jenis kamerannya, pencahayaan dan tahap editing. Itupun akan terseleksi dalam berjalannya waktu mengerjakan. Tak semua orang bisa begitu niat untuk mengeluarkan kocek sendiri.

Felix memberi saran jaman sekarang untuk memakai video. Tetapi bukan berarti menyepelekan foto, karena suatu saat bisa saja diminta pihak restoran. Ingat menjadi food influencer tidak hanya dapat uang dari Youtube, cakupan bisnis dari profesi ini sangat luas termasuk review restoran.

Tetapi tidak juga semua foto dari permintaan restoran. Ia sendiri menyontohkan dirinya sendiri, yang kalau kulinernya menarik kenapa tidak diposting. Kalau reviewnya bagus, kita mungkin akan dapat ucapan terima kasih atau kontak.

Anak Kuliner Review


Tidak sedikit repon negatif datang dari pemilik makanan yang direview. Tapi kebanyakan sih mereka yang kuliner artis. Felix sendiri berupaya seobjectif mungking, walaupun yah terkadang tidak baik diterima si empunya kuliner. Tidak jarang dia diserang oleh fans dari artis yang bisnisnya dia review.

Sudah menjadi resiko bagi artis yang berbisnis kuliner untuk dikritik. Apalagi bukan hanya Felix saja food youtuber, masih ada beberapa akun lain, dan yang bukan akun food influencer juga terkadang ikutan untuk mereview.

Pernah nih dia bersama rekannya mereview kuliner Nia Ramadhani. Sang rekan ini nyeletuk bahwa makanannya mahal dan tak enak. Bahkan tidak hanya pernyataan tetapi ekspresi muka yang begitu. Rekannya Felix ini nampak mengekerutkan alis, agak mengecap lidahnya, dan bilang "gak enak".

Bayangkan jika kamu pemilik usaha melihat makanan dibegitukan. Karena memang konsepnya itu review on the spot, Felix sebenarnya tak bisa disalahkan. Dia sendiri berupaya mungkin tidak untuk merendahkan. Pihak Nia sendiri tetap bangga akan kuenya, walaupun dikatai mahal dan gak enak santai saja.

Mungkin yang pemilik usaha tidak marah tetapi lain cerita fans. Mereka segera membrondong akun Anak Kuliner untuk dibully.

Cerita unik lainnya datang ketika dia mereview Peyek Ibu Syahrini. Review miliknya dibuka dengan tanggapan menganai harganya. Dia dan rekannya terkejut karena harganya Rp.200 ribu. Tetapi begitu datang bukan sekantong melainkan satu setoples.

"Gue merasa miskin habis transfer," celetuk rekannya, Adit.

Mereka tak menyangka jika ini dijual dengan toples super besar. Felix mereview bahwa peyeknya ini istimewa.

"Rasanya itu gurih dan bikin nagih, garingnya (pas), tipis, garing dan enggak ketipisan. Oke kok ini sebenarnya. Untuk rasa ini oke banget," kata Felix.

Alhasil untuk penutup keduanya berkesimpulan bahwa rasanya enak. Ya, kalau enak Felix tak segan untuk menyanjung, tetapi dengan nada bercanda menyebut harganya mahal. Untuk beberapa artis yang kulinernya direview, beberapa menilai gaya reviewnya kurang mengena dihati.

Kisah Pengusaha Mantan Pemulung Jadi Miliarder Porang

Profil Pengusaha Paidi Porang


harga porang miliaran
 
Namanya sontak menggemparkan jaga maya karena unik. Mantan pemulung jadi miliarder, cukup berjualan porang ke luar negeri. Alkisah seorang warga Desa Kepel, Kec. Kere, Kabupaten Madiun yang rumahnya cuma berdinding bambu dan tanahnya masih tidak berlantai.

Sejak tiga tahun terakhir kehidupannya berubah drastis. Namanya Paidi, pengusaha agrobisnis yang melejit berkat porang. Ia menanam sejenis umbi- umbian yang banyam manfaat, yang konon dapat dijadikan bahan kosmetik, bahan obat- obatan, selain bisa dimakan.

Pengusaha gondrong ini pun masa depannya berubah drastis. Ia sukses ekspor porang ke luar negeri, dan mengajak petani- petani lain. Paidi memodali mereka untuk ikutan menanam porang. Dia juga memberikan hadiah Umroh gratis, tujuannya untuk sejahtera bersama bukan cuma dirinya sendiri.

Awal mula mengenal porang dari seorang kawannya. Dia adalah teman satu panti asuhannya di Desa Klangon, Kec. Saradan, Kabupaten Madiun, kira- kira sepuluh tahun silam. Di rumahnya itu dirinya diperkenalkan dengan porang, umbi- umbian yang sudah jadi mata pencaharian desa tersebut.

Tanaman Porang Dipake Buat Apa?


Sebuah pertanyaan yang muncul juga di dalam kepala Paidi. Ternyata ini merupakan bahan baku buat bahan kosmetik. Dia belajar dari temannya tersebut dan tergoda ikutan menanam. Ia meyakinkan Paidi untuk mencari tau di internet, dari internet itu, Paidi semakin yakin ini merupakan bahan pokok dunia.

"Setelah saya cek, ternyata porang menjadi bahan makanan dan kosmetik yang dibutuhkan perusahaan besar di dunia," ucapnya kepada Kontan.

Tetapi tidak mudah dia harus menyelesaikan beberapa masalah. Tanaman porang ini baiknya ditanam dibawah tanaman lain. Keadaan tanah yang berbukit- bukit menyusahkan rencananya. Alhasil dia harus memutar otak untuk mengakalinya, padahal di tempat lain porang ditanam dibawah pohon jati.

Kembali ke internet, tepatnya dari Google, mantan pemulung ini menemukan cara menanam porang di tanah terbuka. Semuanya ia satukan dalam artikel bernama revolusi tanam baru porang. Ia lihat betul dibandingkan menanam dibawah pohon, hasil penelitiannya menghasilkan jumlah panen yang lebih.

Jika umumnya satu hektar menghasilkan tujuh sampai sembilang ton. Dengan revolusi porangnya bisa menghasilkan 70 ton.

Kalau menanam konvensional dibawah pohon lainnya, hanya menghasilkan panen yang lama. Maka dengan caranya bisa mempercepat 2 bulan atau 20 tahun. Pola menanam konvensional hanya mampu berbuah setelah tiga bulan, dengan caranya hanya membutuhkan enam bulan paling cepat.

Google merubah banyak kehidupan masyarakat kampungnya. Pengusaha ini sukses mengembangkan pola tanam baru untuk porang, cuma berbekal Google. Karena dia mendapatkan ilmunya secara gratis dari internet. Seolah Paidi memiliki kewajiban untuk membagikannya, melalui channel Youtube dia berbagi.

Petani Modern 4.0


"Saya buat tutorial di akun infoasalan dan paidiporang," ungkapnya.

Tujuannya adalah mengajarkan para petani untuk sama- sama sukses. Ia ingin menarik lebih banyak petani porang lewat sosmed. Dia menjelaskan bahwa porang mudah ditanam dan gampang dijual. Tidak hanya itu, Paidi meyebutkan omzetnya yang mencapai miliaran rupiah, dan ini menggiurkan.

"Sudah diatas satu miliaran," jelas Paidi, bukannya sombong tetapi mencoba mengajak petani lain, kalau sama- sama untung kan menyenangkan.

Selain mengajak petani di kampungnya untuk menjadi kaya raya. Dia juga ingin mengajak petani di kampungnya untuk berangkat Umroh. Bagi petani yang tidak mampu membeli bibit, Paidi memberi bibit gratis cuma- cuma seberat 30 kg.

Ia memberika syarat untuk petani agar semakin bersemangat. Paidi memberikan waktu 2 tahun, dan membantu intensif untuk menanam dan mengelola. Kalau dihitung dari 30 kg saja petani sudah bisa mendapat Rp.75 juta. Uang panenenya itulah yang digunakan untuk memberangkatkan Umroh suami istri.

Dengan bantuan 30 kg bibit, Paidi sudah memberangkatkan 15 petani berserta keluarganya untuk pergi ke Tanah Suci. Harapannya ialah dia mampu mengangkat ekonomi masyarakat, agar tidak ada lagi orang miskin, hasilnya ialah dua tahun terakhir 85% masyarakat kampungnya menanam porang.

Dulu masyarakat kampung Paidi menanam cengkeh dan durian. Dari jumlah panen saja tidak sampai sebanyak porang. Berkat teknik baru mantan pemulung ini, dari jumlah panen melimpah dan harga pun tinggi. Tahun ini desanya telah menjual sampai Rp.4 miliar, yang punya lahan 1 hektar untung 110 juta.

Untuk membantu petani terhindar dari tengkulak, pihak Kepala Desa Kepel memberikan solusi lewat Bumdes. Badan Usaha Milik Daerah (Bumdes) ini diharapkan menjadi jembatan petani menjual. Ia menambahkan berkat dana desa, masyarakat yang petani terbebas dari tengkulak dan untung terus.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba