Profil Micheal Sampoerna Masa Depan Bisnis Rokok

Profil Pengusaha Michael Sampoerna


profil michael sampoerna
 
Michael Sampoerna merupakan putra sulung Putra Sampoerna. Dia ditugasi membaca masa depan bisnis rokok PT. HM Sampoerna. Menduduki jabatan Direktur pada 2000, sekaligus menggantikan sang ayah yang telah  pensiun.

Kita pernah membahas kisah Putra Sampoerna dengan tajuk sama. Dimana dikisahkan Philip Morris membeli perusahaan PT. HM. Sampoerna pada 2005 silam. Hasil penjualan kemudia didiversifikasi ke aneka bisnis, mulai dari properti, perkebunan, dan infrastruktur.

Pengusaha muda kaya raya yang memiliki pendidikan mumpuni. Michael tercatat pernah belajar di Millfeld School, Somerset, Inggris. Kemudian dia berkuliah di London School of Economics, yang mengambil bisnis keuangan, sekembalinya pada 1998 langsung berkutat dengan bisnis rokok.

Kebijakan Michael termasuk mengembangkan A Mild. Bersama sang ayah, mereka mengambil fokus rasionalisasi atas kebijakan cukai. Produk A Mild sendiri mengandung nikotin lebih rendah dibanding rokok umum. 

A Mild sendiri malah sukses besar walau bernikotin rendah. Produk ini menjadi harapan baru bagi produk keluaran Sampoerna.

Keluar dari bisnis rokok tidak membuat mati kutu. Michael membukitkan mampu menahkodai arah kapalnya. Sang mantan Presider HM Sampoerna sekarang berbisnis kayu. Namanya tersembunyi di balik hiruk pikuk perusahaan lamanya. Dia ternyata tengah membangun kerajaan bisnis baru melalui agrobisnis.

Michael membeli saham 40 persen PT. Sumber Graha Sejahtera, yang bergerak di bidang kehutanan, pengelolaan gedung, perindustrian termasuk pertanian. SGS merupakan pemilik 27,05 persen dari bisnis PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI), Michael terdengar membeli SGS lewat perusahaan.

Dia membeli melalui Three Six Nine, telah diangkat menjadi Komisaris Utama per- 26 April 2005. Michael mengurusi bisnis perkayuan terpadu. Tidak ada perubahan dari inti bisnis dijalankan oleh Sumalindo. Ia bahkan membuat sumber energi mandiri demi mengurangi biaya produksi.

Michael juga tertarik membeli saham miliki Kiani Kertas lewat Bank Mandiri. Namun rencananya ini dikatakan gagal karena kebuntuan negosiasi.

Mengembangkan Startup Bisnis Fashion Ren the Runway

Profil Pengusaha Jennifer Hyman dan Jenny Fleiss


startup fashion terkenal
 
Jennifer Hyman sosok antusias akan teknologi terbaru. Ingin mengembangkan startup bisnis fashion tetapi rumit. Dia bukanlah seorang fashionista. Bukan pula pemilik latar belakang fashion atau desain pakaian. Dia pemilik bisnis startup senilai $190 juta, dan nilai valuasi terbesar di kawasan Inggris.

Ren the Runway memberikan pengalaman terbaru wanita. Bayangkan kamu bisa menyewa pakaian karya desainer terkenal. Kamu bisa menyewa pakaian atau aksesoris buat pergi ke pernikahan, pesta perusahaan atau pribadi, bahkan buat kencan satu malam.

Anak milenial yang tertarik akan pakaian fashion New York akan berhemat. Daripada mereka akan berkeliling mencari pakaian desainer. Alih- alih kamu membeli mahal, mengapa tidak menyewa saja lewat website atau 5 toko milik Jennifer.

Ini akan memberikan kamu bermacam- macam pakaian kapanpun. Buat menghadiri acara bertema tertentu, atau kamu bisa pakai buat berfoto untuk Instagram. Memiliki lebih dari 8 juta pengguna dan menyasar kaum profesional.

Bisnis Masa Depan


Dia bukan sekedar pioner dalam bisnis penyewaan. Lebih dari itu dia seorang pejuang hak, memberi peluang wanita menjadi eksekutif, menjalankan inkubator pengusaha wanita, dan menjadi pembicara akan sexual harassment. Ternyata dia pernah mengalami pelecehan seksual ketika bertemu investor.

Jennifer sosok ahli, memiliki gelar MBA dari Harvard Business School, dan memiliki kemampuan buat melihat pasar. Ia mampu mengenalisa kebutuhan pasar, kebiasaan konsumen, pengelolaan di bidang logistik, dan venture capital.

Tipikal CEO Teknologi bukan pengikut trendsetter. Dia makan pasta lima kali di malam hari selama seminggu. "Saya obsesif," ia mengatakan. "Saya sangat terobsesi akan makanan Meksiko dan Italia, saya merasakan pasta seperti.... makanan menenangkan," ia menambahkan.

Makan pasta memberikan energi bagi sang pengusaha muda. Ini akan membuat hari- harinya jauh lebih baik. Bayangkan menjalankan bisnis fashion tanpa pantangan. Ia tidak minum minuman diet, tidak menghitung kalori, tidak berpikir mengenai makanan karbo "berbahaya".

"Perusahaan ini secara fundamental merubah hubungan kamu dan pakaian kamu," ia tambahkan.

Rent the Runway mungkin tidak menghasilkan pakaian. Tetapi tokonya di Union Square, Manhattan, merupakan mimpi para wanita. Desain bangunan beserta isinya minimalis. Dinding berwarna putih atau abu- abu cerah.

Kamu akan menemukan pakain desainer global berjejer. Toko ini telah dikurator sedemikian rupa hingga bikin kamu betah. Pakaian dipajang menonjolkan kesan dan padangan sang desainer masing- masing. Pakaian dijapang seolah tidak ada satupun tidak menarik buat dibeli.

Penempatan sudut telah diperhitungkan tidak ada kebetulan. Dengan kaca- kaca berjejer ditempeli tulisan motivasi. Tulisan elektronik bertuliskan pesan positif buat tubuh kamu. "Ini bermula ketika Facebook begitu besar dan kamu tidak mau berfoto dengan pakaian yang sama," ia melanjutkan.

Serial Entrepreneur

Beda Jennifer Hyman yang memulai satu startup langsung sukses. Rekannya Jenny Fleiss sudah tidak asing dalam dunia startup. Dia merupakan CEO Jetblack, keduanya merupakan teman sekampus di jurusan sama. Begitu Ren the Runway sukses ia memilih turun menjadi eksekutif perusahaan.

Bukan berarti dia tidak peduli karena masih tercatat pemilik. Ia memilih menjadi dewan Direksi dan penasihat. "Saya seorang serial entrepreneur dalam hati," tuturnya. Ia sudah terbiasa menghadapi masalah baru, dan mulai menyelesaikan masalahnya.

Jenny telah melewati masa sulit bersamaa Ren the Runway. Memiliki 30 tim kerja utama membuat Jenny merasa cukup. Dia telah menitipkan pemikiran hingga rencana ke depan. Tim kerja tersebut sudah lebih dari cukup. Jenny fokus mengembangkan Jetblack menjadi startup masa depannya.

Jetblack merupakan jasa pembelian barang apapun. Para wanita sibuk akan membeli barang dimana saja dengan biaya langganan. Pembelian untuk dikirim sekarang juga atau besok. Pengiriman tidak menambahkan biaya fee ataupun ongkos kirim.

Passionnya lebih membara ketika merintis bisnis apapun. Ia memang serial entrepreneur. Apakah dia semudah itu menjadi entrepreneur. Faktanya dia pernah disarankan bekerja di perbankan, jangan maau mengharapkan sukses melalui entrrepreneurship atau kewirausahaan.

Saran terburuk menurutnya ialah bekerja dulu buat pengalaman. Yang kemudian kamu tarus ke dalam CV kamu. Kita tidak bekerja untuk membangun resume pekerjaan. Tetapi dia melakukan sesuatu yang dia passion kan. Mengejar pengalaman bekerja memang aman tetapi melalaikan pengusaha.

Khusus buat kamu yang tidak yakin bekerja merupakan pertaruhan aman. Dia tidak berpikir karir ini semudah "Saya akan bekerja karena akan membangun resume dan akhirnya bekerja di tempat itu". Ia mengatakan tidak semudah tersebut, karena karir jaman sekarang adalah seperti gym penuh latihan.

Kamu harus bertahan dengan segala dorongan. Orang bisa berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Berpindah dari satu industri ke industri lainnya. Mungkin tidak akan menemukan satu tempat benar- benar aman.

Bila kamu mau bekerja dahulu, pastikan belajar mengenai kepegawaian dan industri. Inilah yang dia lakukan hingga menguasai industri lain. Entrepreneurship mengumpulkan pengalaman bukan untuk sekedar resume (CV kamu).

Tahu Organik Pengusaha Rudik Setiawan Premium

Profil Pengusaha Rudik Setiawan


pengusaha rudik setiawan

Tahu organik buat semua kalangan orang. Pengusaha Rudik Setiawan melihat bisnis dari kacamata berbeda. Dia mencoba mengembangkan bahan panganan organik yang sedang ngetrend akhir- akhir ini. Rudik mencoba berbisnis tahu goreng, bukan sembarang tahu, melainkan tahu berbahan organik.

Bermodal tekat, dia mencoba mengambil pangsa pasar kelas menengah atas. Alasanya dipahami karena bahan bakunya sangat mahal. Tapi, ia mengaku keuntungan tiap produksi bisa mencapai 15-20 persen saja.

Rudik bukanlah sembarang pengrajin tahu. Pendidikan S2 -nya mengambil jurusan agribisnis di Universitas Muhammadiyah, Malang, sehingga membuatnya paham manfaat produk olahan berbahan organik. Dia juga mengetaui aspek bisnisnya ke depan.

Pria kelahiran Malang, 4 Oktober 1984 ini, sudah memulai bisnis tahu sejak SMA kelas 3 di tahun 2001. Ketika itu dirinya melihat bagaimana bisnis tahu berkembang pesat. Tepat disebelah rumahnya ada pabrik tahu yang menyewa tempat.

Usaha Tahu


Rudik menginvastasikan modalnya ke usaha tahu tersebut. Investasi senilai 25 juta didapatnya dari hutang tetangga. Di tahun 2003, pemilik usaha tersebut bangkrut lalu membawa lari semua investasi miliknya.

Jadilah dia mengambil alih semua bisnis ini, ditambah lagi hutang investai dan hutang lain. Bertahap dia berhasil mengumpulkan uang, sedikit- demi sedikit bermodal menjual ampas tahu. Dia masih kekurangan bahkan terpaksa menjual tanah milik kedua orang tuanya.

Singkat cerita, tepat 29 Mei 2004, Rudik mengganti nama pabriknya menjadi industri tahu RDS (berasal dari ketiga anaknya, Rasendria El Furqonia, Dzufairo El Kamila dan  Muhammad Sirhan Syahzani). Ia tak menyerah kemudian melanjutkan bisnis bermodal uang sisa menjual tanah.

Dia setidaknya masih memegang uang 15 juta ditangan, semuanya itu dipasrahkan di bisnis tahu tersebut. Tak disangka persaingan bisnis begitu keras, dia mendapatkan cobaan lain yaitu pengusaha lain yang mencoba mempengaruhi pegawai.

Pengusaha saingan itu mencoba mempengaruhi mereka keluar. Caranya mudah dengan menjanjikan akan diberi uang saku cukup banyak, asal mereka mau keluar dari pabrik. Akhirnya ia ditinggalkan pegawai- pegawainya, setidaknya ada enam orang telah keluar, menyisakan dirinya saja di satu bulan berbisnis.

Namiun Rudik bertahan melalui anak- anak remaja di desanya, Klampok Singosari, Malang. Mereka memang lah buta akan pembuatan tahu tapi mau apalagi, diangkat lah mereka menjadi pegawai.

"Saya cari orang baru yang benar- benar tidak tahu tentang dunia tahu, disitulah mereka saya didik mulai dari nol," papar sarjana matematika, Universitas Brawijaya, Malang ini.

Dia menemukan pangsa pasarnya sendiri. Ia sadar betul kelebihan produk organik segera mengambil inovasi. Rudik  nekat merubah bahan baku tahunya menjadi kedelai organik. Meski mahal dia tetap yakin bisnisnya akan berhasil.

Dia mencoba berbagai hal menjadikan bisnisnya lebih efisien termasuk soal mesin. Rudik merancang sendiri mesinnya termasuk bagaimana mengemas tahunya.

"Saya habiskan waktu beberapa minggu untuk bisa menemukan teknik pembungkusan tahu agar awet dan menarik," ujarnya. Pabriknya menghabiskan 4 kintal kedelai organik tiap harinya, atau memproduksi sekitar 2 ribu- 2,5 ribu potong.

Bisnis Premium


Pangsa pasarnya meliputi pasar tradisional hingga supermarket atau mini- market di daerah Malang. Bukan hanya kelas atas saja ternyata menikmati tahu organik; tetapi semua lapisan masyarakat. Itu membuat  mereka yang mencoba umumnya ketagihan akan rasa.

Rasa mengalahkan uang dikeluarkan, ada sensasi sendiri ketika menikamti tahu Rudi. Rasanya terasa lebih lembut, tidak sangit, ataupun masam. Berlebel organik tahunya dijual seharga Rp.3000 per- kantong untuk kualitas biasa (berlebel pelangi warna merah).

Pengusaha Rudik Setiawan  menerapkan kualitas tinggi (berlebel pelangi warna hijau), Rudik akan menjualnya ke berbagai pasar swalayan seharga Rp.6000 per- kantong. Harganya lebih mahal dua kali dengan tahu biasa di pasaran yaitu Rp.1400 per- kentong.

Meskipun mahal tahu- tahu tersebut tetap laris manis dipasaran. Sang pemilik mengaku beromzet Rp.150 juta per- bulan. Meskin harga jual tinggi, ia mengaku tidak panik ketika harga kedelai naik. Seperti beberapa waktu yang lalu, dimana harga kedelai naik dari Rp.3.500/kg jadi Rp.8000/kg.

Dia begitu yakin karena memang biaya keseluruhan telah diperhitungkan matang- matang, mengingat dirinya ahli matematika. Bahan baku organik itu sendiri bukanlah dari impor melainkan petani lokal bersertifikat asal kawasan Jawa Timur.

Layaknya pengusaha lain tidak berhenti melihat kesempatan. Dia mampu merubah limbah tahunya menjadi bahan pupuk. Kala itu dirinya berpedoman bahwa tahunya tidak mengandung kimiawi. Dia kemudian membangun aliran menuju sawah milik orang tuanya, hasilnya volume panen meningkat.

"Saya juga mengembangkan limbah itu menjadi nata de soya dan biogas," ucap pria lulusan S2 agrobisnis tersebut.

"Tidak ada kata gagal dalam bisnis, yang ada cuma rugi saja, biasanya kita rugi materi, tetapi dibalik itu saya mendaptkan keuntungan immaterial, misalnya mental, pengalaman, relasasi, dan sebagainya yang tidak bisa dihargai dengan uang, jadi semua kerugian merupakan investasi untuk masa mendatang," tambahnya.

Bisnisnya memproduksi berbagai macam, ada tahu iris besar, iris kecil, dan stik tahu. Tahu iris besar dijual Rp.2.000- Rp.2.500 per- potong, khusus industri yang mengolahnya lagi. Iris kecil dijual Rp.1.700- Rp.2000 per- potong, sedangkan stik tahu akan dijualnya seharga Rp1.500 per- 400 gram.

Personal Chef Jill Donenfeld Menawarkan Bisnis Menarik

Profil Pengusaha Jill Donenfeld


bisnis personal chef
 
Pernah mendengar sebutan personal chef mungkin pernah. Tren bisnis menarik yang mulai dilirik di berbagai belahan dunia. Nama Jill Donenfeld digadang- gadang akan menjadi selebirit chef. Wanita cantik yang mencoba keluar dari zona nyaman pejuang kuliner.

Mau makan apa mungkin kamu akan berpikir makan siap antar. Tetapi mengapa tidak mendapatkan chef kamu sendiri. Personal chef memberikan pengalaman masakan kelas restoran. Dengan biaya yang kini mulai bersaing, mampu memanfaatkan segala isi dapur kamu menjadi masakan.

Solusi terbaik bagi makan keluara dengan banyak atau sedikit usaha. Mereka yang telah bersetifikat memiliki kemampuan menciptakan rasa. Para pengusaha sekaligus profesional ini juga menawarkan menu online. Tentu menarik dan sulit ditemukan di tempat makan hingga restroran manapun.

Ada menu online ini tinggal kamu pilih alih- alih kebingungan. Jill merupakan pendiri bisnis Dish's Dishes dari New York. Ia telah membentuk tim pilihan dengan ahli kuliner. Jill tidak hanya menjadi personal Chef dan sendirian, melainkan juga mengelola sekumpulan Chef dalam tim Culinistas.

Personal Taste


Bermula ketika dirinya masih mahasiswi di Bernard Collage. Ia bekerja sebagai babysitter, lalu mulai menyentuh dapur pribadi mereka. Dia mulai ikut memasakan makanan satu keluarga. Kemudian Jill mendapatkan tawaran kepada empat keluarga lainnya.

Jilla memutuskan untuk serius mengembangkan bisnis menarik ini. Dia ingin melanjutkan menjadi seorang personal chef ketika lulus. Kemudian merubah pekerjaan personal chef menjadi bisnis. Maka lahirlah perusahaan Dish's Dishes ini.

Biaya fee $300 kemudian biaya bahan belanjaan. Dia bersama tim akan memasak 6- 8 makanan di rumah klien. Semua telah melalui konsultasi rasa hingga personal taste. Apakah kamu menyukai makanan Asian, Western, atau Europe.

Mereka menawarkan makanan bintang lima hotel. Bahan- bahan baku seperti dibeli pihak hotel dan restoran. Mereka telah meemiliki suplier dari bahan organik dan langsung dari kebun. Bahkan pihak Dish's Dishes mengaku mampu menyajikan makanan restoran Italia bintang lima!

Tim Culinitas akan menyimpankan bahan baku pilihan ke kulkas. Jadilah ini juga menghemat waktu buat pergi berbelanja. Mereka tidak akan membiarkan kulkas kamu kosong. Apalagi meninggalkan di dalamnya bahan tidak berkualitas.

Para Chef ini tak akan membiarkan dapur kotor dan meninggalkan satu noda pun. Sukses Jill berkat kualitas tim Culinitas karena mereka  chef terlatih. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang hebat, lulusan Institute of Culinary Education, sekaligus pernah bekerja untuk Chef pemilik restoran.

Jill selain mengepalai para Chef melalui bisnis Dish's Dishes. Ia memiliki kolom penulis tersendiri di situs stylecaster.com yang membahas makanan. Dia juga diwawancarai soal musik dan makanan buat Salad Days Music.

Jill menulis buku berjudul Cookbook of Madagascar. Pengusaha Chef ini berkunjung pertama kali pada 2005, dan tinggal di sana selama lima bulan.

Membangun Bisnis  Menarik


Ketika berumur 27 tahun, bahkan ketika belum lulus kuliah, Jill telah memiliki rencana bisnis yang tertulis rapih. "Satu hal mendorong hal lainnya, dan semuanya tiba- tiba, disana ada seidaknya empat keluarga aku masakkan," tuturnya.

Jill tak mau setengah- setengah bahkan berhasil dimentori Chef terkenal. Ia murid chef yang ahli di bidang pastry, Karen DeMasco, sekaligus penulis "The Craft of Baking: Cake, Cookies, aand Other Sweets with Ideas for Inventing Your Own, dan sekaligus penulis review untuk The New York Times.

Perasaan campur aduk ketika memasak sendiri. Kehidupan rural perkotaan menginspirasi dirinya membuka bisnis menarik ini. Keluarganya di Ohio terbiasa makan bersama keluarga setiap malam. Ia lalu pindah ke New York, hingga jatuh cinta dengan kuliner perkotaan.

Meskipun dia harus berhadapan dengan makanan tak sehat. Pemahaman yang kurang akan makanan sehat, didukung susahnya mendirikan usaha disini. Dia yang menawarkan makanan sehat tidaklah mudah.

Jill rela merogoh kocek pribadi sebesar $5000, hingga membuat kantor di toko perangkat keras. Dia menciptakan bisnisnya sendiri, karena bersifat dana pribadi maka business plan tidak mendesak, tapi ia menulis business plan menganggapnya alat esensial berbisnis.

"Aku menciptakan business plan untuk peta ku sendiri," ia melanjutkan.

"Tujuan saya ialah membantu orang makan secara sadar," imbuhnya. Banyak kamu bisa dilakukan tanpa uang. Bila kamu pengusaha dan bergantung kepada uang maka kacau. Kamu akan menghadapi masalah serius. Ia menjelaskan menjalankan bisnis adalah soal menjadi kreatif.

Jadikan ide menjadi bekerja dengan kepercayaan akan tujuan. Ide kamu merupakan kekuatan terbesar milik mu. Dia mempromosikan bisnis melalui email. Kemudian dari mulut ke mulut, menyebarkan informasi mengenai layanannya, tetapi dia telah membangun koneksi dulu.

Dia pernah bekerja menjadi Chef. Memiliki koneksi kepada chef- chef berbakat dan baru. Maka Jill menghabiskan lebih banyak waktu menginterview. Ia akan membangun tim super berisikan Chef yang handal. Interview merupakan terpenting bagi pekerjaan berbasis tenaga profesional ini.

Pertama dia akan dudukan mereka menggali skill interpersonal. Kemudian akan mengecek satu per- satu latar belakangnya. Dia juga mengecek tujuan hidup mereka yang hendak dicapai. Bagian paling akhir ialah mirror cooking, dimana mereka memasak sesuai layanan bisnis Jill.

Penilaian dimulai ketika mereka baru masuk ruangan interview. Bagaimana mereka mempresentasi dirinya, melakukan pekerjaan, dan punya kreatifitas dalam setiap masakan. Ia menekankan aspek mereka mampu beradaptasi, alasanya mereka nanti bekerja di lingkungan asing atau rumah klien.

"Ketika klien meminta kita memasak sesuatu kita belum pernah; kami akan belajar caranya," ia menjelaskan.

Para klien merupakan orang profesional, sibuk, dan suka berkumpul. Contoh Molly Schonoveld  yang bekerja sebagai public relation para selebriti dan profesional. Ia mengaku puas akan pekerjaan mereka. Klien terkenal ada  Neil Pattrick Harris, Gwyneth Paltrow, dan the Kadarsians.

Melawan Kelaparan Melalui Entrepreneurship

Profil Pengusaha Lauren Bush


mengatasi kelaparan
 
Peduli akan nasib masyarakat miskin dunia. Model ini melawan kelaparan melalui entrepreneurhip. Ia adalah Lauren Bush, atau Lauren Pierce Bush.. Kelahiran 25 Juni 1984, putra dari pasangan Neil Bush dan Sharon Bush, dan sekaligus cucu perempuan mantan Presiden George H.W Bush.

Dia sekaligus menjadi sepupu mantan Presiden George W. Bush dan mantan Gubernur Florida, Jeb Bush. Merupakan model catwalk sekaligus desainer pakaian. Dia mendirikan Feed Projects. Yang secara garis besar ialah menjual tas FEED untuk makanan.

Proyek pendanaan untuk UN World Food Programe. Melalui koneksinya mampu menembus para selebriti sebagai endorse, dari Ali Larther, Elizabeth Berkley dan Marcia Cross. Proyek impian sejak dirinya berkuliah di Princeton University, berkonsep non- profit dan edukasi.

Model dan Desainer


Lauren kelahiran asal Denver, Colorado, dan tumbuh di Huston, Texas. Dia bersekolah menengah di Kinkaid School di Huston, bersama saudarinya Ashley dan saudaranya Pierce. Lauren pernah bekerja intern di NBC, acara fenomenal Friends. Dia lalu melanjutkan pendidikan di BABE sebagai desainer.

Lauren juga berkuliah di Central Saint Martins Collage of Art and Design. Dia juga lulusan Princeton University pada 2006, mengambil Anthropology dan Photography bersertifikat. Terlahir dari keluarga politisi dan dua orang menjadi Presiden, maka Lauren bukanlah wanita biasa.

Dia merupakan wanita kelas atas atau bangsawan. Bahkan masa remajanya diberi kesampatan bersama Dior, untuk melakukan befoto "debutante". Acara yang diadakan bagi anak bangsawan dan juga aristoktrat dari seluruh penjuru dunia.

Lauren juga merupakan bagian dari Ivy Club. Organisasi sosialita dari Princeton untuk mereka yang berpengaruh. Berbentuk club makan yang diadakan di ruang makan besar dalam mansion. Ia pun mudah bekerja di perusahaan besar, namun Lauren memilih masuk ke dunia permodelan.

Ia masuk ke Elite Modal Management sebelum meluncurkan FEED. Dia tampil untuk majalah kelas dunia seperti Vague dan Vanity Fair. Beberapa kali menjadi model untuk Tommy Hilfiger, begitu juga untuk Abercrombie & Fitch, Gai Mattiolo dan Isaac Mizrahi.

FEED diluncurkan 2007 tentu dengan segala pandangan. Tetapi Lauren meyakini untuk melanjuktan proyek ini. Apalagi UN World Food Programme sendiri yang mensuport mereka. Pada 2008, dia lalu meluncurkan brand fashion, menggunakan nama "Lauren Pierce" bukan "Bush".

Ada pendangan mengapa dia tidak memakai nama "Bush". Inipun dijawab bahwa "Bush" telah jadi identik dengan politik. Nama Pierce sendiri merupakan nama tengah neneknya dan nama adik laki- lakinya.

"Ini bukan soal merendahkan nama belakang saya seperti membandingkan kecintaan akan nama Pierce," ucapnya, yang sama- sama mencintai dua nama tersebut. Tetapi baginya keputusan untuk menjadi fashion designer adalah passionnya.

FEED Project


Oktober 2017, FEED telah menyalurkan lebih dari 100 miliar makanan ke seluruh dunia, dan semua berasal dari penjualan produk. Di 2014, dia meluncurkan FEED Super, aplikasi yang bisa diunduh untuk sosial. Dimana orang bisa melakukan donasi selama 30 hari untuk mengadakan makan besar.

FEED Super membuka donasi dimana orang bisa membawa makanan. Itu semua nanti akan dimakan bersama mengatasi kelaparan. Pada 2015, dia mengajukan surat terbukan untuk organisasi bernama One Campaign, ditunjukan kepada Angela Markel dan Nkosazana Diamini- Zuma.

Dia berharap kepada dua pemimpin tersebut lebih proaktif. Keduanya yang akan memimpin G7 dari Jerman dan Afrika Selatan, diharapkan lebih peduli akan perempuan untuk memberikan perubahan di genarasi mendatang terbebas dari kelaparan dan kurang gizi.

Tahun 2012 mendapatkan penghargaan National Lady Godiva Honoree dari Lady Godiva Program. Penghargaan kemudian diberikan 2013 untuk World Children Awards, untuk proyek FEED beserta semua kegiatan mengatasi kelaparan anak sedunia.

Maka Majalah Fortune mememberi penghargaan Most Powerful Women 2009, dilanjutkan Majalah Inc 30 Under 30 pada 2010. "Kelaparan merupakan masalah membandel dan jadilah banyak orang yang kebingungan menghadapinya," tuturnya.

Lauren mengatakan FEED memiliki banyak desain tas awal. Kebanyakan desain disesuaikan kepada pihak UN World Food Programe School Feed Program, bersama pihak UNICEF menangani masalah malnutrisi. FEED akan memberikan gambaran titik mana butuh bantuan serta akan menjadi apa.

Ambil contoh Guatemala dimana FEED masuk pertama kali. Lauren bersama lembaga dunia tersebut membantu. Bukan sekedar menurunkan makanan melainkan solusi aplikatif. Alhasil beberapa tahun kemudian, Pemerintahan Guatemala sudah tidak membutuhkan bantuan dari luar.

Inilah tujuan utama dari program tersebut bukan sekedar makan. UNICEF melalui FEED memberi pogram satu tas dibuat di Kenya, dijual dan setiap satu penjualan memberi makan dua anak. Mereka menerapkan tas artistik, yang dikembangkan pengrajin lokal untuk kebutuhan negara mereka sendiri.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba