Personal Chef Jill Donenfeld Menawarkan Bisnis Menarik

Profil Pengusaha Jill Donenfeld


bisnis personal chef
 
Pernah mendengar sebutan personal chef mungkin pernah. Tren bisnis menarik yang mulai dilirik di berbagai belahan dunia. Nama Jill Donenfeld digadang- gadang akan menjadi selebirit chef. Wanita cantik yang mencoba keluar dari zona nyaman pejuang kuliner.

Mau makan apa mungkin kamu akan berpikir makan siap antar. Tetapi mengapa tidak mendapatkan chef kamu sendiri. Personal chef memberikan pengalaman masakan kelas restoran. Dengan biaya yang kini mulai bersaing, mampu memanfaatkan segala isi dapur kamu menjadi masakan.

Solusi terbaik bagi makan keluara dengan banyak atau sedikit usaha. Mereka yang telah bersetifikat memiliki kemampuan menciptakan rasa. Para pengusaha sekaligus profesional ini juga menawarkan menu online. Tentu menarik dan sulit ditemukan di tempat makan hingga restroran manapun.

Ada menu online ini tinggal kamu pilih alih- alih kebingungan. Jill merupakan pendiri bisnis Dish's Dishes dari New York. Ia telah membentuk tim pilihan dengan ahli kuliner. Jill tidak hanya menjadi personal Chef dan sendirian, melainkan juga mengelola sekumpulan Chef dalam tim Culinistas.

Personal Taste


Bermula ketika dirinya masih mahasiswi di Bernard Collage. Ia bekerja sebagai babysitter, lalu mulai menyentuh dapur pribadi mereka. Dia mulai ikut memasakan makanan satu keluarga. Kemudian Jill mendapatkan tawaran kepada empat keluarga lainnya.

Jilla memutuskan untuk serius mengembangkan bisnis menarik ini. Dia ingin melanjutkan menjadi seorang personal chef ketika lulus. Kemudian merubah pekerjaan personal chef menjadi bisnis. Maka lahirlah perusahaan Dish's Dishes ini.

Biaya fee $300 kemudian biaya bahan belanjaan. Dia bersama tim akan memasak 6- 8 makanan di rumah klien. Semua telah melalui konsultasi rasa hingga personal taste. Apakah kamu menyukai makanan Asian, Western, atau Europe.

Mereka menawarkan makanan bintang lima hotel. Bahan- bahan baku seperti dibeli pihak hotel dan restoran. Mereka telah meemiliki suplier dari bahan organik dan langsung dari kebun. Bahkan pihak Dish's Dishes mengaku mampu menyajikan makanan restoran Italia bintang lima!

Tim Culinitas akan menyimpankan bahan baku pilihan ke kulkas. Jadilah ini juga menghemat waktu buat pergi berbelanja. Mereka tidak akan membiarkan kulkas kamu kosong. Apalagi meninggalkan di dalamnya bahan tidak berkualitas.

Para Chef ini tak akan membiarkan dapur kotor dan meninggalkan satu noda pun. Sukses Jill berkat kualitas tim Culinitas karena mereka  chef terlatih. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang hebat, lulusan Institute of Culinary Education, sekaligus pernah bekerja untuk Chef pemilik restoran.

Jill selain mengepalai para Chef melalui bisnis Dish's Dishes. Ia memiliki kolom penulis tersendiri di situs stylecaster.com yang membahas makanan. Dia juga diwawancarai soal musik dan makanan buat Salad Days Music.

Jill menulis buku berjudul Cookbook of Madagascar. Pengusaha Chef ini berkunjung pertama kali pada 2005, dan tinggal di sana selama lima bulan.

Membangun Bisnis  Menarik


Ketika berumur 27 tahun, bahkan ketika belum lulus kuliah, Jill telah memiliki rencana bisnis yang tertulis rapih. "Satu hal mendorong hal lainnya, dan semuanya tiba- tiba, disana ada seidaknya empat keluarga aku masakkan," tuturnya.

Jill tak mau setengah- setengah bahkan berhasil dimentori Chef terkenal. Ia murid chef yang ahli di bidang pastry, Karen DeMasco, sekaligus penulis "The Craft of Baking: Cake, Cookies, aand Other Sweets with Ideas for Inventing Your Own, dan sekaligus penulis review untuk The New York Times.

Perasaan campur aduk ketika memasak sendiri. Kehidupan rural perkotaan menginspirasi dirinya membuka bisnis menarik ini. Keluarganya di Ohio terbiasa makan bersama keluarga setiap malam. Ia lalu pindah ke New York, hingga jatuh cinta dengan kuliner perkotaan.

Meskipun dia harus berhadapan dengan makanan tak sehat. Pemahaman yang kurang akan makanan sehat, didukung susahnya mendirikan usaha disini. Dia yang menawarkan makanan sehat tidaklah mudah.

Jill rela merogoh kocek pribadi sebesar $5000, hingga membuat kantor di toko perangkat keras. Dia menciptakan bisnisnya sendiri, karena bersifat dana pribadi maka business plan tidak mendesak, tapi ia menulis business plan menganggapnya alat esensial berbisnis.

"Aku menciptakan business plan untuk peta ku sendiri," ia melanjutkan.

"Tujuan saya ialah membantu orang makan secara sadar," imbuhnya. Banyak kamu bisa dilakukan tanpa uang. Bila kamu pengusaha dan bergantung kepada uang maka kacau. Kamu akan menghadapi masalah serius. Ia menjelaskan menjalankan bisnis adalah soal menjadi kreatif.

Jadikan ide menjadi bekerja dengan kepercayaan akan tujuan. Ide kamu merupakan kekuatan terbesar milik mu. Dia mempromosikan bisnis melalui email. Kemudian dari mulut ke mulut, menyebarkan informasi mengenai layanannya, tetapi dia telah membangun koneksi dulu.

Dia pernah bekerja menjadi Chef. Memiliki koneksi kepada chef- chef berbakat dan baru. Maka Jill menghabiskan lebih banyak waktu menginterview. Ia akan membangun tim super berisikan Chef yang handal. Interview merupakan terpenting bagi pekerjaan berbasis tenaga profesional ini.

Pertama dia akan dudukan mereka menggali skill interpersonal. Kemudian akan mengecek satu per- satu latar belakangnya. Dia juga mengecek tujuan hidup mereka yang hendak dicapai. Bagian paling akhir ialah mirror cooking, dimana mereka memasak sesuai layanan bisnis Jill.

Penilaian dimulai ketika mereka baru masuk ruangan interview. Bagaimana mereka mempresentasi dirinya, melakukan pekerjaan, dan punya kreatifitas dalam setiap masakan. Ia menekankan aspek mereka mampu beradaptasi, alasanya mereka nanti bekerja di lingkungan asing atau rumah klien.

"Ketika klien meminta kita memasak sesuatu kita belum pernah; kami akan belajar caranya," ia menjelaskan.

Para klien merupakan orang profesional, sibuk, dan suka berkumpul. Contoh Molly Schonoveld  yang bekerja sebagai public relation para selebriti dan profesional. Ia mengaku puas akan pekerjaan mereka. Klien terkenal ada  Neil Pattrick Harris, Gwyneth Paltrow, dan the Kadarsians.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba