Pemilik Snazzy Boom Wirausaha Makanan Jadul

Profil Pengusaha Ryan Angkawijaya


pengusaha arumanis snazzy boom

Prospek bisnis kuliner terutama jajanan terbuka luas. Pemilik Snazzy Boom wirausaha makanan jadul ini contohnya. Pengusaha muda bernama Ryan Angkawijaya, merasakan betul kesuksesannya berkat inovasi berlanjut. Ryan tak ingin makanan jadul ini hanya akan dikenang atau hilang dari peredaran.

Dia mengaku bekerja keras untuk mengangkat jajanan ini. Ryan mampu membuktikan makanan yang hampir punah ini bisa dikembalikan. Restorasi jajanan yang disebut rambut nenek ini, diinovasikan dengan cita rasa modern. Dia mengisahkan bisnis rambut nenek tidak serta merta menjadi nyata.

Ryan pernah membuka usaha dibidang konveksi. Anggapan bahwa bisnis jenis ini masih memiliki banyak peluang, faktanya Ryan bangkrut. Dia juga pernah terkena tipu oleh orang kepercayaanya. Ia menyebutkan total kerugian sampai ratusan juta.

"Dan memaksa saya harus menjual semua alat- alat konveksi saya," tuturnya.

Pengusaha muda ini menjual apa saja untuk menutup kerugian. Kondisi keuangannya terpuruk, cuma menyisakan uang dikantong Rp.3 juta saja. Dia hampir putus asa. Tetapi ide bisnis bisa datang kapan saja loh, dia waktu itu bertemu seorang teman yang memiliki bisnis arumanis rumahan.

Wirausahakan Makanan Jadul


Pertemuan tersebut membuatnya terusik ingin mencoba. Ingin rasanya dia mengetahui segala tentang rambut nenek. Dia menyadari bahwa jajanan ini telah punah di pasaran. Pedagang kaki lima jaman sekarang lebih memilih berjualan cilok, batagor, dan jajanan lainnya.

Arum manis atau rambut nenek yang hampir punah ini, membuat Ryan semakin penasaran untuk bisa membangkitkan kembali. Ryan memutuskan untuk menggeluti bisnis makanan jadul ini. Namun dia membutuhkan penelitian lebih lanjut, dan menemukan jalannya dengan temannya yang satu lagi.

Dia bertemu seorang teman di suatu acara pernikahan. Mereka kemudian berbincang serius tentang arumanis. Teman sekolahnya dulu itu mengeluhkan ingin makan arumanis lagi, tetapi dia kesulitan untuk menemukan itu.

Akhirnya dia mantap, untuk mengembangkan bisnis jajanan jadul arumanis atau rambut nenek. Dia melakukan riset terlebih dahulu. Akhirnya pada 11 Januari 2017, pengusaha muda ini meluncurkan bisnis rambut nenek yang bernama Snazzy Boom, yang tidak mudah langsung sukses begitu saja.

Visi perusahaan kecilanya tidak lah semudah dibayangkan. Ia ingin menaikan pamor arumanis seperti dulu. Misinya bagaimana mengemasnya agar tidak punah dimakan jaman. Pengusaha muda ini betul merasakan tidak semudah dibayangkan, 2- 3 bulan pertama merupakan bulan terberatnya berbisnis ini.

"Segala strategi dan riset yang saya lakukan mengalami kegagalan," ia berujar.

Ia bercerita bagaimana cuma laku 5- 10 pcs saja. Bahkan bisa sampai tidak laku sama sekali alias dia merugi. "...bahkan lebih sering tidak laku sama sekali," kenangnya. Aneka startegi marketing Ryan pernah mencoba, dari menjual langsung di jalanan, ke dalam mall- mall, dan masuk pasar tradisional.

Pengusaha Siap Bangkrut


Ryan pernah diusir dan diamankan petugas satpam, bahkan dituding jualan narkoba. Dia kemudian memutuskan rehat sejenak selam 2 minggu. Beruntung dia tidak sendirian, bersama beberapa orang yang satu tim, mereka belajar lagi, mengevaluasi semua aspek, dan berpikir caranya gimana.

Mereka melakukan kembali rebranding, packing, menarget baru, positioning, dan lain- lain. Jujur dia sempat ketakutan karena dituding jualan permen narkoba. Tetapi semuanya diperbaiki, Ryan lalu bangkit kemudian menjual kembali, hasilnya 1000 pcs dan merekrut 300 reseller untuk 1 minggu.

Kamu bayangin dulu dia jualan 10 pcs saja setengah mati. Sekarang Ryan mampu menjual lebih dari seribu perbulan. Namun masalah belum selesai ya, karena rekan bisnisnya memilih keluar, dan sangat berefek kepada bisnis Snazzy Boom.

Dia jatuh kembali ke titik dasar. Dari semua karyawan hanya menyisakan satu orang bertahan. Sosok karyawannya ini sangat setia, berdedikasi, dan menyamangati Ryan. Ia pun berjanji akan menaikan derajat karyawannya ini. Dia sangat menghargai karyawan tersebut meskipun cuma lulusan SMP.

Ryan mampu mendorong bisnis kembali bangkit, dan menepati janjinya kepada sang karyawan. Ia bisa menggaji karyawannya itu hingga membeli rumah. Bertahap bisnis Snazzy Boom bangkit hingga mempunyai karyawan banyak, tetapi dia kemudian ditipu oleh karyawan adminnya.

Dia ditipu sejak November 2017, dan baru menyadari penipuan tersebut pada Agustus 2018. Ini yang membuatnya mengibarkan bendera putih alias bangkrut lagi. Hati kecilnya masih belum menyerah untuk mencoba. Dia berpikir pasti ada jalan, dan singkat cerita Ryan merombak semua sistem kerja.

Snazzy Boom memulai dari awal belajar dari kesalahan. Ryan merombak dari sistem produksi, tim penjualan, dan semua kini lebih tertata. Perombakan tersebut menghentak kesuksesannya menjadi 3 kali lipat. Snazzy Boom mampu merekrut 3000 reseller, 30 distributor, dan tersebar seindonesia.

Ryan mampu membuktikan bahwa bisnis seperti tak kalah. Dia mampu menghasilkan omzet Rp.250 juta. Mitranya bahkan mampu menjual 3 ribuan pcs sendirian. Setiap mitra Snazzy Boom mendapat untung Rp.5 ribu per- pcs, yang menjual aneka rasa mulai dari cokelat, melon, durian, nanas, dll.

Dia pun diganjar aneka penghargaan mulai dari daerah sampai nasional. Ryan juga memenangkan dana Wismillah Success Challenge 2018. "Perjuangan itu seperti arumanis, jika tekun menjalaninya akan terasa manis pada akhirnya," tutup pemikik Snazzy Boom, Wirausaha makanan jadul ini.

Game Viral Flappy Bird Pengusaha Dong Nguyen

Profil Pengusaha Dong Nguyen


game viral flappy bird

Kisah game ini sangat unik karena tingkat keviralan mendunia. Game viral Flappy Bird, inilah kisah pengusaha Dong Nguyen, yang "menyesal" telah membuat game ini. Walaupun secara tampilan yang sangat meniru game populer Mario Bros, serta aspek- aspek lain yang dianggap tidak orisinal; tetap menuai sukses.

Pasalnya game ini sangat mudah dimainkan, tetapi susah untuk ditamatkan. Prinsip endless point nya membuat game Flappy Bird bisa sangat membosankan, tetapi menantang. Para pemain hanya akan melewati sela pipa, tanpa ada batasan garis finish, yang ada hanyalah skor yang tercantum, dan suara koin.

Bahkan tingkat kesulitan pun tak berkembang, tidak ada evolusi pada pipa atau cara main. Jika di Mario Bros ada trik kekuatan, variasi tempat, dan tambahan tantangan; Flappy Bird monoton. Namun anehnya pemain sangat adiktif untuk memainkannya.

Dong Nguyen seorang pria 29 tahun, asal Van Phuc dekat Hanoi, Vietnam. Dia sangat suka dengan permainan Super Mario Bros. Sejak kecil usia 16 tahun ia sudah mengenal dunia koding, dan pada usia 19 tahun, memenangkan kesempatan intern Punch Entertainment, satu dari beberapa perusahaan game.

Game Legendaris Viral Sepanjang Masa


Suatu ketika dia menggunakan iPhone, Dong menemukan bahwa game viral kala itu Angry Bird itu terlalu sulit. Dia membutuhkan game yang lebih sederhana seperti Pong. Perlu kamu tau bahwa game ini sangat populer, karena mudah berkonsep bola yang melompat- lompat, inilah cikal bakal Flappy Bird.

Game Flappy Bird merupakan perpaduan antara Mario dan Pong. Jika mereka berkonsep melompati halang rintang, maka Flappy Bird memastikan tetap melayang. Konsep Dong ialah membuat game yang selalu move on. Proses pembuatan Flappy Bird ini cuma membutuhkan dua sampai tiga tahun.

Karakter game viral Flappy Bird, Faby, awalnya didesain untuk satu game gagal di 2012. Rancangan Faby ditolak, lalu menjadi ikonik di game Flappy Bird, yang berkonsep seperti game pingpong. Ia mengatakan game ini awalnya sangat mudah, maka konsep akhirnya dia kembangkan jadi lebih sulit.

Konsep gamenya jadi kemudian dilempar ke masyarakat. Didownload secara gratis, Dong mengambil untung dari pengiklan di dalam Flappy Bird. Ia mengatakan bahwa game barat itu susah. Maka ia melalui perusahaanya, dotGears, meluncurkannya dengan konsep "sangat terinspirasi dari game retro keemasan".

"Semuanya jelas, sangat susah dan sangat menyenangkan untuk dimainkan," ia menjelaskan.

Game ini direncanakan pada 24 Mei 2013, dengan target iPhone 5 dan kemudian diupdate untuk iOS 7, pada Januari 2014 itu menjadi app tertinggi untuk Amerika dan China. Ketika dia memasukan ini ke app store untuk Inggris, namanya disebut sebagai "Angry Bird Baru", dan menjadi paling diunduh.

Pendapatan Dong mencapai $50.000 cuma dari iklan di dalam gamenya. Namun tiba- tiba, pada 8 Februari 2014, dia menyatakan menarik semua game tersebut dari App Store dan Google Play, yang mana alasanya karena dia sudah tak sanggup lagi!

"Saya minta maaf pengguna Flappy Bird, 22 jam sejak saat ini, saya akan menarik game ini. Saya tak sanggup lagi," twitnya.

Taukah anda bahwa Flappy Bird menyebabkan kecanduan global. Pemainnya merasa selalu ingin bermain untuk mencapai nilai tertinggi. Padahal kalau kamu memainkan ini maka harus mengulang nilai dari awal. Walaupun begitu pemain tetap melanjutkan karena game ini mudah, harusnya mereka bisa.

Dalam sebuah artikel berita Vietnam dijelaskan game ini sangat mirip. Dong dikatakan menjiplak dari Kek, seorang developer game Pou Pou -yang juga viral global. Disisi lain game ini dianggap meniru grafik dari Mario Bros, yang mana dari pihak Nintendo sendiri menanggapinya santai dan tak menuntut.

Keuletan Pengusaha Muda Mandiri Sop Buah

Profil Pengusaha Gendra Krama


pengusaha muda sop buah
 
Apapun usaha kamu nanti pastikan memiliki pandangan jauh ke depan. Inilah keuletan pengusaha muda mandiri bernama Gendra. Dia mungkin hanya berjualan sop buah, namun inovasinya tak mau berhenti di sekedar sop buah biasa. Jatuh bangun berwirausaha sudah menjadi makanan Gendra di masa lalu.

Pemuda 28 tahun bernama lengkap Gendra Krama Putra Santosa, bukanlah pemuda gengsian yang tak mau turun ke jalan. Dia memiliki passion di bidang entrepreneurship, uniknya kegagalan sudah menjadi "hobinya", sampai Gendra menemuka bisnis real yakni sop buah.

Mahasiswa lulusan IPB tahun 2005, awalnya membuka usaha soto betawai, namun kegagalan yang dia dapatkan. Usahanya tak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Gendra. Akhirnya pengusaha muda ini menyerah dan berhenti berjualan, tapi jangan salah sangka, dia belum menyerah untuk buka usaha lagi.

Hobi Berwirausaha Apapun


Hobi membutuhkan pemikiran kreatif dan perencanaan matang. Selain hobinya entrepreneurship, ia juga memilik hobi lain yakni makan buah durian. Kemudian dia berpikir caranya mengolah durian jadi kuliner unik. Berkat keuletan mencari produk, ia menemukan konsep sop buah dimodifikasi.

Dia mau merubah durian menjadi sop buah. Kala itu di Depok, belum banyak orang yang berjualan sop durian. Bermodalkan Rp.20 juta dimulailah perjalannya berjualan sop durian. Bermodal uang itu dibelinya pendingin, mesin kasir, meja dan kursi, peralatan masak, peralatan makan dan membeli durian.

"Sejak awal saya hanya coba- coba saja, belum punya resep khusus dan penyajiannya hanya juga hanya durian ditambah es," ia menceritakan.

Lambat laun menunya berkembang baik diberi ketan hitam, hingga membuat variasi topping dan juga camilan tambahan. Enam bulan pertama dia mengenang usahanya sepi tidak ada pembeli. Olahan ini terdengar aneh ditelinga masyarakat, namanya durian kok dibuat menjadi sop alhasil jualannya sepi.

Ditambah lagi Gendra hanya membuka satu stan kecil, kalau dari jauh orang tak menyangka kalau dia tengah jualan. Melalui mulut ke mulut jualannya direspon, hingga menjadi viral di masyarakat sekitar. Mereka datang karena penasaran kata orang- orang kalau ini enak.

Perlahan tapi pasti stannya menjadi ramai oleh pembali. Mereka merasa cocok dengan cita rasa sop duriannya. Kemudian Gendra memviralkan bisnisnya ke teman- teman, akhirnya bisnis ini semakin membesar.

Tidak sekedar durian biasa melainkan durian enak asal Sumatra. Untuk memenuhi stok bahan baku, ia biasa membeli 850- 1000 buah, yang dikirim setiap seminggu sekali. Durian berasal Palembang, Sumatra Utara, atau ketika stok kosong Gendra membeli dari Sidikalang, Medan, Sumatra Utara.

Bisnis Besar dari Kecil


Stok buah durian diambil 80% dari Palembang, alasannya karena manis buahnya pas. Dia merasa ini paling cocok. Dibanding durian medan yang dianggapnya terlalu manis, kalau dirasakan terasa ada rasa pahit dilidah dan wanginya menyengat hidung.

Ia menjelaskan bukan sembarang durian menjadi sop. Kalau salah pilih maka rasanya akan berbeda ketika disop. Karena pembeli produknya bukan orang- orang sembarangan, mereka pecinta durian yang bisa membedakan rasa. Untuk itulah dia membuat pengumuman kalau duriannya bukan seperti biasanya.

Maka pembeli tidak akan kecewa dan maklum apabila rasanya beda. Soal mereka jadi membeli atau tidak adalah pilihan. Namanya usaha berbahan alami, kita tak bisa menentukan kualitas bahan atau kuantitasnya. Gendra cuma bisa memilih yang terbaik, memastikan buah cocok dengan racikan sop buahnya.

Saban hari Gendra mampu menjual sampai 30 kilogram, atau setara 200 sampai 300 mangkuk ketika akhir pekan. Bicara omzet blak- blakan, Gendra mengakui mampu meraup omzet sampai 80 juta di akhir pekan, mereka yang membeli kebanyakan warga Depok, Bogor, dan bahkan Jakarta.

Pengusaha muda mandiri ini terus berinovasi aneka menu baru. Stan itupun menjelma menjadi kedai dengan aneka pilihan menu. Ada 20 varian menu unik dari sop durian original, roti, kelapa, kacang hijau, brownies, dan strawberri, harganya dari Rp.8000- 12.000 per- porsi.

Soal promosi salain dari mulut ke mulut, untuk membesarkan usahanya lagi dia menggunakan sarana sosmed. Mereka yang membeli mengakut puas akan cita rasa sop durian. Justru pembeli sendirilah yang menuliskan kesan dan pesan di komentar Facebook, IG, dan Twitter.

Jika ditanya apakah dia mau membuka franchise atau waralaba. Gendra tak mau tergesa- gesa karena semua butuh pemikiran matang. Dia mengatakan dibutuhkan perencanaan sebelum membuka sistem itu. Gendra sendiri lebih memilih fokus pada kedainya, satu tempat yang sedang dia kembangkan.

Ia sendiri menambahkan durian itu musiman. Tak bisa menjamin bahwa stok bahan bakunya akan terus ada, sementar itu Gendra sendiri tak mau menurunkan kualitas sop duriannya. Bila tidak pada musim durian dia pun buka terlambat, yakni pukul 10 pagi sampai 10 malam, dan bisa sampai 24 jam.

Kalau stok durian sangat melimpah dia rela membuka sampai seharian. Tetapi begitu pula jika dia tak mendapatkan stok, maka bisa tutup sampai beberapa hari. Bisnisnya memang tergantung kepada stok buah. Tetapi dari segi dihasilkan lumayan besar, karena memang sangat laris manis diborong orang.

Bayangkan suatu waktu kamu bisa melihat antrian yang mengular, sampai tumpah ruah ke jalan raya depan kedai. Ini bahkan ditegur oleh polisi karena tak cukupnya ruang parkir mobil. Dia dianggap sering menyebabkan kemacetan. Kini, Gendra mempekerjakan 13 orang karyawan, dan mereka kerja shift.

Dendam Pengusaha Muda Beromzet Ratusan Juta

Profil Pengusaha Laksita Pradnya Paramita


pengusaha muda kaos kaki

Dirinya membuktikan bahwa kita bisa membelas dengan prestasi. Dendam pengusaha muda ini jadi omzet ratusan juta. Laksita Paramita mengenang pernah disepelekan, dihina, dan diolok- olok karena hal sepele. Bayangkan karena nilai IQ, dirinya harus menderita trauma bahkan sampai lulus sekolah menengah.

Ia ingat waktu itu sekolahnya mengadakan penilaian IQ. Hasil dari nilai Mitha diluar dugaan karena dibawah 100. Ini sama saja menyatakan bahwa dirinya bodoh secara umum. Akhirnya teman- teman sekolahnya tau, mereka mengolok- olok hasil tes IQ tersebut, menganggapnya sebagai orang gagal.

"Waktu itu saya sampai menangis di kelas," tuturnya.

Pengusaha Muda Terus Berusaha


Suatu saat dia mengalami puncak kemarahan karena nilai IQ nya tersebut. Seorang temannya mulai mengolok- olok lagi. Dia meremehkan kemampuan Mitha, bahkan nyeletuk bahwa kelak dirinya tak akan sukses, alasanya karena nilai IQ nya rendah.

Dia marah, kecewa, kemudian mengutarakan semua kekesalannya. Mitha menantang orang tersebut lima tahun ke depan, kita buktikan saja siapa yang akan sukses duluan.

"Saya sampai bangkit dari kursi, gebrak meja, terus bilang sama dia, lihat aja lima tahun ke depan, siapa yang duluan sukses," jelas dia.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini berpikir ulang ucapanya sendiri. Terbersit pertanyaan keraguan akan kemampuan diri sendiri. Dia mau bekerja apa selepas lulus sekolah menengan nanti. Bukannya bekerja Mitha memilih membuka usaha, beberapa kali mencoba tetapi akhirnya gagal- gagal juga.

Ucapan ketika itu menjadi bahan renungan panjang Mitha. Apalagi dia mengucapkan itu di depan orang banyak. Dia pernah berjualan pulsa, jus, baju wanita, dan ayam tulang lunak. Ia sempat terus mencoba tetapi belum beruntung, semua karena perencanaan tak matang dan kurang manajemen.

Untuk ayam tulang lunak terdapat kisah lucu sekaligus menyedihkan. Pada pertama kali membuka bisnis ayamnya, sempat terjadi kejadian tak enak. Padahal dia sudah membuat acara pembukaan, dari nama dan logo sudah disiapkan, usaha yang bernama Ayam Razet ini memiliki makna "rusak" dalam Sunda.

Begitu selesai "grand opening", eh ternyata pisau untuk jualan tertinggal di rumah, dan Mitha segera bergegas pulang ke rumah. Diperjalanan kembali ke tempat usaha, dia mengalami kecelakaan tepat di seberang Rumah Sakit Borromeus, Jalan Ir. H. Djuanda, yang membuatnya patah tulang.

Dia mendapatkan enam jahitan luka dan diperban. Lucunya kalau dilihat- lihat, posisi lukanya tepat sesuai logo dari usaha Ayam Razet nya. Kaki Mitha diperban, jalannya pincang, memakai tongkat di kanan- kiri, seperti logo ayamnya.

"Aduh, malu banget," kenangnya.

Benar kata orang bahwa logo bisa menjadi doa bagi pemiliknya. Mitha belajar untuk berhati- hati dalam berusaha. Bahkan dalam hal sepele pun, pengusaha muda 20 tahun ini memilih memikirkan matang- matang.

Walaupun gagal dengan bisnis ayam tulang lunak, dia tetap tidak patah semangat karena bukan cuma soal dendam. Mitha juga memiliki passion dibidang kewirausahaan. Jadi dia tetap berusaha sampai menemukan bisnis kaos kaki. Kewirausahaan memang tak mudah, dari itu dia belajar desain kaos kaki sendiri.

Ia mulai berjualan ke segala macam marketplace, dari sana kaos kakinya terjual sampai ke Malaysia, Brunai Darusalam, dan Amerik Serikat. Sukses baginya bukan sekedar menghasilkan banyak uang. Ia menyebut harus juga memberi banyak manfaat.

Bisnis Miliaran Rupiah Anak Muda


Mampu menghasilkan omzet Rp.300 juta perbulan merupakan prestasi. Itu karena dendam pengusaha muda ini terhadap pembully. Kisah seperti ini bukanlah yang pertama, jadi buat kalian yang pernah dibully, maka tirulah perjalanan Mitha yang mampu membalikan keadaan.

Bukan perkara mudah, aneka usaha telah dijalaninya tetapi mengalami kegagalan. Tetapi dia tidak hanya memiliki semangat "membalas dendam". Mitha melakukan semua karena memang passionya di bidang wirausaha, hingga akhirnya dia berhasil sukses besar berkat jualan hal sepele.

Berkat kaos kaki gadis 21 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah, ini berjaya. Dia meraih banyak piagam penghargaan wirausahawan muda. Untuk menunjang passionya dibidang kewirausahaan, sembari dia tetap menjalankan usaha, Mitha memutuskan untuk berkuliah di Young Entrepreneur Academy.

Awal dia berbisnis kaos kaki karena memandang target pasarnya. Para pengusaha menganggap kaos kaki merupakan produk tidak fashion. Alhasil kebanyakan para pengusaha sukses lebih membidik bisnis umum. Padahal kaos kaki sangat tidak inovatif, dan disini lah seharusnya ada kesempatan kita.

Mitha mulai mengembangkan desainnya sendiri. Dia menciptakan kaos kaki bermotif tribal, yang dia dapatkan dari Pasar Baru, Bandung. Ia secara khusus memesannya dengan mencari mitra. Pertama- tama dia melihat respon pasar, dan Mitha pun segera berangkat mencari rekanan sampai ke Bandung.

Dia menjual produknya di Instagram dengan merek Varia Socks. Nama brandnya diambil dari kata Euphoria, yang menjadi doa harapan produknya menjadi uforia. Didirikan tahun 2013, usahanya ini memanfaatkan sosial media terutama Instagram, starteginya dengan memberikan diskon ke teman.

Dengan marketing akun ke akun, usahanya meningkat tajam dari awal diluncurkan. Pasarnya tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke Amerika, Singapura, Malaysia, Brunei dan Australia. Dalam sebulan ia mampu memproduksi 500 pasang, seharga Rp.30 ribu sampai Rp.85 ribu untuk sepasang.

Biografi Softbank Masayoshi Son Mengalahkan Dunia

Biografi Pengusaha Masayoshi Son


pemilik softbank masayoshi son


Siapa tak mengenal namanya yang begitu fenomenal. Biografi Softbank Masayoshi Son, yang bisa melawan dunia. Bahkan dia beberapa kali mengalahkan dunia dengan gerakannya. Namanya dikenal sebagai Raja Startup, anaka investasi besar dilakukan Son, salah satunya yang terkenal di Indonesia, Grab.

Siapakah pemilik Grab maka jawabannya ialah si Masayoshi Son. Terlahir sebagai anak kampung yang berasal dari kota kecil barat pulau Kyushu, Perfektur Saga. Kakeknya berasal dari Korea yang kemudian migran ke Jepang.

Bakat dibidang teknologi sudah semenjak 16 tahun. Ia pindah ke California di umur 16 tahun, dan dikenal super cerdas. Masayoshi mampu lulus Serramonte High dalam waktu 3 minggu, sementara semua keluarganya berada di San Fransisco, semenjak remaja dia dikenal sangat berani dan mandiri.

Pengalamannya menjadi pengusaha dimulai ketika pelajar. Ia membantu beberapa profesor, Son lalu menciptakan translator elektronik, kemudian dijualnya kepada Sharp Corporation untuk $1,7 juta. Ya baru berumur belasan dia sudah menjadi miliarder, dan itupun belum berhenti karena masih ada lagi.

Anak Jenius Teknologi


Son mendapatkan nama ketika berhasil berbisnis di Jepang. Ia berbisnis impor mesin game bekas dari Jepang, mengantungi keuntungan $1,5 juta. Kemudian dia membuka kredit mesin game itu kepada restoran dan apartemen. Mengejar karir bisnisnya Son sempat kebingungan, kemana dia harus kuliah nanti.

Beruntung dia bertemu Den Fujita, Presiden Mc Donald, dan akhirnya dia memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris dan Komputer. Son lulus dari Univ. Brakely dengan B.A bidang Ekonomi tahun 1980. Son sendiri bermarga Yasumoto, tetapi menyandang nama Korea, tujuannya untuk mengajari anak- anak Korea.

Dia menganggap bahwa budaya Jepang dalam kedisplinan bagus. Walaupun memiliki darah asalnya Korea, Son tetap dianggap oleh orang Jepang karena kedua orang tuanya Jepang. Son sendiri sangat mencintai budaya Jepang.

Diusianya 16 tahun dia bertekat untuk menjadi pengusaha. Kisah Masayoshi Son bertemu Den Fujita tidak lah mudah. Dia nekat untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar. Fujita sendiri adalah pendiri Mc Donald Jepang, dan menulis sebuah buku yang Son kagumi dan ikuti.

Son menghubungi asisten Fujita terus- menerus, bertanya untuk bertemu, tetapi selalu ditolak karena satu alasan. Dia selalu berusaha tetapi ditolak karena statusnya, alasannya ya karena pengusaha besar punya skedul ketat dan tidak untuk anak 16 tahun, karena gagal lewat telephon dia nekat untuk ke Tokyo.

Dia langsung datang ke kantor tempat Fujita bekerja. "Kamu tidak perlu harus melihatku. Kamu tak perlu harus berbicara dengan ku. Kamu bisa tetap melanjutkan kerja, yang ingin ku lakukan hanya melihat wajahnya," Son menjelaskan ke asisten Fujita.

Akhirnya sang asisten memberia tau Fujita apakah mau bertemu. Ternyata dia bersedia untuk bertemu walaupun hanya 15 menit. Sifatnya yang keras kepala inilah yang membuat Son sukses. Dia tidak memiliki gelar bidang teknik dan teknologi, bahkan hanya berbekal insting untuk berjualan.

Bisnis Besar Masayoshi Son


Dia tak mengerti teknologi tetapi memiliki bakat berdagang. Sukses menjual translator elektronik ke Sharp, ia mendapatkan $1 juta yang dibagi dengan profesornya, dan itu barulah awal dari bisnis teknologi Son. Tahun 1982, dia tertarik untuk berbisnis publisher, dan meluncurkan dua majalah PC dan Teknologi.

Perusahaan Softbank terbentuk dengan berjualan software. Dia hanya memiliki dua pegawai paruh waktu. Softbank menjadi distributor software untuk perusahaan Jepang. Perusahaannya juga jualan paket untuk ekspor- impor.

Softbank telah memiliki bisnis software dan majalah. Akhir tahun 80 an, perusahaan milik Son mulai membuat teknologinya sendiri, yaitu software telephon. Mereka lalu menjual sistem operasi yang mempermurah biaya telephon domestik, yang akan membuat biaya telephon murah untuk Jepang.

Walaupun telah sukses dengan teknologi bisnis publishernya tidak berhenti. Softbank menstablis diri sebagai perusahaan publsiher besar. Caranya ialah dengan membeli Ziff Davis, pada 1996, sebuah perusahaan media asal Amerika Serikat yang menerbitakan PC Magazine.

Kesuksesa terbesarnya ialah ketika memutuskan untuk membeli saham Yahoo. Softbank menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan ini, dan mendirikan Yahoo Jepang. Son bertaruh uang $372 miliar untuk Yahoo diantara 1995 dan 1998, dan mendapatkan puncaknya dengan berlipat 5 kalinya.

Kekayaan Son meningkat sangat tajam ke puncak orang terkaya. Internet memberikan dampak besar bagi bisnis Son. Dalam tiga hari, dia tercatat sebagai orang terkaya se- Jepang, semua berkat dot com bubble. Tetapi dalam semalam, pada tahun 2000, kekayaannya jatuh drastis kehilangan $70 miliar semalam.

 "Dia sangat agresif, pengambil resiko, berjiwa entrepreneurship. Dia adalah orang yang keren seperti Bill Gates dari Jepang," ujar Steve Vogel, profesor pendidikan Jepang di Berkley.

Banyak pihak melihat jatuhnya seorang pengusaha besar. Biogafri Softbank Masayoshi Son, inilah titik terendah seorang jenius bidang teknologi. Nilai saham perusahaanya Softbank turun sampai 99% dari harga sebelumnya. Itu hantaman keras, tetapi Son tidak pernah goyah dan memilih bekerja keras.

Inilah saatnya dia membangun bisnisnya lagi di teknologi. Saatnya Softbank membawa broadband ke Jepang. Tetapi yang membuatnya sukses besar di masa depan, yakni ketika dia menginvastasikan uang ke perusahaan startup lokal. Perusahaan itu Alibaba yang kemudian menjadi satu raksasa bisnis eCommerce.

"Hidup terlalu singkat untuk hal kecil," jelasnya.

Alibaba menjadi satu raksasa, perusahaan startup yang mendunia, dan Softbank mendapatkan nilai valuasi $130 miliar atau untung 2240 kali dari investasinya. Dengan uang $100 miliar, Softbank berkeliling dunia menginvestasikan ke startup lokal, dan terbukti memunculkan banyak unicorn.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba