Biografi Pengusaha Yoga Startup Pelatihan Online

Profil Pengusaha Pelatih Yoga


aplikasi instruktur yoga online

Biografi Pengusaha kelahiran Jerman, yang berimigrasi hingga ke Amerika Serikat. Waktu itu Alex Klien yang masih berusia 16 tahun. Sebelum menjadi pengusaha, Alex sudah dikenal sebagai musisi, melalukan tur bersama band punk, dimana dia bermain sebagi basis.

Pertengahan 20 -an Alex memutuskan menjadi fisikawan. Tujuan untuk memecahkan masalah energi dunia. Dia melanjutkan karir di Fisika Plasma. Menarik bukan biografi pengusaha ini berputar. Itulah kita tidak boleh meremehkan kemampuan orang lain.

Tahun 1999 Alex menemukan konsep alternatif fusion confinement. Apapaun artinya itu merupakan hal terkeren kita dengar. Calon pengusaha yang terus melakukan aneka percobaan. Memiliki konsep matang merupakan prinsip bekerja Alex.

Hingga, di tahun 2008, ia mengumpulkan uang $3,5M modal dan digunakan untuk membangun satu reaktor fusi. Dia menciptakan teknologi ini di laboratorium diluar Boston, MA. Prinsip dipegang oleh Alex adalah "Pasti Bisa".

Prinsip Alex tersebut patut kita coba. Dari menjadi musisi bekerja menjadi ilmuwan. Bekerja di akademisi maupun laboratorium pemerintah. Meskipun halangan menghadang penemuannya. Tidak sesuai diharapkan. Sudah memiliki etos kerja besar untuk menjadi biografi pengusaha sukses.

Secara pribadi dia membangun dan menguju satu dari tiga fusion. Didanai oleh pihak swasta, Alex mampu menghasilkan kesuksesan membanggakan. Begitu proyek fusi tersebut ditutup maka menjadi puncak kesuksesan lain. Dia telah sukses di pengetahuan apakah yang dilakukan nanti.

Biografi Pengusaha Teknologi Yoga


Ia telah mencapai kesuksesan dari usaha. Sekarang ingin mengerjakan usaha berbeda. Beberapa bulan dia dan istri mengunjungi Chiang Mai, Thailand. Awalnya mereka akan tingga satu minggu berlibur. Begitu banyak hal menarik membuat mereka betah tinggal di Thailand.

Awalnya berniat tinggal sementara malah tidak kembali. Mereka memutuskan menetap di Thailan semenjak itu. Mereka baru menjadi pengusaha beberapa bulan. Mendirikan startup teknologi yang diberi nama YogaTrail tiga bulan kemudian.

Suami istri ini ditemani seorang rekan lagi. Mereka beritga menjadi pendiri startup Yoga, seperti yang dikutip dari Asianentrepreneur.com. Apakah YogaTrail itu, sebuah bisnis startup bagaimana kita bisa belajar Yoga. Menciptakan kemudahan siapapun belajar Yoga dimanapun.

Sebuah situs direktori menemukan pelatih Yoga. Mereka mencatat semua studio Yoga dimanapun. Startup yang akan menunjuk pelatih Yoga dan program latihan. Situs gratis yang tersedia bagi para guru Yoga membuat profil sendiri.

Semenjak dilaunching startup bisnis ini berkembang. Sudah memiliki 50 ribu lebih profil profesional dan 20 ribu profil praktisi Yoga. Mereka sebenarnya menemukan olah raga ini sejak 2008. Ketika mereka berlibur ke India berkeliling dan menemukan Yoga.

Bisnis Yoga memiliki makna berbeda. Setiap orang memiliki pengertian bebeda dari olah raga ini. Dari melihat sebagai atletik contortions seperti sauna. Atau mereka yang memahami Yoga sebagai aktifitas bersilah berjam- jam.

Pengusaha yang mencoba mematahkan konsep kuno. Kamu tidak akan duduk berjam- jam didepan lilin diatas terpal dan mengucap mantra. Maka dari itulah bisnis YogaTrail memudahkan orang untuk menemukan. Orang butuh berjam- jam mencari guru Yoga sebagai olah raga kesehatan.

Ide bisnis startup memudahkan mencari tempat. Situs yang membantu orang menemukan informasi. Termasuk opini para praktisi membantu latihan Yoga. Startup yang membantu orang awam berlatih Yoga. Orang bisa mencari tempat berlatih, teman latihan, guru dan sumber daya lain.

Mereka juga membangun forum diskusi Yoga. Biografi Pengusaha Alex mengaku menemukan ide bisnis sejak lama. Ketika dia menjadi guru fisika di Universitas lokal. Dia sudah mendengar konsep web preneur atau mereka yang berbisnis online.

Maka mereka mengerjakan bisnis startup YogaTrail. Dia bertemu dengan Sven Ernst -pendiri ketiga YogaTrail- dan melanjutkan pekerjaan. Sosok Sven menjadi pihak ketiga sekaligus investor. Dia sendiri adalah Direktur cabang Asia Buzzwoo!, agensi pengembangan dari Jerman.

Mereka sedang mencari- cari bisnis startup lokal. Sven mencari klien untuk pengembangan. Lalu dia menemukan YogaTrail. Dimana Alex melalukan presentasi pendanaan startup dari Sven.

Ketika mengajar fisika di sebuah universitas lokal, dan ia menemukan tentang "web entrepreneur". Hingga berdirilah YogaTrail berkat Buzzwoo!. Sven memang fokus menangani startup baru. Mereka menangani konten, PR, pemasaran, layanan, desain, dan pengembangan modal.

Bisnis Startup Yoga Inspirasi


Bisnis semacam ini paling susah mencari dan mengatur orang. Pernah mendapatkan developer yang tidak kompeten. Pegawai yang tidak mampu mengikuti perkembangan proyek YogaTrail. Beberapa lama kemudian dia memilih resign. Kesulitan juga harus dihadapi seorang Alex sebagai pemula.

Pegawai developer itu meninggalkan Alex begitu saja. Menyisakah program ditengah kode. Labih sulit menemukan seseorang yang mampu melanjutkan koding. Alex akhirnya mengangkat pegawai dari awal. Dia mengerjakan ulang kode YogaTrail dari awal.

Ia sebenarnya mencari orang yang bisa melanjutkan. Untung sistem YogaTrail mampu diselesaikan tepat waktu. Teknologi mereka diterima baik orang- orang di luaran sana.

Ini sangatlah melegakan bagi Alex. Komunitas Yoga merupakan kelompok unik. Yang mana bereka beragam latar belakang. Tujuan mereka juga berbeda tentang Yoga. Ada mereka para esoteris yang mencari pencerahan spiritual Ashram.

Adapula mereka para eksekutif muda, para pegawai yang melakukan Yoga ketika stress dan sambil istirahat makan siang. Alex membuat merek YogaTrail netral. Menarik semua hal tentang spektrum Yogi. Jadilah tempat dimana semua kebutuhan kita soal Yoga lengkap.

Sebelum memulai YogaTrail, mereka melakukan marketing di Facebook, sosial media lain dan blog khusus. Sehari bisnis startup diluncurkan sudah menarik 30.000 pengguna. Mereka juga menarik pengguna lain melalui aneka sosial media.

Menjadi pengusaha harus siap persaingan ketat. Terkadang persaingan kotor memabayangi. Dimana mereka menyalin apa yang YogaTrail bangun. Contohnya, biografi pengusaha YogaTrail membangun aplikasi galeri di Facebook, enam minggu kemudian ada tiga aplikasi sama tapi berbeda.

Mereka sama- sama membagikan gambar ribuan ke halaman Facebook. Versi mereka, dari desain dan fungsional sama bahkan namanya sama.

"Sekitar 6 minggu setelah kami meluncurkan itu, ada tiga versi lain dari hal yang sama, dengan tepat desain dan fungsi yang sama ... satu orang bahkan menggunakan nama yang sama untuk app nya! Pada terbalik, saya kira ini berarti kita melakukan somethings benar ...," terang Alex.

Bisnis Yoga sendiri menghasilkan pasar $20B. Jujur banyak diluar sana para oportunis. Mereka yang bergaya profesional dan seolah organisasi non- komersial. Sayangnya mereka berbicara tentang keuntungan. Ini kita membicarakan bisnis besar bukanlah sekedar bekerja sosial.

Bahkan beberapa mencoba menguasai pasar dominan. Mereka mencoba mengeruk untung tetapi itu tetap kurang. Pasar bisnis Yoga sendiri masih mencakup 5% saja. Pokoknya dalam berbisnis harus jelas. Tentukan tujuan, apakah kamu akan mencari untung atau murni pengusaha sosial.

5 Pengusaha Dokter Terkaya di Dunia Versi Majalah Forbes

Daftar Pengusaha Dokter Terkaya


Pengusaha dokter Elizabeth Holems sempat menggemparkan. Berbisnis dibidang kesahatan mampu menghasilkan triliunan rupiah. Siapa yang belum mengenal Elizabeth. Hanya mahasiswi kedokteran yang belum sempat lulus Berstatus drop out sempat tercatat menjadi orang terkaya 2014.

Perusahaannya Therano bernilau $400. Pengusaha wanita yang memegang saham 50%. Kekayaan pribadi Holmes setara $4,5 juta. Tidak semua miliarder berawal pengusaha. Beberapa  pengusaha sekaligus Dokter ini juga tercatat menjadi miliarder.

Mereka yang berbisnis atau memiliki paten atas penemuan sendiri. Ada 400 orang terkaya di Amerika Serikat, dan tercatat orang 10 pengusaha Dokter dan ilmuan bidang kesehatan. Mereka yang bergelar orang terkaya berkat usaha kesehatan.

Tercatat 10 Healthcare oleh Forbes memiliki kekayaan miliran. Mereka baik yang bekerja di farmasi atau perusahaan medis ternama. Meskipun mereka tidak memiliki gelar ilmu spesifik. Ada yang insinyur, tetapi pekerjaan mereka sangat erat hubungannya dengan dunia medis.

Berikut ini 10 pengusaha Dokter terkaya versi majalah Ekonomi Forbes:

1. Profil Patrick Soon- Shiong


perusahaan teknologi kesehatan
Kekayaan: $7,3 miliar

Ranking Forbes Amerika: 47

Umur: 60

Pendidikan:

Pemilik gelar MD (Medical of Doctor) dari University of Witwatersrand, kemudian gelar master untuk science dari University of British Columbia, dan gelar sarjana di science dari University of Witwatersrand.

Latar belakang usaha:

Usia 16 tahun sudah menyelesaikan sekolah menengah atas. Di usia 23 tahun sudah mendapatkan gelar dokter. Pengusaha Dokter ini kaya berkat dua perusahaan farmasi, yaitu American Pharma Patners dan Abraxis Bioscience.

Tahun 2008 Soon menjual APP senilai $5m6 miliar, di 2010, dia menjual Abraxis senilai $2,9 miliar. Sekarang dia fokus mengejar revolusi digital. Bisnis Dokter ini meliputi dunia kesehatan, dagang, dan huburan digital.

Banyak bisnis dikerjakan dibawah bendera NantWorks. Pengusaha Dokter, yang salah satu proyeknya aplikasi infromasi DNA. Ini akan membantu para Dokter mengolah data pasien. Dari data kesehatan ditambah hasil penelitian ilmiah terbaru.

2. Profil Thomas Frist, Jr dan keluarga


jaringan rumah sakit
Kekayaan: $4 miliar

Ranking Forbes Amerika: 92

Umur: 74

Pendidikan:

Lulusan MD dari Washington University, dan satu gelar sarjana lain dari Vanderbilt Univeristy.

Latar belakang usaha:

Dia menjadi penerus pelopor rumah sakit di Nashville, Tennessee. Ayahnya First, Sr, tahun 1960, mewarikan rumah sakit karena kebutuhan. Dia bersama ayahnya sempat frustasi mengelola rumah sakit. Lalu jadilah Corporation of America, jaringan rumah sakit raksasa di tahun 1968.

Frist Jr menjadi pemegang saham mayoritas. Bisnis jaringan rumah sakit ini berkembang pesat. Kita menyebutnya rumah sakit raksasa, dimana menghasilkan $29,7 miliar pada tahun 2011 silam. Inilah gabungan antara perusahaan dan rumah sakit era modern.

The First juga bekerja sama dengan China. Mereka membangun lebih banyak rumah sakit. Kontrak dua rumah sakit besar sudah ditangan.

3. Profil Gayle Cook


pemilik jaringan rumah sakit
Kekayaan: $3,7 miliar

Ranking Forbes Amerika: 104

Umur: 78

Pendidikan:

Pernah lulus sekolah menengah

Lata belakang usaha:

Tidak memiliki riwayat pendidikan kedokteran. Namun mereka layak disebua pengusaha Dokter. Pasangan Gayle dan William Cook memulai sebuah satu pusat media kecil. Yang bersama berkembang menjadi perusahaan perangkat medis. Nama bisnis keduanya adalah Cook Group Incorporated tahun 1963.

Bisnis mereka bermula dari kamar tidur apartemen. Pabrik medis mereka dibangun, memproduksi aneka perangkat medis dari guide wire, jarum, dan kateter. Kantor mereka tersebar di Amerika hingga ke Eropa, dari Lingkar Pasifik, sampai ke penjuru Asia.

Perusahaan sendiri fokus memproduksi stent dan kateter antibiotik. Perusahaan ini meluncurkan pula revolusi teknologi. Mereka mampu mengolah sel jaringan dan kriopreservasi. Ketika sang suami meninggal pada 2011, Geyle mewarisi saham dan menjadi Direktur dibalik layar.

4. Profil Ronda Stryker


perusahaan alat ortopedi
Kekayaan: $2,5 miliar

Ranking Forbes Amerika: 179

Umur: 58

Pendidikan:

Gelar Master dari Western Michigan University dan gelar sarjana dari Univeristy of Nothern Colorado.

Latar belakang usaha:

Kalau wanita ini adalah Dokter tulen. Bergelar Dokter Ortopedia fokus perlengkapan. Ronda menjadi pengusaha Dokter berbisnis perlengkapan dan kebutuhan  pasien. Perusahaan Styrker Corporation tahun 1941, menjadi pemimpin global industri spesialis sendir pengganti dan perangkat lain.

Ronda adalah putri pendiri perusahaan, menjadi Direktur dan pemegang saham terbesar. Saudara Ronda, Pat dan John Stryker, menjadi orang terkaya peringkat 328 dan 360. Dia satu- satunya yang aktif sebagai Dokter dan pengusaha.

5. Phillip Frost


perusahaan obat generik
Kekayaan: $2,4 miliar

Ranking Forbes Amerika: 190

Umur: 75

Pendidikan:

Mendapat gelar MD dari Albert Einstein Collage of Medicine dan gelar sarjana dari University of Pennsylvania.

Latar belakang usaha:

Namanya sebagai Profersor dikenal di dunia Dermatologi. Ketika Philip Frost mengambil alih sebuah perusahaan bersama Michael Jaris. Dia menjadi pemilik mayoritas Key Pharmaceuticals. Fokusnya membuat obat generik dan produk kesehatan hewan.

Tahun 1986, dia menjual perusahaan, dan mendirikan perusahaan Ivax. Kemudian pengusaha ini jual kembali $7,6 miliar tahun 2005. Sekarang dia menjadi pimpinan Teva Pharmaceuticals, menjadi produsen obat generik terbesar.

Frost sendiri dikenal sebagai investor ulung. Pengusaha Dokter yang aktif bekerja di pasar saham, dan sudah memegang saham perusahaan medis. Sebuta saja SafeStitch, perusahaan perangkat medis, dan juga membeli saham 45% perusahaan vaksi asal Isreal, Opko Health.

6. Randall Kirk


perusahaan biotek
Kekayaan: $2,4 miliar

Ranking Forbes Amerika: 190

Umur: 58

Pendidikan:

Bergelar JD (Juris Doctor, jurusan hukum) dari University of Virginia dan gelar sarjana dari Radford University.

Latar belakang usaha:

Pengusaha Dokter yang mendirikan perusahaan farmasi pertama. General Injeksi & Vaksin menjadi usaha pertama Krik tahun 1984. Ia lantas menjual perusahaan tersebut di 1998. Kemudian memulai perusahaan baru King Pharmaceuticals tahun 1993, New River Pharmaceuticals 1996, dan lain- lain.

Ia menjual New River Pharma di tahun 2007 senilai $2,6 miliar. Tahun 2011 menjual kembali satu perusahaan obat Clinical Data untuk $1,2 miliar. Sekarang Krik fokus mengerjakan startup biotek Intrexon, perusahaan biologi sintetis tentang rekayasa genetika fungsi dan output sel hidup.

7. Judy Faulkner

Kekayaan: $1,7 miliar

Ranking Forbes Amerika: 285

Umur: 68

Pendidikan:

Memiliki gelar master dari University of Wisconsin dan sarjana dari Dickinson Collage.

Latar belakang usaha:

Ilmuwan komputer yang mendirikan perusahaan catatan kesehatan elektronik, Epic Sytems, tahun 1979. Perusahaan ini tumbuh pesat dan menghasilkan $1,2 miliar. Dimana 40 persen data populasi Amerika Serikat, akan mendapatkan rekam informasi medis yang tersimpan digital di Epic Systems.

8. Profil Gery Michelson


ilmuwan kesehatan miliarder
Kekayaan: $1,4 miliar

Ranking Forbes Amerika: 328

Umur: 63

Pendidikan:

Gelar MD dari Hahnemann Medical Collage dan gelar sarjana dari Temple University

Latar belakang usaha:

Pemiliki 250 paten atas instrumen ortopedi, metode, dan perangkat. Gary, tahun 2005, mendapatkan uang penyelesaian hukum $1,33 miliar. Atas kasus perangkat medis milik Medtronic yang melanggar paten alat bedah tulang miliknya. Uang tersebut digunakan untuk Found Animals Foundation.

Gary menampung hewan terlantar yang sekarang sudah melebihi kapasitas. Dia pernah mendapatkan Michelson Prize, senilai $25 juta, dan menjadi ilmuwan pertama yang menemukan alat sterilisasi suntik. Terakhir dia menyumbang $50 juta untuk kepentingan penelitian.

9. Profil John Brown


perusahaan tempat tidur rumah sakit
Kekayaan: $1,2 miliar

Ranking Forbes Amerika: 360

Umur: 78

Pendidikan:

Gelar sarjana keilmuaan untuk teknik mesin dari Auburn University

Latar belakang usaha:

Berawal sebagai kepala eksekutif Stryker Corporation. Semua karena sang pemilik, Lee Stryeker, meninggal di tahun 1976. Umur 32 tahun menjadi pengusaha Dokter, Presiden dan kepala Executive. Dimana dia berjasa merubah perusahaan Stryeker menjadi global.

Dari cuma berbisnis tempat tidur untuk rumah sakit. Perusahaan ditangannya menjelma menjadi satu perusahaan teknologi medis. Tahun 2010 perusahaan menghasilkan $8,3 miliar pendapatan. Brown lantas memilih pensiun pada Desember 2009, dan bekerja pasif untuk perusahaan.

10. Profil Neal Patterson


pemiliki perusahaan manajemen medis Kekayaan: $1,25 miliar

Ranking Forbes Amerika: 391

Umur: 62

Pendidikan:

Gelar Master dan Sarjana dari Oklahoma State University

Latar belakang usaha:

Bersama dua rekannya memulai Cerner Corporation tahun 1979. Biografi pengusaha Dokter Nael, adalah berbisnis sistem manajemen laboratorium. Tahun 1986 perusahaan go public melepaskan saham ke pasar.

Dia menjabat sebagai ketua, CEO, dan Presiden Cerner Corp. Di tahun 2011 laba bersih perusahaan $307 juta dari penjualan $2,2 miliar. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan namanya di Forbes 400 untuk pertama kali.

Bisnis Bedcover Ibu Rumah Tangga Untung Puluhan Juta

Profil Pengusaha Lidya Sari


usaha ibu rumah tangga

Bisnis bedcover sukses besar. Inilah contoh ibu rumah tangga perlu ikuti. Ketika orang lain sibuk mengobrol diwaktu senggang. Ibu rumah tangga ini sibuk mencari uang. Walaupun berwirausaha dia masih mengurusi urusan dapur.

Bisnis Lidya Sari Husein, dimulai sejak usia 39 tahun, memproduksi aneka produk sendiri. Utamanya dia berjualan bisnis bedcover. Bisnis sampingan yang digeluti sejak memilih untuk menikah. Sambil menjadi ibu, Lidya memilih berwirausaha ketika bekerja kantoran dianggap tidak nyaman.

Kenapa ibu rumah tangga harus berwirausaha bisnis bedcover. Alasan utama karena menjadi pegawai banyak lembur. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Menjabat sebagai sekertaris di salah satu Hotel, di Jakarta. Begitu menikah dia memutuskan menjadi pengusaha.

Begitu menikah dia berhenti kerja total. Menjadi ibu rumah tangga tetap butuh sampingan. Kebiasa bekerja tidak bisa dihilangkan total. Tidak bisa menjadi ibu rumah tangga yang cuma diam di rumah. Bisnis bedcover memang layak dicoba sambil mengerjakan pekerjaan rumah.

Selain bisnis bedcover Lidya juga merias pengantin. Usaha lain yakni berjualan pakain. Dulu belum fokus memproduksi sendiri. Sudah banyak bisnis dijalankan dalam biografi Lidya. Ibu rumah tangga ini lalu mulai berjualan kebutuhan kamar.

Pengusaha Ibu Rumah Tangga


Bisnis utama Lidya adalah berjualan bed cover untung. Ide bisnis datang beberapa tahun kemudian. Disaat anaknya berusia 2 tahun. Diawali dari menjadi reseller sprei, bedcover, dan home set. Dua tahun kemudian dia memilih memproduksi sendiri.

Usaha mandiri yang bermodal dana hiba kementrian. Uang modal senilai Rp.15 juta dari Kementrian Koperasi. Digunakan untuk membeli mesin jahit, obras, bahan, plastik kemasan dan katalog. Jika bicara kunci sukses pengusaha ibu ruma tangga:

Bisnis bedcover kita harus melayani segala jenis permintaan. Langkah berikutnya menjaring reseller penjualan. Mereka akan menjadi ujung tombak berbisnis. Dia menjaring reseller sendiri. Mereka akan menjual bed cover hingga produk lain.

Bahan digunakan bisnis bed cover 70% bahan katun. Harga bed cover Rp.100 ribu- 1 juta, harga sarung bantal Rp.25 ribu. Usaha itu bernama Smoothy Sprei House. Telah mampu menambah kebutuhan keluarga. Pengusaha berhijab satu ini menghasilkan puluhan juta.

Tidak mau mengkhususkan bahan tertentu. Lidya sanggup membuat bedcover dari bahan apapun. "Pokoknya pesanana apa saja, kita usahakan bisa buat," ucapnya.

Senjata andalan bisnis bedcover adalah katalog. Hadir berbagai paket ke dalam sistem reseller. Untuk menambah jaringan, pengusaha wanita ini aktif mengikuti aneka pameran. Di biografi pengusahanya tidak ada kata berhenti.

Katalog sudah satu paket dengan reseller. Pihak mereka membeli katalog seharga Rp.300 ribu. Disana ada aneka barang yang dijual ke masyarakat. Sifatnya ekslusip hingga tawaran fee sampai 10- 15%. Tidak usaha repot memiliki produk sendiri, dan untungnya sudah menjanjikan.

Total reseller 50 mulai dari mahasiswa, dan kebanyakan ibu rumah tangga. Memang diakui banyak ibu rumah tangga ingin menjadi seperti dirinya. Kebanyak mereka juga masih muda. Mereka yang menikah, berhenti kerja, dan membutuhkan sambilan lewat berjualan reseller.

Ibu rumah tangga banyak ingin mencari kesibukan. Ingin mendapat tambahan uang belanja. Konsep katalog mempermudah mereka berjualan. Sistem fee sangat menguntungkan karena barang dijual premium. Bermodal katalog Rp.300 ribu, anda bisa mendapatkan downline lewat jualan.

Kamu bisa membuat jaringan sendiri. Menjual katalog,  kamu akan bisa menjual 100 buah per- bulan. Jika penjualan reseller sangat banyak. Bonus akhir tahun menjadi milik kita sebagai reseller. Untuk penjualan meningkat jika memasuki Lebaran.

"Kita kasih bonus produk. Supaya lebih kenal , suka dan semangat jualan," jelas pengusaha Lidya.

Smoothy Sprei House berawal tidak mudah. Bukan sekedar usaha sampingan ibu rumah tangga lagi. Bertahap Lidya mampu memproduksi 500- 700 potong sprei per- bulan. Omzet tiap bulan Rp.50 juta, dimana cukup mewakili pemikiran bisnis sampingan ibu rumah tangga.

Biografi Irvan Kolonas Pengusaha Muda Social Entrepreneurship

Biografi Pengusaha Irvan Kolonas


cerita irvan kolonas

Biografi Irvan Kolonas sang pengusaha muda. Sebelumnya ingin menjadi miliarder orang terkaya. Irvan merasakan apa yang kita impikan. Layaknya anak muda lain mencoba berwirausaha sendiri. Semasa SMA ingin menjadi orang terkaya di Indonesia.

Semua berubah ketika dia menemukan fakta masyarakat. Bukan karena tidak mampu, tetapi Irvan memilih lebih baik. Inilah kisah seorang social entrepreneur. Ia menemukan jiwa kewirausahaan menembus mimpi. Dia ingin membantu orang lain bukan sekedar menjadi kaya raya.

Buku berjudul "Banker to the Poor" karya Muhammad Yunus, sosok Bankir Bangladesh ini mampu menginspirasi perjalanan Irvan. Ia lebih memilih mendalami micro- finance. Bagaimana memberikan kontribus ke masyarakat.

Tujuan utama mencapai profit untuk masyarakat Indonesia. Tulisan tangan M. Yunus, sang pemenang Nobel Peace Prize 2006, sangat berkesan di hati Irvan Kolonas. Biografi Irvan Kolonas, pemuda kelahiran Singapura, 6 Februari 1998, pernah bercita- cita menjadi orang terkaya di Indonesia

Ingin menjadi pengusaha muda terkaya. Berbalik arah memilih mengabdikan ke masyarakat. Irvan ingin membuat kontribus untuk para petani. Dia bukanlah sosok pemuda biasa. Lulusan University of South California, Amerika Serikat, apakah dia mampu turun langsung ke sawah.

Mengambil jurusan Ilmu Politik dan Ekonomi, pulang ke Indonesia malah sibuk mengurusi masalah mikro- finance. Bergabung di Innovative Dynamic Education and Action for Sutainability (IDEAS). Irvan mencoba merubah pola pikir masyarakat kita.

Pengusaha Muda Berisnis mikro


gambar petani lampung

IDEAS meliputi kerja transformasi individu, keluarga, organisasi dan negara, untuk menjadi pelaku micro. Irvan berdiskusi dengan sang ayah, mencari masyarakat dituju. Inspirasi buku milik M. Yunus, dia menemukan bidang agrobisnis, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ia mencoba melalui caranya sendiri mengajar mimpi barunya. Biografi Irvan Kolonas memilih ide dari ayah. Para petani Lampung menjadi proyek pertama Biografi Irvan Kolonas. Kenapa memilih masyarakat tani Lampung, karena dekat Jakarta.

Dia mulai membuat model yang spesifik mengenai agrobisnis. Anak sulung dari tiga bersaudara ini, mencoba konsep Human Centered Design (HCD). Yang berarti harus turun langsung menjadi petani. Hal pertama dilakukan Irvan adalah membuat catatan interview.

Mulailah dia menulis kesulitan- kesulitan petani. Biografi Irvan Kolonas, dia tidak ragu untuk tidur beralaskan tikar di lantai tanah. Irvan meninggalkan semua kemudahan di Jakarta.

"Jujur saja, awalnya berat. Tapi, saya bertekad melebur dengan kehidupan petani. Kami menyebutnya soak in atau deep dive," jelas pengusaha yang masih lajang tersebut.

Irvan mencoba mendapatkan penilain paling prespektif. Cerita petani yang kesulitan memberikan pendidikan. Bagaimana sering gagal berproduksi karena faktor tertentu. Atau minimnya pengetahuan tentang bagaimana menabung.

Irvan dan kedua temannya, berhasil untuk mendapatkan profil masalah mereka. Maka, pada Agustus 2013, Irvan mulai mendirikan perusahaan sosial berdasarkan data profil tersebut. Melalui perusahaan bernama Vasham, mereka mencoba menerapkan konsep bisnis micro.

Mereka menawarkan program bernama Konco. Dimana masyarakat mendapatkan pinjaman ringan, berupa perlengkapan pertanian, pelatihan, dan pengawasan. Vasham mengajarkan cara mengakses pasar. Para petani Lampung tidak perlu lagi menjual ke tengkulak.

Irvan juga mengajarkan konsep asuransi bisnis. Menjelaskan kegunaan asuransi untuk menghadapi krisis. Bisnis Vasham memberikan pinjaman ringan, tanpa bunga ke petani Lampung. Biografi Irvan Kolonas, menarapkan konsep kesetaraan ketika menghadapi petani rekan mereka.

Proyek awalan ini mampu menggaet 80 orang petani di lahan 70 hektar. Awal musim pertama, Irvan mendapatkan banyak komplain dari petani. Kritik dan saran ditampung sebagai kendala yang harus dihadapi. Kunci sukses Irvan Kolonas adalah menjadikan mereka mitra.

Memajukan Pertanian Masyarakat

Tidak cuma menampung saran dan kritik petani. Irvan juga menjalankan perbaikan disemua bidang. Menjadikan petani mitra berdiskus dan juga bekerja. Sistem bagi hasil meningkatkan pendapatan petani Lampung. Sejak dulu pekerjaan ini memang dirasa tidak menguntungkan.

Perusahaan mendapat untung melalui konsep bagi hasil. Jika petani tidak untung, maka Vasham tidak untung. Tanpa menjual ke tengkulak lebih untung. Vasham siap menanggung resiko itu, maka mereka menanggung pengangkutan sampai penjualan ke pasar.

Kalau petani menjual ke tengkulak, maka petani Lampung dibayar dibawah harga pasar. Di Vasham bertujuan mengarahkan petani menjual fair. Hasil penjualan harus lebih besar dibanding ke tengkulak. Petani juga mendapatkan aneka penyuluhan pertanian dari pihak Vasham.

Penyuluhan mulai dari bercocok tanam, perawatan, dan penjualan. Penyuluhan tentang harga tebaik  di pasaran. Mitra Vasham akan mendapatkan gambaran komplit tentang apa itu agrobisnis. Seharian petugas perusahaan akan siap stand by untuk konsultasi atau bantuan langsung.

Ada sesi latihan bagi para petani Lampung. Mereka diajarkan menjadi pengusaha. Bagaimana siap menghadapi permasalahan dari penananam sampai panen. Akhirnya Vasham memasuki masa panen pada Januari- Februari 2014. Pada musim kedua hasil panen menurun dan perlu perhatian khusus.

Kendala utama karena hujan jarang turun. Inilah kemunculan Vasham diuji. Panen kedua, pada Juli 2014, ini menjadi pelajaran untuk menstabilkan sistem. Pembeda bisnis Irvan adalah perusahaan selalu meningkatkan sistem untuk petani sendiri.

Vasham selalu memperbaiki sistem. Mereka bertujuan meningkatkan produktifitas petani. Bersama pengusaha sosial lain, biografi Irvan Kolonas tidak enggan bertukar ilmu dan saling membantu. Salah satunya adalah program 8Villages, sms platform membantu petani mendapatkan informasi.

Informasi dibagikan ke semua mitra melalui pesan singkat. Tugiman, satu petani binaan, menyebut hasil panen meningkat 30- 40%. Petani asal Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, mengatakan harga jual panen juga tinggi

Terjun ke dunia argobisnis dia memang pemula. Biografi Irvan Kolonas tidak punya landasan ilmu tentang pertanian. Hanya pengusaha muda yang harus mampu beradaptasi. Bagaimana belajar sesuatu yang baru ke depan.

Begitu sukses di Lampung, dia berniat masuk ke Jawa, menggarap prospek pertanian disitu. Sekarang dia tengah disibukan riset pertanian dulu. Melalukan penelitian bersama tentang tanaman lain, yaitu singkong. Pengusaha Irvan mengaku dirinya ingin konsisten di bisnis agro.

Menjalankan social entrepreneurship 3- 4 tahun, berharap merubah masyarakat Indonesia. Pengusaha sosial tidak perlu memikirkan keuntungan pribadi. Para pengusaha muda dibidang sosial diharapkan makin tumbuh. Bagaimana cara berwirausaha mengangkat derajat masyarakat Indonesia.

Profil Bisnis Pakaian XL Hampir Bangkrut Karena Konsultan

Profil Pengusaha Desita Adelia



Siapa sangka pengalaman buruk jadi kunci sukses. Cerita trauma yang berubah menjadi bisnis besar. Pernah dicemooh karena memiliki tubuh besar. Pengusaha Desita Adelia ingat orang berkata jangan terlalu gendut. Profil bisnis yang menginspirasi kamu membangun label pakaian sendiri.

Akhirya menjadi pengusaha sukses yang diperhitungkan. Bukanlah profil bisnis pertamanya dibidang ini. Namun bisnis  pakain ukuran besar merupakan hal baru. Harga produk di kisaran 200 sampai 400 juta rupiah. Dia berjualan pakaian XL sampai 8XL aneka motif dan trendi.

Produk Desita bernama Ella es Bonita, sudah mampu memproduksi 500 buah setiap bulan. Omzet dicapai Desita meraup omzet Rp.125 juta. Meskipun tampak mudah kesulitan pengusaha pasti ada. Masa sulit tetap dilakukan, seperi yang diceritkan kepada pihak pewarta Tabloidbintang.com.

"Elle Bonita pernah sakit di tahun 2017," tutur pengusaha ini.

Dalam profil bisnis Desita sukses besar di tahun 2014- 2015. Merasa bisnis pakaian besarnya terus berkembang pesat. Bersama suami keduanya sepakat memperbaiki sistem manajemen. Tujuan agar perkembangan bisnis mereka lebih cepat.

Bukan berkembang pesat, bisnis Ella es Bonita mala mengalami kemunduran. Desita menganalisa apa yang salah. Kesimpulannya bahwa mereka terlalu percaya omongan orang lain. Konsultan bilang A mereka langsung percaya.

Mereka juga percaya ketika konsultan bilang B tanpa menelaah dulu. Baiknya kita jangan langsung menerima saran mentah- mentah. Mereka tidak melihat apa tujuan Ella es Bonita dibangun. Desita berkata manajemen malah jadi serampangan.

Keputusan serampangan diluar kendali pemilik bisnis. Hingga korupsi terjadi di dalam perusahaan tidak disadari dulu. Cukuplah pengalaman tersebut menjadi profil bisnis dulu. Merasa bahwa bisnis mereka memburuk karena pihak konsultan. Pasangan pengusaha ini mengambil alih kendali lagi.

Pengusaha Berbisnis Siap Gagal


Diputuskan bahwa bisnis mereka harus diselamatkan. Perusahaan ibarat anak kandung. Ketika anak kandung sakit, maka sebagai orang tua harus turun tangan. Harus telaten merawat Ella Bonita sampai kembali sehat kembali seperti semula. Banyak orang berkata pengusaha itu gampang, tapi faktanya.

Mengurus bisnis sendiri itu susah. Orang luar tidak mengerti konsep dan tujuan kita. Mereka bilang enak karena bisnis tidak punya atasan. Faktanya pimpinan pengusaha justru lebih besar, yakni Tuhan mengatur.

Menjadi pengusaha justru harus berhati- hati. Karena alam tidak akan menunjuk mana yang salah dan cara. Istilahnya kalau kita salah harus menyadari sendiri. Pengusaha tidak dicarikan kesalahan dan memperbaiki langsung.

Butuh proses jika usaha kita gagal atau hampir bangkrut untuk bangkit. Priofil bisnis Ella Bonita adalah fashion trendi dan modis. Jangan bayangkan pakaian monoton ukuran besar. Desita mencoba mengangkat trend apa yang biasa ada.

Susahnya mencari pakain modis berukuran besar kini dipermudah. Berawal pengalaman sendiri susah mencari pakaian ukuran besar. Dia membuat aneka pakain ukuran XL. Keinginan lama berdasarkan pengalaman negatif. Hanya baru terealisasi terlambat, yakni di Februari 2014, dimana bisnis ini diberi nama Ella es Bonita yang berarti menjadi cantik.

Sejak 2011 dia sudah menjadi membuat aneka desain. Profil bisnis sebelumnya adalah membuat pakaian ukuran biasa. Jujur dia sendiri mengakui susah membuat pakain besar. Mangkanya bisnis pakaian besar merupakan solusi banyak orang.

Sempat ragu untuk menyasar pasar tersebut. Kini, pengusaha Desita, memutuskan berkonsultasi dulu dengan suami. Suherman kemudian memilih keluar perusahaan dan membantu bisnis. Sang suami menguatkan Desita sebagai rekan bisnis membantu pemasaran.

Bisnis Modal Meminjam Orang

Menggaet tema tertentu butuh cara pintar mempromosikan. Pengusaha wanita 31 tahun ini memilih menggunakan media digital. Tidak mudah melakukan bisnis dari nol. Wirausaha baru membutuhkan pengorbanan material. Dia rela berhutang teman agar bisnis tetap berjalan.

Uang pinjaman tersebut dipakai kebutuhan sehari- hari, dan membaya gaji beberapa orang karyawan. Keuangan Desita sempat terpuruk, pilihan meminjam uang dari teman merupakan keputusan sulit.

"Ya mau bagaimana lagi, bisnis juga belum jadi apa- apa," ujar Desita.

Sempat hampir bangkrut karena salah konsultan. Ia menganggap semua memiliki hikmah. Dari itulah dia belajar bagaimana menjual, mangget pelanggan, dan tetap bertahan. Sejak mulai bisnis kehidupan berubah 180 derajat bagi profil bisnis Desita.

Aneka acara khusus wanita bertubuh besar didatangi. Dia membangun relasi dengan pasar bisnis Ella Bonta. Sebagai pengusaha sukses beginilah rasanya ketika bisnis berhasil. Banyak forum komunitas memanggil dia menjadi pembicara.

Desita memberikan motivasi bagi mereka. Para wanita bertubuh besar janganlah ragu. Tetap ceria ketika menghadapi kalimat ejekan. Sekarang Desita juga aktif memberikan motivasi bisnis. Baginya pencapaian sekarang masih ada yang perlu diperbaiki.

Terutama tentang manajemen, sistem produksi Ella Bonita butuh diperbaiki lagi. Satu pengalaman salah memilih konsultan membuat sadar. Dirinya harus belajar untuk tidak mudah melepaskan dan juga aktif belajar. Jangan biarkan orang lain mendikte bisnis anda dan terus belajar apapu bidangnya.

Pengalaman mempekerjakan total 10 orang tukang jahit. Jujur saja dia sering punya masalah dengan mereka. Pekerja luar daerah memang kurang termotivasi. Mereka ingin kerja santai tetapi gaji besar. Mangkanya jangan salah jika banyak perusahaan tutup dan banyak pengangguran.

Mental itulah yang perlu dihapus oleh Desita. Melalui manajemen kuat, maka dia dapat menyeleksi pekerja yang berkualitas. Berbisnis dari nol hingga sukses merupakan anugrah. Dirinya bangga jadi pengusaha wanita yang berkarya dibidang fashion.

Persaingan bisnis fashion memang semakin ketat. Namun dianggapnya sebagai suatu pembelajaran. Wirausaha harus dijalani, baginya Ella Bonita adalah awal, karena dia masih ingin berkuliah desainer pakaian. Rancangan pakaian dari kain tradisional terlah dibayangkan sejak dulu.

Kelak Denita ingin menggabungkan antara kain batik, songket, dan tenun. Ada keinginan pula untuk membuat fashion show sendiri. Harapan untuk ikut Indonesian Fashion Week atau Jakarta Fashion Week juga ada.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba