Penghasilan Triliunan Reiner Bonifasius Rahardja

Biografi Pengusaha Reiner Bonifasius Rahardja


pengusahariener.png
 
Pengusaha muda Reiner Bonifasius Rahardja mungkin belum kamu kenal. Tapi bukannya tak terkenal karena dia memiliki penghasilan triliun. Mungkin kamu kurang gaul berbicara apa bisnis anak muda kekinian. Modalnya tekat kuat khas anak muda merintis bisnis.
 
Biografi Riener Bonifasius Rahardja, sosok pengusaha muda yang sukses menembus angka setengah triliun, bukan perkara mudah baginya karena umurnya saat itu baru 26 tahun. Kisah hidupnya bisa dibilang begitu inspirasif buat dibaca. 
 
Ia terlahir dari keluarga sederhana sehingga menjadi sosok tangguh. Lahir dari keluarga sederhana memutuskan hidupnya harus lebih baik. Dia telah bertekat membiayai sendiri hidupnya sejak lulus SMA di tahun 2006. 
 

Penghasilan Triliun

 
Dulu, jauh sebelum memutuskan itu, dia adalah sosok minderan atau tidak percaya diri karena "merasa jelek". Cibiran perkatan kecut sudah makanan sehari- harinya disaat mengenyam pendidikan formal. Bahkan teman- teman sudah men- judge dirinya tak punya masa depan. 
 
Padahal masa depan baginya masihlah panjang karena baru belasan tahun. Alasannya karena sosok fisiknya enggak banget buat anak sekolah. Masa itu bobotnya mencapai 100 kg. Ia pun tak punya prestasi akademis menonjol. Dia juga bukan anak orang kaya. 
 
Siapa sangka berkat tumbuh rasa rendah diri karena di bully. Menjadikan hati pemuda kelahiran 13 Juli 1988 ini punya hati yang besar. Mudah memaafkan mareka dari masa lalunya. Rasa pahit tak membunuh karekternya ini sama sekali.

Ia selalu menggenggam semangat,"jangan takut, terus berusaha dan mencoba! Semua itu akan berubah." Itu ada dalam benaknya terus. Riener pun memutuskan menjalankan entrepreneurship.

Seorang entrepreneur menurut penjelasannya. Adalah mampu merubah apapapun bahkan merubah kotoran jadi uang. Dunia bisnis bukanlah hal baru loh. Dimulai ketika masih masa- masa Sekolah Menengah Atas ketika memutuskan untuk mandiri. 
 
Dia bahkan tak mau menerima sepeser pun uang dari orang tuanya. Tahun 2006 -an, Riener mulai menjual kartu kredit. Kemudian membagi waktunya antara berjualan dan kuliah. Tak cuma menjual kartu kredit tapi juga bekerja paruh waktu di beberapa perusahaan. 
 
Sukses berjualan tak berarti meninggalkan pendidikan loh. Semenjak memutuskan menjadi kuat. Nilai akademisnya meningkat dan bisa berkuliah hingga ke Australia. Dia harus bekerja untuk membiayai segalanya dari kuliah sampai makan. 
 
"Ya saya harus kerja sambilan di beberapa tempat. Akibatnya, sehari hanya tidur empat jam," kenangnya lagi.

Menjadi Pengusaha


Tekadnya kuat agar bisa mematahkan stigma akan dirinya. Dia dianggap banyak bicara kala sekolah. Namun terbukti dia tak cuma berbicara kosong. Tercatat bekerja di tiga perusahaan sekaligus yaitu ada perusahaan kartu kredit, broker saham, hingga jadi marketing planner buat satu perusahaan konstruksi. 
 
Dia sudah menghasilkan lebih dari 20 jutaan ketika masih berumur 20 tahun. Catatan akademisnya pun memuaskan selepas SMA. Dimana ia pernah berkuliah model distant learning atau kuliah jarak jauh di Inti Collage Indonesia. 
 
Ia mendapatkan gelar pertamanya yaitu Sarjana Business Administration dari University of Southern Queensland, Australia. Itu semuanya tidak mungkin akan diraihnya dengan mudah. Riener harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja. 
 
Tiap harinya dia cuma bisa tidur 3 sampai 4 jam saja per- hari selama dua tahun.  Puncaknya ketika kesehatannya menurun dratis. Dia dinyatakan sakit batu ginjal hingga diharuskan dioperasi. Padahal umurnya baru 20 tahun, sang ayah pun jadi orang pertama menegurnya, bagi ayahnya buat apa ia sukses jika mengorbankan kesehatannya. 
 
Kalimat itulah merubah pola pikirnya jadi karyawan ke wirausaha. Dia menjadi entrepreneur muda inspiratif kita. Sadar akan ritme kerja tak sehat di perusahaan memutuskan menggunakan semua jirih payanya.

Pengusaha Reiner mengorbankan uang tabungan, membangun perusahaan sendiri di tahun 2008. Saat itu, ia memberanikan buat mendorong gerobak cireng. Mungkin buat beberapa orang memalukan dari anak kantoran jadi cuma, ah, cumalah penjual cireng keliling. 
 
Hasil kerja kerasnya kini dijadikan tepung kanji goreng (cireng). Usaha itu dinamainya Cireng Isi Kodjo. Usaha ini ternyata berbuah menjadi bisnis menjanjikan. Hanya butuh waktu satu tahun sudah menghasilkan 20 gerobak cireng.

Bisnisnya tersebar di minimerket sampai supermarket. Dimulai cuma 5 cabang didekat kawasan rumahnya jadi 20 buah setahun kemudian. Hebat tapi belum berhenti disitu. Berbekal pendidikan bisnis semasa kuliah membuatnya melek bisnis beneran. 
 
Usaha cireng digabung konsep perusahaan hingga menghasiklan apa itu difersifikasi. Riener kemudian membuka usaha rumah makan Jepang, Minori Bento Restaurant. Pemilihan tempat pun sudah diperhitungkannya matang- matang.

Usaha tersebar di kampus- kampus dan sekolah. "Puji Tuhan, dari dua usaha ini selalu ada profit, meskipun awalnya selalu gagal," ucapnya.

Tantang menjadi tak begitu beban baginya. Seolah semua sudah ada dibelakang hidupnya. Dia malahan bersyukur pernah merasa "dibully" teman. Kedua usahanya tersebut dijualnya. Semua karena ia ingin fokus mempertajam penjualan dan marketing. 
 
Nah, berkat pengalaman panjang itulah, ia bisa dipilih menjadi sosok presiden direktur perusahaan asing tahun 2010. Dia sukses meningkatkan penjualan perusahaan. Sayangnya cuma memuaskan hasratnya selama dua tahun. 
 
Ia memutuskan keluar dan maunya menjadi pengusaha kembali. Meski cuma jadi karyawan ketika itu. Dia membuktikan bisa jadi bukan karyawan biasa. Berkat pengalaman panjang di entrepreneurship membuatnya mudah masuk perusahaan besar. 
 
Perusahaan besar asal Malaysia itu menjadikan suatu catatan menarik dalam biografi Reiner Bonifasius Rahardja.

Mendirikan Perusahaan


Bekerja menjadi direktur lagi- lagi memakan waktunya. Memang menjadi pengusaha bisa lebih fleksiberl soal waktu. Sukse meningkatkan penjualan, dia dihadapkan kepada keluarga yang merasa dirinya semakin jauh dari mereka. 
 
Sibuk terus, sibuk terus, itulah hari- hari seorang Renier ketika menjabat menjadi karyawan bertitle presiden direktur.

"Orang sibuk membuang kesehatan demi mencari uang, tapi nantinya mereka sibuk membuang uang demi mengembalikan kesehatan. Menginspirasi orang bukan dengan sakit-sakitan dan tidak punya waktu untuk keluarga!" tegasnya, mengenang ketika sang ayah lagi- lagi mengingatkan.

Pemuda yang terlah merasakan serunya berkeliling 130 kota di 32 negara ini, memutuskan keluar saja dari perusahaan asing, seperti kisahkan diatas. Keingan mapan di umur 25 tahun sudah tercapai. Ia juga sudah bisa membahagiakan mereka secara materi. 
 
Tapi bukan soal waktu luang yang tak bisa dipenuhinya. Inilah mengapa dirinya memilih membuka usaha sendiri lagi.  Dari nol, Renier memilih membangun perusahaanya sendiri, yakni Reitech Solusindo tahun 2011. Usahanya begerak dibidang ekspor- impor. 
 
Total sudah menghasilkan seperempat triliun semenjak usahanya baru saja dibuka. Kunci suksesnya adalah fokus, jikalau gagal, ya harus berusaha kembali. Apa mimpi selanjutnya adalah agar bisa menginspirasi anak muda. Ia berharap bisa membuka sekolah non- formal bagi wirausahawan muda.

Lahirlah sebuah organisasi non- profit ONE (Opportunity Never Ending). Ia bersama timnya bekerja sama agar mencetak pengusaha baru. Apalagi Indonesia sendiri barulah punya pengusaha kurang dari dua persen. Padahal idealnya negara berkembang harunsya punya tujuh persen. 
 
"Maka, kami mencoba hadir membantu melahirkan generasi muda yang ingin menjadi pengusaha sukses," tekad pria ini. Bicara soal modal ternyata ia punya prinsip sendiri.

Bisnis tak selamanya butuh modal besar. Semua bisnis katanya selalu dari nol berapapun modalnya. Karena itu akan berjalan sejalannya waktu. Semua usaha bisa dimulai dari modal kecil, dan semuanya sama- sama menemui kegagalan, dimana 50 persen -nya sama- sama gagalnya. 
 
Yang membedakan ialah apakah kamu bisa merubah pola pikir sukses mu. Jangan hanya mau jadi pengusaha saja. Akan tetapi jadilah pengusaha yang sukses usahanya.

"Sukses itu sama dengan persiapan ditambah kesempatan," tegas Reiner

Riener kemudian mengingatkan. Jangalah berangan jadi motivator tapi jadilah inspirator. Buatalah kisah mu sendiri dulu. Menurutnya motivasi cuma kata- kata membuat orang mau melakukan sesuatu. Sementara itu inspirasi berasal dari pengalaman nyata. 
 
Kiprahnya di dunia entrepreneurship memang gaunya tak lah setenar sosok Merry Riana, tapi menurut penulis, kisahnya lebih inspiratif karena menggambarkan sendiri siapa saja bisa jadi pengusaha.
 
Sukses berbisnis dan berorganisasi, impianya kini bagaimana menciptakan wirausahawan dibawah 40 tahun. Sebuah gerakan sosial dimana akan mengajak 1.000 orang wirausahawan. Ini akan disatukan jadi satu dibawah Entrepreneurs Convention Under 40. 
 
Acara yang mampu mengangkat semangat wirausaha agar bisa mempercepat lahirnya pengusaha baru. Riener kemudian memberikan pesan kembali. Yakni jangan sibuk saja ber- doa saja tapi lakukan lah sesuatu.

Biografi Abdul Latief Pendiri HIPMI Pengusaha

Biografi Pengusaha Abdul Latief


abdul latief

Biografi Abdul Latief, ayah dari pengusaha Dipo Latief dan pendiri HIPMI, kelahiran 27 April 1940, Kampung Baru, Banda Aceh. Sosok anak ke enam dari sembilan bersaudara, yang hidup di jaman perjuangan masih penjajahan.

Abdul kecil telah melihat ayahnya berdagang lama. Dua puluh tahun merantau, ayahnya pergi dari tanah Minang, lalu menetap di Aceh sambil berdagang. Umur empat tahun, Abdul Latief ditinggal oleh sang ayah, padahan suasana tengah memanas secara keamanan dan politik.

Hari- hari merupakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Masyarakat Aceh tengah berjuang sementara dia masih kecil. Ibunya merawat anak- anaknya sendirian dengan keadaan seadanya. Dari jaman penuh pergolakan secara sosial- politik, membawa sosok Abdul kecil bercita- cita jadi politisi.

Masa Muda Bergelora


Namun ibunya sudah mengarahkan Abdul Latif menjadi pengusaha. Ingin menjadikannya pedagang besar tingkat nasional. Ibunya kemudian mewujudkan mimpinya melalui merantau. Dia telah menjadi pejuang hebat, membawa semua anaknya ke Jakarta, demi mendapatkan hidup lebih baik di 1950.

Kehidupan remaja Abdul dekat dengan kehidupan remaja Betawi. Tidak banyak dikisahkan tetapi dia mampu sekolah menengah. Dia melanjutkan pendidikan di APP kemudian masuk Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta.

Tahun 1945 dan 1966, suasana politik kacau balau, demonstran bergerak memenuhi jalan raya sampai bakar- bakar. Tampak sosok Abdul Latief nampak membagikan makanan ke para pendemo. Dalam suasana kacau tersebut ia malah mendapatkan pekerjaan.

Dia belajar mengenai manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sepulangnya dari Jepang, Abdul menikahi Nursiah, gadis tetangga yang di Jakarta pada tahun 1967.

Abdul lulusan Akademi Pemimpin Perusahaan (APP), Jakarta. Pada 1963, dia meraih cumlaud dan mendapatkan tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan perminyakan asing yang telah menjanjikan gaji menarik dan karir menjanjikan.

Akan tetapi, gurunya di APP menyarankan lain, disuruhnya dia bekerja di Pasar Sarinah. Perusahaan pasar swalayan milik pemerintah tersebut dianggap lebih menjanjikan. Mungkin bagi pandangan kita yang sekarang tentu terbalik.

Tetapi Abdul setuju mengembangkan toko serba ada terbesar pertama yang ada di Indonesia. Anjuran sang guru belum nampak hingga perjalanan panjang. Abdul bertugas melakukan perencanaan. Dari sini, dia malah diajak belajar bahkan sampai keliling luar negeri, diminta pelajari iklim usaha negara- negara lain.

Dia berangkat ke Singapura, Jepang, Eropa, dan hingga Amerika. Berjalannya waktu dia mempelajari banyak hal mengenai perdagangan. Kemudian berselang beberapa waktu, Abdul Latief diangkan menjadi Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan PT. Department Store Indonesia Sarinah.

Banyak dia menimba pengalaman dan pengetahuan. Berkat bekerja di Sarinah, dia menjalin relasi bisnis kuat diantara pemain dalam negeri maupun luar negeri, dalam delapan tahun semua pekerjaan telah dilalui. Dia mampu menyelesaikan tantangan demi tantangan masa depan.

Abdul mampu membawa Sarinah menghadapi persaingan masa depan. Dalam biografi Abdul Latief, mendapatkan perhatian pimpinan Sarinah, itu berkat kemampuan mengaplikasikan konsep Jepang ke dalam negeri. Inilah cikal dirinya disekolahkan sampai ke Jepang demi mempelajari pasar swalayan.

Pulang dari Jepang seperti dikisahkan di atas, menikah dan sudah memiliki karir mapan, membawa pulang uang dan mobil. Relasi bisnisnya begitu luas terbesar diluar dan dalam negeri. Inilah cikal- bakal dirinya mapan mendirikan perusahaan sendiri.

Di tahun 1971, pengusaha konglomerat properti ini memulai usaha kecil- kecilan di bidang ekspor- impor.  Uang hasil keuntungan digunakan mebeli tanah luas temannya. Kebetulan dia tengah butuh uang. Di tahun yang sama, ia mulai menjaminkan tanah- tanah untuk mendapatkan kredit bank.

Total dia mendapatkan uang Rp.30 juta diperoleh dari BDN. Uang kemudian diputar buat menambah modal maka jadilah PT. Latief Marda Corporation, yang bergerak di bidang ekspor- impor. Dia tidak sendiri tetapi dibantu adiknya, Abdul Muthalib, bersama mengembangkan usaha ini.

Pengusaha satu ini getol membeli tanah sebagai investasi jangka panjang. Keberhasilan pertamanya ialah ketika menjual tanah sangat mahal di jalan Jakarta By Pass. Uang sangat banyak itu digunakan demi membangun PT. Indonesia Product Centre Sarinah Jaya.

Ya, nama tersebut memang didedikasikan buat tempat awal bekerja, perusahaanya itu juga di bidang sama yakni pasar swalayan. Nama tersebut begitu historis sampai kebawa sampai sukses sekarang. Ia mondar- mandir Jakarta dan Singapura.

Dari bisnis eskpor- impor kemudian mengembangan properti mandiri. Ia bukan lagi juragan tanah tapi mengembangkan bangunan. Proses bisnis panjang menghasilkan pundi- pundi rupiah. Abdul memilih menginvestasikan kembali melalui Pasaraya di Blok M.

Pasaraya Blok M menjadi salah satu gedung mentereng di tahun 1981. Ini mengukuhkan dirinya menjadi pengusaha, pedagang, yang patut diperhitungkan. Berkembang dia mampu mendapatkan julukan konglomerat -istilah yang tidak disukainya- , namun itulah dia mampu tumbuh menggeluti usaha dagang.

Pilihan Tepat


Tiap kesuksesan merupakan buah pilihan dahulu kita geluti. Abdul tidak salah ketika menerima kerja di perusahaan milik negara. Alhasil dia menjadi sosok kesayangan pemerintah ketika masa tersebut. Ia dihormati pemerintah karena meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.

Sang pengusaha mampu menggairahkan usaha ritel ketika masa awal. Ia mampu memberikan banyak pekerjaan bagi anak muda. Keaktifan di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), membuat Abdul Latief mendorong lebih banyak anak muda, ini menjadi salah satu penyaluran kesukaannya akan organisasi.

Dia nampak segar dan sehat ketika menjadi pengusaha sukses. Pakaiannya trendi, gemar olah raga, dan selalu bersemangat menarik perhatian. Ia memiliki idealisme tersendiri mengenai membangun bangsa. Kesukaan akan berogranisasi disalurkan melalui organisasi himpunan para pengusaha ini.

Penampilan bugar dan nampak lebih muda daripada umur sebenarnya. Dia mampu menarik perhatian menjalin jaringan baru. Dikenal pula ia lihai bernegosisasi hingga mendapatkan mitra bisnis strategis. Dengan sifat profesional dan dedikasi membuatnya dipercaya oleh banyak orang.

Bahkan, rekan bisnis luar negeri sangat mengingat dirinya, walau jalinan kerja sama telah berhenti atau belum terealisasi. Orang mudah mengenal dia sebagai sosok pengusaha kawakan. Dirinya bisa dibilang menjadi penarik, sehingga organisasi HIPMI sangat digandrungi anak muda, untuk menjadi pengusaha muda.

Banyak diantara mereka anak pejabat dan pejabat. HIPMI dikenal menjadi wadahnya para prefesional dibidang kewirausahaan. Ia selalu terlibat menjadi pembicara atau diskusi tentang generasi muda. Dia dianggap memiliki pandangan luas, gesit bergerak, dan memiliki pemikiran jauh ke depan.

Alkisah dia berkisah kepada peserta acara diskusi, bahwa pernah barang kelontong di pasar swalayan miliknya seret. Tidak laku- laku sampai terjual begitu lama. Banyak pengunjung tetapi jualannya malah tidak tumbuh. Dia kemudian menceritakan strategi apa yang akan kamu mungkin ambil.

Pertama Abdul mengamati langsung dan mempelajari data angka datang. Ia berkesimpulan bahwa daya beli masyarakat rendah. Bahwa dibutuhkan gerakan meniakan pendapatan masyarakat. Inilah cikal lahirnya HIPMI, dimana dia menjadi pendirinya pada 1979, demi bisa menaikan ekonomi masyarakat.

Dia menggalang para pengusaha baru terlahir. Abdul Latief menjadi ketua umum pertama organisasi anak muda tersebut. Para anggota HIPMI didorong membangun usaha, demi menarik produksi dan pendapatan masyarakat. Abdul pun membantu mereka untuk menjual barangnya di pasar swalayan miliknya.

Ia juga mendorong ekspor alih- alih bertahan. Tidak perlu bergantung kepada daya beli masyarakat. Ekspor meningkat berarti membantu pemerintah mengelola ekonomi. Hasilnya daya beli masyarakat ikut naik melalui aneka kebijakan stimulus.

Pengusaha konglomerat ini melihat bahwa usaha kecil merupakan landasan. Mereka menopang daya beli masyarakat bawah. Ketika pengusaha lain berbondong melirik industri berat. Abdul Latief fokus meningkatakan ekonomi kerakyatan.

Ia dipercaya menjadi Ketua Kompertemen Perdagangan dan Koperasi KADIN masa 1979- 1982. Dia menjadi sosok yang menyadari kesenjangan diantara pengusaha. Semenjak ia menduduki puncak kepimpinan Pasar Sarinah memang sudah nampak berbeda.

Dia telah terlihat menjadi sosok yang peduli akan ekonomi masyarakat. Mampu membangkitkan pendapatan pasar swalayan berkat kerja sama. Abdul memilih merangkul usaha kecil- menengah dalam naungan usaha miliknya.

Ia empat dianugrahi gelar "Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia". Namanya juga dilirik Ir. Ganjar Kartasasmita, Menteri Muda urusan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Abdul digayang menaikan produksi dalam negeri, sekaligus membumikan produk tersebut ke khalayak ramai.

Pada akhir tahun 1984, Pasar Sarinah Jaya kepunyaanya di Blok M terbakar. Inilah cobaan pertama bagi Abdul sebagai pengusaha berpengalaman. Kerugian dialaminya mencapai ratusan miliar rupiah, kehilangan puluhan ribu pengunjung, dimana gedung hangus harus diperbaiki total segera.

Pasar swalayan berhenti total menyisakan 2000 usaha kecil suplier tanpa arah. Dia juga berhadapan dengan pilihan bagi kurang lebih 1.200 karyawan. Alih- alih dia memberhentikan mereka semua, malah disuruh belajar kembali dari manajemen, bahasa Inggris, dan accounting.

Ia bahkan merogoh kocek mendatangkan pelatih dari Singapura dan Hong Kong. Disisi lain pilihan buat bertahan menyisakan harapan. Bahwa pihak asuransi mau menanggung sebagian kerugian dari kebakaran.

Bantuan datang dari rekan, teman- temannya, juga dari pemerintah dan pihak swasta dikenal. Ini menjadi titik terang bagi Abdul membangun kembali. Kerugian puluhan miliar bertahap menghilang dari pikirannya. Dia menyusun kembali jalan- jalan bisnis yang sudah sempat terputus.

Bisnis Ritel Indonesia


Disana, di atas bekas gedung tersebut terbakar, berdirilah megahnya Pasaraya Sarinah lebih daripada dahulu. Bangunan sembilan lantai seluas 42.000 meter. Pengunjung pasar ini sampai 100.000 orang perharinya. Total 40% dari pengunjung merupakan pembeli rutin datang berbelanja.

Pertahun penjualan naik menambah modal Abdul berekspansi. Berdirilah Alatief Corporation dengan banyak rekanan perusahaan kecil. Mereka dibimbing dan diajak kerja sama dalam naungan. Dan tidak hanya ritel, usahanya juga merambah properti dan bisnis- bisnis lain.

Gedung Sarinah Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, telah menjadi tempat ikonik dengan banyak toko berderet. Dari pagi sampai malam, dalam gedung bertingkat sembilan tersebut, ada segala macam pakaian trendi, barang elektronik, dan macam- macam kerajinan.

Gedung bernilai Rp.200 miliar tersebut menaungi usaha- usaha kecil. Dia pun menyayangkan berdiri banyak toko modern tanpa sensitifitas. Mereka lebih senang menjual produk- produk ekspor. Para pengusaha bermodal besar bahkan membawa pasarswalayan asing seperti SOGO, asal Jepang.

Dia sempat memprotes karena otomatis mematikan usaha lokal. Mereka memangsa pasar tradisional dan mematikan bisnis eceran. Bayangkan SOGO, saat itu, bukannya memajukan produk dalam negeri malah membawa 805 produk impor.

Pasaraya Sarinah sendiri merupakan konsep berbisnis tanpa meninggalkan. Abdul mendirikan tempat ini diatas lahan luas Blok M. Dimana namanya belum seramai sekarang, hingga Pasaraya Sarinah menggaet lebih banyak, lambat laun terisilah kapling- kapling sekitaran Sarinah Blok M sendiri.

Memang bila memasukan barang ke pasarswalayan modern menjanjikan. Namun apakah sanggup, belum lagi pemilik gedung memiliki modal besar, mereka lebih memilih mematikan usaha kecil di sekitaran mereka. Mereka tidak mempedulikan produk apa, siapa, dipajang tetapi berapa banyak akan terjual.

Pasaraya Sarinah lebih memilih mendorong usaha kecil berkembang. Mulai dari model baju, yang mana dikembangkan desainnya, bahkan seperti model di negara- negara mode seperti Prancis. Ini tidak sulit karena dia memiliki kesenangan akan mode pakaian.

Bila supermarket lain mementingkan produk terstandarisasi bahkan impor. Maka Pasaraya Sarinah mengedepankan produk kreatif. Dibutuhkan staretegi khusus biar pembeli tidak merasa bosan. Abdul menginstrusikan melakukan aneka inovasi.

Biasanya toko- toko nampak monoton direnovasi nampak lebih menarik. Imajinasi digunakan buat mendesain ruangan toko lebih menarik. Pedagang juga harus kreatif menyusuk barang- barang. Dia menekankan budaya dalam penjualan dan pembuatan produk juga.

Selain berbisnis pasar swalayan, Abdul Latief merambah budidaya benur di Bulikumba, Sulawesi Utara. Usaha ini menghasilkan benur 100 juta pertahun. Ia lalu membuka tambak udang dengan luas 120 hektar menghasilkan 4 ton perhektar.

Usaha agro yang mampu panen dua sampai tiga kali dalam setahun. Abdul Latief juga mengelola usaha asuransi, perkebunan, penerbitan buku, jasa periklanan, dan lain- lain. Spesifik ia tertarik buat membangun bisnis pendidikan untuk membangun manusia.

Ia pernah tercatat menjadi Direktur Akedemi Pimpinan Perusahaan Department Perindustrian. Juga kemudian mendirikan Politeknik, yang mana dibawah Yayasan Abdul Latief dan diketuai dirinya sendiri. Abdul Latief sang pendiri HIPMI selalu nampak bugar walaupun telah setengah abad.

Dia masih sering disebut sebagai pengusaha muda. Penampilannya masih menarik, modis, dan trendi mengikuti perkembangan jaman. Demi kesehatan dia melakukan general cek up dua kali setahun, main golf, joging, senam, dan olah raga pagi.

Bisnis Daur Ulang Indra Novint Pengusaha

Profil Pengusaha Indra Novint Noviansyah


pengusaha indra novint

Bisnis daur ulang memang terdengar kurang populer di kalangan masyarakat. Namun, kenyataanya banya manfaat, dan bisnis semacam ini sudahlah menjadi bagian sejarah umat manusia sendiri. Kita, manusia, hanyalah pebisnis yang merubah benda yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Pengusaha Indra Noviansyah telah berbisnis daur ulang cukup lama. Dia yang sebelumnya berkerja mengumpulkan sampah di Jakarta, melebarkan sayap di Pontianak. Bertempat di Jalan Teuku Umar, dekat Pontianak Mall, pabrik kecilnya telah berdiri diantara tumpukan sampah yang telah menggunung tinggi.

Pengusaha Daur Ulang

 
Ia tampak sibuk mengamati pekerja di pabriknya. Beberapa orang sibuk memilah sampah- sampah yang telah terkumpul. "Kebetulan anak buah saya banyak yang lagi cuti, jadi agak sepi," ucap sosok pengusaha muda yang akrab dipanggil Novint ini.
 
Tiap harinya, Novint mengaku mampu menghasilkan berton- ton sampah. Itu semua sudah siap kirim ke berbagai negara, utamanya China. Dia, lajang 24 tahun sudah dua tahun ini merambah bisnis daur ulang sampah plastik.

Dia fokus pada produk plastik baik sampah botol air mineral, tutup botol air minum, sampai gelas mineral. Novint memulai di Jakarta bersama beberapa orang dalam satu konsorium bisnis. Mereka memulai di Jakarta dimana memang asalnya.

Di Jakarta terdapat kemudahan akses, dan dekat dengan pusat bisnis di Indonesia. Taukah kamu alat pengolahan sampah ini sangatlah berat dan besar. Sukses di Kota Jakarta, Novint ingin merambah Pontianak, mengirimkan alat ke Pontianak melalui kapal laut.

Di Pontianak, kini, ia telah memiliki alat pengolah sampah bernama plastic crusher, alat yang mampu menggiling sampah plastik dalam jumlah lebih besar. Alatnya terbuat dari besi baja yang didatangkan menggunakan kapal laut dari Jakarta.

Alat tersebut belum diproduksi di Pontianak karena kerumitannya. Alat tersebut memanglah sangat berat, jadi jangan salahkan, kalau satu mesinnya bisa berharga ratusan juta.  Alat ini digunakan untuk melumat sampah yang sebelumnya telah dipilah.

Para pekerja akan bertugas untuk memilah berdasarkan warna serta jenisnya. Setelah dipilah lalu dibersihkan guna menghilangkan kotoran yang mungkin mengganggu. Kemudian, si mesin plastic crusher yang akan berkerja mengolah sampah plastik tersebut.

Nantinya sampah yang telah diolah kecil- kecil akan dikirim ke Jakarta melalui peti kemas. Novint lantas menjelaskan pebrikanya harus menghasilkan setidaknya 10 ton baru dikirim ke Jakarta.

"Minimal 10 ton supaya tidak rugi. Kalau bawah itu rugi shipping- nya," tambahnya, kemudian sampah- sampah olahan tersebut dikirim ke China.

Jadi permasalah lain karena faktanya Pontianak tidak punya pelabuhan international sendiri. Jadi ia haruslah bersusah payah mengirim ke Jakarta dahulu. Ini menjadi tambahan modal tersendiri yaitu biaya bensin dan waktu.

Di Jakarta, barang- barang tersebut akan disatukan barang- barang lain. Setelah dikurangi oleh biaya pembelian, penyortiran, penggilingan, dan biaya pengiriman. Tiap 10 ton sampah mampu memeberi penghasilan hingga ratusan juta rupiah.

Barang yang terlihat tidak berguna tersebut ternyata harganya jadi lebih tinggi Novint berujar bahwa sampah di Pontianak kurang banyak dibandingkan yang ada di Jakarta.

"Kalau disini paling banyak sehari saya bisa mengumpulkan satu ton sampah," katanya.

Peluang Bisnis


Bisnis daur ulang punya banyak potenis. Di Pontianak terlalu banyak mafia sampah, dimana mereka membeli di pemulung dibawah harga kemudian dijual lebih tinggi. Agar pabriknya bisa mendapatkan sampah bagus, maka ia mengambil inisiatif membuat bank sampah.

Ini akan menghemat waktu tanpa melalui perantara pemulung, tetapi langsung ke si pemilik sampah. Ia akan menyiapkan tong sampah khsusus di kampung- kampung, lalu membeli secara langsung ke warga sendiri. Tanpa perantara ini akan membuat lebih mudah dibanding menggunakan perantara.

Manfaatnya makin berasa ke masyarakat langsung Cara lain yakni merangkul siswa- siswa sekolah, Novint akan menempatkan tong- tong sampah di sekolah- sekolah. Para siswa akan dikordinasi oleh OSIS guna mengumpulkan sampah plastik di tempatnya.

Setelah terkumpul, ia akan membelinya bukan gratis loh, dan uangnya akan digunakan keperluan siswa itu sendiri nanti. Usaha samapahnya ternyata mendapatkan perhatian dari pemerintahan Brunei Darussalam.

Saat mengikuti saty delegasi Asean- China Entrepreneur di Brunei Darussalam, dirinya sempat ikut mempresentasikan usaha sampahnya didepan delegasi se- Asean dan China.

"Semua delegasi presentasi banyak berbagai persoalan. Kami hanya persentasi soal sampah. Ternyata tanggapannya positif," katanya.

Pemerintah Brunei Darussalam bahkan sangat tertarik mengembangkan bisnis ini. Dia resmi diminta menjadi operator daur ulang di Brunei. "Kami bahkan sudah diberi tanah untuk mengelola sampah di sana. Pemerintah akan mendapatkan 60 persen keuntungan, dan dirinya mendapat 40 persen.

"Kami telah menyiapkan segala sesuatunya agar usaha kami berjalan di Brunei," sebut pria lulusan Fakultas Ekonomi di UNTAN ini. "Sudah ada agreement nya," imbuhnya bersemangat.

Selebriti YouTube Bethany Mota Fashion Ikon

Profil Pengusaha Bethany Mota 

 
youtuber bethany mota
 
Selebriti Youtube Bethany Mota. Sosok fashion ikon,  usinya masih 18 tahun, dan pantas mendaptkan istilah dewi sosial media. Jika kita memulai sebuah pembicaraan tentang dia, kita harus berbicara matrik -nya. Channel YouTube miliknya, Macbarbie07, telah memiliki lebih dari 2,2 juta pelanggan, lebih dari channel milik Lady Gaga. 
 
Di tulisan lain lagi, Twitter miliknya lebih dari 2,2 juta orang mengikutinya di Instagram, lebih dari Vogue, Elle, Marie Claire, Glamour dan Cosmopolitan digabung.

Twitter -nya hanya memiliki 1,15 juta, tidak besar tapi tidak bisa di remehkan. Mota, baru saja lulus dari sekolah tinggi di tahun dan masih tinggal bersama orang tuanya di kota California Utara yang tenang serta tak mencolok, menyembunyikan seorang selebriti dunia maya di dalamnya. 
 

Menjadi Selebriti Youtube

 
Jika menyebut dari segala genre YouTube, perempuan tetaplah perempuan dimana mereka pergi berbelanja dan kemudian mendiskusikan segala sesuatu yang terbaru milik mereka di depan kamera lalu diupload. Sangat simple. Tak ada stylist, tanpa editor, tidak ada model yang berjalan di catwalk. 
 
Hanya seorang gadis di kamarnya dengan setumpuk belanjaan. Dalam salah satu video terbarunya yang telah disaksikan lebih dari 600.000 views, Mota memamerkan serangkaian blus, aksesoris rambut, dan produk kecantikan, serta gaun bunga matahari. 
 
"Saya suka bunga matahari," ia menyebut. "Mereka salah satu bunga favorit saya."

Sebelum Natal, ada perusahaan aparel Aeropostale (ARO) yang harga sahamnya telah lima tahun rendah, yang mulai memperkenalkan Benthany Mota -merek pakaian dan perhiasan. Ada sweater Bethany Mota, rok Bethany Mota dan bahkan perhiasan payet Bethany Mota. 
 
Jika selebriti asal YouTube dulu berbicara tentang akan menjadi selebriti sebenarnya, Mota akan lebih ke bagaimana profil aliansi antara perusahaan dan si selebiriti dalam batasan sosial media. Meski Mota telah beberapa kali ikut dalam berbagai wawancara atau tampil dalam berbagai media lain.
 
Dia pernah tampil menjadi pembicara di Teen Vague. Tetap, gadis cantik ini tetaplah fenomena di sosial media. Untuk mereka yang ada di majalah fasion, mungkin tidak akan menyebut "just like us" untuk sosoknya yang begitu terkenal di sosial media.

Jika berhasil, kesepakatan antara Aero bisa membuka jalan bagi bintang media sosial lain untuk uang tunai dan ketenaran mereka tanpa filter bernama stasiun televisi atau badan lain yang masih dikenakan oleh media mainstream. 
 
Ide di balik kemitraan kesepakatan Mota, agen Mota, Max Stubblefield dari United Talent Agency menyebut, "adalah, dengan desain, untuk membuktikan model." Ketika Mota ditemui di sebuah Mall di San Fransisco, dia sedang bersama para fansnya, sebuah bukti akan ketenaran kecil sosial media. 
 
Dari sebuah tweet tentang kehadirannya di suatu mall, membawa banyak sekali gadis remaja lain untuk berhenti dan sekedar bertemu. Sebuah kekuatan untuk dikagumi.

"Dia super terkenal dan super cantik," kata Meleina McCann, 15, dari Oakland, California."Dia super manis dan relatable. Video nya sangat pribadi. Rasanya seperti dia berbicara kepada saya"

Ketika di mall tersebut ada yang menarik. Di bagian belakang adalah produk bermerek dirinya, bernama Motavator T- Shirt. Mota, saat itu mengenakan rok merah muda gelap skater, sepatu bot, dan sweater backless dari koleksinya, menerima semua orang dalam pelukan, lalu tersenyum untuk selfies mereka dan juga mengadakan sesi tanda tangan.

Artis Viral


Suatu ketika, dia menemukan sebuah komunitas kecantikan di YouTube setelah dibully oleh seorang teman secara online.

"Saya tidak ingin berbicara dengan siapa pun. Saya tidak ingin meninggalkan rumah saya, " ungkapnya pada Business Insider. YouTube "adalah jenis outlet bagi saya untuk menjadi diri sendiri dan tidak benar-benar khawatir tentang apa yang orang pikir."

A Mac and Sephora, judul video pertamanya, sukses make- up di tahun 2009. Kala itu ia masihlah pemula, sibuk membetulkan kamera dan sebagainya, kala itu, ia masih belum punya Tripod, tidaklah sesuai standar videonya sekarang. Tapi gadis 13 tahun itu tau cara berdandan.

Seorang gadis yang menemukan komunitasnya. Sejalan penonton videonya meningkat, membaca banyak komen dari video dan mentweet para fans menjadi kesibukan lain. Sejak saat itu pula, ia mulai memproduksi ribuan video, yang juga dia edit sendiri. 
 
Gadis kita telah tumbuh lebih jago. Bershoping menjadi gaya yang tak akan dihilangkan, beberapa DIY untuk para gadis, tata rambut dan make- up tutorial dan bahkan desain cantik untuk interior, ia lakukan semua.

Pada tahun 2010, ia meluncurkan channel YouTube kedua, Bethanyslife, yang seharusnya lebih pribadi ketimbang bisnis.
 
Ini telah menarik pelanggan 1,6 juta lebih. Mota pun menolak untuk mengomentari penghasilannya saat itu, tapi perkiraan oleh beberapa sumber yang akrab dengan iklan YouTube menunjukkan bahwa dia dengan mudah merobohkan $40,000 per- bulan dari video sendirian ulas Business Insider.

"Setiap kali saya punya waktu luang saya suka hanya berbaring di tempat tidur dan menonton video YouTube, menonton film," katanya. "Pada dasarnya tidak melakukan apa-apa." Dia masihlah seorang gadis humble seperti sebelumnya.

Selain video diatas, dia mulai membuat video tentang liburan. Berharap akan bisa menyimpan semua tentang perjalanan baik ke Asia atau Eropa, perjalananan pertama adalah di kawasan Asia dan pemberhentian berikut ialah Paris, di mana dia "mungkin mengambil banyak gambar ke Instagram," katanya. 
 
Soal kuliner bisa menjadi tantangan namun. "Saya bukanlah penjelajah makanan," akunya, "tapi saya akan mencoba yang terbaik."

Di rumah, "Saya selalu makan mac dan keju," tambahnya. "Itulah apa yang dikenal dari saya, hanya makanan yang sangat sederhana: sandwich, kentang goreng, sangat tidak sehat tapi ya itulah yang saya makan."

Dia juga melakukan video tentang gizi, tetapi tidak akan meninggalkan favoritnya yaitu shopping. "Aku tidak suka, 'Tidak, aku tidak bisa makan kentang goreng karena mereka penuh lemak,'" katanya. 
 
"Saya lakukan seperti mengirimkan pesan bahwa anak perempuan tidak harus makan dengan cara tertentu untuk merasa percaya diri." imbuhnya.

Di depan kamera, Mota adalah tanpa henti ceria dan aktif. Dia tanpa malu dan selalu berbicara dengan suara konyol. Lebih dari apa pun, dia adalah virtuoso dari segi positif. Video -nya sering menuai pujian untuk hal- hal yang penonton mungkin ingin membeli. 
 
Dalam beberap video baru nya merinci hadiah Natalnya, ia mejelaskan tentang katalog barang, termasuk parfum terkenal milik Lady Gaga. Di depan kamera, Mota hampir tidak menyentuh sekolah, pekerjaan, teman atau salah satu dari hal- hal lain yang mungkin masih mengasyikkan, seperti bagaimana rasanya lulusan SMA baru- baru ini. 
 
Dan seks? Tidak ada. Sebaliknya, tahun lalu di Hari Valentine Video, ia memamerkan beberapa cara mendekati target di sebuah kafe Starbucks, mendapat kecupan di pipi.

Bethany, Inc


Fanbase besar Mota mensyaratkan produksi yang konstan.

"Saya tidak ingin meninggalkan pemirsa saya digantung tanpa adanya konten baru," katanya. 
 
"Membuat video baru bagi mereka, selalu tweeting, selalu postingan gambar Instagram, berinteraksi dengan mereka dan benar-benar mengenal mereka merupakan prioritas besar bagi saya. Saya pikir itu seperti tanggung jawab saya. Tanpa mereka saya tidak akan berada di sini jadi saya ingin memberikan apa yang mereka ingin melihat."

Dia merinci strategi sosial yang detail sperti studi kasus di sekolah bisnis. Selain berada di Twitter, Instagram dan YouTube "sepanjang waktu," ia senang manyapa penggemar, memanggil mereka ke arah kamera yang menyala, dan sebuah penghargaan untuk mereka. 
 
Mota tak segan memberikan mereka hadiah dari barang branded atau gadget, bukan dari kantongnya sendiri, ucap Mota dalam sebuah wawancara. Apakah atau tidak ini adalah sebuah pose, itu pastilah penempatan yang cerdas. 
 
Mota adalah sosok seorang marketer alami, apa implikasinya, bahwa dia tidak perlu dibayar hanya untuk satu perusahaan asal Amerika. Semangatnya sangat asli, dan karena itu lebih berharga.Sementara Mota telah melakukan kemitraan kecil beberapa di masa lalu, termasuk dengan Forever 21 dan JC Penney, ia kini berencana untuk fokus pada penawaran yang dia pikir memiliki potensi jangka panjang.

"Saya tidak ingin melakukan sesuatu kecuali rasanya organik ... benar untuk saya, siapa saya dan apa saluran yang saya wakili," jelasnya kepada Business Insider.

Berani Jadi Pengusaha Menghadapi Persaingan

Biografi Pengusaha Diana Bismarak


pemilik below cepek

Berani jadi pengusaha jangan takut menghadapi persaingan. Kisah Donna Riana Bismarak, memulai bisnis yang tengah naik daun sekarang. Ia tidak takut menghadapi memanasnya eCommerce. Riana menciptakan platform marketplace jual beli bernama Below Cepek.

Namanya unik menunjukan jati diri. Bahwa produk dijual di sana adalah dibawah seratus ribu. Walau demikian Riana meyakinkan kualitas nomor satu. Mereka bekerja sama dengan UMKM Indonesia memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat.
 

Menjadi Pengusaha


Sudah 14 tahun bekerja sebagai karyawan tentu nyaman. Namun bekerja bukan dibidang disenangi yakni fashion. Pekerjaan mapan Corporate Director of Sale & Marketing, untuk Water Boom Jakarta dan Bali. Bisnis Below Cepek berdiri November 2011 disaat dirinya masih menjabat itu.

Hobi belanja membuatnya berniat membangun eCommerce. Bermula pengalaman ketika belanja di Victoria Secret. Dia menemukan satu produk bikinan Indonesia di web. Siapa sangka situs besar itu menjual produk buatan lokal. Ia menyadari bahwa produk kita sebenarnya sangat berkualitas.
 
Berani jadi pengusaha langsung tancap gas membangun. Dia mendirikan belowcepek.com, bermodal Rp.50 juta, buat bikin situs mumpuni, menyewa tempat di  Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan biaya operasional. Dia merogoh kocek Rp.100 juta dimana sisanya nanti untuk pegangan.

Ia cukup mempekerjakan 2 orang staf. Riana bertanggung jawab total akan operasional. Agar irit buat model pakaian digunakannya teman- teman dekatnya. Urusan promosi Riana lakukan sendiri sembari tetap bekerja.

"Pastinya kalau dari promosi, saya kalah telak dari bisnis fashion lain, seperti Zalora, karena dana buat iklan sedikit," tuturnya.

Agar menarik banyak pembeli, maka Riana menerapkan strategi khusus. Below Cepek mengambil margin untung tipis. Alhasil situs ini menawarkan produk lokal dengan harga miring. Dibawah seratus ribu seperti namanya tercantum.

Harga jual telah terjangkau tetapi sulit mendapat pelanggan. Pasalnya tahun tersebut menjadi musim bermunculan eCommerce. Disisi lain banyak bermunculan penipuan toko online. Maka pembeli jadi lebih hati- hati terutama soal harga. Riana maklum tetapi bukan berarti berganti strategi bisnis.

Alumni Sahid Tourism Academy bekerja keras. Dalam waktu lima bulan menggaet 10.000 anggot aktif. Para pembeli pun memberikan testimoni positif akan pelayanan. Kualitas produk jga disoroti tidak kalah walau murah. Bukan berarti tidak terdapat masalah karena sudah langsung diatasi.

Kebanyakan masalah datang mengenai beda barang. Antara foto dan produk diterima ternyata malah berbeda. Mengecewakan sih tetapi langsung Riana atasi segera. 'Saya tidak akan membiarkan itu (beda foto dan paket) terjadi di Below Cepek, makanya pembeli yang pernah beli pasti beli lagi."

Tidak ada ketakutan ketika "dikroyok" pemain besar. Bisnis eCommerce memang tengah naik daun. Pemainnya juga banyak bermodal kuat dan berani promosi. Riana sendiri tetap berpendirian lebih mengutamakan membangun komunitas.

Tujuannya pembeli bisa mendapatkan barang bagus terjangkau. Senang rasanya, ketika pembeli puas tetapi masih menyisakan uang buat ditabung. Gempuran produk impor juga tidak menggoyakan sikap Riana. Below Cepek tetap didapuknya menjadi pusat belanjar produk lokal asli UMKM Indonesia.

Bekal Pengusaha


Pengalaman merupakan kunci sukses bukan sekedar modal. Riana mempunyai pengalaman manajer penjualan di Hotel Sahid, Jakarta. Buat kalian yang memiliki pengalaman korporasi manfaatkan. Bisa gak kamu melangkah menjadi pengusaha.

Below Cepek mengajarkan pengeluaran bisa ditekan. Mereka menawarkan produk berkualitas yang telah disortir. Ada kebanggaan melihat pembeli memakai produk lokal. Banyak pandangan melihat sinis produk lokal. Riana sendiri menyadari bahwa produk lokal tidak kalah.

"Kalau produk impor saja tidak berkualitas barangnya, apalagi lokal?" begitu ucapnya, menirukan gaya bicara orang.

Riana memilih menekuni apa hobi dan kemahiran. Rekan karyawan pun memuji penampilan Riana di kantor. Awal- awal dia berharap akan meniru cara orang menjadi pengusaha. Inginnya membuka satu butik atau toko di mall. Tetapi ia menyadari biaya sewa mahal dan berdampak pada harga produk.

Ia mengenalisa toko online jualan produk China, Korea dan Bangkok. Padahal di offline juga sudah banyak dijual. Riana berpikir mengapa jarang sekali produk made in Indonesia. Dibawah bendera PT. Fortuna Adi Buana, Riana tidak mau berjualan produk impor karena tidak berkonribusi.

Produk dijual aneka fashion seperti rok, celana, gaun, dan baju. Adapula produk aksesoris mulai dari cincin, kalung, gelang dan tas. Seperti nama toko onlinennya dia menjual produk dibawah seratus. Ia mengatakan harga tertinggi Rp.99.000.

Target pasar utamanya mereka usia dibawah 18 tahun. Mereka yang ingin produk fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Pelanggannya merupakan komunitas dari Sabang sampai Marauke. Bisnis ini mampu memproduksi 500- 1000 item perbulan.

Model pakaian dalu memakai teman- teman dekatnya. Kini tentu beda, tetapi Riana memiliki prinsip harus orang Indonesia asli, mau kulitnya hitam, rambut keriting, atau dibawah standar cantik model bule tidak masalah. Riana menarget bukan cuma Jakarta tetapi seluruh Indonesia belanja di sini.

Below Cepek menggunakan bahan sesuai cuaca Indonesia. Tidak ada koleksi winter atau summer, ya semua disesuaikan dari Indonesia untuk masyarakat Indonesia. Riana tidak kaku bahwa memberi ruang pesan custom. Nanti pembeli mengirim gambar dan ia akan meminta tukang jahit kerjakan.

Menghadapi Persaingan


Masalah bukan berarti tidak ada menerpa Below Cepek. Selain pandangan sinis akan produk lokal, masalah datang dari pesaing bisnis lokal sendiri. Mereka menciptakan toko online dengan nama yang sama. Bisnis asal Bandunng tersebut membuat baju sampai aksesoris sama, bahkan cara pakainnya.

Ia mengatakan ini cara "steal visitor" atau mencuri pungjung. Untung bila mereka menjual produk yang sama berkualitas. Mereka malah membuat nama Below Cepek asli terpuruk. Banyang sekali yang protes mengenai pengalaman belanja mereka.

Curhatan mereka sampai menjadi pembicaraan publik di sosmed. Riana sendiri baru sadar ketika dia mendapatkan laporan. Bahkan bayangkan iklan mereka bahkan meniru milik Riana. Dia protes ke pihak sosial media. Butuh dua- tiga jam sampai iklan promo mereka diturunkan.

Namun mereka tetap memakai iklan promo tersebut. Bukan hal baru pristiwa tersebut sering terjadi di internet marketing. Dia cuma bisa mengelus dada sembari mengikhlaskan. Mengambil sisi positifnya ini menunjukan idenya keren.

Below Cepek sangat mengandalkan komunitas pelanggan. Sampai mereka pernah usulkan membuat baju ibu menyusui. Riana merespon dengan meluncukran produk unik "busui". Konsep baju untuk ibu- ibu menyusui. Pokoknya dia menerapkan konsep unik dan menarik untuk menggaet pelanggan.

Riana juga pernah mendapatkan permintaan hijab. Produk pakaian muslim besar dan lengan panjang sedang naik daun. Soal peluang bisnis, ibu- ibu juga meminta menjadi reseller, untuk satu ini Riana mempunyai promo menarik. Mereka tinggal melakukan deposit satu juta yang tidak akan terpotong.

Ibu- ibu boleh mengambil 11 baju. Mereka diberi waktu 3 bulan sampai produk terjual. Soal stok tak akan bermasalah ini sangat membantu. Kemudian waktu 3 bulan sebagai bentuk penyemangat dan cara pintar. Ada 100 orang terdaftar dalam bisnis berkonsep "Smart Shopper dan terbantu.

Aneka gaya promosi unik menarik perhatian masyarakat. Tak salah bila mereka mendapatkan gelar Top Ten Social Media Campaigne 2012. Salah satunya membuat aplikasi, dimana masyarakat bisa memainkan game "Miss Matching", tanpa diharuskan membeli produk yang dijual di Below Cepek.

Riana yang sukses belum puas membangun bisnis. Berani jadi pengusaha berarti siap membangun bisnis lain. Dia mengembangkan Restyle, yang mana pusat penjaring desainer lokal, jaringan network buat mereka yang ingin bergabung dengan Below Cepek.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba