Biografi Achmad Zacky Jadi Pengusaha Muda

Biografi Pengusaha Achmad Zacky


 
Disebut sebagai salah satu orang kaya baru di Indonesia. Biografi Achmad Zacky, pendiri BukaLapak yang nilai kekayaanya sampai Rp.1,5 triliun. Siapakah pengusaha muda ini dan apakah kunci sukses Achmad Zacky, berikut biografi Achmad Zacky dirujuk dari berbagai sumber.

Pengusaha muda kelahiran Sragen, 24 Agustus 1986, dari dulu tidak disibukan dengan kegiatan khas anak muda. Teknologi merupakan hal menarik bagi Zacky kecil. Ketika masuk bangku sekolah dasar Zacky kecil sudah berminat akan dunia komputer.

Dia mendapatkan hadiah komputer ketika ulang tahun. Buku pemrograman ditelan Zacky walaupun masih kecil. Passion akan dunia komputer meningkat sepanjang umur. Berlanjut sampai masuk SMA Negeri 1 Solo, dia menjadi salah satu perwakilah sekolah bidang ilmu komputer.

Menjadi perwakilan lomba Olimpiade Science Nasional. Berprestasi sejak kecil memenangkan lomba tersebut. Berkat teknologi bisa masuk ke ITB tahun 2004. Berbagai macam perlombaan berlanjut saat dia berkuliah.

Dia pernah menang lomba Indosat Wireless Innovation Contest. Saat itu tahun 2007, dia mulai masuk ke dunia startup, dimana bisnis pertamanya bidang teknologi ialah MobiSurveyor. Dimana adalah aplikasi pertama yang mampu menghitung survei cepat.

Pengusaha Muda Digital


Biografi Achmad Zacky punya banyak usaha dijalankan oleh pengusaha satu ini. Jadi tidak langsung berhasil lewat BukaLapak. Awal dia membuat aplikasi MobiSurveyor. Selanjutnya dia mendirikan Suitmedia, menjalankan bisnis jasa konsultasi website perusahaan dan masih berjalan.

Lingkungan ITB memang membawa dampak tersendiri. Jiwa entrepreneurship Zacky lebih condong berbisnis di bidang IT. Tetapi bukan tidak pernah membuka bisnis lain. Dalam sebuah artikel pernah gagal jualan mie ayam.

Seorang Zacky pernah membuka usaha mie ayam ketika Semester 2. Bisnis dimulai sejak 2006, yang hanya bertahan 6 bulan, bangkrut karena tidak ada pembeli. "Masih baru enggak ngerti bisnis, tapi jadi pembelajaran mahal," tutur pengusaha muda ini.

Kembali masuk ke dunia digital, lantas mencoba menawarkan jasa dibidang layanan. Bagaimana dia memberikan bantuan kepada masyarakat. Suitmedia tidak berhenti dan barkembang sangat pesat. Dalam satu tahun dia menghasilkan lebih banyak dibanding jualan mie ayam.

Tahun- tahun tersebut bisnis online semakin menaik. Seolah tidak mau kehilangan momentum, Zacky mengkonsep bisnis jual- beli online. Idenya karena dia sendiri meminati membeli online. Kenapa kita tidak membuat situs jualan online sendiri.

Awal berdiri bisnis BukaLapak dimulai oleh tiga orang. Proyek tersebut dijalankan selepas lulu ITB dan bekerja untuk perusahaan. Ide BukaLapak juga tidak lepas dari keprihatinan dia. Ketika pulang kampung para pengusaha UMKM berjuang keras.

Bagaimana dia bisa memfasilitasi mereka para tetangga. Bagaimana pendapatan mereka tidak juga berkembang. Muncul ide tentang software berjualan yang mudah. Berkaca dari beberapa usaha yang pernah dijalani. Zacky lantas mengajak beberapa orang kawan karena tidak bisa sendiri.

Dia merasa tidak bisa membangun bisnis ini sendiri. Ketika dia menawarkan konsep awal tentang BukaLapak, banyak mereka tidak tertarik. Pada masa itu berbisnis online masih meragukan. Bisnis BukaLapak bermula dari sofware seharga Rp.90 ribuan, murah bagi pengusaha jalankan nanti.

Biografi Achmad Zacky pernah membuat software hitung cepat. Pernah diajak oleh stasiun televisi untuk menjadi pembicara. Dia "menjual" software tersebut 10x lipat. Pengalaman ini yang membuat dia makin percaya diri berbisnis teknologi.

Pengusaha Harus Gagal


Perjalanan membangun bisnis BukaLapak dimulai. Dari ratusan nama domain, hanya satu nama yang bertahan dan jadilah ini. Pandangan besar Zacky memang sulit terealisasi. Hingga dia bertemu satu orang kawan satu jurusan dan satu SMA, Xinuc, yang lantas menjadi CTO BukaLapak.

Sosoknya tidak aktif bergaul di organisasi. Lebih senang otak- atik komputer di kamar kosan. Dan ternyata dia terobsesi membuat teknologi. Mereka lantas berdikusi tentang proyek BukaLapak ke depan. Dua bulan tanpa berhenti mereka mengarjakan sistem BukaLapak.

Software mereka matangkan berdua dalam satu kamar. Webiste launching pada Januari 2010, dan coba tebak tidak ada yang datang. Situs BukaLapak sepi tanpa pembeli satupun. Ada 1- 2 orang saja, eh ternyata, ketika dicek ternyata komputer mereka sendiri yang berkunjung.

Cara online tidak menghasilkan. Zacky mencoba strategi tradisional yakni offline. Bergrelia mencari pengguna dari lapak- lapak pinggir jalan. Banyak pengusaha tidak tertarik akan softwarenya. Satu tahun usaha dilakukan, hingga terkumpul 10 ribu UMKM dibawah BukaLapak.com

Apakah Buka Lapak pernah bangkrut. Jawabannya kas perusahaan mereka pernah nol. Pertanyaan itu sempat dijawab Xinuc sendiri. Ia sempat berujar bagaimana kalau berhenti. Sudahi saja menjadi pengusaha memasarkan Buka Lapak.

Zacky selalu mengingatkan mimpi besar mereka. Pemikiran bahwa sekarang mereka sudah punya 10 ribu pelapak. Kalau mereka berhenti apa yang akan mereka lakukan. Bagaimana para pengusaha yang mempercayai produk mereka. Sudah dimulai tidak boleh diakhiri begitu saja tanpa berjuang keras.

Tahun 2012 menjadi titik balik perusahaan karena keadaan. Pasalnya tahun tersebut internet semakin digandrungi. Berjuang membesarkan bisnis Buka Lapak. Zacky mendapat kucuran dana dari EMTEK Group. Uang ratusan miliar rupiah dikucurkan untuk oprasional perusahaan.

Zacky masih aktif mengajak orang secara offline. Mengajak langsung UMKM ikut berbisnis online. Penolakan terhadap bisnis Zacky memiliki cerita. Mereka yang biasa jualan di mall, tidak menarima bisnis Zacky. Justru para UMK yang bersemangat memasarkan bisnis melalui Buka Lapak.

Trobosan bisnis Buka Lapak tidak langsung diterima. Wajar karena website seperti Buka Lapak tidak menjanjikan. Orang masih ragu membeli barang online. Ia lantas lebih aktif mengedukasi masyarakat untuk beralih online. Tak kurang 150.000 pengguna aktif memilih berjualan di BukaLapak.

Inilah Biografi Achmad Zacky, pengusaha muda yang mendirikan BukaLapak.com hingga menjadi orang terkaya. Anak muda yang percaya bahwa bermimpi besar penting. Dia mengingat bagaimana teman- temannya tidak percaya akan masa depan Buka Lapak.

Mereka yang sempat bekerja disana. Lambat laun semakin tidak percaya diri dan resign. Sampai ada perusahaan Jepang EMTEK investasi. Jujur pengusah muda berkaca mata ini heran kenapa mereka mau. Padahal dia menganggap bisnis Buka Lapak belum menghasilan apapun.

Dia merasa masih belum sebesar nilai investasi. Sang pengusaha Jepang lantas meneliti sistem kerja perusahaannya. Mereka tidak masalah dan mungkin melihat masa depan. Biografi Achmad Zacky telah mengajarkan, bahwa menjadi pengusaha muda ialah soal melawan diri sendiri, bukan modal.

Dia menjelaskan bahwa orang Indonesia butuh bantuan. Mereka memiliki produk dan layanan bagus. Sayangnya, mereka butuh bantuan dalam penjualan, apalagi mengingat susahnya memasarkan produk ke mall- mall besar. Ia berharap akan ada lebih banyak pengusaha yang membantu mereka.

Biografi Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya

Biografi Pengusaha William Tanuwijaya


biografi william tanuwijaya tokopedia

Niat baik tertulis dalam biografi pendiri Tokopedia. William Tanuwijaya mengalami keresahan akan ekonomi masyarakat. Dia melihat belum ada marketplace yang mengayomi pengusaha lokal. Adalah sosok pria kelahiran Sulawesi Utara, 18 November 1981, merupakan pendiri dan CEO Tokopedia.

Bila nama pengusaha muda lain berlatar belakang kuliah menterang. William memiliki latar belakang pendidikan Universitas Bina Nusantara, jurusan Teknik Informasi. Kedua orang tuanya sederhana dan menghabiskan masa remaja di SMA biasa.

Jatuh Bangun Tokopedia


Setelah lulus SMA, pada tahun 1999, merantaulah William ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Saat berkuliah ia menyambi bekerja sambilan. Tepatnya William bekerja menjadi operator internet alias penjaga warnet. Si anak warnet mulai menggilai internet menjadi bagian dari hidupnya hingga kini.

Mulai bekerja ketika Semester dua, jadwalnya mulai bekerja dari pukul 21:00 sampai 09:00 pagi, dari Senin sampai Minggu. Inilah awal kecintaan William akan dunia internet dan mulai eksplor. Bukan sekedar buat main game ya, tetapi sembari mengasah pengetahuan kuliahnya.

"Ketika internet masih mahal, saya bisa menggunakan dengan gratis, bahkan dibayar -sebuah blessing in disguise," jelasnya kepada Tempo.

Begitu lulus kuliah ia memilih bekerja di perusahaan internet atau masih berhubungan. William mulai meniti karir dimulai dari perusahaan software. Semenjak lulus 2003, tercatat pernah bekerja di empat perusahaan berbeda, hingga ia mulai menyadari permasalahan marketplace Indonesia.

Bermula 2007 ketika diminta perusahaan, mimpinya membangun usaha ini makin mantap ketika saat itu tiba. Ketika dia dijadikan moderator forum online KafeGaul yang mempunyai rubrik jual beli. Ini membuatnya fokus mengerjakan marketplace khusus gratis.

Di sisi dunia lain gairah startup bermunculan di berbagai dunia dijadikan kiblat. Dia belajar mengenai marketplace dari luar negeri.

"Saat itu ayah saya divonis kanker dan saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya karena saya satu-satunya pencari nafkah di dalam keluarga saya. Saya butuh pemodal untuk membangun Tokopedia," jelasnya kepada Tempo.

Miris memang dia harus mengerjakan sesuatu yang belum tentu untung. Pasalnya awal- awal startup pastilah penuh dengan pengorbanan berdarah- darah. William harus puasa pendapatan dari menjual tempat jualan gratis, sementara itu ayahnya tengah dilanda sakit berat.

Ia mengajak sosok Leontinus Alpha Edison bersama mencari investor. Dalam keterbatasan jaringan, William menghubungi atasannya dulu di perusahaan internet. Nah, dari kebaikan hatinya lah, William dihubungkan dengan investor- investor bisnis.

Ternyata tidak mudah mendapatkan investor untuk perusahaan baru. Bombartir pertanyaan diberikan mereka. William belajar bahwa mendapatkan kepercayaan tidaklah mudah. Ia ditanyi mengenai latar pendidikan, latar belakang keluarga, dan pengalaman berbisnis sebelum ini.

Mereka bahkan mempertanyakan latar belakang bukan pebisnis. Jurusan kuliahnya bahkan sampai dimana berkuliah. Hasilnya adalah investor meminta William tidak terlalu tinggi. Meminta dirinya melakukan sesuatu yang lebih realistis.

Masa tersebut masyarakat masih awam mengenai marketplace. Begitupula dunia startup dan digital masih belum tumbuh. Bertahap William dan Leo mengerjakan sesuatu selama dua tahun. Mereka pun mampu menggaet investor lokal.

Total investasi awal perusahaan Tokopedia adalah 90% lokal. Para investor pun nampak was- was bila mana mereka kabur. Ini jaman dimana investasi startup masih belum semasif sekarang. Investor masih meragukan hasilnya dan takut- takut masuk ke bisnis internet.

Sejak 2009, pendanaan makin banyak masuk selaras pemahaman akan dunia startup. Sebut nama saja nama perusahaan investor East Venture (2010), CyberAgent Venture (2011), Beenos (2012), Softbank (2013), dan Softbank dan Sequita Capital (2014).

Pendanaan Softbank dan Sequita Capital bernilai terbesar yakni $100 juta, dimana sekaligus menjadi terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Tech In Asia melaporkan ada dana investasi $147 juta dan William menolak mengomentari itu.

Perusahaan dan Karyawan


Biografi pendiri Tokopedia William Tanuwijaya: Merupakan sosok yang mampu bertahan dalam ketidak pastian. Ia pun merangkul pegawai sebagai tim kerja sekaligus penyemangat. Prioritas dari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Ia bersama Nakama, begitu dia memanggil karyawannya, memang bekerja keras apalagi terlebih dulu sudah ada eCommerce. Tokopedia pun menawarkan konsep berbeda menjaring konsumen. Bila yang lain berjualan, maka Tokopedia mengajak orang berjualan di sini sebagai marketplace.

Triknya adalah tampil menarik didepan pengguna. Pola pikiran bukan mendapatkan 1 juta pengguna tetapi pelanggan. Walau hanya menghasilkan 100.000 pengguna, jika mayoritas mereka kembali lagi, maka itu sudah selangkah Tokopedia bertumbuh.

"Perlahan-lahan kita raih loyalitas dan buat mereka cinta produk kita," imbuhnya lelaki yang telah menjadi karyawan selama 10 tahun, seperti yang diungkap Tech In Asia.

Tokopedia lebih memilih memberdayakan pengguna berjualan. Per- Agustus 2016, situs ini telah memiliki satu juta pengguna berbisnis disini. Saban bulan, menurut William, ada lebih dari 16,5 juta produk dikirim dari penjual ke pembeli dari Sabang- Marauke.

Angka transaksi mencapai triliunan perbulan terjadi di Tokopedia. Besarnya volume transaksi, makin menegaskan bahwa Tokopedia favorit nitizen Indonesia, dan mengalahkan Twitter dan Wikipedia. Ini menjual komunitas dimana orang gratis berjualan, dan sekaligus nyaman membeli barang.

Tokopedia menjadi tempat membuka lapangan pekerjaan baru. Menjadi tujuan pengusaha menjual barang- barangnya. Para marchant bergabung menjual produk, disisi lain bisnis kurir ikut tumbuh, demi memenuhi kebutuhan paket- paket terkirim.

Tokopedia membuat ekosistem dari hulu ke hilir melalui paket barang. Dari jutaan paket terkirim dari satu pulau ke pulau lainnya, dari kota ke desa, dan dari desa ke desa telah hasilkan banyak lapangan pekerjaan. Tokopedia sendiri berbenah mengatasi citra kualitas barang yang dijual dan diterima.

Celah penipuan online terus ditutup melalui anake cara perlindungan. William melihat betul banyak pengusaha terbatas modal. Mereka terbentur keterbatasan dana, akses teknologi, mitra perbankan dan urusan logistik yang ribet.

Tokopedia akan menjadi pemecah permasalahan tersebut melalui aneka layanan. William yang dulu diragukan akan sukses telah merubah nasib. Ia mampu meyakinkan banyak orang mengikuti jejak mimpi mereka. Para pengusaha muda layaknya harus mengikuti biografi pendiri Tokopedia ini.

Biografi Belva Devara Pengusaha Muda Ruang Guru

Biografi Pengusaha Belva Devara


biografi belva devara
 
Sedikit cerita biografi Belva Devara atau Adamas Belva Syah Devara. Pengusaha muda Ruang Guru yang ramai diperbincangkan. Diluar kasusnya ada baik anak muda lebih fokus kepada karyanya. Dia masuk dalam 30 Under 30 Asia, sebagai sosok entrepreneur berpengaruh dan inovatif.

Pemuda kelahiran 30 Mei 1990, yang terlahir dari keluarga sederhana, dimana harapannya Belva jadi pegawai negeri sipil. Siapa sangka pasangan Tri Harsono dan Murni Harchayani melahirkan sosok lebih hebat. Dari sekedar menjadi pegawai negeri ditangannya lebih dari 150 ribu guru terbantukan.

Anak pertama dari tiga bersaudara yang memang memiliki otak cerdas. Sedari kecil orang tuanya selalu menanamkan pendidikan sangat penting. Walaupun keluarga sederhana, mereka mampu buat mengantarkan Belva kuliah keluar negeri.

Orang tuanya tidak ragu jor- joran memastikan anak- anaknya kuliah tinggi. Belva terlahir menjadi remaja biasa. Senang bermain namun lebih menyukai belajar sih. Dia baru menyadari pentingnya pendidikan ketika SMA. Ingin rasanya kuliah sampai keluar negeri menimba ilmu baru.

Senang Belajar


Kuliah diluar negeri dilihat menjadi peluang terbaik. Belva tidak muluk- muluk ingin rasanya masuk ke universitas ternama Singapura. Ia lalu mengumpulkan aneka soal- soal latihan. Bahkan Belva beli langsung dari Singapura kumpulan soal.

Uniknya Belva sering bolos demi belajar dari rumah. Akhirnya ia memenangkan beasiswa kuliah untuk Universitas Teknologi Nangyang. Belva menjadi salah satu dari delapan orang. Dia tahun 2011, ia mendapatkan kesempatan bekerja di McKinsey and Company.

Memang sosok cerdas sehingga dia mendapatkan penghargaan. Namanya sangat dikenal sangat baik dalam mengurusi klien. Penghargaan "Client First Award 2012" pernah didapatnya. Selum bekerja di sini, Belva sudah sempat banyak magang dan bekerja merupakan cara lain belajar.

Bahkan ketika liburan ia akan belajar melalui magang singkat. Sebut saja magang UKP4 atau Unit Kerja Presiden Di Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, dibawah langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pernah pula Belva magang singkat untuk Goldman Sach Singapura.

Belva layaknya remaja lain menyenangi bergaul. Temannya banyak dan tidak memandang remeh mereka. Walau cerdas dia tidak lupa bersosialisasi berkumpul bersama. Selepas lulus S1, Belva mau melanjutkan S2, dimana dia sudah berani buat masuk ke Harvard dan Stanford!

Ia tidak tanggung bahkan mengambil dua gelar bersamaan. Tahun 2013, dia lulus menyandang gelar sarjana bisnis dan teknologi. Tidak mau tanggung- tanggung maka dibutuhkan kerja keras lebih. Dia menyusun strategi, termasuk mencari surat rekomendasi S2 dan mencari tau cara masuknya.

Termasuk dia mencari informasi orang yang pernah berkuliah di sana. Untuk mengakali biaya hidup ia rela bekerja sambilan dengan gaji minimum. Padahal Belva ini telah memiliki pengalaman bekerja memuaskan. Pengorbanannya tidak sia- sia, diterima dua beasiswa di dua universitas ternama dunia.

Namun dia harus mau berkorban kembali karena beda lokasi. Dia mengejar untuk Master of Business Administration di Stanford, California, dan Master of Public Administration dari Harvard, Boston, Amerika Serikat.

Pengalaman panjang mengejar pendidikan membuka pandangan. Dia ingin perubahan dalam dunia pendidikan. RuangGuru seolah berkaca kepada pengalaman pribadi. Belva lalu mengajak sahabatnya yang orang Indonesia, sekaligus mahasiswa di Amerika yang bernama Imam Usman.

"Pemimpin yang baik harus memiliki misi yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang banyak," jelasnya.

Tahun 2006, dia lulus kuliah dan kembali ke Indonesia, dan bersama Imam, keduanya membuat ide konsep dahulu. Di tahun 2007, barulah lahir RuangGuru dengan dukungan tiga investor. RuangGuru didirikan Belva dan Imam memiliki fokus bimbingan belajar online.

Konsep ini bukanlah hal baru karena banyak dipakai dalam kuliah online. Bedanya RuangGuru coba mengaplikasikan ini dalam pendidikan formal. Pengguna akan disuguhi konsep berlangganan yang lebih murah. Pertama pengguna mendapatkan ruang belajar dan video- video pembelajaran.

Kedua mereka akan bisa berkomunikasi melalui kelompok group. Ketiga, ada ruang les, dimana bisa memanggil guru untuk belajar ke rumah. Bila kurang nyaman nih, maka ada fasilitas keempat ruang untuk belajar online, dimana cocok buat mereka yang sudah nyaman belajar online sendiri.

Banyak penghargaan yang diterima oleh RuangGuru dari Google Launchepad Accelerator, UNICEF Youth Innovation Forum 2015, BUBU Award, MIT Solve, dan the Atlassian Foundation yang mana berupa Atlassian Prize, dan Rice Bowl Startup Award 2016 untuk TechStartup.

Usaha Tas Rajut Pengusaha Jawa Timur Winarsih

Profil Pengusaha Winarsih


usaha tas rajut

Dulu waktu SMA dirinya diajarkan keterampilan merajut dasar. Ini bekal sang pengusaha Jawa Timur untuk membuka usaha tas rajut. Ia mulai menjadikan merajut hobi. Tanpa disadari keahlian Winarsih yang dulu semakin hebat. Dia bahkan mampu membuat rangkaian bunga dari tali rajut.

Winarsih tidak berharap menjadi wirausaha sukses. Ia hanyalah pegawai perusahaan biasa. Dianggap bahwa keterampilan ini hanyalah sebatas hobi. Namun dia menyadari bahwa merajut bukanlah cuma pelajaran sekolah. Tidak semua orang bisa mendalami dan menghasilkan karya bagus.

Menyadari bahwa karya rajutannya disukai banyak orang. Winarsih nekat membuka usaha tas rajut pada 2015 silam. Bermodal Rp.5 juta, dibuatnya sandal rajut yang dikombinasikan sandal kayu. Istri dari Supriyanto, memilih mengundurkan diri dari perusahaan untuk wirausaha.

Dia mulai melakukan serangkaian inovasi. Dari produk fashion sampai furnitur dapat dibuat dari tali rajutan. Kemudian berdirilah Win's Rajut sebagai nama usahanya. Harga jualnya tidak mahal antara Rp.10 ribu untuk ikat rambut sampai Rp.1,2 juta untuk penyekat ruang.

Menjadi Pengusaha


Produk diproduksi mulai dari sandal teplek, taplak meja, bunga rajut, sepatu, karpet dan lain- lain. Ini sangat variatif alhasil Winarsih mampu menyasar banyak pasar. "Pelan tapi pasti, produk mulai saya pesarkan. Alhamdulillah banyak yang suka produk saya," senangnya.

Dia pun menggandeng ibu- ibu rumah tangga membantu. Winarsih tidak segan pula mengajak anak muda ikut bergabung. Harganya memang terjangkau, UKM asli Desa Karangrejo, Kec. Gempol, Kab. Pasuruan. Ini semua dibuat dengan bahan baku ramah lingkungan dan berkualitas.

Win menggunakan bahan tali nilon yang tidak mudah kotor. Bahannya mudah dirawat dikombinasi bahan alami, seperti batok kelapa untuk kancing atau kayu daur ulang untuk lampu. Tidak cuma ia kombinasikan rajut dengan kayu tetapi juga kulit.

Biar konsumen tidak jenuh maka dilakukan inovasi terus. Ada barang baru setiap dua minggu sekali. "Karena berangkat dari hobi, jadi ingin selalu berinovasi," tutur Win. Barang laman tidak akan dia produksi lagi. Boleh dibilang produk ini sangat limited edition ya.

Minimal dia akan membuat produk baru setiap dua minggu. Kendala terbesar ialah pemasaran karena tidak semua orang suka handmade. Cuma orang yang punya nilai seni dan menghargai barang artistik seperti ini. Win meyakinkan kamu usaha rajut masih memiliki prospek selama kreatif dan inovatif.

Bersyukur dia mendapatkan perhatian pemerintah melalui Pemkab Pasuruan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Maka produknya dibawa dipasarkan di tiga titik penting, dari Masjid Chengho, Taman Dayu hingga Sentral Bangli, tersebar dari Yogyakarta, Magetan, Madura dan Lampung.

UKM binaan Bedo atau Bali Export Development Organization, yang aktif diajak mengikuti aneka pameran dalam dan luar kota. Dari offline sampai online usahanya berkembang dibantu anak- anak Winarsih. Perempuan 51 tahun yang kin tidak sekedar membuka usaha melainkan tugas sosial juga.

Berbagai media dipakai untuk memasarkan produk- produk unik ini. Sebulan mampu hasilkan omzet sampai Rp.20 jutaan. Sasaran utama produk kerajinanny di kawasan pariwisata. Kalau tidak musim liburan maka omzet bisa lebih rendah.

Win dibantu 20 orang pegawai mengerjakan tiap tahapan. Sebenarnya Winarti mampu membuat itu sendiri. Namun dia membagi- bagikan tugas agar semua bisa mendapat pekerjaan. 20 orang pegawai melakukan pekerjaan borongan, dan 2 orang pekerja melakukan finishing.

Winarti juga bersemangat memberikan pelatihan. Pertama dulu membuat sandal buat dipakai sendiri dilihat tetangga. Sekarang dia mengajak masyarakat ikut membuat sandal rajut. "Saya memerlukan mereka, mereka juga senang," tuturnya, diman mereka bisa mengerjakan sembari urus rumah.

Pekerjaan bisa dilakukan sembari nonton tv, menjaga anak, atau duduk santai. Sistem kerja borongan membuat kelompok- kelompok binaan sekaligus. Mereka tidak cuma diajak bekerja tetapi diajari buat usaha sendiri.

Pelatihan tidak pandang bulu siapapun boleh ikut, dari 70 orang peserta mungkin cuma 10 serius buat melanjutkan. Tidak apa- apa, Winarsih sudah menjadikan ini sebagai aktivitas sosial. Tidak jarang ia diundang ke desan lain untuk mengajar.

Ada beberapa kelompok binaan di lima desa berbeda. Win juga ikut berdiskusi ide- ide bisnis baru yang mungkin dikembangkan. Dari banyak kelompok binaan tersebut, diharapkan akan munculkan kampung rajut. Tempat masyarakat bisa berwirausaha, memiliki brand sendiri, dan diperdayakan.

Ini akan menjadi komoditas suatu wilayah khususnya Kecamatan Gempol, dan Kabupaten Pasuruan. Desa rajut akan menyerap lebih banyak pekerja melalui usaha. Melalui kampung rajut inilah, dirinya berharap memunculkan para pengrajin besar, hingga mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Berkat aktif mengembangkan wirausaha sosial. Dia diganjar Juara 1 Maslahat Award Kab. Pasuruan,

Martini Sukses Berbisnis Tas Ekspor Asli Indonesia

Profil Pengusaha Sukses: Martini


jual tas enceng gondok

Dia terlahir menjadi sosok gadis kecil biasa asli tepian Sungai Progo, Kulon Progo, Kota Yogyakarta. Kini Martini sukses berbisnis tas ekspor asli Indonesia. Sejak kecil pengusaha ini memang dikenal rajin bekerja walau harus sekolah.

Sebelum bersekolah di SD Muhammadiyah Banguncipto, ia lantas menjajakan makanan ke para pekerja pasir di daerahnya. Sore hari dilanjutkan dia disibukan mencai kayu bakar dan rumput pakan ternak.

Anak ketiga pasangan, Rame Sarwo Utomo dan Ponikem, yang selalu mengorbankan waktu untuk bermainnya. Ia punya cita- cita mulia yakni menjadi seorang guru. Martini yang ingin menjadi guru kemudian melanjutkan pendidikan ke sekolah pendidikan guru (SPG) di Kecamatan Sentolo.

Sukses Tanpa gelar


Namun, baru sebulan perkuliahan,  kedua orang tuanya menyuruhnya berhenti. Soal apalagi kalau bukan itu tantang biaya sekolah yang tinggi. Jadilah dirinya drop- out menjelang kenaikan ke kelas dua.

Memilih menikah dini, Martini cuma bisa hidup susah, usahanya hanyalah berjualan dagangan ke Yogya, bersepeda sejauh 15 km. Ketika masih remaja, ia sudah menikah dengan Nurhadi, seorang buruh bangunan.

Profesi sang suami yang bergantung oleh proyek, membuat Martini sering ditinggal pergi keluar. Tak jarang ia ikut sang suami bekerja proyek hingga ke Padang, Sumatra Utara. Martini kemudian diperbantukan oleh perusahaan untuk bersih- bersih dan memasak.

Itulah masa- masa sulit di kehidupannya menjadi seorang istri berbakti. Perempuan kelahiran Gunung Kidul, 11 Mei 1972, sekarang telah hidup makmur. Bagaimana? Dia berubah karena brand Martina Natural, mereka dagang sekaligus perusahaan ekspor segala produk kerajinan.

Dia memproduksi sandal, sepatu, dan kesemuanya itu terbuat dari enceng gondok. Ditemui awak media di rumahnya, RT 4/RW 2 Bantar Kulon, Bangun cipto, Sentolo, Kulonprogo, Martini baru saja mengirim bagian atas sandal sebanyak 20 ribu pasang ke pelanggannya di Italia.

Tujuan ekspor produknya meliputi negara Prancis , Italia dan Spanyol. Bisnisnya bisa dibilang tidak terlalu rumit. Dia itu hanya menjual sandal dan tas dari anyaman eceng gondok. Menjadi istimewa bagaimana caranya memberdayakan masyarakat luas.

Kini mereka mampu aktif merubah tanaman yang dianggap sampah menjadi produk. Bisnisnya cukup dikerjakan di belakang rumah yang diubahnya menjadi bengkel kerja. Dari kebun berluas 3000 meter persegi, ada 40 orang asik mengerjakan produk- produk anyaman tiap harinya.

Diluar pegawainya itu masih ada kelompok- kelompok binaan. Mereka para ibu- ibu yang mendapatkan perhatian khusus olehnya. Mereka lalu mengerjakan tugas- tugas sesuai pesananan, dan bahan serta kelengkapan produksi akan diberikan oleh Martini langsung.

Kelompok usahanya tersebar di daerah Gunung Kidul, Purworwjo, Bantul,, Sleman, Magelang dan Klaten. Total anggota kelompok tersebut mencapai 500 orang. Pekerjanya lepas ini hanya ditugasi membuat bagian tertentu dari sandal, sepatu atau tas.

Sedangkan finishingnya akan dilakukan oleh karyawan tetap yang sudah ahli. Bisnis ini dimulai ketika Martini bekerja sebagai penjaga showroom kerajinan di Bantul, DIY. Pada 1998, Martini yang menjadi pegawai disana harus diberhentikan.

Krisis Moneter 98


Kala itu pemilik usaha memutuskan menutup bisnisnya karena krisis moneter. Karena khawatir atas kehidupan Martini, sang pemilik lantas menyarankan agar berbisnis sejenis dirinya. Majikannya berusaha meyakinkan dirinya ketika itu, di sebuah warung soto di Bantul.

"Kalau dalam dua tahun belum ada kontainer, kamu datang kesini dan jitak kepala saya," katanya menirukan gayanya.

Awalnya ia ragu karena modal dan pendidikan yang tak mendukung. Namun motivasi sang majikan membuat hatinya membulat. Martini bermodal Rp.250 ribu memulai bisnisnya. Ia membeli satu mesin jahit bekas lalu berlari ke Congot, Kulon Progo, berkelana mencari bahan baku.

Di 1 Maret 1999, Martini telah berhasil membuat produk sendiri. Dia menjajakan produk anyaman seperti tas dan sandal ke pedagang kerajinan. Bersepeda berkeliling kota Yogya, ia menghantarkan produknya bermodal sepeda tua.

"Pesanan diantara minimal dua kali sehari," tuturnya. Ternyata produk karyanya bisa laku keras di pasaran Yogya, bahkan sampai tidak tertangani sendiri.

Bisnis Martini Natural mulai berkembang pesat sejak awal tahun 2003. Dia bahkan ikut berbagai pameran kerajinan, dan bisa membuka agen di wilayah Jakarta, juga aktif memasok beberapa toko di Bali. Ekspor produk pertamanya yaitu ke Puerto Rico.

Dia juga melayani pesanan secara invidual. Salah satu pelanggan yaitu putri kedua SHB X, GRA. Nurmagupita atau Pembayun. Bisnisnya sendiri pernah jatuh pada saat gempa di Yogya tahun 2006; rumah sekaligus gudangnya ambruk.

Kondisi keuangan tersedot kebutuhan pribadi, memperbaiki rumah. Pada saat sama pasaran terjadi stagnasi permintaan. Toko- toko di Yogya juga berhenti atau sepi pengunjung, banyak pelanggan jadi telat membayar. Bahkan ada tunggakan mencapai angka 400 juta.

Beruntung sebuah lembaga pembiyaan mau memberinya bantuan. Tahun 2007 Martini kemudian menerima Dji Sam Soe Award, disebutkan sosoknya merupakan salah satu dari pelaku usaha kecil menengah terbaik nasional.

Suaminya sendiri, Nurhadi, ikut membantu menjalankan roda bisnis. Mereka bahu- membahu menjalankan perusahaan bernama Martiati Natural. Selama menjadi istri pria kelahiran Bantul 12 Desember 1969 ini, Martini dikaruniai seorang putri bernama Irma Purwaningsih (21).

Putrinya kerap membantu bisnis bundanya menawarkan produk via internet. Irma sendiri bersekolah di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta. Dari pantauan akunnya, dia nampak memiliki visi tersendiri membesarkan usaha keluarga, Martini Natural.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba