Sukses Berkat Mertua Juragan Mi Basah Malang

Profil Pengusaha Mikno Ade dan Keluarga 



Ketika masih bujangan sudah bergelut di bisnis mi. Sayang nasib berkata dia harus gagal. Kegagalan tidak pernah membuatnya berhenti berusaha loh. Lepas berjualan mi, Mikno Ade memilih jualan permen gulali dan kembali berjualan mi lagi saja. Siapa Mikno? Bagi masyarakat Malang, Jawa Timur, dirinya dikenal sebagai juragan mi basah Mi Gloria.

Jangan berhenti berbisnis sedini mungkin. Berusahalah siapa tau nasib mendatang berakata lain. Seperti hal Mikno yang memulai jualan mi pangsit sejak lulus SMA. Unik dia membuat sendiri bahan- bahan termasuk soal mi mentah. Dia pernah gagal dan sepi sekali jualannya. Karena tidak ada biaya sekolah, selepas lulus sekolah menangah atas, dia memilih melanjutkan berjualan mi kembali pada 1963.

Ia melanjutkan lagi warung milik orang tua. Dia berjualan mi lagi di Sawahan Malang, Jawa Timur. Jangan bayangkan dia cuma mewarisi usaha keluarga. Karena faktanya: Kedua orang tua Mikno sebenarnya adalah pedagang kelontong. Entah mendapat ide dari mana dan bagaimana caranya Mikno membuat mi sendiri. Ia sendiri mengaku malu bertanya ketika memulai membuat mi pangsit.

"Yang penting, bahannya ada tepung, bumbu, telur, air, dan garam," tuturnya.

Sebagai awal usaha Mikno cuma menghasilkan dua kilogram. Dalam perjalanan setahun berusaha sendiri, ia menemukan aneka kesukaran, hingga tepat satu tahun menutup usahanya. Ia sendiri baru sadar kalau adanya pembeli datang ke tempatnya juga karena kasihan. Mereka adalah mantan guru dan teman- teman Mikno sendiri.

Usaha mertua


Ia pernah menjadi supir taksi, pedagang lotre, berjualan bakpao, hingga permen gulali. Nasib Mikno sendiri memang tidak kunjung membaik. Dia seolah pasrah tetapi tetap berjuang. Tahun 1970 -an, Mikno bertemu pujaan hati, Paula Chandrawati, anak penjual cui mi. Mikno lantas terjun membantu warung milik mertua di daerah Sawahan.

Mikno juga membantu mertua memindahkan warung ke dekat kontrakan Jalan Kawi, Malang. Pindahkanya warung sang mertua karena kasus rasial. Usaha ditutup oleh pemerintah di tahun 1966 karena sang mertua adalah keturunan TiongHoa. Padahal warung tersebut telah menjadi penopang hidup keluarga besarnya. Dia sendiri mengenang harus kembali bekerja serabutan.

Selepas warung dipindah usahanya terlihat membaik. Dia berjualan cui mi buatan sendiri. Dibantu sang istri, usaha ini nampak lebih baik dan banyak pembeli datang membeli. Berbeda dengan ketika jualan mi pangsit ini lebih menjanjikan. Melihat permintaan membesar, Mikno memutuskan membuka usaha pembuatan aneka mi basah. Ia lantas menyerahkan pengelolaan warung ke istri.

Karena usaha tersebut sudah berjalan cukup lama. Berbeda dengan sebelumnya, Mikno sudah punya modal usaha sendiri. Meski tidak banyak tetapi cukup buat membeli mesin. Ia tinggal memutar tangan dan mi akan keluar berbentuk memanjang. Berjalan waktu seorang kenalan tertarik akan usaha dijalankan Mikno. Teman itu berkata mi buatan Mikno memang lebih enak.

Sejak itu, secara berkala sang teman memasan, itupula yang mendorong Mikno lebih bersemangat. Alhasil, ia bisa berproduksi 10kg sampai 25kg memenuhi pesanan. Untuk hari raya pesanan mi bisa meningkat tajam dibanding hari biasa sampai 50kg.

Pesanan meningkat membuat semangat bekerja. Dia lantas membeli aneka mesin lengkap. Inilah cika bakal dari usaha basah Mi Gloria. Pabrik mi kecil bernama Gloria yang terinspirasi lagu gereja. Lagu berlirik kata- kata Gloria serta nama bengkel tempatnya mangkat. Mungkin takdir ya, nama tersebut sama halnya bengkel dulu ia mangkal berjualan es.

"Saya bermimpi untuk menjadi orang sukses seperti pelanggan bengkel mobil itu," kenang Mikno. Didukung kemampuan mekanik masalah seperti mesin rusak juga teratasi. Lengkap sudah bekal seorang Mikno buat menjadi pengusaha sukses -kerja keras, ketrampilan, dan cita- cita.

Ia memodifikasi mesin mi sendiri. Tujuannya agar menghasilkan tekstur lebih lembut dan kelenturan bagus. Selepas sepuluh tahun mengerjakan usaha mi basah terbayar sudah. Ayah tiga anak ini sudah bisa bersantai menikmati wisata bersama keluarga ke Bali. Ini menjadi pengalamn pertama berlibur ke tempat wisata bagi dia dan keluarga.

Puluhan tahun mengerjakan aneka mi basa membuatnya ahli. Dengan percaya diri, Mikno siap melayani tiap permintaan konsumen. Ukuran berapa saja, bahan apa saja, berapa banyak, dia yakin bisa membuatnya buat kita semua. Mi Gloria sendiri fokus membuat mi basah tanpa telur atau vegetarian. Juga mereka ahli soal membuat mi berbahan telur bebek.

Usaha keluarga


Mikno memang prinsip tidak memakai pengawet berlebihan. Itulah kenapa mi buatan Gloria tidak awet jika disimpan di suhu ruangan. Selain itu,dia menjelaskan mi Gloria memakai kemasan food grade loh. Pabrik pun buka dua kali sehari menjual mi seharga Rp.10.000 sampai Rp.25.000. Pabrik kecilnya telah memproduksi puluhan ton mi per- tahun.

Sekarang, puluhan tahun berjualan, Mi Gloria menjelma menjadi pabrik mi terbesar di Malang, yang mana segmen pembeli menengah atas. Usaha ini pun dilanjutkan oleh sang anak, Wiyono Gunawan, membuka banyak outlet mi dan depot cui mi di Malang. Permintaan naik setiap tahun didorong naiknya tingkat wisata di Malang.

Peningkatan harga BBM sendiri tidak begitu berpengaruh. Untung karena harga bahan baku stabil membuat Wiyono optimis. Dia menyebut cara mengatasi bukan menaikan harga. Mi Gloria lebih memilih mengurangi di ketebalan dan bobot mi. Usaha yang mendukung aneka penjualn grobak, depot, restoran, dan katering di penjuru Malang ini memang hebat.

Setiap tahun penjualan pun tetap meningkat meski BBM naik. "Malah semakin banyak turis yang semangat berkuliner di Malang, jadi penjualan aman," cetus Miyono. Kenaikan biaya produksi tidak sampai 5% dari kenaikan bahan baku telur, bahan baku terigu, ongkos angkut,dll. Kenaikan terjadi ketika upah karyawan dan biaya listrik saja.

Wiyono sendiri masih optimis membuka pabrik baru. Ia berlandaskan masyarakat Indonesia adalah pemakan mi no.3 di dunia. Membuka depot juga masuk opsi dipilihnya mengatasi kelesuan. Terutama jika pembelian dari pedagang lain menurun. Ia mengibaratkan perjalanan sang ayah, Mikno Ade, memulai berjualan lewat depot bakmi.

Lewat sana, selain tempat jualan ketika orderan menurun, juga sebagai sarana marketing. Nah, ketika orang datang makan mi juga sadar bahwa mereka juga jualan mi mentah. Siapa tau, pembeli akan memilih membeli mi mentah dan dimasak sendiri, atau mereka juga bisa berjualan sendiri dibantu Mi Gloria. Wiyon lanjut ini memang cukup sulit dijalankan.

Menjual mi basah dan mi matang membutuhkan nama besar. Kebanyakan pengusaha mi basah malang lebih memilih berjualan mentahan. Kalau juga membuka depot mi sendiri, hanya pemain besar, tentu salah satunya ya Mi Gloria yang dijalankan oleh Wiyono ini. Sementara itu pengusaha pemula akan memilih membanting harga saja.

"Kalau harga tepung naik, harga mi tak bisa langsung dinaikkan jadi harus pintar-pintar menjual produk," jelasnya lebih lanjut.

Pengusaha Makanan Ringan Lidi Nanutz Mania

Biografi Pengusaha Riza Rizki Adhiyaksa 


 
Pengusaha satu ini bisa dibilang "mengekor" kesuksesan Maicih. Tetapi jangan salah, keduanya punya nasib berberbeda, meski keduanya sama- sama sukses menjadi cemilan mahal. Ditangan pengusaha Riza Rizki Adhiyaksa mampu mengubah uang senilai Rp.300 ribu menjadi ratusan juta. Bahkan omzet tertinggi pernah dihasilkan olehnya mencapai Rp.750 juta.

Pria kelahiran 4 November 1982, mencoba mengajak bernostalgia melalui aneka jajanan lokal. Dia sendiri mengakui tidak sengaja menghasilkan produk. Nanutz Mania menjelma menjadi brand usaha makanan ringan yang mahal. Dirintis sejak Mei 2011, ayah dua anak ini mengatakan dirinya terinspirasi lagu boyband yang berjudul Cinta Cenat Cenut.

Produk awal sebenarnya ialah nachos. Tetapi bingung memberikan nama biar eksis di pasaran. Katanya nih, ketika Riza tengah menggoreng jajanan, terdengar grup Smash tengah menyanyikan lagu Cinta Cenat Cenut. "Lalu saya satukan, Nachos Canat Cenut menjadi Nanutz," paparnya.

Dari reseller


Perjalanan seorang Riza tidak serta- merta sukses. Ia mengaku sempat menjadi reseller jajanan booming asal Bandung itu. Dia menjadi sekian dari ratusan penjaja Maicih. Riza lantas terdorong membuat jajanan khas miliknya sendiri, yaitu nachos. Melalui produk bertajuk Nanutz berusaha menguasai pasar makanan ringan yang tentu tak mudah. Aneka produk baru lantas dikeluarkan agar tetap eksis.

Dia mulai membuat nachos atau pangsit goreng. Lantas dijajakannya ke warung- warung terdekat di sekitar tempatnya tinggal, dan hasilnya mendapat respon positif. Nanutz juga ditawarkan kepada rekan kerja kakak dan adiknya. Tetangga Riza pun ketagihan atas cita rasa produk Nanutz. Permintaan akan nachos mulai naik sedikit- demi sedikit. Mereka empat bersaudara sepakat bekerja bersama membangun brand Nanutz.

Suatu hari, Riza seketika terinspirasi oleh keponakan- keponakannya yang suka membawa pulang mie nyere. Itu loh mie yang berbentuk lidi yang dijual di depan sekolahan.

"Disini kan kebetulan kawasan padat penduduk, ada sekolahan juga. Nah, keponakan saya kalau pulang sekolah bawa mih lidi. Dari situ kepikiran, bagaimana kalau kita kemas," paparnya.

Ia menjelaskan singkat mungkin penyuka makanan lidi ini sudah jadi pejabat. Namanya pejabat pastilah tak mau lagi turun ke jalan membeli lidi. Nah, tugas Riza ialah bagaimana mengemas jajanan lawa ini menjadi satu berbeda. "Mungkin dulu yang pernah makan mih nyere ini sekarang sudah jadi orang, atau jadi pejabat, dan segan untuk jajan langsung ke pasar," tutur Ikhie.

Pria yang akrab dipanggil Ikhie ini kemudian melanjutkan usaha. Ia mulai membuat sendiri mie nyere -nya tersebut, dibuat di dua rumah sederhana di Jalan Babakan Cipray No. 247. Dia dibantu delapan pegawai serta didukung keluarganya, mulai membangun pabrik mie lidi kecil- kecilan. Produk mie lidi ini bukan seperti mie jalananan karena kualitas bahannya beda.

Ia menyebut meski jajan jalanan. Ikhie menegaskan kualitas bahan dipakai benar diperhitungkan. Jadi jangan samakan mie nyere serupa yang di pasaran. Mie Nyere ala Nanutz tidak mengandung bahan pengawet atau MSG. Mie terbuat dari terigu protein tinggi dicampur tepung maizena melalui perhitungan khusus. Agar rasa itu berasa ditambahkan garam sebelum diuleni.

Adonan jadi siap dicetak dengan panjang 15cm dan tebalnya 0,3mm. Mie mentah tersebut lantas digoreng di wajan besar panas. Sepuluh kilogram nantinya menghabiskan enam liter minyak goreng. Selepas itu mie baru dikeringkan sampai tidak berminyak. Nah, setelah mie matang tinggal diberi aneka bumbu rasa hingga siap disajikan.

"Poses penggorengannya kurang lebih selama lima menit hingga mi bewarna kecoklatan," jelas Ikhie lagi. Dia juga menggunakna ebi agar gurihnya enak.

Untuk rasa mie nyere buatan Nanutz ada 12 varian rasa: original, pedas, keju, dan rasa manis. Kemudian ia menambahkan varian pedas seperti super pedas, sedang pedas, lada hitam. Rasa orginal rasanya ya asin tapi mempunyai aroma daun jeruk. Kalau mie lidi manis maka punya rasa strawberry, melon, anggur, dan rasa buah lain.

Aneka produk


Produk Nanutz Mania memang beragam bentuk, mulai dari nachos, mie lidi, keripik sosis, keripik kulit ayam, kemudian ada keripik bayem atau Mariyu Bayem dan belasan produk lain. Untuk varian rasa total memiliki 18 varian rasa. "Kami berusaha agar brand ini tetap fun dan aman," jelas Ikhie. Ketika orang ditawari aneka kripik singkong justru Nanutz asik menjual mie lidi.

Makanan khas Sunda dimodernisasi sedemikian rupa olehnya dari kemasan hingga cita rasa. "Kami pelopor mie nyere modern di Indonesia," tuturnya bangga. Penjualan sendiri memanfaatkan keagenan dan online. Dari berbisnis jajanan ini lantas dibukalah swalayan sendiri di Jalan Babakan Ciparay 243 pada Maert 2013 yang mana merupakan pusat penjualan offline.

Di daerah Mekarwangi juga sudah hadir gerai lain. Yang mana merupakan ide dari Ikhie lewat kerja sama kemitraan dengan 75 agensi di 28 provinsi, hingga juga di luar negeri, meliputi Jepang, Australia, dan juga Belanda Nanutz offline sendiri barulah sekarang, dulunya, penjualan aneka produk si Nanutz difokuskan di online.

"Saya sampai korbankan akun Facebook saya yang sudah ada 5.000 teman. Facebook saya diganti fotonya tiba-tiba dengan foto Nanutz, sampai orang pada kaget," kenang Ikhie.

Ini strategi marketing murah diawal- awal memulai. Kala itu, ia bahkan belum punya komputer sendiri hingga harus membuka lewat warnet modal Rp.2.500. Dia dibantu oleh 28 karyawan memasak mencapai 1.400- 2.000 produk. Ini disertai tahap kontrol kualitas tinggi. Pernah menggunakan masin agar produksinya lebih banyak tetapi hasil justru tidak seenak buatan tangan.

Ia kemudian mengandalkan dapur saja. Sampai sekarang Ikhie sendiri masih berkutat di dapur sendiri setiap pagi. Dia tidak mau seperti pengusaha lain ketika sukses meninggalkan dapur. Dua tahun perjalanan pertama bisnis Nanutz dirasa sulit. Awal dia berjualan di pinggir jalan merasakan hujan dan panas. Pernah pula Ikhie diusir Satpol PP. Tidak mau kehabisan akal, dijualnya di acara car free day dan pasar malam.

Hingga ia menemukan taktik jitu,"Teknik saya, saat MaIcih lagi ikut pameran, saya ikutan. Ma Icih di dalam booth, saya di luar tenda di tempat parkir. Nggak ikut bayar booth,"

Pengusaha Sabut Kelapa Kaya Asal Kebumen Hasim

Profil Pengusaha Mahasim 



Memulai usaha sabut kelapa memang menggiurkan hasilnya. Seperti kisah Mahasim, pengusaha sabut kelapa asal Kebumen, Jawa Tengah, menghasilkan puluhan juta dari sabut kelapa. Alasan harga sabut kelapa yang murah ditambah ide seketika. Ia membayangkan menciptakan seni kriya dari sana. Inilah kisah pria bermodal Rp.100 ribu jaya, yang awalnya pembuat karpet aneka ukuran.

Harga satu butir kelapa Rp.180/butir saat itu, dan ketika musim hujan harganya cuma Rp.100/butir. Butiran kelapa lantas dimasukan Mahasim dalam mesin serat atau fiber sabut. Modal sepuluh butir bisa menghasilkan 1kg serat sabut. Nah, kalau sudah menjadi serat sabut, harganya naik menjadi Rp.2.600/kg. Cukup menjual serat saja sudah terlihat untung cukup besar.

Aneka produk


Apalagi kalau serat itu dijadikan aneka kerajinan kriya. Tentu pundi- pundi rupiah dihasilkan melonjak tajam. Mahasim membaca hal tersebut sejak 1997. Produk awal dihasilkan serabut adalah keset berbagai ukuran. Ia seiring waktu mulai membuat aneka produk, seperti tas, topi, sandal, pot, coconet, sampai bantal, guling, dan kasur serabut kelapa.

Agar lebih menjual, dikombinasi batok kelapa, kayu kelapa atau gelugnya, ia menghasilkan menghasilkan tas dan kursi. Kerangkan dibuat modal kayu kelapa sementara jok kursi dibuat dari sabut kelapa. Lalu, dia juga membuat aneka pot biasa atau gantung dari sabut kelapa. Ini namanya cocopot bisa menahan air menghemat proses penyiraman.

Selain itu, kalau menggunakan cocopot ada keunggulan lain, yaitu memindahkan bibit ke lahan tinggal kamu tanam tanpa lepas cocopot. Kalau dibandingkan polybag atau plastik, tentu cocopot lebih ramah lingkungan. Ia juga mengerkana cocopeat. Apa itu? Merupakan hasil olahan berupa serat fiber dan selanjutnya Mahasim olah menjadi pupuk organik. Untuk jumlahnya, Mahasim selama sehari menggiling 3.000 sampai 4.000 butir.

Jumlah sepuluh butir sabut menghasilkan 1 cocopeat. Kalau sudah diolah menjadi pupu organik, maka ia bisa menjual seharga Rp.450/kg di luar ongkos kiri.

"Pupuk organik itu dijual ke Kalimatan Timur, 10- 20 ton sebulan. Waktu mau lebaran mereka pesan 60 ton per bulan," tutur Mahasim.

Memang banyak tetapi Mahasim masih menyanggupi. Ia pernah diminta sampai 400 ton per- bulan loh. "...kami enggak sanggup," kenangnya. Warga Rantewringin, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jateng, ini termasuk memproduksi sabutret atau sabut berkaret.

Sabutret adalah sabut berkaret yang biasa digunakan menjadi isi bantal, kasur, guling, maupun jok kursi. Dia menyebut pengolahannya berbeda dengan kaset atau coconet, yang merupakan anyaman dari sabut fiber. Ini merupakan serabut fiber diolah lebih lanjut. Sabut digiling dan dianyam menjadi tali. Lantas tali- tali tersebut diolah melalui oven.

Tali lantas diurai agar tidak keriting, lalu ditata di cetakan. Nah, Coconet ini lantas dijadikan isi bantal, guling, kasur, atau jok. Kasur setebal 5cm dijualnya menjadi Rp.600.000. Kasur akan dijualnya jadi Rp.1,5 juta setebal 15cm. Dan, untuk bantal dan guling dijual seharga Rp.50.000 per- buah. Ia bercerita pernah melayani permintaan kasur berisi sabutret dari Amerika. Tidak tanggung, Amerika memintanya mengirim 1 kontainer.

Tetapi, sayangnya, Hasim memilih mundur karena usaha miliknya masih kecil. Padahal kalau dilihat waktu itu, bisa dibilang usaha Hasim sudah cukup besar dimata awam.

Omzet ratusan juta


Usaha Hasim mempekerjakan 15 orang karyawan tetap. Ia juga mempunyai beberapa mitra tersebar di lima kecamatan di Kebumen. Mereka biasa membuat barang setengah jadi ataupun jadi yang dijual ke AKAS (Aneka Kerajinan Anyaman Sabut). Padahal, ketika memulai ia cuma memiliki dua karyawan saja. Lantas Hasim membangun Kelompok Usaha Bersama (KUB) bernama AKAS ini.

Setiap bulan Hasim mengirim ke Timika, Balikpapan, dan Medan. Coconet tali kecil akan dijual Rp.8000/m, sementara coconet besar dijual Rp.13.000/m. Untuk masing- masing daerah dikirim satu trongton atau berisi 200 rol. "Satu rol panjangnya 50m," papar Hasim. Omzet coconet ini total Rp.240 juta (Rp.8000 x 200 rol x 3kontainer). Itu pun masih dihitung pemasukan satu produk.

Pemasukan aneka produk kecil seperti keset kecil 5000 lembar, keset besar 2000 lembar. Masing harganya Rp.5.000 dan Rp.35.000. Melayani pengiriman ke Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, dan Medan. Ia juga menyebut pengiriman pot gantung ke Australia sebanyak 200- 300 buah, seharga Rp.30.000/pot. Untuk Jepang permintaan tali sabut sebanyak 2500 ikat. Ikat panjang 10m dan setiap meter dijual Rp.5000.

Mahasim mengaku mengandalkan bahan baku asal Kebumen saja. Dia mempunyai 4 pemasok tetap setiap minggu mengirim 1-2 truk. Setiap truk berisi berisi 4.000 butir sabut kelapa. Hasim juga aktif memanfaatkan jaringan pedaganga kelapa mengirimi ratusan butir sabut tiap hari.

Satu kendala terbesar dirinya adalah tenaga kerja. Karena sebagian besar warga desa merupakan petani. Jadi kalau pas waktu bertani tiba, mereka akan fokus mengurusi sawah. Mahasim jadi cuma mengandalkan sedikit pekerja. Kendala lain ya musim hujan karena pengeringan. Ia menyebut coconet butuh lapangan luas. Kalau hujan ya pekerjaan akan berhenti sejenak.

Dia akhirnya meminta kelonggaran waktu. "Yang tadinya 10 hari, saya minta kelonggaran jadi 20 hari," tutur Mahasim.

Relasi kuat membuat usahanya berjalan sampai sekarang. Hubungan dengan pemasok, pelanggan, kendala akan bisnis tidak berpengaruh besar. Karena apa, karena pohon kelapa banyak ditemui di negara kepulauan Indonesia. Ini bisa diterapkan siapapun oleh orang Indonesia. Banyak lembaga pemerintah mulai memberi pelatihan membuat aneka kerajinan sabut kelapa.

Pengusaha satu ini pernah mendapatkan aneka penghargaan. Dia juga menjadi pembicara diberbagai waktu kesempatan. Ia pernah meraih Juara III Green Productivity tahun 2010. Ia sering diminta intansi pemerintah seperti dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.

Solusi Teknologi Pendidikan Ditangan Disleksia

Profil Pengusaha Kopf Bersaudara


 
Anak disleksia bukan beban tetapi berkah buat kamu. Beberapa pengusaha dunia tercatat memiliki disleksia. Ambil contoh pendiri Virgin, kemudian Apple, Ikea, Tommy Hilfiger, dan juga HP, adalah sosok anak- anak disleksi sukses. Mereka benar terseok- seok menghadapi hidup. Tetapi mereka bisa selama sosok orang tua selalu mendukung.

Mereka terlahir untuk berjuang, maka kamu wajib mendukung mereka. Mental mereka lebih kuat dibanding kita orang normal. Kisah lain yaitu kisah Brett Kopf,  mungkin namanya belum sebesar mereka, tetapi ia jadi salah pengusaha muda perubah dunia. Bahkan Forbes secara khusus membahas dirinya dan juga saudarnya, David Kopf.

"Ketika saya memulai sebuah perusahaan, saya berkata pada diri saya sendiri, jika saya tidak bisa membuat Ms. Whitefields sedunia lebih efisien dan membantu mereka sebagai guru, itu seharusnya akan menghasilkan ledakan besar dalam dunia pendidikan," papar Brett.

Pemuda 27 tahun yang sampai sekarang merasa "minder". Tetapi perasaan tersebut dirubahnya menjadi satu semangat perubahan. Dia pendiri Remind101. Brett adalah anak penderita disleksi ketika sekolah. Bahkan ia menderita ADD dan itu semakin sulit buat fokus. Bayangkan, dia sangat aktif tetapi ketika mengerjakan soal butuh waktu berjam- jam.

Dia duduk sendiri dalam kelas tertinggal. Ia harus mencari tombol fokus ketika mengerjakan. Mungkin satu mesin bisa menolong dia membaca sampai akhir buku. Coba bayangkan dia cuma membaca secara jelas di bagian awal kalimat. Ini termasuk kesulit dalam mengumpulkan tugas sekolah.

Hingga ia bertemu guru bernama Ms. Whitefields di sekolah. Berkat perhatian serta dukungannya membuat Brett menjadi percaya diri. Dia akan duduk berjam- jam bersama Brett selepas sekolah. Ms. Whitefields itu dengan sabarnya mengoreksi pekerjaan Brett. Memiliki hubungan dengan guru yang pengertian dan perhatian membuat nilai Brett naik drastis.

Tetapi semua berubah ketika masuk kuliah. Dan, Brett sudah memiliki visi sendiri tentang masa depan, yakni sebuah aplikasi komunikasi kelas. Ia mencoba menciptakan itu. Sedikit- demi sedikit lewat kerja yang ekstra keras bersama mengerjakan kuli silabus. Kesibukan, tekanan sekolah membuatnya makin jelas, dia butuh satu sosok perhatian seperti gurunya itu.
 
Ia lantas bercerita kepada David Kopf. Nah, si saudaranya inilah, yang lantas membuatkan sistem sederhana modal Excel- Base (basa pemrograman) berbentuk SMS notifikasi. Sistem itu mengirimkan pesan SMS kepada Brett ketika akan ujian atau tugas kuliah. Melalui program itu dua bersaudara ini mampu mengajak kurang lebih 2.000 anak kuliahan di tahun 2010.

Mereka berterima kasih atas layanan mereka. Tetapi selepas dua tahun, pertumbuhan berhenti dan mereka Kopf bersaudara meras itu tidak akan mencapai apapun. Mereka memutuskan menghentikan proyek. Tapi mereka masih percaya akan kebutuhan aplikasi komunikasi kelas. Jadi mereka mengikuti incubator untuk proyek startup edukasi Imagine K12.

Mereka menemukan beberapa kesimpulan: Bangun lah produk sederhana, bicara lah dengan pengguna, dan selesaikan masalah mereka.

Untuk menciptakan produk lebih baik serta layanan sempurna. David mulai lewat belajar coding, mengurung diri di kamar selama 16 jam setiap hari. Sementara itu Brett bertugas mengunjungi guru- guru dan mulai ikut mendengar apa kebutuhan mereka. Ia bahkan mencari ratusan orang lewat Facebook dan Twitter. Brett memang bukan guru jadilah kesempatan membangun komunikasi di kelas.

Aplikasi sempurna


Brett menemukan fakta bahwa guru masih menggunakan cara kuno. Contohnya, beberapa guru, menempel stiker pengingat di bahu anak "pekerjaan rumah besok". Dari situ muncul ide pengingat pekerjaan rumah bagi siswa. Awalnya, David tidak begitu masuk kepada konsep Brett ini. Hingga ia didengarkan langsung Brett melakukan panggilan Skype dan mulai berbicara dengan beberapa guru tentang konsep aplikasi baru milik mereka.

"Brett memegang kertas dengan tiga kotak, menjelaskan jika anda menekan ini, ini akan begini. Dan para guru mulai berteriak! Mereka mengatakan, 'Oh Tuhan, jika hanya anda bisa melakukan itu...," tutur David.

Jadi di awal 2013, Kopf bersaudara merilis aplikasi mobile mereka bernama Remind. Ini ditujukan buat para guru dimana mereka bisa berkomunikasi langsung -mengirim pesan kepada murid. Jangkauan juga mencapai tidak hanya mengingatkan pekerjaan rumah, tetapi ujian juga, dan bahkan konfrensi wali murid. Atau, guru juga bisa mengirim pesan teks atau suara 15 detik motivasi.

Guru juga bisa melakukan survei kecil- kecilan. Murid bisa memberikan respon guru seperti saran kemana kita harus jalan- jalan. Ini menciptakan tempat komunikasi langsung antara guru, murid, bahkan orang tua, jadi semua orang bisa ambil bagian saling membantu.

Jadi semua orang bisa saling membantu efektif. Semenjak diluncurkan aplikasi ini benar- benar meledak. Di September 2013 saja, Remind sudah punya enam juta pengguna aktif serta kurang lebih 65 juta komunikasi tercipta. Sekarang, Remind mengaku punya 18 juta pengguna di seluruh negara, yang mana 25% -nya guru di penjuru Amerika.

Bulan Agustus 2014, menurut Business Insider sudah bertambah 365.000 pengguna baru per- hari, langsung membuat aplikasi Remind menjadi top 3 paling banyak didownload di iOS AppStore. Ada 50.000 orang yang mendaftar per- harinya dan miliar pesan -tanpa marketing khusus apapun. Karena hal inilah, banyak VC tertarik mendanai aplikasi Remind, dimana total dana terkumpul mencapai $59 juta.

Secara garis besar, sepintas, memang Remind terlihat sederhana dan sudah banyak aplikasi menggarap sisi mereka. Semua orang bisa meniru sistem mereka. Tetapi bukan uang tujuan utama, selain itu Remind telah didukung data ilmiah dibaliknya. Ini kesuksesan industri teknologi bukan berbasis uang semata. Mereka telah punya banyak data feedback dari guru, orang tua dan murid.

Faktanya, Remind sudah mempekerjakan banyak teknisis asal Facebook sebelum sukses sosial media, yang tangguh jika berbicara tentang aneka data sosial media. Kopf bersaudara menekankan buak soal uang. Ini diyakinkan lewat jarangnya eksploitasi akan fitur premium. Mereka lebih fokus kepada dasar fiturnya yakni tentang koneksi semua murid, guru, dan orang tua untuk dunia pendidikan lebih baik.

"Kita hidup di hari di mana anda dapat mengklik tombol dan memanggil Uber, atau mendapatkan pizza disampaikan dalam dua menit. Tetapi jika anak anda gagal di sekolah, anda tidak mungkin menemukan selama tiga bulan," jelas Brett Kopf. "Dan kami ingin mengatasi masalah tersebut."

Profil Feny Mustafa Pemilik Toko Shafira Zoya

Pencetus Baju Muslimah Indonesia


 
Tertarik akan fashion hijab adalah mutlak. Bagi Feny Mustafa, sejak muda adalah satu kesenangan berjualan aneka pakaian muslimah. Sosok Feny menjelma menjadi desainer fashion muslimah. Kepekaan akan fakta bahwa wanita muslimah Indonesia masih dibatasi tumbuh. Langkah wanita 25 tahun (saat itu) jadi semakin mantap mengerjakan bisnis ini.

Visi -nya mulai jauh kedepan yakni mensyiarkan Islam dan mensuport wanita Indonesia berhijab. Ide awal itu ketika mengikuti kerohisan ITB. Dia prihatin akan wanita muslimah kesulita berhijab. Waktu itu tentu belum banyak pilihan bagaimana mengenakan hijab yang baik. "Pada saat itu, jilbab tidak se- booming sekarang," kenang Feny.

Feny memang pandai bergaul. Tak ayal mampu menggaet perhatian banyak teman. Ketika ia membutuhkan modal awal maka disanalah teman. Mereka rela meminjamkan uang meski sendiri masih diberi orang tua. Ia lantas menekankan bahwa bisnis Shafira bukan atas dasar materi. Ini merupakan bentuk syiar dirinya lewat media fashion muslimah.

Momentum Shafira dinilai tepat merespon keresahan masyarakat. Alhasil, bisnis Feny bisa melejit, akhirnya bisa membesar dan membuka lapangan kerja baru.

Karyawan mepet


Modal mepet begitu pula karyawan cuma 1- 2 karyawan. Feny mulai "meminjam" uang teman dan keluarga dari yang Rp.200 ribuan, sampai Rp.1 jutaan, hingga terkumpul Rp.12 juta. Uang tersebut Feny gunakan untuk membuka toko. Ia masih ingat betul bagaimana ibu maupun teman- teman patungan berbisnis. Hasilnya jadi berkah karena permintaan akan busana muslim terus meningkat.

Hingga, ia memutuskan menyewa jasa profesional dibidang fashion. Mereka membantu Feny mewujudkan konsep Shafira lebih matang.

"Dengan bekal Bismillah, saya masih bisa menikmati hingga saat ini," sambungnya.

Ketekunan 25 tahun membawa keberkahan. Buah kesabaran itu terbayar lewat 24 gerai miliknya. Perjalanan terus berlanjut hingga lahir brand Zoya yang punya 140 toko di seluruh Indonesia. Seperempat abad sudah dirinya fokus mengerjakan bisnis ini. Banyak hal tidak menyenangkan ketika menjalankan bisnis. Ia mengakui hal tersebut dan membutuhkan orang- orang terdekat.

Ia memberikan saran bagi pengusaha muda pakain muslim: Jangan berpikir manisnya saja ketika kamu akan memulai bisnis. Usahakan berpikir bagaimana terus menjalani usaha. Masalah terbesar dihadapi mungkin, ia menyebutkan tentang plagiator dan tren bisnis ikut- ikutan. Inilah mengapa brand miliknya selalu melakukan rangkain inovasi.

"Kita juga harus kreatif, jangan sampai loyo di tengah jalan. Karena, kalau kita sudah mentok nanti, koleksi kita akan ketinggalan zaman dan kurang diminati pasar," saran Feny Mustafa kepada pengusaha muda.

Bisnis busana muslim memang menjanjikan. Pasalnya hanya satu model bisnis saja, pengusaha bisa produksi banyak varian produk, seperti hijab, busana, atasan- bawahan, dan aksesori pendukung lain. Saran lain adalah kepekaan akan tren dan minta pasar.

Moto bisnis Feny tersirat adalah kepercayaan. Antara dirinya sebagai pengusaha serta pegawai dibawah satu manajemen. Karyawan dipastikan tau berapa untuk perusahaan dan berapa bagian mereka. Semua jelas ia jabarkan hingga karyawan tidak masalah. Pengelolaan Shafira dan Zoya kini telah dipegang oleh tangan- tangan muda para eksekutif muda.

Meski begitu, Fany tidak lepas tangan, bahkan memberikan pelajaran akan pengalaman. Ia juga masih aktif berkeliling Eropa, khususnya Paris, Amerika Serikat, tujuannya melihat tren busana dunia. Dia masih melihat menjadikan mereka barometer perkembangan bisnis Shafira dan Zoya. Ibu dua anak ini juga membidik pasar dunia maya lewat toko online www.zoya.co.id.

Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Tepat menggambarkan perjalanan wanita ini tentang keluarganya kini. Ia menjelaskan anak keduanya mulai memperlihatkan bakat bisnis. Si anak bungsu tertarik mengerjakan bisnis seperti bundanya. Padahal Feny tidak secara khusus meminta  mengikuti jejaknya. Ia lantas bercerita suatu ketika ia pernah bertanya, "mau jadi apa?"

"Mereka bilang, saya mau jadi pengusaha dan punya bisnis seperti ibunya. Padahal, saya enggak nyuruh mereka atau kasih arahan jadi pebisnis, mereka sendiri yang ingin," tuturnya. Semangat anak membawa dia semakin bersemangat berbisnis.

Dia berpikir tentang masa depan bisnis untuk anak- anaknya kelak. Tetapi Feny tidak mau memaksa mereka belajar tentang bisnis khusus. Kalau mereka mau, yah, ia siap mengajarkan pengalaman serta ilmunya. "Nanti kalau dia sudah matang dan dewasa, baru saya beri masukan dan arahan, kalau sekarang masih pada kecil," tutup Feny.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba