Biografi Softbank Masayoshi Son Mengalahkan Dunia

Biografi Pengusaha Masayoshi Son


pemilik softbank masayoshi son


Siapa tak mengenal namanya yang begitu fenomenal. Biografi Softbank Masayoshi Son, yang bisa melawan dunia. Bahkan dia beberapa kali mengalahkan dunia dengan gerakannya. Namanya dikenal sebagai Raja Startup, anaka investasi besar dilakukan Son, salah satunya yang terkenal di Indonesia, Grab.

Siapakah pemilik Grab maka jawabannya ialah si Masayoshi Son. Terlahir sebagai anak kampung yang berasal dari kota kecil barat pulau Kyushu, Perfektur Saga. Kakeknya berasal dari Korea yang kemudian migran ke Jepang.

Bakat dibidang teknologi sudah semenjak 16 tahun. Ia pindah ke California di umur 16 tahun, dan dikenal super cerdas. Masayoshi mampu lulus Serramonte High dalam waktu 3 minggu, sementara semua keluarganya berada di San Fransisco, semenjak remaja dia dikenal sangat berani dan mandiri.

Pengalamannya menjadi pengusaha dimulai ketika pelajar. Ia membantu beberapa profesor, Son lalu menciptakan translator elektronik, kemudian dijualnya kepada Sharp Corporation untuk $1,7 juta. Ya baru berumur belasan dia sudah menjadi miliarder, dan itupun belum berhenti karena masih ada lagi.

Anak Jenius Teknologi


Son mendapatkan nama ketika berhasil berbisnis di Jepang. Ia berbisnis impor mesin game bekas dari Jepang, mengantungi keuntungan $1,5 juta. Kemudian dia membuka kredit mesin game itu kepada restoran dan apartemen. Mengejar karir bisnisnya Son sempat kebingungan, kemana dia harus kuliah nanti.

Beruntung dia bertemu Den Fujita, Presiden Mc Donald, dan akhirnya dia memilih kuliah jurusan Bahasa Inggris dan Komputer. Son lulus dari Univ. Brakely dengan B.A bidang Ekonomi tahun 1980. Son sendiri bermarga Yasumoto, tetapi menyandang nama Korea, tujuannya untuk mengajari anak- anak Korea.

Dia menganggap bahwa budaya Jepang dalam kedisplinan bagus. Walaupun memiliki darah asalnya Korea, Son tetap dianggap oleh orang Jepang karena kedua orang tuanya Jepang. Son sendiri sangat mencintai budaya Jepang.

Diusianya 16 tahun dia bertekat untuk menjadi pengusaha. Kisah Masayoshi Son bertemu Den Fujita tidak lah mudah. Dia nekat untuk bertemu dengan seorang pengusaha besar. Fujita sendiri adalah pendiri Mc Donald Jepang, dan menulis sebuah buku yang Son kagumi dan ikuti.

Son menghubungi asisten Fujita terus- menerus, bertanya untuk bertemu, tetapi selalu ditolak karena satu alasan. Dia selalu berusaha tetapi ditolak karena statusnya, alasannya ya karena pengusaha besar punya skedul ketat dan tidak untuk anak 16 tahun, karena gagal lewat telephon dia nekat untuk ke Tokyo.

Dia langsung datang ke kantor tempat Fujita bekerja. "Kamu tidak perlu harus melihatku. Kamu tak perlu harus berbicara dengan ku. Kamu bisa tetap melanjutkan kerja, yang ingin ku lakukan hanya melihat wajahnya," Son menjelaskan ke asisten Fujita.

Akhirnya sang asisten memberia tau Fujita apakah mau bertemu. Ternyata dia bersedia untuk bertemu walaupun hanya 15 menit. Sifatnya yang keras kepala inilah yang membuat Son sukses. Dia tidak memiliki gelar bidang teknik dan teknologi, bahkan hanya berbekal insting untuk berjualan.

Bisnis Besar Masayoshi Son


Dia tak mengerti teknologi tetapi memiliki bakat berdagang. Sukses menjual translator elektronik ke Sharp, ia mendapatkan $1 juta yang dibagi dengan profesornya, dan itu barulah awal dari bisnis teknologi Son. Tahun 1982, dia tertarik untuk berbisnis publisher, dan meluncurkan dua majalah PC dan Teknologi.

Perusahaan Softbank terbentuk dengan berjualan software. Dia hanya memiliki dua pegawai paruh waktu. Softbank menjadi distributor software untuk perusahaan Jepang. Perusahaannya juga jualan paket untuk ekspor- impor.

Softbank telah memiliki bisnis software dan majalah. Akhir tahun 80 an, perusahaan milik Son mulai membuat teknologinya sendiri, yaitu software telephon. Mereka lalu menjual sistem operasi yang mempermurah biaya telephon domestik, yang akan membuat biaya telephon murah untuk Jepang.

Walaupun telah sukses dengan teknologi bisnis publishernya tidak berhenti. Softbank menstablis diri sebagai perusahaan publsiher besar. Caranya ialah dengan membeli Ziff Davis, pada 1996, sebuah perusahaan media asal Amerika Serikat yang menerbitakan PC Magazine.

Kesuksesa terbesarnya ialah ketika memutuskan untuk membeli saham Yahoo. Softbank menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan ini, dan mendirikan Yahoo Jepang. Son bertaruh uang $372 miliar untuk Yahoo diantara 1995 dan 1998, dan mendapatkan puncaknya dengan berlipat 5 kalinya.

Kekayaan Son meningkat sangat tajam ke puncak orang terkaya. Internet memberikan dampak besar bagi bisnis Son. Dalam tiga hari, dia tercatat sebagai orang terkaya se- Jepang, semua berkat dot com bubble. Tetapi dalam semalam, pada tahun 2000, kekayaannya jatuh drastis kehilangan $70 miliar semalam.

 "Dia sangat agresif, pengambil resiko, berjiwa entrepreneurship. Dia adalah orang yang keren seperti Bill Gates dari Jepang," ujar Steve Vogel, profesor pendidikan Jepang di Berkley.

Banyak pihak melihat jatuhnya seorang pengusaha besar. Biogafri Softbank Masayoshi Son, inilah titik terendah seorang jenius bidang teknologi. Nilai saham perusahaanya Softbank turun sampai 99% dari harga sebelumnya. Itu hantaman keras, tetapi Son tidak pernah goyah dan memilih bekerja keras.

Inilah saatnya dia membangun bisnisnya lagi di teknologi. Saatnya Softbank membawa broadband ke Jepang. Tetapi yang membuatnya sukses besar di masa depan, yakni ketika dia menginvastasikan uang ke perusahaan startup lokal. Perusahaan itu Alibaba yang kemudian menjadi satu raksasa bisnis eCommerce.

"Hidup terlalu singkat untuk hal kecil," jelasnya.

Alibaba menjadi satu raksasa, perusahaan startup yang mendunia, dan Softbank mendapatkan nilai valuasi $130 miliar atau untung 2240 kali dari investasinya. Dengan uang $100 miliar, Softbank berkeliling dunia menginvestasikan ke startup lokal, dan terbukti memunculkan banyak unicorn.

Youtuber Felix Kurniawan Anak Kuliner Review

Profil Pengusaha Youtuber Anak Kuliner


youtuber anak kuliner
 
Kali ini Youtuber Felix Kurniawan, menjelaskan cara menjadi food influencer, memastikan kamu tak perlu memberi kuliner mahal- mahal. Jika mendengar namanya channelnya Anak Kuliner, maka pasti identik kuliner artis. Tetapi tidak melulu seperti itu Felix secara profesional juga menjajal semuanya.

Inilah bagaimana mendapatkan makanan enak dan dapat duit. Jadinya kita makan gratis terus tanpa berhenti ngunyah. Ia menjelaskan bahwa ini cara mempengaruhi pemirsa. Tugas food influencer ialah mempengaruhi orang untuk mencoba kuliner yang direview.

Selain memiliki Youtube Channel, Felix juga memiliki akun sosmed dengan nama sama, brand Anak Kuliner memastikan orang untuk mencoba.

Food Influencer Seleksi Alam


"Tak hanya dipostingan, tapi bagaimana kita bisa menyampaikan bahwa makanan ini enak," jelasnya kepada Tempo.

Tujuannya membuat video di Youtube ialah menggambarkan rasa. Memastikan pemirsa melihat dari ekspresinya bahwa kuliner ini patut dicoba. Berawal dari seringnya mengunggah aneka kuliner di Instagram, kemudian mengikuti aneka gathering foodies.

Awalnya dia tak sengaja bisa bertemu komunitas foodies. Mulailah Felix berbagi cerita mengenai apa kuliner yang layak dicoba. Bertahap pengetahuan akan kuliner meningkat, dari yang biasa sampai mendetail, Felix lebih peka dalam mengekspresikan rasanya.

Ketika ditanya apa yang menjadikannya good food influencer, maka Felix menjawab "Seleksi alam", pasalnya semua memang terjadi begitu saja. Mereka yang foodies saja belum tentu berhasil seperti dirinya.

Berulah kita baru berbicara mengenai teknikal seperti angel foto, jenis kamerannya, pencahayaan dan tahap editing. Itupun akan terseleksi dalam berjalannya waktu mengerjakan. Tak semua orang bisa begitu niat untuk mengeluarkan kocek sendiri.

Felix memberi saran jaman sekarang untuk memakai video. Tetapi bukan berarti menyepelekan foto, karena suatu saat bisa saja diminta pihak restoran. Ingat menjadi food influencer tidak hanya dapat uang dari Youtube, cakupan bisnis dari profesi ini sangat luas termasuk review restoran.

Tetapi tidak juga semua foto dari permintaan restoran. Ia sendiri menyontohkan dirinya sendiri, yang kalau kulinernya menarik kenapa tidak diposting. Kalau reviewnya bagus, kita mungkin akan dapat ucapan terima kasih atau kontak.

Anak Kuliner Review


Tidak sedikit repon negatif datang dari pemilik makanan yang direview. Tapi kebanyakan sih mereka yang kuliner artis. Felix sendiri berupaya seobjectif mungking, walaupun yah terkadang tidak baik diterima si empunya kuliner. Tidak jarang dia diserang oleh fans dari artis yang bisnisnya dia review.

Sudah menjadi resiko bagi artis yang berbisnis kuliner untuk dikritik. Apalagi bukan hanya Felix saja food youtuber, masih ada beberapa akun lain, dan yang bukan akun food influencer juga terkadang ikutan untuk mereview.

Pernah nih dia bersama rekannya mereview kuliner Nia Ramadhani. Sang rekan ini nyeletuk bahwa makanannya mahal dan tak enak. Bahkan tidak hanya pernyataan tetapi ekspresi muka yang begitu. Rekannya Felix ini nampak mengekerutkan alis, agak mengecap lidahnya, dan bilang "gak enak".

Bayangkan jika kamu pemilik usaha melihat makanan dibegitukan. Karena memang konsepnya itu review on the spot, Felix sebenarnya tak bisa disalahkan. Dia sendiri berupaya mungkin tidak untuk merendahkan. Pihak Nia sendiri tetap bangga akan kuenya, walaupun dikatai mahal dan gak enak santai saja.

Mungkin yang pemilik usaha tidak marah tetapi lain cerita fans. Mereka segera membrondong akun Anak Kuliner untuk dibully.

Cerita unik lainnya datang ketika dia mereview Peyek Ibu Syahrini. Review miliknya dibuka dengan tanggapan menganai harganya. Dia dan rekannya terkejut karena harganya Rp.200 ribu. Tetapi begitu datang bukan sekantong melainkan satu setoples.

"Gue merasa miskin habis transfer," celetuk rekannya, Adit.

Mereka tak menyangka jika ini dijual dengan toples super besar. Felix mereview bahwa peyeknya ini istimewa.

"Rasanya itu gurih dan bikin nagih, garingnya (pas), tipis, garing dan enggak ketipisan. Oke kok ini sebenarnya. Untuk rasa ini oke banget," kata Felix.

Alhasil untuk penutup keduanya berkesimpulan bahwa rasanya enak. Ya, kalau enak Felix tak segan untuk menyanjung, tetapi dengan nada bercanda menyebut harganya mahal. Untuk beberapa artis yang kulinernya direview, beberapa menilai gaya reviewnya kurang mengena dihati.

Kisah Pengusaha Mantan Pemulung Jadi Miliarder Porang

Profil Pengusaha Paidi Porang


harga porang miliaran
 
Namanya sontak menggemparkan jaga maya karena unik. Mantan pemulung jadi miliarder, cukup berjualan porang ke luar negeri. Alkisah seorang warga Desa Kepel, Kec. Kere, Kabupaten Madiun yang rumahnya cuma berdinding bambu dan tanahnya masih tidak berlantai.

Sejak tiga tahun terakhir kehidupannya berubah drastis. Namanya Paidi, pengusaha agrobisnis yang melejit berkat porang. Ia menanam sejenis umbi- umbian yang banyam manfaat, yang konon dapat dijadikan bahan kosmetik, bahan obat- obatan, selain bisa dimakan.

Pengusaha gondrong ini pun masa depannya berubah drastis. Ia sukses ekspor porang ke luar negeri, dan mengajak petani- petani lain. Paidi memodali mereka untuk ikutan menanam porang. Dia juga memberikan hadiah Umroh gratis, tujuannya untuk sejahtera bersama bukan cuma dirinya sendiri.

Awal mula mengenal porang dari seorang kawannya. Dia adalah teman satu panti asuhannya di Desa Klangon, Kec. Saradan, Kabupaten Madiun, kira- kira sepuluh tahun silam. Di rumahnya itu dirinya diperkenalkan dengan porang, umbi- umbian yang sudah jadi mata pencaharian desa tersebut.

Tanaman Porang Dipake Buat Apa?


Sebuah pertanyaan yang muncul juga di dalam kepala Paidi. Ternyata ini merupakan bahan baku buat bahan kosmetik. Dia belajar dari temannya tersebut dan tergoda ikutan menanam. Ia meyakinkan Paidi untuk mencari tau di internet, dari internet itu, Paidi semakin yakin ini merupakan bahan pokok dunia.

"Setelah saya cek, ternyata porang menjadi bahan makanan dan kosmetik yang dibutuhkan perusahaan besar di dunia," ucapnya kepada Kontan.

Tetapi tidak mudah dia harus menyelesaikan beberapa masalah. Tanaman porang ini baiknya ditanam dibawah tanaman lain. Keadaan tanah yang berbukit- bukit menyusahkan rencananya. Alhasil dia harus memutar otak untuk mengakalinya, padahal di tempat lain porang ditanam dibawah pohon jati.

Kembali ke internet, tepatnya dari Google, mantan pemulung ini menemukan cara menanam porang di tanah terbuka. Semuanya ia satukan dalam artikel bernama revolusi tanam baru porang. Ia lihat betul dibandingkan menanam dibawah pohon, hasil penelitiannya menghasilkan jumlah panen yang lebih.

Jika umumnya satu hektar menghasilkan tujuh sampai sembilang ton. Dengan revolusi porangnya bisa menghasilkan 70 ton.

Kalau menanam konvensional dibawah pohon lainnya, hanya menghasilkan panen yang lama. Maka dengan caranya bisa mempercepat 2 bulan atau 20 tahun. Pola menanam konvensional hanya mampu berbuah setelah tiga bulan, dengan caranya hanya membutuhkan enam bulan paling cepat.

Google merubah banyak kehidupan masyarakat kampungnya. Pengusaha ini sukses mengembangkan pola tanam baru untuk porang, cuma berbekal Google. Karena dia mendapatkan ilmunya secara gratis dari internet. Seolah Paidi memiliki kewajiban untuk membagikannya, melalui channel Youtube dia berbagi.

Petani Modern 4.0


"Saya buat tutorial di akun infoasalan dan paidiporang," ungkapnya.

Tujuannya adalah mengajarkan para petani untuk sama- sama sukses. Ia ingin menarik lebih banyak petani porang lewat sosmed. Dia menjelaskan bahwa porang mudah ditanam dan gampang dijual. Tidak hanya itu, Paidi meyebutkan omzetnya yang mencapai miliaran rupiah, dan ini menggiurkan.

"Sudah diatas satu miliaran," jelas Paidi, bukannya sombong tetapi mencoba mengajak petani lain, kalau sama- sama untung kan menyenangkan.

Selain mengajak petani di kampungnya untuk menjadi kaya raya. Dia juga ingin mengajak petani di kampungnya untuk berangkat Umroh. Bagi petani yang tidak mampu membeli bibit, Paidi memberi bibit gratis cuma- cuma seberat 30 kg.

Ia memberika syarat untuk petani agar semakin bersemangat. Paidi memberikan waktu 2 tahun, dan membantu intensif untuk menanam dan mengelola. Kalau dihitung dari 30 kg saja petani sudah bisa mendapat Rp.75 juta. Uang panenenya itulah yang digunakan untuk memberangkatkan Umroh suami istri.

Dengan bantuan 30 kg bibit, Paidi sudah memberangkatkan 15 petani berserta keluarganya untuk pergi ke Tanah Suci. Harapannya ialah dia mampu mengangkat ekonomi masyarakat, agar tidak ada lagi orang miskin, hasilnya ialah dua tahun terakhir 85% masyarakat kampungnya menanam porang.

Dulu masyarakat kampung Paidi menanam cengkeh dan durian. Dari jumlah panen saja tidak sampai sebanyak porang. Berkat teknik baru mantan pemulung ini, dari jumlah panen melimpah dan harga pun tinggi. Tahun ini desanya telah menjual sampai Rp.4 miliar, yang punya lahan 1 hektar untung 110 juta.

Untuk membantu petani terhindar dari tengkulak, pihak Kepala Desa Kepel memberikan solusi lewat Bumdes. Badan Usaha Milik Daerah (Bumdes) ini diharapkan menjadi jembatan petani menjual. Ia menambahkan berkat dana desa, masyarakat yang petani terbebas dari tengkulak dan untung terus.

Ide Bisnis Klepon Pengusaha Muda Eksentrik

Profil Pengusaha Reynaldi Angga


pengusaha muda klepon
 
Idenya terdengar nyeleneh tetapi sangat mengena di masyarakat. Ide bisnis klepon pengusaha muda eksentrik ini patut diapresiasi. Pemuda asal Gempol, yang tengah mencari ide bisnis apa yang belum pernah disajikan. Tujuannya ialah mengemas produk itu menjadi semodern mungkin, walaupun cuma jajanan tradional.

Bagi warga Kecamatan Gempol, Pasuruan, dikenal sebagai salah satu penghasil klepon. Kita pasti tau bahwa jajanannya juga sudah menasional. Permasalahannya kita hanya mengenal jajanan yang sangat monoton. Jajanan kenyal berbentuk buah kelengkeng, yang ditaburi kelapa, dan identik berisi gula jawa.

Rasanya sangat manis lumer dengan gula jawa cairnya mentes. Gurihnya berasal dari parutan kelapa sebagai toping. Kecamatan Gempol ini memang telah menjadi sentralnya jajanan ini. Tetapi ya begitu produknya monton, tidak menggugah selera milenial hingga muncul pemuda bernama Wahyu.

Pengusaha muda bernama lengkap Reynaldi Angga Pratama Gazali. Usianya baru 23 tahun mau jadi wirausahawan modern. Ia memutar otak menganalisa lingkungannya untuk menghasilkan. Pemuda yang sebenarnya tidak punya nama Wahyu, tetapi dikenal sebagai pemilik bisnis Klepon Wahyu.

Ide Bisnis Tradisional ala Milenial

Daerah Pasuruan sudah sangat identik dengan panganan klepon. Bahkan di sepanjang jalan Pantura, kamu akan melihat berjejek banyak penjual klepon. Dari kesemuanya nampak satu lapak besar yang bernama Klepon Wahyu. Kalau dipikir lagi oleh kita, entah dari mana nama itu diambil oleh Reynaldi ini.

Ia menjelaskan kepada WartaBromo, bahwa nama Wahyu didapat dari cerita mengenai siapa penjual klepon pertama di Gempol. Tetapi patut diragukan itu hanyalah sekedar untuk menarik perhatian, istilah milenialnya "branding", dan nampaknya berhasil karena mudah diingat oleh masyarakat.

Mengapa bisnis Reynaldi spesial dimata kaum milenial, pasalnya ini bukan sekedar klepon melainkan isi buah. Ia memodifikasi bahannya dengan aneka rasa buah- buahan. Kalau kamu bosan makan yang didalamnya gula jawa dan berwarna hijau, maka klepon rasa buah ini memberikan altenatif kuliner.

Mahasiswa Universitas Brawijaya ini memiliki banyak aneka rasa. Mulai dari rasa strawberry, melon, anggur, durian, coklat dan orginal. Pengusaha muda ini menjelaskan bahwa bisnisnya merupakan milik keluarga. Ibunya penjual klepon, beliau dulunya juga berjualan di sepanjang jalan Gempol.

"Klepon sudah menjadi bisnis keluarga. Sejak 1997 ibu saya berjualan klepon, tapi ya klepon yang dijual sama dengan di tempat lain," tuturnya.

Tahun 2011 Reynaldi mencoba membawa kleponya sampai ke kampus. Waktu itu ia mengenang sedang butuh uang. Dibawanya beberapa kotak klepon untuk dijajakan ke teman- teman. Ternyata banyak temannya yang menyukai kleponnya ini, hingga muncul ide bisnis klepon baru yang lebih ngehits.

Pengusaha muda eksentrik ini mencoba berbagai varian rasa. Tetapi, faktanya tidak semudah itu, ia mengakui untuk membuat klepon rasa buah membutuhkan waktu. Pasalnya semua orang sudah tau kalau klepon warnanya hijau dan berisi gula jawa.

"Sama seperti membuat pecel rasanya soto, selama ini orang tahunya klepon berwarna hijau dan berisi gula jawa," jelasnya.

Aneka eksperimen dikembangkan oleh Reynaldi agar maksimal. Walaupun sudah berhasil dia tidak bisa langsung memasarkannya. Ia lalu menjajakan ini kepada teman- temannya dan disukai. Tetapi dia sekali lagi belum puas hingga menghasilkan terbaik.

Rugi Wirausaha Udah Biasa


Namanya wirausaha tidak langsung sukses tetapi butuh perjuangan. Banyak tenaga, pikiran, dan dia belum juga menikmati hasilnya. Pertama kali dia membawa klepon buahnya ke kampus, barangnya itu rusak karena memakai bungkus plastik. Sekarang dia menjual klepon menggunakan kotak bukan plastik.

Akhirnya dia memberikan itu gratis kepada teman- temannya karena rusak. Pernah juga dia diusir Satpol PP karena berjualan di pinggiran jalan protokol. Tetapi itu tidak membuat dirinya menyarah dan putus asa. Dia terus berusaha, terus mencoba, dan mencari referensi agar usaha tetap berjalan.

Ia juga membuat merek untuk ditempel di kotak klepon. Beda dengan kemasan yang sekarang, dulu memakai stiker sekarang sudah disablon. Karena semakin banyak pesanan dia mengganti kemasan dengan kardus khusus.

Satu trik yang digunakan untuk memperkenalkan klepon buahnya. Dia menyisipkan satu klepon gratis untuk setiap bungkus klepon ibunya. Mereka yang membeli ke toko milik ibu Reynaldi, akan dapat klepon gratis sebutir. "Yang 8 rasa asli, yang 1 aku ganti dengan klepon buah," terangnya lagi.

Strategi perkenalan ini meraup perhatian langganan milik ibunya. Mereka tertarik mulai menanyakan klepon buah. Banyak yang penasaran akan itu lalu memesan untuk dibawa pulang. Dia tidak hanya menjual begitu- begitu saja, agar lebih dikenal Reynaldi juga mengikuti aneka lomba wirausaha muda.

Dimulai dari mengikuti perlombaan tingkat Universitas, mengikuti Diplomat Success Challenge yang memberinya posisi ke enam, dan banyak lagi. Tujuanya agar membuat produk klepon buah semakin terkenal. Hasil kesuksesan tersebut berupa cabang baru yang sudah dibuka di Malang.

Agar klepon dapat dijual sampai keluar kota, ia mengembangkan konsep setengah matang, karena kalau matang hanya bertahan 24 jam. Dengan bahan setengah matang ia berharap bisa memasarkan sampai keluar kota, idenya seperti mie instan tinggal direbus dan ditaburi parutan kelapa terpisah.

Dia juga bersemangat untuk berlomba wirausaha muda lagi. Reynaldi bersemangat untuk membuat produk lain, salah satunya onde- onde. Namun dia belum menentukan apa yang akan dia lakukan nanti.

Resep Usaha Sosis Tempe Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Ayu Safitri


usaha sosis tempe
 
Bisnis ini memiliki prospek tinggi bagi para vegetarian. Resep usaha sosis tempe pengusaha muda ini meyakinkan kita. Pasarnya spesifik karena selain umum, juga menjangkau mereka yang pantangan makan daging. Sosis tempet ini bisa dibuat sedemikian rupa sehingga rasanya mirip daging sapi.

Soal prospeknya pengusaha ini menghasilkan Rp.30 juta perbulan. Sosis memang memiliki banyak penggemar. Dengan menggunakan bahan tempe menjadi premium dimata vegetarian. Alhasil wanita bernama Ayu Safitri ini sukses besar, dengan bisnisnya bernama The Sozzis, apa yang bisa dipelajari.

Selama ini kita hanya mengenal bahan daging sapi atau ayam. Kemudian bermunculan produk olahan berbahan tempe. Dulu kita mengenal stik tempe, rasanya pun bisa menjadi enak layaknya daging sapi, kedelai bahan dasarnya menyerap dan menahan air, berdaya serap, membentuk gel dan bersifat pengental.

Indonesia merupakan produsen tempe terbesar, menjadi pasar kedelai terbesar di Asia, maka prospek sosis tempe sangat menjanjikan.

Ayu Safitri, pemilik bisnis The Sozzis, apa resep usaha sosis tempe pengusaha muda ini sampai bisa sesukses sekarang. Dia menyebutkan ialah proses yang lama dan komplek. Prosesnya meliputi cara pengasapan, tujuannya agar tahan lama, menghasilkan rasa khas, mencegah oksidasi, dan awet lama.

Selepas diasapi maka sosis tempe dibungkus dengan plastik kedap udara. Tujuannya agar tidak ada organisme yang masuk merusak. Ayu mencoba betul mengemas sosisnya sebagai makanan layaknya sosis biasa. Jadi tidak ada lagi kesan bahwa makan tempe itu untuk mereka kelas menengah kebawah.

Harga jualnya murah kok cuma Rp.2000, dan Ayu menjualnya sampai 500 potong The Sozzis setiap bulannya. Dia menghasilkan omzet Rp.30 juta per- bulan, dengan cakupan pasar Jogja, Semarang, Malang, Surabaya dan Jakarta.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba