Dulu Dibully Sekarang Sudah Kaya Dicari- Cari

Profil Pengusaha Ollie Forsyth 


 
Sering dibully tapi sekarang pengusaha muda. Inilah kisah Ollie Forsyth. Bahkan Ollie sempat mau bunuh diri. Dia menderita disleksi. Susahnya belajar di sekolah biasa membuatnya tangguh. Kelahiran Pury End, dekat Towcester, Northamptonshire, pernah belajar di sekolah kebutuhan khusus.

Ia mendeskripsikan sekolah kebutuhan khusus hebat. Dimana dia benar disuport oleh guru. Namun ketika ia masuk ke sekolah biasa. "Saya memiliki tiga tahun terburuk hidup saya, dibully setiap kali dan termasuk bullying cyber," kenangnya.

Dia waktu itu pindah ke Dorset. Disanalah dia bersumpah akan merubah nasib diumur 20 tahun. Salah satu pemberi doronganya adalah, siapa lagi, kalau bukan miliarder disleksia Richard Branson. Secara pribadi Richard memberi dorongan kuat. Baginya entrepreneurship sudah merupakan jalan hidupnya.

Meski tidak pernah bertemu pribadi. Ollie pernah melihat program televisi pernah dia bintangi. "Branson sangat memberi inspirasi," Ollie menjelaskan. Perasaan tersebut tertanam, dimana dia bertekat memberi "balas dendam" kepada mereka.

Balas dendam pengusaha


Ketika lulusa sekolah menengah, yah akhirnya masa dibully sudah selesai, Ollie dengan penuh semangat menjalani hidup sebagai entrepreneur. Teman tukang bully sudah melanjutkan hidupnya. Sementara Ollie berjuang keras membuktikan bahwa mereka salah.

Tidak mudah, butuh banyak belajar mengendalikan kekurangan -menjadi kelebihan. Belajar dari Richard Branson menjadi satu- satunya jalan. Akhirnya dia meluncurkan bisnis pertamanya di umur 13 tahun. Ia lebih muda setahun dibanding ketika Richard Branson mulai.

Ollie tidak pernah membagi kisahnya. Dia memilih diam dibully. Sampai keinginan menjadi entrepreneur mendorongnya bicara. Dan seorang konselor di sekolah berkata: "Kamu harus membiarkannya begitu saja dan kamu akan menjadi miliarder kelak."

Ini semangat lain, ketika selesai sekolah dia semakin bersemangat berwirausaha. Beruntung dia bukanlah sosok penggerutu tanpa tindakan. Meski sempat mau bunuh diri. Dia sempat mencari jawaban atas ketidak beruntungannya. Jalannya ketika dia menemukan Richard Branson -sesama penderita disleksi akut.

Entrepreneurship mendorongnya ingin hidup. Ketika dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia menemukan satu cara menjadi berarti buat orang lain. Dia bersumpah bahwa dia akan menjadi jutawan. Dan suatu saat para tukang bully akan datang menjadi pegawainya dan terbukti empat orang temanya minta pekerjaan.

Awal dia mulai dengan bisnis sangat sederhana. Dia jualan teh dan kopi. Ia menjualnya 20 sen per- cupnya dan 20 sen lagi buat nambah. Ollie dibantu orang tuanya, mereka meracikan kopi buat Ollie. Dia juga mulai berbisnis sederhana seperti memotongkan rumput, membawa jalan- jalan anjing, buat 20 sen lagi.

Kewirausahaan disleksia


Bisnis besarnya yakni Ollie's Shop. Yang mana toko online buat aneka hadiah, termasuk aneka perhiasan -kalung, gelang, dan cinci- , kemudian hiasan dinding, sabuk kulit, dan juga dompet. Dia menyebutnya satu hadiah terbaik buat remaja dan orang tuanya.

Dengan bantuan orang tua dan teman setia, dia mulai berbisnis lebih serius. Dimana dia menyetok dari China buat dijual kembali. Berhasil, dia menghasilkan uang, dimana dia mengaku menghasilkan untung sampai 2.500 pounds, selama enam bulan berjalan dari awal sampai sekarang terus menghasilkan uang.

Dalam enam bulan dia sudah menghasilkan. Semangatnya semakin berapi, percaya bahwa ini merupakan jalannya, "Saya sedang beruntung." Dia tidak pernah kehilangan uang atau merugi uang. Tetapi perjalanan bully tidak berhenti ketika dia masuk ke sekolah Bruern Abbey, sekolah asrama di Oxfordshire.

Dia menduga kali ini soal kecemburuan atas passionnya. Mereka cemburu melihat Ollie bersemangat buat berwirausaha. Disisi lain mereka menyerang satu- satunya kelemahan: Pendidikan! Yah mereka menghina cara dia belajar. Bagaimana kemampuan Ollie beradaptasi dengan pelajaran di sekolah biasa.

"Saya tidak pernah tau apa mereka inginkan dari saya," ujar Ollie. Dia merasa anak cowok tidak pernah bisa cocok dengannya. Memalukan sih sebagai anak cowok Ollie dibegitukan. Dia cuma bisa mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perbedaan termasuk cara belajar, tidak cuma penderita disleksia.

Ia juga menyarankan bagi korban bullying. Tetaplah kamu terus maju jangan melihat ke belakang. Alirkan rasa marah mu ke mimpi dan membantu orang lain, membantu mereka yang juga merasakan apa yang dia rasakan.

Dia menjadi volunter diberbagai badan amal, dari Anglia's Children's Hospice, Army Benevolent Fund's The Soldier's Charity, dan menjadi ambasador Winners Win, dimana merupakan badan amal online buat mereka pengusaha bersosial. Dia juga menggunakan uangnya sendiri, membantu pengusaha muda lainnya.

Bisnis tidak pernah mati


Dia menyarankan setiap anak buat berwirausaha. Baginya jalan entrepreneurship merupakan cara menjadi dewasa, mengambangkan mimpi, dan harapan bagi setiap orang -bagaimana pun keadaanya. Baginya adanya mentor merupakan hal penting. Ollie mengawali dengan mencari orang sukses di lokal kalian.

Atau, kamu bisa mencari anake cerita sukses, atau melihatnya lewat video YouTube. Diumur 16 tahunan, ia mendirikan perusahaan bernama Charmou, dimana fokusnya buat bisnis ecommerce fasion. Dia memiliki 23 brand aparel, 250 produk, dimana fokusnya adalah seluruh dunia.

Mimpinya Charmou mampu menarik 365 brand baru. Untuk pendidikan selanjutnya adalah entrepreneur lagi. Dia mau masuk sekolah Peter Jones Enterprise Academy, yakni sekolah bisnis yang didirikan oleh Peter Jones, seorang serial entrepreneur dan salah satunya panelis acara wirausaha Dragon's Den.

Dia ingin menjadi miliarder sebelum 20 tahun. Atau diumur ke 20 -an, dan dia akan sangat bahagia jika ia mencapainya. Uang bukanlah masalah. Baginya dia menikmati menjadi pengusaha. Dia lebih memilih cara menjadi pegawai sekaligus bos diri sendiri.

Dia juga memiliki agensi digital bernama UNBXD. Dimana dia bekerja sama dengan kawan sekolah, yang mana memiliki lebih dari 40 klien, termasuk selebriti, juga berminat pada bisnisnya. Hari ini, diumur yang baru 17 tahun, dia sudah memiliki delapan perusahaan mengglobal loh.

Ollie belum bisa membaca. Sampai umurnya 15 tahun dia tidak bisa membaca. Dimana umurnya 16 tahun tidak punya kualifikasi melanjutkan pendidikan. Tetapi jalur pendidikan tidak menghalangi ambisinya. Ia ingin menjadi miliarder sebelum umur 20 tahun. "Saya menggunakan imajinasi membangun bisnis dari nol"

Percaya diri, dia menghubungi 10 suplier berbeda seluruh dunia, dan bekerja sama membangun bisnis yang berbasis persaudaraan. Ia mampu mengajak mereka memberi 10 sample gratis. Lalu dia memiliki 100 sample menjualnya semua. Semuanya terjual menghasilkan banyak uang!

Tidak berhenti disana karena dia menemukan UniBell sebuah aplikasi. Disana anak kuliahan bisa menjual dan membeli di universitas. Dia menyebutnya eBay nya sendiri. Memang sudah pernah ada, tetapi Ollie pengen lebih besar menyebar ke penjuru universitas seluruh Inggris dan menyebar sangat cepat.

Dia juga pengen membuat proyek pipa minyak, termasuk inkubator dan sekolah entrepreneur di India. Ia ingin membantu mereka yang merasakan kata "gagal". Tidak ada orang gagal dikehidupan kita. Dia ingin rasa salah buat mereka. Menyuport mereka banyak orang menjadi entrepreneur seperti dirinya kini.

"Kata itu, kegagalan, selalu datang ke saya sehari-hari -nyatanya saya salah satunya di sekolah. Tetapi, saya akan bertanya, kualifikasi yang paling penting dalam hidup kita aoa? Tidak ada, apa yang benar-benar penting adalah hal yang suka lakukan. Saya selalu tahu saya ingin menjadi pengusaha tapi ditindas tentu mendorong dan memotivasi saya bahkan lebih."

Hal tersulit baginya ialah bagaimana mengeluarkan nama itu. Kegagalan, dimana orang melihat kamu hanya siswa sekolah, namun ketika kamu mampu menciptakan koneksi baik; semuanya akan berubah. Tidak cuma berbisnis, dia juga aktif menjadi pembicara di Universitas membantu orang menjadi pengusaha.

Berawal Kamera Omnya Gadis 16 Tahun ini Berwirausaha

Profil Pengusaha Sangat Muda Bella Mutia 



Berawal dari kamera punya omnya. Gadis belia 16 tahun ini sekarang pengusaha. Inilah kisah Bella Mutia yang diangkat oleh Studentpreneur.co. Berawal kamera Canon EOS 1100D, Mutia ingin memiliki kamera sendiri. Dia kemudian dihadiahi kamera tersebut dan mulai memfoto.

Tetapi Mutia tidak mau hanya gratisan loh. Gadis berjilbab ini memilih buat mencicilnya. Mengupayakan membelinya bukan dikasih. Harganya Rp.3 juta dicicil Mutia senilai Rp.300 ribu per- bulan dan baru lunas setelah sepuluh bulan. Dari proses mencicil inilah ide bisnis muncul dibenak Mutia.

Sementara belum lunas cicilan. Ternyata Mutia belum sering menggunaknya. Kan sayang, jadi ia sewakan  sajakepada teman- temanya. Lumayan uang mencicil kamera bisa kembali karena disewa teman- teman. Uang sewa tersebut menjadi tambahan buat mempercepat pelunasan kameran omnya.

Bisnis sederhana


Lama kelamaan, ia menyadari satu hal: Kemampuannya memfoto tidak jago- jago amat. Mending kalau tidak terpakai kan disewakan saja. Daripada buat memfoto tidak bermanfaat. Akhirnya si Mutia kembali menawarkan kamera miliknya ke teman. Penyewanya mulai dari mereka yang serius ingin tau tentang fotografi.

Hingga mereka yang ingin sekedar mengabadikan moment spesial. Adapula penyewan yang sekedar mau narsis- narsis pake kameran profesional. Alhamdulillah, hasilnya mengejutkan, dari satu kamera sudah menjadi tiga buah. Uang sewa dipatok Rp.50 ribu buat enam jam pemakaian, murah kan?

Pikirkan saja, kan tidak semua orang mau narsis setiap hari. Beberapa orang cuma butuh kamera untuk momen spesialnya dan sudah selesai. Tidak disangka awal iseng membuahkan bisnis. Bahkan dia sudah bisa membantu ekonomi keluarga.

Apakah ada masalah? Yah, ia berkisah pernah tiga dari empat kameranya dibawa kabur. Mereka hanyalah pelajar beruntung gampang dikenali. Kalau tidak yah Mutia bisa rugi Rp.9 juta. Karena mereka pelajar, akhirnya Mutia tidak memperpanjang ya terpenting kameranya kembali.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran besar. Kebodohan tersebut diganti dengan memperketat syaratnya menyewa. Ia tidak akan menyewakan jika tidak ada identitas. Harus menyerahkan KTP atau Kartu Pelajar asli. Kedisplinan keuangan juga diterapkan Mutia, yakni lewat kuitansi sewa, jadi tidaka ada masalah lagi.

Dia mulai bangkit kembali. Lewat uang sewa segitu, ia mengaku mampu mengantungi omzet Rp.7 juta sampai Rp.6 juta per- bulan. Berkat kedisplinan keuangan bisnisnya terus berkembang. Kedepan dia mau punya lebih banyak kamera baru. Uang segitu digunakan buat apa Mutia?

Dia bilang buat bayar uang sekolah. Juga membiayai sekolah kedua adiknya. Juga sudah bisa mencicil mobil loh. Yah buat mempermudah transportasi keluarga lah. Kedepan memperbanyak properti kamera, bahkan kalau bisa mau membuka studio foto. Dan akhirnya nanti menaikan haji kedua orang tua akhirnya.

Semangat Mutia!

Pemilik Mie Sabuke Muda Pengusaha

Profil Pengusaha Fraga Tanansyah 




Usianya baru 24 tahun tetapi sudah berbisnis sendiri. Fraga Tanansyah, terlahir dari keluarga pecinta mie, maka tidak salah kalau dia berbisnis mie. Untuk usahanya patut diacungi jempol. Karena tidak mudah, apalagi buat konsisten menggeluti bisnis yang sama selama empat tahun.

Ia merasakan betul rasanya salah. Kesalahan strategi bisnis membuatnya jatuh. Namun, pengusaha muda satu ini memiliki passion tinggi akan mie ayam. Hingga menciptakan produk Mie Ayam Sabuke. Ceritanya dimulai sejak 2012 silam.

Bisnis di kampus


Ia barulah menyelesaikan pendidikan teknik telekomunikasi. Menjadi lulusan sebuah universitas negeri, ia tak lantas memilih bekerja, karena apa hasratnya adalah menjadi pengusaha. Ya sejak kuliah dia ingin jadi pengusaha muda sukses.

Demi mewujudkan hal tersebut dia langsung tancap gas. Tidak mau melamar pekerjaan menjadi pegawai. Ia kemudian membuka bisnis mie ayam sangat sederhana.

"Saya emang ingin menjadi pengusaha ketimbang pegawai," seperti yang dilansir oleh Detik.com. Maka dimulailah perjalanan bisnis pemuda tampan satu ini.

Rasanya asik, begitu dia mengomentari kenapa bewirausaha. Ide bisnis gampang tinggal mencari apa yang kita suka. Gampangnya dia melihat keluarganya hobi makan mie ayam. Kenapa enggak berjualan mie ayam saja?

Dia kemudian asik bercerita. Lewat internet dia mencari cara membuat mie ayam. Yah, kan namanya suka mie ayam, bukan pembuat mie ayam jadi dia tidak tau. Meskipun bisa masak tidak mudah bikin mie ayam. Karena niat bisnis sangatlah kuat. Fraga kemudian meracik aneka bahan menjadi mie ayam.

Butuh waktu sampai ia menemukan racikan tepat. Bagaimana membuat mie ayam yang berbeda. Rasanya harus berbeda daripada yang lain. Fraga bekerja sangat keras. Resepnya diolah sampai empat bulanan. Ia akhirnya percaya diri, dan menamainya Mie Ayam Sabuke. 

"Sampai sakit perut. Coba lagi terus cari informasi," paparnya.

Sudah jalan setahun tetapi tidak sesuai harapan. Kendala silih berganti menghampiri. Penjualan malah jadi turun drastis. Impian omzet puluhan juta ternyata berhenti. Pembukuan Fraga tidak lagi dipenuhi angka nol banyak.

Ia kemudian menjajaki aneka pameran, fetival, bazar dan lainnya. Untuk tambahan dia menjajakan lewat sosial media dan website. Hasil dari semua itu tidaklah banyak. Fraga mampu mengantungi Rp.2 juta- Rp3 juta per- hari. Kegiatan tersebut cuma dilakukan Fraga selama semingguan.

Agar menarik minat pembeli kembali. Ia menyiasati lewat produk baru. Fraga menciptakan produk yang bernama Kentang Mustofa. Produk ini dapat dijual terpisah di outlet- outlet. Tetapi juga bisa dijadikan makanan pendamping mie miliknya. Dengan bantuan produk baru, lumayanlah menambah omzet per- hari.

Meski untungnya tipis, Fraga tetap optimis melanjutkan usaha. Untuk penghasilan rutin sudah didukung dari Kentang Mustofa. Sisanya bagaimana menarik lebih banyak pelanggan. Ia mengungkapkan ide buat membuat kendaraan khusus menjajakan Mie Ayam Sabuke. Agar lebih efektif dan efisien dalam penjualan.

Kemudian dia merencanakan mencakup wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menjalani kehidupan menjadi pengusaha ternyata tidak mudah. Pelajaran diambil menurutnya: Ambilah referensi matang sebelum kamu memulai berwirausaha. Harus- harus matang sebelum mengambil keputusan membuka usaha sendiri.

Ia mencontohkan dengarkan dulu orang. Lakukan analisis matang mengenai pasar. Lakukan lah analisa seakurat mungkin sebelum membuka usaha. Kini, usaha yang dijalankan bermodal Rp.5 juta, dan sedikit bantuan dari orang tua sudah berjalan baik. Fraga tengah merintis satu gerai sewa di kawasan Bekasi.

Berawal dari mie ayam berbahan bumbu orginal. Makin lama, makin banyak rasanya, seperti mie ayam rasa bayam, wortel, coklat, kopi, strawberi, sampai buah naga. Dia ingin membuat mie ayam berbeda. Dan tanpa bahan pengawet tentunya. Rasanya tuh enak tetapi berbahan sehat tidak merugikan orang lain.

Semua rasanya organik loh. Omzet dihasilkan Fraga sudah mencapai Rp.30 juta- Rp.40 juta. Dimana dia masih berambisi menstabilkan dan memperluas bisnisnya. Berawal dari satu pusat perbelanjaan di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Berpindah- pindah dan menetap untuk membuktikan tekat pengusaha mudanya.

Ahlinya Teh Asli Indonesia Berawal dari Passion

Profil Pengusaha Ratna Somantri 



Pekerjaanya tidak banyak dikenal orang. Tetapi dari sanalah keberuntungan menghinggapi Ratna Somantri. Bahkan nih dia rela melepaskan pekerjaanya. Jenusnya menjadi pegawai sudah dirasakan Ratna. Sampai ia menemukan kegiatan baru dibidang kuliner.

Dilanda kejenuhan rutinitas kerja. Ia yang tinggal di Australia, lantas menyempatkan diri mengikuti kelas pastry di Le Cordon Bleu. Diperjalanan dia mampi ke satu kafe, Tea Center, menyadikan minuma teh ke pelanggan. Bayangkan dalam satu tempat ada 500 macam teh disajikan, dan tidak ada di Indonesia.

Keinginan memasuki bisnis teh muncul. Cerita bisnis Ratna memang panjang. Tetapi merunut ke belakang dia sudah mengenal teh sejak kecil. Sang mama dikenal jagonya meracik teh sendiri. Dia ingat betul rasa khas teh asal Cirbon, Jawa Barat.

Tidak mudah berbisnis


Perempuan kelahiran Cirebon 3 November 1978. Kemudian pulang kampung ke Indonesia. Berbekal rasa ingin tau, ditambah niat menjadi wirausaha: Ratna mengajak seorang teman berbisnis. Untuk membekali diri, Ratna sempat kursus tentang teh di Purple Cane, Kuala Lumpur. Keduanya sepakat membuka kafe teh sendiri.

Nyatanya tidak mudah seperti benaknya. Bisnis mereka tidak bertahan lama. Ujungnya dia menjual saham miliknya. Ia ingin lebih memfokusi tentang teh lebih dalam. "Sahamnya kemudian saya jual, tapi kecintaan saya akan semakin haris semakin bertambah."

Ia sengaja berlibur ke negara- negara penghasil teh. Mulailah dia mempelajari budaya teh mereka. Contoh negera itu ya China, Jepang, Korea, sekalian menikmati aneka teh dan belajar. Ratna lantas mendirikan komunitas pecinta teh. Dia juga meluncurkan beberapa buku tentang khasiat teh.

Dia menulis buku Kisah dan Khasiat Teh. Ratna juga menjabat Ketua Dewan Teh hingga periode sekarang. Ratna memang lebih cocok menjadi spesialis teh. Pilihan profesi yang jarang didengar orang kita. Oh ya, buku tersebut dipublis oleh PT. Gramedia Pustaka, bukunya setebal 115 halaman jadilah sangat lengkap.

Kesukaan akan teh membayanya ke banyak negara. Dia disandingkan master- master teh, baik dari China, Hong Kong dan Kuala Lumpur. Baginya minum teh merupakan kegiatan menyenangkan. Bayangkan kita mencium aroma daun teh, yang merekah diatas air panas dalam cangkir, "...rasanya kepenatan hilang."

Baginya ritual minum teh sangat penting. Semakin gemas ketika ia melihat bagaimana orang minum teh di Indonesia. Padahal teh Indonesia memiliki cita rasa unik. Di Indonesia, teh masih dianggap minuman biasa, padahal di Eropa minum teh sudah menjadi cara orang menaikan gengsi.

Ia memang tau pemilihan daun teh sudah benar. Tapi dalam hal penyimpanan dan pengolahan, orang kita masih salah kaprah. Padahal negara kita merupakan penghasil teh tersebesar. Ia lantas mendorong agar teh kita lebih diperhatikan. Caranya ialah ia mendirikan komunitas dan blog mengenai cita rasa teh lokal kita.

Bisnis sampai profesional


Mudahnya teh dikonsumsi di Indonesia membuat pamornya turun. Alhasil banyak orang menyepelekan cara minum teh. Menurut Ratna, bahkan meski kita biasa minum teh, faktanya nih teh terbaik Indonesia ternyata 60% dieskpor. Kita harus memperbaiki cara kita memperlakukan teh, ujarnya.

Jangan lah negera lain yang justru menikmati teh kita. Jangan biarkan mereka malah lebih menghargai teh berkualitas kita. Ratna menyemangati bahwa teh kita tidak kalah dari China.

Berawal dari bisnis kafe teh. Kemudian gagal, menyisakan hasrat terpendam kepada teh. Ratna lantas mulai berkeliling mencari ilmu tentang teh. Kalau mau bisnis kan harus tau segala tentang bisnis yang akan dijalani. Seiring berjalan pemahaman masyarakat urban, ia kembali dengan sejuta pengalaman.

Dia mulai diajak ke berbagai talk show. Kemudian dia juga menjadi pembicara diskusi teh. Dulu dia masih pesimis kalau ngomongin teh. Eh, di 2011, malah ada acaranya dan peminatnya ternyata banyak loh. Ia menyebut sekarang teh sudah menjadi tren. Termasuk bagaimana menikmati teh dengan baik dan benar.

Dia tidak pernah sengaja menjadi pakar teh. Ratna cuma menggemari budaya teh. Selain itu juga rasanya, yang mana katanya nih, Ratna sudah mencicipi 100 jenis teh. Dia juga mengkoleksi mereka dalam tempat khususnya. Wanita keturunan Sunda- China ini, prihatin akan ketidak tahuan orang akan kualitas berteh.

Banyak orang masih keliru dalam menikmati teh. Bahkan tidak jarang nilai teh malah berkurang. Dari rasa, aroma, dan khasiatnya hilang. "Saya tahu kalau teh enggak bisa sembarangan diseduh," paparnya.

Menurutnya ada dua teknik penyajian teh: Gaya Barat dan Timur. Gaya barat ya gayanya orang- orang Eropa, seperti Inggris, Italia, dan negara- negara sekitarnya. Mereka menyeduh dengan air banyak tetapi daun tehnya sedikit. Penyeduhan butuh waktu 3- 4 menit sebelum diangkat.

Dari Timur menggunakan teko kecil. Daunya banyak berbanding terbalik dengan jumlah airnya. Disedunya cuma sebentar yakni 30 detik. Teh ini menurutnya lebih sehat karena zatnya belum banyak hilang. Hal yang mendasar begitu saja orang Indonesia belum tahu. Lewat berbagai media Ratna mengedukasi tentang teh.

Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

Biografi Pengusaha Farmasi Serakah 



Dia dikenal sebagai pengusaha psikopat. Pengusaha pecundang. Adalah monster sampah dan segalanya yang salah dari kepitalisme. Semua berawal dari tindakan Mr. Shkreli menaikan obat AIDS sebesar 5000 persen. Dimana jika perdosisnya dulu cuma $13,50, ditangan Shkreli naik menjadi $750 per- dosisnya.

Dia lantas menjadi target semua orang. Mulai grup pendukung obat terjangkau, polisi, dan terutama dari mereka yang aktif di Twitter. Sebagai catatan bahwa Martin Shkreli dikenal aktif di sosmed. 

Dan faktanya perusahaan lain sebenarnya sama menaikan harga. Bedanya Shkreli dianggap terlalu arogan menantang masa. Dengan gaya "slengean" dia menjawab kritikan tersebut. Meski ujungnya dia setuju untuk menurunkan. Akhirnya dia tetap menjadi target hinaan. Dari sekedar ucapan kotor saja, juga mendapatkan ancaman. 

Bahkan ujungnya ia dituduh melakukan penggelapan. Padahal Shkreli sudah dikenal memiliki catatan kriminal tersebut. Mungkinkah pemerintah dan investor sengaja? Apakah mereka mencoba menutup mulutnya agar tidak lagi membuat kegaduhan dan menyoroti bobroknya bisnis farmasi Amerika. Entahlah.

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Niat usaha tulus


Terlahir sebagai keturunan imigran Albania dan Croasia, yang mana mereka cumu bekerja jadi cleaning service. Dia terlahir di Coney Island Hospital, Brooklyn, punya dua saudara perempuan, dan saudara laki- lakinya komunitas pekerja (buruh.red) di Sheephead Bay, Brooklyn.

Dia terlahir Kristen Katolik, sejak kecil sudah masuk sekolah Minggu, dan Shrekli kemudian masuk ke sekolah Hunter Collage High School. Shrekli kemudian putus sekeloh. Bukan karena uang loh. Tetapi ia merasa tidak berminat sekolah. Meski begitu dia bermimpi menjadi orang besar -menjadi orang kaya.

Karena memiliki kecerdasan, bahkan ada orang menyebutnya jenius, ataupun bocah nakal biasa. Dia bisa mendapatkan program diploma. Hingga akhirnya dia dapat bekerja menjadi internship Wall Streets. Ia memasuki dunia keuangan lewat Cramer, Berkowitz and Company.

Waktu itu umurnya masih 17 tahun loh. Ketertarikan akan kimia datang ketika seorang saudara sakit. Ia mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saudaranya tersebut butuh obat depresi. Makanya ketika dia mulai bekerja di Cramer, mulailah dia membidik saham- saham farmasi.

Dia lantas merekomendasikan sebuah perusahaan farmasi. Shkreli sangat percaya bahwa harga sahamnya akan jatuh. Pada 2013, perusahaan bernama Regeneron Pharmaceuticals tengan mencoba obat diet, dan Shkreli waktu itu, masih 19 tahun, memprediksi mereka akan gagal dan harga sahamnya akan jatuh.

Prediksi anak 19 tahun tersebut nyatanya betul. Bahkan pihak berwajib sempat curiga. Ia mulai diintrogasi tetapi tidak menemukan apapun.

Memasuki umur 20 tahun, pada 2006, dia sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Elea Capital Management. Shkreli memang dikenal ahli dalam memainkan saham perusahaan obat.

Perusahaan bioteknologi


Dia juga dikenal aktif dalam hal membuat gosip. Membuat gosip tentang perusahaan bioteknologi atau farmasi. Di umurnya ke 20 tahun, sudah membuat pihak kesehatan terkait bergerak, dengan cara cerdiknya mampu menarik Food and Drug Administration untuk tidak menerima obat buatan perusahaan tersebut.

Ada beberapa pegawai menuntutnya membayar upah. Katanya nih, dia bekerja serakah, segala tindakannya di pasar saham hanya untuk menutup investasi. Para investor dibuatnya "senang" dan akhirnya dia memiliki lebih banyak keuntungan.

Namun perlu dicatat, bahwa Mr. Shkreli memiliki kecerdasan tinggi, dalam hal percakapang terutama akan bidang pengetahuan alam. Tanpa belajar formal seolah- olah dia mengetahui semua. "Kamu akan memberi dia buku kimia, dia akan mengembalikan buku tersebut dalam sembilan bulan dengan hafalan sempurna."

Diantara kesibukannya menjadi direktur hedge fund. Sang investor jenius mampu menciptakan gebrakan sendiri. Perjalanannya Shkreli mampu membuktikan dia bukan sekedar investor.

Dia menciptakan obat Retrophin. Yang mana merupakan obat berbasis teknologi protein untuk penderita kekurangan protein. Dia belajar sendiri tentang biologi. Kemudian diberi nama "recombation dystrophy" atau Retrophin. Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan bioteknologi spesifik menangangi itu.

Dari menjadi manajer hedge fund, direktur hedge fund, lantas menjadi pemimpin perusahaan. Perjalanan yang dianggapnya tidak mudah. Dia menjadi "dewasa", keinginan terbesarnya bagaimana menyembuhkan berbagai penyakit dan menyelamatkan lebih banyak anak.

Diterima FDA, saham perusahaan miliknya naik sampai 230 persen, dari harga saham $23, yang kemudian turun drastis jadi $12. Namun dia sudah mendapatkan untung pasar sampai $300 juta. Justru ketika saham turun Shkreli membeli saham perusahaanya sendiri. Inilah awal dia menjadi orang kaya raya berkat pasar saham.

Banyak orang menyebutnya jenius. Dimana dia mampu menaikan saham, memutar di pasar saham, dan ia membeli ketika sudah jatuh. Dalam perjalanannya ia kemudian matang melalui kuliah lagi, jurusan Bisnis dari Baruch Collage. Kemampuanya dan kenakalannya semakin menggila terutama di sosial mediaTwitter.

Ia memiliki 3.500 pengikut aktif, dan tidak malu menunjukan rasa suka dan tidak suka. Disis lain, banyak peneliti yang menggunakan Retrophin, sepakat bahwa dia harus mendapatkan penghormatan walau dia tidak memiliki dasar keilmuan. Mereka menyebut idenya original, dan akan menyelamatkan banyak nyawa.

Banyak tuntutan


Elea Capital Management dianggapnya tidak sukses besar. Bahkan, pada 2001, dia dituntut oleh Lehman Brother karena penipuan. Katanya dia memilih saham, tetapi memilih investasi ke saham lain. Untuk itu dia kehilangan uang investor, termasuk Lehman Brother.

Ketika Lehman Brother menang dan Shkreli harus membayar $2,3 juta. Sayangnya, ketika hakim meminta penyitaan, perusahaan Lehman keburu bangkrut dan tidak jadi mengambil tuntutan. Selamat dari kejadian tersebut Shkreli makin berjaya dengan Retrophin.

"Saya akan membayar semuanya sekarang jika mereka mau," ujarnya bercanda setengah mengejak. Meski reputasi dikenal "buruk", nyatanya, investor masih percaya dan memberikan dukungan untuk membangun perusahaan hedge fund baru.

Dia mengerjakan perusahaan bernama MSMB Capital Management -berasama teman kecilnya Mark Biestek. Yang mana fokus mengerjakan aneka trading berjangka pendek.

Ia fokus di saham perusahaan kesehatan. Ia tidak sekedar buat membuat harga saham turun lalu dibeli dan dijual. Bayangkan dari mulutnya mampu membuat pihak perusahaan meradang. Pasalnya dia tanpa tedeng aling- aling dia mengajukan nota keberatan terhadap suatu obat ke FDA.

Waktu itu, di 2010, dia menulis surat ke FDA menolak obat insulin perusahaan, MannKind of Valencia, Calif. Dengan sadar dia memperlihatkan niatnya akan saham mereka. Mantan rekan kerjanya menyebut Shkreli paham akan obat. Lebih tepatnya paham akan obat apa yang disertifikasi, lalu mengambil untung disana.

"Adalah seseorang yang menunjukan talenta sejati menggali ribuan lembar halaman hasil pengobatan, dan sangat paham apa yang dia baca," ujar mantan rekannya di MSMB Capital.

Tahun 2011, dia menggunakan uang perusahaan, senilai $3 juta untuk membangun Retrophin. Menurutnya untuk Retrophin dia sangat bekerja keras. Bayangkan tak jarang dia tidur di lantai perusahaan. Tidak juga sikatan gigi serajin sebelumnya. Dia dengan bangga menyebut dirinya obsesif terutama tentang medis.

Dia sibuk dengan jurnal kesehatan ditangan di kantor. Dia begitu ingin "membahagiakan" investor. Dalam sebuah kesempatan dia terlihat cuma memakai sandal. "berputar- putar dengan sandal berbulu dengan alat stetoskop diantara lehernya," jelas Geller, menyebutnya sang CEO seolah berimajinasi berstatus M.D.

Geller sempat menegurnya buat sadar. Tetapi Shkreli menyela dirinya nyaman dan sedang bekerja. "Orang jenius biasa melakukan hal aneh," paparnya. Dia dikenal memegang beberapa paten obat.

Salah satunya Chenodal, yang mana dia lantas menaikan harganya sampai margin 10%, untuk menutupi ini tidak jarang dia menggunakan motif sosial. Seperti pada satu kesempatan, ada sekeluarga tengah kesulitan untuk transplantasi liver.

Ia langsung berangkat ke Venezuela mengunjungi mereka di satu kesempatan. Dia menyebut perusahaanya membantu orang. Dia dan Retrophin membantu menyuplai obat gratis yang mana obatnya tidak Retrophin produksi. Membuat seolah apa kenaikan harga obat, akan kembali ke tangan yang berhak.

Dia dikenal suka mendekati peneliti obat. Ia membantu mereka tidak cuma uang tetapi juga ide. Contoh ketika dia mengajak pria bergelar Ph.D. mengerjakan obat khusus. Namun teori si peneliti kurang mantap menghasilkan obat. Kemudian anak muda ini datang, percaya diri, dia menyajikan satu trik dia pelajari.

Shkreli tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Dia paham tentang biologi dan kimia. Shkreli cuma butuh seseorang membuktikan teorinya benar. Ia menyebutkan Shkreli memiliki ketulusan akan usaha dijalankan dia. Tidak jarang pria 25 tahun itu datang ke lab miliknya. "Dia seorang kutu buku, seperti saya sendiri."

Dia menggunakan perusahaan Retrophin untuk penyakit langka. Tujuannya mengambil jarak ke kebutuhan akan obat tertentu -dan mengambil untung. Dia kemudian dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan psikologi lewat sosial media tahun 2013 silam.

Perusahaan baru


Dia juga mendapat tuntuan ketidak loyalan. Menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan lainnya. Untuk satu ini dia dikeluarkan dari perusahaan Retrophin. Namun Shkreli sudah memiliki namanya sendiri dari hak paten dua obat khusus Retrophin. Tidak masalah, begitu pergi dari perusahaan ia membuka perusahaan baru.

Turing Pharmaceuticals diluncurkan pada Februari 2015. Dia membawa beberapa orang manajamen dari Retrophin.Inc dan tentu beberapa investor. Bisnisnya, katanya fokus mengobati penyakit serius dengan sedikit opsi lain.

"Setelah ditendang perusahaan saya sendiri, saya bangkit membangun perusahaan lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya."

Uang dihasilan Turing sangat besar. Semua karena ambisi Shkreli mendapatkan paten obat yang berumur 62 tahun, yaitu Daraprim. Obat tersebut terutama dikenal buat mengobatai AIDS. Karena obatnya kuno, itu tidak memiliki perlindungan paten, namun karena kebutuhan sedikit, perusahaan tidak mau memproduksi.

Turing membayar $55 juta untuk mendapatkan paten dari Impax Laboratories, sebuah perjanjian jual- beli yang tentu akan menaikan harga obat. Sebagai catatan obat ini bersifat generik. Tujuannya ambil alih ialah agar Impax tidak menjual di toko biasa. Maka dari generik, obat tersebut menjadi susah buat dikopi dari aslinya.

Alhasil, obat Daraprim, menjadi obat khusus tanpa pembanding. Bulan Juli, Impax kemudian melepaskan diri sebagai disributor, ujungnya begitu Turing mendapat paten, mereka langsung menaikan harganya jadi sangat tinggi. Dari $13,5 per- tablet menjadi $750 per- tablet, hingga membuat semua orang marah besar.

Perusahaan memiliki dua obat utama: Deraprim dan Vecamyl, yang mana merupakan obat hipertensi. Dia sendiri mengakui menaikan obat Deraprim tinggi. Alasanya karena obat tersebut sangatlah terspesifikasi -dibanding sebelumnya begitu umum. Ia mengistilahkan sebagai Aston Martin yang dijual seharga sepeda.

Shkreli menerima kritikan semua orang. Meski begitu caranya begitu "nakal". Dengan keras dia menyebut media menghakimi dia. Shkreli tidak akan menanggapi mereka dengan jari telunjuk atau jari kelingking. Dia akan menunjukan jari tengahnya (secara tersirat.red) kepada semua media diluar lewat video langsung.

Namun begitu masuk wawancara langsung. Dia malahan berbicara lebih sopan. Dia setujua menurunkan harga sesuai kesanggupan umum. Dia akan mendapatkan untung sedikit. Sayangnya, sebelum sesuatu jadi normal kembali, anak muda kecintaan Wall Streets ini ditangkap oleh FBI atas serangkaian penipuan.

Apakah pemerintah dan para politisi sudah bosan dengan Sang Anak Farmasi ini. Apakah dia tidak lagi asik menghasilkan keuntungan bagi investor. Tidak tahu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba