Kisah Pengusaha Muda India CEO Termuda

Profil Pengusaha Suhas Gopinath

 

ceotermuda.png
 

Pernah tercatat menjadi CEO termudah bahkan masuk rekor India. Kisah pengusaha muda India bernama Gopinath, lahir 4 November 1986, yang memiliki 400 karyawan yang tersebar keseluruh Indonesia. Dia merupakan kebanggaan India.


Dia berbisnis software. Tercatat dalam Limca Book of Records, atau Rekor MURI -nya Indonesia, sudah merintis usaha software semenjak usia 14 tahun. Suhas Gopinath memiliki 400 karyawan ketika usianya 22 tahun.


Sempat dia hampir menjadi orang biasa tidak punya pekerjaan. Pasalnya, pada perusahaan investasi asal Houston, Texas, sempat menawarinya $100 juta buat menjadi pemegang saham utama. Namun tawaran tersebut ditolak Gopinath,"mengapa saya harus menjual bayi saya?".

 

Kisah Pengusaha Muda


Setelah lama berpikir ia menyadari bahwa mereka "membeli". Bukan investasi diinginkan Gopinath membangun bisnis ini. Kisah pengusaha muda India tersebut bermula ketika internet masuk. Awalnya jaringan internet masuk melalui warnet pertengah 1990.


Internet cafe atau warnet pertama dibuka di Banglore. Itu satu pintu bersebelahan dengan rumahnya Gopinath. Seolah ditakdirkan ia terbawa sampai ke balik pintu warnet India. Bermula saudarnya yang bernama Shyreyas yang menaruhnya di sana.


Dia terpukau. "Saya kagum," tegasnya. Dia kagum akan kekuatan internet. Dan tidak menyangkan itu akan sangat merubahnya. Internet merubah hidupnya sampai membuat Gopinath lupa waktu. Ia selalu habiskan waktu berselancar internet.

 

Latar belakang keluarganya sangat saderhana. Dimana ayahnya merupakan ilmuan buat Indian Army, dan dia pernah sekolah di sekolah Angakatan Udara. Komputer bagi keluarganya merupakan hal mewah. Mereka keluarga kelas menengah. Dia cuma mampu nongkrong ketika istirahat makan siang.


Pengusaha muda kemudian belajar membuat website. Ibunya curhat kalau anaknya membuang- buang uang. Tiap Rupee dibelanjakan menyewa internet berjam- jam. Gopinath mengakui, tadinya dia adalah murid pintar di sekolah, kemudian turun menjadi murid pas- pasan.


"Saya adalah murid pas- pasan. Sebelum menemukan dunia internet, saya bermimpi untuk menjadi dokter hewan," celetuk Gopinath.


Usianya baru 13 tahun, proyek internet pertamanya www.coolhindustan.com, tahun 1998. "Saya ingin memberikan informasi orang India diseluruh dunia melalui sebuah forum, untuk mempublikasikan kejadian- kejadian yang ada, tips makan diluar, dan setiap hal lain yang mereka minati," ia lanjut.


Forum populer dikalangan orang India sampai menarik musuh. Beberapa hacker Pakistan menyerang websitenya karena populer. Mereka menyerang orang Hindustan mengganti halamannya. Dihack lalu halamannya ditulisi "Cool Pakistan".


Itu adalah pengalaman terburuk menurut Suhas. Namun dia tetap berjalan sampai membangun suatu perusahaan Network Solutions. Itu lalu menarik perhatian orang Silicon Valley. CEO termuda yang layak dipanggil ke pusatnya San Jose, California.


Itu merupakan perjalan pertama keluar negeri. Bocah belasan tahun tersebut ditawari pekerjaan. Ia bahkan akan akan disekolahkan di Amerika.

 

Mengang gimana rasanya bekerja ketika usia 17- 19 tahun. Dia sangat keteteran antara berbisnis dan sekolah. Bayangkan dia harus mengurusi klien, sementara nilai pendidikan 80 persen dan sisanya cuma 65 persen. "Saya berusaha keras dan tidak melepaskan kelas satupun," lanjutnya.

 

"Ketika saya ujian, saya berkata saya tidak sehat," kenang Suhas. Kantornya di Banglore, dicertikan memiliki pegawai 15 orang, rata- rata usianya 17- 19 tahun. Ia memperlakukan mereka bagaikan seorang teman, "...jadi pekerjaan semua akan lebih mudah".


Perusahaan miliknya membuat website, jasa membuat website korporasi, software solution, web dan mobile solution dan eCommerce. Lengkap Suhas menjadi solusi bagi pengiklan sampai institusi. Bisnis Global memiliki 200 pelanggan, mereka tersebar ke 11 negara dengan 65% berasal dari Eropa.


"Saya sangat tertelan dalam dunia internet. Itu berubah menjadi passion," lanjutnya.

 

"Meskipun kedua orang tua saya sangat menentang tersebut, saya menghabiskan waktu berjam- jam didepan komputer. Kakak tertua saya Shreyas sangat mendukung. Saya belajar HTML, ASP dan software apapun lewat warnet," kenangnya.


Di 14 Mei 2000, bersama temannya Clifford Leslie dan Vinay M.N, mendirikan Coolhindustani.com. "Saya tidak memiliki uang untuk memulai. Orang tua saya menolak memberikan sepeserpun, mereka berkata itu tidak berharga," kenang Suhas.


Di Agustus, tahun yang sama, ia dan kawannya mendirikan Global Inc, solusi websita dan networking. Dan dia menawarkan gratisa awal. Klien sempat tidak mempercayai. Pasalnya mereka masih sekolah tetapi begitu diperlihatkan hasil; Mereka sangat puas.


Dia telah menganalisa prospek bisnis sebelum populer. Bahkan cepat beradaptasi memenuhi semua aspek kebutuhan. Mereka menciptakan software. Memenuhi kebutuhan guru mengabsen siswa yang hadir atau tidak tanpa memanggil satu per- satu.


Sistem tersebut membuat pemerintah kagum. Mereka terkejut akan teknologi baru ini. Hingga mereka memutuskan mengkontraknya membuat program 1000 sekolah. Suhas memiliki kantor di San Jose, memiliki 125 orang, dan di Banglore, dia memiliki karyawan 25 orang.

Pendiri Asuransi Pertama Indonesia Pengusaha

Biografi Pengusaha Harry Harman Diah


avrist aia indonesia

Jawaban siapa pendiri asuransi pertama Indonesia. Biografi Harry Harmian Diah, pengusaha pendiri asuransi Avrist merupakan asuransi pertama. Harry berbisnis selama 40 tahun memajukan ekonomi Indonesia. Usahanya PT. Avrist Assurance berdiri sejak 1975 dan telah banyak perubaha.
 
 
Terbaru ialah kemitraan dengan American International Assurance, Ltd, atau kita sering sebut AIA dan berbisnis bersama sejak 1984. Fokus masih sama berjualan asuransi dibawah bendera AIA. Ini merupakan bisnis asuransi jiwa patungan Indonesia.

Kerja sama tersebut meningkatkan posisi Avrist, asuransi pertama Indonesia. Setelah kemitraan itu selesai, perusahaan tetap lanjut berbisnis terus berevolusi tanpa menyandang nama AIA. Tahun 2009 menjadi titik bagi perusahaan untuk menjadi multinasional.
 

Asuransi Pertama Indonesia


Berbisnis asuransi 40 tahun, pendiri Avrist asuransi pertama di Indonesia ini. Memiliki layanan yang tentu sangat komplit. Dari asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan kerja, dan pensiunan. Melayani dari perorangan sampai perusahaan besar.

Memiliki 7.100 agensi, dan 550 karyawan, yang tersebar sampai 56 kantor pemasaran. Memiliki satu juta nasabah seluruh Indonesia. Avrist juga tidak berhenti melakukan kerja sama. Salah satunya yaitu kerjasama dengan Meiji Yasuda Life, yang sudah 130 tahun berbisnis asuransi di negara Jepang.


Biografi Harry Harman Diah pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia. Merupakan Alumni Fakultas Ekonomi UI, sudah melakukan bisnis asuransi sejak 1975. Awalnya mendirikan perusahaan yang bernama PT. Asuransi Jiwa Ikrar Abadi (AJIA), yang paham kesadaran masyarakat rendah.

Masyarakat masih berpikir sinis tentang asuransi. Sebagai toko senior asuransi Indonesia, banyak hal dapat dipelajari dari biografi Harry Harman Diah. Selaku pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia, yang pernah mengalami asam manis menjadi pengusaha.

"Ini pekerjaan gila. Berbisnis asuransi memang perlu keberanian dan kadangkala nekat," tutur sang pengusaha senior.
Kenekatan pengusaha senior ini ialah premi dibawah 1 juta. Namun, harus siap membayar asuransi sampai Rp.100 juta. Bisa dibayangkan sangat susah mendapatkan keuntungan. Sebagai pengusaha senior, ia menambahkan kesadaran masyarakat menambah beban perjuangannya.

Sudah memberikan insentif kepada masyarakat. Toh dalam biografi Harry Harman Diah, tidak bisa menjamin kesuksesan seseorang. Memberi harga murah tidak menjadi solusi pengusaha senior ini. Di tahun enam, usahanya hampir bangkrut, dari modal Rp.100 juta cuma tersisa 23 juta rupiah.

Menurut hitungan modalnya sisa dibawah 25%. Padahal kalau dihitung, secara akuntansi maka dia sudah bangkrut dan mustahil bangkit lagi. Tetapi pengusaha senior ini menunjukan giginya. Tetap berbisnis meskipun dalam ketidak jelasan.

Meskipun bangkrut tetap menjadi pengusaha senior. Inilah daya juang yang harus dimiliki setiap kita pengusaha muda. Menurut dia ada tiga kunci sukses bisnis asuransi. Pertama adalah bersabar akan ketidak mampuan mendapat klien, kedua tangguh menghadapi masa sulit ketika kehabisan modal.

Jangan serakah sebagai pengusaha asuransi tidak boleh serakah. Menghadapai segala masalah hingga AJIA berhenti bangkrut, dan mampu menghasilkan nasabah stabil. Di biografi Harry Harman Diah disebutkan bahwa dia juga seorang pengusaha ekspor.

Kemudian dari sanalah, dia berkenalan dengan praktisi asuransi dari perusahaan AIA. Ketika itu dari pihak Menteri Keuangan, Ali Wardhana, mengajak pasar asuransi nasional untuk bersinergi. Utama menggaet perusahaan asuransi nasional untuk bergabung berinvestasi.

Membolehkan perusahaan asuransi asing masuk, asalkan bergabung dengan perusahaan lokal. Maka menjadi kesempatan bagi Harry. Dia menggaet AIA menjadi rekanan bisnis. Lantas jadilah nama perusahaan PT. AIA Indonesia, menjadi perusahaan asuransi pertama yang multinasional.

Asuransi Avrist

Inilah kisah pengusaha asuransi Indonesia. Harry mampu memompa laju perusahaan cepat. Melalui bendera perusahaan AIA Indonesia. Tahun 2003 mendapatkan penghargaan perusahaan asuransi terbaik Asia. Asetnya juga melonjak sampai angka Rp. 1 triliun dari modal minim diatas.

Bisnis AIA Indonesia termasuk pelopor asuransi syariah. Namun, masalah kembali datang, ketika datang krisis ekonomi pada tahun 2008. Dimana dia harus menjual saham 60% perusahaan dan harus mengganti nama perusahaan, padahal sudah memiliki 3 perusahaan subsider.

Inilah kelahiran nama Avrist Assurance pada tahun 2009. Aneka produk dikembangkan untuk tetap bertahan. Target masyarakat menengah bawah digencarkan. Padahal pasar ini dianggap tidak mampu menghasilkan untung.

Namun Harry bertahan dengan argumentasi pasar tersebut. Dia berpikir justru mereka yang harus mulai kita perhatikan. Masyarakat kelas menengah prospeknya sangat besar. Dan pemerintah sendiri tidak mungkin sanggup melindungi mereka semua.

Padahal semua orang layak mendapatkan proteksi dari asuransi. Visi Harry adalah satu rumah tangga setidaknya ada satu asuransi Avrist. Pengusaha senior bergelar Master dari New York ini. Dia tidak berhenti mengajukan kerja sama, termasuk dengan perusahaan Belanda dan Jepang.

Aneka trobosan produk membawa Avrist aneka penghargaan. Tahun 2013, Avrist menyabet peringkat ke 2 perusahaan paling efektif, dan peringkat ke 3 investasi paling menguntungkan. Penghargaan bergengsi dari Islamic Finance Awards & Cup 2013.

Mendapatkan penghargaan pringkat ke 3, pilihan terbaik broker dalam hal servis proposal, servis klaim, dan penanganan klaim. Avrist tidak hanya menyediakan asuransi jiwa, tetapi juga syariah dan dana pensiun. Perusahaan Avrist bangkit hingga mampu mendirikan dua perusahaan baru dibawah.

Bos OMNIA Bali Hakkasan Group Pengusaha

Profil Pengusaha Nick McCabe


bos omnia bali pemilik omnia
 
Kamu tidak tau siapa bos OMNIA Bali kan. Ternyata dibaliknya ada brand Internasional, Hakkasan Group, dan seorang pengusaha. Memperkenalkan kehidupan malam ala Abu Dhabi bahkan di Bali. Direkturnya Nick MacCabe dan CEO nya Neil Moffitt bercerita sedikit tentang apa bisnisnya.

Menurut beberapa informasi merupakan kumpulan firma. Yang fokus berbisnis di kehidupan malam seluruh dunia. Hakkasan Group merupakan operator aneka night club dan klub dunia. Hingga tahun 2016, sahamnya 100% telah dikuasai oleh  Tasameem Real Estate LLC, asal Abu Dabi, yang sejak 2013 di Indonesia.

Hakkasan menggandeng tiga perusahaan: PT. Kharisma Jawara Abadi, lalu anak usaha Uluwatu Villa Tbk, dan Alila Hotel & Resorts. Tiga mereka dagang usahanya yang terbaik dibawa ke Indonesia: Hakkasan, Sake no Hana, dan OMNIA.

Sempat dikabarkan melakukan tindakan pencucian uang. Atau cerita tentang CEO terbaiknya yang mengundurkan diri. Hakkasan Group kembali ke tangan Nick McCabe. Melalui bisnis investas ke Asia Tenggara, pihaknya mengharapkan mampu berkembang tanpa harus menjual satu lini bisnisnya.

Bos OMNIA Bali Nick MacCabe Berjuang

Nick dan Neil adalah pengusaha sekaligus dua teman kuliah. Boss OMNIA Bali ini memulai dengan satu buah bisnis konsultan. Hingga ,ereka memilih masuk lebih dalam ke Kota Dosa tahun 2007 itu. Ya Las Vegas memang dikenal dunia malamnya untuk menggoda manusia.

Siapa sih tidak tertarik dengan acara musik, hiburan mentereng, atau lampu- lampu neonnya. Kota ini seolah tidak pernah tidur menyala terus. Perusahaan mereka Angel Management Group, yang mereka mulai mengkonsultani kasino, dan hotel seperti MGM Resorts, kemudian pesta kolam dan klub malam.

Naiknya pamor mereka semakin menggila ketika satu hari. Mereka menangani brand Hakkasan, yang sebenarnya bukan milik mereka. Awal didirikan oleh Wagamamama, Alan You, yang membuat acara di Nevada hingga ada permasalahan antara pemilik dan manajemen.

Sebenernya brand Hakkasan tidak berkembang. Dalam gosipnya bahkan akan dijual ke tangan lain. Dua orang inilah yang mempersuasi pemilik asal Abu Dhabi. Yang mana awalnya biaya proyek senilai $75 juta menjadi $130 juta, mereka meyakinkan Abu Dhabi akan menguasai Vegas!

Bahkan akan membuat brand menjadi berbeda keseluruhannya. Bertemu dengan investor asal Abu Dhabi bukan perkara mudah. Mereka harus diasingkan ke tempat tersembunyi. Yang mana ada satu mobil dimana sopirnya menghantarkan dengan satu surat "rahasia".

Sebuah lokasi tersembunyi di Paris, mereka mulai beragumentasi tentang rencangan pembangunan. Investor "mempertanyakan" tempat yang akan mereka dirikan. Meyakinkan mereka bahwa brand Hakkasan tidak rusak, bahkan layak untuk dijajakan kepada investor lain asal Amerika.

Tahun 2011, akhirnya mereka membanun di Vegas, dan untuk menaikan brand image keduanya mengundang DJ Tiesto dan Calvin Harris. Mereka berdua hadir memecahkan rekor, bahkan bisa mengangkat nama Hakkasan menjadi satu klub terbaik dunia.

Pria 36 tahun ini tidak pernah berhenti dalam satu tempat. Kehidupan malam sudah menjadi passion, hingga nama brand Godskitchen superclub dan Global Gathering fetival, menjadi satu dari banyak brand ditangani Nick.

"Vegas adalah fondasi layanan. Itu menggoda dan lampu neon dan gila tetapi layanannya sangat spektakuler," pengusaha ini menjelaskan.

Akuisisi Klub Malam


Hakkasan bersama Angel Management, dan beberapa bran lainnya. Nick menyebutnya "ayo bersama jatuhkan diri bersama brand". Ditangan mereka brand- brand lain yang diakuisisi, termasuk di China, Los Angles dengan brand The Nice Guy; tempat favorit Rihanna dan Drake.

Ia mampu menambah cahaya dalam setiap brand. Fokus mereka kemudian ke Asia termasuk di Bali, Amerik Selatan, dan London. Layanan mereka mulai dari klub malam, restoran, dan resort hotel. Ia sendiri sangat adaptif setiap kali akan mendirikan proyek.

Mengakuisi tempat hiburan malam di Vegas dan London beda. Nama brand The End atau Fight for Fabric tidak semudah ditaklukan. Kita tidak bisa menyamakan layanan di Vegas; pelayananan suka- suka. Dimana pelayan akan "kasar", bahkan tempat duduk kamu akan diduki jika kosong seketika.

"Itu seperti agak komik," ia menjalaskan. Vegas merupakan landasan layanan. Dimana ada kegilaan dan lampu- lamou neon. Kita harus siap dengan servis kegilaan disana. Tetapi layanan ini justru sejalan dengan kegilaaan kita mengeluarkan uang.

Membuat reservasi Hotel sudah berbeda. Bagaimana kita disapa ketika di depan pintu. Cara mereka membawa botol minuman dan menuangkan. Tidak untuk London, Nick tidak yakin pelayanan gila macam ini akan tersedia.

Nick termasuk ambisius rela berhadapan dengan kemapanan. Targetnya 80 tempat berbeda secara global pada 2020 mendatang. Apakah perusahaan akan mengalami kebangkrutan lain. Apa brand Hakkasan akan kembali dalam kejatuhan.

Nick menggunakan sistem cabang biasa. Tanpa membuang Hakkasan sendirian. Ia harus membuat itu dapat diakses dalam pojokan jalan manapun. Pendekatan tempat menjadi andalan mereka bertahan.

"Kami ingin menjaga misteri, keseksian dan keseksian yang menggoda," pengusaha ini menjelaskan. Hasilnya 80% permintaan kerjasama ditolak mentah.

Asal Usul Bos OMNIA Bali Pernah Bangkrut


Ia ingat betul karir pertamanya di Tyne&Wear. Dia tidak pernah mengurusi barang- barang mewah atau luxury. Nick ingat, umur 20 -an, terobsesi dengan musik. Mengajak dua rekannya, mendatangani kontrak sebagai group band Anjo, dengan lebel Global Underground dan Deconstructive.

Ayahnya tipikal orang tua kita semua. Dia bekerja sebagai broker dan ingin anaknya sekolah tinggi. Nick kemudian kuliah jurusan grafik desainer. Sembunyi- sembunyi dia juga musisi aliran musik progresif. Grup Anjo atau Angel harus menjadi besar.

"Setelah milenium (2000 -an), semuanya menjadi terlalu besar dan terlalu gila, sehingga kami sendiri bingung dimana kami akan meluncurkan," ia menjelaskan perubahan besar di dunia musik.

Disisi lain, kehidupan malam tidak menggoda Nick, ya karena aliran musik mereka tidak bersentuhan di sana. Ketika teman menyewa mereka untuk menjalankan pesta rumah. Nick ikutan masuk, ini sebuah bisnis menjanjika, hingga dia harus bereksplorasi ke tempat- tempat malam.

Siang hari bekerja sebagai web designer dan malam mencari tempat hiburan. Ia kemudian bertemu dengan CoolJunkie, website buatannya untuk penggemar gratisan. Disini kamu bisa ikutan masuk ke klub malam dengan gratis. Sayangnya, ayahnya menolak keberadaan bisnis Nick bahkan "membuang muka".

Begitu dotcom crash membuatnya menjadi pengangguran. Tidak ada lagi pesanan karena perusahaan web terlalu banyak dan sedikit menghasilkan uang. Ia tetap bekerja untuk urusan kehidupan malam ini. CoolJunkie dia kerjakan penuh waktu walaupun tidak menghasilkan lebih.

"Saya lebih ke broker daripada broke (miskin), dan dia (ayah) dudukan saya dan berkata "Kamu 25 tahun, kamu harusnya berpikir memilik mobil (bukannya berkutat di internet) sekarang dan hidup senang, penghasilan tetap!" Itu tepatnya bukan pikiran saya karena uang bukanlah tujuan saya," Nick mengenang.
Pengusaha Nick MacCabe terus mengerjakan website CoolJunkie. Meskipun tidak mengasilkan uang dan era dot com sudah punah. Hingga musik elektronik naik daun, dan webnya menyebar ke New York, Los Angles, dan Chikago, hingga menjadi  Track Entertainment pada 2005.

Optimisme Nick membuatnya bekerja untuk Pepsi dan Bacardi. Dia menciptakan acara musik yang mengudang Beyonce, Mariah Carey, dan akhirnya bertemu Neil Moffitt. Sekarang orang tuanya secara teratur mengunjungi rumahnya, bertemu dia, istri, dan dua anaknya.

Bisnis Busana Muslim Pengusaha Muda Zakiyah Fitri

Profil Pengusaha Zakiyah Fitri

 

bisnisbusana.png
 

Pengusaha muda Zakiyah Fitri sempat "enggak pd". Bisnis busana muslim memang banyak pesaing. Dia sempat tidak percaya diri menggarap satu pasar. Awal ia merancang busana muslim anak- anak, lambat laun dia tinggalkan beralih ke dewasa.

 

Orang tuanya berprofesi sebagai tukang jahit. Jadi Zakiyah sudah memahami seluk- beluk menjahit. Dia pun memberanikan diri membuat usaha. Dia mendesain baju muslim sendiri. Bermodalkan uang hasil penjualan motor, kini, Zakiyah mangantongi omzet sampai Rp.50 juta.


Prospek Bisnis Busana Muslim

 

"Sudah 10 tahun usaha. Awal baju muslim anak," paparnya kepada Kompas.com. Ia bercerita, bermula usaha keluarga, ayah- ibu menerima jahitan baju orang. Jahitan yang diterima semisal baju seragam muslim. Dia juga senang menjahit.


Zakiyah termotivasi menggeluti bisnis busana muslim. Ia menjahit sendiri baju muslim anak. Ibu dari tiga anak langsung menghadapi permasalah permodalan. Dia sampai menjual motor. "Modal awal saya jual motor," terangnya.


Uang penjualan motor kemudian dibelikan dua mesin jahit. Masing- masing mesin jahit seharg Rp.1,4 juta. Lama dia menggarap baju muslim anak sampai bosan. Dia merasa mengerjakan baju muslim anak "enggak pd", pasalnya memiliki variasi terbatas kurang menantang.


Pengusaha muda Zakiyah Fitri menemukan kesulitan kembali. Membuat pakaian dewasa lebih rumit termasuk permodalan. Tentu uang dibutuhkan semakin besar karena berkembang. Dia bertahan, dan mulai membeli lebih banyak mesin dan mempekerjakan pegawai.


"Modal awal enggak banyak, cuma untuk merintis bisa jadi besar itu susah," lanjut Zakiyah. Dia tak melepaskan segmen busana anak. Melainkan dia mengerjakan keduanya, sampai- sampai menambah pegawai. Ia memiliki 25 tenaga kerja baru direkrut.


Punya 15 tenaga jahit bekerja di depan rumahnya. Sisa 10 pegawai merupakan tenaga lepas menjahit dari rumah. Demi memperbesar produksi maka dibelilah mesin baru. Tidak punya modal. Dia lantas mendapat informasi dari teman tentang Perusahaan Gas Negara.


Dia disarankan menjadi mitra Perusahaan Gas Negara di Surabaya. Mitra binaan tersebut memang sangat sulit didapatkan. Proses rekrutment panjang selektif sampai Zakiyah lolos. Usaha bernama Alifah Collection kemudian dimodali sejak 2006.


Bersyukur bertemu teman yang aktif forum pengusaha pemuda produktif.  Bergabung menjadi mitra binaan, dia mendapat banyak pengalaman dan keuntungan. Tidak cuma permodalan, ia juga diberikan pelatihan manajemen sampai diajak mengikuti pameran sampai Jakarta- Bandung.


Dia mendapatkan permodalan berupa hibah peralatan. PGN memberikan tiga set mesin dan bahan senilai Rp.20- 25 juta. Peralatan tersebut dipakai buat membuat baju berbahan kaos. Dia bisa hasilkan 700 potong baju dewasa dan anak perbulan.


Ia mematok harga bajunya termahal Rp.200.000. Sedangkan termurah ia menjual jilbab seharga Rp.40 ribuan. Alifah Collection menjual melalui toko- toko atau dipesan langsung. Sistem pembayaran lewat sistem konyasi. Adapula sistem bayar mundur tiga bulan.


"Terima barang bayarnya mundur, yang enggak laku tetap dibeli, tapi dibayar mundur," ujar sang pengusaha yang tak takut merugi. Omzetnya sudah mencapai Rp.50 juta memang membuktikan. Soal persaingan, tentu ada, bahkan cukup sengit.


Maka ia menyiasati persaingan melalui menjalin hubungan baik. Zakiyah juga terus mengembangkan model- model baru. Kedepan, ia bahkan menyasar pasar luar negeri, lewat negara tetangga ia ingin produknya dikenal terutama Malaysia. "...tapi jembatannya enggak ada," tutupnya.

Cara Beternak Ayam Pengusaha Inti Plasma

Biografi Pengusaha Asep Sulaiman Sabanda


beternak ayam asep sulaiman

Dia merupakan pengusaha inti plasma. Bagaimana cara beternak ayam versi Asep Sulaiman Sabanda ini. Pria 29 tahun asli Desa Cidahu, Subang, Jawa Barat, yang telah menginspirasi banyak peternak. Ia bukanlah seorang kapitalis, selalu mengedepankan manfaat bagi banyak orang.

Asep tak mau membangun kapitalis absolut. Baginya usaha bisnisnya tidak lagi mencari keuntungan semata. Dia mengaku ini merupakan pengalaman diri pribadi dimana jika mencari keuntungan saja; maka hal itu tak akan langgeng.

Bermula seseorang yang tak memiliki apa- apa, hanya dalam waktu lima tahun menjadi pemilik PT. Santika Duta Nusantara. Bisnisnya bahkan menembus angka miliaran rupiah sekitar Rp.60 miliar.

Bisnis Sosial


Bisnisnya sekarang sudah beragam mulai agrobisnis (peternakan dan pertanian), kontraktor, aneka perdagangan, serta aneka jasa. Dimana lokasi usahanya tersebar dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Atas sepak terjangnya inilah, Asep telah mengepakan sayap bisnisnya hingga Brunei Darussalam.

Ditambah pula bisnisnya dibidang kuliner waralaba ayam goreng.

"Dalam kemitraan mengandung konsep berbagi dan berkembang bersama," terang pengusaha lulusan Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur, ini atas apakah bisnisnya kapitalis.

Atas segala usahanya inilah, pada 30 November 2006, dia dinobatkan sebagai Young Entrepreneur of The Year 2006 oleh lembaga keuangan internasional terkemuka, Ernst & Young. Setelah drop- out kuliah, Asep memulai bisnisnya pada tahun 1998, tepat disaat krisis moneter.

Mengikuti jejak sang ayah, Shobur Tadjuhin, dia mencoba menjadi peternak dan pengusaha plasma ayam pedaging di desa kelahirannya. Dia memulai dengan coba- coba 10.000 bibit ayam. Dalam satu setengah bulan ayamnya telah siap jual, dan Asep untung 10 juta.

Tergiur untung besar, ia tak segan- segan menambah jumlah produksi hingga 60.000 ekor. Bukannya meraih untung, Asep malah rugi besar mencapai Rp.80 juta. Ditekan membayar hutang ditambah dengan rasa penasaran, dia menaikan produksinya hingga 80.000 ekor.

Hasilnya? Ia malah merugi sampai Rp. 90 juta pada saat itu.

"Jadilah saya seorang pemuda yang berutang Rp 170 juta hanya dalam tempo enam bulan," kenangnya.

Kehidupannya kini menjadi gelap. Tak tahan ditagih debt collector, Asep kerap meninggalkan rumah. Untung ayahnya adalah orang yang bijak. Sang ayah menyelamatkan hidup Asep bukan membayar semua hutangnya tapi dengan membukakan mata dan pikirannya.

Bersama sang ayah yang menjaminkan utangnnya, ia mulai merestrukturisasi  hutang- hutangnya. Inilah titik balik dirinya dalam memandang sebuah bisnis.

"Kesuksesan merupakan sinergi dari keinginan, kemampuan, mental, dan kesempatan. Saya mungkin telah memiliki keinginan, kemampuan, dan kesempatan. Tapi, mental, saya belum punya," katanya.

Pada tahun 2001, ia menerapkan konsep kemitraan dalam bisnis ayam -nya. Langkah pertamanya ya dimulai Asep aktif mengajak masyarakat awam ikut beternak ayam menjadi plasmanya. Dia ikut memberikan modal berupa bibit ayam, pakan, dan obat kepada mereka yang berminat.

Para plasma akan diminta olehnya menyediakan sebuah tempat, kandang ayam, dan tenaga kerja. Ketika ayam sudah besar, sebagai inti, Asep membelinya.

Awalnya Asep menggandeng 20 orang di dalam plasmanya dengan total produksi 40.000 ekor. Ia juga ikut memelihara ayam sendiri sebanyak 60.000 ekor. Agar tak gagal, ia pun terjun langsung mengarahkan mitra bisnis plasmanya.

"Kemitraan akan menjadi pola usaha yang sangat ideal jika dibungkus dengan sistem yang bagus dan loyalitas," katanya.

Tahun 2002, produksi plasmanya naik menjadi 150.000 ekor per siklus (setiap1,5 bulan). Lalu berkembang lagi menjadi 800.000 ekor setiap siklusnya. Dengan pola itu ia pun semakin percaya diri melakukan serangkaian ekspansi sendiri.

Tahun 2003 -an, Asep telah mengajukan pinjaman Rp.350 juta ke sebuah bank pemerintah; tetapi ditolak mentah. Tak mau patah semangat, Asep terus mencoba lagi ke bank pemerintah yaitu Bank BNI. Bank BNI bahkan mau mengucurkan dana mencapai Rp. 1 miliar.

"Bank BNI tidak hanya mengeluarkan kredit, tetapi juga konsultasi manajemen," ujarnya.

Dengan dukungan finansial kuat membuat bisnisnya makin maju. Tahun 2004, kapasitas produksinya bahkan mampu mencapai 2,1 juta ekor per- siklus, dengan jumlah plasma membengkak menjadi 600 orang. Pemuda desa yang berpikiran global ini terus mencari cara agar bisnisnya semakin kuat.

Kini dia tengah merintis usaha kemitraan ayam pedaging di Brunei Darussalam. Negara tetangga ini telah menjadi sasaran ekspor pakan ternaknya.

Ia tak berhenti di bisnis ayam saja. Suami dari Vina Nuryanti ini pun merambah usaha pertanian. Kini ayah tiga anak ini tengah mengambangkan pola kemitraan inti- plasma komoditas jagung di Blitar, Ponorogo, dan Kediri, Jawa Timur.

Dia mencoba mengembangkan pola kemitraan untuk tanaman jati seluas 40 hektar di Subang. Asep masih memiliki segudang rencana terkait kemitraan yang akan dilakukannya tahun 2007. Salah satunya adalah mengembangkan program kemitraan petani asuh karyawan.

"Untuk mewujudkan, saya mewajibkan karyawan menginvestasikan bonusnya setiap tahun dengan membeli sapi," ia mengajarkan cara beternak ayam sistem inti plasma.

Targetnya, dalam waktu lima tahun, karyawan bisa memiliki 20 ekor sapi. Karyawan juga diminta mencari warga miskin untuk mengasuh sapi-sapi tersebut. Sebanyak 20 ekor sapi bisa diurus oleh 8-10 orang. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat miskin.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba