Demi Membayar Hutang Gadis Cantik Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Kim Su Kyung


pengusaha cantik korea
 
Demi membaya hutang ayahnya, Kim Su Kyung memilih tidak melanjutkan sekolah, dan gadis cantik korea ini memilih menjadi pengusaha. Dia mencoba membuka usaha sendiri demi membayar Rp.23 miliar. Beryukur Su Kyung sejak remaja telah memilih untuk hidup mandiri.

Umurnya 15 tahun memutuskan berhenti sekolah. Dia mulai mengerjakan aneka usaha. Demi bisa membayar hutang sebesar itu sangat sulit. Tidak mungkin bisa mengumpulkan miliaran dengan usaha biasa. Namun Su Kyung tidak mau terus- terusan berpikir langsung membuka usaha.

Pilihannya ialah bisnis toko online yang dianggap mudah. Tetapi tentu Su Kyung harus menanggung resiko bila gagal. Banyak masalah muncul bukan sekedar permasalah tidak laku. Mulai dari masalah marketing sampai mengurusi barang jualan.

Bisnis Sejak Muda


Su Kyung mencoba sembari belajar ditengah jalan. Umurnya telah 21 tahun sudah melewati aneka hambatan usaha. Dia berhasil belajar mengatur keuangan perusahaan. Alhasil Su Kyung mampu buat membayar hutang ayahnya. Bisnis yang dijalankan serius membuat Su Kyung berhenti bersekolah.

"Banyak orang mengira menjalankan bisnis online tidak terlalu sulit. Tinggal unggah foto dan orang akan membeli, tapi sebenarnya tidak mudah," ia menjelaskan.

Agar bisnis online miliknya menarik maka dibutuhkan model. Su Kyung lantas meminta bantuan teman- temannya menjadi model. Ia sendiri juga cocok menjadi model pakaian. Selanjutnya, tinggal Su Kyung menunjukan selera fashionnya, nah ini sulit karena membutuhkan rasa dan pengetahuan.

Dia mengerjakan semua tahapan sendirian. Semua dilakukan sendiri dari memilih pakaian, aksesoris, siapa modelnya, pengeditan foto dan pengiriman. Pengepakan dilakukan ia sendirian sampai segitu banyaknya. Sibuk dan repot membuat fokusnya sekolah terganggu tetapi semua menyenangkan.

Gadis cantik Korea ini sedari kecil ingin menjadi pengusaha. Meskipun merepotkan Su Kyung masih bisa bergembira. Semenjak SMA, Su Kyung senang membuat scrapbook dan mengoleksi majalah fashion. Ia bersikeras menjadi pengusaha walau mengorbankan sekolah, demi membayar hutang.

Inilah cikal bakal sang CEO pusat perbelanjaan online asal Korea Selatan, Victoria Garconne. Sedari awal, Su Kyung senang memulai usaha dan mengerjakan semua sendirian. 

"Aku juga suka memperhatikan bagaimana cara orang berpakaian," tutur dia.

Su Kyung senang menata busana dan punya mimpi menjadi desainer. Ia punya cita- cita meluncurkan merek sendiri. Su Kyung senang bila baju buatanya dipakai orang banyak. Diusia 15 tahun, tentu dia tidak mengerti apa- apa mengenai bisnis.

Sembari berjalan dia belajar mengenai semua aspek bisnis. Su Kyung mengambil banyak referensi dari berbagi sumber, mulai dari internet sampai baca- baca buku kewirausahaan. Su Kyung senang mengunjungi perpustakaan.

Demi mendapatkan modal maka ia bekerja sambilan dulu. Itu sekaligus menjadi cara belajar sembari semua berjalan. Pengetahuan akan fashion yang bersumber sedari kecil sangat membantu. Su Kyung pandai memilih pakaian dari suplier di wilayah Dongdaemun.

Ia menata semua sendiri di berbagai bergaya. Dicarinya aksesoris dan perhiasan yang cocok dipadu- padankan. Lima bulan berjalan dia mampu menghasilkan Rp.350 jutaan. Bulan berikutnya, nilainya tambah menjadi keuntungan Rp.1,1 miliar dari jualan pakaian saja.

Bertahap ia mampu melunasi hutang ayahnya tersebut. Bukan sekedar itu, Su Kyung sekarang bisa membiayai enam anggota keluarga. Dia mampu memberi mereka pekerjaan. Kunci sukses Su Kyung terletak diusianya, karena masih remaja ia mampu menyasar target seumurannya.

"...jadi aku mengerti apa yang mereka butuhkan," jelas Su Kyung. Harga dipatok juga tidak terlalu tinggi tanpa mengorbankan kualitas.

Su Kyung senang meminta feedback dan berinteraksi dengan pelanggan. Di waktu tertentu, dia akan mengadakan kumpul- kumpul dan pesta diskon. Ia senang berinteraksi dengan pelanggan mengenai fashion.

Su Kyung pernah ditagih debt collector yang banyak dan bengis itu. Tidak mudah ya perjalanan sang CEO muda. Demi membayar hutang dia kehilangan masa muda termasuk teman. Su Kyung cuma punya sedikit teman dekat. Dia bertekat harus menjadi pengusaha sukses demi masa depan.

Sejarah Internet Indonesia Situs Pertama Kali

Artikel Bisnis Sejarah Internet Indonesia


sejarah kafegaul
 
Menelisik sejarah internet Indonesia ternyata sangat jauh. Dimulai dari Detik.com, menyusul aneka situs pertama kali dibuat asli Indonesia. Sebuat saja Astaga.com dan Kafegaul keduanya dikenal tempat nongkrong anak muda ketika online.

Bermula dari internet yang begitu mahal terbatas di wilayah tertentu. Anak- anak muda akan coba- coba masuk melalui internet kampus. Bahkan nih, mereka rela menginap untuk bisa online, jaman itu belum ada namanya Kaskus kalau bicara forum ya Kafegaul. 

Sementara itu Detik merupakan sumbernya berita. Utamanya Detik yang dikena sangat update soal berita. Optimisme internet luar negeri mengalir melalui sukses American Online (AOL), yang disebut oleh Time Warner, kemudian besar- besaran membangun media online.
Awal tahun 2000 -an urusan chatting anak muda lewat Kafegaul. Tinggal tulisa nama nickname tanpa email langsung bisa ke chatroom. Dulu Mirc emang ramai, namun kurang berasa lokalnya, maka ya Kafegaul tempatnya.

Tetapi taukah kamu bahwa Kafegaul dipelopori investor asing. Diperkuat oleh wartawan senior total sampai 30 orang. Ya demi cepat mengembangkan situs ini melalui waktu. Harapannya kelak internet di Indonesia akan berkembang pesat. Tidak disangka popularitas Kafegaul mengalahkan Detik.com.

Jamannya itu banyak sekali halangan anak muda buet ngenet. Mulai dari pihak kampus yang mewajibkan isi email buat identitas, lemot lah, banyak virus masuk, dimana kebanyakan memakai Plasa lalu munculah Yahoo!

Investasi masuk ke Astaga sangat besar sampai Rp.70 miliar. Modal segitu dipercaya akan kembali dalam dua tahun. Ini sejalan dengan pengguna internet naik sejalan jaringan GPRS. Juga harapan bisnis eCommerce yang makin digemari hingga sejuk buat periklanan.

Tahun 2000 -an, tiba- tiba Lippo Group membalik inti bisnis Asuransi Lippo. Maka lahirlah bisnis layanan internet ala PT. Asuransi Lippo e- Net, tbk. Perusahaan ini kemudian membuka bisnis online pertama, Lipposhop, situs berita Lippostar, dan layanan jaringan internet, D- Net.

Dibawah naungan PT. Indonesia Media Teknologi (IMT), Astaga dan Kafegaul sama dalam naungan usaha bersama. Ceritanya di tahun 1999 -an, kedua situs pertama kali dibuat itu diakuisisi perusahaan asal Afrika Selatan, M- Web. Kemudian di 2003 malah perusahaan M- Web ini cabut dari Indonesia.

Mereka meninggalkan Astaga dan Kafegaul dalam asuhan mantan pegawai. Lalu David Burke yang menjabat CEO PT. M- Web Indonesia menyelamatkan. Sang mantan pegawai kemudian mendirikan PT. Indonesia Media Teknologi, tujuannya untuk mengelola kedua situs ini.

Sejarah internet Indonesia kemudian berlanjut Kafegaul forum. Dimana memiliki 15.000 pengunjung perhari dan 200.000 halaman dicari. Disisi lain malah Kaskus naik daun bahkan sampai mendapatkan investasi patnership.

Kafegaul yang forum senior malah dikalahkan Kaskus. Kafegaul layaknya Friendster yang tenggelam karena Facebook (Kaskus). Astaga sendiri tidak kalah membingungkan karena berubah sistem. Ini tidak lagi tempat chatting melainkan situs berita.

Ketika M- Web hengkang semua aset dijual dan ditahan konsorsium investor lokal. Dikerjakan ya seadanya sampai muncul Phil Rickard dan Sandy Gunawan. Mereka membeli Astaga.com pada tahun 2012 dan berhenti beroprasi.

Astaga.com diluncurkan kembali pada 2013 dengan nama sama. Isinya udah berbeda karena berisi artikel- artikel baik berita maupun umum. Bahkan jika kamu cek, pengguna bisa menuliskan artikel mereka di sana.

Biografi Bob Hasan Pengusaha Kesayangan Cendana

Biografi Pengusaha Bob Hasan


biografi bob hasan
 
Beberapa nama pengusaha kesayangan Cendana, namun dalam biogafi Bob Hasan, namanya berbeda pasalnya dia juga memiliki bakat berpolitik selain berbisnis. Bicara mengenai wirausaha namanya sudah moncer jauh sebelum dekat Pemerintah Soeharto.

Dikisahkan dia bernama lengkap Mohammad Hasan atau The Kian Seng. Namanya mentereng ketika menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kabinet Pembangunan VII. Dia adalah teman main golf Pak Harto. 

Jauh sebelum berkenalan, Bob Hasan telah merintis usaha sukses diluar bidang angkutan laut, bukan kayu. Dia merambah hutan pada 1967 melalui Kalimanis Plywood.

Jatuh Bangun Raja Hutan


Pada 1970, Bob Hasan bergabung satu perusahaan raksasa di Amerika Serikat, Georgia Pacific Timber, yang menguasai 350 ribu hektar di Kalimantan. Sepanjang dekake 1970 -an, kedua kongsi dagang tersebut telah mampu ekspor 2,2 juta kubik kayu gelondongan.

Sejak itu,. maka tegaslah dalam biografi Bob Hasan, menjuluki namanya sebagai Raja Kayu, apalagi dia ditunjuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia.

Melalui Asosiasi Panel Kayu Indonesia atau Apkindo namanya moncer. Diantara pengusaha nampak Pemerintah Soeharto tertarik. Pasalnya dia membawahi organisasi besar para pengusaha kayu. Inilah jalannya menjadi teman main golf semakin besar.

Kedekatan dan kekuasaan atas Apkindo memberikan peluang. Bob Hasan mencurahkan pemikiran mengenai usaha kayu. Tahun 1980 -an, ada total 108 perusahaan kayu dibawah Apkindo yang punya akses perkayuan.

Jumlah iurannya sangat besar karena ini menjadi komoditas andalan Indonesia kala itu. Sangat besar menjadi pemasukan bagi pemerintah Soeharto. Pengaruh Apkindo termasuk menentukan bersama jumlah quota ekspor- impor.

Melalui dukungan kekuasaan, pengusaha kesayangan Cendana ini melakukan banyak hal diluar nalar benar. Walau dalam laporan hukum atas kasus korupsi Bob Hasan hanya pemaksaan. Ia memakai nama Cendana untuk berbagai hal, termasuk memonopoli perusahaan PT. Kertas Kraft Aceh.

Dia "memaksa" Kertas Kraft Aceh membeli bahan baku dari perusahaanya. Kemudian bila ada proses pengapalan kayu lapis memakai perusahaan lainnya, PT. Kencana Frieght Lines. Bob Hasan juga masuk ke bisnis asuransi melalui PT. Tugu Pratama khusus Pertamina.

Penjualan premi asuransi pun sangat tinggi diluar perusahaan asuransi lain. Bob Hasan juga masuk ke bisnis batu bara bernilai tender miliaran dollar. Status sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan memang sangat membantu.

Ketika jaman Pak Harto tumbang, dalam presrilis Pertamina, bahwa kontrak- kontrak dengan usaha milik Bob Hasan bila dibatalkan; Pertamina menghemat Rp.1 triliun. Berhasil membangun kerajaan bisnis melalui Cendana, Bob Hasan harus ikut terpuruk ketika krisis moneter menerjang Indonesia.

Bob Hasan mampu membuat semua nampak baik- baik saja. Namun krisis global membalik semua keadaan sekejab. Kejahatan Bob Hasan harus dibayar melalui penjara 6 tahun. Dimana dia dapat remisi 3 tahun karena penyakitnya.

Banyak hal disoroti selepas jatuhnya rezim Soeharto dan kebangkitan ekonomi. Pertamina berhenti total mengikuti bisnis khas asuransi Tugu Pratama. Kebangkitan Pertaminan disusul pengambil alihan usaha- usaha milik Bob Hasan di perusahaan konglomerasi Nusamba.

Bob Hasan memang menguasai semua lini usaha sumber daya. Dari hulu sampai hilir dikuasai oleh perusahaan besutannya. Ada perusahaan PT. Essam Timber dan PT. Jati Maluku Timber. Kemudian ia menguasai PT. Kertas Kraft Aceh, yang mengurusi kertas semen dari dua perusahaan kayunya.

Perusahaan asuransi PT. Tugu Pratama Indonesia dengan 35% kepemilikan. Pada 1989, ia mendirikan bank sendiri, Bank Umum Nasional. Tugasnya BUN ini menjadi pendanaan uang yang mengalir ke aneka usahanya.

Dia menjadi komisaris untuk McDermott dan mendirikan Simpati Air bersama sang putra Presiden, Hutomo Mandala Putra. Bob Hasan juga menjadi pendiri Majalah Gatra. BUN aktif menyalurkan uang ke aneka usaha Bob Hasan.

Pada 1980 -an, tutuplah si BUN, sudah tidak mampu menggerojoki uang ke aneka usahanya. Ini sebab krisis moneter yang menyerang mata uang. Dan ternyata, uang tersebut berasal dari dana- dana milik Apkindo, ada dana $84,7 juta parkir atas nama Bob Hasan.

Pada 1991, hutan yang dikuasai Bob Hasan mencapai 1.086 juta hektar diseluruh Indonesia. Pantas nama Raja Hutan sangat melekat padanya.

Faktanya Nusamba isinya 80% sahamnya dimiliki tiga yayasan diketuai Pak Harto. Supersemar, Dharmais, dan Dakab. Fakta Bob Hasan hanya memiliki 10% saham saja. Adapun sisa 10% lainnya dikuasai pengusaha bernama Sigit Hardjojudanto.

Alhasil nama Nusamba mengambur semenjak Soeharto lengser. Namanya menguap bersama dana yang tertanam disana. Diluar Nusamba atau Nusa Ampera Bhakti, nama Bob Hasan menggenggam di Group Pasopati, Group Bank Umum Nasional, Bank Duta, Group Kalimanis dan Hasfam.

Ditelusuri lebih jauh ternyata Bob Hasan merupakan anak angkat jendral. Tepatnya Jendral Gatot Soebroto yang Panglima Wilayah Jawa Tengah. Tempatnya persis bersama Jendral Soeharto ketika berugas di sana, dan masih berpangkat Kolonel.

Bob Hasan tidak memiliki pendidikan tinggi. Bukan menyandang gelar sarjana apalagi gelar doktor. Ia hanyalah putra pedagang rokok. Ketika Pak Harto menjadi Panglima Diponogoro, Bob menjadi salah satu kepercayaan mengurusi anak usaha Kodam, dan berlanjut ke Nusantara Ampera Bhakti.

Es Pisang Ijo Justmine Pengusaha Cantik Riezka

Biografi Pengusaha Riezka Rahmawati 


pisang ijo just mine

Pengusaha cantik Riezka Rahmawati berkisah tentang awal mula berbisnis ini. Es pisang ijo Justmine bermula MLM dulu. Namun tidak bertahan lama, itu tidak membuahkan hasil apabila ia bandingkan bisnis tradisional.  Dia pernah berjualan voucer pulsa hingga kuliner lain.

Tidak patah arang, ia lantas membuka sebuah kafe di Bandung, namun tidak terlalu berhasil juga. Ya wirausaha sepertinya telah menjadi tekatnya sejak lama. Hingga berusia 24 tahun sudah tak tercatat berapa jenis usaha dikerjakannya.

Meski ditentang orang tuanya, penah pula diolok- olok oleh teman kuliahnya; Riezka tak bergeming malah semakin semangat berbisnis satu per- satu.

"Saya bermimpi bangsa ini bangkit bersama sehingga kemiskinan tak ada lagi," katanya.

Kembali Membuka Usaha


Ia memulai langkahnya bermodal uang jajan cuma Rp.150.000. Semua bisnisnya dimulai dari bawah dan sering gagal. "Saya memulai dari bawah, dengan berjualan pulsa elektronik," ujar gadis berdarah India kelahiran Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 21 Maret 1986 ini.

Target pasarnya adalah rekan-rekan kuliahnya sendiri. Ternyata peminat pulsanya begitu banyak sekali buka. "Tak sampai dua jam, deposit pulsa saya sudah habis," katanya lagi. Hasil penjualan langsung diputarkannya kembali membeli deposit pulsa elektrik kembali.

Sehingga lama kelamaan jumlah depositnya ternus bertambah. Bahkan, ia sudah bisa membuka outlet pulsa elektronik, fisik, dan kartu perdana yang kemudian diberi nama Ezka Cell, di Jl. Raflesia H7, Perumahan Antapani, Bandung.

Setelah membuka kios, target bisnisnya pun berubah yaitu orang- orang di sekitar komplek. Hasilnya memang mengejutkan, Riezka mendapatkan omzet Rp.9.500.000. Sadar akan besarnya potensi bisnis pulsa membuatnya mengibarkan badan usahanya sendiri.

Pada 26 Maret 2007 ia mendirikan perusahaan bendera CV Ezka Giga Pratama, perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Melalui berdagang pulsa inilah Riezka naik pangkat dan dipercaya membawahi server pulsa sendiri.

Dia kemudian akan membawahi sejumlah agen dan outlet-outlet kecil. Pelan tapi pasti usahanya naik, satu per- satu usaha dijalani olehnya. Karena tempat kiosnya sangat strategis dan banyak dikunjungi pembeli, dirinya ditawari bekerja sama mendirikan usaha satu lagi.

Riezka kemudian membuka bisnis laundry&dry clean berkonsep bagi hasil. Pada awalnya dia sempat ragu apakah jasa laundry dibutuhkan, mengingat umumnya setiap rumah memiliki satu pembantu rumah tangga sendiri.

Dia pun mengamati sejumlah gerai laundry & dry clean di kompleks perumahan lain. Akhirnya ia sudah mem­beranikan diri masuk ke sektor ini. Maka, tahun itu, Riezka telah membuka gerai Prima Laundry. Di luar dugaan,

"Di bulan pertama saya bisa mendapat bagian bersih Rp 2 juta," katanya menambahkan.

Es Pisang Ijo Justmine


Akhirnya di akhir 2007 -an, pengusaha cantik ini melirik buah pisang, dan mencoba mengemasnya menjadi produk menarik. "Saat itu saya hanya berpikir, pisang itu kalau laku dijual enaknya dibikin apa. Akhirnya saya memutuskan untuk memasarkan pisang ijo," kenangnya.

Gadis asli Mataram, Nusa Tenggra Barat, ini mengaku belum pernah sekalipun mengunjungi Makassar. Kuliner pisang ijo khas Makassar tersebut kemudian coba dikembangkan olehnya berbekal kreatifitas.

Jadilah pisang ijo berbagai rasa dari vanila, cokelat, keju, dan durian. "Bisnis ini saya mulai dengan modal Rp 150.000 yang digunakan untuk bahan baku membuat pisang ijo," ungkap Riezka, disaat acara pembukaan Ernst &Young Entrepreneurial Winning Women 2013 di Jakarta dulu. 

Dia berburu sendiri resep pisang ijo paling cocok dengan konsep bisnisnya. Ia bahkan merelakan diri belajar langsung dari pemilik restoran Makassar. Memang butuh waktu yang cukup lama, dan ada persiapan tidak sedikit hingga bisnisnya bisa berjalan.

Dengan kepercayaan diri tinggi, ditambah keyakinan kuat akan sukses. Riezka melanjutkan bisnisnya hingga sekarang. Hasilnya, dua bulan telah berlalu, dia mulai melihat hasilnya dan ternyata pasar menyukai pisang ijonya, Justmine Pisang Ijo namanya.

Tantangan hadir kembali ketika orang tuanya tidak setuju anaknya berjualan pisang ijo. Namun berbekal tekat, ia tetap melanjutkan bisnis pisang ijonya. Pisang ijo khas Makassar yang terbungkus terigu warna hijau pandan akan dilumuri vla dan sirup sebagai pemanis.

Ada juga pisang ijo dilumuri bubur sumsum atau es batu. Harganya berkisar Rp.6000 hingga Rp.7000 per- porsi. Semangkuk pisang ijo menyegarkan hidup di setiap pelanggan. Buktinya, ketika ada Expo Wirausaha Mandiri, ratusan pengunjung yang datang tak henti- hentinya menuju stan pisang ijo miliknya.

Bahkan dalam hitungan beberapa jam saja, stok pisang ijo sudah habis diborong. "Pengunjungnya sudah antre dari pagi," ujarnya.

Untuk mengembangkan usahanya, Riezka membuka peluang untuk berinvestasi melalui sistem waralaba pisang ijo. Hingga kini, terdapat 20 gerai pewaralaba pisang ijo yang tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi.

Di samping itu, Riezka juga punya tiga outlet di Bandung di tahun 2009 lalu. Tahun itu juga ia mulai mengubah sistem penjualan pisang ijonya menjadi sistem kemitraan waralaba. Ini dikembangkan menjadi salah satu cara pemberdayaan masyarakat.

Proses seleksi mitra waralaba pisang ijo menjadi kunci tersendiri. Riezka menjelaskan, untuk menjadi mitra pisang ijo JustMine, cukup investasi mulai dari Rp 6,5 juta. Nantinya, mitra mendapatkan satu booth, paket perlengkapan lengkap, paket promosi, jaminan kualitas produk, biaya delivery, trainning karyawan, dan hak pakai booth.

Gadis manis ini kemudian mengungkapkan rahasia suksesnya: kita tidak boleh egois saat mencoba mewujudkan impian.

"Setiap orang punya impian untuk punya usaha dan sukses. Namun ketika hanya memikirkan kesenangan dan ambisi pribadi, usaha anda bisa saja hancur dan putus asa," tuturnya.
 
"Anda membangun usaha dengan impian untuk membahagiakan keluarga, sehingga ketika gagal akan terus termotivasi untuk bangkit dan sukses," tambahnya. Selain itu ia menambahkan bergaul dengan pengusaha lain mutlak perlu baginya.

Dalam waktu empat tahun (di 2012), perempuan cantik lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini sudah mampu memiliki 210 outlet di seluruh Indonesia dan memiliki 40 orang karyawan. Dimana omzetnya dari bisnisnya ini telah mencapai nilai Rp.850 juta.

Kesuksesan wirausahanya ini membuatnya meraih berbagai penghargaan seperti The Young Entrepreneur Award, Top 15 Franchises Best Choice, Ernst & Young Entrepreneurial Wining Women 2012, dan lain-lainnya.

Andi Taufan Biografi Pengusaha Muda Multi Talenta

Biografi Pengusaha Andi Taufan Garuda


andi taufan amartha
 
Bernama lengkap Andi Taufan Garuda Putra selau mandiri. Sang pengusaha muda multi talenta yang juga pemilik kafe Never Been Better Cafe Kemang. Tempatnya nyaman dengan aneka makanan khas anak muda. Pandangan Andi berkembang ke arah tidak terduga mengenai pendanaan.

Pernah dirinya diajak mengembangkan perusahaan permodalan. Namun Andi melihat dari kacamata berbeda melalui orang desa. Ia berinisiatif mendirikan usaha micro finance di pedesaan Bogor. Diliat keadaan masyarakat pedesaan sangat kekurangan permodalan.

Dia mengajak beberapa orang untuk pelayanan sosial bisnis. Pengusaha muda yang lulusan Harvard Kennedy School, usianya 32 tahun, mendapatkan gelar Master of Public Administration. Lantas dia masuk sebagai konsultas untuk IBM Global Business.

Koperasi Amartha


IBM inilah cikal bakal Andi masuk ke dalam dunia financial. Dua tahun sudah pekerjaanya di sana berjalan. Namun dia melihat pandangan berbeda mengenai pembiayaan. Ia lantas berkunjung ke Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat pada 2009 silam.

Pria kelahiran 24 Januari 1987, memiliki prinsipal mudah dipahami bagi masyarakat pedesaan. Dia membentu usaha ini sebagai koperasi. Masyarakat desa dimatanya butuh kesempatan, dimana hidup mereka miskin, tertinggal dibandingkan lingkungan sekitarnya yang telah berubah perumahan.

Masyarakat desa hidup tidak jelas mau berusaha tidak mepunyai modal. Nah, datanglah Koperasi Amartha Indonesia (KAI) hadir memberikan solusi berupa konsep perbankan syariah. Konsepnya merujuk kepada Grameen Bank besutan pengusaha sosial, Muhammad Yunus.

Desa diapit diantara perumahan dengan bentuk rumah gubuk. Dibuat dari bambu, dengan sanitasi yang seadanya, dan penarangan tidak memadai. Tidak cuma diberikan modal tetapi mereka dibantu membuka usaha. 

Andi bersama kawan- kawan mengajak membentuk kelompok 20 orang. Para ibu- ibu diberikan satu kali pinjaman Rp.500.000 dan pengembalian 50 minggu. Amartha juga mengadakan pertemuan rutin memastikan perkembangan kelompok usaha ini.

Total dia membuat lima kelompok dengan 15- 20 orang anggota. Perminggu mereka mampu buat mengembalikan uang Rp.15.000. Usaha mereka banyak layaknya ibu- ibu rumah tangga biasa. Cuma mereka diarahkan lebih mampu mengelola keuangan.

Amartha sendiri selalu belajar mengenai inovasi lini bisnis anggota. Para anggota akan mengerjakan usaha bersama. Nanti dari penghasilan mereka, bersama- sama membayar untuk menyaur hutang yang diberikan, atau tanggung renteng.

Mereka mulai juga menabung dari menyisihkan uang belanja keluarga. Andi dan Amartha memang baru dalam usaha beginian. Amartha memiliki konsep analisis panjang dalam penentuan target. 

Dari banyak desa itu, butuh waktu sampai ditemukan termiskin, yakni ada desa Cibeuteung Udik, Karihkil, dan Putatnug di kecamatan Ciseeng. Kebanyakan mereka tempatnya pelosok belum bisa dijamah permodalan. 

Warga miskin di sana mencapai 20 persen dari jumlah penduduk satu desa itu. Andi adalah sosok pengusaha muda multi talenta. Termasuk merubah konsep Amartha mengikuti kemajuan jaman. Awal mereka menangani penduduk miskin sampai 100 orang.

"Jangankan ke Bank, membaca dan mengisi formulir sederhana saja mereka perlu bantuan kami," ia menuturkan.

Bertahap koperasi Amartha berubah menjadi microfinance berpredikat. Pengalaman sepuluh tahun menjadi acuannya maju. Usaha ini telah mengantungi ijin OJK sebagai micro- finance, atau bukan koperasi lagi sejak 2019.

Pada 2016, Amartha membangun konsep aplikasi pinjaman p2p lending. Mereka menjangkau lebih jauh penduduk dilebih banyak pedesaan. Berkat memanfaatkan teknologi, Amartha mampu memberi bantuan pinjaman sampai 100 miliar lebih untuk 38.000 mitra usaha mikro dan kecil.

Startup Pinjaman


Nama Amartha lekat dengan startup pinjaman karena teknologi. Namun Andi Taufan baru merubah konsep semenjak 2016 selepas kuliah di Harvard. Alumni ITB ini mengatakan berkat teknologi bisa menggaet lebih banyak. Pertumbuhan pinjaman mencapai 200% dengan resturn memuaskan.

Banyak ibu- ibu berhasil melipat gandakan usahanya. Sejak awal dia memang ingin menjembatani para pelaku usaha kecil pedesaan. Disisi lain menggunakan teknologi akan membuka peluang bagi investor masuk.

Pengusaha kelahiran Jakarta, 24 Januari 1987, bercerita bahwa pinjaman konvensional tidak dapat terukur. Ini saatnya meningkatkan daya peminjam dan investor pemberi pinjaman. Disini konsepnya menjembatani pihak pemberi dan penerima.

Kalau kamu mau memberikan pinjaman sebagai investor tinggal masuk. Karena dia memanfaatkan sistem teknologi maka aspek kemanusiaan harus dikuatkan. Inilah tugas Amartha yang menagih angsuran langsung bukan lewat perantara.

Para petugasnya memanusiakan karena tidak cuma menagih. Petugas akan pula memberi bimbingan berusaha. Termasuk ikut memberikan saran mengenai jumlah pinjaman. Memastikan agar mereka tidak meminjam lebih dari dihasilkan.

Petugas harus memahami aspek keuangan mengenai keinginan dan kebutuhan. Para petugas akan punya data lengkap mengenai penghasilan mingguan peminjam. Investor Amartha akan mendapatkan data peruntukan uang, latar belakang lengkap, hingga ada skor kredit tertinggi.

Ada tim verifikasi buat peminjam tersebut, akan diadakan pertemuan mingguan, berbentuk kelompok yang saling mengawasi dan memitigasi pengeluaran anggota. Andi juga menerapkan prinsip sejarah peminjam. Bagi peminjam baru maka cicilan tentu akan lebih besar dibanding anggota lama.

Semakin baik anggota memiliki kemampuan pengembalian dan komitmen, maka konpensasi berupa resturn yang kecil. Return biasanya 10% sampai 20% dari yang dipinjamkan. Amartha mengenakan fee 1% untuk investor dan 5%- 10% untuk peminjam.

Untuk sekarang di tahun 2017, ada 100 ribu peminjam, dan targetnya pada 2020 akan menjangkau 1 juta peminjam. Target wilayah diperluas meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Timur Indonesia. Di Jawa sendiri, Amartha telah masuk ke pelosok- pelosok desa yang jauh dari akses permodalan.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba