Pemilik Restoran Jepang Takigawa Kisah Inspiratif

Profil Pengusaha Adrian Rosana dan Fenny F


pemilik restoran takigawa
 
Berikut kisah inspiratif pengusaha pemilik Takigawa. Usaha restoran Jepang yang sangat terkenal di seantero Jakarta. Menjadi pelopor bisnis waralaba pemiliknya ternyata suami istri. Mereka adalah Andrian Rosano dan Renny F, sepasang anak muda yang memiliki tanggal lahir dan tahun sama.

Mereka sama- sama kelahiran 10 Februari 1972, uniknya mereka berdua sudah berteman semenjak sekolah menengah pertama. Dua orang ini kemudian membangun bisnis penyewaan tenda. Usaha yang didirikan dua orang sejoli kemudian berkembang.

Keduanya menjadi raja dan ratu bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Jasa mereka sudah dikenal dipakai masyarakat Jakarta. Nama usaha mereka itu sangat terkenal di seantero Indonesia. Keduanya lulusan Trisakti, Andrian sudah lebih awal berwirausaha melalui bisnis impor.

Merintis Usaha


Andrian pernah berbisnis bawang putih impor semenjak SMA di Surabaya. Ia juga merambah impor produk bumi lain. Dia ambil dari Pelabuhan Tanjungperak, kemudian dijual ke pedagang- pedangan pasar Surabaya.

"Pokoknya apa saya lakukan untuk menyambung hidup di Surabaya," tuturnya.

Dia membuka usaha waktu masuk Jurusan Hukum Universitas Trisakti, Jakarta. Andrian berkuliah sembari usaha. "Karena itu, saya dikenal oleh teman- teman sebagai PDG, alias pedagang," celetuk Andrian.

Bersama Renny, ia kemudian mendirikan perusahaan dagang atau trading, dimana keduanya cuma berdagang serabutan seadanya dijual. Mereka pernah menjadi agen iklan mini. Pernah pula menjadi agen koran dan majalah dari jam tiga pagi.

Bayangkan dia harus sibuk kerja sementara masih harus berkuliah. Alhasil keduanya tidak berhasil dijalankan baik- baik. Kurang optimal ketika ia harus kuliah malah janjian dengan relasi. Adrian ternyata lebih mementingkan bisnis.

Beberapa kali dia mengajukan cuti demi mengerjakan bisnis apapun. Sering sekali Adrian hilang dari peredaran teman sekampus. Namun muncul desakan, baik orang tua maupun calon mertua mendesak dirinya harus lulus kuliah.

Pengalaman tidak menyenangkan sudah biasa dirasakan Adrian. Dalam berbisnis pernah terjadi suatu pristiwa sangat membekas. Ketika ia menjadi agen sebuah perusahaan media, tampak pimpinan dari perusahaan tidak memperlakukan dengan baik dirinya.

Ia diperlakukan tidak fair mengenai pendapatan. Karena masih muda dan dianggap masih baru, maka Adrian hanya diberi diskon 20%, sementara orang lain diberikan 30% untuk keuntungan. Alhasil dia merasa bekerja keras pun tidak akan merubah apa- apa.

Tidak kompetitif dirasakan dia tidak akan menjadi nomor satu. Katanya sih ada mafia sehingga tidak kompetitif buat berusaha. Ia mendambakan usaha mandiri mapan. Dia ingin membuka usaha yang tidak tergantung pada atasan.

"Saya harus jadi prinsipal (atasa), supaya saya bisa menentukan strategi saya sendiri," ujarnya.

Dia ingin merintis usaha mapan yang dikerjaka sendiri. Adrian mengajak kembali sang pacar, Renny, untuk mencari usaha diluar berdagang serabutan. Dia juga tidak mau kembali menjadi agensi untuk atasannya.

Mereka mulai berpikir berbisnis parsel pernikahan. Ketika keduanya menikah, barulah menemukan ide bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Mereka menemukan ide tersebut dari buku pernikahan luar negeri. Dia berpikir apa kita bisa membuat dekorasi semacam ini sendiri.

Keduanya senang melihat tenda luar karena belum ada disini. Calon suami- istri ini nekat mendesain sendiri dekorasi dan tenda pelaminan. Nekat, dengan bantuan teman- teman, di malam midodareni malah penganti prianya tengah nangkring di genteng.

Adrian memasang tenda sendiri termasuk besi- besi pengaitnya. Hasilnya mengejutkan, banyak para tamu memuji dekorasi sendiri ini, maka dimulailah bisnis penyewaan tenda dan dekorasi mereka. Ini masih sangat terbuka luas karena belum dimasuki pemain lain.

Membuka Bisnis Lain


Di tahun 1995, pasangan ini menjadi pemain utama tanpa persaingan sengit, alhasil mereka berhasil menyasar pasar masyarakat menengah atas. Baik penyewaan tenda, dekorasi, dan semua ditangani mereka berdua dibantu pegawai. Ini diberi nama Ten Party dibawah naungan PT. Cipta Arta Sepuluh.

Namanya unik karena melambangkan tanggal lahir keduanya sama. Bahwa keduanya sama- sama lahir tanggal sepuluh. Mereka menikah selepas berpacaran sepuluh tahun. Tenda bikinan Ten Party dibuat sendiri baik warna, model, maupun bahannya.

Biar fokus mereka menutup bisnis trading -nya buat bisnis tenda. "Kami harus fokus. Semua modal dialihkan ke bisnis tenda ini," pungkasnya. Modal awal mereka tidak kurang Rp.400 juta, yang dia ambil dari aneka bisnis sebelumnya.

Uang segitu dibelikan bahan tenda, penyewaan gudang, dan peralatan pendukung lain. Ternyata tidak semudah dibayangkan awal- awal. "Awalnya susah banget, segala upaya promosi kami lakukan, tetapi tidak ada respon," celetuk Adrian.

Mereka menciptakan dekorasi keren ada lampu gantung, lantai praket, dan sebagainya. Harga sewa mereka sampai 10 kali lipat dari biaya sewa umum. Penawarannya Rp.20.000 per m2, dimana bila umumnya Rp.2000 per m2.

Dua bulan berjalan barulah datang satu- dua orang menjajal layanan mereka. Diantara masalah selalu ada jalan inilah prinsip mereka. Bisnis keduanya tengah mencari celah diantara usaha sejenis. Mereka pembeli merupakan kelompok tidak peduli harga, yang terpenting hasilnya bagus dan mereka puas.

Inilah pelanggan pertama mereka diawal- awal memulai usaha. Dari sedikit kemudian berkembang menjadi banyak. Begitu dipasang, banyak tamu undangan memuji pihak pengantin yang memilih Ten Party, hasilnya berita menyebar memanggil lebih banyak penyewa datang.

Mereka terkesan akan hasilnya. Dari satu pesta menjadi tiga pesta, empat, enam, dan sembilan, dan terus berkembang. Bisnis mereka berkembang layaknya telur menetas. Menurut mereka tidak ada promosi lebih baik selain dari mulut ke mulut.

Apalagi mereka berbisnis model butik bukan masal. Merambat menambah banyak pemesan dari sewa Ten Party. Bahkan mereka mampu menyewakan sampai Makassar, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samrinda.

Dulu mereka pertama kali, dalam setahun hanya mengerjakan satu pesta, tahun kedua mereka bisa menyelenggarakan sampai 7 pesta pernikahan. Para penyewa tertarik karena model dan desain yang ditawarkan berkelas internasional.

Mereka juga bisa memesan tema khusus sehingga unik. Orang bisa memilih model klasik, modern, etnik, atau seterusnya. Layanan termasuk menciptakan suasana ballroom di halaman rumah. Tidak sedikit kalangan selebriti dan pejabat menyewa.

Mereka para selebriti antara lain Syahrul Gunawan, Cut Tari, Tia Ivanka, dan lain- lain. Kemudian pernikahan Tata dan Tommy Soeharto, Yenny Rachman, Dandy Rukmana dan Lulu Tobing. Tidak cuma terbatas pernikahan, Ten Party juga dipesan perusahaan untuk vanue di proyek properti mereka.

Ten Party mulai dikenal jago menciptakan vanue buat perusahaan. Mereka mulai dianggap mampu menyulap tempat menjadi indah. Mampu memenuhi keinginan pemilik tempat disesuaikan teman usaha mereka. Banyak pejabat juga meminta bantuan mereka menciptakan suasana berbeda.

Ekspansi Bisnis


Kemampuan hebat menciptakan vanue hingga membangun suasana berbeda. Oleh karenannya para penyewa rela mengeluarkan biaya Rp.15 juta (dalam gedung) dan Rp.1 miliar. Ini menurut Adrian sudah masuk ke kesenian hingga sulit dinilai uang.

Sela satu pelanggan Mince Tinton Suprapto, yang menggunakan jasa Adrian buat berbagai dekorasi di aneka kesempatan. Tinto Suprapto menyewa dari dekorasi hingga tenda. Biasanya ia sewa untuk kebutuhan acara di Sirkuit Sentul. Adrian dianggap mampu mendesain sesuai bayangan Tinto di sana.

"...memvisualisasikan konsep- konsep desain saya inginkan," ujar Tinton.

Ten Party dibilang sukses besar namun bukan tanpa masalah. Mereka pernah mengalamai overload dimana satu hari 10 event dikerjakan. Tenaga kerja dan peralatan diakali dengan cabutan. Dimana dari satu tempat ke tempat lainnya cepat- cepat.

Mungkin mereka berhasil menjalankan semua event sukses. Namun terjadi kehilangan, pegawai telah menyelesaikan dengan relatif mudah, tetapi sistem dijalankan tidak sesuai. Adrian mengatakan semua berdasarkan sistem yang disuport personal touch dirinya.

Alhadil banyak pelanggan komplain mengenai penurunan kualitas. Maka dia memutuskan melakukan pembatasan slot mingguan. Kecuali pelanggan loyak yang telah lama menggunakan jasa mereka. Ia mengambil contoh keluarga Mbak Tutut Seoharto, yang tiba- tiba mengadakan pesta pertemuan.

Masak Adrian menolak? Tentu dia akan berpikir berulang lagi apalagi mereka langganan. Dalam lima tahun bisnis mereka mapan, dan telah memiliki pelanggan tetap, Adrian berpikir mengenai apa lagi mereka butuhkan selain tenda dan dekorasi.

Ia dan istrinya membayangkan bisnis katering. Adrian membayangkan bahwa katering di pernikahan berbiaya mahal. Ini menjadi sumber budget terbesar dibanding menyewa tenda. Adrian berpikir mau membuka usaha catering tetapi tidak biasa.

Dibutuhkan katering makanan sehat dengan siklus bertahan lama. Inilah mengapa Adria memilih makanan Jepang. Waktu itu belum ada kuliner Jepang paling menonjol di masyarakat. Kalaupun mau orang harus masuk ke hotel- hotel untuk terenak.

Tidak mau gegabah dan menghasilkan makanan tidak enak. Pasangan suami istri ini langsung pergi ke Jepang. Mereka melakukan survei makanan khas orang sana. Dari jalan- jalan terkenal, sampai mereka masuk ke gang- gang kecil di kawasan Tokyo.

Keduanya menemukan ide masakan Jepang sekaligus cara mengolahnya. Belum dipopulerkan oleh pengusaha Indonesia tetapi punya prospek. Adrian dan istrinya menghadirkan katering Jepang yang terlengkap.

Mulai dari sukiyaki, chankonabe, sushi, shabu- shabu dan sederet masakan Jepang. Investasi tersebut terhitung besar namun dirasa lama balik modal. Maka ia sekalian saja membangun restoran dengan katering. Ia mengatakan dari dapur dan peralatan mahal dan ketering terbatas kalau cuma nikahan.

Ia menemukan menggunakan restoran akan cepak balik modal. Sayangnya, modalnya saja belum ada, karena mereka bukanlah konglomerat maka butuh menabung dulu. Bertahap mereka mengumpulkan uang dari bisnis Ten Party.

Restoran Masakan Jepang


Berdirilah gerai pertama Takigawa Resto di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Dimana Adrian mengambil nama tersebut yang berarti air terjun mengalir. Usaha ini satu paket yakni restoran dan katering sekaligus. Luas tempatnya 350 m2 dengan kemampuan menampung 120 orang pengunjung.

Sisa uangnya tidak cukup maka tanpa menyewa konsultan. Adrian pun memanajeri restoran tersebut sendiri berbekal pengalaman. Nah, biar gak gagal total, Adrian nekat membajak 7 chef terbaik dari tujuh restoran Jepang ternama saat itu.

Adrian- Renny mengajak mereka membangun masakan Jepang ramah. Menciptakan masakan yang berbeda sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Ketujuh chef sekaligus menjadi juri untuk setiap menu baru. Kalau modalnya menu lama, maka dari tujuhnya bisa- bisa ratusan lembar menu dibuat.

Menu baru harus lolos tes lidah ketujuh chef termasuk dia dan istrinya. Hasilnya nigiri shusi, shabu- shabu, bakmi, kamameshi, kushiyaki, dan sashimi. Ada percampuran ide disana, namun perlu ingat bahwa dia menjalankan katering, inilah yang membuat dapur Takigawa riyuh.

Tidak heran, mereka sampai membuat tiga lantai menjadi dapur. Buat promosi Adrian menarik para selebriti dan sosialita menjadi PR. Sebut saja nama selebriti Marrisa, Ivy Purwita, Dina Lorenza, dan Devina Veronica. Mereka sosok yang wira- wiri di majalah sosialita pada jamannya dulu.

Daripada mereka kumpul- kumpul, atau arisan di tempat lain, kan lebih baik mereka ngumpulnya di Takigawa. "...dapat gaji lagi," seloroh Adrian. Mereka menjadi pioner menarik komunitas sesama selebriti ngumpul. Adrian sendiri menerapkan endors tiga kali buat setiap selebriti atau sosialita.

Sisanya dia akan menggunakan selebriti- sosialita lain. Kalau mereka datang atas kemauan sendiri, ya Adrian tidak keberatan. Takigawa menghadirkan cita rasa berkualitas, promosi mengena, jadinya cepat masuk ke pasaran.

Disisi lain, bisnis katering Takigawa berjalan baik tidak kalah dari restorannya. Dua sejoli ini makin percaya diri hingga membuka gerai baru di La Piazza, Mal Kelapa Gading. Ia membuka gerai seluas 1000 m2, yang mana bebas biaya sewa lantaran menerapkan konsep bagi hasil.

Konon, ini merupakan tanda terima kasih Sujipto Nagaria pemilik Summericon Group, yang dulu katanya Adrian bantu membangun vanue. Melihat restoran Takigawa sangat terkenal, maka orang- orang datang meminta kesempatan menjalankan usaha Takigawa sendiri.

Mereka teman- teman pasangan suami istri ini jadi susah menolak. Karena merasa tidak enak lah, dia dan istri mengijinkan mereka ikut dalam pola kerja sama waralaba. Adrian tidak pernah sama sekali terpikir ini. Untung teman- temanya termasuk public figure jadilah sekalian menjadi public relation.

Dia menegaskan bahwa tidak dimasalkan. Waralaba tertutup tidak pernah mengikuti ajang pameran. Adrian menjadikan ini resto butik. Dengan sangat hati- hati itu dikembangkan, tanpa fokus mencari uang dari menjual lisensi. Tenang karena Adrian juga memikirkan agar rekanan mendapatkan untung.

Sistem dibangun Adrian berdasarkan diskusi bersama tanpa batasan. Pokoknya kita harus berbisnis baik, tanpa ada pertikaian, karena Adrian mengisyaratkan 10 tahun masa kerja sama waralaba. Adrian sendiri lebih memilih ekspansi sendiri, membangun jaringan restoran tanpa modal waralaba.

Delam memilih mitra Adrian selalu melihat visi rekanan dan harus jangka panjang. Soal event dari bisnis pertama, dia menjaga ekslusivitas, dalam sehari menjalankan lima event berbeda. Fokusnya ialah pelanggan loyal terpercaya mereka.

Bisnis dekorasi dan tenda ini sudah diwaralabakan. Rekan mereka berasal dari Surabaya, Samarinda, dan Bandung. Yang di Jakarta menjadi pusat perencanaan, sementara perlengkapan akan di putar ke daerah- daerah. Adrian- Renny telah memiliki ratusan pekerja dan tidak segan membagikan saham.

Bagi pegawai senior dengan loyalitas, kompetensi, dan kejujuran tinggi diberi saham. Konsep bisnis berdasarkan kekeluargaan membuatnya nyaman. Tidak heran, karyawan banyak loyal, bahkan tujuh chefnya masih bertahan dari awal membangun bisnis ini.

Resep sukses pemilik restoran Jepang Takigawa ini. Dia selalu melakukan inovasi tanpa henti. Sudah banyak persaingan bahkan dari orang India dan China. Dulu mereka memang penggagas bisnis ini berjalan. Banyak kompetitor bisa menyalip kapanpun, maka desain dan menu harus dikembangkan.

Agar tidak dijiplak kompetitor maka terdapat trik khusus. Kegiatan pengolahan makanan dilakukan di satu rumah mereka. Kediaman mereka dijadikan pusat komando dimana Renny aktif. Dia lah yang akan mengawasi proses produksi dan desain.

Jasa Konsultan Online Terbaik Bisnis Kecil

Profil Pengusaha Sukses Evan Carmichael


jasa konsultan online

Evan Carmichael pemilik jasa konsultan online. Dia dikenal akan kemampuannya menjadi motivator para pengusaha. Pria asal Toronto, New York, dikenal di setiap tulisanannya di berbagai media dan blog bisnis. Evan sendiri seorang pengusaha muda, sekaligus pembicara internasional.

Di umur ke- 19 tahun, ia telah menjadi pemilik dan COO Redasoft, perusahaan perangkat lunak bioteknologi. Perusahaan ini tumbuh mengerjakan 300 organisasi sebagai klien, termasuk NASA dan Johnson & Johnson.

Setelah menjual perusahaannya, ia bekerja di sebuah venture capitalis firma, lalu di Northern Crown Capital, tujuannya membantu perusahaan kecil klien meningkatkan kewirausahaan antara $ 500.000 hingga $ 15 juta.

Membantu Bisnis Kecil


Tujuanya mengembangkan usaha mereka dalam hal marketing bisnisnya. Dia juga memulai Evan Carmichael Communications Group dan menciptakan evancarmichael.com bertujuan: memberikan motivasi pengusaha agar bisa mengikuti gairah mereka.

Selain itu, Evancarmichael.com juga menawarkan strategi yang mereka butuhkan agar berhasil. Situs tersebut memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, ada 5.500 penulis memberikan kontribusinya, dan 295.000 halaman konten.

Usaha pertamanya dimulai ketika dia masih berumur 5 tahun. Dia kala itu mengajak sang adik yang masih tiga belas tahun untuk berbisnis sendiri. Dia melihat bakat pada adiknya, memintanya membuat gambar lalu menjual semua secara door- to door.

"Saya membuat penjualan pertama untuk tetangga senilai 5 sen  -saya telah berbisnis," terangnya.

Meski kecil tapi disanalah ia mulai melompat jauh dari satu ide bisnis ke ide bisnis lain. "Saya berbisnis kartu baseball, saya menjual perelengkapan kanvas dari plastik, saya mencoba start-up online."

Kesemua bisnis tidak mencapai puncak sukses. Namun Evan belajar banyak melalui pengalaman di masa kecilnya tersebut. Dia menyebutkan setiap pengusaha itu berbeda- beda, namun selalu sama di passion, yakni menciptakan produk dan menjualnya.

Itu semua tergantung pada passion anda. Bisa saja seorang pengusaha memiliki sifat berbeda, latar belakang keluarga atau bisnis. dan tentunya nilai akan bisnisnya. Sangat sulit memulai bisnis baru bahkan bagi pria sekalas Evan; baginya kita bisa berhenti beberapa kali, namun harus cepat kembali dan memulai lagi.

Dia memulai Evan Carmichael Communications Group kemudian menciptakan evancarmichael.com bertujuan untuk memberikan motivasi pengusaha. Mereka akan diajarkan bagaimana mengikuti passion mereka dan strategi yang mereka butuhkan biar berhasil berbisnis.

Disanalah ia selain berbisnis juga membantu banyak pengusaha kecil. Situs ini memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, 5.500 penulis memberikan kontribusi, dan 295.000 halaman konten. Hari ini, kita berbicara dengan Evan bukan hanya tentang bisnis, namun konsultan bisnis terbesar.

Bagaimana situsnya bekerja? Dia dibantu oleh enam orang pegawai kunci ditambah dua kontraktor. Baginya ke- 6 orang tersebutlah menjadi kunci tetap pada tujuan awal. Bisnisnya juga mengandalkan berbagai macam sosial media sepenuhnya.

Dia paham akan efek marketing, melalui YouTube dan Twitter, tapi ia menjelaskan khusus Facebook tidak ada bisnis disana. Media Facebook hanyalah digunakan mendekatkan secara sosial, tapi bukan tempat kamu bermarketing, jelasnya kembali.

Akun YouTubenya http://www.youtube.com/user/ModelingTheMasters telah sukses menjaring lebih dari 50.000 penayangan. "Twitter - Saya memiliki akun pribadi di http://twitter.com/ # / EvanCarmichael dengan hampir 25.000 pengikut!" terangnya.

Melalui Twitter pula kamu bisa bertanya atau mendapatkan saran- saran tentang berbisnis. Baginya bisnis adalah tentang membangun di sekitar hidup mereka, para pelanggan. Kebanyakan pengusaha gagal memilih membuat produk akan tetapi lalai mencari pelanggannya.

Tapi justru sebaliknya, pengusaha sukses mencari pelanggan baru kemudian membuat dan merancang produknya. Ini yang penulis bisa jelaskan bahwa pengusaha sukses perlu melihat pasarnya dulu; bukan menciptakan produk dulu.

Website: evancarmichael.com
Twitter: @ evancarmichael

Pengusaha Singapura Muda Tampan, Kaya, dan Single

pengusaha singapura tampan

Mereka yang muda dan mapan di Singapura, dari yang terlahir sebagai pengusaha atau sedang merintis. Pria- pria ini masih dibawah 30 tahun namun telah memiliki segalanya. Hanya satu yang belum, mereka kini belum terikat pernikahan. Apakah pengusaha- pengusaha muda ini lajang? Kami kurang tau, tapi kesibukan mereka kini pastilah sulit untuk sekedar mengajak kencan seorang wanita.

1. Brian Binjamin, 23 tahun

Putra dari Nash Benjamin, Chief Executive Officer FJ Benjamin, yang masih mengejar gelar sarjana psikologi dan hukum di University of Southern California (USC). Dia aktif menjadi president dari Delta Omicorn Zeta, sebuah organisasi kepemimpinan di USC. Dia berharap membuka praktik psikologi secara profesional suatu saat nanti. Atau, Nash akan ikut serta dalam perencanaan kebijakan dan pengembangan kesehatan jiwa di Singapura.

2. James Ong, 30 tahun


Setelah keluar dari pekerjaan sebagai konsultan manajemen resiko strategik di 2008. Ong lalu memulai bisnis Yogurt beku melalui bendera Frolick bersama dua temannya. Produknya telah dikenal akan kualitasnya yang menyihir pembeli. Saat ini Frolick menjadi bisnis memiliki 10 outlet yang tersebar di penjuru Singapura. Satu dari outlet miliknya di kawasan bisnis yaitu ada di kawasan Lot1, Choa Chu Kang. Ong telah membuka bisnisnya hingga luar negeri salah satunya yaitu outlet ketiga di Yangon, Myanmar.

Ong dan Frolick telah mempersembahkan makanan penutup terbaik bagi mereka penggemar makanan manis di Singapura.

3. Edward Chia, 28


Ia mendirikan bisnis pertamanya,  outlet "live" music bernama Timbre di The Substation, ketika bermur 21 tahun. Hari ini, Chia dan mitra telah menjalankan bisnis makanan dan minuman itu sudah termasuk tiga bar Timbre, pizza berukuran 21 inchi dan cocktail bar yang terinsiprasi dari Jepang, Ta.ke. Baru-baru ini, ia meluncurkan tempat tonkrong yang menghadirkan musk live secara bilingual, Switch, ruangan terbuka seluas 5.200 kaki persegi terletak di Bras Basah Road dengan line-up musisi yang menampilkan lagu berbahasa Inggris atau Mandarin.

4. John Langan, 30 tahun


Langan terahir sebagai keturuan Californian dan  Taiwanese serta keturuan Amerika. Dia lulus dari University of California, Los Angeles, dan pindah ke Singapura setelah menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore. Selama delapan tahun terakhir, ia telah bekerja di bidang keuangan dan media, sebelum mendirikan klub anggota ultra-eksklusif , Filter, dan bar megah The Royal Room dan Mink. Dia juga direktur bersama dari media dan event grup, Massive Collective.

5. Rajiv Ranjan, 25 tahun


Pengusaha muda menjalankan perusahaan investasi miliknya sendiri, R Square Invesment. Rajiv juga menjadi direktur dari bisnis medis milik keluarganya - Marina Medical Centre, yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan- pelayanan kesehatan primer, estetika dan evakuasi medis - dan berfungsi sebagai penasihat untuk konsultasi medis serta membangun rumah sakit, poliklinik dan klinik mobile. Ia telah menjadi sosok dalam acara- acara eklusip.



Christopher dan saudaranya, Karl (yang baru-baru ini mendapat pasangan - sorry girls :)) mendirikan perusahaan startup Internet bernama Beeconomic dua tahun lalu. Hanya tujuh bulan setelah itu menjalankan secara online, bisnis ini dijual kepada perusahaan terbesar kupon diskon online di dunia, Groupon, untuk yang dikabarkan senilai US $ 24 juta ($ 31 juta). Chris dan Karl sekarang tercatat menjadi pendiri Groupon Singapura dan eksekutifnya. 

Sejak itu, Groupon Singapura telah menjadi terbesar situs terbesar soal kupon harian, ini tentang diskon.

Dokter Syaraf Berbicara Usaha Sosial dan Kesehatan

Profil Dokter Pengusaha Mohamed Zaazoue


dokter syaraf baik

Seorang doktor syaraf asal Mesir ini menjadi perbincangan. Dia masuk dalam daftar pengusaha sosial versi Forbes. Anak muda bernama Mohamed Zaazoue (25 tahun), menjadi satu- satunya warga Mesir yang berhasil masuk 30 Under 30: Social Entrepreneur 2014.

Apa yang dilakukannya? Dia adalah penggagas organisasi non- profit bernama Healthy Egyptians, yang tujuannya memperkenalkan kesehatan preventif bagi kalangan orang muda. Sebuah organisasi memberikan pendidikan tentang kesehatan terutama pneumonia.

Zaazoue juga pernah menjadi kordinator World Pheumonia Day di 2014.

"Setiap tahun di Mesir, ada 42.000 anak di bawah 5 tahun yang meninggal akibat pneumonia, "kata Mohamed di situs Mesir Independen.

Ia melanjutkan tulisannya, "Pneumonia adalah penyakit yang relatif murah untuk menyembuhan, tapi masalah terbesar adalah bahwa banyak dari anak-anak ini meninggal hanya karena kurangnya kesadaran dari penyakit dan tindakan pencegahan yang tersedia."

Bisnis Sosial


Mereka mengadakan seruan akan perlunya pendidikan akan penyakit ini. Iklan ini telah dikenalkan melalui berbagai media bertema "Protect Your Child". Ada 600 orang relawan bekerja mendekati anak- anak melalui berbagai media seperti buku berwarna, pertunjukan boneka, permainan dan kartun.

Mohamed telah menjadi bagian dari Ashoka.org, sebuah organisasi yang mendukung para pengusaha sosial terkemuka di Mesir. Dr. Zaazoue tengah mencoba memperkenalkan kultur mengingatkan akan kesehatan dan perawatan kesehatan. 

Dia menciptakan pertama dari jenisnya sebuah sistem untuk memberikan pasan Preventive Health Education kepada anak-anak Mesir dan orang tua mereka. Ia menciptakan cara yang memungkinkan bagi mereka agar bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri.

Mohamed menargetkan semua segmen yang menjadi bagi dari sosial ekonomi masyarakat Mesir. Dia menggunakan pendekatan yang kurang lebih tentang memerangi salah satu penyakit tertentu, dan lebih lanjut tentang menggerakan budaya Mesir.

Ia mencoba menjadikan mereka, dari konsumen pasif obat menjadi sadar akan kesehatan secara aktif. Pertama kali, Mohamed bergerak membuat berbagai pelajaran tentang aneka pengobatan preventif yang menarik serta bersifat user-friendly; meski persepsi umum saat ini membuat usahanya menjadi terdengar sulit.

Masyarakat mudah bosan sekedar menyadari tentang penyakit atau semua gejala yang sesuai, ataupun tindakan pencegahan.

Ini memerlukan peran aktif media tegasnya, dan sentuhan langsung melalui organisasi yang dipimpin olehnya, Healthy Egyptians. Serangkaian game kuis- kuis kompetitif diadakan di mana- mana dari rumah sakit, kamar darurat, tenda di padang gurun.

Melalui berbagai karakter yang dibuat kemudian ditampilkan melalui buku- buku mewarnai, pertunjukan boneka, dan acara kartun televisi berupa serial menolong diri sendiri. Mohamed menargetkan anak-anak sebagai kunci dalam proses ini.

Diharapkan melalui usaha tersebut makan orang tua akan segera menyadari bahwa sikap aktif yang seharusnya berlaku belum tertanam dalam diri mereka. Dia secara pribadi memasukan pentingnya mereka yang memiliki profesi medis juga memainkan peran tepat mendorong budaya pencegahan kesehatan aktif atau kesehatan.

Untuk hal ini, dia akan langsung ke sumbernya dan melakukan reorientasi kepada para calon dokter.

Mereka yang masih di sekolah kedokteran diharapkannya agar menciptakan pendekatan berpusat tidak hanya memberikan instruksi pengobatan kepada pasien. Mereka nantinya diharapkan menjadi salah satu pendidik kesehatan , mitra dan kolaborator .

Ia sendiri mampu memobilisasi lebih dari 400 relawan di sekolah kedokteran di hampir setiap pemerintahan di negara Mesir selama kampanye kesadaran kesehatan ini. Mohamed memiliki tujuan memperkenalkan pekerjaan lapangan terakreditasi sebagai bagian dari kurikulum sekolah medis.

Ini dimaksudkan sebagai usaha menghasilkan dokter lebih berempati yang secara efektif serta dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan mereka pasien. Mohamedaktif merekrut dan melakukan mentoring kepada kelompok- kelompok lain, utamanya bagi mereka yang tertarik masalah kesehatan tertentu, yang mana akan mempengaruhi negara

Mesir mendatang. Dia kemudian menawarkan mereka sebuah payung hukum berupa lembaga kemasyarakatan - Healthy Egyptian CSO nya - harapannya yaitu menciptakan koalisi luas dari organisasi-organisasi lokal yang difokuskan membantu Mesir menjalani kehidupan secara proaktif sehat.

Catatan: sosial entrepreneur atau pengusaha/wirausaha sosial berarti proses pengajaran solusi inovatif untuk masalah-masalah bersifat sosial. Lebih khusus lagi, pengusaha sosial mengadopsi misi untuk menciptakan dan mempertahankan nilai sosial.

Mereka mengejar peluang untuk melayani misi ini, sambil terus beradaptasi dan belajar. Mereka memanfaatkan pemikiran yang tepat baik dalam bisnis dan dunia usaha. Sifat ini beroperasi di semua jenis organisasi: besar dan kecil, baru dan lama, agama dan sekuler, nirlaba dan hybrid.

Pengusaha bisnis biasanya hanya mengukur pada kinerja laba dan kembali, namun pengusaha sosial juga memperhitungkan kembali positif bagi masyarakat. Usaha sosial lebih ke berbagai tujuan sosial, budaya, dan lingkungan luas dan umumnya terkait dengan sektor sukarela atau bersifat tidak-untuk-profit.

Bagaimana dengan pembiayaan, biasanya perusahaan sosial akan menggunakan dana donasi atau bisa berupa dana hibah.

Twitter: @Zaazue

Situs: healthyegyptians.org

Menggagas Beasiswa Global Pengusaha India

Biogarfi Pengusaha Kaylana Raman


global schoolar
 
Namanya Kalyana Raman Srivinasan adalah pengusaha India terkemuka. Dia ditarik berbagai pihak buat menjadi pucuk pimpinan perusahaan. Bahkan nama Groupon India menyebutnya menjadi satu kandidat. Tidak banyak didengar mengenai kisah hidupnya tetapi kami berhasil temukan.

Pria kelahiran desa terpencil yang bernama Mannarakoil, Tirunelveli, Tamil Nandu. Kal Raman kecil memang terlahir dari keluarga menengah. Hidupnya mapan karena keberhasilan sang ayah. Namun semua berubah, ketika ayahnya meninggal, otomatis ekonomi keluarga langsung terbalik ke bawah.

Mereka bahkan terpaksa pindah ke rumah kecil. Hidup miskin dengan tidak memiliki listri dan juga pipa saluran air. Kebutuhan air tidak memadai sampai sangat menggantungkan sumber air. Dari hasil sepakat keluarga bahwa kakak Kal Raman harus bekerja.

Sekolah Nomor Satu


Anak pertema harus mampu menjadi tulang punggu keluarga. Bahwa kakak Kal Raman tidak perlu sekolah tetapi kerja. Akan tetapi ditolak mentah sang ibu, yang mana percaya bahwa semua anaknya tidak terkecuali, harus bisa mengenyam pendidikan tertinggi.

Apapun resikonya termasuk ibu Kal Raman harus bekerja. "Anak- anak saya harus mendapatkan pendidikan terbaik sebisa mungkin yang bisa saya berikan. Pendidikan adalah penyelamat kami," kata sang ibu. Ini pelajaran bagi Kal Raman dan saudara- saudaranya lain mengenai kehidupan.

Kal Raman dan semua saudara mulai fokus mengejar pendidikan. Dengan seadanya mereka tetap bisa belajar walau tanpa penerangan memadai. Kal memiliki cara biar bisa membaca buku meski gelap. Ia memilih pergi ke pinggir jalan.

Dibawah lampu jalanan dia belejar setiap hari tanpa malu. "Saya bersyukur karena lampu di jalan itu tak pernah mati," celetuknya.

Ia mampu melalui masa SMA dengan lancar dan sukses. Beberapa keluarga masih memaksa kakak Kal buat berhenti sekolah. Mereka bahkan menyarankan semua keluarganya bekerja. Keluarga lain mereka mendrong belajar keahlian bukan formal, terutama belajar mengetik dan pelayan.

Ibu Kal selalu menolak untuk anaknya bekerja di pemerintah saja. "...tetapi ibu mau dia (kakak Kal) untuk belajar," jelas Kal Raman. Ini semakin mendorong Kal belajar tekun dan berprestasi. Agar bisa tetap hidup ibunya berjualan piring buat membeli beras.

Dari beras itulah satu keluarga makan dengan disuapi tangan. Sangat membekas dibenak Kal, sampai ia termotivasi dapat masuk ke Anna University. "Suatu saat aku akan memberi engkau uang banyak hingga engkau tidak tau mau diapakan (uang) itu," batin Kal.

Di Sekolah Menengah Atas, nilainya sangat bagus terutama di teknik dan kesehatan, nah dari ilmu teknik inilah menghasilkan beasiswa. Kal bisa masuk Anna University untuk teknik, dan menolak basiswa masuk kesehatan di Tirunelveli Medical Collage.

Mengapa dia memilih teknik dibanding masuk kesahatan. Kal bercerita ketika dirinya dan sang ibu tengah naik bus. Dia curhat bahwa menjadi dokter akan membuatnya tertahan. Dirinya akan berhenti berkembang di lingkungan Kota Tirunelveli.

Sang ibu mengamini pemikiran anaknya mengenai dunia. Bahwa Kal ingin lebih bebas melihat dunia diluar prespektif tenaga kesehatan. Dia lantas masuk Teknik Listrik dan Elektronik, Anna University, dan tinggal di Chennai.

Cerdas Bersosial


Cerdas di dalam akademis membuat dirinya lebih terbuka. Dia memiliki pandangan luas serta mampu berkomunikasi. Kal menjadi siswa mudah bergaul memudahkan jalan. Banyak orang baik membantu dalam keuangan. Beasiswa kuliah tentu tidak mendukung kehidupan Kal keseharian.

Biaya enam bulan dalam setahun sangat krusial dalam hidupnya. Beruntung beasiswa termasuk uang makan sekali tetapi tidak penuh. Dia makan dan membiasakan berpuasa. Banyak teman membantu buat makan ketika berkuliah. Tidak jarang dia tidak punya uang sama sekali ketika ujian semester.

Ketika ujian akhir dia tidak akan makan sama sekali sehari- setengah hari. "Selepas ujian akhir, saya hampir pingsan," tuturnya.

Dia tidak segan bekerja buat orang kaya. Itu demi membayar uang kuliah yang kadang tidak penuh. Ia menaksir angka 5000 rupe hutang selepas lulus. Ini memang barat apalagi merantau di Chennai. Mungkin lain cerita, bila dia menerima kuliah di kotanya, Tirunelveli.

Begitu lulus kuliah dia bekerja untuk Tata Consulting Engineers (TCE), dan diberikan pilihan mau ke Mumbai atau Chennai. Dari keduanya dia memilih Mumbai meskipun tidak tau. Kal sama sekali tak pernah menginjakan kakinya disini.

Ia menempuh resiko berangkat hanya membawa sedikit barang. Begitu sampai di stasiun kereta api, ditentengnya tas dan koper, Kal Raman lantas mandi dibawah pancuran di kamar mandi umum. Dia lantas berjalan ke kantor TCE. Dia sama sekali tidak punya uang buat menyewa hotel.

Selepas memperkenalkan diri ke perusahaan, sang manajer menyadari bahwa Kal memakai sandal ke kantor. Dia lantas memanggil Kal dan berkata, "saya tidak peduli dari mana asal kampus anda, tetapi ini tidak bisa dibiarkan. Anda harus datang memakai sepatu besok!"

Kal lalu berkata bahwa besok tidak mungkin memakai sepatu. Sang manajer berkata arogan bahwa dia berani. "Beraninya anda melakukan ini?" ucapnya. Kal lantas berkata jujur bahwa dia tidak punya uang membeli sepatu, dan berjanji dia akan memakai sepatu bila sudah gajian pertama.

"Tuan, saya mohon jangan batalkan hasil penerimaan saya karena masalah ini. Saya dan keluarga saya membutuhkan pekerjaan ini," Kal memohon. Terkaget manajer itu mendengar permohonan Kal sungguh- sungguh.

Dia bertanya, "dimana anda tinggal?" dan jawabannya adalah, "Stasiun Kereta Dadar". Sang manjer menjadi pusing karena perasaannya bercampur. Dengan cepat manajer tersebut mengeluarkan uang dari kantong. Ini bayaran dimuka Kal Raman buat membeli sepatu dan besok harus dipakai!

Sang manajer juga minta Kal tinggal sementara di tempat temannya. Sampai menemukan tempat baru dia boleh tinggal di sana. Dibelinya sepasang sepatu dan masih menyisakan gaji awalnya. Uang yang didapatkan di muka tersebut tersisa 15000 rupe, dan langsung dikirim ke ibunya di kampung.

Bekerja keras maka karir Kal menanjak seperti meteor. Dalam sebulan, dia diberi kesempatan buat pindah ke Bangluru, dan diberi pelatihan. Begitu masuk Tata Consultancy Service (TCS), beberapa bulan berlalu, dan dia telah berangkat ke Edinburgh, Inggris.

Selepas dia bekerja disana kemudian berangkat ke Amerik Serikat. Di 1992, dia pergi ke Amerika dan mendapatkan kontrak kerja baru di Wal Mart. Dalam dua tahun, jabatannya sudah Direktur untuk tim kerja, dan menjalankan sistem komunikasi di perusahaan retail raksasa itu.

Di tahun 1998, dia bergabung dengan Onlie Pharmacy sebagai Chief Information Officer, dan pada 2003, dia menjadi CEO -nya.

Alkisah ada pengusaha pilantropis, namanya Mike Milken yang biasa memberikan miliaran rupiah ke pendidikan, dan dia membujuk Kal buat bergabung. Ini terjadi ketika Kal tengah membangun gedung sekolah di desa untuk anak miskin.

Pada Oktober 2007, ia pun membangun GlobalScholar yang menggaet empat perusahaan -National Schoolar (USA), Classof1 (India), Excelisor (USA) dan Ex- Logica (USA)- yang memang sudah fokus di pendidikan. Dia bertraveling menuju Amerika, India, dan Singapura untuk menemukan guru.

Kal menyadari bahwa peran guru begitu penting selain murid dan perusahaan. Pengusaha India ini menargetkan guru- guru berkualitas. Termasuk perusahaannya membantu mereka melalui teknologi. Guru akan lebih dipermudah mengajar murid dan menciptakan sistem pendidikan.

Kal menjadi CEO Global Schoolar menciptakan banyak peluang. Selain perusahaan mendapatkan pendapatan yang terus naik. Mereka menyiapkan media, kurikulum, dan beasiswa. Ada 200 orang yang bekerja untuk Global Schoolar, yang bermodalkan $50 juta, keuntungan $5 hingga $32 juta.

Perusahaan mempunyai 1000 sekolah dan 10 juta siswa, yang mana satu dari sepuluhnya masuk ke Amerika, dengan program pendidikan Global Shcoolar. Dimana itu setara 18 persen populasi negeri Amerika, dan menjadi perusahaan pendidikan terbesar di dunia.

Kal Raman selepas dari Global Schoolar tetap menjadi sosok mulia. Dia mengadopsi semua anak- anak yatim di seluruh desa. Ada 2000 orang anak dan mendapatkan pendidikan terbaik. "Saya pikir jika saya bisa mendidik anak- anak, maka kita akan menciptakan sosial lebih baik," jelasnya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba