Cari Barang di Situs Sulit OXL Nya Filipina

Profil Pengusah RJ dan Arianne David 


 
Tahun 2006 mereka tengah menikmati liburan mereka di Tagtay, Filipina. Mereka lantas berbincang tentang bisnis website. RJ David seorang teknisi mekanik. Ia hanya developer website dan seorang freenlancer bisa otodidak. Sementara itu pacarnya Arianne delos Reyes bekerja di UCPB departemen teknologi, belajar ilmu komputer.

RJ tengah menangani klien asal Korea. Tujuan RJ adalah menciptakan banyak website untuk tujuan komersil. Ia menemukan lewat trafik, makin banyak pengunjung datang, mereka bisa menawarkan iklan. Dimana pihak klien yang memintakan dibuatkan website menjual iklan ke luaran sana.

Ternyata banyak orang butuh mengiklankan di internet. Sejak paham akan hal itu, RJ memutuskan mencoba menciptakan lompatan bisnis. Dalam perjalanan membuat website buat sendiri RJ dan Arianne didukung oleh keluarga soal apapun. Sampai mereka benar mampu hidup mandiri dan menghasilkan uang karena resign.

Untuk awalan mereka akan menjual iklan gratis. Memberikan tempat buat kamu menjual produk lama kamu. Orang bisa jual atau membeli barang apapun. Orang pun dapat mengklasifikasikan produk berdasarkan apa kategori disiapkan, dari aksesoris, furnitur, pakaian bahkan rumah ataupun mobil bisa.

Namanya "Sulit" memberikan makna worth it atau berharga -diambil dari bahasa Filipina sulit na sulit. Lantas namanya ditaruh di website bernama Sulit.com.ph. Mereka secara terbuka bersaing dengan Ebay, Buy&Sell, 88DB, dan Auction.ph. Berkat pengalaman ditambah keberuntungan Google membuat RJ menemukan titik.

Bisnis online


Waktu tepat ditambah pemilihan kata hebat. Ditambah lagi keahlian RJ dalam hal SEO membuat situsnya gampang ditemukan mbah Google. Uang modal untuk domain sebesar Rp.600 ribuan dan hosting senilai kalau dirupiahkan Rp.170 ribuan untuk sewa selama enam bulanan, atau totalnya sampai Rp.800 ribuan.

Dimana mereka, RJ dan Arianne, sepakat bekerja bersama di kamar RJ. Total RJ serta pacarnya dapatkan makan gratis, listrik gratis, sampai mereka benar- benar menghasilkan. Untuk pertama- tama soal marketing RJ membuat software. Tujuannya menangkap alamat email dari situs lain buat dikirimi email viral.

Dia mendapatkan 100.000 email lantas mengirim ajakan. Ajakan bagaimana jika mereka mengecek website buatan mereka. Dari jumlah email tersebut, hanya 22 orang mendaftar, dan 50 orang lagi disetiap email yang terkirim. Lantas dibuatlah program Nokia 3210 dimana menangkap nomor hp ketika menscan iklan disana.

Waktu itu tidak ada smartphone, jadi tidak salah jika dia mendapatkan banyak pengunjung dan banyak orang terheran- heran.

Iklannya gratis cuma terbatas 65.000 karakter dimana pesain miliki 160 karakter. Bulan pertama berlalu, ia mendapatkan iklan pihak ketiga senilai $5, kemudian naik $25 dan seterusnya sampai $125. Bulan ketiga sampai melonjak trafiknya mencapai angka tidak terduga.

Bukan hanya bertahan akan kategori, mereka justru membuka kategori lain hingga mencapai 100 kategori. Kemudian kategori kemudian mencapai 300, tetapi hilang tinggal 200 -an. Pasalnya beberapa kategori bisa menyulut masalah seperti guns & ammo atau barang personal, dimana tidak ada lisensi atau keamanan yang terjamin.

Mereka bekerja sendiri. Dua orang ini mulai menjadi marketing, developer, menjadi programer bersama. Mereka pun menikah pada tahun 2008. Nama Sulit lantas menjadi Netpreneur Connection Enterprise.Inc, dimana memiliki 90 pegawai bekerja di gedung dua lantai di Ortigas.

Sulit.com.ph lantas mengadakan kerja sama dengan Myriad Investment Holding pada Agustus 2009.

RJ menjelaskan siapa pemakai situs mereka: Umur antara 18- 35 tahun, dimana 57% adalah pria sedangkan sisanya 43% adalah wanita. Kategori populer mulai mobil dan real estate. Dimana 85% merupakan warga Metro Manila, diikuti warga Cebu, Rizal, Bulacan, dan Davao.

RJ David menyebutkan Sulit.com.ph memiliki 2 juta member terdaftar, 2 juta pageview, dan memiliki jumlah pengunjung rata- rata 700.000 pengunjung unik. Pengunjung lewat mobile bertambah dimana waktu itu ia menyebutkan 1,8 juta pageview dan 112.000 pengunjung unik.

Bisnis miliaran

Setiap saat website milik mereka akan mencari saran. Feedback diminta agar mengetahui pola belanja dari warga Filipina. Mendaftar disini gratis, tetapi buat kamu yang mau iklannya lebih menonjol dan tampi setiap kali bisa membayar langganan. Melalui cara ini pula RJ mencoba mengelimansi penjual nakal memasang iklan palsu.

Sulit juga memberikan feedback kepada penjual. Dimaksudkan untuk mengindentifikasi dokumen penjualan agar lebih melegalkan.

Disini merupakan tempat terbaik menurut RJ bagi para pengusaha online. Bagaimana mereka menjual lebih banyak. Tujuan RJ melalui website nya adalah agar orang Filipina tidak menyimpan barang. Bagaimana jika menjualnya untuk membantu orang lain dan diri sendiri.

Ini termasuk membantu mereka merapikan rumah. Dengan menjual beberapa barang bisa menghemat tempat kan? "Item ini bisa dijual untuk menghasilkan uang buat keluarga," imbuh RJ.

Sekarang ini, perusahaan Sulit telah menjadi bagian dari OXL. Menjadi satu bagian perusahaan besar yang menyebar bahkan ke Indonesia. OXL fokus mengakuisisi atau memerger situs sejenis dan mengklasifikasi mereka menjadi satu brand. Merubah nama dari Sulit ke OXl menurutnya punya keuntungan juga kerugian.

Penginvastasi merupakan Naspers di tahun 2009. Perusahaan asal Afrika ini memang sudah minat di bidang internet. Salah satunya juga termasuk ikut masuk ke saham OXL tahun 2010. Untuk pertama kali RJ sempat berpikir akan menjadi brand global dengan Sulit. Ingin kayak Google ataupun Facebook, tetapi ia sadar sulit.

Menurutnya ketika nama Sulit sudah berarti beda di Indonesia. Semuanya menjadi sulit bagi perusahaanya untuk menjadi brand global. "Kami menyadari merubah nama akan memberikan efek jangka panjang dan akan memberikan sakit sebentar," tutur dia.

Ia sendiri menyimpan rahasia berapa OXL membayar untuk merger. Tetapi sumber menyatakan mereka bisa menghasilkan jutaan peso dari iklan. Sulit mendominasi industri iklan disana. RJ menyebutkan ada dua jenis pengusaha online: Mereka yang punya potongan besar dari pie kecil, atau memiliki potongan kecil dari pie besar.

"Kami merupakan terakhir, kami tidak masalah menjadi bagian kecil dari perusahaan global," ia tambahkan.

Banyak cara bagi startup buat tumbuh seperti sekarang. RJ menjelaskan waktu awal mereka harus siap buat berjaga bergantian. Ada banyak tugas seperti menyeleksi iklan, menjawab pertanyaan, dan banyak sekali hacker mencoba menyusup. Mereka bekerja bergantian karena Arianne masih bekerja di Bank waktu itu.

Ketika setahun berlangsung, dimana iklan dari pihak ketiga mulai berdatangan dan menghasilkan uang cukup, maka Arianne memilih berhenti. Dari berbisnis cuma berdua, mereka lantas memiliki 129 pegawai, dimana mereka memiliki kantor di Manila dan Cebu dengan situsnya sendiri www.cebu.oxl.ph, dengan 5000 listing tiap hari.

Banyak penghargaan diraih RJ di bidang teknologi bisnis. Termasuk Technopreneur Award of the Second Go Negosyo Technoentrepreneurship Summit tahun 2013, dan banyak lagi. Ia sangat senang menjadi sosok inspirasi bagi pengusaha teknologi. "Mereka semakin mudah setiap tahun," imbuhnya.

Kisah Nyata Anak Yatim Piatu Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Abdulrochman 



Pengusaha yatim piatu begitulah julukan disematkan kepada Abdulrochman. Jika pengusaha lain hanya punya beberapa masalah maka dia memiliki lebih dari masalah. Namun, berjalannya waktu justru dia bisa dibilang adalah sosok paling pas untuk apa itu bekerja keras. Semangatnya berganda untuk dapat mencapai apa cita- citanya.

Siapa masa lalu bukanlah alasan masa depan kamu. Tetapi pilihan dimasa lalu akan berefek ke masa depan. Maka Arman atau Abdulrocham memilih tetap bekerja keras. Selepas SMA dia sudah bekerja dan darisana Arman belajar tentang membuat obat herbal.

Perjalanan hidup


Ia ingat samar seperti apa wajah ayah. Umur 3 tahun, dia sudah ditinggal sang ayah, dimana ibu pun sudah tidak ada. Arman tinggal bersama saudara. Samar- samar wajah sang ayah akan terkenang. Ia masih ingat pagi dimana ayah akan mengayuh sepeda ke Kota Pemalang. Sejak itu hidup mereka berubah drastis tanpa dia.

Keluarga harus hidup prihatin. Agar menghemat pengeluaran maka maka nasi aking. Nasi kering sisa yang kemudian dimasak lagi. Untuk lauk cukup urab dari daun pepaya, singkong, ataupun kangkung. Daun- daun itu diparut diberi partuan kelapa.

Dimana sang ibu?

Masuk kelas 3 SD, maka disusul lah ibu meninggal dunia menyusul sang ayah. Rasa sedih bercampur haru seketikan menyelimuti keluarga itu kembali. Arman bersama tiga saudara hidup bersama. Ia sejak kecil harus dipaksa mandiri.

Mau makan daging saja susah. Barang mewah bagi mereka berempat di rumah. Kalau makan daging maka harus dipotong kecil supaya dibagi semua keluarga. Senyum Arman jarang bahkan sampai memasuki umur 7 tahun. Urat kerja keras justru yang nampak baik di tangan dan wajahnya. Ia masih kecil tidak tau kematian itu apa.

Ia hanya tau rumah semakin sepi. Dia tidak lagi temukan peluk cium ibu. "Jika saya ingat ibu, saya cuma bisa menangis saat akan tidur," ucapnya.

Agar terbebas dari himpitan ekonomi Arman diadopsi. Oleh mereka keluarga bercukupan asal Kota Tegal. Sempat beberapa hari tinggal bersama mereka. Namun kakak- kakaknya membawa pulang Arman kembali ke rumah. Ketika mulai beranjak dewasa, rumah semakin sepi karena kakak- kakaknya mulai merantau.

Mereka bekerja ke Jakarta untuk menyekolahkan Arman. Meskipun saban bulan sudah dikirimi uang saku; hampa terasa tanpa keluarga. Arman hidup sendiri. Berhemat menjadi cara hidup ketika itu agar uang kiriman tidak terhamburkan. Menanak nasi sendiri bukan membeli. Makan telur tetapi cuma dua kali.

"Setiap hari cuma makan dua kali pagi dan malam," Arman menerangkan. Di siang hari terpaksa berpuasa saja untuk menghemat uang.

Semangat bekerja keras membawa Arman menemukan kemungkinan. Sedikit keberuntungan menghinggapi hidupnya yang dipandang kasihan. Ia menemuka tetangnya ternyata memiliki usaha jualan telur. Arman lantas ditawari ikut kerja bersama mereka. Ia mulai menjual telor dari kampung ke kampung.

Upah jerih payah Arman adalah telor tidak laku. Telor retak ataupun pecah yang layak makan akan diberi ke Arman. Jadilah hampir setiap haria dia bisa makan telor enak. Diberinya garam, digoreng, lalu dimakan pakai kecap. Telor menjadi hidangan istimewa Arman setiap kali makan malam.

"Sampai sekarang saya hobi makan telor untuk mengingat masa- masa sulit kala itu," tuturnya. Masa SMA pun datang dimana ia memutuskan bersekolah di Jakarta.

Ia ikut kakaknya yang sudah lama di Jakarta. Arman membantu kakak yang punya bisnis penerbitan dan juga obat herbal. Pekerjaan dia kedua adalah menjadi wartawan. Sekalian dia kuliah di Insitut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.

Belajar banyak dari bisnis sang kakak. Arman memiliki kesempatan membuka usaha sendiri. Fokus bekerja ia mengumpulkan uang modal sedikit- demi sedikit. Berdirilah satu perusahaan bernama PT. Zonah Sehat Khatulistiwa, yang berkembang mulai dari bisnis klinik herbal, perikalanan, dan desain interior.

Ia sendiri condong ke klinik terapi herbal. Usaha semakin besar melahirkan Zona Group pada 2009. Dalam waktu relatif singkat usahanya melesat. Jujur dia merasakan betul bagaiman ditolak proposal bisnisnya oleh perusahaan- perusahaan besar sana. Pernah pula merasakan kalah tender dengan pesaing besar di sana.

Arman tidak minder. Justru ia semakin fokus berbisnis di bidang herbal. Pernah pula loh dirinya ditipu orang sampai puluhan juta. Tetapi dia tidak patah arang. Alhasil usahanya semakin banyak saja. Jangan salah ya, ia mampu menghasilkan puluhan juta dari semua usahanya.

Pegawainya sudah ada 50 orang. Mempunyai dua rumah seharga miliaran rupiah. Tidak cuma itu lima mobil mewah menghiasi garasi rumahnya. Kekayaan tidak membuat dia lupa. Melanjutkan pendidikan menjadi satu hal contohnya. Arman sempatkan melanjutkan jenjang S2 di bidang ekonomi dan masih akan terus belajar.

Usaha Golf Pengusaha Veteran Amerika

Profil Pengusaha Michael Pascucci 



Seorang pengusaha veteran biasa tanpa sorotan. Dibelantika entrepreneurship sekarang, nampak butuh lebih dari sekedar saran pengusaha kekinian. Contoh Michael Pascucci memiliki banyak bisnis bagus dan sukses. Ia menciptakan banyak peluang bisnis sendirian. Tidak ada salahnya kita mendengar kisahnya yang sedikit ini.

Lulusan Manhasset High School, rambut putih tidak bisa berbohong, seorang pengusaha yang telah masuk umurnya ke 70 -an. Ia ingat betul dikala muda dia seorang pemain football. Badan kekar 235 pound yang jadi alasan Michale menjadi lineman.

"Dia membuat suara lucu ketika berlari. Dia membuat semacam suara motor," kenangnya dalam artikel di newsday.com.

Maka dia akan mengeblok temannya itu. "Jika kamu menekan helm ke arah kanan, dia akan bergerak ke arah kiri," imbuhnya. Hari ini tidak ada sepantaran dirinya yang berlari lebih jauh darinya. Dirunut perjalanan bisnis dimulai ketika berbisnis batu bata. Lantas dia membuka bisnis penyewaan mobil dan memilik stasius tv lokal.

Dia selalu sukses loh. Hingga dia mampu membeli tanah sangat luas di Peconic Bay, Southampton. Mantan tukang takel ini berlari mengeliling labirin dan mencapai titik baru, Sebonack Golf Club, dimana mendapatkan penghargaan Women's Open pada 2013.

Bisnis golf


Sejatinya dia tidak suka golf. Katanya nih, ayah Michael Pascucci adalah pegawai golf, lebih tepatnya ayah yang bernama Ralph, pria kelahiran Naples, Italy, adalah siswa drop out dan cuma buat menjadi pemungut bola. "Dia coba mengajari saya golf. Saya berpikir golf merupakan olah raga orang kaya, jadi saya tidak minat."

Sayangnya tumbuh waktu dia semakin tidak begitu mengikuti ayah. Titik balik "pembrontakan" golf terjadi ketika dia bekerja di sebuah perusahaan konstruksi, Kings Point, milik Abraham Levitt. Dimana dia melihat dia dan ayahnya di lapangan golf. "Dia melihat ayah saya bekerja keras (di lapangan golf)," kenang Michael.

Lantas Abraham Levitt bertanya kepada Michael,"Seberapa kamu begitu mau bekerja sebagai kontraktor?" ujarnya.

Nah, Michael lantas lulus kuliah di Bucknell, dan sang ayah membantunya membangun bisnis konstruksinya sendiri, yang kemudian berlanjut ke bisnis penggadaian.

"Cara saya berbisnis dengan selalu berkata, bekerja dengan uang lebih ringan (bisnis penggadaian) dibanding bekerja dengan tembok (konstruksi)," imbuh Michael. Ide bisnis tersebut baru muncul di akhir 1970 -an, dan dia mulai berbisnis sampai menyewakan mobil.

Tahun 1997, Michael Pascucci menjual bisnis penyewaan mobil dimana dia dirikan di tahun 90 -an, dan ia mengantungi $670 juta.

Sejak saat itu, maka dia dikenal sebagai pengusaha pemilik lebih dari 20 bisnis berbeda -dalam wawancara dia mengakui "menghabisi" beberapa jika tidak berjalan- termasuk bisnis ternarnya di bidang golf, Sebonack Golf Club, salah satu 100 tempat golf terbaik di Long Island, New York.

Tips bisnis buat kamu: Michael menjelaskan ada tiga hal perlua diperhatikan agar sukses seperti dia. Pertama kamu harus mencari kebutuhan -satu hal yang sudah ada atau yang belum ada. Kemudian carilah solusi dari kebutuhan tersebut sebaik mungkin untuk diimplementasikan.

"Jadi sekarang pekerjakan orang terbaik kamu dapat beli," imbuhnya. Jangalah pernah merendahkan standar kamu sekalipun. Standarisasi dalam hal berbisnis serta mencari pegawai. Tetapi tidak cukup, jujur dia akan mengatakan intuisi menjadi cara lain mencapai kesuksesan.

Dia percaya akan karakteristik agar sukses. Itu adalah integritas, kejujuran, keterus terangan, kemauan untuk membantu orang dan mau menyediakan produk terbaik yang pelanggan butuhkan.

Nama Ratu Yuliana Pengusaha Aksesoris Selalu Optimis

Profil Pengusaha Ratu Yuliana Amaliyah 



Perjalanan hidup membawa mu ke banyak arah. Mungkin kini hidup kamu tengah diuji dengan kekurangan. Tapi jangan biarkan masalah membuat kamu terpuruk. Sebuah pesan singkat yang penulis tangkap dari kisah seorang Ratu Yuliana Amaliyah. Dulu dia bekerja sebagai waitress tetapi suka membeli banyak aksesoris.

Sampai aksesoris rusak diperbaiki sendiri. Kalau jaitan putus, Ratu perbaiki sendiri dengan tangan terampil itu. Wanita memang memiliki kelebihan dengan benda- benda kecil. Karena saking seringnya membeli aneka aksesoris, memperbaiki sendiri, dia dikenal oleh teman- teman, keluarga, dan rejeki kumpul dari sana.

"...akhirnya aku jual ke teman- teman dan berlanjut jualan hingga kini," ceritanya kepada pewarta.

Bersamaan Ratu berbisnis sambil bekerjalah dia. Usaha sampingan tersebut ternyata lebih menarik. Alhasil wanita asal Banten ini mengambil keputusan buat serius. Bisnis yang lantas diberinya nama Rumah Ratu. Ia mampu tidak cuma menjual tetapi membuat aksesoris dan memperbaiki kembali (daur ulang).

Bisnis kreasi


Dari koleksi aksesoris lantas dikombinasi jadi satu. Prospek bisnis aksesoris dianggap oleh Ratu memiliki prospek bagus. Banyak teman dan keluarga memesan aksesoris. Cuma bermodal Rp.250 ribu sudah dapat menjadi bisnis lumayan. Berangsur waktu bisnis miliknya berkembang sejalan kreatifitas Ratu.

Keluar dari bekerja menjadi waitress, bisnis Ratu sampai sekarang mampu menghasilkan 100 kalung lebih. Ia dibantu karyawan serta keluarga. Awalnya dia bekerja sendirian. Kemudian ada pacar membantu dia dan ada keluarga mulai membuat aneka aksesoris wanita. Total ada 12 karyawan yang semuanya paruh waktu.

Bermula di tahun 2010 uang segitu dipakai membali bahan baku dan peralatan di Pasar Jatinegara, Pasar Mangga Dua, dan Pasar Tanah Abang. Aksesori buatan Ratu ternyata mendapatkan respon positif. Sukses membuat dia mampu membuka toko Rumah Ratu di Blok M. Produksi aksesoris sudah mencapai 250 per- hari.

Tidak salah jika berbicara tentang Ratu Yuliana berarti aksesoris wanita. Bahkan nih Ratu dikenal menjadi sosok dibalik beberapa artikel DIY di majalah Vemale.com

Berbisnis menjadi pengusaha ternyata lebih menjanjikan. Dia mengaku semua kebutuhan tercukupi dari cara berwirausaha. Sebagai tulang punggung keluarga dirinya bangga. Di jalan sukses, maka tidak mengejutkan, kalau Ratu sudah mampu membeli mobil sendiri.

Pasar wanita memang sangat luas. Agar tetap berhatan ditengah persaingan ketat. Maka Ratu selalu bersiap membuat desain baru setiap bulan. Satu model untuk satu desain. Ia menawarkan produk dengan pesanan khusus -customized sesuai permintaan juga bisa. Produk handmade -nya menjadi produk tidak pasaran di jalan.

Produknya tidak cuma kalung, ada cincin, dan gelang. Produk buatan Ratu juga terjangkau semua kalangan. Ia mulai menawarkan dari Rp.25 ribu sampai Rp.75 ribu untuk kalung, gelang seharga Rp.15 ribu sampai Rp.55 ribu, dan untuk cincin seharga Rp.15 ribu per- item.

Tumbuh bisnisnya kini sudah mampu berproduksi mencapai 800 sampai 1.000 pcs. Aksesoris buatannya selalu memiliki model variasi baru. Ketika masuk Lebaran dan Natal, permintaan bisa naik melebih rata- rata biasanya sampai 100%. Omzet per- bulan menurutnya antara Rp60 jutaan dengan margin untung sampai 50%.

Strategi jitu pemasaran melalui sosial media. Dari pemasaran mulut ke mulut sampai online lewat Facebook, Twitter, Instagram. Pemasaran juga sudah tidak cuma mencapai sekala lokal, nasional, tetapi sampai manca negara. Agar menaikan pendapatan ia menggunakan bantuan reseller, dimana ada diskon Rp.10 ribu per- pcs.

Rumah Ratu sudah punya reseller di Jakarta, Bandung, Bogor, Aceh, Lampung, Balikpapan, dan Padang. Ia juga punya reseller dari Malaysia, Kanada, Swedia, sampai Asutralia. Kendala menurut Ratu adalah soal tenaga kerja. Butuh orang tepat buat memegang pembuatan aksesoris. Butuh kriteria khusus diminta oleh nya sendiri.

Untuk masalah harga dibanding aksesoris lain Rumah Ratu bersaing. Apalagi model ditawarkan tidaklah monoton. Untuk meningkatkan brand awareness, Ratu juga getol mengikuti aneka bazar, tujuannya agar ia bisa bertemu dengan orang- orang berbeda. Agar mampu menyerap pengetahuan dari sesama pengusaha disana.

Tips sukses ala Ratu maka tetap konsisten. Bertahan dengan apa kecintaan kamu, dan jadikan itu bisnis yang menjanjikan. Usahakan tetap tenang ketika menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan. Sukses Ratu dalam bisnis aksesoris wanita termasuk penggabungan unsur etnik, corak warna, serta kualitas dengan harga pas.

Mengolah Limbah Kayu Pinus Hasilkan Fulus

Profil Pengusaha Retno Astuti dan Suami 


 
Pasangan suami istri ini dikenal sebagai pengusaha sukses. Keindahan hasil produk kayu milik mereka sudah dikenal sejak tahun 2013 silam. Awalnya mereka berbisnis menjual kebutuhan rumah tangga berbahan kayu. Kesini, usaha mereka meliputi membuat aneka pernak- pernik berbahan dasar limbah kayu.

Pasangan Retno Astuti (53) dan Heri Budianto (57) sudah berbisnis sejak tahun 1992. Heri sendir adalah seorang arsitek. Bermula dari banyaknya limbah kayu disekitar rumah mereka. Dimana Retno lantas minta pemilik pabrik buat limbah kayunya. "eh, dikasih. Ya, sudah kami berkreasi saja dengan kayu- kayu limbah itu."

Dari limbah kayu tersebut diubah menjadi aneka produk. Mulai produk tempat tisu, tempat pensil, gantungan kunci, gantungan pakaian, aneka souvenir, tempat sabun, sampai figura foto. Bahan mereka ya kayu bekas itu sendiri. Namun, paling menarik, ialah pasangan imenggunakan bahan kayu pinus tetapi bukan mudah loh.

Retno juga membuat garpu. Unik memang menjadi konsep bisnis mereka berdua. Retno lantas memasukan unsur wanita dengan aneka gambar bunga cantik ataupun buah- buahan. Ia suka gambar stroberi dan bunga matahari. Retno cukup melukiskan sendiri gambar tersebut menjadi anaka macam barang.

Untuk catnya cukuplah menggunkaan cat vernis biasa. Cuma masalah karena katu bekas maka terkadang ia mendapatkan potonga- potongan kecil. Awal- awal maka mereka cuma membuat barang kecil lalu lama- lama semakin besar.

Bisnis kreatif


Semakin lama usahanya semakin membesar. Dari cuma kotak- kotak kecil, bisnis mereka membuat seperti lemari, tempat tidur, meja, dan kursi kayu. Retno mulai melayani pesanan TK, ataupun buat permintaan dari pribadi. Agar tidak menganggu ekosistem Retno memilih membeli kayu dari PT. Perhutani, bukan kayu baru.

Walau telah dikenal bisnis GS4 Wood Craft tidak menarget luar negeri. Retno dan suami lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan lokal. Untuk pasar lokal saja sudah kwalahan dibuatnya. Mereka memproduksi untuk retail juga supermarket sejumlah kota di Indonesia.

"Sistemnya jual putus, saya tidak mau konsinyasi," tuturnya.

Karena belum berpengalaman jadi permintaan membludak. "...sampai 60 ribu pieces produk kerajinan kayu pinus," terang dia. Kalau ekspor kan kualitas barang lebih ketat haru sama kualitasnya. Memang ada harapan untuk berbisnis ke luar negeri tetapi belum.

Untuk sekarang Retno memilih menjual ke pasar lokal. Karena dari pasar lokal pun kwalahan karena terus berdatangan. Alasan kesulitan mengontrol kualitas namapknya masih menjadi alasan. Sekarang Retno tidak mau muluk- muluk. Tujuan utama mereka sekarang hanyalah bagaimana bisa menguliahkan anak- anak.

Lebih dari 20 tahun sudah bisnis mereka menarget pasar lokal. Faktor kualitas selalu ditingkatkanya. Apalagi tumbuh pesaing di usaha sejenis. Harga jual produk daur ulang mulai Rp.60.000 sampai Rp.125.000. Tidak termasuk produk kayu baru seperti lemari ataupun meja.

Workshopnya yang terletak di Jl.Gondosuli 4, Malang, atau Kota Malang, di Jl. Semeru 14, memenuhi pesanan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Aceh, Bontan serta kota lain di Indonesia Timur. Ibu tiga anak ini sekarang sudah mulai ekspor ke Jamaika dan Singapura sejak 2003.

Untung dikantungi oleh bisnis GS4 Wood Craft sampai Rp.20- 25 juta per-bulan loh. Untung besar buat satu usaha yang bermuara dari bisnis mengolah limbah. Kini, keduanya tidak cuma dikenal sebagai pengrajin tapi juga pembuat mabel handal dari kayu sisa.

Berbagi tugas


Ketika awal melihat daripada kayu dibuang percuma. Budi berpikir keras kenapa tidak kayu- kayu bekas disekitaran dimanfaatkan. Ia lantas meminta ijin ke pemilik pabrik, yang kebetulan temannya. Bolehkan dia membawa kayu bekas tersebut ke rumah. "Teman saya itu, memperbolehkan. Malah senang," kenang dia.

Pria berkacamata ini lantas membawa kayu tersebut ke sang istri. Tanggapan istri positif dan mulailah mereka berbagi tugas. Karena Budi merupakan arsitek, maka tugas dia adalah mendesain produk kecil- kecilan dulu. Sementara Retno bertugas untuk mewarnai dan menggambar. Keduanya bekerja sama sebagai pengusaha baru.

"Jadi, kami selalu berdua membuat hasil olahan kayu," tutur Retno. "Kalau tidak begitu, rasanya ada yang aneh dan hilang," imbuhnya tersenyum malu- malu.

Modal awal mereka berdua bisa dibilang nol. Karena mereka membawa dari sisa perusahaan mebel. Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Merdeka (Unmer) ini, juga meminjam peralatan dari kenalannya. Jadi semakin mengukuhkan usaha mereka bermodalkan nol rupiah.

"Kami juga tidak menyangka mendapatkan omzet sebesar ini," imbuh Budi. Memang berwirausaha tidak mengenal usia.

Contoh nyata ya pasangan suami istri Retno dan Budi. Dalam keterbatasan jangan berarti berhenti buat jadi kreatif. Siapa tau, nanti kamu bisa menghasilkan produk istimewa seperti usaha mereka. "Asal, usaha yang dikerjakan, benar- benar serius ditekuni." Jangan menyerah ketika penghalang datang seperti ketika mereka dulu.

Perlu kamu tau keduanya pernah hampir bangkrut. Tahun 1998, karena krisis moneter keduanya sempat mau bangkrut karena harga cat naik. Padahal orderan dengan harga awal ditetapkan dulu. Dengan rasa tidak menyerah membuat mereka bangkit. Maka disaat ekonomi aman seperi sekarang, mereka sudah siap sedia.

"Tidak berpengaruh, malah penjualan meningkat," tukas Retno. Dan ia dan suami menyarankan buat kalian para pemuda jangalah takut berwirausaha kelak.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba