Daur Ulang Sampah Jadi Pakan Ternak Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Juni Kuswanto


usaha daur ulang sampah
 
Pengusaha muda ini daur ulang sampah jadi pakan ternak. Juni Kuswanto telah menganalisa potensi lingkungan sekitar. Pengusaha sosial asal Mojokerto bermula dari rasa gerah akan keadaan. Dia lalu mengenang itu bermula dari kumuhnya Surabaya, karena sampah menumpuk.

Bertahun- tahun lalu, Kota Surabaya dikenal kumuh di beberapa sudut, ketika hujan deras tumpukan sampah membusuk. Baunya akan tidak tertahan karena mengandung sampah organik. Terutama tuh sampah sisa makanan yang berhari- hari.

"Apalagi saat hujan, tumpukan sampahnya itu sangat mengerikan," ujarnya.
 

Bisnis Daur Ulang

 

Juni mungkin hidup mapan berkecukupan dalam segala aspek. Pria mapan kelahiran 30 Mei 1992, yang bekerja di berbagai lembaga di Jawa Timur, dengan gaji 20 jutaan. Membayangkan saja kamu mungkin sudah puas tinggal menemukan kebahagiaan.

Namun ternyata tidak, Juni malah semakin mengkritisi keadaan lingkungan sekitar Surabaya. Greget banget rasanya dia ingin melakukan sesuatu. Ingin rasanya dia keluar dari zona nyaman, mengangkut sampah- sampah itu ke tempatnya.


Dia berpikir tempat apa yang cocok bagi sampah- sampah ini. Juni kemudian memiliki ide mendaur ulang. Pengusaha ini mulai mencari literatur mengenai pengolahan sampah. Daur ulang sampah jadi pakan ternak belum terpikirkan. 

Akhirnya dia menemukan dan mengeluarkan modal sampai Rp.500 juta. Juni tidak memiliki ilmu mengenai ini. Dia cuma mencoba berdasarkan sumber informasi, melakukan trial and error sampai jadilah. Uang tersebut digunakan membeli mesin, melakukan percobaan, dan mendirikan bangunan.

Sesudah bangunan jadi serta siap kesemuanya tinggal diresmikan. Dia lalu mengundang Ibu Risma Wali Kota Surabaya, tetapi ternjadi permasalahan yang sangat mendasar. Faktanya tanah bangunan itu merupakan milik pemerintah daerah.

Batal lah dia meresmikan bangunan tersebut, bahkan harus rela membongkar bangunan. Uang Rp.500 juta itu seolah lenyap bahkan ditinggal tim kerja. Kejadian itu hanya menyisakan buku dan timbangan tanpa uang tersisa. 

Meski begitu, dia tidak menyerah, sudah terlanjur masuk ke industri daur ulang. Maka Juni kembali merintis ini. Dia tak patah arah kembali bangkit dari awal. Diajaknya sang adik untuk ikut masuk ke bisnis ini. Prinsipnya lebih baik mengajak keluarga, ketimbang orang lain masuk ke dalam hutan.

"Saat diterkam binatang buas, saudara tidak akan sekalipun meninggalkan," ia lanjutkan.

Alumni Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang memulai kembali usaha ini bahkan seperti tanpa modal sedikitpun. Dia sempat disangsikan masyarakat yang mengamati tingkahnya. Ketika mencoba mengajak masyarakat, beberapa nampak tak antusias menjawab ajakan tersebut.

Ia mencoba membuat sistem bank sampah. Dulu belum seperti sekarang, orang masih meragukan uang yang dihasilkan, apakah benar mereka yang memberi sampah akan ditukar uang. Kerja sama keuangan melalui sampah warga ini sangat diragukan. 

Tetapi, Alhamdulillah, level usaha ini terus meningkat dan berlanjut sampai sekarang. Juni tak seperti dulu "ngoyo" menggelontorkan uang pribadi. Sebuah usaha yang diawali tidak ditentukan berapa pantas nominal modal. 

Cukup tiga prinsip utama sebagai modal, yakni leadership, marketing, dan kejujuran. Dia berkata jangan takut memulai. Bila kamu mengeluh karena modal maka jiwa wirausaha kamu diragukan. Juni berkata kewirausahaan harus menjadi pelurus, generasi yang bisa mengubah masa depan.

Juni kemudian mendirikan perusahaan BJSC Aquagro Mandiri. Dia memberdayakan bahkan pecandu narkoba. Mereka diajak untuk memilah sampah plastik dan organik. Sampah organik lalu akan dia olah menjadi pakan bebek, ikan, dan ayam yang berkualitas dan murah.

Bukan sembarangan Juni merapkan standarisasi. Jadi setiap pakan dihasilkan berkualitas, dan akan meningkatkan produktivitas peternak.

Jadi Pengusaha Ditipu Tiga Ratus Juta Holycow by Chef Afit

Profil Pengusaha Lucy Wiryono dan Afit Dwi Purwanto 


holycowchef.png

Kisah Holycow by Chef Adit sempat mengalami keterpurukan. Jadi pengusaha malah ditipu tiga ratus juta. Tidak mudah bagi istri mengikhlaskan suami berwirausaha. Apalagi ketika suami sudah memiliki kerjaan mapan. Awalnya Lucy Wiryono menolak ide suami tentang berwirausaha. 
 
Kan kalau jadi pengusaha punya resiko besar. Orang tidak pernah tau apakah usaha akan sukses atau tidak. Hasilnya kan juga tidak besar tetap setiap bulan. Faktor- faktor lainnya, contoh faktor teknis seperti SDM berkualitas, bisa menyeret orang ke jurang kebangkrutan.
 

Jadi Pengusaha Ditipu

 
Disisi lain, pengeluaran bulanan akan selalu ada sama besarnya, bahkan bisa- bisa malahan naik. Dan  sang suami, Afit Dwi Purwanto, seorang chef pada acara khusus di stasiun RCTI. Nyeletuk gini di depan Lucy: 
 
"Kalau menjadi pegawai yang ngerasain aku, kamu, anak kita, keluarga... dan paling sudah dibafi zakat. Jika Afit membuka usaha sendiri bisa membantu banyak orang, kan?

Bayangkan kamu mempunyai pegawai, digaji kamu, kemudian menikah menafkahi istri, anak, terus sampai jenjang setinggi mungkin. Lewat usaha kita sendiri,  berkat kamu, pegawai kamu itu nanti bisa mencukupi gizi, menyekolahkan, dan banyak lagi. 
 
Jadi kita bisa lebih membantu dibanding jadi pegawai meski banyak tunjangan. Chef Afit akhirnya memutuskan berhenti dari RCTI. Lucy tengah berjudi akan nasib keluarga mereka di tangan nasib. Bersama mereka kemudian membahas mau bisnis apa. 
 
Keduanya ternyata memiliki satu hal sama. Mereka ingin membuka tempat makan steak bagus, tetapi itu loh, butuh banyak uang dikorbankan. Kesimpulan mereka ingin membuka warung. Konsep gila mereka: Membuka warung steak wagyu murah yang berkaki lima. 
 
Usaha mereka jualan di pinggir jalan. Istilahnya nebeng, dan waktu itu keduanya buka usaha di depan toko kaca film untuk mobil, tanah jualan mereka tentu bukan milik mereka sendiri.

Bisnis dijalankan Maret 2010 silam, dikerjakan enam orang tidak termasuk Lucy ya, tentu saja yang menjadi juru masaknya Afit. Menurut blog pribadi Lucy Wiryono, ia cuma bisa melihat saja karena tugas lebih penting, yakni menjaga anak mereka.

Hari pertama buka pengunjung lumayan. Afit dan lima orang rekannya lumayan kerepotan. Tidak punya pengalaman melayani orang, apalagi sebanyak itu. Sempet merasa takut kalau salah melayani. 
 
Waktu asik melayani pengunjung, eh masalah datang, tiba- tiba hujan besar menyeruduk kanopi sampai bocor, becek. Beruntung pengunjung tidak kabur. Pengunjung memilih untuk bertahan bersama mereka. Orang berpikir kalau mau makan enak harus di restoran. 
 
Inilah tantangan coba mereka patahkan. Terbukti pengunjung merasakan betah meski hujan mengguyur panjang. Kebersihan sangat diperhatikan mereka agar pengunjung merasa nyaman.

Bermodal uang bersama senilai Rp.70 juta di Bali. Mereka tengah mencoba membuktikan bahwa bisnis wagyu murah bisa. Hasrat ingin bekerja untuk diri sendiri mengemuka. Alasan itulah kenapa bisnis mereka penuh kehati- hatian serta perhitungan cermat. "...bukan keren- kerenan," ujar Lucy.

Bisnis Murah


Murah tetapi tidak jual murahan. Konsep yang dibawa Afit dan Lucy, membawa usaha bernama Holycow ini beruntung. Dulu cuma menumpang jualan di pinggir jalan. Kini, Holycow sudah memiliki tempatnya sendiri -tanah milik mereka sendiri.

Tuga pengusaha adalah membangun kepercayaan. Gimana sih agar wagyu murah diyakini memiliki kualitas tidak kalah. Mereka mengambil daging stik asal Jepang, untuk meyakinkan masyarakat, mereka datang ke Jepang sendiri. 
 
Melihat lewat mata sendiri peternakan sapi, dari perawatan sampai sembelih, semua halal. Kenapa daging wagyu yang dikenal mahal itu jadi miring. Ternyata rahasianya yaitu penentuan margin untung Holycow. Mereka lebih memilih meningkatkan jumlah penjualan. 
 
Dibanding mengambil margin untung besaar. Sama- sama daging Jepang berkualitas tetapi harganya jadi lebih miring deh. Banyak orang belum tau wagyu. Jika orang lain menjual daging wagyu antara Rp.200- 500 ribu. 
 
Maka di Holycw dijualan bisa sampai Rp.90 ribu. Lucy memang sempat berpikir amatiran. Sebelum bisnis bidang daging sapi. Dia sempat berpikir harga mahal karena faktor distribusi dan perawatannya.

Tetapi ternyata harga mahal justru karena profit diambil pengusaha. Gampangnya orang jualan di mall- mall sama di jalanan beda. Ada harus bayar AC lah, karyawan lebih mahal lah, sedangkan Holycow ini jualannya di jalan. Hitungan umum pengusaha profitnya 70% dibanding modalnya cuma 30% -nya.

Kalau Holycow membalik prinsip tersebut: Jadi profit 30% dibanding belanja modal 70%. Mangakanya mereka getol berpromosi guna menutupi margin. Pemikiran bahwa semua orang suka daging. Menjadi landasan bisnis Holycow bertahan diterpa cobaan.

Salah satunya orang berpikir daging mereka bermasalah. Mulai berpikir daging reject lah. Daginya bekas lah. Pokoknya prasangka bermunculan jika kalian menggunakan prinsip Holycow. 
 
Sukses mereka juga terletak kepada kesabaran mengedukasi pasar bahwa kita berkualitas sama -dibanding yang lebih mahal.

Mana Holycow Asli


Sejak lama Afit menginginkan usaha sendiri. Tetapi menjadi pengusaha bukan perjalanan semalam. Butuh waktu waktu hingga berada di posisinya sekarang. Sudah mendapatkan tentangan dari istri, Afit juga mendapatkan tentangan orang tua, terutama ayah yang ingin Afit jadi profesional di bidangnya.

Gaji tetap menjadi alasan kebanyakan orang. "Dari kuliah, saya selalu ingin independen. Tidak mau jadi buruh orang lain" ujarnya kepada situs Marketeers.com.

Sejak kuliah Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Afit sudah mulai menjual aneka kaos sablonan. Bisnis ini bahkan sempat dibapakai seorang VJ MTV. Sayang, Afit tidak pandai mengantur uang, terbawa arus kehidupan remaja berfoya- foya. 
 
Singkat bisnis Afit runtuh karena gagal mengelola keuangan usaha. Selepas menikah dengan Lucy Wiryono, beberapa bisnis sudah dimulai, sebalum mantab berbisnis steak wagyu. Bisnis Afit meliputi bisnis keripik dan bisnis trading company. 
 
Kegagalan dilalui kedua pasangan tersebut. Bahkan nih, tahun 2004, ia sempat tertipu sampai Rp.300 juta. Dua pelajaran kamu bisa dapatkan: Jangan fokus hanya mencari untung lebih cepat. Dan, harus paham akan seluk beluk bisnis ditekuni.

Puncak masalah justru datang ketika dia menjalankan Holycow. Yakni ketika rekan bisnis mereka memilih pisah karena berbeda visi. Alasan klise ini sempat membuat Holycow goyah pada 2012 silam. 
 
Tepatnya di Mei 2012, kedua belah pihak memilih mengambil jalan sendiri, membesarkan Holycow masing- masing. Perpecahan memang berat tetapi jangan bersatu malah saling curiga. Menjadi catatan menarik ketika mereka berpisah lewat notaris. 
 
Mereka membawa mediator bersertifikat membagi saham. Aneka biaya dikeluarkan mulai biaya penalti, disusul tutupnya gerai Holycow di Singapura. Hutang suplier akhirnya menumpuk di pihak Afit. 
 
Meskipun sama- sama memakai nama Holycow, nama dibawa Afit berbeda. Bagaimana membedakan Holycow Afit atau bukan. Untuk menarik pelanggan yang sampat hilang. Aift membuka sayembara logo buat bisnis Holycow milik mereka sendiri.

Lahirlah nama Holycow Steakhouse by Chef Afit, pada Oktober 2012. Dia tau betul bahwa orang sudah tau kalau Holycow pecah kongsi. 
 
Cuma orang belum tau Holycow yang mana besutan Chef Afit. Yang mana kah Holycow menghadirkan masakan otentik sang Chef. Unik memang, bisnis mereka dioperasi, dan memilih wajah baru berdasarkan keinginan pelanggan. 
 
Cara brand awareness cocok buat kamu yang pisah bisnis. Membuat konsumen sadar bahwa brand mereka baru tetapi tetap memiliki kualitas sama.

Kedua belah pihak sama di mata hukum berhak memakai Holycow. Hal terbaik dilakukan ialah lewat menegaskan brand mereka. Nama by Chef Afit semisal, memberikan ketegasan bahwa inilah Holycow yang bercita rasa awal, racikan tangan Chef Afit.

Perpecahan memberikan dampak kepada keuangan juga. Memulai bisnis tinggal separuh aset, sementara dia sendiri dalam ketidak pastian, ditambah harus menanggung 28 karyawan yang memutuskan ikut Afit. 
 
Dua gerai tersisa ditanganya, maka dia memberi dua sift pendek dan ekstra libur kepada karyawan. Isitilahnya mereka kelebihan pegawai, ketika bisnis mereka memulai ulang bermodal dua gerai. Hingga seorang Angel Investor memberika uluran tangan. 
 
Afit membuka gerai ketiga dibuka di Kelapa Gading. Dimana tujuan menampung tenaga kerja, serta meningkatkan produktifitas. Dua sisi mata koin terjadi ketika Holycow berpisah. Terutama soal kemajuan bisnis. 
 
Singkatnya ketika Holycow satu berbuat ulah. Maka Holycow lainnya dapat terkena dampak. Begitu juga sebaliknya, jika Holycow Afit sukses berprestasi, Holycow satunya juga ikutan mendapatkan kredit.
 
Pada 19 Mei 2016, seorang pelanggan bernama Lala curhat melalui sosial media Path. Sosial media yang sangat bersifat pribadi tersebut tersebar. Bahwa Lala pernah makan tiramisu MISU yang ikut diguhkan Holycow by Chef Afit, ternyata menemukan cicak!
 
Pihak Afit segera merespon sampai memutuskan kerja sama. Brand MISU dilepaskan kontra menjadi suplier menu tiramisu. Holycow by Chef Afit kemudian memasang surat terbuka permintaan maaf, dan memberikan klarifikasi.

Masalah begini sering terjadi kesalahan juga datang dari pihak owner. Susah memang jadi pengusaha menghadapi permasalahan. Pernah seorang pelanggan bernama Annisa menemukan ulat. Curhatnya di Twitter pada 7 Januari 2017 membuat heboh.


Dan Afit harus mampu memperbaiki keadaan karena nama brand dipertaruhkan. Lucy Winarno turun tangan menjelaskan termasuk soal "kecoa" di sayur. Dalam tanggapan pihak Holycow menjelaskan itu bukanlah kecoa melainkan sejenis belalang.

Menurut Afit menu makanan sayuran memang perlu sangat diperhatikan. Holycow by Chef Afit selalu tanggap walau masalahnya dari cabang. Lucy memberikan pengalaman penyampaian keluhan cepat tanggap. Walau pelanggan harusnya melapor bukan posting tetap ditanggapi serius dan tidak emosi.

Sayuran organik merupakan menu tambahan dan disuply pihak kedua. Dimana di Malang, sumbernya keberadaan ulat di sayur organik memang mungkin. "Kita ini sekarang memakai bayam organik, kemungkinan adanya ulat memang itu sulit dihindari," ujar Lucy.

Pemilik Donat Madu Cihanjuang Bisnis Waralaba

Profil Pengusaha Fanina Nisfulaily


donat madu cihanjuang
  
Pemilik donat madu Cihanjuang bisnis waralaba menjanjikan. Ridwan Iskandar bersama istri, Fanina Nisfulaily, memulai bisnis donat madu sejak Mei 2010. Pertama kali, keduanya cuma membuka sebuah gerai bersama di jalan Cihanjuang Nomor 158 A Cimahi, Jawa Barat.

Ide awalnya yaitu mengembangkan bisnis kuliner berbeda. Mereka ingin menciptakan produk premium namun memiliki harga terjangkau. Inovasinya dengan menambah unsur lain di adonan donat biasa yaitu madu.

"Butuh waktu satu tahun bagi saya meracik donat dengan campuran madu itu," ucap Ridwan.


Ia mengaku membutuhkan waktu lama. Bukan madu biasa, sepasang pebisnis ini memilih madu bermutu yaitu madu Sumbawa. Setelah yakin akan donatnya mereka baru mengeluarkan produknya di pasaran. Merek donat meraka berasal dari nama jalan dimana kiosnya pernah dibuka.

Walaupun terbilang masih baru, donat Cihanjuang mampu sukses di lidah masyarakat. Hingga kini, produk donatnya baru tersedia berbagai rasa yaitu almond, durian, pisang, abon, choco crispy, lemon dan lainnya. Setahun sudah beroperasi, ia telah memilih sistem kemitraan agar bisnisnya lancar.

Mitra pertama mereka berada di kawasan Depok, Bogor dan Cinere. Tepat sejak bulan Juli 2011, Ridwan mengembangkan sistem kemitraan atau waralaba. Kamu cukup merogoh kocek Rp.10.000.000 untuk menjadi terwaralaba, lalu bisa membuka kios di wilayah sendiri.

Nilai investasinyameliputi penggunaan merek, pelatihan karyawan, serta biaya promosi. Setelah beroperasi terwaralaba musti membayar senilai 9% dari omzet per- bulan. Ia menambahkan bahwa soal peralatan seperti pembut adonan, interior gerai, etalase donat dan tempat usaha terwaralaba yang menanggung.

Soal bahan baku lain hal, ia menjamin pusatnya menyediakan semua kebutuhan bahan.

"Peralatan dan tempat sepenuhnya dari investor," jelasnya.

Ridwan sendiri memiliki empat gerai yang bisa kamu kunjungi yaitu Situ Gintung, Lenteng Agung, Cireundeu, dan Tanjung Barat. Agar kualitas rasa terjamin tak jarang dirinya sendiri mengecek ke gerai- gerai tersebut. Ia memastikan satu per- satu gerai utama miliknya.

"Kami mengontrol mulai dari kebersihan dan juga pelayanan di masing- masing gerai," katanya yang juga merekrut dua karyawan khusus. Modal produksi satu waralaba berkisaran Rp.7.500.000 per- bulan.

Dan, dia meyakinkan melalui simulasi bahwa modal balik sekitar 4- 5 tahun. Terwaralaba akan menjual donat sekitar 300 potong dengan omzet Rp.900.000 atau setara Rp.27 juta per- bulan, satu donat dijual Rp.3000.
 
Fanina pada sebuah kesempatan bersama Bakery Magazine. Dia bercerita bahwa produknya premium tapi berharhga miring. Itu sengaja memang dipilihnya, dan terbukti bisnis waralaba Donat Madu Cihanjuang bisa saja kita sandingkan dengan Dunkin Donut.

Memang waralaba donat sudah banyak tapi Donat Madu Cihanjuang bisa melekat di hati. Alasan lain, kenapa berbisnis donat, Fanina bercerita pengalamannya menikmati satu brand donat. Pemilik donat mamdu Cihanjuang mampu menjual sama tetapi lebih murah.

Ini dibuktikan dengan usahanya tak jera meracik- racik resepnya sendiri. "Ketika mencoba donat produksi sebuah brand, saya berpikir bahwa donat seperti itu bisa sebenarnya bisa dijual dengan harga yang terjangkau," kenangnya.

Setelah satu tahun beroprasi barulah ia berani menyuguhkan konsep kerja sama waralaba. Soal mitra waralaba ia menjelaskan sudah ada 127 gerai, wow!

Apa yang membuatnya jadi favorit masyarakat adalah adanya varian- varian unik yakni donat abon, donat oreo, choco flake. Untuk menunjang varian rasa ia pun tak tinggal diam berkreasi. Bahkan dia berani agar staff -nya ikut andil dalam tumbuhnya donat madu Cihanjuang.

Total ada 100 buah varian rasa donat yang berbeda. Alasan kanapa kamu harus melirik bisnis donat, "Donat adalah jenis makanan yang bisa dinikmati kapan saja," ujar Fanina Nisfulaily, pemilih Donat Madu Cihanjuang, yang jadi primadona kami.

Kisah Pengusaha Muda India CEO Termuda

Profil Pengusaha Suhas Gopinath

 

ceotermuda.png
 

Pernah tercatat menjadi CEO termudah bahkan masuk rekor India. Kisah pengusaha muda India bernama Gopinath, lahir 4 November 1986, yang memiliki 400 karyawan yang tersebar keseluruh Indonesia. Dia merupakan kebanggaan India.


Dia berbisnis software. Tercatat dalam Limca Book of Records, atau Rekor MURI -nya Indonesia, sudah merintis usaha software semenjak usia 14 tahun. Suhas Gopinath memiliki 400 karyawan ketika usianya 22 tahun.


Sempat dia hampir menjadi orang biasa tidak punya pekerjaan. Pasalnya, pada perusahaan investasi asal Houston, Texas, sempat menawarinya $100 juta buat menjadi pemegang saham utama. Namun tawaran tersebut ditolak Gopinath,"mengapa saya harus menjual bayi saya?".

 

Kisah Pengusaha Muda


Setelah lama berpikir ia menyadari bahwa mereka "membeli". Bukan investasi diinginkan Gopinath membangun bisnis ini. Kisah pengusaha muda India tersebut bermula ketika internet masuk. Awalnya jaringan internet masuk melalui warnet pertengah 1990.


Internet cafe atau warnet pertama dibuka di Banglore. Itu satu pintu bersebelahan dengan rumahnya Gopinath. Seolah ditakdirkan ia terbawa sampai ke balik pintu warnet India. Bermula saudarnya yang bernama Shyreyas yang menaruhnya di sana.


Dia terpukau. "Saya kagum," tegasnya. Dia kagum akan kekuatan internet. Dan tidak menyangkan itu akan sangat merubahnya. Internet merubah hidupnya sampai membuat Gopinath lupa waktu. Ia selalu habiskan waktu berselancar internet.

 

Latar belakang keluarganya sangat saderhana. Dimana ayahnya merupakan ilmuan buat Indian Army, dan dia pernah sekolah di sekolah Angakatan Udara. Komputer bagi keluarganya merupakan hal mewah. Mereka keluarga kelas menengah. Dia cuma mampu nongkrong ketika istirahat makan siang.


Pengusaha muda kemudian belajar membuat website. Ibunya curhat kalau anaknya membuang- buang uang. Tiap Rupee dibelanjakan menyewa internet berjam- jam. Gopinath mengakui, tadinya dia adalah murid pintar di sekolah, kemudian turun menjadi murid pas- pasan.


"Saya adalah murid pas- pasan. Sebelum menemukan dunia internet, saya bermimpi untuk menjadi dokter hewan," celetuk Gopinath.


Usianya baru 13 tahun, proyek internet pertamanya www.coolhindustan.com, tahun 1998. "Saya ingin memberikan informasi orang India diseluruh dunia melalui sebuah forum, untuk mempublikasikan kejadian- kejadian yang ada, tips makan diluar, dan setiap hal lain yang mereka minati," ia lanjut.


Forum populer dikalangan orang India sampai menarik musuh. Beberapa hacker Pakistan menyerang websitenya karena populer. Mereka menyerang orang Hindustan mengganti halamannya. Dihack lalu halamannya ditulisi "Cool Pakistan".


Itu adalah pengalaman terburuk menurut Suhas. Namun dia tetap berjalan sampai membangun suatu perusahaan Network Solutions. Itu lalu menarik perhatian orang Silicon Valley. CEO termuda yang layak dipanggil ke pusatnya San Jose, California.


Itu merupakan perjalan pertama keluar negeri. Bocah belasan tahun tersebut ditawari pekerjaan. Ia bahkan akan akan disekolahkan di Amerika.

 

Mengang gimana rasanya bekerja ketika usia 17- 19 tahun. Dia sangat keteteran antara berbisnis dan sekolah. Bayangkan dia harus mengurusi klien, sementara nilai pendidikan 80 persen dan sisanya cuma 65 persen. "Saya berusaha keras dan tidak melepaskan kelas satupun," lanjutnya.

 

"Ketika saya ujian, saya berkata saya tidak sehat," kenang Suhas. Kantornya di Banglore, dicertikan memiliki pegawai 15 orang, rata- rata usianya 17- 19 tahun. Ia memperlakukan mereka bagaikan seorang teman, "...jadi pekerjaan semua akan lebih mudah".


Perusahaan miliknya membuat website, jasa membuat website korporasi, software solution, web dan mobile solution dan eCommerce. Lengkap Suhas menjadi solusi bagi pengiklan sampai institusi. Bisnis Global memiliki 200 pelanggan, mereka tersebar ke 11 negara dengan 65% berasal dari Eropa.


"Saya sangat tertelan dalam dunia internet. Itu berubah menjadi passion," lanjutnya.

 

"Meskipun kedua orang tua saya sangat menentang tersebut, saya menghabiskan waktu berjam- jam didepan komputer. Kakak tertua saya Shreyas sangat mendukung. Saya belajar HTML, ASP dan software apapun lewat warnet," kenangnya.


Di 14 Mei 2000, bersama temannya Clifford Leslie dan Vinay M.N, mendirikan Coolhindustani.com. "Saya tidak memiliki uang untuk memulai. Orang tua saya menolak memberikan sepeserpun, mereka berkata itu tidak berharga," kenang Suhas.


Di Agustus, tahun yang sama, ia dan kawannya mendirikan Global Inc, solusi websita dan networking. Dan dia menawarkan gratisa awal. Klien sempat tidak mempercayai. Pasalnya mereka masih sekolah tetapi begitu diperlihatkan hasil; Mereka sangat puas.


Dia telah menganalisa prospek bisnis sebelum populer. Bahkan cepat beradaptasi memenuhi semua aspek kebutuhan. Mereka menciptakan software. Memenuhi kebutuhan guru mengabsen siswa yang hadir atau tidak tanpa memanggil satu per- satu.


Sistem tersebut membuat pemerintah kagum. Mereka terkejut akan teknologi baru ini. Hingga mereka memutuskan mengkontraknya membuat program 1000 sekolah. Suhas memiliki kantor di San Jose, memiliki 125 orang, dan di Banglore, dia memiliki karyawan 25 orang.

Pendiri Asuransi Pertama Indonesia Pengusaha

Biografi Pengusaha Harry Harman Diah


avrist aia indonesia

Jawaban siapa pendiri asuransi pertama Indonesia. Biografi Harry Harmian Diah, pengusaha pendiri asuransi Avrist merupakan asuransi pertama. Harry berbisnis selama 40 tahun memajukan ekonomi Indonesia. Usahanya PT. Avrist Assurance berdiri sejak 1975 dan telah banyak perubaha.
 
 
Terbaru ialah kemitraan dengan American International Assurance, Ltd, atau kita sering sebut AIA dan berbisnis bersama sejak 1984. Fokus masih sama berjualan asuransi dibawah bendera AIA. Ini merupakan bisnis asuransi jiwa patungan Indonesia.

Kerja sama tersebut meningkatkan posisi Avrist, asuransi pertama Indonesia. Setelah kemitraan itu selesai, perusahaan tetap lanjut berbisnis terus berevolusi tanpa menyandang nama AIA. Tahun 2009 menjadi titik bagi perusahaan untuk menjadi multinasional.
 

Asuransi Pertama Indonesia


Berbisnis asuransi 40 tahun, pendiri Avrist asuransi pertama di Indonesia ini. Memiliki layanan yang tentu sangat komplit. Dari asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan kerja, dan pensiunan. Melayani dari perorangan sampai perusahaan besar.

Memiliki 7.100 agensi, dan 550 karyawan, yang tersebar sampai 56 kantor pemasaran. Memiliki satu juta nasabah seluruh Indonesia. Avrist juga tidak berhenti melakukan kerja sama. Salah satunya yaitu kerjasama dengan Meiji Yasuda Life, yang sudah 130 tahun berbisnis asuransi di negara Jepang.


Biografi Harry Harman Diah pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia. Merupakan Alumni Fakultas Ekonomi UI, sudah melakukan bisnis asuransi sejak 1975. Awalnya mendirikan perusahaan yang bernama PT. Asuransi Jiwa Ikrar Abadi (AJIA), yang paham kesadaran masyarakat rendah.

Masyarakat masih berpikir sinis tentang asuransi. Sebagai toko senior asuransi Indonesia, banyak hal dapat dipelajari dari biografi Harry Harman Diah. Selaku pendiri Avrist asuransi pertama Indonesia, yang pernah mengalami asam manis menjadi pengusaha.

"Ini pekerjaan gila. Berbisnis asuransi memang perlu keberanian dan kadangkala nekat," tutur sang pengusaha senior.
Kenekatan pengusaha senior ini ialah premi dibawah 1 juta. Namun, harus siap membayar asuransi sampai Rp.100 juta. Bisa dibayangkan sangat susah mendapatkan keuntungan. Sebagai pengusaha senior, ia menambahkan kesadaran masyarakat menambah beban perjuangannya.

Sudah memberikan insentif kepada masyarakat. Toh dalam biografi Harry Harman Diah, tidak bisa menjamin kesuksesan seseorang. Memberi harga murah tidak menjadi solusi pengusaha senior ini. Di tahun enam, usahanya hampir bangkrut, dari modal Rp.100 juta cuma tersisa 23 juta rupiah.

Menurut hitungan modalnya sisa dibawah 25%. Padahal kalau dihitung, secara akuntansi maka dia sudah bangkrut dan mustahil bangkit lagi. Tetapi pengusaha senior ini menunjukan giginya. Tetap berbisnis meskipun dalam ketidak jelasan.

Meskipun bangkrut tetap menjadi pengusaha senior. Inilah daya juang yang harus dimiliki setiap kita pengusaha muda. Menurut dia ada tiga kunci sukses bisnis asuransi. Pertama adalah bersabar akan ketidak mampuan mendapat klien, kedua tangguh menghadapi masa sulit ketika kehabisan modal.

Jangan serakah sebagai pengusaha asuransi tidak boleh serakah. Menghadapai segala masalah hingga AJIA berhenti bangkrut, dan mampu menghasilkan nasabah stabil. Di biografi Harry Harman Diah disebutkan bahwa dia juga seorang pengusaha ekspor.

Kemudian dari sanalah, dia berkenalan dengan praktisi asuransi dari perusahaan AIA. Ketika itu dari pihak Menteri Keuangan, Ali Wardhana, mengajak pasar asuransi nasional untuk bersinergi. Utama menggaet perusahaan asuransi nasional untuk bergabung berinvestasi.

Membolehkan perusahaan asuransi asing masuk, asalkan bergabung dengan perusahaan lokal. Maka menjadi kesempatan bagi Harry. Dia menggaet AIA menjadi rekanan bisnis. Lantas jadilah nama perusahaan PT. AIA Indonesia, menjadi perusahaan asuransi pertama yang multinasional.

Asuransi Avrist

Inilah kisah pengusaha asuransi Indonesia. Harry mampu memompa laju perusahaan cepat. Melalui bendera perusahaan AIA Indonesia. Tahun 2003 mendapatkan penghargaan perusahaan asuransi terbaik Asia. Asetnya juga melonjak sampai angka Rp. 1 triliun dari modal minim diatas.

Bisnis AIA Indonesia termasuk pelopor asuransi syariah. Namun, masalah kembali datang, ketika datang krisis ekonomi pada tahun 2008. Dimana dia harus menjual saham 60% perusahaan dan harus mengganti nama perusahaan, padahal sudah memiliki 3 perusahaan subsider.

Inilah kelahiran nama Avrist Assurance pada tahun 2009. Aneka produk dikembangkan untuk tetap bertahan. Target masyarakat menengah bawah digencarkan. Padahal pasar ini dianggap tidak mampu menghasilkan untung.

Namun Harry bertahan dengan argumentasi pasar tersebut. Dia berpikir justru mereka yang harus mulai kita perhatikan. Masyarakat kelas menengah prospeknya sangat besar. Dan pemerintah sendiri tidak mungkin sanggup melindungi mereka semua.

Padahal semua orang layak mendapatkan proteksi dari asuransi. Visi Harry adalah satu rumah tangga setidaknya ada satu asuransi Avrist. Pengusaha senior bergelar Master dari New York ini. Dia tidak berhenti mengajukan kerja sama, termasuk dengan perusahaan Belanda dan Jepang.

Aneka trobosan produk membawa Avrist aneka penghargaan. Tahun 2013, Avrist menyabet peringkat ke 2 perusahaan paling efektif, dan peringkat ke 3 investasi paling menguntungkan. Penghargaan bergengsi dari Islamic Finance Awards & Cup 2013.

Mendapatkan penghargaan pringkat ke 3, pilihan terbaik broker dalam hal servis proposal, servis klaim, dan penanganan klaim. Avrist tidak hanya menyediakan asuransi jiwa, tetapi juga syariah dan dana pensiun. Perusahaan Avrist bangkit hingga mampu mendirikan dua perusahaan baru dibawah.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba