Bisnis Bedcover Ibu Rumah Tangga Untung Puluhan Juta

Profil Pengusaha Lidya Sari


usaha ibu rumah tangga

Bisnis bedcover sukses besar. Inilah contoh ibu rumah tangga perlu ikuti. Ketika orang lain sibuk mengobrol diwaktu senggang. Ibu rumah tangga ini sibuk mencari uang. Walaupun berwirausaha dia masih mengurusi urusan dapur.

Bisnis Lidya Sari Husein, dimulai sejak usia 39 tahun, memproduksi aneka produk sendiri. Utamanya dia berjualan bisnis bedcover. Bisnis sampingan yang digeluti sejak memilih untuk menikah. Sambil menjadi ibu, Lidya memilih berwirausaha ketika bekerja kantoran dianggap tidak nyaman.

Kenapa ibu rumah tangga harus berwirausaha bisnis bedcover. Alasan utama karena menjadi pegawai banyak lembur. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Menjabat sebagai sekertaris di salah satu Hotel, di Jakarta. Begitu menikah dia memutuskan menjadi pengusaha.

Begitu menikah dia berhenti kerja total. Menjadi ibu rumah tangga tetap butuh sampingan. Kebiasa bekerja tidak bisa dihilangkan total. Tidak bisa menjadi ibu rumah tangga yang cuma diam di rumah. Bisnis bedcover memang layak dicoba sambil mengerjakan pekerjaan rumah.

Selain bisnis bedcover Lidya juga merias pengantin. Usaha lain yakni berjualan pakain. Dulu belum fokus memproduksi sendiri. Sudah banyak bisnis dijalankan dalam biografi Lidya. Ibu rumah tangga ini lalu mulai berjualan kebutuhan kamar.

Pengusaha Ibu Rumah Tangga


Bisnis utama Lidya adalah berjualan bed cover untung. Ide bisnis datang beberapa tahun kemudian. Disaat anaknya berusia 2 tahun. Diawali dari menjadi reseller sprei, bedcover, dan home set. Dua tahun kemudian dia memilih memproduksi sendiri.

Usaha mandiri yang bermodal dana hiba kementrian. Uang modal senilai Rp.15 juta dari Kementrian Koperasi. Digunakan untuk membeli mesin jahit, obras, bahan, plastik kemasan dan katalog. Jika bicara kunci sukses pengusaha ibu ruma tangga:

Bisnis bedcover kita harus melayani segala jenis permintaan. Langkah berikutnya menjaring reseller penjualan. Mereka akan menjadi ujung tombak berbisnis. Dia menjaring reseller sendiri. Mereka akan menjual bed cover hingga produk lain.

Bahan digunakan bisnis bed cover 70% bahan katun. Harga bed cover Rp.100 ribu- 1 juta, harga sarung bantal Rp.25 ribu. Usaha itu bernama Smoothy Sprei House. Telah mampu menambah kebutuhan keluarga. Pengusaha berhijab satu ini menghasilkan puluhan juta.

Tidak mau mengkhususkan bahan tertentu. Lidya sanggup membuat bedcover dari bahan apapun. "Pokoknya pesanana apa saja, kita usahakan bisa buat," ucapnya.

Senjata andalan bisnis bedcover adalah katalog. Hadir berbagai paket ke dalam sistem reseller. Untuk menambah jaringan, pengusaha wanita ini aktif mengikuti aneka pameran. Di biografi pengusahanya tidak ada kata berhenti.

Katalog sudah satu paket dengan reseller. Pihak mereka membeli katalog seharga Rp.300 ribu. Disana ada aneka barang yang dijual ke masyarakat. Sifatnya ekslusip hingga tawaran fee sampai 10- 15%. Tidak usaha repot memiliki produk sendiri, dan untungnya sudah menjanjikan.

Total reseller 50 mulai dari mahasiswa, dan kebanyakan ibu rumah tangga. Memang diakui banyak ibu rumah tangga ingin menjadi seperti dirinya. Kebanyak mereka juga masih muda. Mereka yang menikah, berhenti kerja, dan membutuhkan sambilan lewat berjualan reseller.

Ibu rumah tangga banyak ingin mencari kesibukan. Ingin mendapat tambahan uang belanja. Konsep katalog mempermudah mereka berjualan. Sistem fee sangat menguntungkan karena barang dijual premium. Bermodal katalog Rp.300 ribu, anda bisa mendapatkan downline lewat jualan.

Kamu bisa membuat jaringan sendiri. Menjual katalog,  kamu akan bisa menjual 100 buah per- bulan. Jika penjualan reseller sangat banyak. Bonus akhir tahun menjadi milik kita sebagai reseller. Untuk penjualan meningkat jika memasuki Lebaran.

"Kita kasih bonus produk. Supaya lebih kenal , suka dan semangat jualan," jelas pengusaha Lidya.

Smoothy Sprei House berawal tidak mudah. Bukan sekedar usaha sampingan ibu rumah tangga lagi. Bertahap Lidya mampu memproduksi 500- 700 potong sprei per- bulan. Omzet tiap bulan Rp.50 juta, dimana cukup mewakili pemikiran bisnis sampingan ibu rumah tangga.

Biografi Irvan Kolonas Pengusaha Muda Social Entrepreneurship

Biografi Pengusaha Irvan Kolonas


cerita irvan kolonas

Biografi Irvan Kolonas sang pengusaha muda. Sebelumnya ingin menjadi miliarder orang terkaya. Irvan merasakan apa yang kita impikan. Layaknya anak muda lain mencoba berwirausaha sendiri. Semasa SMA ingin menjadi orang terkaya di Indonesia.

Semua berubah ketika dia menemukan fakta masyarakat. Bukan karena tidak mampu, tetapi Irvan memilih lebih baik. Inilah kisah seorang social entrepreneur. Ia menemukan jiwa kewirausahaan menembus mimpi. Dia ingin membantu orang lain bukan sekedar menjadi kaya raya.

Buku berjudul "Banker to the Poor" karya Muhammad Yunus, sosok Bankir Bangladesh ini mampu menginspirasi perjalanan Irvan. Ia lebih memilih mendalami micro- finance. Bagaimana memberikan kontribus ke masyarakat.

Tujuan utama mencapai profit untuk masyarakat Indonesia. Tulisan tangan M. Yunus, sang pemenang Nobel Peace Prize 2006, sangat berkesan di hati Irvan Kolonas. Biografi Irvan Kolonas, pemuda kelahiran Singapura, 6 Februari 1998, pernah bercita- cita menjadi orang terkaya di Indonesia

Ingin menjadi pengusaha muda terkaya. Berbalik arah memilih mengabdikan ke masyarakat. Irvan ingin membuat kontribus untuk para petani. Dia bukanlah sosok pemuda biasa. Lulusan University of South California, Amerika Serikat, apakah dia mampu turun langsung ke sawah.

Mengambil jurusan Ilmu Politik dan Ekonomi, pulang ke Indonesia malah sibuk mengurusi masalah mikro- finance. Bergabung di Innovative Dynamic Education and Action for Sutainability (IDEAS). Irvan mencoba merubah pola pikir masyarakat kita.

Pengusaha Muda Berisnis mikro


gambar petani lampung

IDEAS meliputi kerja transformasi individu, keluarga, organisasi dan negara, untuk menjadi pelaku micro. Irvan berdiskusi dengan sang ayah, mencari masyarakat dituju. Inspirasi buku milik M. Yunus, dia menemukan bidang agrobisnis, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ia mencoba melalui caranya sendiri mengajar mimpi barunya. Biografi Irvan Kolonas memilih ide dari ayah. Para petani Lampung menjadi proyek pertama Biografi Irvan Kolonas. Kenapa memilih masyarakat tani Lampung, karena dekat Jakarta.

Dia mulai membuat model yang spesifik mengenai agrobisnis. Anak sulung dari tiga bersaudara ini, mencoba konsep Human Centered Design (HCD). Yang berarti harus turun langsung menjadi petani. Hal pertama dilakukan Irvan adalah membuat catatan interview.

Mulailah dia menulis kesulitan- kesulitan petani. Biografi Irvan Kolonas, dia tidak ragu untuk tidur beralaskan tikar di lantai tanah. Irvan meninggalkan semua kemudahan di Jakarta.

"Jujur saja, awalnya berat. Tapi, saya bertekad melebur dengan kehidupan petani. Kami menyebutnya soak in atau deep dive," jelas pengusaha yang masih lajang tersebut.

Irvan mencoba mendapatkan penilain paling prespektif. Cerita petani yang kesulitan memberikan pendidikan. Bagaimana sering gagal berproduksi karena faktor tertentu. Atau minimnya pengetahuan tentang bagaimana menabung.

Irvan dan kedua temannya, berhasil untuk mendapatkan profil masalah mereka. Maka, pada Agustus 2013, Irvan mulai mendirikan perusahaan sosial berdasarkan data profil tersebut. Melalui perusahaan bernama Vasham, mereka mencoba menerapkan konsep bisnis micro.

Mereka menawarkan program bernama Konco. Dimana masyarakat mendapatkan pinjaman ringan, berupa perlengkapan pertanian, pelatihan, dan pengawasan. Vasham mengajarkan cara mengakses pasar. Para petani Lampung tidak perlu lagi menjual ke tengkulak.

Irvan juga mengajarkan konsep asuransi bisnis. Menjelaskan kegunaan asuransi untuk menghadapi krisis. Bisnis Vasham memberikan pinjaman ringan, tanpa bunga ke petani Lampung. Biografi Irvan Kolonas, menarapkan konsep kesetaraan ketika menghadapi petani rekan mereka.

Proyek awalan ini mampu menggaet 80 orang petani di lahan 70 hektar. Awal musim pertama, Irvan mendapatkan banyak komplain dari petani. Kritik dan saran ditampung sebagai kendala yang harus dihadapi. Kunci sukses Irvan Kolonas adalah menjadikan mereka mitra.

Memajukan Pertanian Masyarakat

Tidak cuma menampung saran dan kritik petani. Irvan juga menjalankan perbaikan disemua bidang. Menjadikan petani mitra berdiskus dan juga bekerja. Sistem bagi hasil meningkatkan pendapatan petani Lampung. Sejak dulu pekerjaan ini memang dirasa tidak menguntungkan.

Perusahaan mendapat untung melalui konsep bagi hasil. Jika petani tidak untung, maka Vasham tidak untung. Tanpa menjual ke tengkulak lebih untung. Vasham siap menanggung resiko itu, maka mereka menanggung pengangkutan sampai penjualan ke pasar.

Kalau petani menjual ke tengkulak, maka petani Lampung dibayar dibawah harga pasar. Di Vasham bertujuan mengarahkan petani menjual fair. Hasil penjualan harus lebih besar dibanding ke tengkulak. Petani juga mendapatkan aneka penyuluhan pertanian dari pihak Vasham.

Penyuluhan mulai dari bercocok tanam, perawatan, dan penjualan. Penyuluhan tentang harga tebaik  di pasaran. Mitra Vasham akan mendapatkan gambaran komplit tentang apa itu agrobisnis. Seharian petugas perusahaan akan siap stand by untuk konsultasi atau bantuan langsung.

Ada sesi latihan bagi para petani Lampung. Mereka diajarkan menjadi pengusaha. Bagaimana siap menghadapi permasalahan dari penananam sampai panen. Akhirnya Vasham memasuki masa panen pada Januari- Februari 2014. Pada musim kedua hasil panen menurun dan perlu perhatian khusus.

Kendala utama karena hujan jarang turun. Inilah kemunculan Vasham diuji. Panen kedua, pada Juli 2014, ini menjadi pelajaran untuk menstabilkan sistem. Pembeda bisnis Irvan adalah perusahaan selalu meningkatkan sistem untuk petani sendiri.

Vasham selalu memperbaiki sistem. Mereka bertujuan meningkatkan produktifitas petani. Bersama pengusaha sosial lain, biografi Irvan Kolonas tidak enggan bertukar ilmu dan saling membantu. Salah satunya adalah program 8Villages, sms platform membantu petani mendapatkan informasi.

Informasi dibagikan ke semua mitra melalui pesan singkat. Tugiman, satu petani binaan, menyebut hasil panen meningkat 30- 40%. Petani asal Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, mengatakan harga jual panen juga tinggi

Terjun ke dunia argobisnis dia memang pemula. Biografi Irvan Kolonas tidak punya landasan ilmu tentang pertanian. Hanya pengusaha muda yang harus mampu beradaptasi. Bagaimana belajar sesuatu yang baru ke depan.

Begitu sukses di Lampung, dia berniat masuk ke Jawa, menggarap prospek pertanian disitu. Sekarang dia tengah disibukan riset pertanian dulu. Melalukan penelitian bersama tentang tanaman lain, yaitu singkong. Pengusaha Irvan mengaku dirinya ingin konsisten di bisnis agro.

Menjalankan social entrepreneurship 3- 4 tahun, berharap merubah masyarakat Indonesia. Pengusaha sosial tidak perlu memikirkan keuntungan pribadi. Para pengusaha muda dibidang sosial diharapkan makin tumbuh. Bagaimana cara berwirausaha mengangkat derajat masyarakat Indonesia.

Profil Bisnis Pakaian XL Hampir Bangkrut Karena Konsultan

Profil Pengusaha Desita Adelia



Siapa sangka pengalaman buruk jadi kunci sukses. Cerita trauma yang berubah menjadi bisnis besar. Pernah dicemooh karena memiliki tubuh besar. Pengusaha Desita Adelia ingat orang berkata jangan terlalu gendut. Profil bisnis yang menginspirasi kamu membangun label pakaian sendiri.

Akhirya menjadi pengusaha sukses yang diperhitungkan. Bukanlah profil bisnis pertamanya dibidang ini. Namun bisnis  pakain ukuran besar merupakan hal baru. Harga produk di kisaran 200 sampai 400 juta rupiah. Dia berjualan pakaian XL sampai 8XL aneka motif dan trendi.

Produk Desita bernama Ella es Bonita, sudah mampu memproduksi 500 buah setiap bulan. Omzet dicapai Desita meraup omzet Rp.125 juta. Meskipun tampak mudah kesulitan pengusaha pasti ada. Masa sulit tetap dilakukan, seperi yang diceritkan kepada pihak pewarta Tabloidbintang.com.

"Elle Bonita pernah sakit di tahun 2017," tutur pengusaha ini.

Dalam profil bisnis Desita sukses besar di tahun 2014- 2015. Merasa bisnis pakaian besarnya terus berkembang pesat. Bersama suami keduanya sepakat memperbaiki sistem manajemen. Tujuan agar perkembangan bisnis mereka lebih cepat.

Bukan berkembang pesat, bisnis Ella es Bonita mala mengalami kemunduran. Desita menganalisa apa yang salah. Kesimpulannya bahwa mereka terlalu percaya omongan orang lain. Konsultan bilang A mereka langsung percaya.

Mereka juga percaya ketika konsultan bilang B tanpa menelaah dulu. Baiknya kita jangan langsung menerima saran mentah- mentah. Mereka tidak melihat apa tujuan Ella es Bonita dibangun. Desita berkata manajemen malah jadi serampangan.

Keputusan serampangan diluar kendali pemilik bisnis. Hingga korupsi terjadi di dalam perusahaan tidak disadari dulu. Cukuplah pengalaman tersebut menjadi profil bisnis dulu. Merasa bahwa bisnis mereka memburuk karena pihak konsultan. Pasangan pengusaha ini mengambil alih kendali lagi.

Pengusaha Berbisnis Siap Gagal


Diputuskan bahwa bisnis mereka harus diselamatkan. Perusahaan ibarat anak kandung. Ketika anak kandung sakit, maka sebagai orang tua harus turun tangan. Harus telaten merawat Ella Bonita sampai kembali sehat kembali seperti semula. Banyak orang berkata pengusaha itu gampang, tapi faktanya.

Mengurus bisnis sendiri itu susah. Orang luar tidak mengerti konsep dan tujuan kita. Mereka bilang enak karena bisnis tidak punya atasan. Faktanya pimpinan pengusaha justru lebih besar, yakni Tuhan mengatur.

Menjadi pengusaha justru harus berhati- hati. Karena alam tidak akan menunjuk mana yang salah dan cara. Istilahnya kalau kita salah harus menyadari sendiri. Pengusaha tidak dicarikan kesalahan dan memperbaiki langsung.

Butuh proses jika usaha kita gagal atau hampir bangkrut untuk bangkit. Priofil bisnis Ella Bonita adalah fashion trendi dan modis. Jangan bayangkan pakaian monoton ukuran besar. Desita mencoba mengangkat trend apa yang biasa ada.

Susahnya mencari pakain modis berukuran besar kini dipermudah. Berawal pengalaman sendiri susah mencari pakaian ukuran besar. Dia membuat aneka pakain ukuran XL. Keinginan lama berdasarkan pengalaman negatif. Hanya baru terealisasi terlambat, yakni di Februari 2014, dimana bisnis ini diberi nama Ella es Bonita yang berarti menjadi cantik.

Sejak 2011 dia sudah menjadi membuat aneka desain. Profil bisnis sebelumnya adalah membuat pakaian ukuran biasa. Jujur dia sendiri mengakui susah membuat pakain besar. Mangkanya bisnis pakaian besar merupakan solusi banyak orang.

Sempat ragu untuk menyasar pasar tersebut. Kini, pengusaha Desita, memutuskan berkonsultasi dulu dengan suami. Suherman kemudian memilih keluar perusahaan dan membantu bisnis. Sang suami menguatkan Desita sebagai rekan bisnis membantu pemasaran.

Bisnis Modal Meminjam Orang

Menggaet tema tertentu butuh cara pintar mempromosikan. Pengusaha wanita 31 tahun ini memilih menggunakan media digital. Tidak mudah melakukan bisnis dari nol. Wirausaha baru membutuhkan pengorbanan material. Dia rela berhutang teman agar bisnis tetap berjalan.

Uang pinjaman tersebut dipakai kebutuhan sehari- hari, dan membaya gaji beberapa orang karyawan. Keuangan Desita sempat terpuruk, pilihan meminjam uang dari teman merupakan keputusan sulit.

"Ya mau bagaimana lagi, bisnis juga belum jadi apa- apa," ujar Desita.

Sempat hampir bangkrut karena salah konsultan. Ia menganggap semua memiliki hikmah. Dari itulah dia belajar bagaimana menjual, mangget pelanggan, dan tetap bertahan. Sejak mulai bisnis kehidupan berubah 180 derajat bagi profil bisnis Desita.

Aneka acara khusus wanita bertubuh besar didatangi. Dia membangun relasi dengan pasar bisnis Ella Bonta. Sebagai pengusaha sukses beginilah rasanya ketika bisnis berhasil. Banyak forum komunitas memanggil dia menjadi pembicara.

Desita memberikan motivasi bagi mereka. Para wanita bertubuh besar janganlah ragu. Tetap ceria ketika menghadapi kalimat ejekan. Sekarang Desita juga aktif memberikan motivasi bisnis. Baginya pencapaian sekarang masih ada yang perlu diperbaiki.

Terutama tentang manajemen, sistem produksi Ella Bonita butuh diperbaiki lagi. Satu pengalaman salah memilih konsultan membuat sadar. Dirinya harus belajar untuk tidak mudah melepaskan dan juga aktif belajar. Jangan biarkan orang lain mendikte bisnis anda dan terus belajar apapu bidangnya.

Pengalaman mempekerjakan total 10 orang tukang jahit. Jujur saja dia sering punya masalah dengan mereka. Pekerja luar daerah memang kurang termotivasi. Mereka ingin kerja santai tetapi gaji besar. Mangkanya jangan salah jika banyak perusahaan tutup dan banyak pengangguran.

Mental itulah yang perlu dihapus oleh Desita. Melalui manajemen kuat, maka dia dapat menyeleksi pekerja yang berkualitas. Berbisnis dari nol hingga sukses merupakan anugrah. Dirinya bangga jadi pengusaha wanita yang berkarya dibidang fashion.

Persaingan bisnis fashion memang semakin ketat. Namun dianggapnya sebagai suatu pembelajaran. Wirausaha harus dijalani, baginya Ella Bonita adalah awal, karena dia masih ingin berkuliah desainer pakaian. Rancangan pakaian dari kain tradisional terlah dibayangkan sejak dulu.

Kelak Denita ingin menggabungkan antara kain batik, songket, dan tenun. Ada keinginan pula untuk membuat fashion show sendiri. Harapan untuk ikut Indonesian Fashion Week atau Jakarta Fashion Week juga ada.

Penulis Buku Semua Marketer Pembohong Biografi Seth Godin

Biografi Seth Godin Marketer Unik


biografi seth godin
 
Biografi Seth Godin perlu kamu tau sebagai pengusaha muda. Pengalaman merupakan kunci sukses pengusaha ini sekarang. Bermula berbisnis kecil memulai pengalaman berwirausaha.  Di tahun 1986, dia bermodal $20.000 uang tabungan mendirikan Seth Godin Productions.

Bisnis Seth tidak langsung besar temana- teman. Dia menjual dari sebuah studio kecil di New York. Seth lantas bertemu Mark Hust dan mendirikan Yoyodne. Bisnis Dot Com tengah naik daun ketika mereka bertemu. Biografi Seth Godin adalah bisnis internet direct marketer pertama online.

Mereka berhasil menembus ke pasar saham Amerika. Perusahaan Yoyodne Entertainment, Inc, telah melepas saham senilai $29 juta di pesar saham. Kemudian dibeli perusahaan Yahoo!, maka keduanya otomasti mendapatkan uang lebih banyak.

Menurut biografi Seth Godin, perusahaan Yoyodne memberikan banyak layanan. Menggunakan data internet tentang pengunjung dan pembeli. Mereka menjual aneka produk berdasarkan data terkumpul. Bisnis Yoyodne sendiri memiliki cabang empat bisnis online.

Pertama ada EZSpree.com, fokus menjual aneka brand ternama. Kedua, GetRichClick.com, menjual jumlah pengunjung tertarget asli ke sponsor. Ketiga EZVenture.com, layanan pengusaha muda dan perusahaan kecil. Empat, ada EZWheelscom, menolong pembeli mobil langsung ke perusahaan.

Biografi Seth Godin mampu menggaet banyak klien- klien besar, seperti America Online, American Express, H&R Block, Microsoft, Netscape, Procter&Gamble, Sony, Sprint dan Volvo.

Motivator Pengusaha Muda


"Saya memulai perusahaan dan gagal, dan gagal, dan gagal. Email saya ditolak sampai 900 kali oleh publisher buku. Saya akan jalan- jalan ke restoran lalu pergi ke rumah dan kaju. Itu sangat lama dilakukan, sudah berada dipinggiran kebangkrutan bahkan sampai delapan tahun," tuturnya

Pola berbisnis Yoyodne sangat menarik dijaman dulu. Mereka mampu menggaet banyak perusahaan besar. Lantas Yahoo datang membutuhkan bisnis pengusaha mereka. Perusahaan internet ini tengah menarget talenta di masa depan, klien, pengguna dan penjualan yang terjamin.

Seth Godin kemudian memulai perjalanan menjadi author. Bahkan ketika bekerja di Yoyodne, Seth sudah mengeluarkan karya pertama tentang marketing. Dia menerbitakan buku berjudul Permission Marketing: Turning Stranger into Friends and Friends into Costumer.

Begitu perusahaan dimiliki Yahoo sepenuhnya. Seth menjabat sebagai wakil president penjualan. Di Maret 2006, pengusaha Seth mendirikan Squidoo. Di Juli 2008, situsnya mampu menembus urutan ke 500 paling dikunjungi. Di 2014 dijual ke HubPages karena sudah tidak menghasilkan uang.

Squidoo sendiri menarik karena konten dihasilkan. Mereka menghasilkan artikel dari pengguna yang aktif. Bisnis Squidoo menawarkan platform blog tanpa ribet. Produk tanpa anda harus tau html sama sekali. Kita bisa membuat artikel multimedia tanpa harus berpikir tentang teknis blog.

Situs Squidoo sendiri tidak begitu menjual meskipun bertrafik bagus. Sayang produk mereka tidak lebih menarik dari MySpace ataupun Line Rider. Januari 2006 Godin membuka sumber pendapatan melalui afiliasi marketing. Pendapatan yang dibagi kepada pengguna Squidoo agar lebih ramai.

Pengguna mendapat pembagian untung didapat dari afiliasi mereka sendiri. Launching bisnis pertama Squidoo langsung mendapatkan perhatian. Diitulis di CNN, The New York Times, MSNBC, dan The Washington Post, dikatakan pesaing lain About.com dan eHow.

Siapakah Penulisa Seth Godin


Biografi Seth Godin, kelahiran 10 Juli 1960, yang dikenal pengusaha era jaman sekarang. Dia sudah dikenal bahkan sebelum para influencer. Bagi mereka yang bermarketing melalui dunia digital. Nama Seth Godin sudah mendahului mereka dan menghasilkan banyak buku.

Biografi Seth Godin adalah penulis Amerika menulis 17 buku. Dimana fokus buku yang membahas tentang periklanan, marketing, investasi dan public speaker. Teknikal pemasaran buku jadi menarik memanfaatkan eBook gratis.

Dia menjadi salah satu contoh penulis buku di era digital tanpa publisher dulu. eBook "Unleashing the Ideavirus" menggaet pembaca umum gratis. Godin yang merupakan lulusan MBA dari Stanford, Jurusan Business Management, sangat cerdas.

Sebelum bekerja di Yoyodyne, dia merupakan manajer software berdasarkan pendidikan sebelumnya.

"Dia melihat mereka atas (fokuskan) keringanan dan (menunjukkan) kita apa kita butuhkan untuk kita," tutur dia.

Pengusaha keren yang pernah berkuliah di Tuffs University. Mengambil jurusan ilmu komputer dan filosofi. Lulusan tahun 1979, dia melanjutkan sekolah Business Management, Stanford University. Karir pertama Godin ialah menjadi brand manager Spinnaker Software.

Godin lantas membuka usaha sendiri pengepakan buku. Seth Godin Productions kemudian dijual ke pegawai sendiri. Di tahun 2000, buku berjulu Unleashing the Ideavirus menghasilkan rekor paling didownloa, dilanjut buku kedua "Purple Cow: Transform Your Business by Being Remarkable".

Godin meluncurkan website bernama Change This. Disini mencoba membagikan ide dan pemikiran gratis. Bayangkan semuanya itu semua dikemas PDF dibagikan gratis. Sosoknay semakin optimis membuat buku terus. Godin fokus mengerjakan buku tentang marketing dan pengiklanan terus.

Kepopuleran Godin karena fokus mengerjakan buku. Terutama tentang dunia marketing, yang paling populer buku yaitu berjudul "All Marketers are Liars " tahun 2005. Buku yang dipublish Fortune Magazine dan masuk ke Amazon Top 100 Best Seller.

Buku lain "The Big Moo: Stop Trying to be Perfect and Start Being Remarkable". Dari buku tersebut kita bisa menemukan esai banyak marketer. Tahun 2008, Godin meluncurkan blog kuliah senilai 6 bulan MBA di New York, mengajar marketing dan memotivasi orang menjadi pengusaha.

Jualan Old Denim Pengusaha Muda Berkonsep Custom Jins

Profil Pengusaha  Fize Firmansyah


pengusaha muda old denim

Tidak mampu beli celana jins jadi pengusaha muda. Fize Firmansyah patut menjadi contoh memulai bisnis. Pengusaha muda yang memulai karena kegusaran diri. Fize tidak mampu membeli celana jins. Hingga muncul ide bisnis untuk membuat celana jins lebih murah. 

Dia membangun jins bermerek Old Face Denim. Awalnya, tahun 2009, ia pernah membeli celana jins berharga mahal. Satu jins seharga sampai 1- 2 juta rupiah. Sabulan kemudian mampu membeli satu celana lagi.

Ukuran tidak sesuai terlalu ketat tidak cocok buat dia, padahal beli mahal. "Kurang cocok untuk saya yang kurus," ujar Fize

Dua pengalaman diatas menjadi kegusaran. Dia ingin membuat celana jins sendiri. Coba bayangkan sudah membeli mahal tetapi ukuran tidak pas. Seorang teman lantas menyarangkan Fize untuk menjahit custom.

Lulusan Ilmu Sejarah UI ini, kemudian menjahit celana jins sendiri ke tukang jahit custom. Beberapa kali datang ke tukang jahit belum sesuai. Pesanan tidak sesuai hingga berulang kali. Baru Fize baru bisa mendapatkan celana pas.

Inspirasi Pengusaha Muda


Ide bisnisnya ingin semua orang bisa membeli produk berkualitas dan murah. Dari bahan yang tidak kalah berkualitas bagus. Bisnis pertama dimulai pada tahun 2010 silam. Masih bergelar mahasiswa sudah menjadi pengusaha muda.

Merek Old Face Denim resmi berdiri 25 Januari 2011. Hambatan terbesar ialah memasarkan produk baru. Tidak mudah membangun kepercayaan brand. Bermodal contoh bahan, bisnis Fize bermodal cekak. Marketing mulut ke mulut menjadi andalan Fize Firmansyah.

Banyak orang tertarik membeli produk karena sosmed. Marketing gencar dilakukan dia ke berbagai sosial media. Tidak pernah merasa putus asa dan percaya diri. Mulai jualan di Kaskus, Facebook, dan Twitter, dilakukan. Hingga akhirnya ia mampu menggaet satu orang reseller jins.

Resmi Old Face memang punya satu reseller. Lambat laun produk mulai menyebar viral. Satu orang reseller menjual ke orang lain untuk dijual lagi. Teman Fize lalu membantu mengurus Twitter, FB, dan Kaskus. Temannya mendapatkan komisi setiap satu kali penjualan jins.

Produk aneka jins dijual antara Rp.245 sampai Rp.295 ribu. Ada produk celana pendek, jaket, celana panjang, hotpants, rok mini.dll. Fize menerapkan konsep custom bisnis. Mengukur sendiri ukuran pelanggan. Garansi siap dirombak jika ukuran tidak sesuai kenyamanan pembeli.

Bisnis custom memastikan produk sesuai keinginan. Dia ingin menonjolkan sisi tersebut. Kalau tidak sesuai bisa dikembalikan. Celana jins jualannya masih bisa diperbaiki kembali. Pengusaha muda Fize juga menerapkan konsep COD ketika berjualan, atau membayar ketika barang sampai.

Tidak mau bermalas- malasan berbisnis. Fize juga menerapkan penjualan langsung. Mendatangi para pembeli langsung ke rumah. Pembeli diukur di tempat tanpa menunggu. Adapula produk ready stock untuk dijual di bazar. Sebulan ia mampu menjual 30- 40 potong pesanan jins.

Walau gagal mencapai target 50 potong tetap semangat. Terjual 30- 40 potong diakui lumayan puas. Hal terpenting bagi pengusaha ikhlas dan bersabar. Yang terpenting tujuan membangun bisnis telah tercapai. Ia berhasil menjual celana jins murah dan sesuai ukuran pelanggan.

Kualitas merupakan nomor satu ketika berbisnis. Fize merasakan betul ketidak puasan. "Karena kalau membeli selama ini tidak sesuai," pengusaha ini berujar. Jahitan produk Fize rapi, bagus, dan nyaman sesuai ukuran.

Pengusaha Fize tidak mau berhenti berjualan. Harapan mendirikan toko sendiri berkibar. Pelanggan setia sudah bertanya kapan membuka. Saran tentang toko juga diberikan pelanggan. Mereka berharap toko Old Denim mudah dijangkau.

Umur 23 tahun ini lantas membagikan kunci sukses. Anak muda harus memiliki konsep berbisnis. Jangan terlalu banyak teori kewirausahaan. Pokoknya kamu harus langsung lakukan. Jadi pengusaha muda yang terpenting eksekusi dan perbaiki di jalan.

"Jangan terlalu banyak mikir, malah tidak jadi," saran dia kepada pemula

Mulailah berbisnis dari bawah sekali. Dari nol belajar menjual barang berdasarkan kebutuhan. Ada pembeli yang khusus menyukai produk ekslusip. Dimulai dari berjualan jumlah kecil dulu. Bertahap kamu akan menjual lebih banyak jika telaten.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba