4 Karakteristik Kritikal Buat Pemimpin Hebat

Artikel Bisnis: Karateristik Pemimpin 



Apakah kepemimpinan merupakan bakat lahir atau dibuat. Masih banyak perdebatan tentang hal tersebut. Terutama jika dikorelasikan dengan sekolah kepemimpinan -konsep "laki- laki terbaik", ada personalia baik, ada kebiasaan baik, ada perubahan keadaan, ataupun konsep lain. Masih menjadi pedebatan soal konsep baiknya.

Mereka semua memiliki kebenaran dan kesalahan. Akan tetapi apapun konsep dipegang, ada empat dasar yang vital, menurut penelitian McKinsey & Company. Menurut Inc penelitian tersebut menemukan titik temu dalam korelasinya akan kepemimpinan sukses. Terutama ketika kita melihat hal tersebut di dalam diri para frontliner.

McKinsey mencoba mengumpulkan 20 ciri yang berhubungan dengan kepemimpinan. Untuk satu ini mereka mensurvei 189.000 orang di 81 organisasi seluruh dunia, dan mulai mencari perbedaan diantara organisasi yang memiliki kepemimpinan kuat dan lemah. Empat faktor ini membedakan dua organisasi kuat dan lemah tersebut.

1. Memperbaiki masalah secara efektif

Sebelum memimpin, maka kamu butuh tau kemana arah tim atau organisasi kamu. Itu artinya kamu secara efektif memperbaiki masalah atas pilihan kedepan; atau akhirnya kamu akan mengambil resiko bergantung kepada orang lain di arah salah. Skil khusus ini kritikal, baik kamu menyelesaikan konflik ataupun hadapi isu strategis.

2. Operasikan berdasarkan orientasi hasil

Pemimpin mengarahkan sumber daya grup untuk meraih tujuan tertentu. Menyiapkan pencapaian dan aktif berlakulah visioner itu ternyata tidak cukup untuk kepemimpinan, karena jika kamu tidak menghasilkan apa- apa, maka tujuan apapun tidak berarti.

Menurut McKinsey, "pemimpin dengan orientasi hasil yang kuat cenderung menekankan pentingnya efisiensi dan produktivitas dan untuk memprioritaskan pekerjaan bernilai tinggi."

3. Carilah prespektif berbeda

Pemimpin mungkin memiliki ide hebat, tetapi hanya tergantung kepada pandangan mu untuk bergerak seperti pemimpin arogan, beresiko terpengaruh oleh bias pribadi, dan membuang pengalaman juga pandangan akan tim atau organisasi.

Pemimpin cerdas mencari ide dari orang lain, menaruh masalah lebih prespektif, dan memberikan perhatian khusus untuk semua stakeholders.

4. Mendukung orang lain

Menunjukan ketertarikan otentik akan orang lain adalah penting untuk pekerjaan lain pemimpin: membantu mereka sukses untuk kemajuan seluruh organisasi.

Pemimpin itu "campur tangan dalam kerja kelompok untuk meningkatkan efisiensi organisasi, menenangkan ketakutan yang tidak beralasan tentang ancaman eksternal, dan mencegah energi karyawan dari menghilang ke dalam konflik internal," sebagai catatan McKinsey.

Inilah empat faktor yang sangat berkorelasi akan kepemimpinan. Ini tidak berarti pasti menjadi satu- satunya definisi semua pemimpin. Tetapi jikalau kamu dan grup kamu kehilangan faktor ini, kesempatan kamu tidak akan masuk dalam daftar pemimpin tahun ini.

Martalinda Basuki Gadis Cantik Cokelat Klasik

Profil Pengusaha Muda Indonesia 



Gadis cantik ini memang fokus berwirausaha. Martalinda Basuki masih mahasiswi ketika memulai usaha ini. Sekilas tidak nampak Lala merupakan pengusaha muda sukses. Penampilan Lala layaknya anak muda di era sekarang, jilbab, celana jins, dan cardigan menghias. Siapa sangka dia mengendalikan 46 outlet bisnis di penjuru Indonesia.

Meski tergolong baru berbisnis. Gadis 24 tahun ini tidak takut akan kegagalan. Mulanya saja sudah dihantam bangkrut puluhan juta. Ketika disambangi pewarta Lala menceritakan kisahnya: Bisnis pertama dimulai di 11 November 2011, lewat bisnis kafe kecilan di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri. 

Sederhana hanya usaha kafe buat tempat nongkrong. Ia menawarkan kuliner khas Malang. Menjual berbagai macam minuman dan makanan. Alasan kenapa berbisnis kuliner, gadis cantik kelahiran Jayapura ini lanjutkan bahwa Malang surganya kuliner.

"Kalau mau kuliner sambal tinggal ke sini, pingin nongkrong enak pilihannya ada di situ," tambahnya. Dia lalu berpikir kalau dia punya kafa maka bisa makan sepuasnya. 

Terdengar sederhana tetapi manjur memberi semangat. Kafe tersebut dinamai Kafe Klasik. Modal uangnya lumayan besar yakni Rp.95 juta. Nekat, Lala mendapat modal tersebut lewat menjual hp, laptop, ditambah juga pinjam ke sana- sini. Bisnis pertama digelutinya "gagal total". Ditambah lagi orang tua yang tidak setuju bisnisnya.

Ia sempat putus asa namun berusaha bangkit. Dia mulai menghitung ulang kenapa gagal. Kesimpulan Lala terdapat kesalahan konsep. Kesalahan tersebut terdapat pada pengambilan siklus ramai di Kampung Inggris. Ketika itu, ketika kampus di Malang efektif, kampung justru sepi. Sementara kalau libur kebalikannya malah ramai.

Karena Lala adalah mahasiswa maka jualannya ya ketika kampus libur. Alhasil, usahanya Kafe Klasik sepi dari pengunjung targetnya yakni mahasiswa kampus di Malang. Dia membuka kafe justru ketika berangkat ke Malang, sementara ketika libur Lala justru liburan. Meski cukup pembeli tetap tidak bisa mengimbangi biaya.

Bangkrut cuma menyisakan uang Rp.7 juta dikantung. Martalinda masih bersemangat berbisnis kembali. Tapi melalui cara berbeda yakni fokus di satu bidang. Ia menyasar manu apa yang paling laris di kafenya itu. Inilah awal muncul ide untuk membuat survei kecil- kecilan. "Isi survey itu menu apa yang laris. Hasilnya cokelat," jelas Lala.

Bisnis kembali


Hasil survei tersebut ditindak lanjuti lewat bisnis baru. Kali ini, Lala berencana jualan minuman coklat saja. Lants gadis kelahiran 13 Maret 1991 ini merubah konsep bisnis menjadi menjual minuman gerobak. Pertama kali usahanya minuman choco flute. Minuman ini dikonsep ulang lagi ditambahkan krim diatasnya agar lebih manis.

Konsep bisnis kafe ditinggalkan berdampak di pengeluaran. Modal yang sedikit tersebut menjadi awal baru bagi dirinya. Cukup sulit memang menjalankan usaha tanpa dorongan modal kuat. Untunglah seorang teman mengajaknya mengikuti perlombaan wirausaha muda. Kompetisi Wirausaha Baru yang disponsori oleh Bank Indonesia.

Ia mengirim konsepnya lewat proposal. Dari 500 orang pendaftar cuma terpilih 25 orang saja. Bantuan uang modal akhirnya sukses mengalir ke kantung senilai Rp.15 juta. "Kalau Bank Indonesia saja percaya dengan kemampuan saya, kenapa saya malah tidak optimis," papar Lala. Inilah pemicu dirinya semakin semangat berbisnis.

Alumni Universitas Brawijiaya ini lantas membuka gerobak pertamanya. Di 6 November 2012, booth yang pertama didirikan dengan nama Coklat Klasik di Jalan MT Haryono. Agar menarik perhatian para pembeli ia tidak lupa memasang lampu kelap- kelip warna merah. Strategi marketing murah mudah tetapi mengena mata.

"Sesuatu yang norak justru akan membuat orang makin tertarik untuk tahu. Nah, lampu kelap kelip begitu kan terkesan norak, tetapi sukses menarik perhatian," jelasnya setengah bercanda.

Hari ke hari bisnis coklat tersebut terus berkembang. Bahkan alumni Administrasi Publik FIA UB ini sampai kwalahan. Banyak orang meminta menjadi mitra. Ia diminta agar membuka waralaba bagi mereka. Ketika itu ia masih percaya diri mengerjakan semua sendiri. "Kalau masih di Malang, saya masih bisa kasih pelatihan," jelasnya.

Perasaan tidak mungkin membuka sampai Kalimantan ditepisnya. Maka ia mulai membuat standarisasi buat produknya. Bisnis Lala berkembang terus semakin hari. Tapi namanya wirausaha pastilah ada masalah. Salah satunya ialah salah satu pegawai inti justru melakukan kejahatan.

Ketika bisnis Lala ditinggal keluar kota, maka praktis sosok inilah menggantikan. Sosok itu adalah Seorang mahasiswa satu perguruan tinggi Malang, lantas mengemudikan bisnis milik Lala yang masih berkembang. Jadilah uang puluhan juta mengalir ke kantong pribadinya setiap minggu. Uang tersebut kemudian dibawa kabur si pegawai.

Beruntung dia masih menyimpan nomor orang tuanya.

"Si anak memang sudah nakal sejak dulu," jelas Lala. Lalu dia memutuskan mengambil jalur hukum sebagai penyelesaian. Titik itu, ia mengalami kerugian puluhan juta, tetapi disisi lain bisnis berbasis waralabanya makin berkembang pesat.

Hal lain ialah orang tua Lala yang sudah bercerai. Mereka yang kesannya kurang memperhatikan, waktu itu, langsung mengunjungi Lala menanyakan kabar. Mereka datang ke Malang memberikan dukungan moril. Ia terkesan mereka mau ikut membantu packing barang. "Dari situ saya terpacu untuk terus bangkit," jelasnya lagi.

Meski rugi puluhan juta, tetapi digantikan oleh minat masyarakat atas usahanya. Mereka berminat gabung di Cokelat Klasik. Alhasil, sebagai awalan, Lala berhasil menggaet mitra 46 kerombong baru yang tersebar di Gresik, Surabaya, Tulungagung, Solo, Balikpapan, Lampung, Padang, dan Kediri. Omzet kotornya sampai 200 jutaan.

Lala menyebut penghasilan bersihnya mencapai Rp.30 juta- 40 juta. Gajinya sangat besar bahkan buat orang yang sudah bekerja sekalipun. Sukses berbisnis membuka peluangnya berinvetasi dibidang tanah dan rumah. Tetapi ia meyakini akan fokus dibidang satu usaha saja, Cokelat Klasik. Sejak SMA dia memang ingin jadi pengusaha.

Dia bahkan pernah akan membuka usaha rental mobil orang tuanya. Tetapi keinginan tersebut ditentang oleh orang tua. Meski begitu jiwa wirausahanya terlalu kuat buat dibendung. Dia nekat merentalkan mobil milik ayahnya meski rekikonya hilang. Pernah suatu ketika ayahnya memanggil menanyakan mobil.

" Nah, papa telepon bilang mobilnya di mana, saya bilang saja mobilnya sedang saya pakai," ujar gadis, yang ternyata merupakan putri salah satu Kapolsek di jajaran Kediri. Tetapi ternyata mobil itu malah kena tilang di Kediri.

"Aduh, saya langsung diminta menghadap. Nah, saat menemui papa saya, saya berikan uang hasil rental mobil ke papa saya," kenang Lala.

Tumbuh pesat usahanya mencapai 120 rombong. Ini tersebar di 24 Kota/Kabupaten. Totalnya ada 250.000 cup terjual tiap bulan. Bertambah banyak karena Lala makin fokus berwaralaba. Bahkan berhasil membuat pabrik dan berkantor di Kota Malang. Usahnya total mempekerjakan 178 orang. Dia telah menjadi jutawan dari usaha sendiri.

Ia pun mendapatkan anugrah juara II lomba bergengsi Wirausaha Muda Mandiri 2015. Lala menyabet piala dari Kategori Boga. Lomba yang diikuti oleh 7000 orang peserta, dan cuma menjaring 100 nominasi juara. Penilaian terbilang cukup komplek tidak cuma soal  jumlah untung ataupun jumlah karyawan. Lala mengaku sangat bersyukur.

Visi- misi perusahaan miliknya juga diperhitungkan. Dia bermimpi memiliki 3000 outlet Cokelat Klasik di 25 tahun kedepan. Ekspansi pertama dia merencanakan kafe Cokelat Klasik. Tempat ini tidak akan hanya asik menyuguhkan minuman cokelat. Tetapi dia rencanakan menjadi tempat edukasi tentang keunggulan coklat Indonesia.

Merubah Ide Sederhana Menjadi Sukses Super Besar

 
Mark Cuban: Kunci untuk Sukses Super Besar Adalah Antisipasi

Cuban sukses menjual bisnis video gamenya Broadcast.com. Dimana ia telah mengantisipasi datangnya Dot Com bubble. Dia menjual sebelum bubble nya meledak. Ini yang mungkin penulis disebut antisipasi oleh satu artikel Inc.com. Menariknya kunci antisipasi masih bisa diulang- ulang meski apapun obyeknya.

Ketika beberapa orang percaya kesuksesan adalah menemukan teknologi baru. Maka, dalam benak Cuban ini bukanlah masalah besar. Kamu masih bisa menemukan kesuksesan super besar. Mengantisipasi teknologi yang akan mendatang memang berharga atau tidak akan berharga. Ia mengambil contohnya sukses besar WhatsApp.

"Keindahan WhatsApp bukanlah aplikasi pesan," tuturnya. Disana akan selalu ada tentang pesan singkat di manapun. Hanya saja WhatsApp telah memulai tren multi- platform yang berarti dimanapun dan kapapun, kamu akan menemukannya.

Faktanya WhatsApp tidak besar di US. Tetapi itu lebih besar dimanapun selain di Amerika Serikat sendiri. Terima kasih untuk Facebook yang merubahnya lebih. Pemilik aplikasi WhatsApp telah mengantisipasi akan hal- hal tidak terduga di masa depan.

Lewat Facebook, Jan Koum telah melihat ini, hingga mengirim gambar, pesan dan audio sekarang tanpa ada biaya data. Bahkan berita terakhir perusahaan mencoba untuk gratis selamanya. Mereka melepaskan sistem subscribe mereka. "Dengan mudahnya masuk ke handphone rendahan sekalipun diseluruh dunia merupakan sesuatu yang sangat simple."

"...dan tidak ada teknikal khusus yang sulit dilakukan dan membuatnya menjadi sukses super besar," tutur Cuban untuk konfrensi Inc's GrowCo.

Disini untuk melihat videonya

3 Entrepreneur Virgin yang Akan Bersinar di 2016

Daftar Pengusaha Muda Inggris 

 
Menjadi entrepreneur mungkin dambaan semua anak muda di jaman sekarang. Mereka merupakan sosok- sosok dibalik layar komputer. Mereka yang menguasai pasar penjualan. Ini adalah kisah empat entrepreneur muda asal Inggris.

Dikutip dari situs Virgin.com, berikut entrepreneur muda jagonya berinovasi. Bahkan menurut Direct Selling Association menyimpulkan sosok mereka yang dibawah 25 tahun, mereka telah menguasai industri mencapai persentase 25%. Dimana lebih dari 88.000 penjualan langsung bertempat di Inggris oleh anak muda.

Penjualan langsung menjadi cara langsung entrepreneur muda. Mereka mencoba menunjukan kemampuan sejati mereka diluaran sana. Pertanyaan siapa sih mereka calon bersinar tahun 2016 regional Inggris. Berikut tiga entrepreneur muda itu:

1. Steve Pearce dan Sam Coley

Umur: keduanya 23 tahun

Bisnis: tickx.co.uk

Bisnis mereka berupa mesin pencari aneka tiket. Umurnya masih 16 tahun, tetapi Sam membuka perusahaan developer software yang mana perusahaan tumbuh pesat. Diumur segitu sudah ditawari aneka kontrak. Tentu ini akan menjadi masalah dikemudian hari.

"Ketakutan paling umum dari klien potensial adalah, sebagai perusahaan dengan pemilik sangat muda saya mungkin akan menghilang ke Universitas kapanpun," paparnya. Untuk menghadapi ini, ia meyakinkan dengan cara unik yakni mencantumkan perusahaan, membuka kantor dan mempekerjakan pegawai. Pendekatan ini cukup baik.

Perusahaan miliknya tumbuh cepat. Steve sendiri menyebut umur mereka bukan halangan. Selama bisnis itu kuat, dikelilingi pegawai terbaik dan guru terbaik, pasangan entrepreneur ini yakin akan masa depan.

"Saya mau memastikan saya punya kombinasi baik dalam keduanya antusias usia muda, dan membuktikan punya pengalaman dan pengetahuan," ujar Steve.

Mereka merasakan berbagai keuntungan menjadi young entrepreneur. Sam meresakan dukungan baik dari banyak orang sekitar. Mereka tidak takut bertanya tentang masalah. Mereka secara konstan mendapatkan dukungan. Hal lain mereka belum punya komitmen jadi ambil saja resiko dan bekerja lebih keras tidak ada tanggungan keluarga.

Menurut Steve paling menyenangkan menjadi entrepreneur muda. Ia menyebutkan mereka bisa menyedot banyak pengetahuan bisnis langsung. Kamu belajar langsung melalui pelajaran praktik. Apalagi ketika kamu masuk lebih dalam dimana kamu akan belajar lebih tentang sisi bisnis dan mengenal bisnis.

"Hal ini membuka banyak pintu dan kesempatan yang tentunya membuat anda lepas dari jari- jari kita dan memberi anda kepercayaan diri untuk terus mendorong diri sendiri," jelas Steve.

2. Lewis Bowen


Umur: 26 tahun

Bisnis: AIR

Seorang social entrepreneur yang memulai bisnis energi terbarukan. Bisnisnya AIR bicara tentang daur ulang dijadikan energi tambahan untuk bisnis. Ini akan membantu pengeluaran efektif. Lewis sendiri jika berbicara menjadi muda dan berbisnis. Maka, Lewis menyebutkan tantangan tersendiri karena kurangnya pengalaman.

Ini akan sangat merepotkan ketika banyak hal terjadi disekitar kita. Dan kamu dipastikan harus menghadapi hal tersebut. Ketika menjadi muda sukses maka akan ada pandangan itu. Tidak sedikit pandangan orang yang meremehkan kamampuan kita.

Akan ada banyak orang kamu tidak ingin bergaul dengan. Nilai seorang pendiri muda dan CEO bagaimana menemukan mereka yang mau berbagi pengetahuan. "...bukan yang tidak memotivasi mu," aku Lewis. Dia lantas memberikan saran buat kamu sesama young entrepreneur:

"Jika kamu membagi visi dan passion kamu tentang bisnis dengan percaya diri, itu akan membantu kamu bisa mendapatkan kepercayaan sesama. Sengatlah wajar memulai bisnis di usia muda penuh hasrat untuk sukses itu merupakan pencapaian dan akan mendapatkan pengakuan buat mereka yang percaya bagaimana susah untuk berlanjut."

Pengalaman Lewis sendiri bersama entrepreneur dewasa sangat positif. Ketika entrepreneur dewasa telah makan asam garam tidak sedikit akan rela membantu. Ketika kamu sebagai entrepreneur muda berarti ini tentang kemampuan merubah metode kerja tradisional. Lewis sendiri sudah rela merasakan berbagai macam jenis metode.

"Pada awalnya, kami kerja jarak jauh, dengan tim yang tersebar di seluruh negeri dan luar negeri. Anda harus dapat bekerja di mana anda merasa paling nyaman dan dengan dunia digital yang menawarkan begitu banyak pilihan untuk menjalankan bisnis dari mana saja di dunia, itu sangat mudah," papar Lewis.

Tentu sebagai tim kerja hal paling efektif dalam membahasa masalah adalah face-to-face. Untuk itulah Lewis menyarankan keseimbangan akan hal tersebut. Jika kamu menarget akan bisnis besar secara global maka itu terkadang membutuhkan kesiapan hidup efektif.

3. Arran Rice

Umur: 17 tahun

Bisnis: Wizzed Media

Remaja ajaib yang sudah punya jadwal padat di sekolah. Arran memang sudah ingin menjadi entrepreneur di bidang teknologi ketika masih kecil. Dia mulai lewat bereksperimen lewat internet sebagai hobi. Ia mulai dari membuat beberapa channel You Tube. Membangun beberapa situs tetapi ia tidak sampai selesai padahal itu sudah besar.

Hingga November 2010, dia meluncurkan situs game dan akhinya sukses besar sangat cepat. Arran meras puas karena setiap hari ada ribuan orang mengunjungi situsnya. Dia semakin tertaut di dalamnya. Arran menyebut ia tidak merencanakan jadi entrepreneur tetapi terjadi natural. Menariknya dia tidak berpikir umur akan jadi masalah.

Hingga di Januari 2015 dimana bisnisnya mulai terlihat. Ini merubah pandangan pengiklan di situsnya ketika ia melakukan kontak. Dia menerima tawaran pengiklan dan jujur mengakui, "Hi, omong- omong aku 17 tahun loh. Aku harap ini bukan masalah kan?" Hal paling mengejuatkan bahwa ketakutannya tidak terbukit menjadi nyata.

Sebagai mahasiswa maka dia merupakan tipikal mahasiswa. Disisi lain, selain belajar geografi, dia aktif di hal bisnis dan IT. Meskipun menyelesaikan pendidikan nanti, dia berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah karena merasa tidak melihat keuntungan. Meski menjadi omongan teman, ia tetap teguh menjalankna bisnis online tersebut.

"Teman- teman saya tahu saya menjalankan bisnis online tetapi tidak ada yang benar- benar tahu rincian atau bagaimana sukses itu. Sebagai bisnis saya tumbuh, banyak orang menjadi sadar akan hal itu yang bagus. Keluarga saya benar-benar bahagia dan bangga padaku," ujarnya.

Waralaba Bubble Tea Imut Royal Roci

Profil Pengusaha Romi Muhison




Memulai usaha sederhana hingga menghasilkan sesuatu. Tanpa perjuangan mungkin Romi Muhison mungkin tidak akan sampai sekarang. Lika- liku menjadi pengusaha pernah dipertanyakan orang tua. Keinginan jadi pengusaha tidak menarik dibanding PNS oleh orang tuanya. Meski tidak sepenuhnya direstui, Romi tidak mau menyerah.

Romi sempat kecewa tetapi mencoba meyakinkan. Hari- harinya dilalui untuk meyakinkan kedua orang tua. Usaha pertama yang naik adalah usaha kentang ulir. Tahun 2013 sempat masuk diliputan khusus Kontan. Dia mendirikan usaha sederhana ini sejak Januari 2013. Ia menawarkan dua jenis kentang yakni original dan role dog.

Aneka varian rasa disiapkan agar tidak mudah bosan. Dari rasa keju asin, keju manis, sambal balado, rasa sapi panggang, berbeque, jagung panggang serta jagung manis. Untuk harga jualnya antara Rp.5.000 sampai Rp.10.000 per- tusuk.

Sukses besar


Ia terus memberikan pengertian bahwa usahanya berhasil. Meyakinkan kedua orang tua menghasilkan nilai positif. Romi mencoba meyakinkan usahanya mampu menopang keluarga. Melalui usaha salah satunya yang bernama Potato Muter atau Potaterz. Yang kemudian membuka peluang waralaba sejak Juni 2013.

Mereka melihat peluang dibalik usahanya. Para investor mulai menanyai Romi. Dan dijawabnya lewat usaha waralaba senilai Rp.8 juta sampai Rp13 juta. Dimana gerain Potaterz pertama dibuka di wilayah Jakarta dan Bekasi. Biaya segitu dibekali satu kompor, penggorengan, 200 tusuk bambu dan 8 varian bumbu.

Bedanya investasi 13 juta berarti sekaligus grobak kayu multiplex. Sejak beroprasi dirinya mengaku mampu meraup omzet Rp.6 juta. Keuntungan bersih menurutnya 30% dari omzetnya. Ia tidak mewajibkan mitranya membeli kentang darinya. Tetapi ia mengingatkan agar menggunakan kentang Dieng.

"Kentang itu akan sangat garing setelah digoreng," tuturnya. Ia menambahkan bahkan bisa bertahan sampai satu minggu. Romi juga tidak menarik royali dari bisnis kentang tersebut.

Menapaki jalan bisnis berliku hingga sang ayah meninggal. Tekat seorang Romi bergelora, apalagi sebelum sang ayah meninggal, dia berpesan agar anaknya tetap berjuang. Dia mendoakan Romi selalu. Padahal dia sempat menginginkan Romi menjadi PNS seperti dirinya.

Ia berujar,"saya tidak pernah bosan dan terus sabar untuk memberikan pengertian." Cara terbaik menurut dia adalah mengajaka orang tua ikut masuk. Romi sering mengajak ibu membuka stand di acara pameran. Dia memperlihatkan bagaiman perjuangan itu. "Rupanya beliau melihat, pilihan saya cukup membuahkan hasil," kenangnya.

"Ternyata enak juga ya berbisnis," ucap Romi menirukan komentar Ibu. Begitulah kira- kira respon terbaik yang selau diharapkan.

Tumbuh subur aneka waralaba minuman kopi membuat Romi tertarik. Tetapi buka membuka usaha kopi, ia memilih usaha minuman teh. Usaha bernama Royal Tea Roci lantas dikembangkannya. Berkah dari doa serta kesabaran usaha kali ini melebihi ekspetasi. Rido orang tua membawa produk Royal Tea Roci ekspansif sampai ke Kuwait.

Usaha waralaba kali ini menawarkan produk bercita rasa tinggi. Waralaba bubble tea berbeda karena bahan dasarnya teh. Varian rasanya kaya seperti blueberry tea, melon tea, lychee tea, thai tea, milk tea, green tea, orange tea, creamy chocolate tea, bubble gum, vanilla, caramello tiramisu, dan juga taro . Pembeli waralaba asal Kuwait langsung memborong empat booth.

"Empat booth sekaligus yang harga Rp 15 juta diborong buat dibawa ke Kuwait. Tanpa ada yang dirubah desainnya persis seperti produksi kita," ujar Bianca, Executive Business Management Royal Tea Rocci.

Dengan uang Rp.15 juta akan mendapatkan gerobak, bahan baku awal, blender, media promosi dan juga satu set seragam pegawai. Untuk dana 40 juta maka akan mendapatkan grobak lebih besar, dua blender, dan mesin kasir serta dukungan produksi lebih besar. Asumsi 40 cup seharga Rp.9000 sudah balik modal 6 bulan.

Ia menerapkan konsep master franchise. Atau ada representasi disetiap waralaba dijalankan mitra. Jika sang master franchise mampu menggaet mitra baru di kawasan; mereka diberi bonus. Dalam sehari bisnis Royal Tea Roci mampu menjual 30 gelas yang omzetnya mencapai Rp.6 juta/bulan.

Lewat promosi internet usahanya diharapkan lebih maju. Romi memiliki bayangan menambah hingga 60 mitra baru. Menawarkan beragam varian rasa yang diatasnya identik bola kenyal. Istilahnya bubble tea memang tengah marak di tahun 2015. Untuk menjadi mitra ada baiknya fokus di pemilihan tempat, misalnya mall, kampus, sekolah.

Atau melalui society food, semacam Pasar Santa, akan mengumpulkan banyak orang. Kalau tempat ramai maka akan cepat balik modalnya. Bisnis berwaralaba memang lebih ke menawarkan kepraktisan. Kita tidak perlu melakukan riset, membuat produk, memasarkan melalui berbagai cara, dan tidak pula perlu mendaftar merek.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba