Koleksi McDonald Menghasilkan $13.000

Modal Pengusaha Cilik Luke



McDonald adalah sebuah perusahaan franchise terfokus kepada anak kecil. Mereka menciptakan kecerian melalui maskot- maskot lucu disetiap hadiah hingga kemasan produknya. Perusahaan makanan satu ini juga terkenal akan paket- paket nya -seperti aneka paket ulang tahun. Apa yang terjadi bila seorang anak jatuh cinta kepada McDonald.

Maka dia mulai mengoleksi maskot selama lima belas tahun. Dia, Luke Underwood menyukai semua tentang McDonald dan hadiahnya.


Luke memiliki tidak kurang 5000 buah poster, tempat makanan, mainan, edisi terbatas gelas, serta pajangan setiap penjualan McDonald. Dia memiliki semua yang membuat anak anak di dunia cemburu. Mereka akan bertanya bagaimana cara dia mendapatkan ini dan itu. Dia mempunya dari yang terbaru hingga paling langka tahun 90'an.

Ia mulai mengoleksi sejak tahun 1990 sampai 1999 ketika berumur 11 tahun. Itu merupakan satu perjalanan panjang penuh dedikasi serta sejarah.

Dia seorang penggemar McDonald sejati. Luke mungkin cuma seorang anak yang selalu minta ditemani ayahnya ketika membeli paket McDonal. Luke hanya mendapatkan $10 setiap pembelian. Sekarang, mulai  separuh umurnya, dia berhasil menjual semua hanya $13.000. Itu sebuah angka jauh dari $10 setiap koleksi bahkan jika semuanya ditotal tetap berkali lipat.

Kenapa harus dijual?

Itu keputusan sulit bagi para kolektor, tetapi Luke bisa, dia masih tetaplah anak- anak dan membutuhkan sekolah lebih dari sekarang. Walau memiliki rasa ingin mempunyai yang kuat, ayah Luke yakin semunya akan dilaluinya. Hanya saja, uang tetaplah uang, dan penjualan ini merupakan terbaik masa depannya.

Melalui bantuan ayahnya, Mr. Underwood, Luke menjual koleksinya di sebuah acara lelang satu- persatu. Ke 5000 item milikinya mulai dilepas secara terpisah pisah, mereka dikelompokan menurut jenisnya. Mr. Underwood mandapati sebuah keputusan sulit bagi anaknya, tetapi bisnis tetaplah sebuah bisnis.

Dan Mr.Underwood yakin anaknya mampu menjadikannya sebuah batu loncatan untuk karirnya sebagai entrepreneur cilik. Bagi kolektor melepaskan sesuatu yang bernilai sejarah adalah hal terberat. Ini merupakan jiwa penghobi sejati dimana koleksi merupakan sejarah hidup. Bagi Luke, kini dia hanya bocah dari South Clifton, dan dia ingin melakukan lebih dari sekedar meratapi keputusannya.

Yakinlah Luke Underwood kelak akan menjual lebih dari $13.000, ketika ia tumbuh menjadi pria dewasa.

Raja Bengkel Berawal Sekedar Mimpi Tukang Las

Profil Pengusaha Heri Cahyono 


 
Ketidak berdayaan memaksanya terus berusaha. Kerja keras menjadi pilihan satu- satunya agar hidup Heri Cahyono bisa berjalan. Ini merupakan cambuk agar menguatkan tekad. Heri kecil sudah berbiasa membantu orang tua mencari kayu bakar, kemiri, ataupun hasil hutan lain. Menjadi pengusaha sebenarnya tidak pernah terbersit di benak laki- laki berkacamata ini.

Semenjak sang ayah berhenti berusaha praktis ekonomi keluarga kacau. Ditengah masalah tersebut maka Heri memilih ikut bekerja keras. Selepas lulus STM Negeri Malang, dia tidak mau membebani keluarga jadi mau langsung bekerja. Ia sadar tidak mudah keluarga membiaya sekolah diwaktu itu. Tetapi akhirnya dia pun harus mengubur mimpi berkuliah.

Pria kelahiran 1978 ini langsung bekerja menjadi tukang las. "Kesusahan yang melanda keluarga kamu justru membuat saya terpicu," jelas Heri. Sejak masih SD sudah keluar masuk hutan mencari apa saja. Dia lalu menjual itu dan uangnya diserahkan ke ibu. "...untuk membantu biaya keluarga," tuturnya. Pasca lulus dia menjadi tukang las di Kota Singosari, Malang.

Momen bekerja membuat hidup Heri gusar. Perasaan ingin lebih sukses lagi melanda batin kecilnya. Sadar diri, bahwa apa yang dimiliki sekarang tidak akan membantu. Dia ingin berkuliah tetapi bagaimana cara. Ia mempunyai cita- cita berkuliah di Jurusan Teknik Mesin tetapi belum. Hingga beasiswa Vocational Education Development Center (VEDC) disetujui.

Ini merupakan lembaga pendidikan kerja sama antara Indonesia dan Swiss. Tidak cuma beasiswa otomotif tetapi juga berbagai bidang ilmu. Cita- cita berkuliah Heri akhirnya terwujud tidak terduga. Dia mengambil bidang spooring dan balancing.

"Saya mengalahkan kandidat dari seluruh Indonesia," akunya bangga.

Meski bukan beasiswa kuliah tetapi sangat membanggakan. Karena dia belajar otomotif sebenarnya selama satu tahun. Dan, lebih beruntung lagi, Heri tidak perlu repot bekerja serabutan langsung ditempatkan. Ia pun bekerja menjadi mekanik di sebuah bengkel di Jakarta Pusat sejak 1995- 2000. Jabatan terakhir dienyam olehnya adalah Kepala Bengkel.

Kuliah berbisnis


Total lima tahun dia bekerja menjadi pegawai bengkel. Selama bekerja di bengkel, tidak lupa uang disisihkan buat ditabung untuk apalagi kalau bukan kuliah. Pria asli Malang ini akhirnya bisa berkuliah beneran yakni D3 jurusan Manajemen Bisnis di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan. Bingung kan? Ternyata Heri telah sudah melihat aspek lain akan hidupnya.

Tamat berkuliah membawanya ke dunia wirausaha. Bekerja menjadi pegawai bengkel cukup lama maka dia mungkin bosan. Menurut pengakuan Heri sendiri sudah banyak ide dikepala. Inilah saatnya dia menentukan nasib melalui cek kosong Tuhan. Keputusan terakhir nanti merupakan jalan mencapai cita- cita. Dia ingin hidup mapan selepas kuliah.

Dia tidak memilih kuliah otomotif tetapi bisnis. Merasa telah cukup bergelut dengan spooring dan balancing, terbersit pemikiran membuka peluang usaha. Dia lantas menggandeng dua orang teman. Uang setoran ketiga sekawan tersebut total Rp.15 juta atau Rp.5 juta masing- masing. Uang segitu dibelikan mesin spooring dan balancing.

Gerai pertama dibuka bermodal menumpang di toko ban milik teman. Tepat tahun 2000, usaha kecil tersebut dijalankan secara bagi hasil. Namun, berbisnis ternyata tidak mudah, tiga bulan pertama tidak menghasilkan apapun. "Saya seperti puasa," kenang Heri. Uang masuk cuma buat membayar gaji karyawan saja tidak ada lebih.

Pria 36 tahun ini mencoba menggali ide lain. Bagaimana cara meningkatkan pendapatan usaha. Maka dia mulai menawarkan jasa spooring dan balancing ke bengkel lain. Dia masuk ke pasaran lain yakni business to business. Hasilnya ternyata diluar dugaan ternyata menghasilkan sambutan cukup baik. Berkat layanan prima maka usahanya tersebar mulut ke mulut.

Sejak awal pemikiran bahwa lelaki harus bekerja seperti lelaki tertanam. Disis lain, dia memang suka akan berbau otomotif, jadi ketika ditawari sekolah ya masuk ke STM. Lain cerita ketika Heri harus memilih mau kuliah dimana. Dia sempat limbung memilih di jurusan bisnis atau otomotif. Tetapi karena otomotif sudah bisa maka dia memilih jurusan bisnis.

Tepatnya dia berkuliah mengambil Diploma Jurusan Finance dan Banking. Uniknya jurusan tersebut ternyata adalah merupakan jurusan yang paling dibenci. Keputusan tepat ternyata memilih sesuatu yang tidak disukai membuahkan hasil.

Bengkel baru


Heri mengorbankan uang tabungan Rp.5 juta. Sementara dua temannya total menyumbang uang Rp.10 juta. Ia lantas membuka bengkel menumpang. Bengkel pertama berada di daerah Cirendeu, Ciputat. Dia berani masuk ke bengke remi pemegang merek (ATPM). Yang biasanya memang soal spooring dan balancing itu diserahkan pihak ketiga.

Sejak 2004 bengkel milik mereka menempati tempat sendiri. Heri ingat memang pernah menginginkan punya usaha sendiri bernama PT. HRA. Itu secara tidak sengaja telah digagasnya sejak kelas 5 SD. Waktu itu dia mekihat sebuah truk berlabel nama perusahaan. Seketika Heri kecil menuliskan nama HRA singakatan dari Heri, Rudi dan Andri (nama kakak).

Kerja keras merupakan kebiasaan hidup. Dari tahun ke tahun usahanya telah meningkat signifikan. Heri tidak berhenti memberikan jasa spooring dan balancing. Kini, dia mentransformasi bisnis menjadi jasa outsourcing spooring mulai perangkat sampai SDM ke dealer resmi.

Satu per- satu bengkel ATPM memakai jasa Heri. Mereka juga termasuk deler resmi bekerja sama dengan mereka PT. Heriromadiali, Auto2000, Astra Daihatsu, Nasmoco, Tunas Group, Honda Mobil, Astra Isuzu, Plaza Toyota, Hyundai,dll. Total dia bekerja sama dengan 140 gerai di seluruh kota Indonesia. Total sudah memiliki enam bengkel miliknya.

Berekpansi Heri juga membuka usaha pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Malang. Karyawan HRA sudah mencapai 450 orang. Ia berpikir untuk mencari usaha lain beresiko rendah. Omzet bengkel saja sudah mencapai Rp.4,5 juta. Ia bahkan merencanakan membesarkan sampai autopilot yakni mempekerjakan tenaga profesional.

"€œSaya ingin, semua usaha ini bisa bertahan hingga puluhan tahun,"€ ujar Heri. Usaha lain termasuk ia membuka usaha soto dan sop Haji Moei. Usaha kuliner yang telah membuka dua tempat di Jalan Haji Nawi Jakarta Selatan dan Jalan Bukit Cirendeu.

Sosok Ken Arok menjadi inspirasi berbisnis Heri. Istilahnya "ongisnade" atau lengkapnya istilah Singo Edan. Memang di Malang terkenal akan bahasa walikan Singo Edan diwalik ya jadinya Ongisnade. Dimana istilah itu mempresentasikan orang Malang gigih mencapai kesuksesan. Mental dirinya telah terlatih hingga sukses mencapai sekarang.

Satu trobosan dilakukan oleh HRA Group yakni layanan edukasi. Mereka memberikan pengetahuan akan kerja si mesin juga. Heri meyakini selama manajerial baik. Maka usaha apapun yang kamu kerjakan akan maksimal tumbuh. "Proses yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula," paparnya. Bukan tanpa masalah sekali lagi berbisnis itu.

Heri cuma memilih fokus kepada proses. Masalah terberat dijalaninya adalah masalah permodalan. Ini bisa menyebabkan usaha kamu sulit tumbuh. Apalagi kesulitan tersebut datangnya justru disaat pelanggan tumbuh pesat. Dia ingat benar ketika segala pengajuan kredit ditolak. Ia pun mengedepankan silaturahmi sebagai jalan.

Ia bahkan sampai menjaminkan jabatan manajer waktu masih bekerja. Ini membantu untuk mulai mencicil aneka peralatan bengkel. Padahal pembelian mesin menurut aturan produsen harus bayak cash. Agar tetap mendukung setiap lini usaha juga ditingkatkan. Termasuk usaha Heri membuka salon motor Motorshop. Satu usaha berkonsep one stop servis.

Heri juga tidak segan membayar tenaga profesional. Ia menggabungkan bengkel motor kustom dengan salon motor. Motorspot terletak di Jalan Cirendeu Raya siap memanjakan motor kita. Disana tempatnya nyaman lengkap wifi, AC, serta berbagai sumber bacaan. Menyikapi persaingan ketat di bisnis bengkel maka ada dua kunci.

Paling pertama adalah bagaimana dia menjaga kualitas layanan. Maka kedua menurut Heri merupakan faktor objektif memberikan manfaat. Sisanya merupakan faktor subjektif yakni Tuhan. Disini tinggal kepercayaan masing- masing soal kepercayaan akan sukses.

"...karena apapun yang diberikan oleh- Nya adalah yang terbaik untuk kita," tutur Heri kepada pewarta dari Wartakota

3 Miliarder Mungkin Banyak Orang Belum Tau

Daftar Pengusaha Miliarder Dunia 


 
Banyak miliarder di dunia tidak sedikit tersembunyi. Padahal sebagai entrepreneur, mereka pasti akan sangat menginspirasi hidup kita, terutama kamu tentunya.

1. Haruhisa Okamura

Bisnis: Adways

Merupakan salah satu pendiri raksasa teknologi di Negara Jepang. Dia fokus berbisnis periklanan online, menghasilkan pendapatan sampai $221 juta di 2013.

Singkatnya dia merupakan lulusan drop- out. Dia ketika berumur 16 tahun memulai bekerja jadi salesman. Ia mempunyai masalah komunikasi serta membangun teman, jadi Okamura memilih hidup di dunia kerja yang cocok menjadi tempat hidup. Di tahun 2000, ketika internet mulai menggilai, maka Okumura pun mendadak terobesesi akan hal tersebut serta IPO saham.

2. Josie Natori


Bisnis: Natori Company

Natori dikenal akan bisnis pakaian tidur. Bukan sembarangan, tetapi pakain tidur mahal high- end, menarik dia merupakan contoh buat kamu imigran. Dari Filipina ke Amerika, perbedaan budaya, makan, segala hal membuatnya rindu rumah. Tetapi dia tetap bertahan demi masa depan. Makalah dia mulia berusaha sendiri di entrepreneurship.

Suatu ketika, tahun 1977, dia bersama sang suami selepas mendapatkan kewarga negaraan Amerika siap berbisnis pakaian. Natori memamerkan gaun malam buatanya untuk pembeli, dan menjadi jalan tersendiri baginya masuk ke bisnis jutaan dollar.

3. Heidi Ganahl


Bisnis: Camp Bow Bow dan motivator

Ketika kamu memilih jalan memutar bukan berarti tidak bisa sukses. Dia adalah pengusaha pemilik tempat penitipan anjing Camp Bow Bow. Ganahl dan suami, Bion Flammang, memiliki ide perusahaan perawatan anjing. Hingga tahun 1994, sebuah tragedi terjadi, dimana Flammang meninggal karena kecelakaan pesawat. Meski sempat berhenti beberapa tahun Ganahl melanjutkan.

Meski hidup sebagai seorang orang tua tunggal, sejak Desember 2000, usahanya semakin agresif. Dia mulai membuka tempat pertamanya resmi Camp Bow Bow di Denver. Singkat cerita ini menghasilkan uang yang tidak sedikit yakni $80 juta.

Sifat Introvert Tidak Mengahalangi Langkah Bisnis

Artikel Ketika Introvet Ingin Berbisnis



Kamu bukanlah termasuk pengusaha banyak relasi. Kehidupan kamu hanya berkutat bisnis kamu, keluarga mu, dan beristirahat di rumah. Koneksi memang menjadi cara ampuh memperkenalkan satu bisnis baru. Dari teman, keluarga dan saudara, tapi tidak semua orang seberuntung itu -ya itulah introvet. Introvet berarti kamu tertutup, memang idealnya terbuka tapi ini bukan batasan.

Kamu tak perlu punya ribuan relasi, cukuplah kamu dan beberapa orang. Para introvet ini juga bisa berbisnis layaknya pengusaha lain. Mereka masih bisa menjual produknya tanpa harus terikat oleh banyak individu. Cukuplah kamu berbicara tentang produk kamu yang terbaik. Berikut ini cara pengusaha "introvert" yang ingin tetap memajukan mereknya dengan segala rutinitas padat.

Mereka tetap menghargai perbedaan kepribadiaan yang berbeda. Mereka yang mengerjakan pekerjaan rumah serta bisnis sekaligus.

1. Jejaring sosial.


Inilah koneksi yang bisa dijalani si introvet, dimana ketenangan rumah itu masih ada. Kamu masih ada di zona pribadi kamu. Jadi tidak perlu menjadi orang lain, pergi ke sana ke mari hanya sekedar mencari perhatian. Pengusaha introvet yang lebih suka dalam kondisi tenang dan kontemplatif untuk mengambil untung.

Misalnya, lewat menulis sebuah blog, kamu bisa menyisihkan waktu merumuskan pemikiran penting dan juga melibatkan diri dalam percakapan di jejaring sosial.

Kekuatan media sosial terletak pada fleksibilitas tanpa batas. Antara pembeli serta penjual terjadi transaksi tanpa embel- embel basa basi. Kamu bisa mengeluarkan semua tentang produk kamu dan tidak mesti harus didengar. Ingat marketing tidak selalu tentang mendekati orang satu per- satu kan, tapi juga bagaimana agar kesan itu selalu ada, disini, melalui jejaring sosial.

2. Berinteraksi empat mata. 


Kamu masih bisa melakukan ini, tidak perlu makan malam khusus. Jika kamu merasa kikuk berkomunikasi dalam keramaian dan lebih nyaman dalam kondisi empat mata, jadilah menjadi seorang penghubung antar orang sekali waktu. Mintalah orang baru dari sebuah divisi untuk santap siang bersama seminggu sekali dan kamu akan membangun jaringan bisnis yang kokoh dengan perlahan tetapi pasti.

Kamu tak perlu ikut masuk dalam negosiasi karena bisnis itu tetap berjalan.

3. Berikan isyarat halus. 


Hal-hal kecil bisa mengokohkan brand pribadi kamu tanpa harus mengucapkan kata. Cukup memajang ijazah atau penghargaan di dinding dan meja kantor bisa menunjukkan keahlian dan pengalaman kepada orang lain. Dari sana mereka akan memberikan lebih banyak respek pada kamu tanpa kata- kata tapi kesan.

Cukup lewat berisyarat, kamu memperoleh semua itu dengan integritas, bukan melalui satu kecurangan untuk mendongkrak popularitas atau reputasi.

Nama Gadis Kebumen Pembuat Chat Meotalk

Profil Pengusaha Novi Wahyuningsih



Anak jenius itu bernama Novi Wahyuningsih. Bayangkan baru 23 tahun sudah menyandang gelar S- 2. Tak banyak kisah tertulis tentang dirinya, tatapi penulis mencoba mendalami. Gadis kelahiran 6 November 1991 asal sebuah desa kecil di Kabumen, Jawa Tengah. Novi merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia selalu memberikan yang terbaik di hidup.

Terutama bagi keluarga dicintainya Novi tidak setengah- setengah. Buktinya dia mendapatkan dua gelar yaitu Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen. Pendidikan dimulai di SD N 2 Sugihwaras, lantas dilanjut SMP N 1 Karanganyar, sampai masuk SMA N 1 Karanganyar.

Seperti layaknya gadis remaja lain maka masa SMA dirasa paling menyenangkan. Dalam tulisanya dia sosok mudah bergaul, banyak teman, mempunyai banyak aktifitas. Cukup pendiam tidak banyak berbicara tidak perlu. Tetapi Novi lumayan cerdas diantara kawan- kawannya.

Novi meninggalkan masa SMA di umur 17 tahun masuk ke Universitas Gajah Mada. Dia begitu merindukan teman- teman. Mereka ada yang bekerja atau mengambil pendidikan lain. Hidup di perantauan yaitu Kota Yogyakarta memiliki kesan tersendiri. Apalagi dia tidak pernah jauh dari keluarga. Istilahnya itu gadis kecil manja, yang punya keinginan apapun harus terlaksana.

Waktu itu dia harus hidup mandiri jauh dari keluarga. Di Agustus 2009, Novi mulai berkuliah D3 Ekonomika dan Bisnis UGM. Dia mulai mengetahi sedikit tentang berbisnis. Mulai bulan Januari 2010 perhatiannya tidak cuma berkuliah tetapi berbisnis. Ia menyebutnya berbisnis network marketing. Mulai di bisnis itulah ia sudah bisa mendapatkan "gaji".

Gadis berumur 19 tahun itu menjelman menjadi pengusaha mudah. "Saya sudah mengalami jatuh bangun di dunia bisnis," tulisnya dalam sebuah blog. Bisnisnya meliputi forex, bahkan masuk ke properti, dilakukanya di sela kuliah.

Akhirnya 19 Agustus 2011 menjadi hari penentuan bagi Novi yakni wisuda pertama. Sibuk berbisnis mambawa Novi sampai ke Jakarta. Dia tidak lagi manja loh. Sambil berbisnis, ia melanjutkan jenjang S-2 Manajemen STIE Pelita Bangsa Bekasi. Oh ya, maaf, sebelumnya dia sudah melanjutkan S-1 dulu di STIE YKPN Yogyakarta.

"Saya mulai mengetahui arti sebuah kesuksesan, menurut saya," tuturnya.

Ia mengambil rumus SUKES = A (alat) + B (berusaha) + C (cita- cita) + D (doa)

Pengalaman itu berharga kawan tulisnya. Dia sudah terbiasa antara kuliah dan bisnis. Antara Novi belajar sambil mengerjakan trading forex. Hingga dia belajar bisnis tentang IPO tentang. Ia mulia belajar menganai saham pra- IPO. "Kebetulan basic study saya dari akuntansi, saya sedikit belajar tentang dunia saham," aku Novi.

Di 23 September 2011 langkanya dimulai masuk ke bisnis saham Pra- IPO. Dia mulai belajar tentang apa itu Angel Investor, bisnis startup, strategi berbisnis supaya listing di NASDAQ. Ternyata bisnis nya tidak cuma investasi tetapi marketing fee. "Saya tidak hanya investasi saja, saya juga mengejar marketing fee," jelasnya. Pengalaman adalah guru baginya lebih- lebih lagi.

Beberapa daerah dikunjing berkat berbisnis ini. Dia untuk pertama kalinya bisa berngakat ke Hong Kong dan China tepat di umur 20 tahun.

Bisnis aplikasi



Sebuah percakapan menarik ketika berbicara tentang dia. Bayangkan dia telah menjadi CEO perusahaan saat berumur 24 tahun. Tidak sembarang berbisnis, gadis asal Desa Tepakiyang Kecamatan Adimulyo ini memang sudah memperhitungkan. Dia membuat aplikasi game chat. Ini didasarkan bukan cuma tren tetapi potensi.

Bayangkan saja, pengusaha sekelas Hary Tanoe MNC Group ngebet membeli saham 40 persen WeChat. Sementara itu ada juga Bakrie Group berinvestasi Rp.100 miliar untuk Path. Mereka juga memasukan dana 120 triliun untuk Tokopedia. Ia bekerja sama dengan teman bisnis di Kuala Lumpur. Mereka membuat satu aplikasi bernama Meotalk.

Ini bukan sembarang chattingan tetapi berhadiah. Karena masyarakat mengunduh gratis, tetapi menghasilkan token berupa pulsa satu juta metapoin sama dengan 100 USD. Dan setiap bulan akan terus dikembangkan hingga sempurna. Pendanaan sendiri dilakukan melalui penjualan saham senilai $1000 sampai $50.000 per- share.

"Insyaallah target kita dunia," jelasnya sembari sibuk mempromosikan Meotalk di pasar Asia.

Mungkin kamu berpikir hidup seorang Novi itu tanpa kegegalan. Faktanya dia juga merasakan hal tersebut terutama ketika masuk ke dunia politik. Sebagai anak muda penuh fisi maka menjadi panggilan baginya jadi perwakilan masyarakat Kebumen.

Mencalonkan diri menjadi anggota DPR asal Partai Nasdem. Novi terpaksa gagal. Tetapi dia mendapatkan dukungan menjadi calon bupati di 2015 ini. Sayangnya, terhalang umur, mungkin Tuhan belum berkehendak menjadikan dirinya pemimpin daerah.  "Saya tidak dapat lolos karena batas minimal balon bupati/balon wabup minimal 25 tahun, sementara saya baru 23 tahun," katanya.

Dia cukup kecewa tetapi tidak menyerah. Gagal masuk senayan dan menjadi bupati tidak membuat Novi itu berhenti. Dia terlihat masih kecewa dengan sistem politik Indonesia yang belum dewasa. Ambil contoh saja di Amerik, Walikota terpilih Derek Merrin, terpilih ketika berumur bahkan 22 tahun.

"Menurut saya tingkat kedewasaan, serta prestasi kepemimpinan, atau mungkin pengalaman seseorang untuk menjadi pemimpin itu tidak harus dilihat dari segi usia," tegas Novi.

Usai bersaing di kancah Politik, kini, fokus gadis manis ini adalah mengembangkan bisnisnya. Bisnisnya telah menarik perhatian investor sampai Rp.2,6 miliar dari Global Century Limited. Novi memang belajar dari orang- orang berhasil. Meotalk merupakan aplikasi media sosial yang gratis diunduh di Play Store.

Untuk mendukung kesuksesan dia bahkan berani berkuliah lagi. Novi tengah mengambil S-2 kedua di Bina Nusantara Jakarta. Bagianya penduduk Indonesia yang 250 juta dimana 100 juta aktif di sosmed. Sebuah kesempatan terbuang sia- sia kenapa tidak ada aplikasi sosial media buatan Indonesia. Inilah jalannya untuk mengerjakan berbagai startup.

Adalah seorang Country Manager sekaligus CEO muda Meotalk. Ia menghasilkan aneka produk seperti hal Monzter, Happybid, Metgames, dan Vooila. "Amati, tiru, dan modifikasi," ungkap Novi. Tidak cuma dalam bentuk pulsa, tetapi dia telah merubahnya menjadi uang digital G poin direncanakan akan digunakan berbagai hal.

Novi mengistilahkan refund atau pulsa dikeluarkan mengunduh kembali. Konfersi satu juta poin akan menjadi setara $100. Ia berani menargetkan 100 juta pengguna akan memintai Meotalk. Peluncuran pertama saja ia mengantongi 4000 pengguna. Prinsipnya cobalah sesuatu meski merupakan hal baru. Selain itu jadilan sosok amanah berbisnis.

Sang ayah yang berprofesi sebagai petani begitu bangga. Dia mendukung Novi asal usahanya itu halal dan berguna bagi masyarakat. Putri sulung dari pasangan Darman (52) dan Rasmi (45) memang memilik visi serta misi kedepan bagi Indonesia.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba