Fashion Blogger Pertama Biografi Diana Rikasari

Profil Pengusaha Diana Rikasari


diana rikasari
 
Biografi Diana Rikasari, kelahiran 23 Desember 1984, memang dikenal punya selera fashion. Diana bisa dibilang fashion blogger pertama Indonesia. Memulai menulis semenjak 2007 menggunakan platform blog online. Dari menulis, ibu muda ini menyalurkan kecintaan akan dunia fashion lewat foto.

Memperkenalkan konsep OOTD kepada anak muda jaman itu. Diana menarik banyak perhatian dari masyarakat. Ibu muda yang sudha punya seorang putra bernama Sam. Dia bukanlah siapa- siapa. Tapi ia memiliki hobi menulis yang disalurkan lewat internet.
 

Siapa Fashion Blogger Pertama


Kecintaan akan fashion membutnya memilih jalur berbeda dan unik. Bila blogger lain cuma menulis aneka cerita. Dia memilih menuliskan kisahnya dalam kolase foto. Blog miliknya sangat dikenal yang berpengunjung jutaan perhari. 
 
Alhasil namanya semakin kosisten sebagi fashion influencer bermodal blog. Layaknya fashion blogger lain, Diana juga tidak melepaskan kesempatan untuk masuk ke dunia Instagram. Tetapi dia masih tetap rajin menulis blog selain Instagram. 
 
Diana juga memiliki dua fashion brand yang bernama iwearUP.com dan juga PopFlats.com. Kehidupan tidak selalu menyenangkan terutama buat mereka. Bagi mereka yang ingin sukses harus melewati masa sulit. Begitupula Diana yang nampaknya lancar- lancar saja berkarir. 
 
Siapa sangka dia pernah menjadi korban bullying ketika sekolah dasar. Diana kecil diledek karena punya kekurangan dalam dirinya. Dia yang berada di negeri orang, merasakan apa yang kita rasakan berkali- lipat. Ia hadir diantar keterasiangan tanpa sedikitpun persamaan. 
 
Diana hanya punya tangan menyalurkan pemikiran.Dia mulai menulis kegundahan hati dalam diary. Sempat merasakan putus asa, Diana lantas meminta dipindahkan sekolah agar tidak tertekan. Keadaan terpuruk sang ibu hadir membawa semangat. 
 
Dia menasehati Diana agar tegar. Kepala tegak, bangkit dari keterpurukan, dan mulai berprestasi. Masa sulit dilewati Diana menghasilkan prestasi gemilang. Ia menjadi lulusan terbaik di sekolah. Itu menjadi bukti bahwa ada kelebihan dalam dirinya. 
 
Diana semakin percaya diri. Meyakini bahwa apa masalah dihadapi bisa teratasi. Kuncinya dia harus bekerja keras untuk memperbaiki keadaan lebih baik. Diana tidak pernah mendendam kepada teman sekolahnya. 
 
Teman kecilya itu dimaafkan, tetapi Diana harus berhadapan dengan haters di sosmed, dan apa jawabannya. 

"Jangan membeci saya karena saya adalah orag yang penuh cinta. Namun bilapun anda membenci saya, saya tak akan balik membenci anda" jawab Dian.

Diana selalu berpakaian unik menunjukan gayanya. Tidak sedikit haters menyebut bahwa gayanya itu norak. Dianggap terlalu narsis dan cuma bisa nulis- nulis. Diana seolah tidak memiliki sesuatu yang dibanggakan dari blogging.

Diana tidak bergeming akan ejekan. Dari sekian banyak postingan, lambat laun merubah pandangan beberapa orang. Sedikit menjadi banyak orang mengaggap dirinya trend setter. Inilah dirinya sendiri bukan membuat- buat. 
 

Kisah Diana Rikasari

 
Memang dia memiliki cita rasa fashion unik, namun layak dipelajari sampai ditiru. Dalam biografi Dian Rikasari menulis merupakan passion lain. Selain kesukaannya akan fashion itu sendiri dan tidak terpisahkan. Keduanya seolah satu paket membentuk brand Diana. 
 
Dia menjadi satu sosok trendsetter yang dianggap paham. Diana tidak cuma sekedar foto- foto tetapi menulis juga. Terbukti dengan lahirnya sebuah buku yang berjudul "#88 Love Lifes". Disini berisi suka dukanya bekerja sebagi blogger. 
 
Menemukan passion diantara jepretan foto. Buku yang berisi inspirasi, cinta, dan kebahagiaan yang menarik banyak orang.

Bukunya tidak cuma best seller di Indonesia, tetapi juga Malaysia dan menyusul Singapura. Cetakan berikutnya menyebar sampai London, Filipina, Dubai, dan Brunei.
 
Mengapa dia berhasil pasti karena menjadi pelopor fashion blogger. Dia dikenal berpakaian nyentrik untuk masyarakat tahun 2007 -an.  Soal blog dirinya masih masih bertahan, dan masih menggunakan nama akhir blogspot.com atau gratisan.

Alamatnya ada di dianarikasari.blogspot.com dengan pengunjung banyak. Ini menjadi bisnis lain bisa digelutinya selama kurun waktu tersebut. Diana sering mendapatkan sponsor melalui sini sebelum ada Instagram. Ia pun masih kerap mendapatkan sponsor melalui media blog tersebut.

Blognya masih update sampai sekarang menjadi jala kesuksesan lain. Ia mendapatkan apresiasi tak cuma dalam negeri. Salah satunya, ajang Paris Fashion Week, yang memberi undangan untuk Diana hadir. Bisnis lainnya, Diana mendirikan brand sepatu bernama Up dengan bermodal 40 juta rupiah.

Perbulan setidaknya dia mampu menjual ratusan pasang. Omzetnya mencapai ratusan juta rupiah dari berbisnis sepatu saja. Dari bisnis pakaian lahirlah brand Schmiley Mo, yang diperuntukan wanita dan anak- anak. Schmiley Mo bahkan sudah menjadi brand internasionl lewat Torino Fashion Week, Itali.

Diana sukses memboyong pakiannya sampai ke Dubai dan Uni Emirat. Diana lalu pindah ke Swiss ikut suaminya menetap. Meskipun tidak tinggal di Indonesia, karyanya bisa dinikmati melalui media internet yang memotong jarak.

Ia telah menjadi ikon orang Asian bermain fashion. Maka tidak salah, dalam acara Spiel Der Kulten, pihak museum kota St. Gallen, Swiss, membuatkannya patung. Ini prestasi terbesar baginya sejak semula berusaha. Diana masih aktif menjadi fashion designer, blogger, dan penulis buku yang aktif.

Haji Mualaf Aman Wirausaha Bakso Halal Sedap

Profil Pengusaha Haji Aman


pengusaha haji mualaf
 
Haji mualaf Aman dikenal oleh penduduk Kota Karawang dan luar. Wirausaha bakso halal sedap yang tersohor akan rasanya. Banyak sudah food blogger mengulas kuliner bakso miliknya. Nama usahanya Mie Kering Haji Aman, sosoknya sempat diragukan oleh pecinta kuliner Muslim.

Secara Pak Aman adalah keturunan Tionghoa. Tetapi sudah masuk Islam dan berhaji. Seorang Haji mualaf Aman semakin populer. Pasalnya target pasarnya meluas dibanding sebelum ini. Tentu bukan pasal bisnis Aman berpindah keyakinan.

Wirausaha Bakso

 
Sudah 28 tahun dirinya menjadi mualaf karena terpanggil. Dulu ayahnya seorang penjual mie kering keliling. Resep warisan leluhur yang membawa kedainya naik daun. Bakmi buatan Haji mualaf Aman rasanya gurih dan teksturnya lembut loh.

"Tidak asin, juga tidak tawar. Rasanya pas dan tidak bikin enek," tutur pengusaha ini.

Merupakan warisan keluarga hingga sekarang. Dari berjualan keliling Aman mampu membuka kedai sendiri. Pria bernama asli Hermawan, begitu sudah mualaf langusng merubah resep. Walaupun begitu rasanya masih tetap kok.

Menu andalan tentulah bakmis berbahan mie kuning, taoge, ayam semur, bakso dan heikang. Untuk penyajian menggunakan kuah kaldu sungguh lezat. Ada taoge dan daginya besar sebagai sumber protein dan kelezatan utama.

Orang tuanya dulu pedagang mie khas Singkawang. Minyak bawang menggunakan biasa. Tidak ada campuran minyak lain. Cara memasak dan pengolahan tidak tercampur bahan non- halal. Daging juga dibuat menggunakan bahan ayam dan sapi tanpa campuran.

Banyaknya orang Muslim yang berminat masakan Chinese food. Maka itulah sasaran Haji mualaf Aman untuk kedepan. Walaupun begitu dia tidak jarang diragukan karena penampilan. Bagi mereka yang sudah tau bahwa dirinya sudah Mualaf, ya, menjadi pelanggan tetap mie buatan Haji Aman.

Semua bahan diolahnya sendiri, termasuk mie bukanlah buatan pabrik. Dia membuat semua sendiri tanpa bahan tambahan kimia. Menu andalan pengusaha mie kering ini ya tentunya mie tanpa kuah. Menu lainnya yakni bakmie kuah, dihidangkan langsung dengan kuah olahan mienya.

Bakmi kering ada rasa asam- asam karena diberi cuka. Walupun diberi kuah rasanya tetap asam kok. Porsi dibuat sengaja ukuran besar untuk mengenyangkan pembeli. Bakmie Haji Aman bisa dijadikan sarapan atau makan siang.

Untuk pangsit dia menyediakan dua jenis: Pangsit kering dan pangsit rebus. Pangsit rebus langsung dimasukan ke kuah. Sedangkan kering bisa dimakan terpisah layaknya kerupuk. Kebanyakan lebih memilih mie kering sebanyak 99% pembelinya.

Sehari menjual 200 porsi seharga 14 ribu- 16 ribuan. Pesanan melonjak 400- 600 porsi ketika haris khusus seperti Cap Go Meh. Pengusaha 52 tahun ini baru membuat hanya empat menu. Kenapa cuma memiliki empat jenis. Pasalnya Haji Aman ingin mempermudah pilihan dan mempercepat proses.

Dalam waktu satu jam mampu melayani 70 porsi pembeli. Meskipun banyak karyawan, Haji Aman berani melayani sendiri. Prinsip wirausaha Haji Aman adalah menjaga kualitas rasa. Selain itu dalam hal kecepatan harus mampu mengimbangi kebutuhan pembeli.

Wirausaha ini juga mengundang waralaba bagi pemodal. Sudah ada 10 kedai yakni dari Pontianak, Mempawah, Singkawan, dan lainnya. Namun hanya beberapa pewaralaba mampu bertahan. Pasalnya mereka tidak mampu menjaga pelayanan dan kualitas sesuai standar Haji Aman.

Usaha Rumah Yogurt Bisnis Yogurt Modal Kecil 6 Juta

Profil Pengusaha Aditya Fajar


usaha rumah yogurt

Usaha Rumah Yogurt memiliki kisah unik. Bisnis yogurt yang bermodal kecil ini, cukup bermodal kisah cinta Jakarta- Bandung. Pekerjaan kantor membuatnya jenuh, meski telah mencapai kedudukan yang nyaman.  Aditya Fajar ingin mengelola usaha rumah yogurt sendiri.

Dia pernah berkerja sebagai marketing di salah satu perusahaan di Jakarta. Dari bisnis, beberapa kali bangkrut, Adit tertatih bangkit berbisnis lagi dan lagi. Di ujung fajar, dia mendapat hidayah berbisnis yogurt sebagai usaha sampingan.

Bisnis Yogurt Modal Kecil

 
Kisah cinta membawa Aditya Fajar, pria kelahiran Jakarta, sampai ke kota Bandung, Jawa Barat, ke rumah pujaan hatinya. Dia menemukan ide bisnis tersebut disini, ketika telah membina rumah tangga sendiri. Dia yang pindah dari Jakarta ke Bandung, memilih resign kerja dan memulai usaha.
 
"Sekitar 2008, pasca pernikahan, saya memulai bisnis ini," kenangnya  Awalnya Adit cuma ingin memberdayakan ibu sekitar rumah. Dia berpikir daripada mereka sibuk hanya menonton sinetron, kenapa tidak membantunya menjalanka usaha sendiri. 
 
Ini bukan perkara mudah loh, Adit memulai tanpa tau seluk beluk cara pembuatan yogurt. Dia berharap melalui mengikuti pelatihan mandiri, akan membuatnya bisa jago bikin yogurt. 
 
"Saya kursus membuat yogurt 1,5 tahun dari teman saya, orang perancis. Memang tidak mudah, saya pun awalnya sering mengalami kegagalan," ujarnya berkisah.

Membuat yogurt tidak bolah sembarang atau akan berubah menjadi racun. Bisnis ini merupakan bisnis sehat butuh kemahiran khusus di setiap prosesnya. Adit telah merasakan sendiri susahnya menyiapkan bisnis barunya ini.

Saat itu, yogurt buatanya diberi nama delicieux dipasarkan melalui sistem bagi hasil. Pelan tapi pasti bisnisnya mulai bangkit. Peminat yogurt miliknya mulai bertambah, tak mau lekas puas; Adit beserta istrinya, Tarie, membuka kedai kecil khusus menjual yogurt produksinya.

Namun tidak selalu nasib baik, usahnya mengalami kebangkrutan. Apa salahnya? Adit berkesimpulan bisnis miliknya tidak menutupi biaya operasional atau over budgeting. Konsep bisnis bagi hasil yang dijalankan kurang mendapatkan sokongan hingga tombok.
 
"Tahun 2009, saya dan istri akhirnya pindah ke Jakarta. Bukan hanya itu, saya pun membawa pindah bisnis itu ke Jakarta dengan nama baru Rumah Yogurt," ucapnya
 
Kegagalan membuat Adit belajar banyak, bagaimana memperbaiki semua tentang bisnis, dari produksi hingga finansial. Hingga akhirnya, cahaya sukses itu datang menghampiri. Dia memutuskan keluar dari kerja, memilih fokus hanya pada bisnis yogurtnya.

"Saya keluar kerja berarti penghasilan nol. Saya bertekat mebangun bisnis yogurt ini dari nol lagi, waktu dan pikiran saya akan banyak habis mengurusi bisnis ini meski modal seadanya, 2 juta rupiah," ucap Adit berapi- api.

Otomatis dia pengangguran berharap kepada tidak kepastian. Bayangkan dia tidak menghasilkan uang sama sekali. Malahan dia harus merogoh kocek 2 juta untuk tambahan. Pilihan keluar dari pekerjaan berarti tidak adanya penunjang hidup.

Itu juga berarti tidak adanya pendukung dalam berbisnis. Ya, secara matematis tidak ada lagi modal selain uang 2 juta rupiah ditanganya, bahkan bila terbentur masalah lagi, yah, dia resmi bangkrut kembali. Adit hanya bermodal ketekunan serta pantang menyarah membangun dari yogurt dari nol.

Semenjak resign kerja, untuk menjalankan usaha, Adit merasa bisa lebih fokus daripada sebelumnya. Kini, meski baru seumur jagung, bisnisnya mulai memperlihatkan arahnya. Dia berkata untungnya sudah bisa mencapai 6 jutaan sekarang.

Meski masih tergolong industri rumah tangga, tapi dia merasa uang itu bisa menutupi keputusannya. Dia merasa uang satu bulan enam juta sama dengan gajinya selama tiga bulan. Bahkan dia sambil bercanda "Bisa dikerjakan sambil tiduran," selorohnya tertawa.

Pemasaran sekitar Jakarta terus ditingkatkan, hingga mampu mengahasilkan lebih dari 150 cup per- hari. Dia yakin terus berusaha mengembangkan pemasaran. Yogurt yang dijual seharga 6.000 itu sudah memanggil tidak hanya pelanggan dari Jakarta tapi juga Bandung dan Bekasi.

"Mudah- mudahan, saya bisa mengembangkan bisnis ini menjadi besar. Karena bagi saya, tidak ada pilihan selain sukses!" tutupnya

Pensiunan PNS Menjadi Pengusaha Budidaya Alpukat Miki

Profil Pengusaha PNS Suharno


pensiunan pns jadi pengusaha
 
Orang bilang jadi PNS enak punya penghasilan tanpa kerja. Kemudian pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya Alpukat Miki. Padahal Suharno mendapatkan jatah bulanan penghasilan. Alasan memilih wirausaha karena ingin tetap produksi di masa senja.

Mantan Pejabat Lingkungan Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah. Jabatan terakhirnya adalah Asisten 1 Sekertaris Banjarnegara. Kini disibukan pekerjaan barunya menjadi pengusaha. Dia membudidaya alpukat miki, melalui tanah miliknya di kawasan Komplek Perum Limbangan Baru.
 

Menjadi Pengusaha


Pensiunan PNS ini menjadi pengusaha selepas 2012 silam. Sibuk menggeluti usahanya karena sangat senang. Dia pandai memilih bibit- bibit tanaman unggul Salah satunya ya alpukat mini miliknya yang terkenal laris.

"Saya menyukai bercocok tanam sejak SMP," ia menambahkan. Dan lingkungan Suharno S.Sos yang memberikan dukungan. Keluarga memang senang dengan tanaman menghijaukan. Jika dulunya dia hanya lakukan untuk hobi, sekarang diseriusi sebagai usaha.

Sebagai catatan bahwa budidaya alpukat miki laris. Pasarnya tidak hanya dijual dalam negeri tetapi dijual ke luar negeri. Pasar ekspor- impor sudah ada ditangan pensiunan PNS ini. Suharno sekarang menjabat sebagai ketua harian HKTI Banjarnegara.

Alpukat Miki merupakan bibit varietas unggulan dataran rendah. Bibit ini dikembangkan oleh pihak Pusat Kajian Buah- Buahan Tropika ITB. Peneliti ITB Dr. Sobir berserta tim peneliti menghasilkan bibit alpukat yang sifatnya besar dan lembut.

Berat alpukat Miki mencapai 400- 600 gram dan produksi di usia tanaman 2- 3 tahun. Usia generatif tanaman ini pada usianya 5 tahunan. Sifatnya genjah sehingga unggul dibanding alpukat lain. Rasa dihasilkan alpukat pulen dan manis enak.

Umumnya berbuah satu kali dalam setahunan saja. Sedangkan alpukat Miki menghasilkan buah tiap tahunnya. Alpukat hijau ini menghasilkan domplan yakni rindah dan lebat buahnya. Alpukatnya juga mengkilat lebat diujungnya jadi menyenangkan.

Buahnya tebal berwarna kuning cerah ketika dibuka. Walaupun buahnya manis tanpa getir dan tahan hama. Buah alpukat ini sangat kuat jika digigit ulat buah. Kulitnya kuat tebal tidak mudah untuk bisa ditembus.

Pohon ulat juga dimangsa ulat utamanya jenis Cricula Trisfenestrata. Daun alpukat juga tidak cocok buat penceranaan ulat. Hati- hati karena ini juga berpengaruh kepada hewan sapi atau kambing. Ini sering disebut alpukat mentega sangat direkomendasikan untuk dibudidaya oleh masyarakat.

Cocok buat budidaya dataran rendah berkualitas prima. Produksi banyak meskipun usia masih muda. Ini merupakan kesempatan bagi pensiunan PNS juga.

Pensiunan PNS Tetap Produktif

Apakah syarat menanam alpukat Miki, adalah dataran tinggi setinggi maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Cocok ditanam pada wilayah tropis maupun sub- tropis. Tidak masalah ditanam di tanah remah maupun tanah berlempung.

Kondisi penanaman tidak butuh cahaya matahari intens. Budidaya alpukat mentega memang mudah. Suharno menambahkan dia mendapat bibit lewat okulasi. Menurutnya ini merupakan cara terbaik mendapatkan bibit.

Bagi kamu yang berminat budidaya alpukat Miki. Jangan segan datang ke tempat Suharno untuk belajar. Juga memberikan layanan bibit unggulan untuk ditanam. "Kami akan berbagi ilmu, bagi yang ingin praktis saja kami menyediakan bibit siap tanam," ujarnya.

Teknik digunakan untuk menanam alpukat Miki. Adalah teknik okulasi yakni menempel batang ke pohon alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat usia benih dua bulan dan tinggi 60 cm. Kenapa pensiunan PNS ini menjadi pengusaha budidaya alpukat.

Dia menjawab kegiatan bercocok tanam menekuni hobi. Selain itu kegiatan ini akan menghindarkan dia dari pikun. Memberikan dampak positif bagi kesehatan orang tua. Untuk teknik okulasi sendiri sangat membantu agar rasa tidak berubah.

Di usia senja sekarang 50 pohon saja sudah cukup jadi jaminan. Ayah dari dua putra dan dua cucu ini juga membudidaya pisang rajalawe. Pisang kondang dari Banjarnegara, buahnya panjang dan manis cocok dijadikan tanaman buah.

Dari jenis Euclyptus cocok untuk dataran tinggi seperti Dieng. Suharno juga membudidaya buah lain yakni jeruk keprok. Dia juga mengembangkan buah jambu air Deli Hijau. Segmen pasar yang dia target adalah mudah dijual, dan menghasilkan untung dibanding buah umum.

Aplikasi Donor Darah Red Blood Social Entrepreneurship

Profil Pengusaha Leonika Sari Njoto


pendiri red blood

Aplikasi donor darah Red Blood erupakan bentuk social entrepreneurship. Sang pengusaha menjelaskan donor darah tidak rumit. Dimanapun kamu bisa mendapatkan kesempatan. Aplikasi yang memberikan notifikasi kebutuhan akan darah. 
 
Taukah kalian masyarakat Indonesia termasuk pecinta membantu sesama. Membantu tidak harus meluli mengenai uang. Leonika Sari Njoto Boedioetomo menjelaskan asal mulanya membuat aplikasi. Dia mengenang dulu banyak mendaptkan broadcast massage, baik dari keluarga maupun teman.
 

Membuat Aplikasi Startup

 
Kekuranngan donor darah di Indonesia memang memprihatinkan. Pendonor darah kecil dibandingkan kebutuhan darah harian. Belum lagi spesifikasi darah yang dibutuhkan pasien. PMI sendiri selaku pemegang regulasi telah mencoba semaksimal mungkin.

Kini tinggal giliran kalian mau tidak mendonorkan darah nanti. "Saya sering banget mendapatkan broadcast massage tentang orang butuh donor dari di rumah sakit tertentu," jelasnya.

Leonika juga sering mendapatkan info sejenis di sosial media. Layaknya masyarakat biasa, dirinya belum teredukasi tentang pentingnya mendonor darah. Leonika juga belum paham bahwa satu tetes darah begitu berharga. Kemudian dia mencari tau mengenai kebutuhan darah di Indonesia sendiri.

Kebutuhan darah Indonesia rata- rata 5 juta liter. Sedangkan ketersediaan baru mencapai 1- 2 juta. Ia merenungi ini. Tren membangun aplikasi startup tengah marak. Leonika paham sehingga lahirlah aplikasi pertama.

Dia termasuk golongan ulet dan tekun. Leonika semenjak kecil sudah menyukai Biologi. Nilanya paling moncer dibanding mata pelajaran lain. Bermula dari keinginan menjadi Dokter namun takdir tidak memilihnya. Ada beberapa petimbangan hingga memutuskan tidak memilih kedokteran.

Pilihan kedua kesukaanya adalah juruan ilmu teknologi. Tepatnya, memilih jurusan Sistem Informasi, di Institut Sepuluh Nopember (ITS). Walapun tertarik bukan berarti Leonika memahami. Ada satu mata mata kuliah tidak mengena.

Mata kuliah Pemrograman kurang dipahami, alhasil dia mendapat nilai C karena kurang dasar. Dia sudah lama tertarik bidang teknologi. Tetapi belum memiliki waktu memoles pengetahuan dasar. Ini mungkin karena Leonika masih berharap masuk kedokteran.

Dia memang sangat penasan akan bahasa pemrograman. Bekerja keras membuatnya menaikan nilai mata kuliah lanjutan. Di kuliah pemrograman lebih sulit menghasilkan nilai A. Dia masih memiliki jiwa dokter. Ingin rasanya membantu jiwa manusia lewat teknologi terbaru.

Bukan Red Blood, aplikasi pertamanya bernama Bloobis, menjadi rantai pemasok darah PMI di Kota Surabaya. Beberapa tahun kemudian disempurnakan aplikasi bagi pendonor. Setelah beberapa lama, ia telah mendapatkan mentoring dari dosen dan para ahlinya di startup.

Bersama tiga rekan Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M. Zuhri, menyempurnakan. Aplikasi ini dilengkapi data 225 juta yang tidak mau donor. Mereka ternyata takut jarum. Juga pemahaman soal donor darah begitu minim. Orang banyak tidak tau tempat, waktu, dan mendaftar yang benar.

Pengusaha Sosial

 
Tahun 2013, aplikasi Red Blood lahir, dan memberikan kesempatan masyarakat Surabaya. Di dalam terdapat informasi mengenai tempat donor. Adapula fitur event mengenai donor darah dari tempat dan waktunya.

Kamu bisa membagikan informasi tersebut ke sosmed. Fitur tombol "event" kemudian dapat kamu "share" ke Facebook. Ada ratusan event yang digagas berbagai pihak selain pemerintah. Pendonor pun naik jumlahnya, termasuk mereka yang lolos mendonor sampai 50% dari yang hadir.

Hadirnya Red Blood berkat pengalaman aplikasi dahulu. Ia menyadari masalah bukan di rantai darah disalurkan. Melainkan jumlah pendono yang sangat rendah. Dia mengajak teman- temannya untuk menyelesaikan masalah. Dia sempat ditinggal tim lamanya tetapi kembali bangkit mengejar tujuan.

Pengunduh di app store mencapai 5000 orang. Red Blood merupakan proyek pilot buat masyarakat Surabaya. Bukan tanpa halangan Red Blood sempat "ditentang". Penolakan datang dari rumah sakit yang diajak kerja sama. Mengapa demikian karena pihak mereka hanyalah sekumpulan mahasiswa.

Beruntung Wali Kota Surabaya, Tri Risma berinisiatif, dan aplikasi Red Blood makin matang di 2015 silam. Berawal dari memanfaatkaan event kampus atau perusahaan. Mereka mencari- cari celah agar Red Blood berjalan.

Hingga sekarang, mereka bisa menginisiasi event donor darah, sekarang aplikasi ini telah memiliki wadah perusahaan. Pihak kampusnya ITS Surabaya, dulu membantu dengan kerja sama paatneship kesepahaman. Bicara mengenai mendapatkan uang Leonika menjelaskan informasi lebih lanjut.

Menjadi pengusaha sosial memang memiliki pertanyaan menggelitik. Pasalnya kamu akan habiskan waktu membantu orang. Bagaimana dengan kehidupan pribadi dan pegawai kamu. Bersyukur dirinya memilik keahlian programing.

Mahasiswi lulusan IT ini memiliki aneka usaha disamping mengerjakan  Red Blood. Belum kepikiran menguangkan Red Blood. Ia sendiri lebih memilih meluaskan jangkauan. Menciptakan stabilitas bagi aplikasinya. Tidak kalah penting dia ingin membangun tim dengan banyak latar belakang.

Banyak proyek membuat website juga dikerjakan Leonika. Ya, aplikasi Red Blood memberikan satu portfolio bisnis. Ia tidak menampik akan kebutuhan dana memang dibutuhkan. Tetapi bukanlah jadi tujuan utama dirinya dan kawan- kawan.

"Kalau sekarang memang belum ada profitnya, karena plan besarnya tidak membahas profit," jelas Leonika.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba