Cara Rendang Awet Dua Tahun Wirausaha

Profil Pengusaha Nova Aditya Prambudi


wirausaha jualan kemasan
 
Dua tahun wirausaha, Nova Aditya Prambudi memilih bisnis tradisional dibanding teknologi. Dia telah menemukan cara rendang awet dua tahun. Membuat makanan kemasan tanpa pengawet bukan mudah. Ia ingat satu kejadian membuatnya mengarang bisnis ini.

Berawal retur cake pelanggan yang kecewa. Wirausaha Nova membuat produk makanan lebih awet. Awalnya dia menjalankan bisnis cake di Bogor, Jawa Barat. Usahanya terbilang sukses dan semua berkat bantuan keluarga. Tetapi kue cakenya terkadang harus dibuang karena tidak tahan lama.
 

Bagaimana Cara Rendang Awet


"Cake yang retur bisa satu bak, kan jadinya sia- sia. Terbuang semua," ia mengenang.

Wirausaha sudah dijalankan sejak berkuliah di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Kala itu ia menciptakan gudek kemasan kaleng. Ingin rasanya membuat produk yang awet, selain gudeg untuk dikembangkan.

Resep sendiri tidak bingung memasak kuliner. Kan kakak iparnya jago memasak bisa menolong. Dia cuma bingung bagaimana mengemas agar awet. Untuk mewujudkan ide gilanya, yakni cara rendang awet dua tahun.

Pengusaha muda ini pernah belajar dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Nova mencari tau tips makanan bisa awet. Contoh mengawetkan makanan dengan nuklir, tetapi dianggapnya belum cocok dan harganya mahal.

Ia mempelajari bahwa kemasan aluminium foil lebih baik. Dibanding kemasan modern seperti kaleng akan lebih baik. Sebuah perusahaan asal Jepang menjawab pemikiran tersebut. Kemasan berbahan alumunium foil empat lapis; tahan suhu dan tekenanan.

Kemasan termal yang steril seperti dicontohkan oleh Jepang. Dia mencoba mencontoh cara tersebut. Mencoba meniru sistem mesin kemasan perusahaan Jepang. Beruntung dia rajin mengunjungi aneka pameran perusahaan. Untuk mendukung pengawetan digunakan bahan rempah alami pendukung.

"Rempah- rempah itu punya anti- oksidan yang berfungsi sebagai pengawet alami," tuturnya.

Pengusaha muda Nova berhasil menemukan kemasan ajaib. Tinggal mencari nama yang tepat untuk usahanya ini. Jadilah produk bernama Mangano dengan produk awal rendang. Inilah kemasan cara rendang awet dua tahun.

Wirausaha Nova Aditya melanjutkang dengan tahapan pemasaran. Berbekal keuntungan bisnia cake yang terdahulu. Dia juga menggunakan pinjaman bank. Lantas dibagikan 200 kemasan produk gratis kepada masyarakat, hasilnya mengejutkan bahwa mereka tertarik akan produk wirausaha muda ini.

Pengusaha muda ini mampu menjual balik 2000 kemasan. Selain itu dia juga mendapatkan pesanan dari perusahaan ritel besar. Butuh waktu setahun hingga dia mendapatkan ijin BPOM. Sungguh dia bekerja keras, mengeluarkan banyak modal, waktu, dan tenaga pikiran untuk memasarkan.

Butuh setahun dia vakum mengerjakan bisnis macam ini. Beruntung usahanya dibidang kue masih berjalan. Sekarang dia melanjutkan dan mendapatkan sambutan lebih besar. Adanya media sangat membantu memviralkan produk Mangano ke masyarakat.

"Kami perkenalkan lagi ke publik. Edukasi lagi, re- branding, dan kemasan sudah lebih bagus," ia menjelaskan.
Serangkaian riset pasar dilakukan Nova sebelum praktik. Sejak 2014 setahun penuh dirinya mulai melakukan riset. Hingga 2015 ia melakukan penjualan pertamanya langsung ke masyarakat. Hasilnya tidak mengecewakan, bersamaan itu izin usaha juga sudah dikerjakan dan keluar tahun 2016 silam.

Jenis makanan ada 5 masakan khas nusantara, mulai dari ada rendang sapi, rendang jengkol, sumur daging, kare, dan opor. Aneka masakan ini bisa langsung dimakan. Kalau mau disimpan mampu bertahan selama 14 bulan dalam suhu normal.

Harga jual antara Rp.30- 40 ribu untuk semua produk. Satu kemasan cukup untuk makan 2- 3 orang makan. Untuk kedepan ada kemasan ekonomis satu kemasan untuk satu orang, harganya dikisaran Rp.15 ribuan. Omzet dihasilkan perusahaan Nova sekarang Rp.8- 15 juta, ketika awal ijin keluar. Kedepan dia ingin agar bisa mengekspor dengan produksi Rp.5000 bungkus/hari.

Dia menargetkan pasar Asia dulu, yakni Jamaah Umroh, PJTKI, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Bisnis Ekspor Tepung Singkong Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Annisa Pratiwi


pengusaha muda eksportir tepung
 
Umurnya baru 28 tahun tetapi sudah memiliki bisnis ekspor. Pengusaha muda  ekpor tepung singkong ke berbagai negara. Lalu bagaimana sih caranya Annisa Pratiwi memulai. Bukan hanya tepung dia sebenernya mengolah berbagai produk berbahan utama tepung.

Tidak cuma bahan singkong, Annisa juga membuat aneka olahan mie dari sayuran dan lain- lain. Dibutuhkan riset yang lumayan lama hingga sekarang. Dia mengaku butuh waktu hingga menemukan takaran yang pas.
 
Pengusaha muda 28 tahun lulusan Universitas Airlangga. Asal Pasuruan, dia dan suami mendirikan pabrik pengolahan tepung bernama Ladang Lima di 2012. Produk sehat yang bisa menjadi alternatif kebutuhan karbohidrat. Tepung singkong cocok dijadikan aneka kue ataupun mie pengganti gandum.


Rahasia Pengusaha Muda


Dia memasarkan produk Rp.25.000 per- kg. Omzetnya dalam tiga tahun sudah mencapai Rp.80 juta dan Rp.100 juta. Produk tepung singkong Annisa sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga sudah mengeskpor sampai Singapura, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Taukah kamu bahwa tepung gandum dan terigu itu berat. Pencernaan akan bekerja tiga kali agar bisa mencerna. Hasilnya tubuh akan menyimpan menjadi berat badan. Inilah yang kita sebut gluten atau zat pengikat. Agar terhindar dari kegemukan dibutuhkan gluten- free, nah apakah solusi untuk itu?

Tepung singkong memiliki sifat gluten free. Tetapi juga memiliki sifat seperti tepung terigu ataupun gandum. Jadinya kita bisa mengolahnya menjadi mie ataupun roti. Awal bisnis Annisa tidak mudah karena awam. Dia meriset sendiri apasih tepung gluten free dapat dikembangkan di Indonesia.

Terus bagaimana cara mengolah singkong. Nisa berburu singkong sampai ke pelosok desa. Sekalinya bisa membuat tepung dia harus memikirkan penjualan. Dipakainya pameran bisnis di Surabaya, dan hasilnya menggaet konsumen besar, yakni ibu- ibu beranak kebutuhan khusus.

Mereka butuh tepung buatan Nisa tersebut. Menurut ibu tersebut, dia harus siap membeli sampai ke Australia karena di Indonesia susah. "Saya sangat senang kerena kini beliau membeli tepung buatan saya," ujar pengusaha muda ini.
 
 Inovasi produk meliputi produk turunan dikembangkan. Agar tidak jenuh dibuat variasi rasa yang bisa dipilih. Ada basil dan garlic, coffee, ginger atau jahe, cheese, dan green tea. "Rasanya enak, tapi tetap sehat," ia menjelaskan. Konsumen terbanyak malah berasal dari luar Surabaya dan Pasuruan.

Ia menjelaskan lebih mudah menjual keluar. Tidak perlu mengedukasi karena masyarakat sudah tau. Ia mampu menjual lebih banyak. Tetapi tersebar karena pesaing lebih banyak juga loh. Ongkos kirim yang mahal menjadi kendala. Biaya kirim masing- masing memberatkan dia dan konsumen sendiri.

Sekarang dia memproduksi tepung gluten 20 ton perhari. Dia tidak menjual eceran. Dijualnya ke pasar swalayan dan toko pemasok di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Dalam perkembangannya dia juga punya reseller di luar negeri. Bisnis ekspor tepung Singkong banyak order di luar negeri tidak lokal.

Gimana agar jualan laku diterima konsumen. Nisa mengembangkan kemasan sendiri. Agar bisa bikin orang tertarik setiap kemasan ada resep. Dia juga memasarkan melalui brosur dan media sosial. Dia dan Ladang Lima juga mengeduksi konsumen tentang tepung gluten.

Dia mengedukasi seperti menceritakan pengalaman konsumen. Seorang anak yang terlambat bicara, sejak konsumsi tepung ini anaknya sudah mulai bicara. Ada anak yang alergi tepung gluten, dan ketika mengkonsumsi tepung gluten free ini, tidak lagi mengeluarkan cairan dari hidunya.

Terget mendatang ialah sertifikat ISO internasional. Dimaksud untuk makin mempermudah ekspor ke luar negeri. "Saya ingin menjadi salah satu produksen yang ekspor tepung asli Indonesia rutin," ia menjelaskan.

Ia bekerja bersama suaminya, Raka, dan berbagi tugas bisnis. Nisa bertugas dalam hal pemasaran ke konsumen. Sedangkan Raka bertugas dalam hal produksi produk. "Sering beda pendapat. Tetapi selalu dipecahkan dan tidak sampai terbawa urusan keluarga," ia menambahkan.

Pendiri Mayora Biskuit Kelapa Jodi Hendra Atmadja

Biografi Pengusaha Jodi Hendra Atmadja


biografi jodi hendra atmadja
 
Siapa pendiri Mayora biskuit kelapa, adalah Jodi Hendra Atmadja. Tidak banyak soal biografi Jodi Hendra Atmadja bisa disampaikan. Tetapi dia merupakan toko kunci ekspansi bisnis Mayora hingga sukses besar. Bayangkan ide pendiri Mayora biskuit kelapa itu sederhana loh teman- teman.

Beruntung persaingan makanan ringan belum ketat. Ia mempunyai ide membuat aneka makanan ringan kemasan. Nah, jadilah aneka makanan salah satunya biskuit kelapa, waktu itu mereka mampu bersaingan dengan roti Khong Guan yang tengah naik daun.
 

Kisah Pendiri Mayora


Kelahiran 1946, Jogi terlahir dari keluarga sederhana dan berwirausaha. Layaknya keturunan Tiong Hoa lainnya. Ingin membangun usaha sendiri mandiri. Padahal dia tercatat sebagai lulusan Dokter dari Universitas Trisakti. Bukannya menjadi Dokter malahan menjadi wirausaha, apakah berhasil.

Dia mengajak dua rekannya sesama profesional: Mereka Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia, yang sama- sama bukan pengusaha. Jadilah berdiri PT. Mayora Indah, pada 17 Februari 1977 di Jakarta. Andalan mereka aneka produk makanan ringan kemasan yang dijual masal.

Mayora terus berkembang susai harapan Jodi Hendra. Dalam biografi Jodi Hendra Atmadja, ialah menjadi sosok penting ekspansi bisnis Mayora. Nama- nama perusahaan seperti PT. Torabika Eka Semestas dan PT. Hiebe Schokolade Mas Gemilang, yang makin berkembang bersinar terang.

Tangan dingin pengusaha Jodi menaikan pamor biskuit. Dulu dikenal nama kue Khong Guan begitu primadona. Istilahnya makanan orang kaya, lalu munculah kue kelapa yang rasanya unik. Dengan bahan baku berbeda dan sama- sama enak; keduanya bersaing ketat menjadi produk nomor satu.

Sukses Jodi menghantarkan Mayora makin ekspansif. Salah satunya mengeluarkan produk bernama Kopiko. Ya permen berbahan dasar kopi ini menjadi pertama. Akhirnya tahun 80 -an, menjadi produk permen yang merajai pasar karena tanpa perasaingan.

Sejak awal berdirinya sudah memilih Jodi dipucuk. Hasilnya itu biskuit kelapa booming pada tahun 1970 -an. Pertama kali didirikan pada 1977, Mayora sudah menguasai 40 persen pangsa pasar untuk makanan ringan. Mereka kemudian merambah ke 90 negara dan meraup omzet Rp.17 T pada tahun 2017.

Tak ayal harta kekayaan Jodi melejit mengangkat namanya. Untuk menjadi pengusaha janganlah berpuas. Kesuksesan produk harus diikuti oleh inovasi berkelanjutan. Contohnya merambah bisnis di bidang minuman kemasan, yakni teh kemasan walaupun dikuasai Group Sosro.

Jogi juga merambah ke bisnis air putih kemasan. Yakni melalui PT. Tirta Freshindo Jaya, yang lagi- lagi tidak takut berhadapan dengan pemimpin pasaran. Intuisi dari Jodi ditambah kemampuan untuk mengambil keputusan.

Kekayaanya tercatat diantara Rp.33 T dan posisinya antara nomor 10 dari daftar Forbes. Untuk hal regenerasi maka dia sudah menyiapkan ketiga putranya, yakni Andre Sukendra Atmadja, Hendarta Atmadja dan Wardhana Atmadja, yang jadi Direksi di Mayora sendiri.

Berani mengambil resiko Teh Pucuk Harum jor- joran. Untuk iklan hampir setiap hari melihatnya di tayangan televisi. Riset Nielsen mengatakan per- 2011- 2012, Teh Pucuk Harum sudah mengluarkan biaya iklan sampai 226,39 miliar.

Untuk air mineral brandnya apalagi kalau bukan Le Mineral. Produksinya melalui lima pabrikan dari Makassar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Di 2016, dua pabrik dibangun di Palembang serta Cianjur, Jodi sama sekali tidak takut berhadapan langsung dengan penguasa pasar Aqua langsung.

Pendiri Hijup Diajeng Lestari Startup Hijab

Profil Pengusaha Diajeng Lestari


profil diajeng lestari

Pengusaha Diajeng Lestari pendiri Hijup. Mendirikan startup hijab hingga namanya dikenal seperti sekarang. Dia adalah  istri dari Ahmad Zacky pendiri Bukalapak. Bagaimana perjalanan dia yang tak  terpengaruh nama besar suami. Ia mampu membuktikan dirinya patut diperhitungkan.

Pasalnya Hijup telah menggandeng nama beken dunia fashion. Mulai dari pengusaha Dian Pelangi, Restu Anggraini, dan Barli Asmara. Ibu muda kelahiran 17 Januari 1986, tidak menyangka akan bisa seperti sekarang.

Dia tidak menyangkan sukses lewat startup. Apalagi Ajeng menawarkan hijab menjadi produk utama. Berkat gebarakan ini menghasilkan berbagai prestasi. Mulai diajak masuk London Fashion Week di 2018. Tempatnya di Victoria House, Blomsbury London di 17- 18 Februai 2018.

Menjadi Pengusaha


Sudah menjadi darah keluarga Ajeng menjadi wirausaha. Sejak kecil dia sudah biasa melihat ibunya usaha. Ajeng sudah biasa  melihat transkasi penjualan. Gadis kecil itu sering dibawa ke bazar melihat ibu bekerja.

Ajeng terbiasa membuat kerajinan tangan. Itu kemudian dijual ke teman- teman. Tidak disangka, itu menghasilkan uang rasanya menyenangkan. "Mudahnya" mencari uang sendiri, tidak serta- merta menjadikannya pengusaha. Dia memilih hidup normal bekerja kantoran di perusahaan.

Rasa ingin menjadi pengusaha belum tumbuh. Hingga dia menjadi karywan belum kepikiran. Ajeng ditugasi menjadi marketing research. Bekerja membuat dirinya paham proses kreativitas orang. Pada tahun tersebut hijab belum menjadi kebiasaan.

Banyak orang ingin berhijab tetapi ingin tetap bergaya. Monoton dan tidak trendy membuat orang agak takut. Padahal dalam dirinya terdapat niatan baik. Tidak sedikit orang menganggap memakai hijab buat ibu- ibu. Terkesan kuno membuat Ajeng sendiri kesulitan bekreatifitas diri.

"Mungkin secara tidak sadar sudah terbentuk dari kecil menjadi pengusaha. Ibu saya juga pengusaha dan sering diajak ke bazar berjualan," tuturnya kepada CNN

Padahal dia adalah wanita karir berhijab kreatif. Tempat kerja pun menuntut berpakaian fashionable. Inilah cikal bakal eCommerce khusus hijab. Tidak hanya berhenti di sana, Ajeng tengah mencoba membuat brand fashion muslim sendiri.

Tahun 2011, ia memutuskan resign kerja dan membangun brand bisnis sendiri. Fokus membesarkan startup Hijup. Sang suami, Ahmad Zacky, memberikan dukungan moril dan tenagaa bagi istrinya. Dia membantu teknis pembuatan website. Itu semua dikerjakan dari nol dan tidak memiliki karyawan.

Dia berperan sebagai  manajer dan office girl. Keringat terkuras untuk memanggil pembeli masuk ke sini. Pandangan sebelah mata orang sempat membuat ngedrop. Tekanan batin karena ejekan bahwa ini tidak akan punya masa depan.

Banyak orang memandang sebelah mata. Suaminya sendiri masih merintis usaha Bukalapak. Jadi dia harus bisa mandiri mendirikan usaha ini. Hijup dianggap tidak punya masa depan. Ia sendiri punya rasa keraguan. Bertahap animo masyarakat berbelanja di situs eCommerce nya tumbuh.

Profil Dokter Cantik Pengusaha WeCare Indonesia

Profil Pengusaha Mesty Ariotedjo


dokter mesty wecare

Profil Mesty Ariotedjo, Dokter cantik yang multi- talenta terutama di bidang kesenian. Namanya dikenal sebagai pengusaha muda sosial. Dia yang menggagas pendanaan donasi pasien tidak mampu, WeCare Indonesia. 
 
Selain dia bekerja menjadi dokter, Mesty juga dikenal menjadi model, pemain harpa, dan pengusaha. Dia, wanita cantik yang ramah ketika bertemu awak media. Keseharian dia juga ramah terutama kepada para pasiennya. Dokter muda sudah memiliki banyak pengalaman.
 

Karir Dokter Mesty Ariotedjo

 
Ia pernah bekerja praktik di tiga klinik, dan sebuah rumah sakit. Dr. Mesty bekerja dari jam 8 pagi sampai 11 malam, 6 hari seminggu. Ia pernah ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 
 
"Rumah sakit tempat saya praktik ada di Flores satu- satunyaa rumah sakit di 3 kabupaten," ia melanjutkan. Mesty ditugaskan menjadi dokter tunggal dalam satu rumah sakit.
 
Bayangkan dia bertanggung jawab atas kesehatan seluruh warga. Semua kasus harus bisa ditangani Mesty. Mulai dari ibu melahirkan sampai masalah pendarahan otak karena kecalakaan. Apakah dia ketakutan tentu manusiawi.

Tetapi keadaan darurat membuat adrenalin rush tidak ada waktu. Dia tidak punya waktu merasa takut karena harus bertindak cepat. Dr. Mesty mendapatkan tekanan lebih justru dari Jakarta. Memang di sini berbeda dengan Flores. Dia tidak harus menangani semua penyakit.

Tetapi dia yang berstatus dokter biasa dan umum dimasalahkan. Membuka praktik sendiri juga punya arti tidak dipilih. "Karena masih baru, pasien belum banyak. Masih banyak orang meremehkan, "ah, cuma dokter umum. Mereka banyak lebih sreg ditangani dokter spesialis," ujar wanita kelahiran 25 April 1989.

Begitu selesai di Flores langsung bertugas ke Divisi Endokrinologi Department Anak, FKUI- RSCM. Inilah cikal bakalnya mendirikan WeCare. Dia bertugas mengurusi anak yang sakit, sekaligus orang tua pasien. Divisi yang menangani anak- anak dengan penyakit khusus.

Disini meliputi 4 penyakit langka tidak menular, dari sindrom turner, esteogenesis imperfecta (osteoporosis anak), hiperparsial adrenal kongetinjal atau kelaianan enzim pada anak, dan diabetes anak. Penyakit ini jarang dikenal sekaligus menyadarkan bahwa anak- anak sangat rentan.

"Sebenarnya dari dulu cita- cita saya masuk menjadi Teknologi Informatika," tuturnya.

Ketika SMP, Mesty pernah ikutan lomba web programming, web development, game programming, visual basic dan html. Ia antusias apa saja tentang komputer. Bahkan disaat sekolah dasar dia sudah suka main komputer. Paling akrab bermain dengan aplikasi chatting mIRC dan berlanjut.

Namun orang tua Mesty tidak setuju dirinya masuk ITB Bandung. Bukan tidak suka akan pilihan dia tetapi karena jarak. Inginnya mereka berkuliah di Jakarta bukan keluar kota. Tetapi Mesty meyakini bila mau kuliah IT terbaik, maka dirinya harus masuk ITB, Bandung.

"Enggak boleh walau deket," ujarnya. Mau kuliah IT dirasa tidak memenuhi harapannya. Maka mau mengambil jurusan apa. Dia kebetulan juga menyukai Kimia dan bisa bermain harpa. Sempat dirinya kepikiran mau menjadi guru masuk ke IKIP tetapi tetap jauh.

Membangun WeCare


Menjadi dokter tidak pernah ada dalam rencana. Jurusan ini malah dianggapnya paling susah. Tetapi dia tetap masuk dan diterima. Pertimbangan Mesty ialah kedokteran akan memberi manfaat banyak. Ini seperti dia bilaa benaran berkuliah guru.

Halangan utamanya kebencian akan mata pelajaran Biologi. Karena tidak suka maka dia lebih ke arah cukup dokter umum. Malahan sekarang berkuliah S-2, uniknya dia melanjutkan kuliah spesialis anak karena kepeduliannya akan dunia mereka.

Pengalaman di Flores memang sangat mengena dihati Mesty. Ada orang melahirkan kemudian dia tolong. Begitu selesai Mesty akan menjahitkan luka pasca- melahirkan. Kalau ada orang yang cedera karena kecelakaan, maka dia juga akan menjahit begitu seterusnya.

Senangnya menjadi dokter akan terasa bila telah dipraktekkan. Dia selalu semangat bila datang anak menjadi pasienn. Biasanya sih pukul 2- 3 pagi mereka datang karena sakit. Tenaga berbeda bila dia mengurusi anak, dibanding dewasa. Ia mengatakan ada passion ketika menyehatkan anak- anak.

Alasan berdirinya WeCare adalah pengalaman di Flores. Situs dikerjakan dua orang, yakni dia sendiri dan Gigin Septianto ahli IT. Awal mereka mencari rekan dokter untuk melengkapi. Artikel, ilustrasi, contoh kasus, dan halaman About Us dikerjakan Mesty sendiri.

Berkat statusnya sebagai dokter dan bantuan suami semua berjalan. Kebetulan suaminya bekerja di perusahaan startup. Mesty sendiri menjalankan ini sepenuh hati karena passion. Ia ingin membantu pasien beserta keluarga. Mesty senang karena WeCare tumbuh mandiri bahkan tanpa dirinya.

Mesty memutuskan melanjutkan spesialis anak. WeCare.id membuka pandangan mengenai menjadi seorang dokter. Total barulah selepas kuliah dan praktik dokter anak bisa full. Walau sempet WeCare ditinggalkan, tim mereka telah tumbuh dengan dokter- dokter yang mau bekerja sama.

Selain antara WeCare dan karir sebagai spesialis anak, Mesty juga dibuat dilema karena meinggalkan sang anak, Gallenda Madana Juanda. Pada masa 1000 hari tumbuh anak yang krusial, malahan dia tidak bisa 100% hadir. Mesty akhirnya berkomitmen bila sudah pulang rumah maka tidak ada lain.

Dia akan full mengurusi anak selepas bekerja. Begitu weekend, dia akan langsung siapkan 24 jam bersama anak. Ini kesempatan dia untuk bonding dengan anak. Buat kalian yang tengah melangkah besar,  maka datang cobaan maka berjuanglah dan pasti ada jalan menunjukan jalur kamu telah benar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba