Pengusaha Batam Abidin Hasibuan Inspirasi Bisnis

Profil Pengusaha Abidin Hasibuan


usaha abidin hasibuan
 
Pengusaha Batam Abidin Hasibuan bercerita kisah sukses. Berawal suatu acara bertajuk Batam Pos Entrepreneur School. Lebih dari 17 tahun telah bersusah payah membangun bisnis. Dia merupakan pemilik Sat Nusapersada.

Perusahaanya sudah go publik, punya 10 pabrik, dan omzet Rp.1,6- 2 triliun. Pengusaha Batam ini mempekerjakan 4 ribu karyawan dengan 10 negara tujuan ekspor. "Makanya saya ini perjuangkan nasib masyarakat bukan untung lagi," jelasnya.

Pengusaha Batam

 
Abidin kecil telah bermimpi membangun pabrik. Sejak sekolah dasar, dia telah memiliki hasrat dalam kewirausahaan. Dia ingin pabrik empat lantai. Abidin menjelaskan beberapa hal dibutuhkan: Nomor satu ialah kepercayaan diri tidak tergoyahkan.
 
Kedua, orang harus memiliki berkomitmen dan ketekunan mencoba. Sudah aneka usaha dilakoninya sejak masih muda. Tetapi dia sudah bekerja selama 30 tahun belum kaya. Beragam usaha dilakukan mulai dari profesi preman sampai calo paspor.

Dia belum menemukan cara tepat menjadi sukses. Abidin sempat menghakimi diri sendiri. Seharian dia pernah tidak makan. Bila lapar hanya diminumi air putih. Kepercayaan orang sangat penting jangan coba membohongi.

Sekali kamu ketahuan berbohong maka hancur lah. Tahun 1991, dia sempat bangkrut kemudian nekat meminjam bank buat gaji karyawan. Nasib kurang baik dia sempat masuk penjara. Dia masuk ke penjara karena dikelilingu hutang.

Abidin memiliki prinsip bahwa bisnis harus bersih. Menjadi pengusaha harus jujur walau keadaan mendesak. Dia menceritakan pengalaman "curang" dulu. Pengusaha "wajar" memiliki pembukuan rangkap tiga.

Dia membuat pembukuan buat internal, perbankan, dan pihak pajak. Abidin pun sudah mendapatkan ganjaran. Pengalaman terperosok beberapa kali membuatnya sadar. Alhasil dia mampu membawa lini bisnis sampai ke bursa saham.

Pak Abidin berkata, "kalau perusahaan belum terdaftar bursa, berarti belum sukses." Dalam enam bulan dia memperbaiki perusahaan. Tujuannya mampu membawa usaha PT. Sat Nusapersada masuk bursa. "Anda mesti kerja keras jangan malas," tuturnya.

PT. Sat Nusapersada merupakan pabrik perakitan ponsel terbesar di Batam, Kepulauan Riau. Menjadi yang terbesar, mereka memiliki kapasitas tiga juta unit smartphone perbukan berdiri sejak 1999.

Moses Lo CEO Xendit Sering Dikira Orang Indonesia

Profil Pengusaha Moses Lo

 

moseslo.png
 

Pengusaha muda Moses Lo sering dikira orang Indonesia. Wajar karena Forbes menuliskan dirinya jadi orang Indonesia. Faktanya dia memang memiliki ibu orang Indonesia. Keluarga ibunya masih berada di Indonesia. Tetapi Moses sendiri merupakan warga negara Australia.


Banyak memang orang keturunan Indonesia bermukim di Australia. Tetapi kasus Moses pernah pula dianggap orang Amerika. Mungkin karena dirinya berkecimpung dunia startup. Tampat sepertinya khas orang- orang Amerika disana.


Dia juga berkuliah di Amerika. "Saya menempuh pendidikan di Amerika, mungkin karena itu mereka menilai saya orang Amerika," ujarnya. Walau begitu nyatanya Xendit merupakan startup Indonesia. Itu mendapatkan dukungan YCombinator.

 

Passion Entrepreneurship


Fokus Xendit memang mengembangkan bisnis kawasan Asia Tenggara. Bisnisnya mengenai platform pembayaran berbasis peer-to-peer. Karena startupnya bertertuliskan Indonesia, dan memang berbasis di Indonesia, maka Forbes tidak salah bila menyebutnya orang Indonesia.


Kehidupan Moses memang banyak mengenai entrepreneurship. Bahkan dia masuk ke sekolah yang mengajarkan mengenai kewirausahaan ini. Moses merupakan putra seorang ibu asal Indonesia, dan ayahnya merupakan orang Malaysia.


Orang tua Moses merupakan pengusaha unggulan. Ibunya bekerja office boy hampir seumur hidup. Tapi suatu ketika dia mempelajari pasar saham. Berkat saham menghasilkan uang lebih banyak. Dan dari sisi ayahnya, kakek Moses merupakan pengepul stik kayu dan menjualnya ke pasaran.

 

Kemudian kakek menjadi ahli membuat perhiasan. Berkat bisnis perhiasannya memiliki banyak uang, sampai mengirim ketujuh anaknya keluar negeri dan berkuliah. Ini merupakan satu langkah yang merubah satu generasi berikutnya.

 

Legasi itulah yang coba dikembangkan Moses. Alih- alih dia menjadi seorang profesional, keputusan akhirnya mendirikan perusahaan menjadi entrepreneur. Ayah Moses juga pengusaha mengikuti jejak ayahnya.


"Jadi saya sudah memiliki darah entrepreneurship ini di tubuh," ungkapnya, dalam sebuah wawancara ekslusif bersama justin.quest


Terlahir di Australia tidak memberikan peluang. Dia menemukan di sana kurang kultur teknologi. Dan alasan lainnya, market tidak memungkinkan mengembangkan bisnis teknologi. 

 

"Di sana tidak terlalu banyak kesempatan. Saya pikir satu hal, kulturnya, kedua, ukuran market yang tidak cocok buat kewirausahaan berbasis teknologi," Moses menerangkan.


Maka pilihannya bersekolah ke Amerikan merupakan kesempatan. Dia ingin belajar apa orang pikirkan mengenai ini. Moses mulai berkonsultasi dan segera berangka ke Amerika secepat mungkin. Tetapi inti dari semuanya berangkat ke Silicon Valley, mempelajari pola pikir, landasan kerja, mungkin mentor.


Bila beruntung ia mungkin menemukan mentor tepat. Sejak awal, memang terdapat dua kata dalam benak Moses, yakni "Fin" untuk financial dan "tech" untuk teknologi. Itu berkat penemuannya soal capital reverse system yang dipelajari lewat enslikopedia, lalu Wikipedia setelah ada.


Moses kutu buku mencari apa capital reverse system. Suatu titik dimana dia menyadari akan mendapat sesuatu, lalu Moses sadar bahwa, "oh saya benar- benar mendalami finansial dan menariknya ke arah ke sana."


Maka di Universitas, dia mempelajari mengenai sistem informasi, hingga muncul ide menggabungkan kedua hal. Namun dunia finansial memiliki legasi bagi pemain dulu, sulit dimana sistemnya pasti akan menentang ide Moses.


Sementara teknologi merupakan dunia penuh kesempatan. Teknologi akan membuka peluang seluas- luasanya. Buat siapapun, baik orang yang memiliki keluarga mendukung tetapi tidak punya akses ke bisnis, akan diberi kesempatan membangun legasinya sendiri dan merubah dunia.


Dalam benak Moses selalu melakukan terbaik mendapatkan informasi. Termasuk ia mencari referensi lewat ebook berbentuk PDF. Moses mulai melakukan finansial dan sistem informasi teknologi Tetapi Australia tidak memiliki startup pada jamannya.


Sebelum Atlassian -startup asli Australia, yang pendirinya empat orang, dan mereka ternyata mendapat beasiswa sama dengan Moses. Mereka bersama dalam kamar asrama mengerjakan sesuatu. Mereka selalu berbicara ide besar mengenai menjual software berbasis langganan.


Atlassian memberikan pelanggan setahun langganan untuk software. Alih- alih orang akan membeli satu kali Windows, kita bisa membeli software lebih banyak sekali bayar. Ada dorongan besar buat Moses ketika mendengar nama Atlassian.


Tips Co- Founder


Hasratnya akan mendirikan startup bergejolak terus. "Tetapi dari Australia, saya tau saya tidak akan bisa melakukan startup dari Australia," jelasnya. Karena marketnya kecil, dan FinTech belum menjadi sesuatu bagi masyarakat Australia pada jamannya.



Begitu sampai California dirinya mendapatkan instal ulang. Pengalaman merantau di Amerika seketika hilang di California, di wilayah Silicon Valley. Moses mulai membuat komputer. Dia merakit komputer kustom bagi temannya, dan ia akan menerima bayaran.


Dia juga memberi layanan memperbaiki komputer terkena virus. Moses dapat bayaran dari sana. Inilah cara Moses bertahan hidup diluar negeri. Dia diajarkan seseorang bernama Rob Chandra. Dia dulunya mengajar di Brakely, yang sempat menjadi cofounder Xendit, sekaligus mengajarinya mencari founder.


Moses sadar bahwa dia membutuhkan founder. Ada waktu dua tahun dimasa sekolahnya berbuat suatu kesempatan. Banyak orang akan berbicara kepadamu mengenai teknik. Menjadi mahasiswa jurusan engineering membuatnya dikenal.


Dia baru menemukan co- founder ketika bermain hacktakons atau hack days. Keduanya pernah dalam satu tim olahraga hacker. Moses dan rekannya pernah memenangkan perlombaan. Paling besar mereka pernah menang bahkan melawan Stanford.


Pada tahun keduanya dia dan rekan berulah berbisnis. Ketika perkuliahan mengajak para mahasiswa membuat proyek entrepreneurship. Maka Moses memasukan tugasnya mengenai Xendit. Tujuannya adalah menciptakan kombinasi antara teknologi dan finasial dalam transaksi digital ini.


Proyek tersebut masih mentah dia mengenang. Teman- temannya ikut membantu mengembangkan. Itu seperti proyek Power Point. Banyak orang membantu membuatnya bereksperimen. Menjadikan ini sebuah proyek akademis. 

 

Banyak profesor tertarik salah satunya, Rob Chandra, yang sangat membantu soal ide dan adapula sosok Robin Toby, yang ikut mengeksekusi dan membantu investasi. Mereka para profesor sangatlah informatif akan apa mereka coba bangun.


"Seperti ibuku katakan, mungkin kita bukanlah paling pintar, tetapi kita akan bekerja keras dan akan lebih mengalahkan kerja siapapun," ujar Moses. Ia percaya bahwa etik kerja, selain keberuntungan, merupakan fundamental dalam kesuksesan.


Bahkan dalam mencari pasangan, Moses menulis daftar dalam empat halaman, 32 kalimat apa yang dia inginkan dalam pasangannya. "Dan seperti saya mau, saya akan menikah, jadi sangat mirip seperti mencari co- founder," selorohnya.

Bisnis Daur Ulang Botol Gelas Seniman Sukses

Profil Pengusaha Ratna Miranti


bisnis daur ulang gelas kaca
 
Mau jadi seniman sukses contoh Ratna Miranti. Dia menjalankan bisnis daur ulang botol gelas. Yang mana bermula dari ketidak sengajaan mau mengecat kain. Ratna memang seniman lulusan Sarjana Desain Tesktil Institut Teknologi Bogor.

"Saya dulu suka membatik. Tapi batik makin kesini makin banyak dan ketat," ujarnya, yang memilih menyalurkan hobi melukisnya ke bidang lain.

Dua tahun dirinya vakum berbisnis batik sekalian ngurus anak. Ratna lantas ingin membangkitkan ini kembali. Usaha membuat batik lukis melalui kain- kain katun putih polos. Siapa sangka dia malah salah membeli cat batik, bukannya buat yang dikain malah membeli cat kaca.

Cara Bisnis Daur Ulang


Ia pun iseng- iseng melukis di atas kaca. "Saya salah beli. Malah beli cat kaca. Saya coba di botol, di gelas. Teman- teman ternyata suka," lanjut seniman sukses ini.

Dia menjadi percaya diri membuka usaha gelas lukis. Percaya diri ia mengambangkan usaha sampai besar. Ratna mengandalkan pesanan pre- order. Dibikin baru setelah datang ketika pesanan masuk. Ia mengenang awal sekali jualan bertepatan waktu Natal.

Kesuksesannya berkat pengalaman dan menyebar dari mulut ke mulut. Dia memasarkan melalui blog pribadi. Juga mengunjungi ibu- ibu ketika arisan kampung. Ratna juga bereksperimen melalui media non- kaca. Mulai dari botol kecap, botol saus, bekas sirup, dan juga di atas mangkuk.

Bukannya dia kembalikan cat yang salah malah berlanjut. Darah seninya terbakar menciptakan aneka gambar menarik dari batik sampai obyek. Daripada mubazir catnya dibuang kalo nanti tidak boleh ditukar. Ratna pun mencoba memposting hasil karyanya ke sosial media seperti Facebook.

Hasilnya banyak orang memesan langsung. Pada 2010 setelah beberapa lama berjualan, genap sudah setahun, Ratna mampu membawa bisnis Meerakatja masuk Inacraft. Disinilah tempat Ratna lebih memperkenalkan usaha tersebut sampai digemari masyarakat.

Melalui serangkaian pengalaman datanglah PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). Mereka lantas menawarkan pinjaman unit layanan mikro. Pemberian pinjaman sampai Rp.50 juta dapat digunakan untuk memperkaya peralatan dan tambahan belanja modal.

Ia mengenang modal awal cuma Rp.500 juta. Penjualan sistem perorangan jadi omzetnya Rp.3 juta sampai Rp.5 juta.

Urusan bahan baku dia dapat mencari melalui penjual jamu. Untuk catnya sudah khusus, dimana dia membeli dari langganan distributor cat dari Jerman. Tidak cuma melukis gelas atau botol, Ratna juga bisa dipanggil untuk mengecat interior berbahan kaca, cermin, vas bunga, gelas, guci, dan kap lampu.

Harga jual produknya mulai dari Rp.25 ribu sampai Rp.2,5 juta. Produknya terjual sampai ke Jakarta dan Bandung. Beberapa malah sudah dibawa keluar negeri. Belum dia tidak mengirim langsung tapi melalui perantara penjualan.

Dia berhubungan dengan mereka yang di Jakarta, buat dibawa baik ke Jerman, Kanada, dan lain- lain. Ratna sudah punya 3 pegawai mengurusi pewarnaan dasar. Urusan desain dan gambar dasar masih dipegang sendiri. Bila pesanan banyak dia akan menambah orang sampai 15 pegawai lepas.

Jiwa Pengusaha


Ratna bukan hanya seniman melainkan pengusaha sukses. Inilah mengapa ada rasa tidak puas dalam dirinya. Meski dia berhasil menjual sampai ratusan botol. Hasil karyanya juga bagus tetapi masih ada perasaan kurang sreg.

Ia memulai dari nol lagi usaha lukis gelas. Dia mencari- cari referensi mengenai seni melukis gelas. Hingga akhirnya, dia ikutan kursus glass painting, dan dibawanya lukisan di atas mangkuk. Sang guru lantas kebingungan Ratna mau belajar apa lagi.

Sudah bagus menurut sang guru mau belajar mengenai apa lagi. Namun Ratna ngotot ingin belajar kembali dari nol. Ibu dua anak ini mendapatkan banyak teknik baru. Sesuatu yang tidak didapatnya dari modal otodidak semata.

Ratna mampu mengembangkan kreativitasnya. Dia belajar mengenai sifat gelas, perawatan gelas, ada teknik mengecat apa, harus diapakan dulu, coating, pengeringan, dan lain- lain. Setelah lulus kursus melukis maka dia mulai berbisnis kembali.

Datanglah pesanan perusahaan untuk melukis botol minuman soda. Mereka tau Ratna dari internet. Awal mereka mencoba 20 botol dilukis dalam empat hari target. Lima bulan kemudian, perusahaan minuman bersoda memberi pesanan 1.500 botol dalam waktu 1,5 bulan.

Dalam waktu sesingkat tersebut dibutuhkan kerja pintar. Jiwa pengusahanya mengajak mahasiswa di jurusan seni rupa. Dia tidak sekedar mengajak membantu mewarnai. Ratna juga berdiskusi mengenai dasain seutuhnya. Mereka membantu melukis botol lebih banyak dibanding karyawan biasa.

Pasalnya mereka memiliki pengalaman mengenai seni lukis. Disini Ratna saling bertukar pemikiran soal bisnis seni rupa. Juga dia berbagi pengalaman mengenai pemasaran produk karya seni.

Pengusaha Cantik Aneka Usaha Kerajinan Kain Natura

Profil Pengusaha Natura Kusuma Dewi


pengusaha cantik kerajinan kain
 
Profil pengusaha cantik ini memang menginspirasi kita nih. Bermula dari ketertarikannya akan kain membuahkan usaha. Awalnya dia mendapatkan pelajaran dari SMA tentang kain. Krativitas cewek cantik bernama Natura Kusuma Dewi ini, semakin banyak menghasilkan produk berbahan kain.

Ide pertama ialah mengangkat kain tradisonal Bali. Pengusaha cantik ini memutuskan berbisnis sejak 2013 silam. Dengan nama Shop Sugar, dia membuat aneka produk dari bahan- bahan kain tradisonal. Padahal ia tidak pernah mengenyam pendidikan spesifik ini.

Ia sama sekali tidak punya pengalaman berwirausaha. Aneka usaha kerajinan kain nya 100% berasal dari otodidak. Sejak Sekolah Menangah Atas (SMA) sudah menyukai pelajaran kerajinan. Kemudian suatu hari mendengar ada kompetisi wirausaha bertema kain tradional.
 

Wirausaha Kain


Cewek cantik ini akhirnya ikutan berlomba selama beberapa hari. Hasilnya ternyata justru kegagalan yang didapan. Bukannya menyerah, Natura begitu gadis ini dipanggil, semakin bertekat saja untuk menjadikan ini bisnis sesungguhnya.


Tidak menang kompetisi nasional wirausaha muda tidak masalah. Karena bisnis online shop miliknya masih terus berjalan. "Kompetisi tidak lolos, namun online shop yang saya buat malah berjalan," ia menceritakan. 
 
Usaha karajinan kain pertamanya ialah membuat aneka dompet. Kain tradisional Bali diubahnya menjadi sepatu dan dompet unik yang menggoda. Memanfaatkan keindahan kain tenun karya asli Indonesia. Hasilnya tidak cuma disukai oleh anak muda juga berbagai kalangan usia. 
 
Cewek cantik yang ternyata lulusan Ilmu Gizi UGM ini, mengaku tidak kerepotan membagi waktunya antara berbisnsis dan urusan kampus. Pekerjaan Natura ialah memilih kain tradisional tenun terbaik. Dilanjutkan memilih model design apa yang akan dikembangkan. 
 
Urusan penjahitan diserahkan ke ahlinya sendiri. Ia cukup menggaet orang yang dipekerjakan sebagai penjahit. "Saya menggandeng beberapa pengrajin yang siap memproduksi..." tuturnya.

Aneka sepatu dan tas juga diproduksinya tidak hanya satu. Walaupun sibuk wirausaha tetapi dia tidak merasa terganggu kuliahnya. Aneka kendala dihadapinya mengembangkan usaha tersebut. Mulai dari pusat produksi yang jauh, bahan baku kain, yang mana persediaanya terkadang tidak stabil adanya.

Produksi satu pasang sepatu bisa sampai 3 hari lebih. Harga jualnya berkisaran 180 ribu sampai 200 ribut. Patokan Natura ialah semakin rumit maka semakin mahal. Melalui aneka pameran yang dia pernah ikuti pendapatan naik. 
 
Memanfaatkan Instagram sebagai andalan menghasilkan pendapatan tak terduga. Bahkan beberapa departmen store mulai tertarik produknya. Optimisme pengusaha cantik ini karena tanggapan dari masyarakat positif. Sebagai anak muda membuatnya semakin ingin terdepan. Seperti membuat brand Shop Sugar nya lebih dikenal lewat website, dan toko offline yang ada di kota- kota.

Melalui sosial media usahanya kian berkembang pesat. Tidak puas hanya berkutat di bisnis fashion, masih dengan cara yang sama Natura berkembang. Usahanya merambah prospek lain dari aneka kerajinan kain. 
 
Ia berpikir membuat bunga tiruan dari bahan kain. Untungnya manis loh apalagi jika kamu pandai memanfaatkan momentum di depan.

Kebanyakan orang memberikan bunga asli yang mudah layu. Bunga plastik sendiri dianggap kaku dan terkadang tidak sedap dipandang. Berbeda dengan bunga itu dengan bahan kain lebih fleksibel. Bahkan ia dapat mengkaryakannya layaknya bunga asli.

"Makanya saya buat bunga tiruan agar momen manis anda tetap dikenang," ia menjelaskan.

Usahanya bernama Fleurify, yang memanfaatkan rumahnya sebagai workshop usaha. Aneka moment menjadi andalan bisnis karangan bunga ini, seperti wisuda contohnya. Lini bisnis bunga fanel ini berkembang pesat dibawah badan usahanya. 
 
Dia mengakui tidak memiliki pengalaman sama sekali. Berbekal tutorial dari youtube dirinya berhasil berkarya. Beruntung karena dasarnya dia sudah terbiasa menjahit, sejak SMA dirinya terbiasa membuat boneka dari kain fanel.

Tingga belajar beberapa hari tutorial membuat bunga kain. Harga perbuket bunga bervariasi antara Rp.35 ribu- Rp.700 ribu. Penjualan berdasarkan jumlah bunganya yang dijual. Natura sendiri tidak berkeberatan untuk menjual perbuah. 
 
Harganya dari Rp.17 ribu sampai Rp.35 ribuan per- tangkai bunga. Wirausaha bermodal sosial media memang menjanjikan. Pemesanan tidak hanya dalam daerah tetapi juga luar daerah. Pengiriman jasa ekspedisi sudah biasa dilakukannya setiap hari. 
 
Pembayaran sudah luna dari awal tinggal pembuatan. Uang muka Rp.500 ribu sudah termasuk biaya kirim, dan dilunasi setelah diterima. Selama menjalankan bisnis bunga kain ini tidak ada komplain. Bahkan pelanggan menyarankan dia untuk menyemprotkan minyak wangi. 
 
Berkembang usahnya mampu mempekerjakan 3 karyawan. Ia menyadari bahwa karyawannya sudah jago. Bahkan mungkin pergi dan membuka usaha sendiri diluaran. Agar tidak kalah dia pun terus melakukan inovasi baru. Seperti membuat buket beralaskan papan dan lain- lain. 
 
Harga bervariasi dari 150 ribu sampai 175 ribu untuk buket papan ini, sedangkan yang sudah dikemas menarik harganya Rp.490 ribuan. Walaupun gagal Wirausaha Mandiri 2016 dia berhasil membuktikan satu hal: Berwirausaha tidak hanya soal menang kalah. 
 
Tetapi ketika dia mampu mengembangkan usahanya agar berguna. Alhasil, kini, dia dikenal sebagai pengusaha muda yang berhasil memilik workshop dan showroom sendiri.

Mirza Ghulam Ahmad Berbisnis Cupang Ekspor

Profil Pengusaha Mirza Ghulam

 

eksporcupang.png

Membayangkan berbisnis cupang ekspor mungkinkah. Pengusaha Mirza Ghulam Ahmad bercerita rahasia melalui buku Cetak Cupang Kualitas Ekspor. Dalam bukunya dia menjelaskan, bahwa pengusaha cupang terlalu fokus beternak alih- alih mencari pasar.


Pengusaha harusnya fokus mencari cara memasarkan ikan. Kalau sudah dikenal maka barulah kamu bisa mencetak cupang. Melebarkan bisnis cupang dimulai memahami pasar dahulu. Dari mencetak cupang yang berhasil, barulah kita memasuki tahapan beternak cupang.

 

Berbisnis Cupang Ekspor


Rahasia sukses Mirza adalah menjadi konsisten menekuni. Dari awal, pengusaha cupang baiknya sudah memiliki pasar sebelum budidaya. Konsisten mendalami pasar tersebut kemudian berkembang. Di pasar kelas bawah biasanya membeli cupang berharga murah.


Meskipun murah harus memiliki kuantitas bagus. Bila sukses kamu akan merambah ke bisnis cupang lebih luas. Dimana kamu akan berbisnis cupang melalui penjual lain. Bersandarkan kepercayaan kamu bisa menitipkan jualan.


Targetnya banyak lokasi terutama depan sekolah dasar. Kamu tidak boleh merasa risih. Bila target kamu kelas menengah maka lebih baik. Satu ekor ikan mungkin dihargai Rp.100- 200 ribu. Targetnya adalah mereka penghobi pemula dan penikmat cupang berpenghasilan.


Kelas berikutnya kelas atas menyasar mereka penghobi kental. Mereka yang rela merogoh kocek jutaan demi ikan sesuai keinginan. Harga jualnya dari Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Kelas atas membeli ikan cupang demi kenikmatan pribadi.


Tau dan konsisten menyasar target pasar kamu, jelas Mirza Ghulam Ahmad. Pebisnis cupang harus memahami mengenai kualitas cupangnya. Pahami jenis cupangnya jangan sekedar mengikuti tren pasar. Atau kamu akan terbawa arus tanpa memiliki nama.


Beberapa orang memilih fokus membudidaya jenis cupang tertentu. Mereka yang menjadi raja pada jenis varian tertentu. Dengan demikian kamu akan memperoleh pasar sendiri. Beragamnya jenis ikan ini membuat peluang berbisnis lebih besar.


Ini memungkinkan banyak pesaing terjun berbisnis. Mirza mengatakan buat berbisnis cupang ekspor tidak mudah. Ada penjualnnya tetapi tersembunyi tidak nampak dipermukaan. Dulu Mirza bertemu sosok aneh, penghobi ikan cupang, memiliki tempat besar dan besar buat peternakan.


Anehnya dia nampak tidak menjual melainkan membeli. Dia membil ikan Mirzan. "Saya punya feeling pasti orang jualannya tidak di Indonesia, ternyata benar jualannya ke Inggris," imbuhnya. Mirza lalu mencari tau mengenai pembeli misteriusnya sampai ke Facebook.


Dia melanjutkan cerita, "dulu orang itu sangat hati- hati membuka informasi, pelit ilmu, enggak dapat pelajari tapi saya pelajari." Nah dia kemudian meniru apa dilakukan sosok tersebut. Ternyata dia hasil sampai banyak pelanggan bisnisnya King Rosetail, dari postingan satu mengajak satu orang dan terus.


Pelajari sistem berarti kamu harus mau belajar. Termasuk memulai dari awal mempelajari mengenai ekspor. Maka jadilah seperti Mirza memiliki cabang di New Jersey Amerika, Serawak Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bekerja samalah dengan pihak berkaitan seperti pihak pengekspor. 

 

Dia menjelaskan kalau kirim lewat pribadi tidak bisa. Melalui PT eksportir tersebut maka ikan akan dikirim keluar. Tanda tangani MoU kerja sama dintara kamu dan perusahaan. Pasalnya, pembudidaya yang tidak punya pengalaman ekspor dan impor akan susah.


Lewat King Rosetail banyak jenis ikan cupang dikembangkan. Aneka perkawinan silang berkali- kali hasilkan ikan unggulan. Maka tidak salah bila harganya mencapai Rp.500 ribu sampai jutaan rupiah. Ia memiliki ikan andalan bernama cupang Black Gonzales.


Warna hijau berkilau kontras dengan warna dasarnya hitam. Ia mengaku menjadi satu- satunya yang memiliki jenis ini. Butuh indukan Black Gonzales khusus buat menciptakan warna ini. Katanya Mirza sangat kesusahan tetapi terbayar melalui hasil anakan.


"Masih jarang yang punya karena baru saya beternak itu," kenangnya. Ide menciptakan jenis cupang tersebut lantaran tak sengaja. Itu terjadi ketika dia berekreasi ke Kediri, Jawa Timur, menemukan ikan bercorak serupa. Dia bertekat menemukan perpaduan sempurna Black Gonzales.


Empat kali perkawinan baru menghasilkan anakan. Dari 300 telur cuma 10 menetas, hanya hasilkan si Black Gonzales ini. Mirza memanfaatkan Rosetail Hitam dipadukan Halfmoon Double Tail Hijau. Ini hasilan 70% Halfmoon dan cuma 30% rosetail bercorak hijau.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba