Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Jasmine Bisnis Bumbu Masak Samara Micron
Profil Pengusaha Marcella Sutisna
Bisnis Sederhana
Pengusaha Tas WeBe Biografi Wenny Sulistiowaty
Biografi Pengusaha Wenny Sulistiowaty
Bisnis Handmade
Tas WeBe
Di tahun 2010 hingga 2011 Wenny berpikir membuka usaha di tengah kota. Jika sebelumnya para pembeli harus masuk ke kawasan industri, kini, tak perlu lagi. Dulu masyarakat yang biasanya akan berombong untuk masuk ke kawasan industri.
Meski tak lagi secara masal melakukan ekspor. Nyatanya produk WeBe tetaplah berupaya meningkatkan ekspornya. Meski begitu dengan banyaknya produk tiruan dari China, menjadi perhatian khusus Wenny. Ia berkata ketika ke Guanzhou, dia menemukan produk tiruannya.
Biografi Wenny Sulistiowaty Hartono
Lahir: Purwokerto, Jawa Tengah, 10 Oktober 1976
Pendidikan:
1. SD Kristen 3 YSKI Semarang, Jawa Tengah
2. SMP YSKI Semarang
3. SMA YSKI Semarang
4. S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
Pekerjaan:
1. Pemilik PT Webe Inter Tirzada, 1998
2. Pemilik Kampoeng Semarang, 2012
3. Pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Biografi Tony Fernandes Bisnis AirAsia
Ya, di jamannya, mungkin hingga sekarang adanya satu pembedaan tentang orang pribumi atau tidak terasa. Dia tidak mudah mendapatkan modal apalagi kekayaan.
Berani Bermimpi
Dimana entrepreneurship kokoh didalam diri orang beras Chinese, dan India juga punya kelebihan pada hal tertentu. Sementara orang Bumiputra kurang dalam entrepreneurship -nya.
Sebuah pengalaman terbang memberikan gambaran penerbangan murah. Saat itu, tetapi, belum terpikirkan apapun tentang bisnis airlines. Bahkan dia tidak bersentuhan walau secuil pun dengan penerbangan komersil. Dia seorang akuntan biasa saja.
Dia tercatat sebagai pegawai berprestasi. Membawanya resume baik hingga mampu masuk sebagai Senior Financial Analysis di Warner Music International di London. Di Warner, tumbuhlah jiwa entrepreneur dalam dirinya.
Seorang pakar menyebut alasannya keluar dari Warner bukan tanpa strategi. Seolah ia telah bisa membaca kegagalan satu merger Warner untuk American Online di 2001. Sampai disini kenyataan bahwa sosok Tony Fernandes telah memiliki entrepreneurship didalamnya.
Tetapi kenyataan miris bahwa Tony Fernandes bukanlah orang Bumiputra menjadi menarik. Bagaimana dia sukses, tentu semuanya berkat kemampuanya sebagai seorang entrepreneur sejati.
Perbedaan itu sangat terasa seperti perbedaan antara kasus Malaysian Airline dan AirAsia sendiri. Dan satu fakta menarik, meski CEO, AirAsia secara kepemiliki lebih besar dimiliki orang asli Malaysia. Jadi menjadi entrepreneur sulit bagi mereka yang bukan penduduk asli Malaysia.
Lahirnya AirAsia
Beda Malasysian Airline dimana pemerintah bekerja sebagai entrepreneurnya. Kisah Tony berbeda, yakni ada sebuah perhentian di London. Inspirasinya ketika melihat Stelios Haji-Ioannou, pendiri easyJet airlines di televisi. Dia lah yang menjadi sumber inspirasi Fernandes membangun low- cost carier.
Sosoknya dilihat oleh Fernandes tengah menjelaskan konsep LCC ini di sebuah stasiun televisi. Tony mulai tersadar menemukan ide tentang penerbangan murah. Dia mulai berpikir dia bisa melakukanya nanti di Asia Tenggara.
AirAsia sendiri sejarahnya berawal dari perusahaan sedarah dari Malaysian Airline. Itu didirikan pada tahun 1993, dirikan oleh perusahaan konglomerat milik negara, DRB-HICOM dan mulai bekerja di tahun 1996. Di tahun 2002, secara tertulis MAS atau Malaysian Airline memonopoli udara.
Menjadi bagian milik negara membuat perusahaan mendapatkan dukungan mutlak pemerintah. Artinya juga termasuk komersialisasi. Tapi disadari atau tidak pemerintah lebih memilih MAS itu, menganak tirikan AirAsia.
Awalnya Tony sendiri tidak tau tentang perihal hutang AirAsia. Tujuannya kala itu cuma datang ke Perdana Menteri Mahathir di Juni 2001 meminta ijin terbang. Dia ngotot ingin bertemu Perdana Menteri untuk memberinya ijin membuka usaha. Tony sendiri sudah mempunyai perusahaan bernama Tune Air. Dia bekerja sama dengan tiga orang patner, yang ternyata Bumiputra.
Dia memintanya agar TuneAir mengambil alih AirAsia sendiri, yang berarti mengambil alih hutang- hutangnya. Bukannya untung dia malah "buntung" harus mengambil alih perusahaan terbengkalai.
Beda target fokus AirAsia kala itu orang Asia yang belum pernah terbang. Memakai slogan "Now everyone can fly" mendorong mereka berbondong- bondong ke AirAsia. Dan, cara itu berhasil, AirAsia mengadopsi cara kerja Ryanair.
Caranya menggunakan satu jenis pesawat, menggunakan sistem online memotong biaya travel agen, makan berbayar, mengurangi waktu di tanah atau pesawat harus terbang sangat sering, dan membuat banyak jadwal penerbangan sesering mungkin.
Tau kah kamu siapa orang dibalik ide brilian diatas. Dibaliknya, ada Connor McCarthy, mantan Direktur Operasi Ryanair, yang dijadikan Tony penasihat. Sosok Tony Fernandes memang risk- taker. Entrepreneur sukses menghasilkan miliaran dollar.
Biografi Sharp Tokuji Hayakawa Sejarah Pengusaha
Profil Pengusaha Tokuji Hayakawa
Sejarah pengusaha Tokuji Hayakawa berikut biografi Sharp. Hayakawa kelahiran 1893 asal Tokyo, dan keluarganya memiliki masalah domestik. Alhasil Hayakawa kecil diambil asuh keluarga Ideno. Dia telah diadopsi. Hayakawa disekolahkan tetapi cuma mencapai sekolah menengah atas.
Kemudian ia keluar karena memang tidak punya biaya. Keluarganya merupakan pangrajin besi, namun dikhususkan membuat ornamen besi tidak lebih. Mereka hidup miskin. Hayakawa kepikiran membuat sabuk khusus.
Penemuanya beruapa kepala sabuk yang mampu mengikat kuat. Desainnya dipetenkan berupa besi tusuk buat dicantolkan dalam lubang. Inilah cikal sabuk modern yang dinamai "Tokubijo". Begitu ia luncurkan pada 1912, produk yang telah dipatenkan tersebut menarik perhatian masyarakat luas.
Terutama masyarakat Eropa tertarik menerapkan tersebut ke Western Style. Total permintaai sampai 33 grosesses atau 4.752 total. Hayakawa ingin membuka usaha pembuatan independen. Maka ia pun pergi meminjam uang buat mendirikan perusahaan.
Modalnya dibikinkan pabrik pembuatan khusus pada September 1912. Kemudian pabrikannya tumbuh bagus sampai mengekspansi. Ia pada 1913 mendapatkan paten keran air canggih. Kemudian Hayakawa membuat prototip pensil pencet, yang juga bernama Sharp.
Dia kemudian membuat tape rekorder, radio dan televisis. Hayakawa meninggal diusia 86 tahun di tahun 1980. Itulah biografi Sharp Tokuji Hayakawa.
Dulu perusahaan Hayakawa bernama Hayakawa Metal Works di 1924, Tanabe- Cho, Osaka. Di 1942 namanya berganti Hayakawa Electric Industry Company. Jadi perusahaan mereka memang membuat aneka produk elektronik.
Dari membuat televisi sampai membuat kalkulatro. Nah kalkulator inilah menjadi cikal perkembangan perusahaan. Kalkulator mereka terkecil sampai membuat oven microwave pertama. Nama perusahaan berubah menjadi Sharp Corporation pada 1970.
Mengapa dinamai Sharp ternyata berasal nama produk pensil. Penemuan pensil mekanikal tersebut yang membuat namanya melambung. Sayang pensil tersebut mengalami masa surut sampai harus bisa membuat lain. Hayakawa memaksakan perusahaan membuat sesuatu tidak pernah dilakukan.
Sharp menjadi perusahaan fokus mengerjakan elektronik. Hayakawa menyadari bahwa Jepang sangat ahli meniru. Ketika perusahaanya membuat pensil maka orang lain meniru. Dia tidak masalah. Bahkan ia melakukannya juga termasuk dalam membuat televisi.
"jika Anda selalu berusaha keluar dengan produk unggulan yang akan meniru pesaing, dan perusahaan akan terus berkembang. Imitasi mengarah pada persaingan, meningkatkan tingkat teknologi dan membawa kemajuan dalam masyarakat," jelasnya.
"Namun, perusahaan selalu mengejar produk turunannya, sehingga harus memikirkan produk apa selanjutnya dan penelitian lanjutan," jelas sang pengusaha.
Industri bisa tidak terdapat orginalitas karena semua saling meniru. Bisnis etik buruk tetapi terbukti industri Jepang berkembang pesat. Persaingan membuat produk tiruan namun lebih baik. Hayakawa menyadari bahwa mereka harus lebih terdepan, lebih berkualitas, dan lebih disukai masyarakat.
Usaha Membuat Bumerang Sangat Mengejutkan
Profil Pengusaha Listyo Bramantyo
Kerajinan Bumerang
Dia juga bersemangat untuk memproduksi bumerang sendiri. Kan pada awal tahun 1990-an masih jarang orang menjual atau memproduksi bumerang di Indonesia. Jadi ini bisa jadi usaha menguntungkan.
Saat itu, tidak banyak sumber bisa dijadikan referensi tidak seperti sekarang yang banyak di Internet. Listyo cuma berbekal mengikuti naluri dan teori. Setelah berbulan-bulan ia bisa membuat boomerang sendiri.
Menurutnya bumerang sekarang diminati untuk sekedar koleksi atau hobi. Dia bersama komunitasnya tengah mengupayakan agar bumerang diakui sebagai olah raga.