Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengusaha Malaysia. Tampilkan semua postingan

Menjadi Pengusaha Es Teh Dikala Pandemi Covid

Profil Pengusaha Fatin Joe

 

pengusahaesteh.png
 

Dikala pandemi Covid 19 masalah keuangan menghantui. Begitupula gadis Malaysia menjadi pengusaha es teh demi hidup. Banyak orang mencemooh tetapi dia lanjut. Pengusaha Fatin Joe berprinsip gemar berjualan. Es teh menjadi salah satu produk kegemaran gadis berhijab tersebut.

 

Seperti dikutip World of Buzz, dijelaskan bahwasanya Fatin merupakan mahasiswa aktif, dan barulah memulai usaha semenjak lock down. Pemerintah Malaysia melakukan pembatasan ketat. Mahasiswi 23 tahun tersebut melakukan aneka upaya.

 

Usahawan Muda


"Saya suka teh ais dan begitu juga keluarga saya," tambah Fatin. Dia mengingat ketika bulan Maret, dia mulai belajar membuat es teh ini. Awal dia membuat bukan buat berjualan melainkan diminum sendiri.


Kan lock down memaksa Fatin bertahan tidak boleh keluar. Begitu pembatasan selesai Fatin langsung berjualan. "Saya mulai jualan es teh dalam kemasan botol karena saya ingin orang- orang merasakan es teh homemade buatan saya," imbuhnya.


Mahasiswa Malaysia tersebut hasilkan omzet Rp.12 juta. Dalam sebulan dia untung banyak sampai ia ingin membuat keagenan. Fatin akan merekrut agen dan distributor. Dalam sebulan bisnisnya mampu menjual 20- 50 botol perhari.


Selain berjualan dia juga masih berkuliah magang. Ia berhasil menjalankan keduanya berkat mampu manajemen waktu. "Ketika saya pulang kerja (magang), saya mulai bikin pesanan sekitar 20- 30 botol perhari," dia menjelaskan.


Ia juga memasarkan melalui sosial media bila perlu. Bila dijelaskan es teh bikinan Fatin bukanlah kita kenal. Itu merupakan minuman tradisional Malaysia. Fatin menjual perbotol 330 ml. Ia mengklaim produk dibuat teh asli dan bukan pemanis buatan.


Fatin banyak dicibir orang. "Banyak orang bilang saya menyia- nyiakan gelar saya karena berjualan es teh," ia mengenang. Tapi dia tidak ambil pusing. Tidak masalah apa kamu lakukan. Dia menekankan kamu melakukan bisnis dengan passion.


Pendidikan tidak akan sia- sia. Karena kamu akan memakai pengetahuan kamu pelajari di sekolah dan universitas. Walau dikerjakan dikala pandemi bukan berarti sampingan. Dia ingin menseriusi. "Saya harus lebih mendorong diri saya lagi dan tidak menyerah," tuturnya.


Abaikan apa dikatakan pembenci dan terus melangkah. Fatin memberikan tips bagi mereka mahasiswa baru. Mereka yang belum tau mau kemana dan tertekan "terpaksa" bekerja. Harus mulai identifikasi passion atau minat kamu senangi.


Sesuaikan diri apa hal membuat kamu dan keluarga bahagia. Kamu jangan pernah menyerah walau hasil tidak sebaik diharapkan. "Temukan diri kamu lalu temukan karir kamu. Tidak ada alasan buat kamu berhenti," tutup Fatin.

Pramugari Jadi Pengusaha Jualan Nasi Ayam

Profil Pengusaha Nur Shareen

 

pramugari.png
 

Pandemi membuat banyak pilot memutar otak mencari cara. Begitupula pramugari jadi pengusaha karena terpaksa. Pramugari cantik itu bernama Nur Shareen Mohd Zaini. Masa pandemi membuat dirinya tidak terbang ke angkasa. 

 

Perjalanan baik keluar atau dalam negeri kini dibatasi, dan sampai waktu tidak ditentukan. Alhasil Nur kehilangan pendapatan lantaran dirumahkan. Pramugari asal Malaysia banting stir berjualan sesuatu buat bertahan hidup. 

 

Dilansir dari Juice Online, wanita tersebut memutuskan berjualan pinggir jalan. Uniknya Nur masih memakai pakaian pramugarinya ketika berjualan.


Pantas dia mendapatkan perhatian sampai viral diberitakan. Perlua diketahui Nur merupakan orang tua tunggal. Pekerjaan berhenti membuatnya berpikir memenuhi kebutuhan. Hingga dia berjualan nasi kukus ayam di pinggir jalan Senawang.


Nasi kukus merupakan kuliner nasi guring khas Malaysia. Rasanya hampir mirip dengan nasi lemak. Namun lauk- pauknya berbeda tampak enak. Nasi kukus biasanya didampingi ayam goreng berempah, atau nama lain ayam goreng serundeng lengkap cabai merah dan acar.


Diceritakan wanita 41 tahun ini memakai semua rempah dan bahan nasi kukus ini, dibuat langsung dari keluarganya di Kota Bahru. Rasa nasi kukusnya enak dengan potongan ayam besar. Modal awalnya berkisar Rp.687 ribu. 


Telah menjadi pramugari sejak 1997 tetapi tidak menyesal berhenti. Nur sama sekali tidak menyesali jadi pengusaha. Dia malah bersyukur nasi kukusnya sangat membantu. Ia terlepas dari masa sulitnya sekaligus menyenangi bisnis barunya.

Biografi Tony Fernandes Bisnis AirAsia

Biografi Pengusaha Tony Fernandes

  
tonyfernandes.png
 
Pria dibalik kesuksesan bisnis AirAsia. Biografi Tony Fernandes, atau Anthony Franches Fernandes bermula akan kritik terhadap penerbangan. Di jamanannya hiduplah era dimana perbedaan setatus begitu terasa. 
 
Berbeda di Indonesia yang memang sudah beda, di Malaysia, kamu tak akan menemukan perbedaan sangat mencolok. Satu kendala seorang Tony menjajaki karirnya bukan sebagai orang pribumi. Maka dalam biografi Tony Fernandes tidak mudah.

Ya, di jamannya, mungkin hingga sekarang adanya satu pembedaan tentang orang pribumi atau tidak terasa. Dia tidak mudah mendapatkan modal apalagi kekayaan.

Berani Bermimpi


Alkisah, pertumbuhan Malaysia begitu pesat semua karena ikut andil tangan pemerintahnya. Dimana di tahun semenjak tahun kemerdekaan Malaysi di Agustus 1957, negara yang dulunya negara agrari ini telah berubah menjadi negara industrial. 
 
Di akhir tahun 1960 -an, dengan jenuhnya pasar impor, negara Malaysia memilih untuk menjadi negara eksportir. Mei 1969, muncul demonstrasi karena pemerintah terlalu berpengaruh. Dimana pemerintah ikut campur sangat dalam soal pembagian kekayaan. 
 
Hampir mirip jaman orde baru kita. Disini terbaliknya dimana pemerintah fokus pada orang pribumi bukan orang asing. Di jamannya itu, kekayaan terbagi tiga ras: yaitu ras Bumiputra (pribumi), Chinese, dan India.

Dimana entrepreneurship kokoh didalam diri orang beras Chinese, dan India juga punya kelebihan pada hal tertentu. Sementara orang Bumiputra kurang dalam entrepreneurship -nya.

Tony lahir 30 April 1964, keluarganya tidak pernah berpengalaman atau kenal entrepreneurship, Ayahnya seorang tabib dari Goa (India), sementara ibunya itu seorang guru musik yang keturunan Malaka- Portugal. 
 
Atau dengan kata lain, Tony datang dari keluarga India- Malaysia dari golongan profesional. Dia itu berasal dari kelas menengah. Seperti halnya anak kelas menengah lain, keluarganya tentu mampu mengirim Tony bersekolah hingga ke London.

Fernandes ketika berumura 12 tahun pergi ke London di tahun 1976. Dia bersekolah di Epsom Collage lalu lulus dan melanjutkan pendidikan di London School of Economics, dimana ia lalu lulus pada tahun 1987, dia mendapatkan gelar sarjana akuntansi. 
 
Totalnya dia telah tinggal di luar negeri selama 11 tahun. Perasaan akan rindu orang tua membawanya kembali ke Malaysia.

Sebuah pengalaman terbang  memberikan gambaran penerbangan murah. Saat itu, tetapi, belum terpikirkan apapun tentang bisnis airlines. Bahkan dia tidak bersentuhan walau secuil pun dengan penerbangan komersil. Dia seorang akuntan biasa saja. 
 
Selama perjalanan karir, dia singgah di Virgin Communication, salah satu perusahaan milik Virgin Group. Apa yang dipelajari dari Virgin? Dia belajar banyak tentang bisnis internasional. Memberikan dirinya pandangan tentang apa itu bisnis multi- nasional dan internasional.

Dia tercatat sebagai pegawai berprestasi. Membawanya resume baik hingga mampu masuk sebagai Senior Financial Analysis di Warner Music International di London. Di Warner, tumbuhlah jiwa entrepreneur dalam dirinya. 
 
Warner kala itu mengubah dirinya sebagai hanya seorang akuntan menjadi sosok seorang analis dan strategis. Dia bekerja menjadi seorang analis disana sejak tahun 1989, kemudian di 2001, secara sadar memutuskan mengundurkan diri. 
 
Padahal kamu perlu tau Fernandes sudah menjadi Vice Presidents di ASEAN regional. Rekam jejaknya bekerja di Warner menunjukan sudah 3 kali dirinya menerima promosi. Mengagumkan.

Seorang pakar menyebut alasannya keluar dari Warner bukan tanpa strategi. Seolah ia telah bisa membaca kegagalan satu merger Warner untuk American Online di 2001. Sampai disini kenyataan bahwa sosok Tony Fernandes telah memiliki entrepreneurship didalamnya.

Tetapi kenyataan miris bahwa Tony Fernandes bukanlah orang Bumiputra menjadi menarik. Bagaimana dia sukses, tentu semuanya berkat kemampuanya sebagai seorang entrepreneur sejati.

Perbedaan itu sangat terasa seperti perbedaan antara kasus Malaysian Airline dan AirAsia sendiri. Dan satu fakta menarik, meski CEO, AirAsia secara kepemiliki lebih besar dimiliki orang asli Malaysia. Jadi menjadi entrepreneur sulit bagi mereka yang bukan penduduk asli Malaysia.

Lahirnya AirAsia


Beda Malasysian Airline dimana pemerintah bekerja sebagai entrepreneurnya. Kisah Tony berbeda, yakni ada sebuah perhentian di London. Inspirasinya ketika melihat Stelios Haji-Ioannou, pendiri easyJet airlines di televisi. Dia lah yang menjadi sumber inspirasi Fernandes membangun low- cost carier.

Sosoknya dilihat oleh Fernandes tengah menjelaskan konsep LCC ini di sebuah stasiun televisi. Tony mulai tersadar menemukan ide tentang penerbangan murah. Dia mulai berpikir dia bisa melakukanya nanti di Asia Tenggara.

AirAsia sendiri sejarahnya berawal dari perusahaan sedarah dari Malaysian Airline. Itu didirikan pada tahun 1993, dirikan oleh perusahaan konglomerat milik negara, DRB-HICOM dan mulai bekerja di tahun 1996. Di tahun 2002, secara tertulis MAS atau Malaysian Airline memonopoli udara.

Menjadi bagian milik negara membuat perusahaan mendapatkan dukungan mutlak pemerintah. Artinya juga termasuk komersialisasi. Tapi disadari atau tidak pemerintah lebih memilih MAS itu, menganak tirikan AirAsia. 
 
Kala itu, Tony Fernandes tengah menggarap idenya di tahun 2001, dan kebetulan, tahun itu AirAsia mempunyai hutang sebesar $37 juta.

Awalnya Tony sendiri tidak tau tentang perihal hutang AirAsia. Tujuannya kala itu cuma datang ke Perdana Menteri Mahathir di Juni 2001 meminta ijin terbang. Dia ngotot ingin bertemu Perdana Menteri untuk memberinya ijin membuka usaha. Tony sendiri sudah mempunyai perusahaan bernama Tune Air. Dia bekerja sama dengan tiga orang patner, yang ternyata Bumiputra. 
 
Akhirnya, setelah bertemu Perdana Menteri, ia berhasil meyakinkan Mahathir soal LCC -nya. Ternyata, bukan cuma lisensi, ia juga memerintahkan Tony ambil alih AirAsia juga.

Dia memintanya agar TuneAir mengambil alih AirAsia sendiri, yang berarti mengambil alih hutang- hutangnya. Bukannya untung dia malah "buntung" harus mengambil alih perusahaan terbengkalai.


Beda target fokus AirAsia kala itu orang Asia yang belum pernah terbang. Memakai slogan "Now everyone can fly" mendorong mereka berbondong- bondong ke AirAsia. Dan, cara itu berhasil, AirAsia mengadopsi cara kerja Ryanair.

Caranya menggunakan satu jenis pesawat, menggunakan sistem online memotong biaya travel agen, makan berbayar, mengurangi waktu di tanah atau pesawat harus terbang sangat sering, dan membuat banyak jadwal penerbangan sesering mungkin.

Tau kah kamu siapa orang dibalik ide brilian diatas. Dibaliknya, ada Connor McCarthy, mantan Direktur Operasi Ryanair, yang dijadikan Tony penasihat. Sosok Tony Fernandes memang risk- taker. Entrepreneur sukses menghasilkan miliaran dollar. 
 
Tony tercatat orang terkaya ke- 7 di Malaysia memiliki total kekayaan $650 juta. Itulah sedikit kisah sukses bisnis AirAsia.

Pengusaha Dianggap Gila Kisah Lim Kang Hoo

Profil Pengusaha Lim Kang Hoo

 
limkanghoo.png
 
Pengusaha dianggap gila kisah Lim Kang Hoo. Dialah Tan Sri Dato 'Lim Kang Hoo, usianya 58, warga negara Malaysia, adalah salah satu pendiri dan Ketua Ekovest Berhad dan telah di Dewan Direksi Ekovest Berhad sejak 30 Maret 1988 Y.Bhg. 
 
Namanya lantas orang kenal berkat aneka usaha dibidang industri aneka konstruksi. Pengusaha yang telah memiliki lebih dari 36 tahun pengalaman dalam industri konstruksi. Dia mulai keterlibatannya dalam industri konstruksi. 
 
Lim berbisnis setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, dan membantu usaha konstruksi milik keluarga. Kemudian bekerja sama dengan Mr. Khoo Nang Seng, lantas keduanya membentuk kemitraan teknik sipil dan konstruksi. 
 
Usaha tersebut tumbuh untuk menjadi apa Ekovest Berhad hari ini. Dia Direktur Eksekutif Knusford Berhad, Direktur Non-Eksekutif PLS Perkebunan Berhad dan Wakil Ketua Eksekutif Tebrau Teguh Berhad yaitu perusahaan publik yang tercatat di Bursa Malaysia.
 

Usaha Gila

 
Dia juga menjadi Direktur beberapa perusahaan terbatas swasta lainnya. Pengalaman yang luas berjasa dalam pertumbuhan dan perkembangan Ekovest Berhad Group sebagai basisnya. Tapi siapa sangka dibalik semuanya banyak orang mencibir dia. 
 
Pengusaha properti ini pernah diejek gila karena memiliki gagasan nyeleneh.

"15 tahun yang lalu, tak ada seorangpun yang mau meminjamkan uangnya pada saya. Orang- orang bahkan menertawakan saat saya menawarkan konsep mengubah Johor Bahru (JB) menjadi seperti Shenzen- Hong Kong. Mereka pikir saya gila," kisah pengusaha dianggap gila ini.

Maklum saja gagasan menyulap kota Iskandar, Johor Bahru menjadi sebuah waterfront city adalah aneh untuk orang Malaysian. Waterfront  city merupakan permukiman atau pusat kegiatan kota yang beradanya langsung di pinggir atau tepian badan air seperti sungai, danau, kanal ataupun laut.

Artinya, melalui gagasan tersebut, dia ingin menyulap infrastruktur kota dengan mengubah jalan raya menjadi saluran perairan yang memenuhi kota tersebut. Tak diduga, Lim benar- benar membuktikan bahwa gagasannya bukan ide gila!

Semua pemikirannya mampu diwujudkannya. Bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Malaysia Nazib Razak, dia meluncurkan komplek perkotaan baru, Iskandar Waterfront City.

Dilansir laman Forbes, ia mendapatkan hak aklamasi saat itu berkat hutang $62 juta, mendapatkan hak atas tanah oleh Kumpulan Prasarena Rakyat Johor. Ya, ia mendapatkannya bermodal hutang besar bahkan saat itu ketika masa krisis di Asia tepatnya di tahun 1997.

Bertahap, Khoo berinvestasi dan bekerja untuk reklamasi lahan, perlindungan garis pantai, memperdalam sungai yang ada dan terus -menerus bekerja untuk meyakinkan semua potensi Johor Bahru, yang sebelumnya kota "tidur" di seberang perbatasan Singapura.

Sebuah kota tidur dengan jumlah penduduk 1,4 juta. Lim bahkan memiliki rencana gila untuk makeover besar- besaran Johor dan Iskandar. Dia membeli toko yang telah ditinggalkan pemiliknya dan kemudian ditempati oleh penghuni liar, lalu dimenelusurinya sang pemilik bermigrasi.

Semuanya untuk mengkonsolidasikan atas kepemilikannya di Distrik Central Johor dan berencana untuk membuat kota hunian bersejarah. Ini termasuk memiliki China Town, Little India, Melayu Street dan atraksi kehidupan malam sekitarnya.

Kedua negara dan pemerintah pusat setuju mendanai Lim. Di sisi barat Iskandar -nya, Lim memiliki rencana untuk membuat Danga Bay menjadi tujuan tepi utama dengan terminal kapal feri mewah, dermaga, dermaga nelayan dan menara, lalu tempat tinggal rumah, kantor, hotel dan pusat konvensi.

Di sini ia kemudian telah menjual tanah ke China Garden, salah satu pengembang terkemuka di Cina, namun sebagian besar proyek saat ini sedang dikembangkan dalam usaha patungan dengannya melalui Iskandar WaterFront Holdings, dimana ia memegang 60%.

Forbes memperkirakan sahamnya di Iskander WaterFront Holdings bernilai sekitar $ 925 juta. Memang beberapa orang menyebutnya terlalu berambisius. Ia dikenal berani bermain dengan banyak orang. Tentu inilah kelebihan seporang Khoo; dia sangat imajinatif, ditambah kemampuan persuasi.

Tentu benar jika orang- orang Malaysia pernah menyebutnya "gila". Khoo telah menjual tanah secara bertahap. Dia mengatakan dia melihat beberapa dekade untuk realisasi penuh mimpinya tersebut. 
 
Dan dia ingin bekerja dengan pengembang dari Cina, India, Eropa, Australia, Indonesia dan Singapura untuk de-risiko investasi dan tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang.

Orang yang sabar ini tidak mungkin untuk membunuh angsa emasnya. Dia memang memiliki ambisis dan ide- ide panas tapi bukan tanpa sadar akan resikonya terlalu tergesa- gesa. Pada bulan Februari, ia menempati posisi ke- 18 sebagai orang terkaya di Negeri Jiran. 
 
Kekayaannya kala itu baru mencapai US$ 975 juta. Sejak saat itu, kenaikan harga saham Ekovest Berhard di mana dia memiliki saham 33 persen, menambah total kekayaannya hingga lebih dari US$ 1 miliar.

Pengusaha Hijab Paling Terkenal Malaysia Selebriti

Profil Pengusaha Noor Neelofa Mohd 




Baginya setiap ada kesempatan merupakan anugrah. Salah satunya, menjadi artis tenar asal Negeri Jiran, Malaysia, wanita kelahiran 10 Februari 1989 tengah diasikan bisnis hijab. Dulu, sebelum berhijab sudah berbisnis aneka macam. Noor Neelofa Mohd menunjukan gabungan antara karir dan bisnis keseharian.

Bukan sekedar artis tetapi ratu kencatikan Malaysia. Lihat lah jutaan penggemar mengikuti dia di sosmed, follower Twitter capai 1,4 juta, dan 2,2 juta pengikut Facebook. Ketika dia mengenakan hijab maka para penggemar akan segera memburu hijab dikenakan.

Dalam tempo setahun bisnis hijab Lofa, begitu dia akrab disapa, mampu menembus angka triliunan. Satu hijab dihargai $24 atau pendapatan $11,5 juta. Bisnis Lofa tidak cuma soal busana muslim. Aksesoris besuta perusahaan miliknya juga digandrungi wanita non- muslim.

Kemampuan dia melihat pasar tidak kebetulan. Pengalaman aneka bisnis sudah dijalani sambi berakting. Ia sudah punya banyak cabang, reseller juga tersebar menyebar ke penjuru Malaysia. Total reseller capai 700 orang mendongkrak penjualan online Neelofa Hijab.

Dia dibantu sang adik, Noor Nabila, sebagai Direktur NH Prima Internasional, dibalik layar Neelofa Hijab melalang buana. Sudah ada distributor di Brunei Darussalam, London, Australia, dan Amerika Serikat, ia sudah jajaki. "Kami terkejut dan kaget," ujar Noor, respon pasar yang tidak disangka- sangka.

Pengusaha terus



Banyak usaha pernah dijalankan Lofa sambil barakting. Masalah datang juga di usaha dijalankan. Banyak orang mendengar dia dilaporkan ke Utusan Malaysia, karena soal bisnis. Usaha pertama ialah jualan aneka sepatu berhak tinggi. Berawal kesukaan sang selebiriti membeli sepatu aneka warna berhak tinggi.

Dia dikenal pandai belajar. Tetapi juga hobi pengoleksi sepatu. Bahkan katanya nih, dia terobsesi, bahkan sampai selemari loh. Kemudian dia mulai mendalami bisnis pembuatan sepatu berhak tinggi sendiri.

Meskipun digelari jutawan hijab, Lofa hanya tersenyum manis, yang terpenting usaha dijalankan tidak lah melanggar hukum. "Alhamdulillah, apa yang saya telah capai merupakan puncak titik keringat saya dan keluarga," ujarnya.

Pasar bisnis Lofa menembus negara tetangga Asia Tenggara. Menjadi fenomen tersendiri berkat dorongan banyak pihak. "...tidak ada hal yang mustahil dalam hidup jika tidak berputus asa," dia menambah. Nama bisnisnya berkat seorang anak muda asal Johor, menjadi distributor awal bisnis hijab.

Ada kesenengan mendengar kesuksesan reseller ataupun distributor produknya. Menjadikan dia lebih lagi bersemangat membuat produk terbaru. Tidak lagi terhanyut akan duni gemerlap selebiriti. Fokus dia kini hanyalah mengembangkan perusahaan dibawah brandnya.

Walaupun tidak seramai dulu berakting. Dia masih menganggap seni merupakan rumah. Karena sudah lagi berhijab banyak batasa dia lakukan. Termasuk lebih selektif memilih peran. Tidak lagi banyak tampil di layar kaca berakting, kini, kesibukan Lofa adalah menjadi pebawa acara nomor satu Malaysia.

Termasuk sosok yang peduli akan pendidikan. Lofa dikenal mempunya nilai tinggi dalam ujian nasional. Dia juga rela terbang ke New York buat sekedar kuliah singkat. Ke New York, dia banyak belajar tentang kewirausahaan, dia memang lebih ingin bicara tentang bisnis dibanding hal lain.

Dia mengantungi gelar sarjana ilmu perdagangan internasional, Sunway University Collage, yang mana mau lebih berjaya dibanyak hal. Untuk bisnis dia berharap mampu mengimbangi selera fasion pasar. "Saya akan bersifat lebih berani," unggahnya.

Bagaimana Caranya Berbisnis Fasion eCommerce

Profil Pengusaha Sherlyn Tan 



Lulusan terbaik dibidang keuangan Multimedia University. Sherlyn Tan langsung bekerja untuk Groupon. Di waktu itu, Groupon masih dikenal sebagai startup hebat, dan Sherlyn menjadi yang berkontribusi membuka departemen baru. Dalam 10 hari masa target dia membuka peluang lain salah satunya, ekspansi ke Penang, Malaysia.

Sherlyn mampu menjadi eksekutif, Business Development Director, hanya dengan waktu satu tahun setengah sejak bekerja. Disela- sela pekerjaanya, ia menuliskan nama situs Twenty3, menunjukan ambisi di umurnya 23 tahun bahwa kelak dia akan memiliki bisnis online sendiri. 

Twenty3 sendiri tidak jelas mau berbisnis apa. Sheryln cuma mau memiliki sesuatu yang mampu mensuport ambisinya. Sesuatu yang mensuport ambisinya menjadi artis. Dulu dia pernah mempunyai blog fasion hanya lantas dijualnya. 

Ia memiliki mata jeli tentang apa kesukaan wanita Malaysia. Jadi, dia memilih berbisnis ecommerce fasion.

"Saya cuma mau sesuatu yang bisa mensuport mimpi saya sebagai artis panggung. Saya pernah menjual satu blog fasion melalui blog lama itu dan memiliki cita rasa akan sesuatu disukai oleh gadis Malaysia, jadi saya memutuskan merubah Twenty3 menjadi toko ecommerce fasion," tuturnya.

Awal sekali, tanpa bekerja kembali, Sherlyn akan mengerjakan Twenty3 seharian dan menyanyi di kafe di malam hari. Itu semua berjalan selama tiga tahun agar tetap bisa makan. Kurun waktu tersebut Twenty3 bisa menjadi bisnis besar, menjadi salah satu brand fasion terbesar di negara, kini pendapatan mencapai RM10 juta.

Di bisnis tersebut ada 20 orang pegawai, dua toko retail, dan melalui toko onlinenya itu mampu melayani pengiriman barang 40.000 ke berbagai negara.

Brand tangguh


Buat kalian yang tidak mengenal brand ini. Bukanlah perkara mudah baginya mencapai titik disini. Twenty3 telah memiliki 400.000 'like' di Facebook. Pastilah pencapaian tersebut tidak mudah. Dari menjual pakaian wanita, kemudian menjaul pakaian pengantin atau pakaian keseharian, Twenty3 telah menoreh nama di bisnis fasion.

Dia bukanlah seorang berpendidikan fasion seperti kita bicarakan diatas. Tetapi berkat pendidikan keungan banyak membantu tentang berbisnis. Pengalaman lah yang mendorong dia menjadi pengusaha sukses. Dia ini menyukai menciptakan bisnis dan oleh karenanya, Twenty3 merupakan hal natural dalam kehidupan dia.

Akar bisnis Twenty3 memang sudah cukup lama. Dimulai sejak mendaftarkan domainTwenty3 pada tahun- tahun lalu. Dia terbiasa bereksperimen dengan pakaian sejak muda. Kini, diusianya yang matang, dia lebih memilih pakaian gym. "Ini mendorong saya untuk berolah raga," candanya.

Memotivasi lewat olah raga membentuk brandnya merupakan prinsip bisnis. Dengan pakaian yang tepat, dan ditambah filosofi tentang brand dapat menyuntikan kekuatan, percaya diri dan kekuatan kepada pemakainya. Oleh karena itulah Sheryln lebih ke filosofi brand dibanding sekedar menjual pakaian.

"..dan kami berharap untuk menginspirasi wanita dimanapun agar tidak mau menyerah akan mimpinya," ia melanjutkan.

Sheryln selalu melihat kedepan. Tidak pernah kehilangan arah tujuan. Itu dia dedikasikan lewat kerja keras dan berolah raga. Olah raga baginya merupakan tempat mencek kesehatan. Termasuk kesehatan mental di dalam berbisnis mendatang. Ia mengakui inilah caranya terlepas dari depresi. Hanya lima menit sudah cukup baginya.

Lima menit melalukan dorongan keras sudah cukup, mendorong lebih jauh dan kamu bisa melihat apapun itu mungkin. "Saya belajar melihat setiap masalah hidup seperti lima menit itu," ucapnya. Dan masalah pasangan adalah penting baginya memiliki kekasih yang mengerti. Dimana mau mengajaknya ke gym memulai satu sesi fitnes.

"Itu merupakan fital untuk memiliki seseorang yang mengetahui diri mu dan dimana kamu percayakan dimana bersama kamu memulai perjalanan," jelas Sheryln mengenai kekasih idaman.

Depresi terbesarnya perasaan kurang percaya diri sejak kecil. Maka selama hidupnya jadi pendorongnya agar tidak lekas puas. Contohnya, ya ketika dia bekerja keras untuk sekedar mendapatkan pengakuan tetapi tidak pernah cukup. Mukin terlihat kegilaan, tetapi ini menjadi pendorong dia ke dalam entrepreneurship.

Dia pun sembuh dari perasaan tersebut ketika membagi perjalanannya. Mungkin seperti sebuah pengalaman dia hampir mati. Dimana sejak itu pola pikir tentang kehidupan Sherlyn berubah. Ia mulai melihat kencatikan di setiap benda dan merasakan bahwa dirinya tidak pernah rasakan sebelumnya.

"Saya mulai menghargai pemandangan cantik dari kondominium saya setahun setelah saya pindah! - Dan saya menyadari apa yang benar-benar saya inginkan dan tidak ingin keluar dari kehidupan," dan hari ini, Sherlyn lebih berfokus pada apa yang penting -dan itu adalah kehidupan .

Prinsip hidup mendorong dirinya mencapai tingkat tertinggi. Baik dalah kehidupan berbisnis maupun dalam personal. Ini akan sangat mendukung kamu, apalagi ketika tidak ada satupun percaya padamu, tidak ada satupun pintu terbukan bagi mu. Kamu harus tetap memiliki kepercayaan diri tentang visi kamu tersebut.

Ia mengaku sulit membangun bisnis dan keluarga bersamaan. Apalagi ketika dia harus merawat bayi mungil tetapi dia menikmati hal tersebut. Pencapaian baginya tidak mencoba membangun sesuatu buat orang lain, rasa kepemilikan akan entrepreneurship adalah keberuntungan dan menikmati melihat anaknya tumbuh.

Bisnis kuat


Twenty3 merupakan platform bagi desainer muda. Mereka menjadikan ini tempat belajar tentang fasion. Dan bagaimana berkreatifitas dengan efisiensi karena fasion berubah cepat.

Sheryln memulai bisnis dengan modal RM 15.000 (ringgit Malaysia) di akun bank. Dia mengeluarkan uang sebesar RM.10.000 untuk berbagai developer website agar sesuai keinginan. "Saya menemukan satu orang bisa memenuhi spesifikasi saya."

Dengan uang sisanya, dia pergi ke Bangkok, dan membeli pakaian dijual lagi. Pimikirannya bagaimana bisa untung paling tidak RM 10.000 agar tetap hidup, dan beruntung dia berhasil. Ia menjelaskan lagi masalah ada utama yaitu arus kas.

Kalau diceritakan dia pernah sewaktu- waktu bertahan hidup hanya makan roti. Inilah kenapa dia harus berstrategi ulang tentang keuangan bisnis beradaptasi pasar.

Pertengahan tahun pertama dia menyadari hal. Dia harus mendesain sendiri produknya agar lebih terlihat. Ia mendapatkan banyak pesanan, jadilah Sherlyn mengalihkan produksi ke China. Hanya saja pabrikan China mengisaratkan pemesanan minumun besar. Untuk itulah dia harus mampu menyesuaikan permintaan dan pesanan.

Di tahun ketiga, Sherlyn memutuskan mendesain sendiri -dimana bisnis fasion ecommerce penuh penjiplakan desain. Orang baru akan mengkopi desain miliknya. Dia lantas mempekerjakan desainer sendiri, membuat peragaan busana di KL Fashion Week, brandnya semakin stabil, bukan lagi pabrik fasion cepat ataupun reseller.

Beruntung banyak majalah fasion mulai melirik brand miliknya. Menjadi sebuah transisi dari sekedar blog shop menjadi fasion label. Bisnis modelnya tumbuh dan diakui oleh costumer sebagai brand bukan penjual pakaian. Sherlyn pun memenangkan pengakuan Alliance Bank SME Innovation Challange 2015.

Ada perasaan begetar ketika orang keluar dari toko dan memakai pakaian Twenty3. Meski bisnis di bidang fasion sangat ketat, dia percaya diri dengan filosofi serta kekuatan brand -dimana desain mudah ditiru tapi tidak nama baik.

Sosial media merupakan hal fital dalam hal marketing pakaian wanita, tetapi penuh ranjau. "Salah menginjak bisa meledak, jadi perlakukan hati- hati," saran Sherlyn.

Bisnis fasion memang tentang industri ketahahan. Dimana kedepan tidak ada kepastian dalam soal fasion. Ia menjelaskan tidak ada loyalitas dalam membeli pakaian. Maka dibutuhkan brand kuat bagaimana merasakan tentang brand kamu.

Kesulitan di bisnis fasion ketika kamu tumbuh maka orang dan pabrikan akan lepas kendali. Pada akhirnya ini cuma soal ketekunan. Ketika kamu sudah diatas, maka percayalah bekerja keras akan mampu membawa ketidak kontrolan menjadi terkendali. Pemerintah juga kendala, ketika kamu berlari, mereka sangat lambat menanggapi.

Sukses bagi pengusaha menurutnya menciptakan batasan diri. Sejujurnya, ketika kamu telah mencapai satu pencapaian, kamu akan menciptakan pencapaian lain karena ini tidak akan pernah berakhir. Kunci sukses di entrepreneurship ada dua: jadi keras kepala dan ketekunan. Itu tidak akan sempurna ketika kamu memulai sesuatu.

"Jadi jangan membuang waktu cuma merencanakan bisnis sempurna," ia tambahkan lagi. Karena kamu akan mulai terjebak dalam kebekuan analisis. Jangan terlalu banyak berpikir tetapi mulailah. Meloncat lah belajar bagaimana membangun pesawat ke tujuan mu.

"Memaksakan diri, menantang diri sendiri, lakukan saja sekarang dan berpikir tentang hal itu kemudian - yang terbaik dan tercepat untuk belajar tentang bisnis anda. Ide dapat datang mudah, itu adalah eksekusi yang membuat atau mendobrak bisnis," tutupnya kepada Asianentrepreneur.org.

Facebook: Facebook.com/Twenty3my
Situs: Twenty3.my

Wak Doyok Dicaci Maki Makin Banyak Rejeki

Profil Pengusaha Mohd. Azwan Md. Nor


 
Mungkin nama Mohd. Azwan Md Nor itu terdengar asing. Pria 34 tahun ini memang lebih dikenal bernama Wak Doyok. Menurut berbagai sumber, kisah awal hidup Azwan memang penuh kesukaran. Di tahun 2010 katanya dia pernah menjadi kuli bangunan. Dan, satu foto membuktikan kegetiran hidupnya itu, benar- benar susah.

Kini dia dikenal sebagai usahawan Malaysia. Juga selebriti Instagram yang bergaya menggegerkan dunia. Itu semua berkat jambang unik serta gaya trendi. Dia dikenal memiliki berbagai usaha seperti krim jambang, kopi, krim pomade, sampai clothing line sendiri bergaya Inggris.

Dia dikenal akan gayanya di Instagram. Tampil trendi berpakaian ala gentleman, atau budaya mob lebih tepat kita mengartikan. Sukses menjadi ikon trend setter, usaha tempat cukurnya juga telah menyebar ke seantero Malaysia. Namun siapa sangka sosoknya pernah mendapatkan penolakan dari masyarakatnya sendiri.

Ketika penulis mengusut ternyata ada perasaan tidak cocok. Gayanya sempat dianggap tidak cocok akan budaya Malaysia. Padahal banyak anak muda berminat tetapi menafikan hal tersebut. Hanyalah Wak Doyok tidak mau sekedar bicara. Ia justru menunjukan itu ke halayak ramai dan siap menjadi bahan cemooh orang.

"Saya malas berpikir apa yang orang pikirkan mengenai saya. Apa yang paling penting saya tidak menganggu hidup orang lain," tandasnya.

Dia tetap menjalankan gayanya. Mengupload aneka foto bergaya bak selebriti berjaya. Padahal waktu itu, dia masih bukanlah siapa- siapa. Pokoknya Wak Doyok tidak mau hidup memuaskan hasrat orang banyak. Ia fokus membahagiakan diri sendiri dulu. "...itu lebih baik dan mendatangkan banyak faedah," ujarnya lagi.

Nama hoki



Siapa sangka adanya nama Doyok membawa keberuntungan. Semenjak bekerja menjadi kuli tahun 2000 -an, dia sudah dipanggil Doyok oleh kalangan teman. Lantaran tubuh kerempeng serta wajah culunnya mirip dengan artis asal Indonesia. 

"Kebetulan saya sendiri keturunan jawa," imbuhnya. Ya, pikiran kita memang benar, nama Azwan sekarang memang terinpirasi dari film Doyok dan Kadir. Waktu itu film Doyok dan Kadir tengah jaya- jayanya di Malaysia era 1980- 1990 -an. "nama itu tidak mendatangkan masalah bagi saya."

Bekerja sebagai kuli Azwan mengaku pernah tidak tidur selama tiga hari. Padahal dia digaji sangat kecil dan tidak sebanding akan kerja kerasnya. Dia bekerja di kawasan dermaga Port Klang. Setiap hari dia kenyang memandangai muatan diturunkan dari kapal.  

Sampai di tahun 2008, Azwan diberhentikan oleh tempatnya bekerja, pria kurus ini lantas mulai dijauhi oleh kawan- kawannya.

Hidupnya sukar dibuang teman karena pengangguran tanpa uang. Uang tidak cukup buat makan sehar- hari hilang. Padahal gajinya saja cuma 5 ringgit Malaysia per- jam. Diantara masa itulah dia mulai menumbuhkan rambut jambang. Berita gembira ketika dia bisa mendapatkan pekerjaan sambilan di Butik Ben Sherman.

Ia mendengar butik asal Inggris tersebut akan hadir di Malaysia. Azman segera bertolak ke sana, tetapi apa daya dia baru saja kehilangan kendaraan. Lantaran Azman gagal bayar cicilan maka jadilah dia berjalan kaki ke sana. "...kendaraan saya ditarik karena sudah lebih dari empat bulan tidak bayar," kenang Wak Doyok.

Dia berjalan lima kilo meter sampai ke tempat butik di Bangsar, Malaysia. Sesampainya disana malah ditolak karena penampilan tidak cocok. Maka Azman cuma pulang bertangan hampa kembali jadi kuli. Dia pernah bekerja menarik lori. Bahkan dia pernah bekerja menjadi montir serabutan demi kebutuhan hidup.

Tidak mau berputus asa, Azwan kembali ke butik tersebut kedua kalinya. Beruntung karena dia sudah mulai merubah penampilan. Semua berkat uang tabungan segala usahanya agar bergaya. Hasilnya, Azwan akhirnya mendapat keinginannya bekerja, dan mendapatkan gaji besar yakni 1200 ringgit Malaysia.

Masuk ke Ben Sherman ternyata sudah direncanakan sejak awal. Dia memang ngebet ingin memasuki dunia fashion. Memang butik ini dikenal akan gaya vintage mod -seperti dikenakan Wak Doyok sekarang. Mereka bekerja sejak 1963, menghasilkan produk seperti sepatu, pakaian, jas, dan aksesori lawas khas 50- 60 an.

Bekerja keras


Penampilan memang sangat mempengaruhi hidup Azwan. Pertama kali mendaftar Ben Sherman, dia ditolak seketetika karena penampilan. Dia langsung mencari tau segala sesuatu tentang fashion disana. Mengambil rujukan pria berjambang khas model perusahaan tersebut.

Dia mengambil rujukan jambang David Beckham. Azwan meski berjembang tetap saja tidak percaya diri. Alasannya karena merasa wajah tidak pantas berjambang. Ketika diterima malah dia mendapatkan banyak pujian. Sejak itulah, Wak Doyok percaya diri akan jambangnya dan mulai belajar merapikan jambangnya.

Cara merapikan jambang menurut Wak Doyok: Rapikan jampang dua hari sekali agar rapat. Rapikan agar tumbuh menyesuaikan struktur wajah. Ia juga mengikuti berbagai petuah orang tua. Termasuk mengelapnya dengan tangan kanan selepas makan. Menurut Wak Doyok inilah salah satu alasan jambang tumbuh subur.

Azwan merapikan jambang dua hari sekali. Terutama mencukur bulu dibawah dagu. Kumis lentik dipotong agar rapih tidak terlalu panjang. Perlu ketelitian begitulah penjelasan Wak Doyok. Maka dia lebih senang merawat sendiri di rumah dibanding ke salon. Semua agar jambang bersih tidak nampak kotor dan jorok.

Wak Doyok menjelaskan kotor akan terlihat utama selepas makan. Pertama kali menumbuhkan jambang itu dia mengalami sedikit kesulitan. Agar tidak gampang kotor, makan pun ditangani lewat sumpit atau garpu. Ia juga membuat produk perawatan sendiri. "Beberapa produk saya beli dari seorang teman di Singapura."

Salah satunya menurut dia adalah wax khusus pelentik kumis. Untuk jambangnya, dia membeli di salon milik penyanyi Joe Flizzow, Joe's Barbershop. Ia menjelaskan produk seperti ini sulit ditemui kecuali dari daratan Eropa. Bagi warga Malaysia gaya semacam itu masih baru, meski begitu banyak anak muda mau mencoba.

Sebagai anak muda tentu Wak Doyok sadar sosial media. Termasuk Instagram, makalah dia asik berselfi ria mengenakan pakaian disukainya. Banyak respon positif tetapi banyak juga negatif, bahkan mulai memaki Wak Doyok beraneka macam, seperti hal perusak generasi lewat seleberan di penjuru Bukit Bintang dan Malaysia.

Adapula bermunculan hastag #wakdogol atau #seranggaperosak. Tetapi justru inilah efek viral sehingga dia mendapatkan lebih banyak perhatian. Sebuah viral marketing tidak sengaja memantapkan kesadaran. Wak Doyok mulai menyadari akan potensi dibalik gaya unik berjambang.

"Sedikit banyaknya, insiden itulah yang memperkenalkan saya ke seluruh Malaysia meskipun berbaur dengan tanggapan negatif," kenang Azwan.

Dicaci maki malah semakin sukses. Itulah kira nasib Wak Doyok dituduh macam- macam. Selain dia sukses merambah dunia hiburan Malaysia. Dia merambah bisnis restoran Thailand bernama Dulang Mas Cafe, yang diresmikan Oktober 2015, bekerja sama dengan rekan bernama Fizul Nawi di Seksyen 7, Shah Alam.

Hal lain, bisnis Wak Doyok juga termasuk aneka produk, antara lain Kopi Lu- Wak Doyok, Pomade Wak Doyok, Krim Jambang Wak Doyok.dll. Yang mana itu menjadi bagian WD Holding (M) Sdn. Bhd. Dan, yang paling terkenal di Indonesia apalagi kalau bukan krim jambangnya.

Tumbuh termasuk ikut merambah bisnis salon VVIP Barbershop di Subang Jaya. Wak Doyok terbukti jadi contoh bagi wirausahawan asal Malaysia.

Keunikan jambang Wak Doyok memikat sutradara Syafiq Yusof. Ia lalu diajak main film Abang Long Fadil 2. Hanya saja dia tidak begitu fokus mengerjakan akting. Bukanlah fokus utama Wak Doyok, hanya mau mengisi waktu luang. "Khalayak ramai mengenal dia sebagai orang fashion, bukannya pelakon," tutur dia.

Paling penting ialah dia mendapatkan tokoh utama. Ataupun peran lain yang menantang dimainkan. Seperti di film Abang Long Fadil 2, dimana dia menjadi antagonis, tetapi masih ranah komedi. Dia berakting menjadi diri sendiri, anak Taji Semprit. Merupakan anak penjahat yang ingin menguasai kursi kepala gangster.

Menurut Wak Doyok yang paling sulit ialah skrip cerita. Dia harus menggunakan bahasa Melayu, Indonesia, juga Jawa. Dia juga harus belajar silat. Wak Doyok harus beradu akting dengan A. Galak yang berperan jadi ayahnya. "...mencoba merebut kursi sebagai ketua gangster dan menghianati bapak sendiri," tegas Wak.

Terdapat aksi pertarungan yang tidak sedikit membuat dia terluka. Wak Doyok nampak menikmati hidupnya sebagai aktor tetapi tidak berlebihan. Kisah menjadi pengusaha muda lebih menarik bagi hidup Wak Doyok, kini ingin menginspirasi banyak anak muda.

Penemu Karet Gelang Warna- Warni Loom Band

Profil Pengusaha Cheong Choon Eng


 
Sosoknya memang jaranglah terekspos. Lebih menarik mengekspos kisah dari Pangeran dan Putri Inggris, Kate Middleton dan Prince William, yang ternyata penggemar karet gelang unik ini. Sebuah mata kamera menyorot keduanya mengenakan gelang Loom Band di Yorkshire. Padahal ada sosok penemu bukan langsung jadi atau merupakan karya perusahaan mainan manapun. Atau juga orang- orang lebih suka mengekspos kisah sukses berjualan karet Loom Band.

Seperti kisah Helen Wright dan Kathryn Wright, yang menjual gaun terbuat dari Loom Band hingga miliaran rupiah. Kisah penjualan £170,000 spektakuler dari eBay yang sempat menjadi headline berbagai media di Inggris. Tapi siapa sangka sosok dibaliknya justru hidup lebih sederhana. Ia memang kaya. Akan tetapi tak spekatkuler digambarkan sosok- sosok diatas.

Perkenalkan namanya Cheong Choon Eng, dia lah penemu asli Loom Band, seorang penemu yang kaya raya berkat produknya. Mungkin miliarder akan terlihat modis, tapi sosoknya justru sangatlah humble. Tampak biasa saja -padahal keuntungan perusahaanya begitu besar.

Dia menjadi kaya karena karet warna- warni ini. Kesemuanya berkat karet yang bisa dijadikan gelang cuma bermodal alat plastik. Menyenangkan karena anak- anak diajari motoriknya, imajinasinya, dan ketelitian buat memadu- padankan setiap warnannya. Cheong sendiri masih hidup sederhana. Tinggal di rumah lamanya dan mengendarai mobil lamanya di Amerika. Pria 45 tahun asli Malaysia, yang memutuskan tinggal di Amerika selama 23 tahun lebih.

Dia menikahi seorang wanita bernama Fen. Mempuanyai dua orang putri bernama Teresa, 16, dan Michelle, 13 tahun. Seorang mantan teknisi Nissan, dimana ide awalnya Loom Band berasal dari teknologi sabuk pengaman karyanya -kemudian menjadi sumber kekayaannya sekarang. Kesemuanya berubah drastis ketika adanya satu pristiwa mengingatkannya.

Ketika itu anak- anak gadisnya tengah asik bermain gelang karet. Anak- anaknya tengah asiknya membuat gelang dari karet.

"Hei, saya tau bagaimana membuat ini. Mungkin ini akan menarik kalian," kenang Cheong.

Hidup sederhana


Tumbuh dan besar di pinggiran Malaysia, membuatnya sekeluarga tak punya mainan. Ketika Cheong masih lah kecil butuh kreatifitas buat bermain, jadilah ia membuat layang- layang, atau bermain pasir dan juga asik membuat tali dari karet gelang. Itulah masa kecil seorang penemu Loom Band atau karet pelangi. Ayahnya bekerja di pabrik getah karet milik kakeknya. Dia sendiri sering diajak melihat- lihat ke sana. Ayahnya lalu memperlihatkan hasil karyanya.

Dia memperlihatkan bagaimana getah karet mengalir. Cheong ingat betul bagaimana itu mengalir menetas dari batang pohon karet. Selepas sekolah, ia memutuskan ingin menjadi teknisi, jadilah ia masuk ke universitas di lokal Malaysia. Kisah rasis pernah dirasakannya. Dimana di Malaysia jumlah murid etnis Chinese dibatasi di setiapnya.

"Seperti kebanyakan teman saya, saya harus keluar dari Malaysia buat berkuliah di universitas," terangnya.

Dia bersama kakak laki- lakinya medarat di Amerika. Tepatnya di Kansas pada hari bersalju di musim semi tahun 1991. "Saya belum pernah melihat salju sebelumnya dan baru bisa berbahasa Inggris," kena Choeng. Ia ingat saat itu berpikir ketika dirinya berteriak; tidak akan ada yang mendengar. Dia benar- benar berada di dunia baru.

Setahun selepas lulus kuliah, ketika itu ekonomi di Asia runtuh, ketika itu teman sekampunya memilih pulang kampung; mereka malah tak bekerja. Sementara itu di 1997, ekonomi di Amerika justru tengah naik daun, jadilah seorang teknisi mesin ini bekerja mudah. Dia mulai membangun karir sebagai teknisi keamanan mobil di kawasan Detroit. Dia senang akan pekerjaannya. Tapi tidak senang karena itu menyedot perhatiannya. Ia bahkan tak bisa melihat kedua putrinya.

Mereka sembilan dan 12 tahun, dan tampat jauh darinya. Suatu hari selepas bekerja, ia sempat melihat dua gadis cantiknya bermain karet. Dia berpikir sejenak, "Hei, saya tau bagaimana membuat ini. Mungkin ini akan menarik mereka," kemudian diambilnya beberapa karet. Dia menggunakan cara membuat tali lompat di Malaysia. Cheong kemudian membuat gelang dari beberapa karet. Sayangnya, hal itu tak berhasil, tidak bisa menyatukan mereka.

Mungkin jenis karetnya beda dari apa yang di Malaysia. Kemudian Cheong pergi ke ruang bawah tanah, ia kemudian mengambil kardus dan menempelkan jarum- jarum pin diatas. Dia kemudian menyatukan mereka jadi satu secara zigzag; seperti bentuk berlian. Itu ternyata bekerja sangatlah baik. Hari berikutnya, kedua anak gadisnya memakai gelang warna- warni karyanya ke sekolah. "Saya menjadi pahlawan para tetangga hanya semalam," kenangnya.

Putrinya kemudian memintanya membuat gelang lagi. Dia adalah Teresa, anak tertuanya, yang menyarankan itu dijual saja.

"Saya menghabiskan enam bulan mengembangkan produk dan dirancang 28 versi yang berbeda. Saya masih bekerja penuh waktu di Nissan, jadi saya akan tinggal sampai tiga atau 04:00 setiap pagi," kenangnya, inilah awal sukses Loom Band.

Kerja pintar


Hal paling susah menjadi pengusaha berkeluarga adalah meyakinkan. Ia merasakan susahnya meyakinkan satu keluarga apalagi istrinya. Itu sebelum ia memutuskan keluar dari Nissan. Dia mencoba meyakinkan sang istrinya langsung. Cheong mengambil beberapa karet karyanya. Mulai meletakan satu per- satu karet hingga membentuk cincin. Dia kemudian meletakannya ke jari istrinya. Inilah ketika keputusan ada semuanya ada di tangan wanita.

Ia jor- joran menginvestasikan semua uangnya ke Loom Band. Yaitu ada $10.000, ialah uang tabungan milik keluarga yang kemudian digunakan. Dia membuat perangatnya Loom Band Kit. Kemudian soal karetnya, ia memesan dari China sebanyak 2.000 lb (907kg). Dia menciptakan perangakatnya sama seperti konsepnya dulu.

"Saya menghabiskan berbulan berkeliling toko mainan di Michigan bersama putri saya, mencoba menjual loom band," kenang Cheong.

Tidak ada yang tertarik. Masalahnya orang- orang tidak paham cara kerjanya. Jadilah Cheong mengaja satu keponakan dan kedua putrinya membuat video You Tube. Nah, dari marketing itulah karet gelang warna- warni menjadi tren tersendiri. Mereka cukup menjelaskan cara kerja alatnya dan jadilah gelang cantik. Di Juli 2012, Cheong mendapatkan pesanan dari toko di Alpharetta, Georgia, pesananya cuma 12 perlengkapan Loom Band.

Dua minggu berjalan, seketika satu toko tersebut mendadak meminta lagi, bahkan tak tanggung- tanggung; mereka memasan $10.000. Ketika dia bersama istrinya melihat itu; mereka melotot. Awalnya dia menyangka ini sebuah kesalahan. Namun, pemilik toko mengkonfirmasi tersebut. Sejak itulah permintaan akan Loom Band terus meningkat setiap bulan. Bahkan di Desember 2012, penjualannya mencapai angka $200.000 di penjualan dalam sebulan.

"Saya mengambil "liburan" tiga bulan dari Nissan, tapi tak kembali lagi," kenang Cheong.

Perjalanan adalah keajaiban seperti bagaimana mainan karet ini. Semuanya dibentuk indah pada waktunya, dimana keluarga bangsawan Inggris memakai atau juga Paus Francis juga. Akan tetapi kesemuanya taklah mudah dimana pernah terjadi kesalahan. Dimana 10.000 perlengakapan besinya salah bentuk. Pengaitnya buat mengaitkan gelang salah arah. Ketika itu, Cheong memutuskan membetulkannya satu per- satu, bahkan sampai waktu satu tahun.

Untungnya, ia bersama sekeluarga berhasil menjual $40 juta, dan bahkan berganda di tahun berikutnya. Ada masalah lagi menyusul. Ketika peniliti di Inggris menyebut karetnya bisa berbahaya. Dimana ada anak buta karena terkena karet. Adapula kisah seorang anak gadis aliran darahnya terganggu. Dimana ia memakai satu cinci karet terlalu ketat di jarinya. Tapi disisi lain disana, ada sepasang wanita menjual gaun Loom Band di eBay senilai miliaran rupiah.

Dia masih memandang rumah lamanya, "wow, itu dimulai dari meja ruang makan kami."

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba