Kafe Pisang Bisnis Mahasiswa Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Muhammad Rofif Amrullah


pemilik gedhang ganteng
 
Ketika dirinya menjadi mahasiswa terjadi pristiwa menggelitik. Inilah yang menjadi inspirasi bisnis kafe pisang miliknya. Sang pengusaha muda sempat tergelitik melihat keripik pisang Thailand. Bisa- bisanya ya keripik pisang asing itu dijual di Indonesia sangat mahal. 

Dia melihat itu ketika tengah berkunjung di salah satu mall di Malang. Saat itu, Muhammad Rofif Amrullah masih mahasiswa, tepatanya duduk di Semester 8 Jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Malang (Polima).

Rofi menyimpulkan bisnis pisang ini menjanjikan. Dia melihat banyak masyarakat Indonesia suka pisang. Disisi lain, banyak pengusaha meninggalkan pisang, kala itu kita banyak menjumpai olahan kentang seperti luar negeri.
Rofi berpikir mengenai membuat aneka olahan pisang sendiri. Ide bisnis kafe pisang muncul dimana dia lebih berkreasi. "Sebenarnya bukan karena pisangnya, Mas. Tetapi petani yang tak mau menanam buah pisang ini dengan baik," jelasnya kepada pewarta Jpnn.com.

Ia juga menyadari para petani pisang telah beralih. Bukan karena susah menanam, tetapi mereka lebih susah menjual karena jarang diolah. Para pengusaha muda nanti diharapkan membuka peluang olahan pisang ini. Rofi ingin membuat aneka olahan pisang agar bervariasi dan menolong para petani.

Pengusaha Muda Pisang


Putra pasangan Alfan Zuhairi dan Nurul Hidayah kemudian melanjutkan. Dia berkata bahwa petani menjadi tidak fokus. Petani tidak mau menanam pisang dengan baik karena harga jual. Alhasil pisang yang dihasilkan tidak standar, menanam pisang harusnya dirawat baik agar berbuah berkualitas.

Dia segera mewujudkan kafe pisang menjadi nyata. Bermodal uang tabungan Rp.40 juta, ditambah uang dari orang tua, maka ia resmi membuka usaha bernama Gedhan Ganteng. Kafe yang dirintis pada 24 Februari 2015, pertama kali hanya berbekal lapak di Jalan Meyjen Panjaitan.

Usaha lapak seluas 6x3 meter sangat sederhana pertama kali buka. Tak mau sendirian, Rafi mengajak empat teman berkolaborasi. Tetapi dia yang membiayai semua bisnis kafe tersebut. Mereka menjual es krim pisang, minuman coklat pisang, permen karet pisang, nasi ayam dan lain- lain.

Nama Gedhang Ganteng sebagai wujud kritis kepada pengusaha. Ia mengaggap mereka tidak melirik buah ini. Para pengusaha meninggalkan usaha pisang sebagai bahan usaha. Alhasil harga pisang turun drastis, buahnya banyak yang dibuang, para pengusaha meninggalkan tanamannya.

Ia mengkritisi para pengusaha keripik pisang lokal. Mereka yang memilih menutup usahanya, karena kalah bersaing dengan camilan berbahan lain. Usaha keripik pisang lokal yang monoton, dan tidak berinovasi rasa.

Berjalan dua bulan, usahanya menarik perhatian pembeli, dan Rafi bisa pindah ke ruko yang disewa secara kredit. Ruko seluas 4x8 meter dengan dua tingkat. Begitu bisnis semakin membesar, Rafi lalu membeli ruko tersebut.

Pembeli kafe semakin banyak datang kebanyakan anak muda. Rafi lantas merekrut 20 orang pegawai, yang mana 15 part time dan 5 karyawan tetap. Omzet dalam sebulannya dia menyebutkan dikisaran angka 70 jutaan. Ketika bisnis ini berjalan baik, ternyata Rafi masih berkuliah dan tetap melanjutkan.

Prinsipnya semua tugas sudah dibagi- bagikan ke pegawai. Gadhang Ganteng kemudian berekspansi dengan membuka gerai baru. Rafi juga mengembangkan camilan pisang dalam kemasan. Kemudian dia membuka usaha berbasis susu, mengikuti pamor minuman olahan susu yang tengah naik daun.

Rafi telah mampu melebarkan sayap ke bisnis lain. Usaha bernama kafe Ice Ah, didirikan di Perum Griya Shanta Blok N/574. Bisnisnya itu berkonsep aneka olahan minuman susu. Cara menarget pasar anak muda dari kedua bisnisnya berhasil.

Rofi tercatat sebagai anggota berbagi komunitas pengusaha Malang, seperti Yuk Bisnis Malang. Dari komunitas inilah memberi ruang bagi Rofi membangun jaringan. Dia juga memenangkan satu ajang bergengsi Wirausaha Muda Mandiri, dan mendapatkan hadiah Rp.40 juta.

Ia sejak awal memang menarget pasar mahasiswa. Anak muda yang hobi jajan dianggap memiliki potensi. Harga jualnya juga terjangkau, satu jajanan dijual cuma Rp.5000 sampai Rp.20.000, benar- benar tidak menguras kantong..

Biografi Jusuf Kalla Bisnis Indonesia Timur

Biografi Muhammad Jusuf Kalla 


biografi jusuf kalla

Biografi Jusuf Kalla, bernama lengkap Muhammad Jusuf Kalla, pengusaha kelahiran 15 Mei 1942 di Sulawesi Selatan. Paling dikenal masyarakat sebagai Wakil Presiden dua kali. Sebagai pengusaha, ia merupakan pebisnis ulung, ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.

Karir politiknya termasuk menjadi ketua partai Golkar. Biografi Jusuf Kalla merupakan anak ke dua dari 17 bersaudara pasangan Haji Kalla dan  Hajjah Athirah Kalla. JK begitu panggilan akrabnya, telah lama aktif di bisnis keluarga dan menunjukan bakat luar biasa.

Dia sukses mengembangkan bisnis tekstil hingga bisnis jalanan. Kalla memiliki pandangan tersendiri tentang menjalankan bisnis. Setelah lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, dimana keadaan ekonomi tengah memburuk tepatnya di tahun 1967, dia ikut bergabung bisnis keluarga.

Ekonomi memburuk pada 1967, membuat ayahnya hampir menutup usaha kelaurga, NV Hadji Kalla. Jusuf Kalla lah yang berrgerak menyelamatkan bisnis keluarga. Dia bahkan rela menjauh dari semua kegiatan politik padahal tengan merintis.

Tahun 1968, JK resmi menjadi CEO NV Hadji Kalla, perusahaan bergerak dibidang bisnis ekspor impor. Dibawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla keluar dari zona nyaman, dan menggarap bisnis perhotelan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Dibawah nama Kalla Group, ia mendirikan unit usaha lain yang bergerak dibergai bidang, membuat perusahaan miliknya menjadi perusahaan grup besar di Makassar. Jusuf Kalla berbisnis berdasarkan kebutuhan masyarakat dan nasional.

Sejarah Kalla Group


Kalla Group semula perusahaan keluarga milik orang tua Jusuf Kalla. Keduanya, yakni Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla, memulai berbisnis tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Usahanya berkembang lambat laun merambah bisnis transportasi.

Mereka membeli mobil truk dari luar, dan menggunakannya untuk mengangkut barang dari Bone ke Makassar. Berlanjut, mereka juga menjalankan angkutan jenis station wagon, bisnis trasportasi yang melayani trayek Makassar- Bone diberin nama Cahaya Bone.

Akhirnya, pasangan ini membangun perusahaan jadi besar, dari nol yang kemudian bernama NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, fokus berbisnis dibidang perdagangan dan logistik. Haji Kalla memilih menyerahkan kepemimpinan NV Hadji Kalla tahun 1967.

Ia, Jusuf Kalla, kemudian menjalankan bisnis dengan sangat baik, dan membuka berbagai usaha baru. Dia mendirikan perusahaan kontraktor bernama Bumi Karsa. Di bidang transportasi lah usaha Kalla Group terlihat mencolok di kepemimpinan seorang Jusuf Kalla.

Sebut saja, ketika ia berhasil memegang hak jual (eksklusif) untuk Toyota melalui PT. Hadji Kalla. Ia yang mula- mula menjual mobil rakitan atau semi knocked down. Perusahaanya mulai mengerajakan mobil Toyota yang dirakit di kota Makassar.

Perusahaanya memiliki lisensi menjual traktor mini merek Kubota. JK memandang ini perlu untuk keperluan pertanian. Pada 1980, JK memiliki hak penjualan Daihatsu dan Nissan melalui PT. Makassar Raya Motor. Bisnis transportasi miliknya semakin moncer dengan berbagai prospek pasar.

JK kemudian menjadi deler mobil KIA dan Timor melalui PT. Kars Inti Amanah, ini seiring program mobil murah. Ketiganya merupakan foktor penting dalam usaha bisnisnya hingga menjadikannya salah satu dari pengusaha paling berpengaruh.

Di era 1990, bisnisnya merambah ke jalanan melalui PT.Bumi Sarana Utama, mengerjakan jual beli aspal curah, pengerjaan infrastruktur jalan, dan bandara. Tidak berhenti disana saja, perusahaan baru pun didirikan menjadi bagian usaha baru.

Bisnis Properti


Melalui PT. Baruga Asrinusa Development, ia ikut mengembangkan properti di Makassar. JK tidak hanya membangun pusat perkantoran, tetapi perumahan, pusat niaga, dan rumah ibadah. Bukan cuma membangun rumah mewah, ia juga fokus di pembangunan perumahan murah dengan prospek luas.

Ini dimaksudkan menciptakan sarana layak huni di wilayahnya sendiri. Ada pula usaha lain, seperti di bidang perhotelan melalui perusahaan PT. Kalla Inti Karsa. Dia ikut membangun pasar tradisional, menjalankan Hotel Sahid Makassar.

JK mulai mendirikan aneka pusat perbelanjaan moderen terbesar di Indonesia Timur, Mal Ratu Indah. Saat itu pula Jusuf Kalla lantas diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian tahun 1999, perusahaan lantas dipegang oleh Fatimah Kalla.

Saat itu pula, perusahaan terlah menggurita menjadi bisnis besar, dan bertransformasi menjadi Kalla Group. Ekspansi ini merupakan kerja keras bertahun- tahun lamanya. Semua berkat JK yakin akan memampu menghadapi krisis karena kerja merupakan bagian dari ibadah.

Sejak itu pula PT. Hadji Kalla lantas bertransformasi dan menjadi Kalla Group. Perusahaan Kalla Group memiliki berbagai anak perusahaan di aneka bisnis. Selain di bisnis, JK kembal aktif di dalam perpolitik dan sosial.

Ia berhasil menjadi ketua Palang Merah Indonesia, memberinya kesempatan memperhatikan nagara lain dan melakukan kegiatan sosial. Di bidang Politik, itu tentu mengenai jabatannya sebagai mentri hingga menjadi wakil president.

Di perpolitikan, dia termasuk kader sukses di partai Golkar, menjadi ketua Partai Golkar di 2004- 2009. Dia sangat fokal terhadap berbagai isu hangat seperti hal perjanjian damai GAM hingga mengenai kenaikan BBM dan penanggulangannya.

Kalla Group mulai eksis di bidang sosial berbentuk keorganisasian. Mereka membangun beberapa yayasan dan sekolah Islami sebagai bagian filantropi. Kini, namanya tercatat sebagai Wakil Presiden dari dua Presiden berbeda, setelah pensiun politik Jusuf Kallah ingin lebih aktif di kegiatan sosial ini.

Cake Buah Naga Prospek Bisnis Oleh- Oleh Khas Batam

Profil Pengusaha Melanny


bisnis cake buah naga
 
Cake buah naga prospek bisnis tidak disangka. Melanny sebenernya tidak sengaja menemukan oleh- oleh khas Batam. Dia berkisah semua bermula dari hobi memasak kue. Dia melihat buah naga sudah jadi komoditas besar di Kota Batam.

Melanny takjub melihat berhektar- hektar perkebunan buah naga itu. Gadis kelahiran Dumai, 5 April 1984, melihat perkebunan buah naga ketika melewati jembatan Barelang. Dia yang berwisata ke Kota Batam, lantas mampir ke perkebunan buah naga, lalu dibawanya sejumlah buah naga matang.

Dia lalu mencoba mengolah buah naga ini menjadi kue. Bukan mudah karena semua membutuhkan proses. Percobaan pertama langsung gagal, kuenya terasa getah buahnya dan rasa si buah naga malah hilang. Barulah percobaan kedua berhasil menghasilkan kue buah naga nikmat.

Pada 2011, dia berhasil membuat kue buah naga, dan mulai dibagi- bagikan orang. Iseng- iseng dia membawa kue ini ke teman- teman sekantor. Mereka menyukai kue bikinan Melannya, bahkan mau membeli kue buah naganya.

"Terus ada yang pesan, beli maksudnya. Kemudian, teman- teman bilang, buat usaha saja," Melanny bertutur kepada Kontan.co.id

Menjadi Pengusaha Kue


Waktu itu, Melanny masih bekerja di Bank Tabungan Negara (BTN), dan mulai menerima pesanan kue. Dia memperhatikan Batam tidak memiliki oleh- oleh khas. Khusus buat makanan kue, toko oleh- oleh memilih mengambil dari daerah lain, seperti Riau dengan keu bingkanya.

Suami Malanny sendiri memilik usaha toko oleh- oleh Padang. Dia menjual termasuk dodol khas Sumatra Barat, Galamai. Dia yang sadar bahwa kue ini belum dijual dimana- mana. Melanny lalu memutuskan berhenti bekerja, dan memilih fokus membuka usaha cake buah naga.

Melanny sempat berkonsultas kepada sang suami. Suaminya menanyakan kembali apakah dirinya siap. Konsekuensi bahwa Melanny harus bekerja kembali setelah pulang kerja. Mereka menemukan kata sepakat dan berdua mendirikan usaha pada 6 Juni 2011.

"Siap capek, siap berkorban, baik waktu maupun uang," kenangnya.

Jujur Melanny tak memilik uang ditangan ketika membuka usaha. Dia berbekal nekat menjual mobil yang berstatus kredit. Hasil jualan mobil tersebut tidak menghasilkan uang besar. Melannya cuma mendaptkan uang Rp.80 juta.

Ia lalu membuka toko di kawasan bisnis Nagoya. Pengeluaran Melanny, sebagian besar, adalah buat membiayai promosi. Pengusaha muda ini memasang papan reklame di beberapa titik strategis. Dia juga membuat iklan promosi lewat radio.

Melanny juga tak segan untuk berkeliling mempromosikan. Dia ngomong orang- orang mengenai kue ini. Sejak awal membuka, Melanny menamai bisnisnya Aroma Cake Buah Naga, ini sebagai bentuk promosi sekaligus doa. Dia mengatakan brand menunjukan harapan mengenai bisnis kalian.

Kue yang bergambar dirinya dan sang aneka ketika berusia 6 tahun. Cake buah naga menjadi prospek bisnis menjanjikan. Promosi besar- besaran ini ternyata membuah hasil. Baru hari pertama buka, ia langsung disambut masyarakat, yang membeli sampai rela mengantri panjang.

Antiran pembeli bahkan sampai tumpah ruah ke jalanan. Bayangkan sampai- sampai, dia dan suami harus membuka toko sampai 24 jam tanpa berhenti. Sebulan menjalankan usaha gemilang, Melanny memilih keluar dari BTN, karena tidak mungkin sang suami bekerja keras sendirian.

Diluar dugaan prospek bisnis cake buah naga begitu besar. Sampai- sampai sang suami harus berani menutup tokonya. Mereka kemudian berbagi tugas menangani pelanggan. Suaminya akan mengurusi bagian operasional, sementara dirinya bertugas mempromosikan dan branding produk.

Masalah Pengusaha


Sebelum memutuskan keluar, Melanny harus menemui kedua orang tuanya dahulu. Dia tidak mudah menyampaikan keputusan resgin kerja. Apalagi dia sempat mengabari mendapatkan promosi kerja. Ia pelan- pelan meyakinkan kedua orang tuanya.

Ide bisnis terkadang datang tiba- tiba seperti hidayah. Dia harus berlari menyambut atau akan hilang momentum. Melanny mengajarkan menjadi pengusaha butuh aksi nyata. Kemudian kamu harus bisa tawakal dan istiqomah. Dia mengatakan harus ada support, dukungan, dan saling mengisi kelemahan.

Mungkin kamu melihat bisnis tersebut langsung sukses. Padahal di tahun pertama, mereka tidak menghasilkan keuntungan, dikarenakan promosi besar- besaran dan membangun brand. Bahkan dia menjaminkan rumahnya untuk mempromosikan bisnis.

Pengeluaran paling mengejutkan ketika dia berpromosi di Damri. Ada stiker besar bertuliskan nama brand Aroma Cake Buah Naga, yang ditempel di samping bus Damri bandara. "Saya benar- benar habis- habisan, modal nekat dan yakin," jelasnya.

Strategi meyakinkan masyarakat sebagai oleh- oleh khas batam. Dan terbukti berhasil, pembeli bisa membludak bukan sehari- dua hari. Pembeli begitu banyak, dan terus menerus sampai menghasilkan 10 gerai baru.

Bulan pertama cuma memakai bahan baku belasan kilogram, naik menjadi satu ton, sampai tiga ton sebulan. Melanny sendiri menolak menyebutkan berapa keuntungan mereka.

Berkat bisnis kue buah naga dirinya menang perlombaan. Dia mendapat juara 2 Wanita Wirausaha Muda Femina 2013. Dibalik kemenangan ini, tedapat kisah sedih yang terjadi ketika dirinya akan ke Jakarta, waktu itu Melanny tengah hamil tua dan memaksakan diri untuk berangkat ke sana.

Ini dianggap menjadi kesempatan mempromosikan bisnisnya. Melanny yang hamil tua nekat pergi ke Jakarta. "Saya tetap berangkat walau hamil besar," kenangnya. Setelah perlombaan, tak berapa lama dia melahirkan, tetapi Allah berkehendak lain akan nasibnya sebagai seorang ibu.

Anak keduanya meninggal beberapa tahun selepas melahirkan. Dua bulan kemudian, meyusul sang ibu meninggal karena kangker rahim. Dua kejadian tersebut menganggu mental Melanny. Dia sempat tidak fokus mengerjakan bisnis.

Sembilan bulan kemudian, dia melahirkan anak ketiga dan kembali bangkit. Melanny tak ingin terus menerus bersedih hati. Dia bangki kembali dan melanjutkan berbisnis. Pada 2013, Melanny mampu bangkit hingga membuka 3 cabang baru, dengan total 13 cabang dan karyawan sejumlah 150 orang.

Bisnis tidak melulu menyangkut kesuksesan pribadi. Dia diminta membuka kafe di Tanjung Piayu, dan atas permintaan pelanggan. Melanny pun mengajak 100 usaha kecil lain untuk ikut masuk. Tapi ujian kembali datang, tahun kelima usahanya harus diterpa ekonomi Batam yang lesu.

Tahun 2016, kondisi ekonomi Batam lesu, dan terus berlanjut sampai beberapa tahun. Batam bahkan menduduki 3 terbawah dari 32 provinsi. Banyak toko oleh- oleh tutup, industri memilih PHK besar- besaran, dan ini sangat buruk. Ekonomi memburuk jadi tidak mungkin kan orang membeli oleh- oleh.

Otomatis bisnis mereka terkena dampak dan harus menutup 3 gerai. Jumlah karyawan menyusut, dia hanya menyisakan 100 orang karyawan. Produk buah naga menurun drastis sampai 3 ton perbulan. Ia memutuskan merubah taktik, bukan ekspansi ke dalam melainkan keluar dari Kota Batam.

Dia mencari kawasan dengan pertumbuhan ekonomi baik. Pilihan pertama dia memindahkan bisnis ke Medan. Berikutnya Melanny membuka bisnis di Tanjung Pinang, Bandung dan Bali. Walaupun itu terlihat sama toko oleh- oleh, Melanny memakai sumber daya asli daerah tersebut menjadi ciri khas.

Di Medan, dengan nama brand beda, dia membuka menggunakan bahan baku kentang. Di Bandung dia menggunakan bahan baku ubi. Persaingan semakin sengit, bahkan orang lain mencoba membuat kue buah naga ini. Melanny lalu mempekerjakan chef pastry sebagai penjaga cita rasa dan inovasi.

Tiap tahun terus berinovasi karena tertantang persaingan bisnis kue. Dia membuat kue kering naga, bilis gulung naga, bahkan pangsit buah naga. Ia membuat semua di tiga rumah produksinya yang tersebar. Usaha ini juga merangkul pegawai baru, UKM lain, dan para petani pensuplai bahan baku.

Bikin Casing HP Imam Memutuskan Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Imam Arie Winarta


bikin casing hp sendiri

Memutuskan jadi pengusaha membutuhkan manajemen konsekuensi. Seperti kisah Doker Imam Arie Winarta, yang bikin casing HP menjadi bisnis menjanjikan. Teknologi semakin berkembangan sejalan perangkat seluler. Boleh dibilang berbisnis perangkat seluler tidak akan ada matinya.

Apapun namanya perangkat seluler membutuhkan casing. Di era smartphone pun, banyak pengusaha berlomba berbisnis ini. Baik mereka yang memutuskan untuk mengimpor dari China. Tetapi Imam berbeda, kreatifitas membawanya membuat casing sendiri berbahan.

Kita sudah bisa membayangkan lonjakan pengguna seluler. Semenjak jaman smartphon misal, tidak hanya mereka orang tua bahkan anak- anak sudah pegang. Imam melihat potensi pasar terbuka luas dari sana. Pekerjaan sebagai Dokter pun tak mampu menghalangi Imam berkreasi.

Dokter Jadi Pengusaha


"Bagi saya, dalam membuat bisnis, terutama bagi pemula, yang dilihat bukanlah mau membuat bisnis apa, melainkan apa yang mau saya buat untuk pasar," ujarnya.

Ia mengajarkan bagi pengusaha muda dan pemula: Jangan mencari "produknya" atau mencari pasar dulu. Cobalah kamu mencari "apa pasarnya", temukan produk yang dibutuhkan pasar dan mulailah membuat modifikasi.

Tujuan modifikasi ialah menjadi nilai pembanding. "Saya mencari apa yang dibutuhkan pasar dalam bentuk yang baru dan berbeda," pikirnya. Timbulah ide bikin casing HP yang bisa dipakai berulang- ulang. Produk yang dapat diganti berulang kali tanpa takut kehilangan uang.

Dengan menggunakan bahan kertas, maka harganya bisa diturunkan. Variasi corak pun dapat bersaing dengan casing plastik. Tahun 2012 lahirlah Papcase, bisnis casing smartphone berbahan kertas, yang sempat tertunda karena Imam harus melanjutkan kuliah.

Dokter jadi pengusaha kenapa tidak boleh. Ternyata Imam tengah menjalankan pendidikan dokter ketika itu. Kuliah kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang, menuntu dia fokus. Bukan mudah baginya untuk mengerjakan bisnis baru Papcase.

Menurut artikel Tabloid Bintang, Imam dituntut untuk segera menyelesaikan pendidikan dokter. Dia menganggap kuliah merupakan tugas utama. Sehingga ketika dia tengah praktik koas, walau cuma sebentar, disisihkan waktunya untuk rapat dengan tim Papcase.

Meski baru pulang dari IGD, ia sempatkan berbicara mengenai bisnis bareng tim kerjanya. Bahkan ujian esok hari tak membendung Imam berbisnis. Ia sempatkan menghandle bazar di Jakarta, padahal esoknya ujian di kampus. Manajemen dilakukan agar menjadi dokter dan pengusaha tetap berjalan.

Kini cerita perjuangan tersebut terbayar, menjadi kenangan tak terlupakan, masa- masa perjuangan dirinya memilih antara karir atau berbisnis. Jadi pengusaha tetapi masih bekerja, mungkin Imam bisa menjadi contoh kamu.

Perjuangan Pengusaha


Imam mengeluarkan modal cuma Rp.800 ribu rupiah. Uang hasil menjual buku diktat teman- teman di kampus. Kini, berkat Popcase, ia mampu meraup omzet sampai Rp.150 juta perbulan. Awal- awal dia membuat paper case manual, dari dicetak sendiri di mesin dan dipotong sendiri sesuai ukuran.

Jerih payan Imam terbayar dengan permintaan membesar. Hasilnya Papcase mampu memproduksi 10 ribu sampai 15 ribu perbulan. Ia mengatakan kenapa masyarakat menyukai Popcase. Pembeli bisa ganti Papcase setiap waktu. Mereka bisa mendesain sendiri dan mengganti casing dengan mudah.

Berbekal uang Rp.20 juta saja, orang bisa membeli casing HP dari Popcase ini, alhasil orang akhirnya bisa gonta- ganti casing lebih murah. Imam juga menawarkan casing HP termahal Rp.200 ribu. Dia mengaku si Popcsae ini telah merambah sampai ke Thailand, Malaysia, Brunei, dan Los Angles, US.

Imam pun dianugrahi banyak penghargaan kewirausahaan. Popcase memenangkan UKM WOW dari BCA dan Wirausaha Muda Mandiri 2016. Imam sendiri masih bekerja sebagai Dokter sekaligus jadi pengusaha. Kamu mungkin berpikir semua telah berjalan baik bagi Imam tetapi tidak.

"Ketika membangun bisnis, tentu halangan dan rintangan bermunculan, bahkan cemooh dari orang sekitar ada," ucapnya.

Dia mengingatkan pengusaha muda agar bersabar. Imam pernah loh diejek teman- teman seprofesi Dokter. Mereka pernah berkata,"jadi Dokter kok jualan pelapis, kurang duit?". Ejekan itu begitu melekat dalam ingatan, tetapi Imam mengaggap semua hinaan sebagai suplemen.

Imam memilih menyisihkan uang ketimbang jalan- jalan. Ketika teman seprofesinya memilih befoya- foya selepas bekerja. Imam memilih pulang dan beristirahat. Sekarang masa- masa perjuangan itu telah terlewat. Dia mendukung siapapun yang mau berwirausaha, ingat jangan mudah menyerah!

Bisnis Pakaian Bayi dan Mainan Edukasi Verlita

Profil Pengusaha Vania Erlita  


pengusaha mainan edukasi

Ia menawarkan sendiri mainan edukasi miliknya ke toko- toko. Jadilah bisnis pakain bayi dan mainan edukatif bernama Verlita Baby Wear and Toys. Tidak mudah bagi gadis bernama Vania Erlita untuk melawan penetrasi mainan impor. Dia berbekal keyakinan serta kualitas produk yang tak kalah bagus.

Kalimat sang Dosen mendorong Verlita memulai bisnis ini. Mahasiswi Psikologi di sebuah kampus yang berbasis kewirausahaan. Benar Vania berpikir layaknya pengusaha, karena berasal dari kampus Universitas Ciputra, Surabaya. Dosen itu mengarahkan mahasiwa untuk membuka bisnis sendiri.

"Mulailah bisnis dari apa yang kita sukai dan didasari passion," ucap Dosen itu.

Passion Bisnis


Dia tau bahwa masyarakat kurang teredukasi soal kerja psikolog. Mereka mengidentikan Psikolog Anak tugasnya mengurusi kenakalan. Padahal aspek psikologi itu mencangkup mainan dan pakaian mereka juga. Ia membuka peluang untuk memulai berbisnis mainan anak.

Dorongan semakin besar berkat kecintaan akan anak- anak. Inilah yang mendorong gadis berambut sebahu ini, memulai usaha pembuatan mainan edukasi. Vania mendapatkan keluhan dari sang kakak, yang terpaksa beli mainan edukasi impor.

Mahalnya bukan main satu set mainanan edukasi dikeluhkan. Vania yang mendengar merasa miris, dan segera membuktikan sendiri. Ternyata bukan satu mainan di toko, tetapi mayoritas yang diimpor memang memilik harga selangit.

Vania kembali mencari- cari mainan edukasi sejenis. Hasilnya dia menemukan jarang toko mainan berani untuk menjual itu. Mereka menyadari produk ini terlalu mahal untuk dipajang di etalase. Maka otak Vania dipenuhi mengenai mainan edukasi impor.

Salah satu mata kuliah memberikan ide bisnis Vania nanti. Pada Semester 1, ada mata kuliah soal Pengembangan Anak, ada Bab mengenai pembuatan media pada 2014 silam. Dia membuat mainan ayam dengan telur di dalamnya. Bahan baku mainan bagus dengan harga yang sangat terjaungkau.

Pengusaha wanita asal Malang, yang segera menghubungi Dosen untuk berkonsultasi. Bukan cuma satu dosen tetapi beberapa orang memberi saran. Mereka berkata produk miliknya sudah bagus dan memiliki dasar, hanya saja para Dosen berkata mainan itu akan sulit dipasarkan.

Beberapa teman ikut meyakini Vania akan sulit memasarkan. Gadis kelahiran 25 Oktober 1996 yang pantang menyerah. Dia langsung berkeliling ke toko- toko grosir mainan di Surabaya. Responnya bagus, sehingga Vania berani memproduksi 10 buah setiap bulan.

Dia memberi nama mainan edukasi ini Verlita. Produksinya mulai dari peraga boneka sampai mainan motorik. Mainan edukasi yang memiliki output dalam perkembangan anak jelas. Vania memisalkan mainan buah- buahan dengan kancing, yang akan melatih motorik halus anak usia 1- 2 tahun.

Adapula mainan berbentuk bola untuk latiham menggenggam, mainan ayam, dan buaya yang berisi telur di dalamnya. Ini akan mengajarkan mengenai macam- macam binatang bertelur. Ada mainan kodok yang disertai kecebong, fungsinya untuk memperkenalkan metamorphosis.

Mainan Verlita dibandrol dikisaran Rp.30.000, lebih murah dibanding mainan impor. Kemudian ada beberapa orang yang tertarik untuk membeli pakaian. Vania yang melihat ada pasarnya, memutuskan memproduksi brand fashion sendiri, hingga terlahirlah brand lengkap Verlita Baby Wear dan Toys.

Ia menyadari berbisnis tidak monoton. Pengusaha muda harus mampu memenuh kebutuhan pasar. Ia menyadari pasar membutuhkan bisnis pakaian bayi. Verlita meluncurkan produk pakaian bayi khusus, yang dijual Rp.50.000 persatuan dan Rp.100.000 perpaket.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba