Biografi Purdi E Chandra Pemilik Primagama Jaya

  Biografi Primagama Purdi E Chandra

  
biografi purdi e chandra

Menelisik biografi Purdi E Chandra pemilik Primagama. Siapa yang tak kenal pengusaha kelahiran Lampung, 9 September 1959 ini, yang terkenal akan usahanya. Sosok pebisnis non- konvensional. Pasalnya dia bukanlah lulusan Sarjana bukan orang kaya. Purdi sudah mencari uang sendiri sejak muda.

Dalam biografinya ia suka berbisnis semenjak kecil, bahkan semenjak duduk di bangku SMP.  Bisnis- bisnisnya meliputi usaha beternak bebek dan ayam, dan menjual telurnya ke pasar. Sosoknya yang dikenal karena perjalanan bisnis, pendidikan, dan kegagalan. Pengusaha yang sering membagikan ilmu secara gratis.

Purdi rajin membagikan tips menjadi pengusaha agar mengambil resiko. Terlahir dari keluarga tidak mampu membuatnya selalu berpikir jauh kedepan. Purdi memang merupakan sosok pekerja keras, mudah bergaul, serta cerdas. Jujur jika dia mau mungkin kelak akan menjadi pegawai idaman, tetapi tidak.

Pengusaha Cerdas Tanpa Gelar Sarjana


Kecerdasan terbukti selama membangun bisnisnya tetap berkuliah. Purdi tercatat sebagai mahasiswa 4 fakultas sekaligus di dua perguruan tinggi berbeda. Namun jiwanya merasa tidak mendapatkan apa- apa, dia memilih untuk menjadi pengusaha, dan memilih keluar dari kampus.

Bisnis serius Purdi ialah lembaga pendidikan, yang dikerjakan jauh sebelum berkuliah. Dia bersama beberapa teman mendirikan bisnis Lembaga Test Primagama. Purdi yang juga mahasiswa di UGM, Yogyakarta, telah menciptakan sistem solid. Primagama fokus menawarkan cara masuk ke kampus bergengsi.

Purdi mencoba membantu calon mahasiswa baru agar bisa masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal hanya Rp.300 ribu, mereka resmi mendirikan Primagama di 10 Maret 1982, di Yogyakarta.  

"Di universitas entrepreneur, tidak ada nilai, tidak sertifikat, atau title," ucapnya lagi. Purdi selalu menegaskan prinsip itu. Ayahnya, Mujiyono dan ibunya, Siti Wasingah sendiri yang selalu mensuport keinginan anaknya untuk mandiri.

Purdi berangkat merantau mencoba melihat kelemahan sendiri. Bertahap kelemahan diperbaikinya, dia mengaku kini telah tahan banting. Ia meyakini bahwa entrepreneur merupakan jalan lain. Tidak harus mengikuti aktivitas monoton perkuliahan.  Bisnisnya unik ketika ia sendiri tidak menyelesaikan pendidikan.

Ia memulai dari menyewa ruang kecil dan disekat menjadi dua. Murid pertama hanya dua orang yaitu tetangganya sendiri. Biaya les hanya Rp.50 ribu untuk dua bulan. Kalau tidak ada les, maka Primagama akan mengembalikan uangnya. Dua tahun kemudian Primagama mulai dikenal tumbuh pesat.

Bisnis Primagama Besar


Kunci bisnisnya yaitu melihat tingginya antusias siswa SMA, terutama mereka yang ingin masuk perguruan tinggi negeri ternama. Biografi Purdi E Chandra ialah berbekal pengalaman masuk UGM dulu. Itu berubah menjadi ide cemerlang, berbekal pengalaman masuk UGM, dia dan temannya fokus memecahkan soal- soal masuk perguruan tinggi.

Semenjak kesuksesan itu, nama Primagama mulai banyak ditiru, ia pun membutuhkan inovasi baru untuk bertahan di bisnis bimbel.  Maka dibuatlah slogan "Ikut Primagama pasti masuk perguruan tinggi, atau uang akan kembali." Kemudian Purdi mencari anak- anak cerdas di bidangnya, kemudian dijadikan pengajar.

Fokusnya memastikan 90% bisa masuk perguruan tinggi negeri. Usaha Primagama jatuh bangun, dari satu otlet menjadi 200 oulet di 106 kota. Pendapatanya kini telah mencapai 70 miliar loh. Selain itu Purdi juga membuka peluang bisnis sejenis menjamur. Primagama jadi pelopor bisnis bimbel kini menjadi holding, atau perusahaan induk.

Sekarang mereka mebawahi 20 perusahaan berbeda bergerak diberbagai bidang; pendidikan formal, pendidikan non-formal, telekomunikasi, biro perjalanan, rumah makan, supermarket, asuransi, lapangan golf dan lain sebagainya. Ia juga disibukan oleh kegiatan berorganisasi sekaligus sebagai pimpinan perusahaan.

Purdi sendiri aktif menjadi ketua Perhimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) cabang Yogya dan pengurus Kamar Dagang Industri Daerah (KADINDA). Selain itu Purdi tercatat sebagai anggota MPR RI utusan daerah DIY. Purdi lalu mendirikan Entrepreneur University (EU) yang hanya memakan waktu enam bulan dan kuliah dua minggu.

PT. Primagama Bimbingan Belajar memiliki 694 cabang, sebagian besar merupakan konsep waralaba. Hari Nuryanto, selaku Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis, mengatakan cabang Primagama sudah ada di 255 kabupaten kota. Dengan rincian beberapa merupakan waralaba dengan masa kontrak 5 tahun.

Ia mengatakan Primagama beridiri sejak 1982, mulai diwaralaba di 2001. Dia mengatakan total tiap cabang Primagama mampu menampung 200.000 murid.

Bisnis Sampingan Pakaian Jadi Dannis Berbuah Manis

Profil Pengusaha Tati Hartati 



Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis memang bukan hal mudah. Disana, sang pengusaha ini harus mampu mengembangkan segmentasi tersendiri dan kreasi tinggi. Kita tau bagaimana bisnis pakaian akan terus berkembang, terutama pakaian muslim.

Prospeknya besar tapi daya saing yang tinggi seolah membutuhkan sentuhan- sentuhan khusus. Salah satu contoh pengusaha sukses di pakain jadi adalah Ibu Tari. Dia juga dikenal memperkenalkan produknya melalui cara yang unik.

Sukses bisnis sampingan pakaian jadi Dannis. Sosok Tati Hartati, istri dan seorang ibu, yang memiliki sudut pandang berbeda mengenai bisnis pakaian. Ia memilih anak- anak menjadi segment yang saat itu kurang diminati.

Dari situ, ibu Tati mengambil sebuah kesempatan, dengan design yang ceria yang jarang ditampilkan pakaian muslim kala itu. Bisnis sampingan pakaian jadi Dannis, ia fokus menempatkan modal satu juta rupiah menghasilkan milyaran rupiah.

Pengusaha Pakaian Muslim Anak



Tati bukanlah ibu rumah tangga biasa yang cuma bergelut di dapur. Memilih menamai usahanya itu Dannis. Wanita lulusan ITB ini, awalnya seorang pegawai memiliki waktu yang tersita banyak. Bahkan, ketika sudah menikah pun, suami memintanya berhenti dari pekerjaannya sebagai staff kantor.

Nah, ketika punya waktu lebih banyak dan tak bekerja apa yang dilakukannya. Dia menekuni hobi sambil aktif mengurus anak. Fakta ia tak pernah berhenti menjahit. Ini merupakan hobinya meski masih bekerja, dan ide bisnis pakaian pun muncul dari hobinya itu.

Dia memilih bisnis yang bisa sambil mengasuh anaknya dan menjadi pengusaha merupakan pilihan. Dengan bermodal Rp.1 juta dari sang suami, ia mulai mendesain- desain pakaian lalu menjahitnya sendiri. Mulai dari 50 potong/ bulan menjadi 5000 potong.

Ibu Tati memulai dengan membuat pola desain lalu menjahitnya sendiri. Setelah selesai, dia mencoba menawarkan produknya dan ternyata diterima baik oleh pasar. Mengapa produk Dannis bisa diterima pasar?

Dannis sebagai produk pakaian muslim telah memiliki ciri khusus berbeda dari produk sejenis. Ibu Tati menambahkan berbagai unsur warna ditambah kualitas kain yang bagus. Ini membuat produk Dannis nyaman dipakai untuk ibadah tapi tetap tampil modis ketika diluar.

Maka tak heran, yang semula 50 potong, produk tersebut meningkat jumlahnya tiap tahun. Ibu Tati memproduksi tidak kurang 500 potong perhari. Ia memproduki dari mukena, jilbab, tas, peralatan sholat dan yang terkahir, Danni merambah pasar pakain dewasa.

Namun produknya bisa dibilang menyasar mereka yang kelas menengah ke atas. Tidak salah, ini karena ibu Tati tidak mau mengurangi mutu kainnya. Dia memilih kainnya sendiri memasarkan melalui agen- agen resmi. Mereka memasarkan produknya hampir diseluruh Indonesia.

Produk Dannis sangat diminati oleh masyarakat bukan karena harga tetapi kualitas. Faktor lainnya, seperti warna memberikan kesan berbeda terutama bagi ibu muda. Kini, produk Dannis telah memiliki 500 agen tersebar di berbagai kota.

Ibu Tati tidak tanggung dengan pakaian Dannis, ia memilih cotton ringan. Ini sejalan dengan konsep baju muslim, kita butuh sesuatu yang menenangkan ketika dipakai dalam beribadah, dan tetap indah karena Allah mencintai keindahan.

Orang Kaya Misterius Raja Boneka dari Jakarta

Profil Pengusaha Haji Ismet



Siapakah orang kaya misterius Raja Boneka dari Jakarta. Seperti namanya pria ini memang berbisnis boneka. Uniknya pengusaha ini mampu meraup omzet sampai miliaran rupiah. Cuma dari boneka itulah, pria yang disapa Haji Ismet itu, mampu menyebarkan kebahagiaan kepada anak- anak.

Mungkin orang tua tidak akan mengenal namanya. Tetapi mungkin boneka yang ditimang anaknya, mungkin satu dari ribuan boneka yang diproduksinya. Ia adalah pemilik Istana Boneka Collection yang memproduksi ribuan boneka.

Dari sesama pengusaha mainan namanya kondang terdengar. Haji Ismet memproduksi aneka boneka yang berkualitas bagus. Produknya dibuat dari kain berbulu yang lembut dan empuk di dipeluk. Tak cuma menguasai pasaran lokal saja. Ia mampu mengekspor produknya sampai manca negara juga.

Omzetnya mencapai Rp.4 miliaran setahun, atau dia mampu meraup Rp.333 juta sebulannya dari bisnis boneka.

Strategi Bisnis Orang Kaya Misterius


Sang Raja Bonek dari Jakarta memiliki strategi tersendiri. Ia memilih membuat produk tanpa merek. Haji Ismet membiarkan resellernya memereki sendiri. Dari sanalah orang yang bekerja sama menjadi senang. Dia senang dan lebih banyak rekan bergabung sama- sama senang.

Tidak ada juga lebel khusus pembeda dari dirinya. Nanti para distributor atau agen akan memberi label sendiri. "Dengan begitu akan menghidupkan usaha mikro (menjual produk tanpa merek) lain, yaitu sebagai distributor," imbuhnya.

Pengusaha yang sudah lama berkecimpung di dunia mainan. Bapak dari tiga anak yang selalu hidup bersemangat. Dari usahanya dia diangkat menjadi bendahara Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia atau Hipkimindo.

Tidak mudah baginya mencapai posisi sekarang. Jualan bonek dari nol, pengusaha veteran ini mulai dari jualan kaset rekaman. Pada tahun 1999 dikenal sebagai produser untuk kaset rekaman. Hingga penjualan lesu hingga kaset rekaman tak laku lagi.

Duni berubah dari kaset kebentuk CD begitupula Haji Ismet. Dia berubah dari produser kaset menjadi jualan boneka. "Saya terinspirasi oleh anak saya yang gemar boneka," sebutnya, alasan kenapa jadi pengusaha bonek begitu simple.

Lelaki 46 tahun itu bermodal seadaanya pertama kali. Modalnya sangat kecil cuma dari hasil jualan usaha kaset. Ia menolak menyebutkan angka ketika ditanya pihak Kontan. Melalui proses marketing dari mulut ke mulut, dibangunlah relasi bisnis yang kuat di masa depannya.

Dari sanalah dia mampu menjual hingga luar Jawa, sebut saja Medan, Batam, dan Menado. Setahun ia menjalankan bisnis boneka ternyata bisa berkembang pesat. Bahkan ia mampu memiliki satu kios sendiri di Tanah Abang.

Dia bahkan sudah mampu menghasilkan ribuan boneka. Pabrik kecilnya itu berada di kawasan Jalan Ancil, kawasan Industri Cikarang, yang beraktifivas setiap hari. Omzetnya mampu menembus hingga 10 juta perbulan. Omzetnya menanjak sepanjang waktu hingga ratusan juta rupiah!

Orang tinggal membeli boneka yang selalu baru modelnya. Tetapi dibaliknya orang kaya misterius ini memikirkan berbagai cara. Mencari konsep boneka terbaru sesuai trend dan kebutuhan. Pokoknya harus memiliki bentuk boneka yang selalu baru.

Pendiri Istana Boneka Collection


Bisnisnya memproduksi banyak jenis pilihan untuk pembeli. Contohnya boneka Pooh, standarnya yang gitu- gitu saja butuh variasi lebih banyak. Variasinya gampang kok seperti membuat ukuran yang berbeda, boneka yang tertidur atau dapat diberdirikan orang.

Kembali itu ke kreativitasan orang- orang membuatnya. Sebulan ada lima jenis desain yang berbeda- beda. Untuk ide butuh mencari melalui banyak literatur, mulai dari cetak hingga online, inilah cara menambah referensi desainnya.

Ada berbagai jenis konsumen yang memiliki banyak preferensi. Mulai dari yang menyukai boneka yang sedang marak di pasaran. Sampai mereka yang memilih boneka- boneka unik tidak pasaran. Ia mempekerjakan tidak kurang 40 orang karyawan.

Kapasitas produksi mencapai 500- 1000 boneka perbulan. Ada 20 agen yang membantunya untuk memasarkan bonekanya. Biasanya mereka datang membeli sendiri ke showroomnya di Ismet. Ketika masa sewa kios habis, Ismet sudah tak lagi berdagang di Tanah Abang.

Tetapi dia posisinya telah memiliki banyak rekanan bisnis. Untuk showroom kemudian dibangun lagi di kawasan Jatinegara, dari hasil penjualan boneka. Pemasarannya menembus ke luar negeri, dan sanggup bersaing dengan boneka- boneka China.

Tetapi dia tidak menjual boneka- bonekanya langsung sendiri. Melalui agen yang membeli itu dalam jumlah besar, kemudian dijualnya di sana. Pelangganya dari Afrika, Malaysia, dan Abu Dhabi. Ia begitu dikenal karena rajin mengikuti pameran pemerintah.

Agar kualitas produknya selalu terjaga, Ismet sendiri yang mengontrol ke pabrik, paling tidak dua hari sekali ke Cikarang, Jawa Barat. Banyak karyawan baru membutuhkan tuntunannya sendiri. Ia memberikan masukan dan evaluasi agar semakin terampil.

Tidak juga ada larangan bagi pegawai menyumbang ide. Menurutnya ide merupakan paling berharga dalam bisnis. Penjualan besar- besarn dilakukan melalui agen- agen penjualan. Ide baru selalu ada, termasuk ide boneka kecil untuk gantungan kunci.

Ia juga tidak menolak mereka yang mau bergabung. Agen- agen kecil pun dilayani Haji Ismet untuk penjualan. Yang laris manis bukan cuma jualan bonek ukuran sedang atau besar. Bonek mini juga laris manis dijual kepada perusahaan- perusahaan, untuk souvenir perusahaan dan marketing.

Harga boneka mini antara Rp.6- 15 ribu juga melayani buat nikahan. Usaha yang dijalankan sejak tahun 1999 itu begitu maju. Ismet memandang bisnisnya harus berguna bagi orang lain. Banyak sudah agen- agen penjualan dibawah naungannya.

Bisnis Sosial Hasilkan Miliaran




Pasang surut bisnis juga dirasakan pengusaha veteran ini. Memasarkan boneka buatanya tidak mudah awalnya. Cobaan terberat ketika keran impor dengan mudahnya masuk. Serbuan boneka China itu sempat membuat usahanya oleng.

Harga boneka China mampu bersaing dengan miliknya. Untuk itulah ia mengembangkan kualitas agar selalu prima. Biaya produksi di Indonesia masih tinggi dibanding China. Untuk menekan biaya produksi sukar dirasa, pasalnya harga kulit sintetis dari Indonesia mahal dibanding impor.

Maka strategi pemasaran dibutuhkan untuk menang. Strategi jemput bola dilancarkan olehnya untuk menangi persaingan. Aneka promosi juga diberikan kepada pihak- pihak perusahaan. Agar mereka tidak beralih membeli souvenir dari boneka China.

Bencana alam juga mempengaruhi usahanya loh. Wisatawan yang turun juga mempengaruhi hasil dari penjualan. Ambil contoh gempa Yogya dan tsunami Aceh menurunkan 50% penjualan! Ekonomi global yang sering terganggung juga mempengaruhi usaha bonekanya.

Daya beli masyarakat turun akan memilih membeli kebutuhan pokok. Bonek yang fungsinya sebagai produk pelengkap ditahan. Alhasil penjualannya menurun, istilahnya dibanding belikan anak satu boneka lebih baik makan enak.

Hal seperti ini tidak bisa dihindari apalagi biaya pendidikan mahal. Orang tua memiliki skala prioritas dibanding membelikan anak. Penjualan untuk ulang tahun juga menurun karena ekonomi. Namun ia mengatakan adanya musim boneka masih menutupi.

Lumpuh Tetapi Masih Semangat Kerja Kisah Samuel Franklyn

 Profil Pengusaha Samuel Franklyn



Tidak mau terpuruk Samuel Franklyn memilih bekerja. Lumpuh tetapi masih semangat kerja, inilah kisahnya yang mengharukan. Dimana baru saja penulis mendengar ia telah meninggalkan dunia. Kominfo pun datang untuk belajar darinya, inilah inspirasi bagi wirausaha muda bidang IT.

Siapakah Sameul Frankly programer yang pantan untuk menyerah?

Suatu hari karyawan Galileo Indonesia ini tengah berangkat ke kantor. Pria 47 tahun ini tidak akan menyangka akan mengalami masalah. Tahun 2010 silam, dia terjatuh dari motornya karena satu hal, hingga punggungnya menyentuh aspal.

Disaat terjatuh punggungnya cedera tetapi diluar dugaan semua. Dari kecelakaan itu dia mengalami cedera berat di punggung. Syaraf tulang belakangnya bermasalah hingga lumpuh. Menurut dokter tulang belakangnya tak mampu menahan beban tubuhnya.

Samuel yang dirawat selama empat bulan di RS intensif. Programer yang akrab dipanggil Sam ini mengaku. Dia sama sekali tidak merasaka sakit dari punggungnya. Sepulangnya dari Rumah Sakit ia bahkan sempat bekerja kembali.

Contoh Wirausaha Muda


Beberapa hari berselang tubuhnya terasa aneh dari biasanya. Dia merasa lemas hingga tidak mampu berdiri. Ia pun dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa. Sam dibantu temannya untuk dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, lantas apakah yang diderita Sam? 

Ia pun mendapatkan scan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Apa yang diderita Sam sampai dia tidak bisa bangun. Masalah pada sarah tulang belakangnya butuh penelitian lebih lanjut. Sayangnya, pada waktu itu dia tidak jadi, karena Sam memiki berat badan 150 kg hingga tak muat MRI.

Alhasil Dokter hanya mampu memberikan obat pereda rasa sakit. Beberapa obat lain juga diberikan kepadanya. Namun tidak ada perubahan bahkan semakin terasa sakit. Pernah rasa sakitnya tiba- tiba muncul hingga membuatnya berhalusinasi.

Ia membayangkan seorang wanita cantik tengah mendekatinya. Di atas padang rumput yang hijau dia bersama wanita itu. "...indah banget deh. Terus ada perempuan cantik ngulurin tangannya ke saya. Tapi saya belum mau mati jadi saya enggak pegang tangannya," ia menjelaskan.

Bekerja di Galileo terpaksa dipindahkan ke rumahnya. Lumpu tetapi masih semangat kerja hingga akhir. Ia yang lumpuh memutuskan mengundurkan diri selepas 6 bulan. Sam memilih berwirausaha bersama dengan temen- temannya.

Sembari menjalankan wirausaha dia membuat aneka hal. Dari program software hingga desain untuk perusahaan. Tahun 20014, Sam kembali dipercaya Galileo, melamar pekerjaan kembali dan mendapat pekerjaan kontrak selama 6 bulan per- Agustus 2014.

Sam masih semangat bekerja di rumahnya sambil tiduran. Menjalankan wirausaha ia bermodal satu buah laptop dan dudukan khusus. Alat penyangga laptop untuk tiduran yang dibuat oleh teman dekat Sam, Arif Christianto.

Sam adalah seorang programer senior di bidang IT. Hidupnya tidak bergelimang materi hingga ia sulit diobati. Karena tubuhnya yang gemuk membuatnya susah di MRI. Kalau dioperasi juga akan sulit karena tidak ada meja bedah yang menampungnya. Jalan satu- satunya membawa Sam ke luar negeri untuk dioprasi.

Tetapi apa daya Sam bukanlah orang berkecukupan materi. Alhasil dia hanya mampu mencari- cari cara pengobatan alternatif. Sambil tetap tersenyum dia bercerita mengenai seorang sinsei yang jago. Ia bisa mengobati penyakit seperti dirinya tanpa harus dioprasi.

"Ada sinsei saolin yang katanya jago mengobat patah tulang seperti gue. Cuma karena tulang gue keburu nyambung, katanya dia harus dipatahin lagi... katanya harus dipatahin dulu. Gue lagi mikir- mikir," jelasnya sambil tertawa.

Kabar duka terdengar menyebar di postingan Facebook dua tahun lalu. Programer senior yang itu telah dipanggil Tuhan YME.

Putus Cinta Cari Pelarian Wirausaha Mc Crowny

Profil Pengusaha Dimas Raditya


pengusaha muda makaroni
 
Setiap pengusaha memiliki titik puncaknya kapanpun. Contoh ketika putus cinta pelarian wirausaha saja. Inilah kisah Dimas Raditya sukses Mc Crowny siapa duga. Setelah diputuskan sang pacar, ia yang sudah memiliki rencana wirausaha langsung tancap gas.

Bermodal cuma Rp.500 ribu dirinya nekat memulai. Aneka peralatan diberli untuk memulai usaha makaroni. Memang usaha makaroni tengah naik daun ditengah masyarakat. Dan kesuksesan ternyata muncul seketika tidak bisa diprediksi. Hobinya ngemil kini malah membawa berkah tersendiri dari sini.

Pengusaha Muda Makaroni


Menggabungkan dua perasaan emosional yang berbeda satu waktu. Ia mengakui memang sial dalam urusan percintaan. Tetapi menjadi dorongan kuat untuknya berwirausaha. Pengusaha muda ini tak menjelaskan langsung kenapa dia putus.

Apakah Dimas itu diputuskan karena tidak memiliki penghasilan. Apakah putus cinta cari pelarian wirausaha demi penghasilan. Namun, faktanya Dimas memiliki passion, keinginannya untuk menjadi pengusaha muda memang sudah ada.

Karena memiliki pesaing yang lumayan ketat di bisnis ini. Dimas harus fokus mencari celah, yakni melalui dua jenis makaroni. Yakni makaroni goreng yang umumnya, dan makorini sup yang sulit kita temui di pasaran.

Kenapa memilih makaroni karena hobinya ngemil jajanan. Dimas menyukai makanan yang bernama makaroni ini. Jajanan asing yang mulai naik daun sebagai cemilan saja. Produknya kemudian diberi nama Mc Crowny. Dengan sup makaroni dan goreng aneka rasa dipasarkannya itu ke sosial media.

Ia mengatakan pemasaran offline kurang nendang. Jaringan yang dia target kurang mengenai hingga hasilnya kurang. Melalui internet penjualannya bisa melonjak berkali lipat. Mudahnya usaha lewat eCommerce membuatnya girang. Dia dikenal menjadi salah satu pelapak di Kaskus maupun di Buka Lapak.

Perbungkus dijualnya Rp.8000 ukuran 100 gram, harganya dinilai murah dengan variasi rasa yang ciamik. Berkat kegigihannya pengusaha muda satu ini mampu mendapatkan penghasilan. Entah apa yang terjadi dengan kisah cintanya ke depan tetapi dia sudah memiliki penghasilan besar.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba