Bisnis Waralaba Telor Ayam Menggairahkan

Profil Pengusaha Agung Saputro 



Bisnis ini berawal dari sang mertua. Didirikan antara tahun 1998- 200 an, bisnisnya sederhana kok yakni bertenak ayam. Hasilnya tidak terduga ketika sang menantu, Agung Saputro, bersama istrinya menjalankan bisnis bermodel waralaba.

Bayangkan mereka sudah memiliki 119 mitra, yang mana berperan menjadi keagenan, yang tersebar ke penjuru Indonesia mulai Semarang, Bandung, Surabaya, Bogor, Karawang, Bekasi, dan masih banyak lagi. Agung memang tidak menyangkan rencana tahun 2015 silam terbayar.

Awalnya bisnis mereka sangat tradisional. Namun lumayan, karena sang martua sekaligus ayah dari Debby Permatasari, mampu merubah 1 petir telor menjadi ratusan ayam. Oleh Lioe Fen Hwat, bisnis keluarga tesebut memiliki cabang sampai beberapa kota di Jawa Tengah.

Bisnis bermodel peternakan satu kota. Dimana mereka mampu mendistribusikan ke pusat- pusat penjualan langsung. Peternakannya tersebar di Kendal, Semarang, dan Solo, dengan mengusung nama Sejahtera Abadi.

Nah, ditangan Agung, besarta istri jadilah bisnis investasi jangka panjang. Sejahtera Abadi berubah nama menjadi Golden Telor. Paket kemitraan lantas diluncurkan mereka: Paket ekonomi, yakni kamu cukup bayar Rp.12,9 juta, mendapatkan stok 150kg/minggu, dimana per- bulan stok sudah tersedia 300kg buat dibeli.

Kedua paket Queen, memberikan 350kg, dan stok jualan berikutnya 350kg/minggu. Harga kemitraan ia patok adalah Rp.59 juta. Sudah termasuk surat penawaran ke instansi pemerintah, restoran, rumah sakit, dan instansi lainnya. Kemudian paket King, dengan harga kimtraan Rp.149 juta dan stok telur awalan 1000kg.

Kamu sama saja harus membeli setelah stok habis. Kalau King tidak dibebani pembelian minimal. Untung lagi kamu mendapatkan tambahan armada roda tiga. Untuk kemitraan mereka mengisaratkan hanya boleh ada satu agen Golden Telor di setiap kelurahan. Agung sendiri menyatakan omzet kamu nanti relatif setiap paket.

Umumnya mencapai Rp.30 jutaan per- bulan buat paket Ekonomi, paket Queen sampai Rp.5 jutaan, lalu paket king omzetnya mencapai Rp.10 jutaan.

Keagenan telor di Indonesia memang masih sederhana. Bersifat tradisional dimana agen akan mencari- cari sendiri suplier. Sementara Golden Telor akan memastikan kualitas telor. Dan ditambah jaminan stok tercukupi buat kamu beli.

Ditambah lagi paket Queen dan King selain dapat lisensi brand, dapat surat promosi. Istilahnya kamu nanti tinggal mengirimkan surat tersebut ke sekolah (misalnya). Ditambah lagi banner/spanduk dan kartu nama agen resmi Golden Telor. "...masyarakat awam bisa menjadi agen telur profesional," jelas Agung.

Apalagi kita tau telur merupakan sumber protein termurah. Tentu juga disukai semua lapisan masyarakat akan lebih mudah dijual. Selain itu selama ini, belum ada kompetitor mengikuti jejak Agung mewaralaba bisnis telur, inilah kenapa Tabloid Franchise menunjuk Golden Telor sebagai 100 waralaba potensialnya.

Aneka promosi dan manajemen dilakukan Golden Telor. Cara menjadi agen juga mudah yakni isi formulir dan menyerahkan KTP. Begitu sudah dibayar investasinya langsung bisa jualan. Kalau mau nanti bergabung kamu bisa mendaftar di www.goldentelor.com

Biografi Li Hijun Terkaya di China Raja Matahari

Raja Matahari Pengusaha Energi Alternatif 


 
Satu hal terpenting dalam orang terkaya ini. Bahwa dia tidak pernah berharap menjadi terkaya. Karena apa yang dia awali hanyalah mencoba sesuatu. Tekun didalamnya, dan terus mengembangkan minatnya dalam hal energi terbarukan. Namanya Li Hejun, dikenal sebagai Raja Matahari, berkat bisnis dibidang energi.

Dia menjadi sedikit dari pengusaha sukses dibidang energi. Li merupakan sosok hebat. Memulai usahanya bermodal uang pinjaman gurunya, senilai $8.000. Fokus Li adalah mengerjakan energi terbarukan yaitu panel surya. 

"Ketika saya memperjuangkan karir saya, saya tidak mengharapkan kekayaan sebesar ini," ucap orang yang pernah dijulik orang terkaya di China.

Perjalanan entrepreneurship selama dua puluh tahun. Li tercatat menghasilkan keajaiban di China. Tercatat beberapa kejadian membawanya terombang- ambing. Namun Sang Raja Matahari tetap bertahan di tahta bahkan mengembangkan panel surya berukuran mini.

Bisnis energi


Memulai berbisnis sangat awal. Mengais keberuntungan lewat penjualan instalasi listrik. Pertama kali, ia mampu mengangkat 3.000 orang, beserta pegawainya membangun 3GW (giga wat.red) pusat tenaga listrik berbahan hydro. Ya awalnya dia tidak fokus di energi matahari dan fakta tersebut didapat dari Wikipedia.

Kekuatan hydropower membawa Li maju. Bertahap bisnisnya menunjukan kemajuan, bersamaan dengan majunya ekonomi China. Energi hydro yang dia kembangkan di sungai Provinsi Yunnan, China, dimana menggunakan air terjun berketinggian 2000 meter.

Membangun bisnis tersebut mengeluarkan 3,5 juta dollar, sejak tahun 2001- 2011, maka jadilah usaha yang dijalankannya menjadi pusat energi hydro terbesar di dunia. Dimana 10% lebih besar dari energi yang dihasilkan Genzhou Dam of China, dan 30% lebih besar dibanding Hoover Dam of America.

Inilah keajaiban pertama Li Hejun. Bayangkan perusahaan kecil berkembang menjadi super- besar. Namun tidak cukup disana. Keajaiban kedua ialah transisi bisnis mereka dalam bisnis panel surya. Bersama bisnis bernama Hanergy -nama perusahaanya- mereka menyasar bisnis panel surya yang tidak seksi kala itu.

Dimulai sejak 2010 sampai 2015 silam, perusahaan Hanergy fokus, dan hasilnya tidak begitu berjalan. Ini karena perusahaan panel surya tidak terlalu diminati investor. Butuh enam tahun hingga dia menghasilkan investasi 50 juta Yuan. Di penjuru samudra, perusahaanya menjadi yang terbesar ke 1 di seluruh dunia.

Inilah keajaiban Li Hejun dalam bisnis China. Dalam konsep bisnis Li, adalah menciptakan panel surya segampang mungkin diaplikasikan. Contohnya dengan menggunakan idealisme sendiri, "menjadi kecil dan fleksibel adalah masa depan bisnis panel surya."

Selalu bersinar


Menjadikan matahari layaknya kebun bagi manusia. Konsep bahwa manusia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri. Menurut Li merupakan revolusi energi yang sama besarnya seperti internet. Dapat memenuhi kebutuhan energi manusia kapanpun, dimanapun, layaknya mobile internet dan mobile phones.

Beruntung pemerintahan di China melihat bahwa mereka membutuhkan energi alternatif besar- besaran karena over- consumption bau bara. Tahun 2014, naiknya pamor energi matahari, juga mengangkat dia dan perusahaannya Hanergy. Di tahun tersebut pula pengembangan panel surya tipis dan kecil diluncurkan.

Ia mengatakan,

"sangat efisien, teknologi panel surya fleksibel memungkinkan kita sebagai manusia untuk hidup tanpa cara tradisional menggunakan energi fosil dengan membakar, sebaliknya, setiap orang, bahkan setiap item dapat menghasilkan tenaga, dan masyarakat manusia akan memasuki Era ditandai dengan didistribusikan pembangkit listrik."

Berkat presistensi Li Hejun, bisnis solar panel kecilnya mengangkat saham perusahaan. Nama Hanergy kini menjadi Hanergy Holding Group. Dengan salah satu bagian perusahaanya yaitu Hanergy Thin Film Power. Tahun 2007 sampai 2011, produksi naik, bahkan kelebihan produksi buat panel surya kecilnya.

Awalnya dia hanya berbisnis tanpa prediksi. Istilahnya prematur dalam hal berbisnis panel. "Mentransform bisnis adalah resiko," paparnya. Awalnya bisnis mereka adalah hydropower, kemudian berkembang ke arah bisnis energi tenaga angin, kemudian mengadakan aneka proyek solar, seperti mengambil alih perusahaan.

Dia membeli perusahaan baterai asal Jerman, Solibro. Dia membeli produsen film kecil MiaSole, disusul Global Solar Energy, dan Alta Device. Yang mereka merupakan perusahaan solar tujuan Li. Namun jujur dia tidak berharap banyak dari segala aktifitas bisnisnya dibidang solar energi.

Pasalnya menurut Li, dirinya sudah cukup uang lewat bisnis hydropower. Ia melakukan banyak investasi bukan buat mencari uang. Tujuan Li masuk ke bisnis panel surya: Bahwa bisnis energi solar akan merubah kehidupan manusia mendatang dalam hal energi alternatif.

"Untuk saya, entrepreneurship itu tentang bagaimana memiliki keberanian untuk melakukan apa yang kamu suka, tetapi untuk melakukanya itu beresiko" ujar Li bijak.

Hanergy menginginkan perubahan besar kultur energi dunia. Kata kunci itulah kenapa bisnis Hanergy juga merambah produk turunan. Sebut saja korden solar, generator solar di atap, bahkan memasuki gadget yang berbasis energi matahari.

Sejak kecil sudah tangguh


Mimpi Li ternyata sudah sejak kecil. Li kemudian mengingat pembicaraan dengan kedua orang tuanya di 1972, sebelum revolusi kultural China (1966- 76), dimana banyak orang keluar- masuk penjara, karena mereka tidak sejalan dengan kebijakan ekonomi China.

Dia ingat ibunya sangat khawatir akan ayah Li. Pasalnya ayah Li adalah seorang pengusaha. Dimana ayah Li optimis akan masa depan. Bahwa semuanya akan berubah mendatang. Inilah dasar idealis Li lainnya soal entrepreneurship, "tetaplah waspada akan keadaan dan menyelami lah."

Meskipun ayah Li sukses. Dia menjadi pemilik tambang di Provinsi Guangdong, tetapi Li muda memilih untuk berjuang, dia berpikir untuk membuka bisnis sendiri sejak lulus Beijing Jiatong University tahun 1988. Berbekal uang pinjaman guru, Li muda memulai berjualan mainan dan elektronik bersama 17 rekan.

Enam tahun berbisnis bersama menghasilkan 80 juta yuan -dari modal 50 ribu yuan- dari berjualan aneka teknologi di Zhongguancun, Beijing. Kemudian mereka membeli bisnis hydropower dengan hasil kerja keras mereka. Tahun 2002 ia memenangkan tender enam pembangkit listrik di Provinsi Yunnan.

Bukan cuma dia melihat peluang. Ketika Li mulai membangun bisnis lewat tender tersebut. Maka bisnis ia jalankan diambil orang. Pemerintah pusat malah memindahkan ke perusahaan kecil lokal. Kesal Li lalu mengajukan tuntutan kepada developer lokal dan mereformasi perusahaanya tersebut.

Berakhir dengan Li mendapatkan satu dari enam pembangkit. Yang mana dengan kerja keras Li, diubah jadi yang terbesar di China, bahkan dunia. Hasil perjuangan Li ialah 10 juta Yuan per- hari masuk ke kantung pribadi Li. Sukses bagi Hanergy Li adalah berpikir bahwa manusia tetaplah manusia.

Meski begitu dia tetap memberikan tanggung jawab. Dia mempercayai stafnya -melalui program palatihan menghasilkan pegawai loyal- berkembang dari staf sampai manajer. Li sendiri setiap minggu memberikan pelatihan langsung.

"Entrepreneur sukses mengambil kesempatannya," ia mengatakan. "Tetapi mereka bukanlah sekedar tukang judi; mereka selalu bersiap untuk hasil terburuk."

Li tengah melihat bisnis masa depan mobile energy. Investor tidak akan melihat langsung kesuksesan. Ia tidak menjanjikan keuntungan sekarang tetapi masa depan. Dia mengembangkan bisnis besar. Sementara dunia mulai mengejar lewat berbagai proyek kecil.

"Saya menyadari bahwa 90 persen usaha kamu lakukan apapun menghasilkan 10 persent dalam kesuksesan, dan bahwa sekedar 10 persen usaha menghasilkan 90 persen kesuksesan kamu," terangnya.

Bahwa kita tidak bisa melulu bekerja keras, entrepreneur harus mampu melihat kedepan, menyelami, dan mengikuti arus, dan sampai kamu sadar dimana kamu akan bergerak. November 2013, Li meluncurkan buku, New Energy Revolution: the Power to Change China and World, yang fokus di revolusi energi.

Ia memilik karisma serta ketangguhan selama sepuluh tahun. Dia dikenal sebagai entrepreneur besar di China dan paling dihormati. Dedikasinya tentang mimpi tidak terbantahkan. Li masuk ranking pertama, atau orang terkaya di China oleh Hurun dengan total kekayaan 24,6 juta dollar pada 2015 silam.

Anggun Rotan Kisah Panut Mantan Pegawai Mebel

Profil Pengusaha Panut Muyawati 


 
Jika biasanya tas terbuat berbahan kain. Sementara kerajinan terbuat berbahan rotan. Kini, sudah ada yang namanya kerajinan tas berbahan rotan. Salah satu penggagas, ialah Panut Mulyawati, yang memanfaatkan rotan menjadi bentuk tas. Tentu tidak mudah membentuk lekukan tas hingga benar presisi.

Sentuhan artistik Panut membuatnya berbeda. Orang tidak akan menyangkan produk tersebut terbuat dari bahan rotan. Sudah ada 300 -an desain dikembangkan Panut, dimana setiap desain terlihat sudah modis tidak monton berbentuk tunggal.

"Dari sekian model disini, 70 persen merupakan hasil desain saya, dan 30 persennya dari pembeli," Panut menjelaskan inspirasi juga datang dari pelanggan mereka.

Bisnis yang lantas dinamai Anggun Rotan, dibawah naungan PT. Anggun Collection. Kini sudah mampu memproduksi 1.300 untit. Yang mana dia dibantu oleh 38 karyawan. Harganya variatif mulai Rp.50 ribuan sampai ratusan ribu, Rp.250 ribuan.

Produknya sudah sampai ke manca negara. Penjualannya tas Anggun Rotan relatif setabil. Dimana sudah 40 persen masuk ke pasar Jepang dan Kores, sisanya dijual ke pasar lokal. Yang mana ia menjualnya dari Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Khusus penjualan mereka sendiri, lebih ke arah orderan langsung pembeli. Menurut Panut sebenarnya mereka sudah mampu memproduksi hingga 2.000. Namun yang terserap baik lewat orderan khusus atau pembelian langsung cuma 1.300 buah.

Bisnis konsisten


Banyak cara digunakan Anggun Rotan agar tetap eksis. Berbagai usaha dilakukan sebagai media marketing. Sebut saja melalui selebaran brosur, sampai memasarkan langsung. Tidak kalah Anggun Rotan juga ikut merambah internet. Untuk meningkatkan nilai jual termasuk mengikuti aneka pameran.

Maksudnya agar juga ditangkap wartawan atau media masa. Terbukti nama Panut serta apa bisnisnya mulai dikenal luas oleh masyarakat. "Tapi intinya, alat promosi terbaik adalah kualitas produk," tuturnya. Kalau kualitas bagus akan mengundang viral marketing dari mulut ke mulut.

Karena memanfaatkan rotan maka banyak penghargaan didapatkan. Ini karena Panut ikut mengangkat guna rotan. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Penghargaan Program Bina Lingkungan Award 2009 dan dari Kementrian Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tempat produksi Anggun Rotan juga menjadi tempat praktik siswa atau mahasiswa magang. Terutama dari mereka Universitas kenamaan asal Yogyakarta. Kendala tersulit dijelaskan oleh Panut, justru bukan dari proses pemasaran. Melainkan cuaca yang tidak mendukung seperti hujan dan hawa dingin.

Rotan memang dikenal rentan lembab apalagi basah. Apalagi ruang produksi mereka semi- terbuka. Yang mana jika musimnya tepat menguntungkan. Berbisnis sejak 2001, ketrampilan mengolah rotan merupakan buah pengalaman kerja, dulu dia bekerja di tempat pembuatan furnitur, membuat produk berbahan rotan.

Sepuluh tahun total dia habiskan menjadi pegawai. Dimana dia berpindah dari Cirebon, Salatiga, Madiun, Solo. Penggunaan rotan sendiri merupakan buah pemikiran. Bahwa pemanfaatkan rotan sangatlah jarang buat bidang apapun. Belum optimal malah direvolusi melalui tas berbahan rotan, tas berbahan ini jarang.

Banyak rotan lebih dipakai ke arah furnitur. Kalaupun ada bentuknya belum variatif. Disinilah paran Panut mengembangkan aneka desain. Bermodal Rp.25 juta tidak langsung sukses. Ia mengingat produknya dulu masih monoton. Juga hanya mampu dijual hanya lewat toko- toko kerajinan saja.

Pokoknya Panut memulainya dengan penuh perjuangan. Maka konsistensi dibutuhkan hingga masyarakat menyadari keberadaan produk Anggun Rotan. Tahun 2005 dia mendapatkan bantuan kemitraan Pertamina. Ia tidak membuang kesempatan mulai masuk ajang pameran lewat BUMN tersebut.

Dia masuk pameran di Hong Kong, Jepang, Inggris, dan Dubai. Pertamina membantu soal manajemen serta SDM. Mei 2006 ia mendapatkan musibah berupa gempa Yogyakarta. Karyawan Panut mengalami dampak butuh waktu membangun kembali rumah mereka. Butuh waktu sampai setahun lagi hingga kembali lancar.

Kain Khas Gorontalo Namanya Kain Karawo Mewah

Profil Pengusaha Karsumbunda 


 
Nampaknya kesadaran masyarakat akan tekstil lokal meningkat tajam. Dulu tekstil lokal tradisional yang keliatan kuno berubah keren. Inilah pengalaman seorang ibu asal Gorontalo. Namanya Ibu Karsumbunda, yang sukses mempromosikan kain sulam Karawo, khas Gorontalo.

Dimulai sejak 2004 silam, dimana cara pembuatannya terbilang sulit. Untuk awalan bisnis Karsumbunda menggelontorkan dana Rp.15 juta. Sekarang dia mampu mengantungi omzetnya  mencapai angka Rp.30 juta/bulannya atau minimal Rp.360 juta per- tahun.

Cara membuat kain Karawo memang sulit. Pertama kain katun dibentuk motif Gorontalo. Lalu diiris agar membentuk lubang. Dari lubang lah, lubang tersebut dihitung lalu dicabuti benangnya, kemudian terakhir diikat dimasukan benang baru.

Dia mampu mempekerjakan 50 karyawan tetap. Dimana mereka mengerjakan 600 potong stok dan dapat mencapai 1.000 -an bila ada pesanan khusus. Semenjak tahun 2011 silam, ia mendapatkan binaan dari BI (Bank Indonesia) Cabang Gorontalo, kemudian juga tergabung dalam Kelompok Gabungan Cinta Karawo.

Dia mendapatkan suport mengembangkan motif. Disisi lain juga bagaimana memasarkan produk itu. Ia mengaku kepada Detik bahwa BI banyak membantu promosi. Contohnya ya pegawai BI sendiri memakai kain Karawo setiap hari kamis.

Harga dipatok antara Rp.700.000 sampai Rp.1,2 juta, yang mana bahannya sifon, dobi, hingga sutra. Juga ada kain SBY, diambil dari nama mantan President kita loh, waktu itu ceritanya President Susilo Bambang Yudhoyono membeli kain dengan motif tersebut. Saat ia memakainya, maka nge- hit dicari banyak orang disana.

Pembeli mayoritas orang Gorontalo, karena memang pada hari kamis diwajibkan memakai kain Karawo. Gerainya ada empat tersebar di sekitaran Gorontalo. Kemudian penjualan online bisa lewat situs toko online www.tokokarowo.com.

YouTuber Teknologi Terbaik Terprofesional

Biografi Pengusaha Marques Brownlee



Dia tidak langsung sukses semalam. Marques Brownlee bekerja keras selama lima tahun. Melalui channel You Tube, dia mulai berbagi kegemarannya akan dunia gadget, atau teknologi pada umumnya. Dia secara konstan terus memposting kritik tentang teknologi baru. 

Tujuannya adalah membantu banyak orang umum di luaran sana. "Ketika saya membuat video pertama kali, saya tidak mengatakannya kepada siapapun," dia mengawali. Bahkan tidak seorang keluarga tau apa yang dilakukan pemuda 20 tahun ini di kamarnya.

"Saya membuat banyak sekali video.... saya hanya merasa tidak penting menceritakan itu tentang penelitian saya tengah lakukan," paparnya. Review produk dihasilkan oleh Marques memang tidak mau tanggung. Dia bahkan pernah membuat review tentang iPhone 6 Sapphire: Membuktikan layar anti goresnya denga pisau.

Butuh waktu hingga terlihat mempesona. Sisanya kebelakang, Marques menggunakan metode yang sangat sederhana untuk memembuat video. Hingga dia sudah memiliki studio sendiri dibalik kamar ukuran 12x 12 di apartemen kawasan Hoboken. Gedung lama yang kemudian disulap menjadi apartemen asik.

Mungkin tidak nyama, ia ditemani pemutar video, suara konstuksi di luar jendela, dan kebisingan jalanan yang bahkan ketika jendela ditutup tetap ada. Rasa suka akan teknologi sudah dirasakan ketika dia masuk tahun baru di Steven Collage, Hoboke, New Jersey.

Dengan kamera laptop biasa. Video pertama dihasilkan Marques benar- benar amateur banget. Namun seiring waktu dia memiliki kamera studio sendiri.

Bisnis review


Ayahnya bekerja dibidang teknologi. Seorang ahli pemrograman dan sistem informasi. Ketertarikan dia lebih ke teknologi konsumen. Atau apa- apa produk elektronik kegemaran masyarakat sekarang. Bukan hal mendalam tentang software atau hardware. Ia mulai dari komputer kuno dimulai dari rekorder di rumah.

Alat review pertama digunakan: Dia menggunakan kamera laptop Dell. Dengan layar 15 inchi yang mana tampak jadul. Ini lebih ke hobi awalnya. Jadi ya dia tidak menceritakan apa yang dilakukan. Masuki ke sekolah atas dia sangat ingin membeli laptop.

Lalu dia mulai mencari banyak reverensi. Ia mencari komputer apa. Marques juga mencari tutorial ringan tentang laptop. Bagaimana melalukan trik keren dengan layar komputer. Atau bagaimana caranya buat sekedar mengkustom isinya.

Dari melihat orang lain membuat tutorial, dia lantas ingin membuat tutorialnya sendiri. Tutorial sederhana yang cuma berbekal aplikasi biasa. Hasilnya tidak cukup membangun penonton. Tidak mudah memang. Ia mengatakan video pertamanya sangat- sangatlah lambat.

"Tidak ada penonton dan tidak ada komentar," kenangnya, dia mengatakan sejarahnya kepada pewarta dari Business Insider.

Kemudian tiba- tiba, ada seseorang komen dan bertanya beberapa hal, secara berkala dia mulai menjawab pertanyaan tentang videonya. Kemudian pengunjung semakin banyak. Dan tanpa dirasa dia sudah memiliki 100 -an video.

Tapi dia cuma punya 78 follower. Tetapi dia tetap bekerja. Apa yang dimasa depan merupakan bentuk kerja keras dan konsistensi. Diantara kesibukan universitas, juga membuat video, Marques merupakan seorang atlit profesional Ultimate Frisbee. Dalam benak pemuda ini belum tau mau kerja apa ketika lulus.

Yang pasti dia sudah punya cukup uang. Channel You Tube nya cukup menghasilkan banyak uang. Hari ini, channel nya menghasilkan cukup uang dari iklan. "Untuk memodali usaha (membeli perlengkapan studio kecilnya) dan membuat waktu ku berharga."

Profesional muda


Ia mengingatkan awal mula. Semuanya gampang, tinggal membuka laptop, membuka software video dan ia akan segera mereview. Hanya butuh waktu dua sampai tiga menit sejak merekam. Ketika sudah selesai dia mereview, ya tinggal di upload ke You Tube. Dan selesai sudah.

Marques bisa membuat video sebanyak mungkin. Tapi kini, dia berbeda, pekerjaanya lebih kolaboratif dengan aneka pendukung. Ini layaknya sebuah film bukan lagi video recorder. Dia kini memproduksi aneka jenis video. Mulai review, penjelasan, dan membayangkan, bagaimana dia menghadapai sebuah teknologi.

Tidak cuma berhenti disana. Ia masih banyak proyek lainnya. Dalam pembuatan video, akan butuh waktu lama karena butuh review. Beda lah dari video sebelumnya. Layaknya pembeli umumnya, ketika produk dia beli dibuka dari bungkus, maka dia akan segera memberikan reaksi.

Semuanya berjalan sangat natural, meski dengan gambar lebih komplek. Untuk memulai sebuah rekording dia butuh beberapa waktu persiapan. Semuanya akan segera berjalan ketika ia menyentuh tombol "rekam". Dia memiliki microfon sendiri, lensa Canon, dan menggunakan Adobe buat mengedit videonya nanti.

Dia cukup perfeksionis soal kualitas gambar. Alhasil perlengkapan digunakan tidak jarang berganti. Dia akan asik menganalisa perlengakapan apa lebih baik. Mungkin perbedaan dibelakang layar tidak orang luar lihat. Tetapi mereka akan menikmati hasilnya nanti ketika videonya sudah jadi.

Meski beberapa reviewnya dulu tidak begitu akurat. Tetapi tidak masalah. Karena Margues memilik satu karisma sebagai ahli teknologi. Komentarnya tentang sesuatu jujur adanya. Videonya sejumlah 686 video sudah disaksikan 158 juta kali. Dia tidak segan membuka percakapan dari komentar yang datang.

Meski tidak mau menyebutkan angka. Ia mengatakan dia jarang tidur. Bahkan dia mengenakan gelang karet berhastag #NoSleepTeam. "Saya tidak mendapatkan banyak tidur," ujarnya. Prioritas baginya untuk siap memposting satu video per- hari. Kemudian nama channelnya yaitu MKBHD -atau plus high definition. 

Bisnis Adsense


Apa yang membuatnya berbeda menurut penulis: Spontanitas. Ketika pertama kali membuka laptop. Pertama kali menyalakan video, Marques, 15 tahun spontan berteriak ke arah kamera penuh kegirangan. Review pertamanya juga termasuk bagaimana dia mengomentari tangannya sendiri.

Tahun 2008, dia sangat ingin laptop, lewat You Tube dia mencurahkan keingannya. Dia memang tidak lah langsung terlihat. Sang ibu, Jeaniene Brownlee, tidak melihatnya aktif berteknologi. Memang sejak kecil dia memiliki rasa ingin tau tinggi, tetapi tidak tenggelam bermain teknologi sepanjang hari.

Marlon Brownlee, sang ayah, justru menekankan pentingnya sekolah. Dia menggunakan metoda bernama Academic, Athletic, dan Artistic. Inilah menjadi semangatnya tetap berkarya dibidang atletik. Meski dia disibukkan membuat video di kamar asramanya.

Soal nilai akademis dia juga mampu mengendalikannya baik. Dia bahkan mendapatkan gelar honor student. Marques memiliki talenta selain video. Marques diakui ibunya memang jago soal mengatur waktu. Wanita yang dulunya bekerja sebagai akuntan -dan memutuskan keluar demi anak-, benar- benar kagum akan itu.

Dia membuatnya bangga. Bagaimana Marques mengatur waktu merupakan menakjubkan. Dia sendiri tak melihat prosesnya. Namun dia pernah melihatnya ketika dia tidak di rumah. Justru perasaan khawatir yang muncul tentang anak. Di kampus sendiri, Marques dikenal pendiam atau introvet tidak seperti di video.

Berawal dari kamera laptop, yang mana susah, dia tidak mudah menggunakannya -karena tidak biasa. Dia menyalakan software dan butuh beberapa jam hingga ia siap. Nampak lebih seperti siswa yang tengah belajar mengerjakan proyek sekolah. Benar- benar jadul ketika ia memulai membuat channel You Tube.

Ketika merekam, tanpa sadar dia meminta maaf, reaksinya suara bising diluar masuk ke videonya. Tidak ada perencanaan atau skrip. Di video ke 100 -nya, dia berteriak keras senang, padahal waktu itu dia cuma memiliki 78 pelanggan, lihat bagaimana remaja 15 tahun tersebut begitu senang.

Dia menarik perhatian petinggi teknologi. Termasuk CEO Motorola, Dennis Woodside, yang mengajak wawancara ekslusip. Uniknya Marques tidak langsung ke teknologi. Dia membangun suasana yang seakrab mungkin. Dia sempat menanyakan tentang keluarga, berapa anaknya, dan lain- lain.

Dia memiliki gaya menghindari script. Tidak pula memanfaatkan poin- poin seperti You Tuber lainnya. Ia sangat rilek tanpa ada "umhh" atau "ahhh" disetiap video. Gabungan antara gaya broadcast dengan mengajak teman ngomong di telephon. Dengan iklan Google Adsense, keuangan Marques mulai mendukung dia.

Uang iklan digunakan membeli perlengkapan. Investasi berupa kamera buat studio HD, yang mana dulu butuh beberapa menit video dibuat, kini dia butuh waktu berjam buat sekedar diupload ke You Tube.  Nilai iklannya diperkirakan $117.000- $934.000. Kini industri teknologi terbuka mengendorse dia berbicara.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba