Membidik Bisnis Fasion Wanita Lewat Rasa

Profil Pengusaha Edryan Kampua 


 
Prospek bisnis fasion selalu menjanjikan. Selain kuliner mungkin ini menjadi sumber utama. Buat kamu para pengusaha pemula jangan lewatkan. Begitu kira Edryan Kampua, atau lebih dikenal Ncek Gau yang sukses mencoba peruntunga di bisnis fasion. Pria nyentrik 32 tahun ini mencoba mengaplikasikan selera berbusana.

Dia menjual seleranya kepada khalayak ramai. Hasilnya ternyata mengejutkan karena taste -nya menggugah selera. Fokus dalam mengambil pangsar pasar sangat dianjurkan Edryan. Berkat itu sekarang uang mengalir layaknya sumur memberikan kehidupan. 

"Alhamdulillah hasilnya dari bisnis ini. Istilahnya sekarang sudah punya sumur alternatif lah buat mandi," tutur Edryan.

Awal memulai tahu 2013, pria yang hobi memakai topi ini, memulai karena inspirasi teman sejawat. Melihat kenyataan mereka banyak mengeluarkan uang. Tapi dalam berpakaian mereka sangat biasa tidak memiliki taste. Inilah doronganya mendandani mereka lewat bisnis fasion. Mantan wartawan tabloid remaja ini punya khan.

Pria kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1979, yang tidak memiliki latar belakang pendidikan fasion. Tidak lah menyurutkan semangat bapak dua anak ini. Malah dia semakin bersemangat mencari tau secara otodidak. Ia mengikuti tren tanpa membatasi diri. Menjadi orang hobi berdandan memberikan kelebihan soal selera.

Akhirnya dia mencoba menjalankan bisnis fasion tersebut -yang kemudian dinamai Lusky Waer- dimana sudah terlihat manis untungnya.

Coba coba berbisnis


Ia sebenarnya mengadu peruntungan di bidang fasion. Menurut Wartakota, menyebutkan biaya dikeluarkan olehnya cuma Rp.5 juta, dimana rincian Rp.2,5 juta dibelikan bahan Pasar Kain Cipadu, Tangerang, dimana sisa uangnya dijadikan ongkos jahit serta pembelian perlengkapan lain.

Lewat bahan tersebut jadilah beberapa produk, seperti t- shirt, sweater, rok, cardigan, ataupun pakaian luar. Nama Lusky Wear sendiri berasal dari dua nama anaknya, Luna dan Skyka, Ncek begitu orang memanggil namanya, memulai berbisnis fasion.

Debut pertamanya ya di acara bernama Jakarta Clothing Expo atau Jackcloth. Sebuah langkah jitu dalam memperkenalkan produk seketika. Mengikuti acara seperti ini memang baik bagi pengusaha pemula. Barang disini tidak cuma produk baru tetapi juga brand ternama -makanya pasti banyak diminti oleh masyarakat.

Pertama mengikuti acara tersebut respon langsung positif. Soal pasar ditargetkan awal, jujur Ncek fokus ke pasar wanita, alasannya wanita doyan berbelanja pakaian. Disisi lain adalah acara Jackcloth sebenarnya lebih condong ke acara pria. Pasalnya lebih banyak distro dibanding produk pakaian wanita.

"Responnya bagus dan sampai sekarang jadi lebih membidik pasar cewek," celetuknya. Ditanya soal omzet, mengikuti acara seperti ini mampu mendongkrat omzet sampai Rp.100 juta.

Jika dihitung acara seperti Jackcloth rutin dijalankan satu tahunan. Dalam setahun bahkan mencapai tiga kali acara. "Jadi lumayan hasilnya," tuturnya. Apalagi kalau ditambah penjualan offline dan online. Melalui acara Jackcloth saja sudah ratusan juta.

Tambahan acara Jackcloth bersifat conyasi. Jadi dia menitipkan barang, tentu resikonya kalau tidak laku ia tidak mendapatkan apa- apa. Untuk penjualan offline tersebar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan juga Bekasi, Jawa Barat.

Meski sederhana dia mempekerjakan 5 orang karyawan. Produknya juga mulai bervariasi bahkan meliputi tanktop, long vest, celana panjang wanita, celana pendek, rok, pasmin dan bahkan aneka aksesoris wanita seperti kalung. Produk andalan Encek ialah pakaian luar dan aneka aksesoris buatan tangan.

Produk tertentu juga dibuat limited edition cuma pas acara saja. Nah, kalau sudah begitu, pembeli tidak akan menemukannya di toko online miliknya. Cara tersebut terbukti ampuh menaikan penjualan seketika. Harga perbuah dibandrol murah yakni Rp.35.000 sampai Rp.250.000.

Jualan Tas di Buka Lapak Karena Gagal Masuk TNI

Profil pengusaha Sri Harsono 



Mungkin tidak semua orang ditakdirkan menjadi pegawai. Beberapa orang sukses bahkan tanpa melalui satu proses bekerja dari pengalaman. Tetapi mereka membuktikan mampu memberikan pengalaman. Contoh Sri Harsono, pernah mengikuti berbagai lamaran pekerjaan tetapi tetap ditolak.

Orang tua kebanyakan berpikir menjadi PNS segalanya. Begitu pula pemikiran Harsono selepas kuliah ambil jurusan Hukum, Universitas Semarang, hendak melamar tentara bahkan polisi. Ditunjang dengan fisik yang mapan tentu dia cukup merasa percaya diri. Sayang, takdir berkata lain bagi pria kelahiran 36 tahun silam ini.

Niat membahagiakan orang tua lewat pegawai negeri tandas. "Bermacam- macam tes saya ikuti, termasuk melamar menjadi hakim dan anggota tentara Indonesia," kenang Harso. Dia tidak kunjung mendapatkan satu pekerjaan. Ide bisnis muncul diantara keputus asaan: Harsono mulai membuat aneka tas ransel.

Dia berpikir kenapa tidak membuka usaha sendiri dibanding ikut orang.

Penjual tas


Jualan Harso meliputi tas ransel biasa, tas kamera, tas gunung, ataupun tas koper. Hobi naik gunung menjadi andalan dia pertama kali. Membuat aneka tas, terutama tas gunung cuma bermodal gambar di internet. Uang dikeluarkan cuma Rp.400 ribu untuk membuat 20 buah tas.

Sukses membuat tas menghasilkan untung Rp.1 juta dari Rp.1,4 juta keseluruhan. Cukup mencontoh internet memproduksi kemudian dijual kembali. Tanpa disadari usaha Harso kian lama semakin membasar didorong kecintaan akan pekerjaan.

Ia belajar otodidak tanpa harus ahli menjahit. Hingga ia mencapait titik mendapatkan pesanan khusus. Yaitu melalui produsen permen karet Yosan. Sebuah kontrak selama setahun dimana Harso memproduksi 400 -an buah tas per- minggu, atau senilai 16.000 tas selama setahun tersebut.

Sampai suatu ketika pristiwa besar menggoncang usaha Harsono. Gempa Yogya waktu itu merusak segala dirintis oleh Harso. Ketika itu 2006, sejumlah pengecer tas produksinya gagal bayar, mereka menunggak pembayaran karena tidak laku. Berbulan- bulan lamanya, ia hidup tanpa menghasilkan uang penjualan.

Pasca gempa tidak membantu usaha. Butuh waktu cukup, sehingga baik proses produksi ataupun menjual tesendat naik- turun. Apalagi dia harus membiayai pernikahan. Lengkap sudah biaya dikeluarkan olehnya untuk berbisnis kembali. "Beberapa penjual tas di Kota Yogya yang saya suplai menunggak pembayaran."

Keungan tersedot membiaya kehidup keluarga barunya. Perlahan tapi pasti usahanya dikembalikan melalui jasa "guru besarnya". Harso mulai membidik penjualan online. Bahkan penjualan online melebih harapan dia karena perputaran uang cepat.

"Saya memulai online pertengahan bulan September 2013," ujarnya kepada Bukalapak.com. Dia mulai dari meraba Facebook, aneka tempat berjualan online juga disambanginya. Sukses Facebook menghantarkan dia ke Bukalapak.com sejak 29 April 214.

Masalah jualan online


Bukan tanpa masalah berjualan online. Sebagai penjual jujur maka berhadapan pembeli tidak jujur. Dalam pengakuannya pernah sekali ditipu pembeli. Pertama kali pembeli tersebut membeli lancar. Pembeli tersebut menjual kembali produknya online.

Hingga dia memproduksi tas sendiri. Tetapi berkualitas lebih rendah, menekan biaya produksi, dan menjual lebih lebih murah. Ini yang membuat kerugian dipihak Harso. Karena stok di tempat menumpuk sementara produk sejenis sudah digantikan orang. Maka Harso memutuskan ikutan masuk jualan di sosial media saja.

Bercamam orang ditemui oleh Harsono. Mereka penjual yang awalnya menjadi pengecer kemudian menjual buatan sendiri. Dia berkata tidak masalah karena rejeki sudah Tuhan atur. Pasalnya memang produk dijual oleh mereka hanya mencari untung. Tidak memenuhi kriteria pelayanan sempurna bagi pelanggan membeli.

Hikmah diambil ialah dia jual sendiri, secara online baik memakai reseller ataupun tanpa reseller tak masalah; Harso tetap berjaya berjualan di BukaLapak.com.

Lapak bernama ARdani Indonesia dikenal legendaris dikalangan pelapak. Pasalnya Harso mampu mendapat 455 feedback positif. Transaksi penjualan 100% terpenuhi tanpa ada pengembalian. Sampai dititik tersebut bukan perkara mudah, ia harus merangkak mengikuti sistem dari cuma menjual 1-2 buah, feedback 80- 100 an.

Jualan dirasakan semakin laris di BukaLapak berkat kesabaran. Prinsip Harsono ialah menjaga kepercayaan konsumen. Omzet Rp.80 juta, paling laris ialah produk tas kamera yang terjual sampai 20 tas perminggu, kemudian tas punggung 15- 20 tas per- minggu dan tas carrier 60 liter mencapai 10 tas per- minggu.

Fitur Buka Lapak


Salah satu kelebihan Bukalapak.com adalah tombol push. Meningkatkan jumlah transaksi penjualan karena ada promosi langsung. Fitur tersebut memang memerlukan biaya tetapi bermanfaat. Pengeluaran biaya push mencapai Rp.500 ribu terbayar. Itu dimaksudkan produknya nempel dihalam pertama setiap kali dipush.

"...sehingga bisa lebih laku terjual dibandingkan berada di bagian halaman akhir," aku Harso, membagikan tips kesuksesannya.

Fokus usaha memproduksi aneka produk perlengakapan adventure, seperti halnya jaket, jas hujan, atau juga tas gunung. Harso menyebut masih memiliki peluang besar di bisnis adventure, mungkin karena target lebih spesifik.

Sukses Harso ternyata pernah mendapatkan tentangan. Mulai dari nol, usaha miliknya pernah diragukan oleh kedua orang tuanya. Dianggap tidak mapan ketika menjalankan wirausaha dibanding pegawai negeri. Untuk itu dia membuktikan, buktinya yaitu memiliki mobil sendiri, rumah sekaligus tempat produksi, dan karyawan.

Sekarang malah orang tua menganjurkan agar tidak menggantungkan kepegawaian. Mulailah membuat usaha sendiri membuka lapangan pekerjaan. "Usaha kecil- kecil tidak apa- apa asal ditekuni," selorohnya.

Memulai usaha offline di Januari 2000, kini usahanya menyebar sampai Solo, Malang, Makassar, dan Bali. Ia sendiri lebih nyaman berjualan online. Berbicara persaingan penjual besar, makan hati Harsono menegaskan. Tahun 2005, dia diskon 1 bulan, malah pesaingnya diskon 4 bulan. Maka sejak 2014 total usahanya fokus di BukaLapak.com

Total jumlah 70 produk di bukalapak.com, memiliki banyak model serta pilihan warna. Bahkan produknya itu sampai repeat order atau pesan lagi. Penjualan selain Buka Lapak yaitu melalui sosial media Facebook, Twitter, Google Plus, menambah efektifisan penjualan setiap hari.

5 Jalan Meluncurkan Perusahaan Agar Tetap Kuat

Artikel Bisnis: Menumbuhkan Perusahaan 



Mencari tau elemen apa yang menumbuhkan bisnis kita. Scott Belsky, presiden direktur Adobe sekaligus pendiri startup Behance, memiliki sedikit banyak penjelasan mendetail. Dikutip dari situs Entrepreneur.com, apakah membuat kesuburan dalam binis: Kreatifitas seimbang, kolaborasi, serta pandangan yang dijalankan.

Berikut tips buat kamu pengusaha startup. Bagaimana meluncurkan perusahaan yang akan tumbuh subur. Bukan pendek dan berhenti ditengah jalan, tetapi panjang bahkan menjadi besar:

1. Sadari batasan

Pengusaha itu perfeksionis terkadang, tetapi ternyata menjadi pengusaha berarti menjadi master dalam halnya mendelegasikan. Kamu tidak bisa mengerjalan semuanya sendiri. Menyalahkan orang lain karena hasilnya tidak sesuai harapan kamu.

Bahkan pengusaha sekelas Calvin Klein juga punya delegasi. "Tidak satupun berkata tentang mereka, tetapi mereka memilik orang- orang tersebut," tutur Belsky.

2. Butuh melihat jauh sebelum mempekerjakan

Bagi Belsky, orang dalam startup lebih utama dibanding produk itu sendiri. Meluncurkan perusahaan adalah pelatihan panjang dalam ketidak pastian. Butuh penegasan berulang bahwa perusahaan berbasis pelayanan itu butuh pasak- pasak kuat untuk bertahan. Dalam hal ini agar sanggup menghadapai badai dibutuhkan kerja tim.

"Kamu pasti akan salah, ataupun paling tidak 50 derajat kesana," ucap Belsky. "Tetapi dengan penempatan orang- orang tepat, anda akan menaha itu -meski bersama beberapa orang tidak tepat."

3. Jangan biarkan strategi menggantikan eksekusi

Ketika memenuhi logistik penting, malah tim kerja kamu sibuk memikirkan bagaimana sampai di titik A ke titik B dibanding melakukan tugasnya nyata, maka kamu bermasalah.

"Saya tidak menyukai proses," jelasnya. Baginya mempelajari proses sebenarnya tidak cocok. Baginya itu bahkan nampak seperti kotoran dalam penetapan.

Ini dibuktikan 10 tahun lebih bekerja menjadi CEO Behance, menyimpulkan bahwa menetapkan strategi terlalu komplek terkadang menunjukan kurangnya kepercayaan diri. Dibanding kamu terlalu sibuk akan satu masalah dalam proses, kenapa tidak mundur selangkah, membuat ruang keputusan untuk kamu bernafas.

4. Jangan meniru kompetitor

Bagi kebanyakan entrepreneur, tugas meningkatkan layanan serta produk tak akan berhenti. Masuk waktu ketidak percayaan diri, penting bagi kamu percaya akan visi dan jangan membandingkan diri kamu dengan sosok kompetitor, saran Belsky. Apa yang bekerja bagi mereka belum tentu bagi kamu dan pasar spesifik kamu.

5. Ikuti blueprint kamu sendiri

Terkadang media masa cuma membahasa spektakuler entrepreneur atas pertumbuhan monster. Ini bukanlah cara adil menilai seorang entrepreneur sukses atau tidak. Semua perusahaan mengalami masa pertumbuhan berapapun kecepatannya.

Dalam pemikirian Belsky, entrepreneur yang berhati- hati, terkendali dan tidak khawatir untuk "membunuh rasa sayang mereka" akan berada di puncak. Ketika kamu cuma memandang bagaimana membuat uang. Maka kamu akan kehilangan pandangan apa yang lebih berharga, seperti halnya pegawai kamu.

"Anda hanya mulai khawatir tentang uang," katanya, "dan bukan tentang produk atau orang-orang."

Pengusaha Puding Cantik De Latte Dessert

Profil Pengusaha Ratna Dewi dan Renny Sukanto 


 
Kakak- beradik ini memang bersemangat sekali berbisnis bersama. Namanya Ratna Dewi yang mengajak sang adik, Maria Renny Sukanto, berbisnis puding cantik. Dimulai sejak awal Februari 2014, merupakan bentuk variasi puding belum pernah kamu rasakan. Produk mereka menggaet banyak pelanggan mencicipi.

Mereka merubah pola pengemasan puding. Berawal dari inspirasi makanan khas Eropa itu. Ada perbedaan yang mereka pernah rasakan di sebuah hotel Jakarta.

Puding lucu


Kenapa berbisnis puding karena ketagihan. Rasa puding tersebut membekas hingga sampai ke rumah. Ratna kemudian menyarankan mereka mencoba membuat sendiri. Ide berbisnis bukanlah rencana terduga mereka cuma mencoba membuat sendiri. Keduanya mulai membuat aneka puding tetapi sayang rasanya tidak sesuai.

Mereka tidak berputus asa. Beberapa kali mencoba sampai menemukan resep benar. Pelanggan pertama ya mereka dari kalangan keluarga dan teman- teman. "Pertama, kami membuat puding untuk pesat ulang tahun keponakan," ujar Ratna, pengusaha muda berusia 29 tahun.

Karena banyak orang suka maka mereka semakin mantap. Mulai pujian mengelari banyak orderan datang. Ratna dan Renny mulai asik membuat aneka puding pesanan. Peluang bisnis mereka mengambil hal sepele kita bayangkan. Cuma bermodal Rp.1 juta menghasilkan puding susu enak dilabelkan De Latte Dessert.

Strategi khususnya ialah kemasan, variasi kemasan menarik perhatian memanfaatkan kemasan. Usaha yang bermodal kemasan botol kaca 12 cm berdiameter 5 cm menjadi kemasan. Mereka melihat psikologi bahwa orang membeli melihat barang terlebih dahulu. "Jadi, kami membuat packaging semenarik mungkin," tuturnya.

Wanita kelahiran Sidoardjo, 1 Agustus 1985, menghasilkan produk susu memiliki lima variasi rasa, seperti rasa coklat, strawberry, taro, coffee, serta berasa teh hijau. Sukses mengemas produknya, dugaan mereka memang tepat bahwa pelanggan akan tertarik akan kemasan terlebih dahulu.

Mereka mampu menjual 180 botol setiap minggu. Harga perbotolnya 18 ribu rupiah. Adapula sistem paket yang dijual Rp.100 ribu berisi enam botol. Omzet De Latte Dessert telah mampu menembus angka puluhan juta meski baru saja memulai, belum ada setahun.

Sadar bahwa makanan mereka tidak bertahan lama. De Latte Dessert memberikan petunjuk bagaimana cara menyimpan. Termasuk berapa lama kamu bisa memakan makanan puding lezat tersebut. Catatan itu mereka tulis dalam kemasan masing- masing. Renny, 23 tahun, menjelaskan puding tanpa pengawet cuma bertahan lima hari.

"Itu pun harus disimpan dalam kulas," utasnya. Apalagi menaruhnya diluaran terkena sinar matahari langsung sangat dilarang. Oleh karena umur puding singkat meski dikemas baik, bukan berarti itu bisa dipesan jauh, maka mereka membatasi pesanan diluar jangkauan puding tersebut. Istilahnya agar produk tidak membusuk di jalan.

De Latte Dessert sendiri sudah sering menolak pesanan diluar Sidoardjo. Meski keterbatasan mereka masih semangat berjualan. Bahkan memberikan pelayanan istimewa seperti tambahan kartu ucapan. Terutama buat mereka yang memasan untuk kado ulang tahun, maka ada tulisan khusus ucapan yang manis.

Lampu Skateboard Warna Warni Pengusaha Amerika

Profil Pengusaha Greg Rudolph



Terkadang pengusaha muda hanya iseng. Hanya saja, isengnya tuh menghasilkan sesuatu dibanding berdiam diri. Waktu itu tahun 2011, Greg Rudolph sekilas melihat sesama mahasiswa tengah bermain skateboard. Uniknya dia menempelkan lampu warna- warni dengan lakban. Skateboard itu menjadi warna- warni seperi lampu disko.

Iseng menghampiri mahasiswa Universitas Arizona tersebut. Rudoph adalah mahasiswa baru jurusan bisnis. Meski tidak bisa main skateboar, dia meyakini ide bisnis ini berlian dan akan berhasil. Hanya iseng dia mulai mengamati bagaimana cara kerjanya.

Dia tau bahwa skateboarders sangat memperhatikan penampilan. Kemampuan mereka mengkustom roda ataupun papan. Hanya saja tidak memperhatikan keselamatan terutama di malam hari.

"Kebanyakan kecelakaan bermain skateboard terjadi ketika bermain di jalanan, bukan di taman skater," dia berucap.

Rudolph membobol tabungan senilai $1.000. Dia bekerja sambil memikirkan di garasi. Ia mengamati setiap produk lampu buatan China. Mulai memasan online dikirimkan ke garasi kerja. Butuh waktu memang agar menemukan sesuatu. Empat bulan berlalu, beberapa ribu dollar dibayar dan tidak terhitung email dikirim ke dia.

"Saya beruntung karena satu set lampu pertama saya pesan sangat tepat apa yang saya pikirkan," tuturnya.

Uang digunakan untuk administrasi, pengembangan produk, dan marketing produk. Fokus strategi ialah dia mengeksekusi beberapa tingkat pencapaian. Fokus agar mencapai satu langkah Rudolph mengembangkan produk.

Sukses besar


Langkah pertama bisnis Rudolph menemukan ide bisnis tepat. Kedua merupakan meneliti pasar, mencari tau apakah ada produk sejenis.

"Seperti yang saya temukan, lambu bercahaya dibawah skateboard adalah sesuatu yang belum ditemukan belum. Saya terkejut, karena saya tidak berpikir ada sesuatu yang belum ditemukan belum," aku Rudolph.

Maka langkah ketiga ialah bagaimana dia mendesain produk. Dia tidak punya latar belakang teknisi. Maka dia cukup mengembangkan ide sederhana: Memesan produk dari orang lain. Maka, dia memesan lampu itu dari situs jual beli Alibaba.

Dia mencari banyak lampu LED asal Negeri China. Rudolph pun membagi tips membeli di Alibaba lewat situs Youngtrepmag.com:

1. Untuk memudahkan komunikasi gunakan bahasa Inggris sesederhana mungkin dan mudah dipahami
2. Dari pengalamannya, percayakan hal tentang seperti apa kemauan kamu diakhir dan soal pengiriman itu cukup serahkan ke mereka.

"Saya menjelaskan ke mereka tentang tipe lampu, gaya, dan beberapa perubahan, dan membiarkan mereka menyimpulkan."

3. Ketika pesanan kamu dibungkus dari China, maka cukupkan diri lebih banyak waktu luang (kapan saja produk bisa datang)

Berbaterai anti air, produk Board Blazers ditempel dibahan adesif, menyinari bagian bawah. Tersedia dalam delapan warna dan dijual perpaket $24,99, setiap lampu memiliki diameter seper- empat dan kurang dari satu inci ketebalan.

Uniknya dia membuat lampu tanpa tombol. Bayangkan kamu melompat, berputar, berjungkil balik, dan trik lainnya agar lampu mati atau hidup.

Sukses Board Blazers naik peringkat berkat penjualan laris manis. Dia telah mampu membawa produknya di acara SXSW 2013. Hari ini Rudolph, CEO perusahaan, sekaligus "sekertaris skate", sukses membawa lima kontraktor independen dari Tempe, Ariz, dimana dia mendapatkan kemenangan di acara startup.

Selain dijual www.boarblazers.com, ia menjual di Amazon dan dipajang berbagai toko California, Florida, dan Arkansas. Dia berkata menjual sepuluh ribu buah lampu untuk 15 negara. Kebanyakan pembeli berusia 14- 22 tahun. Agar mencapai pasaran digunakan Facebook dan demo langsung dalam acara Vans U.S. Open of Surving.

Uniknya dia juga mengkampanyekan keselamatan lewat blog perusahaan.

Kini, usia 23 tahun, dia telah lulus ASU. Meskipun menginginkan gelar MBA, dia tidak mau harus berhenti di Board Blazers saja. Selain mengembangkan aksesoris lain untuk skateboard, dia juga mendorong produknya masuk retailer Amerika. Dia mengembangkan partnership, mengundung pemain skate menjadi endors.

Salah satu skateboard terkenal, Ricky Rodriguez, mulai mengendors Board Blazers. Sebagai sosok yang ia sukses bersekolah serta entrepreneurship. Maka dia sering menjadi pembicara baik sekolah ataupun kuliah. Ia memang menemukan susah mengimbangkan kerja dan pendidikan.

"Saya tidak bisa mengaplikasikan pelajaran di kelas kedalam bisnis, dan begitu sebaliknya," ingat Rudolph, "itu merupakan hal terbaik soal kecakapan."

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba