Penjual Keripik Malang Organik Legendaris

Profil Pengusaha H. Ir. Basuki Sunarto 



Menjalani hidup sehat memang jadi gampang- gampang sulit. Apalagi dijaman sekarang dari jajanan sampai ke makanan utama semuanya berminyak. Tidak sehat bagi kesahatan orang dewasa apalagi anak- anak.  Kesadaran akan hal itulah yang mendorong Ir. Sunarto. Warga Malang berdedikasi menghandirkan jajanan organik.

H. Basuki Sunarto merupakan pemilik usaha CV. Cita Mandiri. Mendedikasikan hidup mengangkat aneka jajanan khas Malang.Yah apalagi kalau bukan aneka keripik lezat. Bedanya H. Basuki konsern menghasilkan keripik dari bahan organik.

Tidak cuma begitu saja. Berkat kerja keras maka terangkatlah warga sekitar. Tidak sedikit CV. Cita Mandiri telah membuka lapangan pekerjaan. Usaha kecil menengah yang terletak di Jl. Trunojoyo 19 Desa Junrejo serta Istana Keripik Desa Rejoso berada di kawasan Junrejo Batu.

Berapa jumlah keripik tersebar dipasaran tidak pasti. Tetapi mengambil ceruk organik menjadi pilihan utama. Terutama mereka generasi orang tua jaman sekarang. Cukuplah kamu menemukan gaya kamu sendiri. Begitu perjalanan H. Basuki memulai bisnis dari nol. Bahan talas, singkong, atau kentang bebas kimia atau pestisida.

Dia juga menambahkan keripik organik tanpa MSG atapun pengawet buatan. Keripik digoreng sampai jadi sangat kering hingga awet. Satu tahun berbisnis sudah menghasilkan Rp.30 juta per- bulan loh. Karena kita tau pemain jarang maka tidak salah hitungan segitu. Untuk Jawa Timur masih tiga produsen aktif berproduksi organik.

Margin biasa


Meski terdengar organik, untung tidak terlampau jauh di antara kisaran 30% dibanding keripik biasa. Harga jualnya variatif mulai dari Rp.90.000- Rp.250.000. Berdiri sejak 1997 merupakan salah satu pelopor usaha organik di Malang. Tidak cuma mengolah keripik termasuk jualan sayur segar, buah, kentang, aneka bibit.dll.

Basuki menjadi suplier tetap beberapa hotel serta supermarket. "Saat ini yang paling laku keripik kentang organik," jelasnya.

Terdengar lebih mahal tetapi bukan berarti lebih untung. Pasalnya tidak banyak petani mau menjadi petani organik, lantaran bercocok tanam tanpa kimia berarti umur sayur bisa pendek. Metode pengolah tanah juga tergolong sulit yakin harus dinetralkan dulu. Kita tau tanah sekarang terutama bekas pertania mengandung kimia.

Penggunaan bahan kimia 80% dibanding 30% pupuk organik tidak terelakan. Bertahap maka rubahlah komposisi akan dirubah menjadi lebih organik. Komposisi harus mencapai 30% kimia dan 80% nya organik. Terus sampai organik dominan sehingga tanah menjadi netral.

"Bahan baku belum rutin tersedia," ungkapnya. Bahan baku terbatas maka dia memanfaatkan sistem simpan di stok. Hanya saja tidak cukup, maka agar menekan biaya produksi, Basuk memanfaatkan keahlian dalam mengolah kerpiki -istilahnya tanam, panen, olah dan langsung jual lebih mahal.

Sistem pembelian bahan baku beli- putus. Berarti dia tidak meminta disuplai khusus tetapi cukup membeli dari petani langsung. Keuntungan ialah harga ditekan lebih murah yakni Rp.750.000, dimana keseluruhan buat belanja bahan baku. Investasi mesin sendiri tinggal menggunakan mesin yang sudah ada. 

Uang minim, Basuki mengaku balik modal setelah tiga bulan memasarkan. Bisa terbilang menjanjikan karena terlihat pasti laku. Varian keripik meliputi stik kentang, keripik apel, stik talas, yang mana bahan bakunya itu butuh waktu lebih lama, yakni 90 hari sampai 120 hari masa tanam.

Jaringan pemasaran keripik Cita Mandiri terhitung luas. Yakni pemasaran online maupun offline dipadukan apik oleh Ir. Sunarto. Soal penjualan di internet cukup mengklik www.citamandiri.com. Daya tahan keripik mencapai 6 bulan, dimana prosesnya butuh 4 hari itupun kalau tidak musim hujan. 

"Jika menggunakan bahan kimia bisa tahan lebih lama lagi," imbuhnya.

Proses pembuatan meliputi memotong, merendam, mengeringkan. Dilanjut tahap ke dua, prosesnya meliputi digorang dan ditiriskan. Penjualan secara reseller dijadikan tumpuan keripik kentang Cita Mandiri. Cara jadi reseller yakn membeli minimal 2,5 juta maka dapat potongan 30%. Uniknya tidak ada minimal pembelian bagi kamu.

Rempeyek Kepiting Sedap Berkat Bangkrut Dua Kali

Profil Pengusaha Filsa Budi Ambia 



Menjadi pengusaha harus rela gonta- ganti profesi. Mulai berjualan martabak sampai asik berbisnis kepiting. Filsa memang memiliki hidup unik. Sosok berusia 29 tahun ini menarik banyak perhatian orang. Termasuk dari Bank Mandiri, hingga Filsa Budi Ambia memenangkan Juara 1 Wirausahawan Muda Mandiri 2015.

Gagal menjadi kata kunci Filsa menghadapi hidup. Kecerdasan otak diuji berbagai bentuk masalah disaat ia memulai bahkan menjalankan. Mimpi menjadi pengusaha sudah sejak masa SMA hingga lulus tahun 2005. Sosok alumni SMK Bina Teknologi Purwokerto ini memulai usaha fotokopi sederhana terlebih dahulu.

"Tetapi gagal," kata tersebut terlontar, bukan karena Filsa kecewa tatapi merasa disana bukan rejekinya lagi.

Ia sempat kehilangan uang sampai Rp.15 juta menjadi pengangguran selepas lulus sekolah. Tidak memiliki lagi dana usaha maka mimpi pengusaha muda terhenti. Dia merasa butuh jeda waktu memulai kembali. Maka ketika seorang saudara mengajaknya hijrah, Filsa senang hati mengiyakan karena tidak punya pekerjaan.

Ia pun berhijrah ke Balikpapan, Kalimantan Timur, tepat di tahun 2007. Meski sudah jauh ke tanah orang, tetap saja, nasib masih belum merubah hidup Filsa. Ia menyebut sempat menganggur selama tujuh bulan. Niat awal mendapatkan pekerjaan agar keadaan ekonomi membaik tersendat.

Filsa kemudian bekerja menjadi supir perusahaan pertambangan selama dua tahun. Dalam perjalanan hasrat menjadi pengusaha masih tersisa. Setiap gaji disisihkan agar terkumpul menjadi dana usaha kembali. Dan, ketika uang terkumpul, Filsa memberanikan diri keluar dari perusahaan pada tahun 2010.

Usaha kembali


Ia memang bukan kelahiran Balikpapan. Dia keturunan Jawa yang besar di Banyumas sampai tama sekolah menengah. Kenapa tidak merantau ke Jakarta, Filsa mempunya alasannya sendiri, bahwa Jakarta sudah dia anggap terlalu penuh.

Cuma mengadu nasib tanpa kepastian. Sang paman cuma mengajak tanpa menjanjikan masuk perusahaan. Ia menyebutkan hidup diperantauan memanglah susah. Beruntung lamaran ke sebuah perusahaan tambang itu diterima. Selain ingin menjadi pengusaha lagi, alasan Filsa keluar karena gaji sangat kecil dan tekanan kerja.

Ia mencontohkan rekan kerjanya. Dia padahal sudah bekerja 15 tahun tetapi belum punya apa- apa. "Masa saya mau kayak dia juga?" ucapnya retoris. Selepas tidak lagi bekerja, Filsa memilih membuka usaha rumah makan disana. Uang Rp.10 juta digunakan menyewa ruko, berjualan ayam bakar, ayam goreng, dll.

Akan tetapi cuma mentok bertahan empat bulan. Menurut Filsa masalah kursial bisnisnya ialah tidak laku. Itu bahkan berjalan sampai habis masa sewa. Alhasil pemilik ruko menjadi tidak sabar, hingga menyebabkan konflik berkepanjangan. Uang habis tetapi tidak menghasilkan apapun, maka ia memilih berhenti usaha.

Total kerugian mencapai Rp.20 juta. Sosok Filsa memang semakin dewasa dan matang berbisnis. Ia tidak mau berputus asa dalam kebangkrutan. Gagal menurut dia sugestikan merupakan bagian pelajaran menuju ke sukses. Dukungan orang tua ditambah dukungan istri menguatkan semangat dia.

"...tidak ada pengusaha sukses tanpa melewat masa berdarah- darah," terang dia, paling penting adalah dia tidak berputus asa.

Nampaknya Filsa mengikuti anjuran orang bijak dulu. Menikah akan membawa rejeki bagi keluarga. Maka sejak menikah dengan Lupi Mulyani, di tahun yang sama, ia mulai mengambangkan usaha kembali. Waktu itu cuma bermodal ide bisnis yang dimodali orang lain.

Dia mengambil hikmah soal kegagalan. Menjadi pengusaha jangan setengah hati. "Nanti hasilnya setengah- setengah juga," ujar Filsa. Pengusaha harus telaten, fokus, dan total menjalankan. Gagal tidak membuat dia kapok berusaha. Ia bahkan tertantang menjalankan usaha lebih prospektif.

Usaha kepiting


Usaha martabak menjadi pilihan terbaik. Kudapan yang dianggapnya cocok di lidah masyarakat Indonesia. Ia meyakini martabak yang berkelas butuh sentuhan. Menciptakan martabak enak yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah dan bawah. Namun, sayangnya, ditengah perjalanan rekan bisnis lamanya mundur.

Rekan lamanya merasa sudah tidak sepaham soal berbisnis. Kerja sama mereka cuma bertahan sampai lima bulan saja. Meski begitu, Filsa masih optmisi usaha martabaknya akan berjalan maju. Bermodal cincin kawin yang dijual jadi Rp.1,5 juta, maka ia memulai kembali bisnis martabak dari nol.

Ia menjalankan usaha martabak Mr. Bawor. Martabak mini anaka rasa seharga Rp.10 ribu per porsi isi 4 buah. Sejak pertama meluncurkan usaha barunya langsung laris. Sampai omzetnya mencapai Rp.25 juta per- bulan dan berhasil membuka 11 gerai tersebar sekitar Balikpapan dan Tenggarong.

Filsa lalu memberanikan diri membua waralaba,"tidak kurang Rp.400 ribu omzet dikantongi satu hari oleh pewaralaba." Tidak kurang 35 orang mitra bergabung tersebar di Jawa dan Kalimantan. Tambahan lagi jika kamu membuka gerai dari jam 5 sampai jam 10 malam, maka akan menghasilkan Rp.12 juta per- bulan.

Untungnya Rp.4,5 juta per- bulan yang sudah dipotong sewa tempat.

"Saya coba berbisnis martabak mini franchise yang sudah memiliki 35 cabang bangkrut juga di tahun 2012," ia berujar kepada pewarta Detik.com

Menjalani bisnis mapan belum tentu menenangkan. Ia terjerak bujuk rayu investor bodong. Uang sebesar Rp.120 juta ludes dibawa kabur. Sementara itu dia masih memiliki hutang serta tanggungan anak. Padahal itu uang hasil meminjam investor juga rentenir.

Aneka olahan laut


Dia menggadaikan kembali cincin kawin yang pernah digadaikan. Uang hasil senilai Rp.1,8 juta hanya cukup digunakan biaya makan. Sementara itu, tetangga Filsa, seorang pengusaha rempeyek kacang juga menutup usahanya. Terbersit ide dalam benak Filsa akan kejadian tersebut kenapa tidak berbisnis rempeyek.

Filsa langsung minta diajari membuat rempeyek. Dia belajar kepada sang tetangga tersebut. Waktu itu sudah bisa membuat tetapi jualannya susah. Ia menyadari kenapa tetangganya itu malah bangkrut. Tetapi dia masih optimis akan prospek rempek kacang.

Cuma tersisa uang Rp.100 menjadi pertaruhan hidup seorang Filsa. Ia mulai memutar otak caranya berbisnis cerdas rempeyek. Filsa melihat potensi asli Balikpapan yakni budidaya kepiting. Disitulah ide bisnis tentang rempeyek kepiting muncul seketika. Pemilihan bahan kepiting karena banyak tersedia di Kota Balikpapan itu.

Sajak 2013, usahanya membuat rempeyek kepiting. Awal usaha Filsa cuma membuat 20 bungkus peyek. Ternyata respon pasar sangat bagus karena belum pernah ada. Produk tersebut lantas dinamai Kampoeng Timoer berdasarkan  tempat produksi. Jualan pertama kali, bulan pertama, dia meraup omzet Rp.300.000.

Tidak seperti usaha sebelumnya, usaha dijalankan Filsa berjalan sangat lancar. Pasalnya dia menjadi pelopor bisnis rempeyek kepiting. Total sekarang lebih dari 1.000 bungkus rempeyek kepiting diproduksi setiap hari. Harga jualnya Rp.12.000 sampai Rp.24.000 per- bungkus. Setiap hari sepuluh kilogram mampu dijadikan rempeyek.

Harga bahan baku cuma Rp.75.000 per- kilogram. Dimana satu kilogram mampu menghasilkan 20 sampai 30 bungkus. Ayah seorang putri cantik tersebut mengaku tidak khawatir akan gizi. Dia meyakini meski sudah dijadikan rempeyek gizinya tidak akan hilang. Selain berjualan di Balikpapan, kini sudah tersedia juga melalui online.

Dia bekerja sama dengan 15 distributor khusus. Termasuk bekerja sama konyasi swalayan buat rempeyek kepiting. Dua kali kegagalan menghampiri tidak membuat patah semangat. Sempat memiliki hutang ratusan juta tetap membuatnya sadar diri. Meski tidak pernah kuliah, ia tidak merasa minder malah sangat bertekat wirausaha.

"Suka duka dalam bisnis merupakan bagian dari sejarah hidup saya," tutur Filsa. Ingat wirausaha tidak selalu tentang sekolah. Ia meyakini pengalaman merupakan pelajar paling berharga.

Dia mengikuti aneka seminar yang diadakan oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Termasuk mendapatkan dukungan Bank Mandiri. Usaha Kampoeng Timoer menjadi juara pertama kategori Boga di ajang Wirausahawan Muda Mandiri 2015. Di samping itu, ia berencana membuat produk variasi lain, yang masih dirahasiakan.

"...pokoknya berhubungan dengan seafood snack," tutup dia kepada Kontan.

Wak Doyok Dicaci Maki Makin Banyak Rejeki

Profil Pengusaha Mohd. Azwan Md. Nor


 
Mungkin nama Mohd. Azwan Md Nor itu terdengar asing. Pria 34 tahun ini memang lebih dikenal bernama Wak Doyok. Menurut berbagai sumber, kisah awal hidup Azwan memang penuh kesukaran. Di tahun 2010 katanya dia pernah menjadi kuli bangunan. Dan, satu foto membuktikan kegetiran hidupnya itu, benar- benar susah.

Kini dia dikenal sebagai usahawan Malaysia. Juga selebriti Instagram yang bergaya menggegerkan dunia. Itu semua berkat jambang unik serta gaya trendi. Dia dikenal memiliki berbagai usaha seperti krim jambang, kopi, krim pomade, sampai clothing line sendiri bergaya Inggris.

Dia dikenal akan gayanya di Instagram. Tampil trendi berpakaian ala gentleman, atau budaya mob lebih tepat kita mengartikan. Sukses menjadi ikon trend setter, usaha tempat cukurnya juga telah menyebar ke seantero Malaysia. Namun siapa sangka sosoknya pernah mendapatkan penolakan dari masyarakatnya sendiri.

Ketika penulis mengusut ternyata ada perasaan tidak cocok. Gayanya sempat dianggap tidak cocok akan budaya Malaysia. Padahal banyak anak muda berminat tetapi menafikan hal tersebut. Hanyalah Wak Doyok tidak mau sekedar bicara. Ia justru menunjukan itu ke halayak ramai dan siap menjadi bahan cemooh orang.

"Saya malas berpikir apa yang orang pikirkan mengenai saya. Apa yang paling penting saya tidak menganggu hidup orang lain," tandasnya.

Dia tetap menjalankan gayanya. Mengupload aneka foto bergaya bak selebriti berjaya. Padahal waktu itu, dia masih bukanlah siapa- siapa. Pokoknya Wak Doyok tidak mau hidup memuaskan hasrat orang banyak. Ia fokus membahagiakan diri sendiri dulu. "...itu lebih baik dan mendatangkan banyak faedah," ujarnya lagi.

Nama hoki



Siapa sangka adanya nama Doyok membawa keberuntungan. Semenjak bekerja menjadi kuli tahun 2000 -an, dia sudah dipanggil Doyok oleh kalangan teman. Lantaran tubuh kerempeng serta wajah culunnya mirip dengan artis asal Indonesia. 

"Kebetulan saya sendiri keturunan jawa," imbuhnya. Ya, pikiran kita memang benar, nama Azwan sekarang memang terinpirasi dari film Doyok dan Kadir. Waktu itu film Doyok dan Kadir tengah jaya- jayanya di Malaysia era 1980- 1990 -an. "nama itu tidak mendatangkan masalah bagi saya."

Bekerja sebagai kuli Azwan mengaku pernah tidak tidur selama tiga hari. Padahal dia digaji sangat kecil dan tidak sebanding akan kerja kerasnya. Dia bekerja di kawasan dermaga Port Klang. Setiap hari dia kenyang memandangai muatan diturunkan dari kapal.  

Sampai di tahun 2008, Azwan diberhentikan oleh tempatnya bekerja, pria kurus ini lantas mulai dijauhi oleh kawan- kawannya.

Hidupnya sukar dibuang teman karena pengangguran tanpa uang. Uang tidak cukup buat makan sehar- hari hilang. Padahal gajinya saja cuma 5 ringgit Malaysia per- jam. Diantara masa itulah dia mulai menumbuhkan rambut jambang. Berita gembira ketika dia bisa mendapatkan pekerjaan sambilan di Butik Ben Sherman.

Ia mendengar butik asal Inggris tersebut akan hadir di Malaysia. Azman segera bertolak ke sana, tetapi apa daya dia baru saja kehilangan kendaraan. Lantaran Azman gagal bayar cicilan maka jadilah dia berjalan kaki ke sana. "...kendaraan saya ditarik karena sudah lebih dari empat bulan tidak bayar," kenang Wak Doyok.

Dia berjalan lima kilo meter sampai ke tempat butik di Bangsar, Malaysia. Sesampainya disana malah ditolak karena penampilan tidak cocok. Maka Azman cuma pulang bertangan hampa kembali jadi kuli. Dia pernah bekerja menarik lori. Bahkan dia pernah bekerja menjadi montir serabutan demi kebutuhan hidup.

Tidak mau berputus asa, Azwan kembali ke butik tersebut kedua kalinya. Beruntung karena dia sudah mulai merubah penampilan. Semua berkat uang tabungan segala usahanya agar bergaya. Hasilnya, Azwan akhirnya mendapat keinginannya bekerja, dan mendapatkan gaji besar yakni 1200 ringgit Malaysia.

Masuk ke Ben Sherman ternyata sudah direncanakan sejak awal. Dia memang ngebet ingin memasuki dunia fashion. Memang butik ini dikenal akan gaya vintage mod -seperti dikenakan Wak Doyok sekarang. Mereka bekerja sejak 1963, menghasilkan produk seperti sepatu, pakaian, jas, dan aksesori lawas khas 50- 60 an.

Bekerja keras


Penampilan memang sangat mempengaruhi hidup Azwan. Pertama kali mendaftar Ben Sherman, dia ditolak seketetika karena penampilan. Dia langsung mencari tau segala sesuatu tentang fashion disana. Mengambil rujukan pria berjambang khas model perusahaan tersebut.

Dia mengambil rujukan jambang David Beckham. Azwan meski berjembang tetap saja tidak percaya diri. Alasannya karena merasa wajah tidak pantas berjambang. Ketika diterima malah dia mendapatkan banyak pujian. Sejak itulah, Wak Doyok percaya diri akan jambangnya dan mulai belajar merapikan jambangnya.

Cara merapikan jambang menurut Wak Doyok: Rapikan jampang dua hari sekali agar rapat. Rapikan agar tumbuh menyesuaikan struktur wajah. Ia juga mengikuti berbagai petuah orang tua. Termasuk mengelapnya dengan tangan kanan selepas makan. Menurut Wak Doyok inilah salah satu alasan jambang tumbuh subur.

Azwan merapikan jambang dua hari sekali. Terutama mencukur bulu dibawah dagu. Kumis lentik dipotong agar rapih tidak terlalu panjang. Perlu ketelitian begitulah penjelasan Wak Doyok. Maka dia lebih senang merawat sendiri di rumah dibanding ke salon. Semua agar jambang bersih tidak nampak kotor dan jorok.

Wak Doyok menjelaskan kotor akan terlihat utama selepas makan. Pertama kali menumbuhkan jambang itu dia mengalami sedikit kesulitan. Agar tidak gampang kotor, makan pun ditangani lewat sumpit atau garpu. Ia juga membuat produk perawatan sendiri. "Beberapa produk saya beli dari seorang teman di Singapura."

Salah satunya menurut dia adalah wax khusus pelentik kumis. Untuk jambangnya, dia membeli di salon milik penyanyi Joe Flizzow, Joe's Barbershop. Ia menjelaskan produk seperti ini sulit ditemui kecuali dari daratan Eropa. Bagi warga Malaysia gaya semacam itu masih baru, meski begitu banyak anak muda mau mencoba.

Sebagai anak muda tentu Wak Doyok sadar sosial media. Termasuk Instagram, makalah dia asik berselfi ria mengenakan pakaian disukainya. Banyak respon positif tetapi banyak juga negatif, bahkan mulai memaki Wak Doyok beraneka macam, seperti hal perusak generasi lewat seleberan di penjuru Bukit Bintang dan Malaysia.

Adapula bermunculan hastag #wakdogol atau #seranggaperosak. Tetapi justru inilah efek viral sehingga dia mendapatkan lebih banyak perhatian. Sebuah viral marketing tidak sengaja memantapkan kesadaran. Wak Doyok mulai menyadari akan potensi dibalik gaya unik berjambang.

"Sedikit banyaknya, insiden itulah yang memperkenalkan saya ke seluruh Malaysia meskipun berbaur dengan tanggapan negatif," kenang Azwan.

Dicaci maki malah semakin sukses. Itulah kira nasib Wak Doyok dituduh macam- macam. Selain dia sukses merambah dunia hiburan Malaysia. Dia merambah bisnis restoran Thailand bernama Dulang Mas Cafe, yang diresmikan Oktober 2015, bekerja sama dengan rekan bernama Fizul Nawi di Seksyen 7, Shah Alam.

Hal lain, bisnis Wak Doyok juga termasuk aneka produk, antara lain Kopi Lu- Wak Doyok, Pomade Wak Doyok, Krim Jambang Wak Doyok.dll. Yang mana itu menjadi bagian WD Holding (M) Sdn. Bhd. Dan, yang paling terkenal di Indonesia apalagi kalau bukan krim jambangnya.

Tumbuh termasuk ikut merambah bisnis salon VVIP Barbershop di Subang Jaya. Wak Doyok terbukti jadi contoh bagi wirausahawan asal Malaysia.

Keunikan jambang Wak Doyok memikat sutradara Syafiq Yusof. Ia lalu diajak main film Abang Long Fadil 2. Hanya saja dia tidak begitu fokus mengerjakan akting. Bukanlah fokus utama Wak Doyok, hanya mau mengisi waktu luang. "Khalayak ramai mengenal dia sebagai orang fashion, bukannya pelakon," tutur dia.

Paling penting ialah dia mendapatkan tokoh utama. Ataupun peran lain yang menantang dimainkan. Seperti di film Abang Long Fadil 2, dimana dia menjadi antagonis, tetapi masih ranah komedi. Dia berakting menjadi diri sendiri, anak Taji Semprit. Merupakan anak penjahat yang ingin menguasai kursi kepala gangster.

Menurut Wak Doyok yang paling sulit ialah skrip cerita. Dia harus menggunakan bahasa Melayu, Indonesia, juga Jawa. Dia juga harus belajar silat. Wak Doyok harus beradu akting dengan A. Galak yang berperan jadi ayahnya. "...mencoba merebut kursi sebagai ketua gangster dan menghianati bapak sendiri," tegas Wak.

Terdapat aksi pertarungan yang tidak sedikit membuat dia terluka. Wak Doyok nampak menikmati hidupnya sebagai aktor tetapi tidak berlebihan. Kisah menjadi pengusaha muda lebih menarik bagi hidup Wak Doyok, kini ingin menginspirasi banyak anak muda.

Investor Mica Tan Memulai Sejak Umur 13 Tahun

Profil Pengusaha Maria Francesca Tan 



Memulai bermimpi merupakan hal terbaik. Hingga dia menemukan ada kesalahan dalam mimpinya. Ia pun memilih mundur meraih mimpi lain. Maria Francesca "Mica Tan" berharap dirinya kelak akan menjadi dokter. Masih berusia 6 tahun sebuah kewajaran untuk anak sekecil itu. Sampai dia melihat sisi lain, itu tidak seindah terlihat.

Dia mengingat bagaimana setiap hari dia bertanya ke ayah. Berapa uang dihasilkan ayah saat pulang bekerja. "Suatu hari, dia bercanda berkata dia menghasilkan nol," kenang gadis kecil Mica. Kenapa pertanyaan itu terlontar ternyata ada sebab. Dia sudah kadung ingin menghasilkan uang sendiri.
Menjadi dokter bukanlah solusi. Bukan juga menjadi aktor seperti kebanyakan mimpi anak- anak. Hingga ia berumur 13 tahun, masih masa pencarian bagaimana menghasilkan banyak uang. Ia terobsesi menghasilkan uang sendiri, apalagi semenjak membaca buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki.

Sejak berumur 13 tahun, percaya atau tidak, Mika sudah belajar tentang saham waktu itu. Bahkan dia sudah aktif trader sejak umur segitu.

"Saya adalah tipikal anak usia 13 tahun di sekolah saya berseragam dan ransel ketika saya memutuskan untuk pergi ke Bursa Efek Filipina sehingga saya bisa mencari pelatihan dan seminar tapi sayangnya itu hanya tersedia untuk lulusan sekolah," kata Mika.

Tidak mau mundur dia belajar sendiri. Dia sudah tidak mau bermimpi menjadi dokter lagi. Untungnya, suatu ketika seorang wanita asal Regina Capital, firma broker, yang menganggap dia serius dan mau mengajarinya. Itu merupakan titik balik terbesar dalam hidupnya.

Akses trading


Berkat mentornya itulah dia mendapatkan akses ke pasar saham. Mica terus belajar sampai umur 18 tahun. Ia terus belajar bahkan lewat berbagai buku tentang trading. Wanita itu bernama Mrs. Martia Limlingan yang menyabut dan duduk disebelahnya. "...dan selanjutnya itulah disaat saya mulai diajari tentang pasar saham."

Tokoh inspirasi seorang Mica Tan adalah Donald Trump. Dia bahkan mengikuti jejak sang idola lewat kuliah di Fordham University, New York. Sukses membawa dia masuk ke tempat kuliah bergengsi itu. Namun, dia mulai mengalami kegalauan, perasaan aneh menghinggapi benaknya.

"Jika saya mau menjadi miliarder, saya harus menyukai belajar lewat miliarder asal Filipina," tandasnya. Ia akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Tetapi sebelum membatalkan keberangkatan ke New York, Mica menyempatkan diri berbisnis dagang.

"Dua bulan sebelum berangkat ke New York saya memutuskan membiarkannya pergi dan memulai bisnis distribusi, " kata pengusaha muda ini.

Baginya berbisnis langsung berarti kampus dunia nyata. Kehidupan nanti akan menjadi universitas, menjadi satu sekolahnya. Lulus sekolah dia langsung berbisnis menjadi distributor independen perusahaan minuman. Ia juga mulai belajar investasi malaikat menggabungkan pemilik modal dan pemilik usaha.

Masa itulah dia mulai berpikir memanggil teman, guru, dan pemilik industri. Meyakinkan mereka agar mau mendirikan satu perusahaan MFT Group of Companies di 2014. Ia sangat menghargai mereka para top eksekutif perusahaan. Pasalnya, mereka yang meyakinkan uang mereka kepada gadis berusia 20 tahun.

Investasi hybrid


Dasar investasi MFT Group ialah investasi hybrid. Mereka menarget perusahaan yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan stagnan. Banyak alasan meliputi bisnis mereka yang berhenti berkembang. Maka itulah ia akan hadir bukan menyasar perusahaan startup baru lahir.

Dibanding investasi malaikat lain, usaha dijalankan oleh Mica tergolong beresiko tinggi. Tetapi dia menyebut bukan sekedar uang, keinginan membantu pengusaha lain tumbuh merupakan panggilan. Untuk itulah dia juga mengajar tempat belajarnya dulu Regina Online Investing, bersama membantu perusahaan bermasalah.

Terdengar anek kisah Mica Tan memang berbeda. Menurut penulisa sosok Mica mampu menjadi contoh buat kamu mendidik anak. Ia juga meyakinkan bahwa seorang entrepreneur harus siap mengambil resiko. Itu termasuk ketika dia memilih lari ke pasar saham, menolak pendidikan bergengsi, malah memilih berjualan saja.

"Melakukan hal- hal saya takuti untuk lakukan. Cari niche anda sendiri dan menjadi lebih baik. Kelilingi diri anda dengan orang- orang yang lebih baik daripada anda karena anda akan belajar banyak dari mereka."

Kenapa harus membantu bisnis kecil. Mica memiliki jawaban unik: Kita bisa berbicara tentang menubuhkan bisnis, membuat uang bekerja untuk kita, tetapi itu akan menjadi lebih dari sekedar itu. Istilahnya kalau sudah menjadi entrepreneur penuh passion tujuan kita adalah membuat sebuah bisnis bekerja.

Dia hanya membantu orang yang terjatuh. Kita akan membantu mereka yang membutuhkan asisten. Menjadi bekal bagi mereka naik keatas. Mica senang melihat bisnis kembali berjalan dan menghasilkan uang bukan sekedar soal keuntungan.

Sebagai inspirasi dia membeberkan jadwal detailnya. Dia bangun sangat pagi mengkondisikan diri. Berjalan ke kantor, ia akan berbicara dengan patner bisnis meski melalui telephon. Sesampai duduk di kantor, maka dia akan mengecek laporan keuangan, legal, dan aktif ke bagian marketing.

"Saya memiliki pertemuan sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari - saya pastikan untuk tidak pernah makan sendirian, " katanya

Hari- hari Mica mengenai berbicara dan menangani banyak orang, pekerja pabrik, pemilik bisnis dan klien, investor potensial, serta pemilik bisnis. Meski melelahkan tetapi dia menemukan energi. Dia menginginkan mendukung bisnis di Filipina. Tujuan utama Mica mendorong entrepreneur muda membangun negara Filipina.

CEO Citibank Fokus Menjadi Bankir Sejak Muda

Profil Pengusaha Batara Sianturi


 
Mencari bangkir terbaik di tahun 2015, maka layak disandang Batara Sianturi. Yang melejit berkat dipilihnya Indonesia Best Brand 2015 Majalah SWA. Bahkan judul artikelnya bagus, "Sang Meteor yang Terus Melesat". Ia mengakui sejak muda sudah memilih bankir. Berbagai jenjang pendidikan terbaik dilaluinya.

Setelah SMP dan SMA di Kanisius, yang tergolong sekolah terbaik, maka pilihan Batara melanjutkan ke Amerika. Sejak muda sudah memiliki tujuan spesifik. Di Amerika, Batara mendapatkan tiga gelar ilmu pasti yakni Sarjana Teknik Kimia dan Polimer / Makromolekul Science dari Case Western Reserve University.

Dilanjut mendapatkan gelar Teknik Kimia dari Steven Institute of Technology. Soal keuangan diambilnya di St. John's University mengambil gelar bidang keuangan. Pemilihan tempat kerja dipilihkan perusahaan yang dianggapnya terbaik Citibank. Reputasi Citibank baik serta mampu mendukung karir Batara secara pasti.

Angka 26 tahun itu memang menunjukan pengabdian. Batara mengaku mendapatkan lingkungan mendukung selama di Citibank. Dia mendapatkan kesempatan dinamis menjajaki jenjang karir. Motivasi bagu buat karir mendatang paparnya kepada Kontan. Citibank memberikan kesempatan Batara belajar menjadi bankir yang profesional.

Bertahun bekerja bersama Citigroup, New York. Nama Batara melesat ketika ditaruh ke asalnya Indonesia. Ia pernah tercatat menjadi Direktur Keuangan Citibank Indonesia tahun 1992. Di Kurun waktu 1995- 1996, Batara sempat ditugaskan di Citibank Australia. 

Citibank Group memberikan Batara banyak kesempatan. Ia menduduki jabatan tinggi General Cross Border Mortgage. Fokus kerjanya adalah menyangkut kredit kepemilikan properti. Dia pun rajin mengikuti pameran properti serta mendorong pembelian. Bahkan pertumbuhan portfolio pembelian bahkan diatas 20% di tahun pertama.

Komitmen, ketekunan, dan keuletan bekerja. Dia sambil bercanda berseloroh bekerja 24 jam dirasa tidak cukup.Jejak karir paling menonjok ialah ketika bekerja di Citibank Hungaria. Di Desember 2007, Batara diangkat menjadi CEO dan CCO Citibank. Total 2.000 pegawai dipegang Batara di kawasan Baltik dan Balkan.
 
Meski sukses dia tetap menjaga sopan santun karena merupakan pendatang. Termasuk ketika ia ditugaskan menjadi CEO Citibank Filipina. Batara hadir dan diterima para pelaku usaha di Filipina. Jika ditanya siapa pendorong kesuksesan dia sekarang. Maka dia menyebut adalah dibantu oleh tim kerja handal dai Citibank.

"Saya pikir kesuksesan seseorang tergantung dari dirinya dan timnya, serta dukungan keluarga dan dukungan orangtua," paparnya.

Bicara tentang bekerja ke luar negeri, maka Batara mengiyakan adanya perasaan kangen. Tetapi juga sudah menjadi pengalaman menarik. Batara belajar banyak tentang budaya serta tradisi setiap lingkungan kerja. Ia tidak menampik sebagai pemimpin harus rela berkorban. Gunanya membentuk pemimpin baru meneruskan tugas.

Pemimpin butuh banyak tenaga bekerja keras tetap semangat. Batara tidak mau jadi banyak bicara memilih untuk langsung bekerja. "Sikaplah yang menentukan jabatan anda," ujar Batara. Dia mengingatkan menjadi bankir ialah masyarakat. Sedangkan pemegang saham, pegawai, dan klien menjadi pendorong kinerja.

Gaya kepemimpinan dinamis, cepat mengambil keputusan mendapat hal terbaik. Dia menyebut tidak perlu plin- plan mengambil keputusan. "Tak perlu plin- plan jika mengambil keputusan," aku Batara, yang kini telah menjabat CEO Citibank Indonesia berkat pengalaman 27 tahun menjadi bankir.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba