21 Pola Pikir Orang Kaya Dibanding Orang Biasa

Berpikir Seperti Orang Kaya Steve Siebold 



Orang kaya bernama Gina Rinehart berkata, "dia iri kepada orang biasa". Langsung pernyataan itu menuail gugatan masyarakat luas. Dia iri bisa minum alkohol, merokok, dan bersosialisasi. Sementara dia bekerja keras mencari kekayaan. Mengejutkan, tetapi dalam penelitian oleh Steve Sielbold, itu terdapat pola pikir berbeda.

Faktanya cara berpikir orang kaya memiliki perbedaan siginifikan, layaknya seperti dua sisi mata uang koin. Seperti Steve Siebold telah tulis dibukunya "How Rich People Think". Menyebutkan adanya 21 poin yang menurutnya menjadi dasar pemikiran Gina.

Seperti dikutip Business Insider yang kami laporkan. Terdapat perbedaan signifikan bagaimana antara orang kaya dan berpenghasilan menengah berpikir.

"Orang berpenghasilan pas- pasan berkata kepada orang lain untuk bahagia atas apa yang mereka miliki," buka Steve. "Dan selanjutnya keseluruhan, orang takut akan melangkah menyangkut uang."

Inilah 21 poin pola pikir orang kaya

1. Orang umum bepikir bahwa uang sumber segala kejahatan. "Orang kebanyakan bepikir orang kaya kalau tidak beruntung ya tidak jujur," selorohnya. Hingga ada perasaan malu- malu ketika berpicara "menjadi kaya" dikalangan masyarakat bawah. Menjadi kaya itu seolah tabu, berhayal, bukan segalanya.

2. Orang umum berpikir egois adalah keburukan. Orang kaya berpikir egois menjadi bijak. Orang kaya akan keluar mencoba gembira. Mereka tidak terlihat menjadi penyelamat siapapun. Nah, orang kelas menengah, berpikir mereka (orang kaya) tidak akan membantu. Pelit, tidak mau memberikan apa yang mereka miliki.

Sementara itu orang berpenghasilan menengah ini bepikir ke dirinya beda. Mereka berpikir kalau saya tidak membantu, saya tidak berada diposisi dibantu siapapun.

3. Kebanyakan orang memiliki mental lotre. Atau, orang berpendapatan pas- pasan khususnya berpikir kaya adalah seperti menang undian saja. Sementara itu orang kaya berpikir bahwa kaya berarti kerja keras. Masih banyak orang mengambil angka, berdoa, berharap kekayaan.

Mereka bersandar tidak cuma keberuntungan. Mereka percaya bahwa pemerintah bertanggung jawab atas hidup mereka, semua hanya takdir Tuhan, atasan mereka menjengkelkan, dan kepercayaan mereka akan masalah keluarga jadi penghalang.

"Itu adalah level pemikiran kelas menengah yang menurunkan pendekatan dikehidupan dan menjalani hidup sementara waktu terus berjalan," jelas Steve lagi.

4. Orang umumnya berpikir bahwa kaya berarti pendidikan formal. Sementara itu orang kaya justru berpikir bahwa menjadi kaya butuh pengetahuan spesifik. Nah, pola pikir ini masih terjebak dalam diri kelas menengah, dimana sudah terbawa oleh sifat kebanyakan orang.

"Kebanyakan performers kelas dunia (orang kaya) memiliki latar belakang pendidikan rendah, dan mencoba mengumpulkan pundi kekayaan lewat akusisi dan memilih mengikuti pengetahun tertentu," tulisnya. Kemudian kebanyakan orang terbawa pemikiran butuh gelar doktoral dan gelar master untuk kaya. Mereka terjebak di pola pikir dalam kotak.

Padahal kita tau orang kaya berpikir di luar kotak. Bagi orang kaya tidak tertarik akan awal tetapi akhirnya. Jadi sepandai apapun pendidikan tidak menarik (biasa saja), tetapi bagi orang kaya hasil kerja mereka lah yang akhirnya diperhitungkan.

5. Orang kebanyakan membayangkan masa tua nyaman. Semantara orang kaya mau mempertaruhkan masa depan mereka. Orang kaya semakin kaya karena mereka bertaruh untuk masa depan yang tidak bisa diprediksi. Mereka memiliki proyek, pencapaian, dan ide tentang masa depan antah berantah.

"Orang yang berpikir bahwa hari terbaik ada dibelakang mereka jarang akan kaya, tetapi malah terjebak di persaan tidak bahagia dan depresi," tutur Steve.

6. Kebanyakan orang biasa melakukan pekerjaan yang tidak mereka cintai. Orang kaya melakukan apa passion mereka. "Untuk kebanyakan orang, terlihat orang kaya bekerja setiap hari," jelasnya. Tetapi satu fakta bahwa itu semua atas dasar cinta. Bedanya mereka akan mencari cara bagaimana agar dibayar dari apa yang mereka kerjakan.

Sementara itu, orang biasa akan bekerja meski tidak suka, mereka melakukan itu karena butuh uang. Semua karena mereka sudah dilatih di sekolah dan dikondisikan oleh sosial bahwa kinerja ditentukan oleh fisik dan kerja keras saja.

7. Orang biasa memilih membuat harapan biasa saja. Mereka secara sengaja atau tidak sengaja telah memilih itu agar tidak kecewa. Orang kaya siap akan tantangan apapun. Ahli kejiwaan bahkan mengakui hal tersebut secara gamblang harapan rendah karena takut. Tidak ada seorang pun akan menjadi kaya kalau tidak memilih harapan tinggi agar menjalankan mimpinya.

8. Kebanyakan orang bepikir harus melakukan sesuatu agar kaya. Tetapi orang kaya malah berpikir mereka harus menjadi sesuatu agar kaya. Itulah mengapa menurut Steve orang kaya macam Donald Trump mampu melewati masa sulit. Dari multi- miliarder hasil warisan ditambah hutang, kalau bukan karena dia berpikir dia harus menjadi lebih tidak bisa.

Donald melihat bagaimana ayahnya. Dia harus membalik hutang sampai akhirnya lebih kaya dari ayahnya. Maka orang kebanyakan hanya bersemangat melakukan sesuatu. Selepas itu mereka akan puas akan hasil kerja keras mereka. "...orang hebat lahir dari belajar dan tumbuh dari pengalaman," tambah Steve. Itu tidak masalah walau gagal atau sukses.

9. Orang biasa akan berpikir kita butuh uang untuk membuat uang. Sementara itu orang kaya berpikir cara bagaimana menggunakan uang orang lain. Secara garis lurus dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang. Tetapi orang kaya tidak takut menggunakan uang orang lain. Orang kaya mepunyai ketidak sanggupan untuk secara personal mengupayakan sesuatu diluar kemampuan.

"Apakah ini berharga untuk dibeli, diinvestasikan, atau digapai," jelasnya.

10. Orang biasa akan berpikir pasar dijalankan oleh logika dan perhitungan. Orang kaya berpikir bahwa itu dikerjakan oleh kerakusan dan emosi. Sukses invastasi di pasar saham bukanlah soal perhitungan matematika. Orang kaya percaya bahwa perubahan pasar saham utamanya karena emosi takut. Juga sudah termasuk rasa rakus dalam setiap tren dan penjualan dia pikirkan.

Mengetahui sifat dasar manusia menjadikan mereka mampu menghasilkan ledakan. Mereka secara strategi tidak cuma mengandalkan perhitungan tetapi juga cara meningkatkan jarak keuntungan. Mereka tidak cuma memilih berhitung di sekala kecil menengah semua berkat emosi.

11.Orang biasa hidup diatas harta mereka. Orang kaya hidup dibawah harta mereka. Itu bukan karena mereka tidak sadar diri, justru mereka tau diri mereka sanggup hiduo seperti bangsawan tetapi memilih selalu mengingat bahwa mereka mempunyai pajak ke raja yang harus dibayar di masa datang. Rahasia agar kamu bisa kaya menurut Steve ialah "jadilah kaya agar sanggup mencapai kesadaran itu".

12. Umumnya orang mengajarkan anaknya bagaimana bertahan hidup. Orang kaya justru mengajarkan anak agar hidup kaya. Sejak muda mereka diajarkan tentang nilai hidup "memiliki" dan "tidak memiliki". Ya banyak orang akan merespon ini negatif. Ini seolah membentuk nilai elit dalam diri anak- anak. "(orang) lalu berkata orang tua mereka mengajarkan meremehkan orang banyak karena mereka miskin," jelas Steve.

"Ini tidak benar," ia menambahkan. Apa yang diajarkan justru fakta hidup bersosial. Seolah dibalik, anak- anak yang manja ini diajarkan rasanya hidup kaya, agar kelak mereka berusaha keras agar tetap berada di sana (kaya).

13. Orang biasa stress karena uang. Orang kaya damai dalam uang. Alasan utama kenapa orang kaya bisa kaya bukan setuju bahwa semua bisa dibeli uang. Ketika masyarakata kelas menengah berjibaku dengan uang yang dianggapnya setan. Masalah tidak pernah berujung sepanjang hidup. Maka orang kaya itu melihat uang sebagai kebebasan.

"...dan jika cukup dengan itu, mereka bisa membeli ketenangan pikiran soal finansial," tutur Steve.

14. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya memilih terdidik daripada terhibur. Uniknya ketika orang kaya tidak terlalu menaruh harapan di pendidikan. Mereka menghargai kekuatan pendidikan saat mereka sudah tidak lagi bersekolah. Maka lihat lah rumah orang kaya maka akan berjejer buku- buku disana.

Mereka mendidik diri mereka sendiri. Pendidikan formal tidak menjadi harapan satu- satunya. Orang kaya itu terdidik sepanjang hidupnya. "Orang biasa membaca novel, majalah, dan majalah hiburan," tuturnya.

15. Orang biasa melihat orang kaya itu suka membanggakan diri. Tetapi mereka sebenarnya cuma berkumpul bersama orang sepikiran. Pemikirian negatif bahwa orang kaya cuma bersosialisasi dengan orang kaya itu meracuni. Orang kaya tidak tahan dalam keputus asaan dan kesedihan. Lantas seolah menjadi pesan bahwa mereka sombong.

Padahal, itu cuma cara mereka agar lebih nyaman, seperti halnya orang biasa memilih hidup sederhana dan berpikir biasa.

16. Orang biasa melihat uang lewat emosi. Maka orang kaya berpikir logika didepan uang. Orang biasa pun meski sudah memiliki pendidikan baik bisa berubah drastis. Mereka bisa berpikir berlandaskan ketakutan. Kekurangan mendorong orang kritis sekalipun menjadi takut kehilangan rasa nyaman. Sementara orang kaya sukses memperhitungkan opsi berbeda.

Mereka berpikir uang merupakan opsional. Uang adalah alat menentukan pilihan dan kesempatan. Mereka melihat uang secara logis bukan emosi sesaat.

17. Kebanyakan orang memilih menyimpan uang. Orang kaya berpikir bagaiman membuat uang. Steve lantas berasumsi bahwa orang kaya fokus bagaimana mendapat untung. Ini berarti mengambil resiko apapun agar mendapatkan itu. Mereka juga tidak berpikir bagaimana menyimpan uang.

"Kebanyakan orang fokus mengumpulkan kupon diskon dan hidup sehemat mungkin hingga melewati satu kesempatan besar," tulisnya.

Bahkan dalam arus kas buruk sekalipun tidak berpengaruh. Mereka menolak untuk sekedar berpikir seperti orang kebanyakan. Mereka adalah ahlinya bepikir dalam kesempitan memfokuskan energi pikiran di tempat yang tepat: di uang besar!

18. Orang biasa bermain aman soal uang. Orang kaya tau saatnya tepat bertaruh resiko. "Daya ukit itu semboyan orang kaya," tulisnya dalam buku How Rich People Think. Para investor ini bisa kehilang uangnya kapapun. Tetapi mereka tau pasti apapun yang terjadi mereka pasti bisa menghasilkan uang.

19. Orang biasa mencintai kenyamanan. Orang kaya hidup nyaman di dalam resiko. Apapun butuh keberanian untuk mengambil resiko. Ini sangat penting agar menjadi miliarder. Masalahnya orang umum tidak terbiasa soal berpikir seperti hal ini. "Fisik, psikologi, dan emosi yang nyaman adalah tujuan utama pola pikir orang umum," jelasnya.

Pemikir kelas dunia akan berpikir menjadi miliarder memang tidak mudah. Orang kaya butuh menyamankan diri dan rasa nyaman bisa menghancurkan diri. Oleh karenanya mereka harus membangu kenyamanan meski di dalam ketidak pastian.

20. Orang umum tidak mengubungkan sehat dan kaya. Sementara orang kaya percaya uang menyelamatkan hidup kita. Bayangkan di Amerika, ketika orang biasa ribut soal Obamacare (semacam BPJS) serta biaya- biaya lain, orang kaya mengeluarkan uang cuma buat butik kesehatan. Apasih gunya mengeluarkan uang cuma buat perawatan bukan ketika sakit.

Mereka mengeluarkan uang demi garansi 24 jam untuk bertemu dokter pribadi. Bahkan orang kaya sampai- sampai bersama menciptakan kelompok mempekerjakan dokter hebat di lingkungan mereka.

21. Kabanyak orang berpikir mereka harus memilih antara keluarga bahagia atau kaya. Sementara itu orang kaya selalu berpikir bagaimana mendapat keduanya. Pola pikir bahwa orang kaya mengorbankan waktu bersama keluarga ternyata sekedar pengalihan isu. Orang kebanyakan terpolakan berpikir demikian dan/atau mempertanyakan  halitu.

Orang kaya justru berpikir bisa menyelesaikan masalah apapun. Selama mereka masih memiliki akar dalam di rasa cinta dan kelimpahan. Selama mereka memiliki kedua hal tersebut mereka justru akan semakin kuat dalam hal karir bisnis.

Jual Alat Kentang Ulir Untungnya Mengalir

Profil Pengusaha Endro Purnomo 



Latar belakang pekerjaan tidak menghalangi wirausaha. Siapapun kamu masih bisa berinovasi menciptakan peluang. Seperti kisah manta mantan wartawan jadi pengusaha berikut. Namanya Endro Purwanto dikenal lewat usaha unik bernama Twisted Dog. Usaha kuliner unik menggabungkan antara kentang dan sosis.

Ide bisnis pertama kali bagaimana membuat produk unik. Cara mengolah kentang atau sosis agar menarik perhatian masyarakat. Tidak sekedar kentang dikoreng sampai kering seperti masakan cepat saji. Endro pun menemukan pisau unik. Ini dirancang khusus membentuk kentang ataupun sosis. Lewat pisau khusus inovatif harga kentang naik drastis.

Twister Dog sendiri tidak sama dengan kentang ulir. Memadukan antara kentang dan sosis tentu lebih enak. "Dengan membuat Twister Dog, konsumen ditawari makanan yang sedikit lebih mahal," paparnya. Ide itu sendiri datang dari negeri ginseng Korea, yang mana sudah laris manis di Singapura, Malaysia, Australia, dan negara lain.

Respon masyarakat terasa positif. Bukti nyatanya adalah pesanan alat Twisted Dog semakin memanas. Ia mampu menjual 600 unit lebih sejak 2011. Untuk usaha satu ini, Endro masih bertahan menggunakan sistem jual beli- putus kepada masyarakat.

Usaha pisau ulir


Ia mengaku menjual setiap pisau ulir dijual Rp.1.5 juta. Usaha ini berkonsep transfer teknologi. Pengusaha berkumis ini menyatakan sebenarnya kita mampu membuat sendiri. Walaupun nantinya rusak masih sanggup diperbaiki berbekal peralatan umum. Pemakai pisau ulir sendiri tidak perlu khawatir diharuskan membeli suku cadang di Endro.

Cara pembuatan pisau ulir diambil dari pralon, penjepit kentang dari blender, tusuk kentang dibuat dari jari- jari sepeda motor. Kalau pisaunya kata Hendro nanti dibeli pisau cutter di toko. Kamu bisa menirut desain miliknya tanpa masalah. Ia justru senang karena berarti usaha miliknya mambantu banyak orang.

Meski investasi kecil tetapi untungnya luar biasa. Uang pembelian bahan mungkin Rp.2000 tetapi marginnya menjadi Rp.8000. "Marging keuntungan cukup menjanjikan," ulasnya kepada Ciputraentrepreneurship.com.

Pembeli alat Endro cukup berjualan di akhir minggu. Satu hari berjualan sudah melebihi gaji mereka sebagai seorang pegawai. Cukup mencari tempat ramai seperti jalan protokol. Ini usaha sampingan cocok buat para karyawan kantoran yang punya waktu luang di akhir minggu. Endro sendiri sebagai pengusaha sudah mulai sejak 2010.

Dia merupakan salah satu pengusaha es krim goreng. Sukses mengembangkan bisnis kentang ulir membawa nama mantan wartawan dan fotografer ini menjadi berita. Wartawan harian Pos Kota tersebut kini menjadi bahan beritanya sendiri. Ia sebagai wartawan merasa diuntungkan. Menjadi seorang wartawan membuatnya melihat peluang.

"Saya lebih suka memberikan orang kesempatan dulu daripada tentang kapan akan mencapai titik impas," ceria Endro. Istilahnya jangan tanya apa- apa langsung dimulai. Soal BEP bisnis kentang ulir pastilah untung tinggal menjalani asam manisnya usaha sendiri.

Apakah Bangun Lebih Awal Tanda Orang Sukses

12 Pemimpin Perusahaan IT Bangun Lebih Awal 

  
Bangun lebih awal merupakan ciri orang sukses. Bangun lebih pagi merupakan persamaan petinggi- petinggi perusahaan. Sudah diteliti oleh Jim Citrin dari Yahoo! Finance sendiri. Tidak berbeda dengan mereka yang berbisnis teknologi. Dimana orang berkesan mereka hidup di malam hari dan tidur ketika pagi hari.

Faktanya orang- orang berikut membuktikan. Mereka adalah sedikit contoh petinggi perusahaan teknologi yang dihimpun. Mereka adalah 12 orang hebat CEO perusahaan masing- masing.

1. Marissa Mayer CEO Yahoo!

Dia hanya tidur empat sampai enam jam sehari. Mayer bangun pagi karena menurutnya waktu malam itu tepatnya untuk tidur.

2. Tim Cook CEO Apple

Tim Cook mulai mengirim email sekitar jam 4:30 am, seperti dijelaskan oleh Ryan Tate dari Gawker. Lalu dia akan berolahraga. Dia bangga menjadi orang pertama yang sampai di kantor dan pergi paling terakhir.

3. Steve Jobs Pendiri Apple 

Juga dikenal sebagai sosok bangun pagi. Ia berkata dalam sebuah kesempatan di tahun 1999. Dia bangun sebelum jam enam dan berolah raga. Jobs bangun sebelum anak- anak. Kemudian mereka akan makan, mengerjakan pekerjaan rumah dan berangkat. 

Kalau dia beruntung maka akan ada waktu beberapa jam di rumah. Kalau sibu, ya, dia akan berangkat ke kantor sekitar pukul 9 pagi. Dia bekerja biasanya satu jam sampai dua jam di rumah.

4. Jack Dorsey CEO Twitter

Dia bercerita kepada New York Magazine, rutinitas paginya yaitu bangun pukul 5:30 untuk meditasi dan ia lanjutkan berjoging beberapa mil. Ia melakukan hal tersebut rutin diantara Square dan Twitter. Ini berarti ia cuma tidur delapa jam sehari diantara kedua perusahaan.

5. Jeff Jordan dari Andreessen Horowitz

Dulunya dia dikenal menjadi bagian deal perusahaan PayPal dan OpenTable. Sekarang Jordan bekerja untuk perusahaan Andreesen Horowitz dan memimpin deal untuk perusahaan Pinterest dan Fab.

Dan, ketika ia bergabung di A16Z, pernah mengatakan kepada New York Times bahwa dia berangkat ke kantor jam 5 pagi dan tidak pulang sebelum jam 7 malam.

6. Padmasree Warrior mantan CTO Cisco

Merupakan salah satu inpirator wanita di bisnis teknologi. Mantan CTO Cisco ini memulai hari pukul 4:30 pagi, membaca email berjam- jam, mengecek berita, berolah raga, dan menyiapkan putranya ke sekolah. Ia lakukan sebelum pukul 8:30 pagi.

Warrior juga mantan CTO dari Motorola.

7. Tim Armstrong CEO AOL

Tim Armstrong cukup detail soal membaca email. Dia bangun sekitar pukul 5:00- 5:15 dan baru akan mau membuka email pukul 7:00. Diantara sela waktu maka dia akan berolah raga, membaca, atau mengobrol asik dengan putrinya yang juga bangun pagi.

"Saya bukan tukang tidur dan tidak akan pernah. Hidup terlalu menarik cuma buat tidur," ujarnya di suatu kesempatan bersama The Guardian.

8. Ursula Burns CEO Xeroc

Burns bangun sangat pagi untuk email sekitar pukul 5:15. Padahal dia bekerja sampai tengah malam dan ini tidak mengganggu kinerjanya seperti dilaporkan Yahoo! Finance. Dia juga rajin olah raga loh yakni sekitar dua kali seminggu pukul 6 pagi.

9. Hans Vestberg CEO Ericsson

Dia bahkan memiliki pagi, siang dan malam menjadi satu kerja panjang. Vestberg cukup berkata dia bangun pagi saja. Jarang sekali dia datang pukul 8 pagi apalagi setelah pukul delapan. Sebelum berangkat kerja seperti lainnya dia mengirim email dan olah raga. Pagi hari sampai malam hari ya isinya dia bekerja saja.

Vestberg tidur cukup larut malam tetapi merasa cukup. "Perusahaan kami tidak pernah tidur: kami memiliki bisnis di 180 negara, jadi tidak ada namanya pagi dan malam sebenarnya," ungkapnya kepada majalah The Guardian.

10. Vittorio Colao CEO Vodafon

Dia bangun pukul 6:00 pagi menurut The Guardian. Ia akan berolah raga pukul 10:45 malam, disela- selanya ada waktu makan malam dan berkumpul keluarga, baru selepas itu tidur pukul 11:30 malam.

11. Paul English pendiri Kayak

Dia adalah salah satu pendiri Kayak dan perusahaan travel Blade. English mengatakan kepada Inc.com, ia bangun pukul 6 pagi. Ia biasanya meditasi beberapa menit sebelu tidur malam. Lalu bangun pukul 6 pagi, mengecek email lewat BlackBerry, dan English akan berolah raga.

"Saya telah mempraktikan Yoga selama 10 tahunan. Saya membangun ruang meditasi di rumah," tuturnya.

12. Darrell Cavens pendiri Zulily


Zulily merupakan toko online retailnya khusus anak- anak. Ia memulai berjualan pukul 6 pagi waktu Pasifik. Ia tidak butuh alarm cukup notifikasi di telephon kapan tokonya buka. Sebagian malamnya digunakan untuk mereview perusahaan, apa yang ia akan lakukan besok, dan ia akan mengecek situsnya dan mencocokan jam buka.

Agensi Babysitter Muda Dibawah 17 Tahun

Profil Pengusaha Noa Mintz 



Entrepreneur remaja atau young entrepreneur apapun namanya. Noa Mintz menunjukan bahwa bisnis bukan sekedar teori. Di umur 15 tahun, dia telah mempraktikan lebih banyak dibanding kita. Anak sekecil itu sudah mempunyai bisnis jasa babysitter. Yang paling menakjubkan adalah kemampuannya membangun perusahaan ini dari nol.

Sekarang dia bahkan sudah memiliki CEO -nya sendiri. Sementara Noa tengah sibuk menyelesaikan sekolah menengah. Bisnis agensi babysitter yang dijalankan sejak Agustus 2012. Saking suksesnya bisnis berumur 3 tahun menghasilkan $500.000 per- tahun.

Setiap hari Noa harus menangani ribuan email. Pekerjaan berjam- jam ditangani tangan kecilnya. Tidak tahan lagi, maka Noa mengangkat Alison Johnson dijadikan orang kepercayaan. Ia mengurangi pekerjaan. Oleh karenanya ia kembali ke sekolah dan teratur berlibur bersama keluarga.

"Itu sangat susah untuk dihentikan," tutur Noa. "Aku tidak pernah cukup, jadi aku sangat lah menikmati ini," tambahnya. Dia menyewa sebuah kantor di pusat perkantoran Midtown Manhattan dimana si Johnson, 26 tahun, bekerja untuknya.

Kenapa harus memiliki CEO sendiri. Fakta menarik adalah bahwa entrepreneur remaja ini telah bekerja 40 jam setiap minggu. Dia sibuk mengerjakan Nannie by Noa sambil melanjutkan pendidikan  kelas 8. Meski bisa saja dia berhenti seketika ketika saat sekolah menengah. Atau menyerahkan semua pekerjaan ke CEO tetapi tidak.

Noa mampu menerapkan keseimbangan. Antara dirinya sebagai anak sekolahan biasa dan menjadi business women.

Dedikasi bisnis


Dedikasi merupakan kata kunci sukses. Usaha selama tiga tahun terbayar melalui area cakupan. Bisnis milik Noa telah mencangkup 120 klien di tiga negara bagian. Ia menawarkan babysitting atau jasa pembantu full time. Tumbuhnya bisnis membawa Noa membuka peluang lain. Ia bekerja sama dengan Ivy Key yakni jasa test pra- sekolah dan tutor.

Selama tiga tahun berjalan, sementara teman sebayanya menonton Disney di musim panas, maka Noa akan disibukan pekerjaan sosial serta bisnis Nanny by Noa. Selama musim panas dimatangkan lah ide tentang agensi tersebut. Seperti hal anak dibawah umur, dimana diwajibkan pendampingan maka ayah Noa menjadi kunci.

Ayahnya seorang pemilik perusahaan equitas. Dia yang mendaftarkan perusahaan atas nama. Ia membantu uang buat urusan biaya administrasi. Tetapi, ia tidak pernah menyangka akan kembali hasil, siapa sangka ini menjadi bisnis besar lebih apa dikeluarkan ayah.

Ide bisnis murni hasil pola pikir emas Noa. Ide muncul ketika dia ditantang sang ibu, "temukan babysitter yang lebih baik buat kita." Waktu itu Noa mengeluh tentang pekerjaan babysitter mereka. Jadi dia terima itu dan mulai bersama ibu mencari babysitter baru.

"Aku menemukan kesenangan ketika mengetahui tentang satu keluarga dan kebutuhannya -dan menemukan babysitter tepat cocok buat mereka," jelasnya.

"Aku tidak memiliki harapan tinggi, tapi aku menemukan aku akan mencoba," aku Noa.

Beberapa tahun saja bisnis Noa naik dari 50 klien di 2013, 190 klien, dan lebih. Dari uang dikeluarkan oleh keluarga untuk para babysitter nya, haruslah menghasilkan anak terdidik. Mencari babysitter atau pembantu maka Noa cukup mengandalkan grup SoulCycle atau situs pencari kerja mahasiswa. Untuk tiap kecocokan akan dikenai $100- $200.

Kini, semakin besar dan profesional perusahaan, entrepreneur remaja ini meminta biaya sebesar antara $50- 80 ribu pendapatan kotor pembantu. Sementara untuk servis babysitter, klien membayar fee senilai $5 per- jam. Menurut agensi miliknya telah mempekerjakan 25 pembantu full time dan 50 babysitter, yang mana mereka bekerja rata- rata 15 jam per- minggu.

Karena perusahaan miliknya adalah perusahaan privat maka tidak terbuka. Ia menyebut angka pendapatan di $375.000 tanpa konfirmasi lebih lanjut. Noa percaya diri akan standar dimiliknya. Ia memiliki kemampuan mengecek latar belakang pekerja. Itu meliputi sosial media, referensi, latar belakang, interviw dan riwayat hidupnya.

Dia jujur tidak menyembunyikan umurnya. Tetapi menurut seorang pembantu direkrut suara Noa terdengar meyakinkan di telephon. "Saya tidak habis pikir dia hanya anak- anak. Saya sempat terintimidasi -dia sangat pandai berbicara," ujar Dahlia Weinstein, 37 tahun, pembantu berpengalaman lebih dari 10 tahun. Ketika ia ditanya soal umur:

"Saya masih seorang agensi, saya masih seorang business woman," tuturnya. Orang tua Noa terkejut bahwa startup putrinya akan meledak. Sang ibu memang sudah memprediksi dia akan menjadi entrepreneur. Terlihat dari caranya mengkordinasi kelas, kordinasi pesat ulang tahun dan adik- adiknya. Ia juga suka melihat acara Shark Tank.

Dia mungkin 14 tahun tetapi seorang feminis. Noa percaya akan kemandirian seorang wanita melakukan sesuatu. Ibunya Meredith Berkman, mantan jurnalis, tidak kaget akan ambisi putri kecilnya. Sejak kecil ia ingat dia sudah ingin membuka usaha sendiri sejak umur 6- 7 tahun.

Ketika anak lain melakukan hal bermain tenis atau akting, maka Noa memilih startup, tetapi juga bukan sekedar hobi karena menghasilkan uang. Ini juga bukan menjual jus ke tetangga unjuk keberanian tetapi perusahaan jutaan. "Aku bukan murid A+. Aku sebenarnya bekerja karas di sekolah," jelas Noa. Memilik bisnis membuatnya sadar akan hal.

"Aku menyadari pintar di sekolah tidak sama pintar entrepreneurship. Aku mencoba menyalurkan bisnis ke dalam sekolah agar percaya diri," paparnya. Dia benar mendapat nilai A+ tetapi bukan di sekolah. Arus kas perusahaan sangat lancar. Dia melihat kesempatan tumbuh dan menjual lebih banyak, tentu menghasilkan lebih banyak.

Ketika waktu ditanyakan apa yang akan ia lakukan ketika lulus sekolah. Dia tidak memungkiri akan karir lain tetapi melalui bisnis lain. "Pertama aku butuh menyelesaikan sekolah tinggi, dan mungkin aku akan memulai bisnis lain. Kita akan lihat," tutup Noa Mintz, 15 tahun.

Tas Kulit Ikan Pari Zara Leather Solo

Profil Pengusaha Wawan Purnomo



Contoh lain pengusaha dibidang pembuatan tas kulit. Wawan Purnomo namanya mulai menyentuh kulit sejak kuliah. Mengambil pendidikan Akademi Teknologi Kulit, Yogyakarta, maka wajarlah. Selepas kuliah Wawan sudah dipekerjakan di perusahaan pengolahan kulit sapi di Jakarta. Sejak kuliah dibekali cara menangani kulit, karet, dan plastik.

Ia tau bahan kimia pengolahan kulit, karet, dan plastik. Bekal pengalaman inilah dia bekerja di perusahaan ekspor kulit selama tiga tahun. Lembaran kulit sapi itu diolahnya kemudian dijadikan sepatu oleh perusahaan merek internasional. Empat tahun berikutnya disambung bekerja di perusahaan pengumpul kulit pari ekspor di Tangerang.

Pokoknya, hidup Wawan tidak jauh dari kata kulit dan fashion, sampai kesempatan mendatangi dirinya tiba- tiba. Waktu itu pemilik perusahaan kulit pari mengajak Wawan berkreasi. Mereka yang sebelumnya cuma berorientasi ekspor bahan mentah menjadi produsen. Sang pemilik perusahaan mengajak Wawan membuat sendiri barang jadi. 

"Saya dibawakan data, foto, atau contoh produk kulit pari," kenangnya. Ia sendiri melihat prospek di bisnis tersebut. Belum ada kan produsen sepatu memakai kulit pari. Padahal, sepengetahuan Wawan hasil kulit pari dijual sangat mahal.

Harga bisa tiga kali lipat kalau didalam negeri sekarang. Waktu itu juga pemain kulit pari dijadikan produk itu belum ada, sekarang sudah beda.

Tidak instan


Tawaran terbut nampaknya belum menggugah hati Wawan. Ia memutuskan pindah kerja ke pengolahan kulit di Medan. Tugasnya masih sama menyusun formulasi bahan kimia yang pas. Tugasnya bertambah ketika perusahaan meminta ia kembali. Dia dimintai melatih bagaimana mengolah produk. Perusahaan itu awalnya cuma eksportir bahan setengah jadi.

Mereka mengolah kulit ular, buaya, dan pari. Wawan dipekerjakan menjadi pemroses hingga melatih tukang jahit. Lagi- lagi dia diminta menjadi pengusaha sendiri. Total lima tahun dijalaninya bekerja di Medan sampai akhirnya kembali ke Boyolali. Dia tidak menerima tawaran pekerjaan lain. Wawan sudah memiliki rencana sendiri di kepala.

Pria 32 tahun ini memutuskan membuka usahanya sendiri. Bermodal uang simpanan membuka usaha kulit di rumah.  Sayang, takdir berkata lain, uangnya habis terkuras biaya pengobatan sang istri yang terkena kanker payudara. Wawan memang tidak mau menyerah. Entah bagaimana caranya dia mendapatkan modal kembali.

Usaha dari nol, Wawan mengumpulkan bahan kulit, diolah memakai bahan kimia, mengelem sendiri, menjahit sendiri, sampai dipasarkan. Membuat produk pertama kali cukup 50 buah saja. Itu lantas dijualnya dan hasil penjualan diputar menjadi modal baru.

"Begitu terus sampai produksi bisa meningkat dan saya punya pekerja," jelas Wawan. Dia dibantu tiga orang karyawan mengerjakan kulit pari. Semua diproduksi menjadi produk sesuai desain di internet, majalah, atau masukan pembeli.

Kendala terbesar adalah sumber daya manusia (SDM). Padahal, Wawan tengah meningkatkan kapasitas produksi. Ini coba diakalinya lewat pelatihan tetapi kurang. Mengajar dari nol membutuhkan waktu lama di jalannya.

"Sudah mencari ke mana- mana, tetapi masih susah mendapatkannya," jelas Wawan lagi. Meski cuma tiga karyawan tingkat produksi mencapai 200 buah per- bulan.

Produk kulit ikan pari terdiri ikat pinggang seharga Rp.700 ribuan, dan tas yang dijualnya antara Rp700 ribu sampai Rp.4 juta. Kemudian produk dompet seharga Rp.200 ribu per- buah. Sampai sekarang produksi dia masih ekslusip, jarang orang membuat. Soal bahan baku Wawan mengaku tidak ada keselutian. Bisa didapat dari Jepara, Jateng.

Bahan baku dibeli sekitar Rp.90 ribu per- lembar. Pesanan dilayani cuma dalam negeri. Untuk pesanan dari luar seperti Belgia dan Swiss sementara dihentikan. Permintaan dalam negeri datang dari Jakarta, Surabaya, Semarang, dan beberapa kota besar lainnya.

Merek sendiri


Mengusung brand Zalfa juga melayani pembeli langsung. Produk buatannya terbuat dari kulit pari sebagian besar, sisanya kulit sapi, buaya, ular, hingga cakar ayam. Meski fokus lokal, tetapi secara tidak langsung, ia menjual produknya sampai ke Jepang dan Amerika, yakni lewat Bali, Jakarta, dan Surabaya.

Kenapa tidak diekspor langsung ternyata ada alasan. Menurut Wawan biaya pengiriman merepotkan. Utama menghitung biaya paket. Wawan sendiri sudah punya ruang pameran bagi produk kulitnya. Sebuah tempat di kawasan Boyolali, yang meski masuk gang tetap ramai. Meski berjarak 30 menit dari Kota Solo tidak surut pengunjung mengunjungi.

Produk tas kulit ikan pari yang dikenal dari pameran ke pameran. Pamor Wawan tersebar lewat marketing sederhana tetapi efektif yaitu mulut ke mulut. Mengolah kulit ikan pari dijadikan tas memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Kalau salah olah kulit malah robek dan mengerah tidak bisa dibentuk lagi. Keunggulan menurut si pengusaha kulit pari ini ya diteksturnya.

Tas kulit pari terlihat seperti ditaburi butiran mutiara lembut. Sehingga tepat jika harga jual di luar negeri jadi begitu tinggi.

Pengolahan kulit ikan pari caranya yaitu mulai merontokan sisik, lemak, lantas disusul proses penyamakan. Ia lanjutkan butuh berhari- hari agar zat kimia meresap. Selepas disamak baru diwarnai, diberi pola, dipotong, dilem, terus dijahit, diwarnai, dipola, dilem, lantas baru dijahit. Beruntung Wawan termasuk pengusaha yang diperhatikan.

Awal dia sudah diberi kesempatan mengikuti aneka pameran. Bahkan Bupati Boyolali saat itu, Sri Mulyanto, sempat berkunjung. Dia mendapat peralatan, koneksi ke Dinas Terkait sampai tingkat Provinsi Jawa Tengah, juga kerap membawa pembeli ke bengkel. Hampir setiap bulan pengusaha tas kulit pari ini mengikuti aneka pameran.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba