Pengusaha Cilik Temukan Permainan Kartu Satu Juta Dollar

Profil Pengusaha Cilik Anshul Samar


pengusaha cilik anshul samar

Pengusaha cilik ini temukan permainan satu juta dollar. Ceritanya Anshul Samar masih bersekolah di Lawson Middle School. Ketika dia menemukan permainan yang akan merubah hidupnya kelak. Dia menemukan Elementeo. Permainan kartu pertarungan yang memakai konsep tabel periodik.

Elementeo menawarkan konsep kimia menjadi karakter rekaan. Mereka akan ditarungkan memakai unsur- unsur kimiawi. Di umurnya ke 13 tahun, ia telah menjadi seorang CEO dan mencoba mencari modal berbisnis. Perusahaan Elementeo mendapat modal start- up senilai $1 juta, dan lalu membesar.

Menjadi Pengusaha Cilik

 
Investasi besar menjadikanya bisnis revolusioner di Silicon Valley. Keluarga begitu inspiratif bagi hidupnya dan bisnisnya. Ketika permainan dibuat, keluargalah yang pertama mencoba dan suka. Dia dan keluarganya bahkan keasikan bermain meski tujuan awalnya hanya mencoba permainan ini.

Kakak wanitanya membantu penjualan melalui pemesanan online di website perusahaan. Ayahnya, seorang pebisnis software banyak membantu saran akan resiko bisnis. Anshul lalu tengah disibukan mencari tau bagaimana caranya menyusun eksekutif di sebuah perusahaan A dan C.
 
 Melalui halaman website Elementeo.com, pengusaha muda ini menjelaskan bagaimana penemuannya dimulai. "Musim panas yang membosakan ketika kelas 4. Saya menyukai permainan kartu, tatapi ketika saya mengajak orang tua untuk bermain; mereka berkata permainan ini tidak mendidik," ingatnya.

Di kelas 6, ia menyadari tentang serunya bermain tabel periodik. Bersumber teori kimia itulah, dia mulai menggabungkan antara imajinasi dan science. Ketika membaca buku kimia, ia melihat tabel itu lalu menulis properti tiap element dan menambahkan unsur lain seperti alur cerita.

Ilustrasinya tidak pernah jauh dari logika kimia dasar. Anshul membuat setiap element dalam tabel ke permainan kartu. Elementeo merubah sifat oksigen menjadi kakek tua bernama oksigen pemberi kehidupan, hidrogen menjadi putri hidrogen, dan fosfor menjadi burung Phoenix api.

Permainannya terdiri 102 kartu, dadu, dan papan permainan. Pemain akan menjadi dua penyihir penghendali element. Permainannya cenderung komplek sehingga membutuhkan dukungan keluarga. Ini permainan untuk yang berumur lebih dewasa.

Pemain akan lebih mudah paham serta mampu mengembangkan berbagai strategi. Ia bekerja sama dengan sekelompok artis menciptakan ilustrasi setiap kartu. Mereka adalah sekumpulan artis yang berasal dari Michigan, LA dan Buenos Aires mengembangkan permainan kartu lebih tampak nyata.

Anshul kemudian menyerahkan karyanya ke FedEx Kinkos lalu diprint. Elementeo mendapatkan suntikan modal senilai $500 dari California Associated for the Gifted, dan menambah rasa percaya dirinya. Permainan ini kemudian diberi nama Elementeo.

Sambil mengembangkan permainan Elementeo, Anshul didiagnosa menderita penyakit paru- paru langka. Penyakitnya membuat paru- parunya berdarah sehingga mengurangi kapasitasnya. Ia masih mengerjakan permainannya, dan menjadikan itu sumber energinya untuk bertahan. Dia mengingat ketika kelas sembilan, meproduksi kartu Elementeo hingga 5.000 lembar di garasinya.

"Saya masih sangat merasakan rasa senang ketika permainan ini diproduksi, dan menyenangkan hati keluarga ku bahwa Amazon banyak memesan banyak kartu- kartu tersebut ke gudang mereka," ingatnya.

Permainan pertama miliknya dijual melalui Amazon, The Exploratorium, The MIT Museum, dan beberapa toko di US, UK, dan Kanada. Di Elementeo, setiap element akan berbentuk sesuatu atau seseorang. Tiap kartu akan memiliki fungsi, dan mempengaruhi element- element lain.

Ambil contoh, ada Oksigen yang akan membuat karat pada besi, monster tembaga bisa mengejutkan element lainnya, dan Jin Helium membuat kartu element lain terbang. Tujuan permainan ini hanyalah satu yaitu membuat elektron musu menjadi nol.

Permainan ini terbagi atas element, compound, dan kartu alchemy (kartu spesial termasuk black hole dan nuklir). Elementeo v1 terjual semua di musim panas 2011, dan versi kedua nya diluncurkan dengan beberapa tambahan pada awal musim panas 2012.

Elementeo untuk Apple telah diluncurkan di Apple App Store pada 14 April 2012. Dimana, tiap pemain akan membuat kartunya sendiri dari aplikasi. Pengusaha cilik ini temukan permainan kartu satu juta dollar.

Punya Saudari Kandung Akur Ingin Buka Usaha Bersama

Profil Pengusaha Atina Malina dan Intan KF


usaha vanilla hijab
 
Kebayang kan punya saudari kandung akur. Ingin bukan usaha bersama pasti enak. Atina Maulia dan Intan KF.menjadi contoh. Berkat kekompakan mereka lahirlah Vanilla Hijab. Atina berkisah dirinya akan duduk di kursi roda ketika sakit. Inilah ketika Atina merasa di titik paling rendah kehidupan.

Ia masih berkuliaah sembari membuka online shop. Ya, seperti gadi lain sibuk kuliah dan berjualan online. Atina berjualan hijab dikala itu. Keadaan fisiknya terkadang membuat rendah diri. Merasakan betul dia dilema karena harus juga berobat.

Mengapa memilih berjualan hijab karena dibutuhkan. Atina sakit akan melewati Stasiun Sudirman ketika berobat. Dijalan matanya  memandang orang- orang berlalu lalang. Ia merasakan kesedihan tentang masa depan.
 

Bisnis Online Bareng Saudara


"Apa yang bisa saya lakukan sekarang yang hidup dalam kursi roda? Bagaimana bisa menghasilkan uang ditengah kondisi yang sakit ini?" tanyanya dalam hati.
 
 Ia berpergian bersama ibu kemudian bekeliling pasar. Bisnis hijab ini bermodalkan foto- foto jepretan dia. Mereka berkeliling sembari Atina memofoto hijab dipajang. Kemudian ia akan menngupload itu ke sosmed. Inilah cikal bakal usaha Vanilla Hijab tidak memiliki modal.

Begitu datang pesanan ia akan langsung membelikan itu. "Kita berbisnis untuk menghasilkan uang, bukan menghabiskan uang," imbuhnya. Orang yang mendukungnya adalah sang kakak, meskipun ia sempat "meledek".

Dia yang melihat keseriusan adiknya mau membantu. Tekat dan kasih sayangnya, yang membawa Intan menjadi CEO Vanillah Hijab. Bunda mereka juga mengambil peran kursial. Keduanya menjadi satu berkat bundanya. Ia yang membantu mengantarkan Atina keluar masuk pasar.

Atina telah lama duduk di kursi roda. Mangkanya ia memiliki semangat hidup rendah, dan memulai usaha memberikan harapan. Dulu pembeli cuma diukur jari, sekarang membludak bahkan sampai ribuan, dalam sehari bisa laku 1500 buah.

Intan Kusuma Fauziah, sang kakak membantu Atina membangun produk sendiri, mulai dari soal bahan sampai penjahitan. Atina tidak tau sama sekali dan canggung. Intan yang menjembatani dirinya soal desain dan hijab itu sendiri.

Uniknya Vanilla Hijab tidak akan memiliki reseller. Pasalnya mereka memiliki visi  mengenai produk ekslusif. Kualitas harus sangat terjaga karena fokus bisnis utama. Mereka pun tidak memiliki rekanan butik atau konyasi ke retailler. Pembelian dikhususkan melalui online dan itulah ciri khas Vanilla.

Melalui jualan online Intan berkreasi mendesain produk. Ini sudah memproduksi sampai ratusan ribu buah. Total 160 ribu lebih pengikut Instagram membeli. Intan sendiri merupakan mahasiswa jurusan bisnis. Jujur dia sendiri tidak memiliki pengalaman mendesain pakaian.

Tetapi karena sudah berjalan maka mau tidak mau. Intan berubah menjadi sosok serba bisa. Mulai dari desain sampai mengukur kualitas akhir.. Awal dia sama sekali tidak ikut mengurusi bisnis hijab ini. Dia tengah disibukan skripis. Tetapi Intan ikut mengurusi masala promosi dan brand imagenya.

Intan tidak punya bakat mendesain hijab. Begitu sukses dirinya mulai belajar mendesain. Untung dia memiliki selera hijab bagus. Begitu nama Vanilla naik, kuliahnya selesai langsung dah Intan aktif mengurusi. Vanilla Hijab bahkan sampai over demand pada titik kesuksesan mereka.

Padahal dia bersama tim Vanilla Hijab telah menghasilkan 5000 potong. Begitu antusias masyarakat akan produk Vanillla. Karena sukses besar ia sempat dibungkan masalah pajak.

Produk mereka dibilang ekslusif hanya dibeli lewat online. Uniknya lain, kakak beradik ini yang jadi model produk mereka sendiri. Sudah ekslusif Vanillah Hijab masih memiliki premium collection. Ini produk terbatas dengan desain printing yang memiliki cerita.

Siganture Collection salah satunya menawarkan tema koleksi senja. Mereka menceritakan mengenai pluralisme dalaam secarik kain. Untuk  penjualan sekarang sudah tidak seketat dahulu. Masih tidak memiliki agen, tetapi Vanilla memberikan peluang bagi member yang membeli menjadi penjual.

Prododuk hijab mereka merambah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Australia. Mereka juga berkembang merambah bisnis tas. Punya saudari kandung akur memang menyenangkan. Buka usaha bersama bisnis dihasilkan bukan sekedar jualan.

Burger Sehat Menjadikan Helga Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Helga Angelina Tjahjadi


burger vegan

Pengusaha muda harus memiliki impact di dalam bisnis. Burger sehat menjadikan Helga Angelina Tjahjadi masuk Forbes. Semua bermula dari kesehatan Anggi memburuk. Ia menderita penyakit yang kronis, dan bukan sebuah. Dia adalah penderita asma, eksim, dan sinus.

Usia 15 tahun, ia sempat mengalami gangguan liver dan ginjal. Dia mulai belajar mengenai nutrisi. Dari sanalah dia mengerti bahwa kita butuh makanan sehat. Akhirnya Angtgi memutuskan menjadi vegetarian. Dia beranjak dewasa mulai mempelajari makanan olahan sendiri.
 

Bisnis Burger Sehat


Dia masuk Fobes 30 Under 30 berkat bisnis ini. Bukan mudah dia membutuhkan perjalan panjang. Ia membutuhkan satu tahun sampai berdiri. Ide the Burgreens berjalan sembari menempuh kuliah di Belanda. Bisnisnya tersebut baru berjalan ketika pulang ke Indonesia.


Bisnis the Burgreens berdiri beranggotakan 5 orang. Helga mengajak empat teman SMA sepulannya ke tanah air. Kesulitan terbesar karena bisnis dijalankan lima orang. Mereka memiliki misi dan visi berbeda. Sisanya, mereka cuma dijalankan tiga orang, yakni Helga, suaminya, dan seorang teman.

Usaha vegertarian menjadikan dirinya pengusaha muda. Perjalanan menempanya apalagi dia tengah menawarkan produk asing. Burger inipun dirancang juga enak dikonsumsi semua. Walau dia memang peruntukan bagi mereka para vegetarian.

Sekali gayuh dua pulau terlampaui. Namun tidak semudah kalian bayangkan. Ia tetap bertahan karena ini bukan sekedar makanan. Burger vagetarian juga akan membantu alam lebih baik. Tidak cuma ia jualan, tetapi juga mempromosikan hidup sehat dan mengedukasi manfaat menjadi vegetarian.

Bukan hanya vegetarian tetapi 100% bahan organik. The Burgreens juga memakai peralatan restoran ramah lingkungaan. Sedotan digunakan disana menggunakan bahan bambu, plastik bahan singkong, dan alat makan kayu.

Restoran The Burgreens menawarkan konsep Burgreens Go to School dan Burgreens Go to Office. Ini menjangkau ribuan pembeli dari 60 sekolah dan lembaga. Bisnis ini berkembang menjadi usaha 70 orang.

Gerai mereka di Jakarta, ada di Plaza Indonesia, Pacific Place, Dharmawangsa, dan Pondok Indah.

"Max Mandias (suami) menjadi vegetarian sejak 2010. Kesamaan ini mendorong kami berkreasi menciptakan menu setiap hari," jelasnya.

Ternyata sang suami lah pemilik cita rasa enak tersebut. "Saya hanya bisa menikmati karena sampai sekarang saya tidak bisa masak," jelas Anggi. Keduanya saling mengisi dalam berbisnis. Helga akan memberi ide, sementara Max dengan bakatnya mengeksekusi dan hasilnya olahan menu variatif.

Inspirasi Fashion Blogger Evita Nuh Hadapi Keterbatasan

Profil Pengusaha Evita Nuh


evita nuh blogger
 
Inspirasi blogger fashion Evita Nuh punya keterbatasan. Dia jago OOTD, Tapi apakah kalian tau, Evita Nuh memiliki keterbatasan. Bermula ketika usianya masih 9 tahun telah aktif menulis. Dialah pemilik blog jellyjellybean.blogspot.com, yang bermula kebiasaan anak berselancar di dunia maya. 
 
Beruntung karena Evita menemukan kegiatan bernama blogging tengah fenomenal. Ada satu blog bernama Cherry Blossom milik Alex aasal Perancis. Ia melihat blog mudah dan bisa bebas berekspresi. Kita juga tau beberapa layanan blog gratis. 
 
Kalau bicara fashion semua bermiula dari permainan SIM. Itu loh yang karakternya bisa diganti pakaian sesuai kesukaan kamu.

Menjadi Fashion Blogger

 
Dia juga suka bermain Berbie dengan sagala pakaiannya. Ketika bicara mengenai dia mau ngeblog apa. Evita memilih menulis apa disukai. Konsep blog sendiri memang begitu menjadi media dalam berekspresi. Tidak ada strategi khusus untuk menjadi blogger terkenal dan banyak pengunjung.

"Blog itu untuk bersenang- senang, bukan semacam kompetisi dan bukan urusan bisnis jadi nikmati saja," tutur Evita.

Menjadi fashion blogger tentu membutuhkan modal. Walaupun gratis, Evita tetap membuthkan uang buat postingan. Tidak ada budget spesifik hanya dilakukan sesuai kesenangan. Evita akan memakai apa yang dia sukai dan ingin dicoba.

Taukah kamu, kakaknya sangat berperan akan kesuksesan blog miliknya. Kakak Evita yang memotret gaya. Dia jarang membaca blognya. Kakaknya juga tinggal terpisah di apartemen. Dan, dia tidak suka dunia fashion sama sekali.

Seperti dijelaskan diatas dia lakukan buat bersenang- senang. Tidak ada pikiran mau diuangkan. Dia juga tidak mau bekerja layaknya karir. Harus membangun jadwal khusus demi kebutuhan konten. Itu bukan gaya Evita.

Justru dengan gaya inilah dia mampu tampil tanpa beban. Ia menjadi sosok inspiratif bagi anak- anak seumuran. Evita selalu senang bila namanya disebut "Evita Nuh from Indonesia". Nama tersebut jadi bentuk pengakuan akan karya. Dia dari menjadi model fashion sampai membangun brand pribadi.

EVITANUH merupakan bentuk ekspresi pengusaha muda ini. Brand tersebut menjual baju atasan, celana, rok, dan outwear. Dia senang ketika gadis lain menyukai produk ini. Senang rasanya, ketika ada ibu- ibu bilang anaknya ngefans sama Evita, dan berharap bisa mengikuti jejaknya.

Evita kecil menderita Sindrom Espeger. Ia sebenarnya cerdas di atas raata- rata. Espeger merupakan bentuk austisme yang membuatnya cangguh, susah bersosialisasi. Dunia maya menjadi jalan dirinya berekspresi. Bila dilihat dari tulisan dan gaya fashion Evita punya kecerdasan diatas rata- rata.

Bentuk autisme ini membuat dirinya susah komunikasi. Spesifiknya dia akan kesulita memahami hal komunikasi non- verbal. Ini bukan akhir segalanya justru memacu semangat. Alhasil dia menjadi lebih ekspresif menulis. Membuka peluang menjadi penulis masalah fashion ternama asal Indonesia.

Membangun Harapan


Bloger berjudul La Creme de la Crop dibangun ketika 9 tahun. Gadis bernama lengkap Evita Panca Ludwina. Gaya fashionnya terinspirasi Alexander McQueen, Anna Wintour, dan Karl Lagerfield. Dia berada dalaam daftar Fashion Bright Under 16 pada 2010.

Masuk ke urutan ketigaa berdasarkan penulis fashion Asia Tenggara, www.tonguechic.com. Di usia 12 tahun, namanya masuk daftar "100 Anak Muda Paling Berpengaruh Indonesia" versi Marketeers. Ia pada Agustus 2011, profil dirinya satu artikel penuh ditulis di majalah Grazia asal Italia.

Pada Februari 2012, Evita terpilih menjadi wakil anak muda jenius dari Asia. Satu- satunya anak muda di dalam wawancara di majalah Le Nouvel Observateur Perancis. Tahun 2013, dijuluki sebagai The Next Tavi dalam majalah Elle, dan dimuat dalam New York Times pada tahun 2015.

Majalah Go Girl! tertarik akan kemampuan Evitaa Nuh. Dia dijadikan salah satu kolumnis majalah fashion terkemuka itu.

Dari tanah air, banyak brand lokal yang tertarik menjadikan dirinya model. Spesifiknya Evita nanti memakai produk mereka untuk dipadu- padankan. Evita lalu membangun EN PENS, brand fashion yang kepanjangan dari Evita Nuh Perfectum Est Non Satis, yang menjual produk tas desainnya.

Salah satu karayanya berupa tas clutch bertema taksi New York. Tas ngejreng dengan warna kuning yang mencolok. Sempat difavoritkan fashion blogger lain, seperti Cindy Karmoko, Anaz Siantar, dan kalangan selebriti.

Andien artis dan penyanyi pernah membawa tas ini ke New York Fashion Week 2014. Ini menjadi perbicangan dikalangan selebriti dan fasionista. Adapula Ava and Archiebald, produk pakaian anak dan bayi karyanya. Evita juga sibuk menjadi ilustrator album weeding dan kids photography.

Tour Guide Indonesia Mendunia Tedjo Iskandar

Biografi Pengusaha Tedjo Iskandar

 
biografi tedjo iskandar

Biografi Tedjo Iskandar tidak sekedar menyukai pemusik dunia. Kisahnya yaitu tour guide Indonesia mendunia. Tedjo rela mengeluarkan uang lebih banyak, tak ayal banyak sudah konser telah Tedjo dikunjungi. Dari SMA, dia sudah menyukai artis- artis manca negara apapun artisnya, harus nonton.

Dari passionya tersebut muncul ide bisnis tour guide. Berkat pengalaman dan koneksi luas, tour guide Indonesia mendunia. Biografi Tedjo Iskanda, sejak kecil senang memasang poster- poster artis dunia di dinding kamara. Bahkan, Tedjo rela menonton jika ada konser di Palembang, seperti God Bless, Trencem, Aka, Rollies hingga Ken Arok. 

"Kalau teman- teman saya naik pesawat, saya harus naik bus ke Lampung, menyebrang dengan kapal fery dari Panjang Lampung ke Merak," ujar pria kelahiran 12 Desember 1960.

Bisnis Tour Guide Indonesia Mendunia


Dia sempat test SKALU lalu diterima di UNDIP jurusan Sospol. Dia yang sejak SMA menyukai konser, masih memiliki hasrat itu. Dia kemudian beralih menuju Jakarta, dilanjut kuliah di Pariwisata Universitas Trisakti, itu semua sekedar pemenuh hasrat akan konser- konser dunia.

Tedjo menjadi bersemangat, hingga meminta bantu kakaknya memastikan tetap berkuliah di Jakarta. Dia berkuliah dan ngekos di sekitar kampus Trisakti Grogol. Dia bukanlah tipe orang manja, bahkan sangat percaya diri dan mandiri.

Keputusanya memilih Jakarta tidak membuatnya hidup nyaman, dia harus menghidupi dirinya sendiri setiap hari. Ia harus banting tulang bahkan tiap hari sabtu- minggu; bekerja sebagai tour guide. Dia harus menjaga turis keluar masuk Bandara Halim Perdanakusuma.

Menjadi LO (Liaison Officer) di City Tour yang mengantar para turis mengunjungi toko barang antik di Jalan Surabaya, batik di Kebayoran Lama, taman mini, pasar seni, Monas dan lainnya.  

Saat itu, dia bisa mengumpulkan 10 dollar US ditambah 10 dollar komisi. Lalu dia membawa turis ke kapal pesiar Golden Odyssey yang merapat di Tanjung Priuk, ke Dieng, Gunung Kawi, Yogya, Solo, hingga ke Bali.

"Karena bahasa harus kuat saya kursus bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, juga fotografi dan menulis. Karena tidak bisa beli buku, saya baca di Gramedia," ungkap pengusaha fans dari Abraham Lincoln ini.

Impiannya pun nyaris tercapai, dia tidak lagi menonton dari poster di kamar tapi menonton langsung. Tedjo sudah tak pernah ketinggalan konser band- band luar di Jakarta. Ia mampu menikmati konser Deep Purple, Uriah Heep, Rolling Stone, The Police, dan lainnya, langsung di tempat.

Pada 26 Desember 1983, pengusaha keturunan TiongHoa tersebut akhirnya berangkat ke luar negeri pertama kali.

"Saya mendapat kepercayaan JAL Select mengantar wisatawan ke Jepang dengan rute Singapura, Hongkong, Taiwan, Tokyo," kenang pengusaha ini

Dia merasakan kebanggan itu menjadi orang pertama di kampungnya. Tedjo lantas sibuk mengirim surat berlampir foto- fotonya ke kampung halaman. Semua warga Lorong Pagar Alam I mendengar dan terkejut bahwa Tedjo mencapai cita- citanya satu persatu.

Hobi Nonton Konser Menjadi Bisnis Menjanjikan


Hampir setiap konser Tedjo selalu ikuti seperti konser Michael Jackson, Spice Girl, Boyz II Men dan North Sea Jazz di Belanda.

"Tahun 93 saya mengantar anak muda nonton NBA, lalu pesta musik dunia di Woodstock, Amerika. Semua mimpi itu membuat mimpi- mimpi saya menjadi kenyataan," ungkapnya.

Pembawaanya serius, tapi santai, humoris, dan menghibur membuat nama Tedjo bersinar terang. Dia dikenal sebagai tour guide kelas dunia. Namanya melambung disekitaran travel agency Indonesia, mencoba menawar jasanya memandu berwisata.

Hingga kini suami dari Revina Aryani serta ayah dari Kidung Pascalia dan Kinanti Odelia merambah berbagai benua; Eropa, Amerika, Asia dan Australia menjadi langganan.

Tedjo terbiasa menjadi tour guide para artis seperti Sarah Sechan, Gunawan, Ari Wibowo, Bella Saphira, Ferry Salim, Cindy Fatika dan banyak lainnya. Kerana bertekat berbagi ilmu, dibukalah satu TTC atau Tourism Traning Center, di 1994 membawa pengalamannya ke ranah teori.

Pesertanya bukan hanya mahasiswa jurusan pariwisata, tapi juga karyawan travel agency, bahkan masyarakat umum. Pelajaranya bahkan meliputi perjalanan ke luar negeri.

Tahun 1994, mereka menjalankan perjalanan ke Singapura Bangkok. Lalu program berikutnya meliputi Eropa, Australia dan Malaysia, dan menjadi dua kali kunjuangan ke peserta lebih dari 50 orang.

Tedjo meyakinkan "Hingga kini sudah ratusan tour guide lulusan program ini, mereka berhasil rutin membawa wisatawan ke luar negeri."

Tak dinyana program yang dikerjakannya menjadi bisnis sukses. TTC membentuk dirinya menjadi pusat pelatihan terbaik. Tak hanya itu, Tedjo merambah bisnis lain seperti menjadi pembicara, workshop, asrama pelatihan, lalu terbaru travel mart.

Apa itu Travel Mart? Bisnis yang berfokus menggalang minimal 120 travel agency di seluruh dunia melalukakan kerja sama bisnis. 
 
Bisnis ini meliputi bertukar informasi, wisatawan, dan pengalaman tentunya. Di usia kepala lima, Tedjo Iskandar memilih ke luar negeri untuk sekedar menenangkan jiwa dan rohani, tak mengejar kepuasan duniawi.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba