Sukses Pengusaha Distro Pendiri Gee Eight

Profil Pengusaha Reza Sapta Utama


pengusahadistro.png

Sukses pengusaha distro pendiri Gee Eight berbeda. Sejarah bisnis distro di kota Bandung memang kompleks. Jenis bisnis tengah naik daun saat ini, salah satunya ya factory outlet dan distribution store atau distro. Bandung memang dikenal rajanya soal satu ini. 
 
Tapi, apakah tau ada istilah boutique distro, bedakan dengan distro loh. Karena namanya boudist, singkatannya, merujuk pada distribusinya. Bedanya mereka menawarkan produk self made tak menerima titipan produk lain. Ini juga merujuk pada satu jenis segementasi saja.
 

Pengusaha Distro


Misalnya boudist khusus pakaian wanita. Dijualnya cuma pakaian khusus wanita saja. Tercatat ada 100 lebih distro dan boudits di Bandung. Salah satunya, namanya Gee Eight beralamat di Jalan Progo no.3. Namanya sendiri berasal dari kata Girl on Eight. 
 
Ya, Eight adalah angka delapan, menunjukan nilai rata- rata atau jadi cerminan produk Gee Eight itu cerdas. Kemudian ada embel- embel Girl yang berarti anak perempuan. Sudah bisa diduga siap target pasarnya kan.

Menyasar mereka (gadis- gadi) cerdas, cantik, memilik nilai diatas rata- rata. Mencerminkan nilai delapan dari kualitas dari produknya sendiri. Siapakah pemiliknya yang perlu kamu ketehaui sekarang. Apa hal bisa kita pelajari dari kisahnya.
 
Ada dua segmentasi distro pada umumya; segmen menengah- atas dan menengah- bawah. Kisah Gee Eight itu lahir di tahun 2004 -an. Sejak dibuka pertama kali jumlah penjualan terus meningkat. Tiap tahun ada saja peningkatan penjualannya. 
 
Didirikan oleh dua bersaudara, Reza Sapta Utama, yang menggambarkan sosok mengetahui standar pakaian. Kemudian saudarinya, Rizkina Eriana Utama, berperan fital dalam hal produksinya. Sosok si Rizkina atau biasa dipanggil Ini ialah pendesainnya.

Awalnya Ina gemar akan fashion seperti halnya perempuan lain. Ia bahkan suka koleksi pakaian- pakaian cantik. Nah, dari situlah, muncul hasratnya mendesain lini fashion -nya sendiri. Mereka berdua lantas punya ide membuka bisnis bersama. 
 
Dari situlah ide tentang distro Gee Eight lahir di tahun 2004. Mengintegrasikan antara toko dan pabriknya, membuat perusahaan kecil mereka punya stok produk ekslusip. Kemudian Reza Utama lantas menyebutnya bagaimana menjadi market leader.

Modalnya adalah kepercayaan dua orang. Usaha ritel ini memfokuskan pada segmen wanita modis. Tidak ada batasan umurnya. Tahun 2008, konsepnya mengarah kepada custom made. Dimana Reza menawarkan satu slogan "Khusus Dirancang untuk Anda." 
 
Diperbanyaklah produksi pakaian wanita muda penuh eksotik dan kesan dewasa. Lantas dibagilah mereka kedalam tiga brand berbeda.

"Saya ingin menjadi pemimpin pasar (market leader) di setiap segmen yang kami masuki," jelasnya.

Ia tampak berambisi mewujudkannya. Caranya ya melalui desain unik dan pemilihan kain. Soal berjualan tak diragukan lagi. Modal menjadi sales asuransi membuatnya siap berbisnis. Setidaknya ini sama- sama menjual ditambah cita rasanya akan modis. 
 
Pria penghobi olah raga dan makan ini menjelaskan kenapa memilih jadi pengusaha. Jelasnya karena ia merasa tertantang akan menjual produk sendiri. Jikalau menjadi karyawan asuransi kita menjual produk orang lain. Lain halnya berbicara tentang bisnis distro satu ini. 
 
Tidak ada gesakan kuat ketika berpindah status dari karyawan jadi pengusaha. Diakuinya setiap usaha ada kendalanya sendiri. Tantangan besarnya ialah bagaimana agar perusahaan tetap tumbuh. Oleh karena itu perlu adanya semangat membangun didalamnya. 
 
Mereka haruslah menjadi sosok adaptif agar bisa sejalan bersama. Reza punya prinsip menjalankan usahanya ini. Dia berpedoman kejujuran dan juga sikap pantang menyerah. Selain itu ia juga meyakinkan tak perlu harus menaklukan tantang apapun.
 

Sukses Pengusaha

 
Selalu ada motivasi dalam dirinya cuma tak "ngoyo" mengejar ambisi. Semuanya telah diperhitungkan olehnya matang- matang. Bicara tentang bisnisnya yaitu bisnis ritel Reza sudah membaca pasarnya 5 tahun mendatang. Menurutnya nantinya omzet akan lebih besar dari sebelumnya.

Tentu saja, pasalnya konsep Bandung sebagai tren center sudah menggema. Orang Indonesia pun sudah tak malu- malu membeli produk dalam negeri. Dan, untuk menjawab tantangan global, ia punya strategi sendiri yakni membangun organisasi perusahaan agar solid. 
 
Harus ada perubahan sistematis- gesit menyambut apa peluang mendatang. Ini termasuk soal adanya pasar bebas Asia loh.

"Kami juga akan segera memaksimalkan pasar domestik yang ada serta memanfaatkan momentum adanya Perdagangan Bebas China dan ASEAN atau CAFTA (China and ASEAN Free Trade." jelas Reza.

Kabar gembiranya adalah pengusaha muda Indonesia mulai tumbuh. Ia sendiri tak merasa tersaingi oleh meraka loh. Begitu banyak entrepreneur muda baru bermunculan. Ia lantas memberikan saran buat kamu yang baru memulai. 
 
Menitik beratkanlah kepada inovasi. Jangan cuma main me- too strategi atau cuma mau ikut- ikutan saja. Kembangkan pasar kamu sendiri jelasnya. Buatlah trobosan baru dibidang kamu kerjakan nanti.

Tanggapan akan produk garmen asal Tiongkok. Reza mengharapkan adanya antisipasi. Ini juga termasuk dari pengusahanya sendiri. Haruslah siap mengamati pasar domestik dan kecenderungan pasar luar negeri. 
 
Kita ambil contoh defaluasi Yuan atas Dollar. Ini akan berdampak mata uang Yuan lebih rendah dari Dollar. Padahal Amerika merupakan pasar tujuan Tiongkok. Oleh karena Yuan rendah maka kesempatan ekspor akan jadi lebih besar.

Ini bisa merembet ke pasar kita loh. Hal lainnya adalah jangan ada perang harga antara kita. Janganlah selalu memanfaatkan harga yang lebih murah. Fokuslah kepada desain update serta bagaiman mendistribusikan barang lebih efisien. Berjualan lah melalui konsep komunitas. 
 
Inilah kiat sukses dari seorang Reza Utama pemilik dan pendiri brand Gee Eight. Fans Sam Walton, Sandiaga Uno, ini juga tak malu menyebut satu sosok lain yaitu ayahnya, sebagai inspirasi.

Twitter @utamareza

Pernah Dilarang Jadi Pengusaha Laundry

Profil Pengusaha Fen Saparita


pengusahalaundry.png
 
Pernah dilarang jadi pengusaha laundry. Memang menjadi wirausahawa sulit. Tetapi menjadi pelopor merupakan kebanggan. Kerja kerasany terbayar ikut membangun perekonomian Indonesia. Dialah Fen
Saprita, pelopor bisnis landry, pemilik Melia Laundry berkisah awal terjun berbisnis.
 
Terinspirasi oleh gaya hidup masyarakata urban dimana rutinitas sangat tinggi. Jadilah kebutuhan akan cuci- mencuci pakaian jadi hal merepotkan. Disisi lain, mau menyewa pembantu tak semua orang bisa. Seperti halnya para mahasiswa dari perantauan yang hidup berhemat.
 

Bisnis Inspirasi


Sibu- sibuk itulah masyarakat perkotaan. Pada masanya, Fen cukup kesulitan mengingat saat itu belum lah setenar sekarang. Bisa dibilang dia menjadi salah satu pelopor bisnis laundry. Khususnya buat semua masyarakat di Jogja yang belum terlalu mengenal. 
 
Tahun 1996 tepatnya usaha itu didirikan dimana ia adalah karyawan biasa, ya, seorang yang berani mencoba keluar dari zona nyamannya. Jabatannya kala itu staff keuangan di Semen Gresik ditinggal. Ia malah memilih memulai bisnis laundry sendiri. 
 
Meskipun begitu keluarga besarnya mengaggap ini taklah serius. Mereka meragukan -protes ketika Fen memutuskan keluar. Tapi tak membuatnya nyalinya berbisnis surut. Butuh modal? Tidak perlu, cukup menjual rumahnya sendiri di Jakarta, lantas mantap menetap di Yogyakarta. 
 
Kemudian jadilah sebuah bisnis Melia Laundry & Dry Cleaning di 9 Maret 1996. Lokasinya sederhana saja. Pemilihan kata Melia memiliki arti mengalir menurutnya. Merek dagang yang ia harapkan akan mengalir untungnya. Termasuk mengalir tanpa hambatan apapun. 
 
Tiga bulan membuka usaha sendiri faktanya malah sepi. Tiga bulan semenjak buka tak ada satupun. Fen masih optimis akan usahanya. Ia bahkan semakin ngotot memperkenalkan "apa itu laundry". Kondisi sulit tak membuatnya lantas menyerah. Dibukalah sebuah counter tanya jawab. 
 
Tujuannya yaitu mempromosikan apa itu laundry. Sejak dibukanya sebuah counter di depan Supermarket Hero, sudah mulai banyak orang berminat. Lambat laun masyarakat Yogyakarta mulai paham apa itu laundry. 
 
Konsumen pun mulai datang ke Melia Laundry. Mereka membutuhkan jasa binatu cuci- cuci baju kotor mereka. Lantas, ia mulai membidik pasarnya sedikit- demi sedikit. Beda dari jasa- jasa laundry sekarang, kala itu, pasar targetnya ialah para masyarakata kelas menengah- atas. 
 
Dia memberikan layanan ekslusip buat mereka. Sementara itu menjamurnya bisnis laundry setelahnya tak juga menggoyah pasaran Melia Laundry. Prinspi dasarnya adalah menjaga loyalitas para pelanggan setianya. Fen selalu memperhatikan kepuasan konsumen. 
 
Tak ayak ketika permintaan jasa laundry meningkat. Dengan percaya dirinya membuka peluang baru. Ia menawarkan konsep kemitraan atau franchise. Setelah 8 tahun melewati asam garam bisnisnya, kini dia telah memiliki banyak cabang.
 
Berkat cara inilah Meli Laundry menyebar ke Semarang, Jakarta, Cirebon, Makassar, Bireun Aceh, Bengkalis Riau, Bali, Jambi, Medan, Padang, Surabaya, Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kendari, Cepu, Bogor, Pasuruan, Pekanbaru, Balikpapan, Magelang, Palangkaraya, Ambon.dll. 
 
Konsepnya matang dan modern membuat usahanya bertahan di ramainya binatu. Prestasi sudah pasti didapatkan olehnya. Dia tercatat menjadi salah satu entrepreneur terbaik. Lelaki paruh baya ini mempunya kegigihan.

Bonek Bondo Nekat Pengusaha Daun Tembakau

Profil Pengusaha Mohrizal Rizki


pengusahatembakau.png
 
Pengusaha daun tembakau bukan narkoba. Bonek "bondo nekat" menjalankan usaha kreatif begini. Ia membuktikan bahwa kreatifitas berharga. Itu bisa dijadikan modal awal wirausaha muda. Kisah pria bernama Mohrizal Rizki, usahanya menyangkut mengolah daun tembakau.
 
 
Apa sih usahanya anak muda satu ini? Ternyata usahanya tembakau, eit, bukan sembarang tembakau. Bukan pula bisnis rokok kretek seperti akan kamu bayangkan. Dia bukan lah seorang produsen rokok.
 

Kerajinan Daun Tembakau


Terjun ke bisnis macam ini memang kegemarannya. Tembakau dipilih lantaran memang sudah lekat di hidup masyarakat dunia. Ia melanjutkan ini merupakan bisnis kerajinan. Adalah mahasiswa semester 7 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, konsep kewirausahaan sudah melekat dalam dirinya. 
 
Meski barulah bisnis pertamanya sudah bisa merebut perhatian loh.

"Sebelum menjalani bisnis ini, saya hanya berstatus mahasiswa..... Namun saya sudah memiliki jiwa entrepreneurship semenjak masih sekolah," tambah Rizki.

Tantangan terbesar baginya adalah menjalankan bisnis itu sendiri. Kalau cuma modal ngomong saja tak akan ada hasilnya. Pengusaha muda ini juga mengingatkan pentingnya inovasi. Ini lah yang terkadang membawa gerakan seorang pengusaha muda melambat. 
 
Perlu memikirkan inovasi- inovasi apa untuk bisnis mendatang. Kita harus memikirkan inovasi bisnis yang belum ada sebelumnya. Kemudian selepas menemukan inovasi. Hal paling tersulit ialah mengeksekusinya. Melakukan gerakan awal buat menjalankan ide bisnisnya. 
 
Rizki sendiri awalnya mengikuti ajang pameran oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember. Dari sanalah lantas banyak pengunjung tertarik akan produknya. 
 
"Banyak pengunjung yang tertarik dengan produk saya dan menganjurkan saya mengembangkan bisnis kerajinan daun tembakau ini," terangnya.
 

Jadi Bonek Bondo Nekat


Pengusaha daun tembakau bukan narkoba. Ia mengambil resiko, maka dikeluarkanlah senjata andalan. Apalagi kalau bukan uang tabungan pribadiya dikuras buat berbisnis. Namun, hal tersebut terbayar, di 2014 resmi mendapatkan suntikan dana dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.

Di waktu sengganya, Rizkimasih bisa menyalurkan hobinya, yakni bermain gitar dan menciptakan lagu. Disisi lain bersemangat memulai usahanya sendiri. Modal awal saat itu cuma 500.000 saja dari tabungan milik pribadi. 
 
Modal lainnya ialah nekat atau istilahnya "bonek". Bondo Nekat kepanjangan dari cuma modal nekat memakai uang seadanya. Nekat dalam entrepreneurship konsepnya ialah keberaniannya mengambil resiko.

Modal nekat memberikan rasa kemandirian buat kita. Penulis juga merasakan hal yang sama. Ada kepuasan tersendiri ketika mendapatkan itu. Kemandirian membangun kepercayaan diri. Kepercayaan kita haruslah bisa keluar dari masalah pelik apapun; tidak cuma bisnis. 
 
Hal memotivasi adalah kata- kata jamak bagi kita pengusaha. Pegangan bahwa kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Sukses bisnis tembakau yang ia beri nama Cobacco Crafting. Ini merupakan produk pertama di Indonesia. 
 
Dan, menurut prediksinya, lima tahun kedepan masih banyak ceruk bisnisnya. Kerajinan produk tembakau ini diharapkan akan maju. Dalam lima tahun mendatanga Rizki fokus membangun relasi bisnis. 
 
Rizki akan fokus membangun relasi dengan palaku kerajinan lain. Fungsinya agar bisa mendapatkan ilmu bagaimana masuk ke pasar.

"Strategi saya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan adalah membangun relasi dengan pelaku bisnis kerajinan tangan untuk memperoleh ilmu dalam meningkatkan mutu kualitas produk, serta memasarkan produk saya ke outlet-outlet kerajinan tangan di Indonesia," terangnya kepad pewarta.

Namanya merupakan ide pribadi. Merupakan satu perpaduan antara Crafting dan tOBACCO. Yang mana menggunakan ejaan dimiripkan Madura cobacco dari ko- bako. Ini mempersentasikan harapan besar masyarakat Jember. 
 
Dimana mayoritasnya adalah para pendatang Jember. Sukses memperkenalkan usaha pertama di Indonesia ini, apakah mimpi besar lain Rizki? Ia punya mimpi membangun usaha industri- wisata, apa itu, usaha yang memadukan wisata dan bisnis.

Ketika orang berkunjung mereka bisa merasakan bagaimana membuat tembakau. Bagaimana merubahnya jadi aneka kerajinan. Untuk itulah diperlukan pemikiran out of the box. Rizki berharap proyek besar ini akan jadi inspirasi bagi pengusaha lain. 
 
Menurutnya kondisi ekonomi sekarang memang butuh bibit- bibit usaha baru. Mereka para anak muda harus menjadi pengusaha. Pasar bebas di tahun 2015 menjadi patokan buat kamu menurutnya.

Kendala terbesar baginya menjalankan bisnis ini. Tak lain kalau bukan ada di tembakaunya sendiri. Bisnis dari Cobacco membutuhkan lembaran duan bakau. Perlu diketahui bahwa tembakau adalah tanaman yang punya siklus musiman. Jadi tak mudah buat berproduksi tetap. 
 
Mengakali hal inilah, rencananya, ia akan membuat satu ruang penyimpanan. Dimana ketika musim panen akan disimpan sebanyak mungkin. Hingga ia bisa selalu berproduksi. Bicara tentang inspirasi pengusaha -nya. Maka jawabnya tak lain adalah sosok Ir. Ciputra. 
 
Dia menyebut ia lah sosok entrepreneur sejati. Rizki sendiri mengaku sering mendatangi berbagai seminar kewirausahaan. Seperti yang diadakan oleh Ir. Ciputra. Inilah alasannya mau masuk ke dunia entrepreneurship.

Twitter @Cobaccocrafting

Bisnis Sepatu Bogoriginal Wirausaha Lokal

Kisah Toko Online Sepatu Lokal


bisnisepatu.png
 
Wirausaha lokal ini membuktikan Indonesia layak. Bisnis sepatu Bogoriginal membuktikan mampu memproduksi sepatu. Taukah bahwa Indonesia menjadi pusat produksi brand sepatu ternama. Model sepatunya macam- macam cantik.

Berawal dari rasa penasaran akan kulitas sepatu Bogor. Adalah dua orang sahabat berbisnis bersama, ialah Astiti Puriwigati atau dipanggil Putie, kemudian Ditta Harakita atau Ditta, keduanya sama- sama pemikiran yang sama.
 

Wirausaha Lokal

 
Ini produk lokal asli dari Bogor layak dipasarkan. Sepatu ini merupakan hasil produksi lokal. Dimata keduanya sebagai perempuan dan pecinta fashion pastilah beda. Meski keduanya mempunya latar belakang bukan bisnis. Keduanya sepakat menangkap peluang itu nyata. 
 
Jadilah kedua alumni jurusan Ilmu Pertanian IPB memulai kisahnya. Mereka tak sendiri dibantu para perajin sepatu Bogor. Usaha bernama Bogoriginal dibentuk. Mewadahi cita rasa dua mahasiswi ini buat berbisnis online.

Sebenarnya hidup mereka sudah berkecukupan. Mereka adalah wanita karir sekaligus ibu rumah tangga sukses. Cuma saja hati mereka tergelitik mencoba. Ranah internet dimanfaatkan keduanya sejak 2012. 
 
Jujur alasan lain kenapa memulai usaha sendiri; kerena tak fokus. Usut- punya usut keduanya mulai tak fokus di rumah tangga kerena beban pekerjaan. Itu alasan lain selain untuk mempromosikan sepatu lokal asli Bogor. Mereka ini saling memahami satu sama lain.

Pilihan hati mereka jatuh di pengrajin lokal sekitar mereka. Ini layak dipasarkan secara luas. Hingga kedua sahabat ini mulai fokus mengerjakan bisnis.

Memutuskan keluar dari pekerjaan mungkin bukan hal tersulit. Kemudian memperkenalkan nama brand milik mereka sendiri, Bogoriginal. Modal awalnya cuma Rp.400 ribu, tapi malah membengkak jadi Rp.15 juta
 

Bisnis Sepatu

 
Mereka lantas memasarkan produknya ke beberapa teman terdekat. Berjalannya waktu meningkat melalui sistem bisnis online menyasar perempuan muda. Mereka aktif memanfaatkan Twitter, Facebook, lain- lain. Tak cukup ditambah sistem reseller membuatnya lebih "wah".

Tak disangka lambat laun nama brand -nya mulai dikenal. Hingga pertengahan 2012 sudah bisa balik modal hanya dalam hitungan bulan saja. Kini, sudah punya toko di kawasan Darmaga Bogor, dikawasan bernama Graha Kartika Pratama Cluster Srikandi, Blok DD2 nomor 14 Cibinong- Bogor. 
 
Harga jual sepatu milik mereka dipatok cukup murah antara Rp.65 ribu sampai Rp.235 ribu per- pasang. Sukses Bogoriginial lalu disusul brand baru. Brand yang mewakili jati diri mereka. Yang merupakan kemantapan keduanya dalam mendesain sendiri. 
 
Lini khusus yang diberi mereka nama Edrea Harakita. Mereka cukup dibantu 12 orang pekerja. Terdiri dari 8 pegawai di gudang, 4 sebagai customer service, dimana ada 4 bengkel produksi. Apakah mereka menyesal meninggalkan pekerjaan buktinya tidak. 
 
Sukses memasarkan brand Bogoriginal menghasilkan omzet sampai Rp.100 juta sampai Rp.300 juta. Ditta menuturkan kepada pewarta Liputan6, sukses bisa diraih karena mereka mampu menjaga kepercayaan pelanggan. Bukan perkara mudah mereka harus tetap jadi bisnis online amanah. 
 
Cara menjaganya selain itu ada pada pelayanan konsumen juga menjaga kualitas produknya. Barangnya harus berkualitas, modelnya itu mengacu pada sepatu yang nyaman. Ditta menjelaskan awalnya mereka memproduksi sepatu hak tinggi tapi menyakitkan.

Sepatu hak tinggi nan cantik tersebut ternyata menyakitkan. Kemudian mulailah mereka melakukan survei kecil- kecil. Hasilnya ternyata perempuan muda suka sepatu empuk, desain nyaman di kaki, jadilah semua itu menjadi fokus bisnis mereka sekarang. 
 
Bukan tanpa halangan bayangkan saja ceruk pasar mereka tuju. Ia harus bersaing dengan bisnis sejenis menawarkan produk sama. Apalagi sekarang kemudahan berjualan di media sosial; siapa saja bisa.

"Tapi kami mengubah kendala jadi peluang," ujarnya.

Mereka masih bersemangat menyebarkan brand -nya ke penjuru Indonesia. Bahkan kalau bisa mencapai ke pasar manca negara. Mereka berdua punya tujuan baru sama lagi. Ingin membangkitkan brand lokal ke kancah internasional. 
 
Sebagai perempuan mencoba menghadirkan produk estetika. Memproduksi aneka sandal dan sepatu menarik bagi konsumen.

Sebagai putri daerah keduanya tidak cuma soal uang. Melainkan partisipasi aktif membangun lapangan kerja baru. Mereka dibantu pengrajin asal Ciomas, dipasarkan melalui online lewat Bogoriginal, memanfaatkan sosial media Twitter di @bogoriginal atau Facebook fanspage Bogoriginal Store. 
 
Kemudian ada dua brand baru Edrea Haratika dan Gratica. Dibantu oleh teman- teman kuliah, saudara di Bogor, dimana aktif bekerja menjadi reseller mereka.

Marketing Freshcare Bisnis Minyak Angin

Sukses Pengusaha Diana Christy


minyakangin.png
 
Bisnis minyak angin nampak begitu mudah. Dibalik marketing Freshcare ada dua sosok fital. Adalah sosoknya Harun Pramono dan Diana Christy, keduanya dikenal bersama membangun bisnis. Mereka merupakan kolega lama. 
 
Usut- punya usut keduanya pernah bersama bekerja di pucuk pimpinan Soho Group. Itu loh perusahaan PT. Soho yang punya produk Curcuma Plus. Harun sendiri tercatat menduduki posisi penting di perusahaan Soho. 
 

Bisnis Minyak Angin

 
Waktu itu, ia telah menduduki jabatan Sales & Marketing Director Consumer di divisi kesehatan. Ketika berbicara Soho produknya memang sejenis produk Freshcare oleh Ultra Sakti. Ya, produk ini memang diproduksi oleh sebuah perusahaan lain bernama PT. Ultra Sakti. 
 
Bisnisnya meliputi produk herbal mengikut langkah dari Soho sendiri. Salah satu produk yang dikerjakan olehnya adalah Diapet. Produk yang diluncurkan sejak tahun 2000. Bahan alaminya ya daun jambu biji diekstrak. Ini lantas digunakan untuk obat pencernaan.

Idenya memasukan daun jambu biji di kapsul. Sebelumnya belum ada produk sejenis yang menggunakan asli dari alam. Diapet sendiri ditangannya menguasai 30% dari pasar produk sejenis. Kisah sukses Harun lantas dilanjutkan di perusahaan barunya. 
 
Menurut profil di LinkedIn, Harun Pramono, tercatat menjadi Sales & Marketing Director dari 1999- 2010 (10 tahun). Pindah ke perusahaan lain namanya langsung melejit melalui produk bernama Freshcare.

Sosok lain adalah Diana Christy, sang Sales & Marketing Director di Ultra Sakti. Dimana bersama Harun jadi kunci sukses lain Freshcare. Mungkin orang Indonesia sudah biasa dengan produk minyak angin. Ada perbedaan jauh ketika kita melihat produk Freshcare. 
 
Faktanya mereka tak takut bahkan berani bertaruh lebih. Bayangkan saja tak mudah buat memperkenalkan konsep baru di produk sudah mapan. "Prosesnya panjang," ujarnya langsung kepada situs Mix.co.id. 
 
Tak membuat urung bahkan Ultra Sakti (US) semakin gencar. Melalui riset seksama kesimpulan kebutuhan akan minyak angin besar. Nah, disinilah, Freshcare dibentuk menjadi kemasan botol kaca modern. Kemudian dijadikan lebih modern melalui konsep roll- on. 
 
Ini mengatasi masalah utama produk minyak angin biasa. Dimana orang kesulitan buat membuka- tutup kemasan. Bicara mengenai produk saingan Freshcare yakni Safe Care, ternyata ini sudah ada sebelum Freshcare, masalahnya fokus distribusinya kala itu ada di Jawa Timur.

"Safe Care masuk ke pasar lebih dulu. Tapi distribusinya hanya sebatas daerah Jawa Timur," tutur Diana.

Marketing Artis

 
Menutup kelemahan itulah Freshcare serius dikerjakan. Pola ditribusinya juga 180 derajat berbeda. Yakni ia menyasar pasaran pasar modern, toko obat, beberapa ritel, menjadi sasarannya ke penjuru Indonesia. 
 
Inilah distribus merata menyasar pasar- pasar obat ethical. Karena ini berbeda dengan obat umum yang bisa dijual lewat warung- warung. Setelah merata barulah ditambah promosi gencar. Dua pasar atas dan bawah menjadi sasaran.

Harganya yang cukup murah membuatnya bisa dipakai dibawah. Kemudian diendors oleh sosok artis seperti Agnes Monica bisa memasuki pasar atas. Apalagi kepraktisan yang ditawarkan Freshcare begitu mengena di hati. 
 
Agnes Monica mewakili modern. Dan, tagline Freshcare adalah minyak angin modern, tapi masih bisa dijangkau kalangan menengah ke bawah. Promosi gencar tak cuma lewat juga melalui anake acara live. Ia menyebut pokoknya acara tv yang top rating!

"Pokoknya acara televisi yang termasuk top rating, kami hadir di sana," kata Diana.

Bisa dihitung berapa banyak biaya iklan dikeluarkan Freshcare; but it's work. Harun juga menjelaskan selain lewat televisi ada pula kegiatan diluar. Seperti halnya konser dangdut yang menyentuh kalangan bawah. Lalu melalui pengajian membawa kesegaran buat ibu- ibu di penjuru Jawa Timur. 
 
Kemudian ada pula program jalan sehat. Pokoknya mencari celah dimana orang biasanya berkumpul dan bisa kena masuk angin atau juga pegal- pegal. Siapa Diana Christy, adalah seorang Apoteker, lulusan Universitas Gajah Mada di tahun 1996. 
 
Konsisten masuk ke bisnis farmasi di aneka perusahaan. Sebagai marketer fokusnya memastikan Freshcare buat selalu menjadi top of mind. Mudahnya kalau pegal ya ingatnya Freshcare. Ini termasuk promosi lewat wadah imut lucu seperti gantungan kunci itu loh. 
 
Kapan saja -dimana saja maka pakai Freshcare jika pegal ataupun masuk angin. Baginya promosi lewat televisi merupakan piliha terbaik. Dimana bisa menjangkau aneka kalangan. Ibu dua anak ini memang sudah lama bekerja di perusahaan farmasi. 
 
Sebelum Ultra Sakti di 2010, dirinya pernah juga menjabat di Dancos Lab (Kalbe Internasional) tahun 1996- 1998. Kala itu, ia bekerja sebagai produk eksekutif. Kemudian ia pindah ke Soho Group pada 1998- 2010 sebagai Marketing Manager. 
 
Pilihan ini tepat terbutki dengan suksesnya lewat aneka produk herbalnya.

"Saya tidak terlalu banyak berpindah tempat kerja, karena yang saya butuhkan adalah kenyaman dalam bekerja, dan kestabilan untuk terus mengembangkan diri di perusahaan, serta tumbuh bersama setiap pekerjaan dan karya kita," tutur Diana.

Ket foto: Harun Pramono (tengah kanan), Diana Christy (pojok kanan)

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba