Toko Serba Pedas Ide Bisnis Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Willyhono

 
toserba.png
 
Ide bisnis pengusaha muda berikut baik ditiru. Toko serba pedas ini adalah konsep one stop service menarik.  Bila kamu berkunjung ke Bandung maka banyak kuliner. Di setiap tempat menyajikan aneka kuliner unik, termasuk yang pedas- pedas.

Mereka memanjakan lidah. Kamu harus bersiap- siap menentukan apa yang akan kamu makan hari ini. Salah satu kuliner "ngejren" yang patut anda coba ialah Toserda alias Toko Serba Lada. Usaha yang memfokuskan aneka olahan. 
 
Pemiliknya, Willyhono, kemudian berbagi cerita kepada Vivanews.com, bahwa bisnis Toserda ialah bisnis aneka makanan serba pedas.
 

Kembangkan Ide Bisnis


Kemudian Willy, sapaan Willyhono, bercerita bahwa bisnisnya merupakan berkelanjutan bisnis sebelumnya. Waktu itu ia menjajakan produk olahan pedas namun hanya satu jenis. 
 
"Dulu, saya menjual satu produk saja, yaitu bawang pedas. Namanya, Bawang Pedas Balalada buatan teman saya," kata dia. Lama- lama karena melihat respon pasar bagus, jadilah pria kelahiran 1983 ini, mencetuskan ide gila yakni berjualan makanan serba pedas.

"Kalau saya lihat, respons konsumen bagus. Rata-rata orang Indonesia suka makanan pedas," kata dia.

Dia memutuskan untuk mengembangkan usaha itu lebih. Idenya memperbanyak jenis dagangannya. Sukses dia menanjak setelah menggunakan sistem online. 
 
Pertama- tama, Willy membangun toko di Jalan Padjajaran No. 4, Bandung, modal awalnya total sebesar Rp10- 15 juta. Untuk nama toko seluas 25 meter persegi itu, dia sengaja memilih akronim dan ada unsur bahasa Sunda. Biar mudah diterima warga Bandung mungkin.

"Orang-orang tahunya Toserba, toko serba ada. Tapi, saya pilih Toserda, toko serba lada. Kata 'lada' dalam bahasa Sunda, kan, artinya pedas," kata dia. Jadi nama lada disini bukanlah dikususkan untuk makanan yang serba lada, ini juga makanan berbahan pedas lainnya.

Kemudian dia mulai memperbanyak jenis dagangannya, mulai dari makanan bawang goreng pedas, keripik, kerupuk, abon, sambal, rendang, bahkan cokelat. Produk dagangannya memiliki tingkat kepedasan, mulai level satu untuk pedas hingga level enam untuk sangat pedas. 
 
Penganan di Toserda pun beraneka macam ukurannya, mulai dari 100 gram, 300 gram, dan 400 gram. Harganya juga bervariasi, mulai dari seharga Rp5.000 -an hingga Rp59.000.

"Yang Rp5.000 itu keripik, beratnya 100 gram dan Rp59.000 adalah rendang kering," kata pria lulusan Universitas Parahyangan, Bandung itu.

Dari mana barang itu berasal? Barang dagangannya berasal dari home industry di Bandung dan sekitarnya. 
 
"Tapi, kalau untuk abon, saya juga mendapatkannya dari Cirebon, Medan, Jakarta, dan Surabaya. Untuk cokelat, saya mengambil produk Chocodot dari Garut dan Monggo dari Jawa (Yogyakarta) dan harganya berkisar Rp10-15 ribu per kemasan," kata dia.

Ada dua cara diterapkan oleh Willy untuk menjadi pemasok tokonya. Pertama, melalui sistem beli putus, artinya dia membeli produk itu sendiri berdasarkan berat tertentu dan selesai. Dia lalu menjual kembali produknya. 
 
Cara titip barang jadi yang paling banyak digunakan para supplier di Toserda. Mungkin karena lebih praktis soal jumlah saja. "Saya hanya mengambil marjin keuntungan 20 persen dari dagangan mereka," kata dia.

Memang tidak semua penganan pedas akan masuk ke daftar jualannya tanpa seleksi. Willy akan aktif ikut mensurvei dahulu calon dagangannya tersebut. 
 
"Saya lihat-lihat dulu dagangannya, mana yang paling laris. Sambal biasanya habis 10 kemasan per minggu, sedangkan basreng (bakso goreng) habis 100-200 bungkus per minggu," ujarnya lagi.

Jangan pikir bisnisnya tanpa hambatan selalu berbuah manis. Willy mengaku mengawali bisnisnya dengan pasang surut. Ketika keripik pedas booming jadilah Toserda mampu meraup omzet sampai Rp.60- 70 juta. 
 
Tapi, dengan bertambahnya saingan, produk- produk keripik pedas lain memotong omzetnya bisa sampai cuma Rp.30 juta per- bulan. Sarjana matematika ini cuma mempekerjakan dua pegawai offline juga satu pekerja online dan satu programer.

Toserda online


Makanan yang dijajakan antara lain keripik, abon, bawang goreng pedas, kerupuk, sambal, rendang, hingga coklat pedas. Memang sangatlah unik, bahkan produknya dikategorikan berdasarkan tingkatan level juga, dari level satu untuk pedas sampai level enam untuk rasa super pedas. 
 
Kemudian selain melalui tokonya yang berada di Bandung, Toserda juga membukan satu toko online melalui toserda.com, yang ikonnya berupa gambar cabai rawit super pedas. 
 
Toko online yang didirikan pada 11 Juni 2011, biaya yang dia keluarkan untuk membuat website ini sama dengan biaya yang dia keluarkan untuk toko offline, yaitu Rp10-15 juta. 
 
Willy menyewa satu domain dengan kapasitas 200-an MB dan ada satu karyawan khusus yang menangani toko online itu, mulai desain hingga pemeliharaan. Tak mau setengah- setengah, barangnya itu dipastikan mampu menembus pasar nasional dan internasional.

Barang dagangannya itu sudah pernah dibeli konsumen Jakarta, Bandung, dan Tasikmalaya untuk pasar lokal. Kalau online, barangnya sudah pernah dibeli orang Indonesia, bahkan hingga konsumen dari Malaysia, Singapura, Amerika, Swedia, Inggris, dan Australia. 
 
Willy menjelaskan tidak mau membatasi jumlah minimal penganan kepada pelanggannya, baik di toko offline maupun online.

"Saya sih tidak membatasi. Kalau pembeli mau beli satu bungkus, ya, kami tetap melayani. Itu kan nanti dikenai biaya pengiriman kalau online," ujarnya. 
 
Bahkan ada pelanggan yang membeli satu bungkus, tetap ia layani, "Pernah ada konsumen dari Nusa Tenggara yang hanya membeli satu bungkus basreng," kata dia.

Ia menambahkan Toserda belum memiliki cabang, tapi sudah memilik reseller dan agen. Memang ada berbagai persyaratan bagi siapa pun yang berminat untuk menjadi reseller dan agennya. Menurut dia, reseller itu ada dua, yaitu yang dropship dan stock. 
 
"Reseller dropship itu gratis, tapi dia tidak punya stok barang. Jadi, dia membeli dari saya. Harga jual ke konsumen, sih, tergantung dia," katanya. Jika pemesan menjadi reseller tinggal menghubungi dia langsung untuk pemesanan baik dropship atau tidak.

Kemudian reseller mentransfer sejumlah uang sesuai barang yang dipesan. "Setelah mendapat konfirmasi, kami mengirimkan barang itu kepada reseller dan dia yang menjualnya ke pembeli itu," tuturnya. 
 
Beda antara reseller stock dan agen. Ada minimal pembelian yang harus dipenuhi keduanya. Untuk reseller, dia wajib membeli minimal sebesar Rp.500 ribu, sedangkan agen, dia wajib membeli minimal Rp.3 juta. 
 
"Terserah barang apa yang dia pesan, dan jumlahnya itu tergantung harga barangnya," kata dia.

Saat ini, para reseller Toserda berasal dari wilayah Bogor, Medan, Jakarta, Samarinda, bahkan Belanda dan Swedia. "Mereka itu orang Indonesia dan memasarkan produknya ke perkumpulan orang-orang Indonesia di Eropa. Di sana susah mencari makanan Indonesia," ujarnya. 
 
Ada sedikit pengalaman menarik yang ia rasakan ketika berjualan penganan pedas, dan itu terjadi dua tahun yang lalu. Katika itu harga cabai sedang melambung, akhirnya banyak orang justru banyak membeli cabe olahan daripada cabe asli.

"Dulu, waktu harga cabai sempat naik hingga Rp80 ribu, orang-orang lebih suka membeli sambal seharga Rp20 ribuan per kemasan daripada cabai Rp80 ribu per kilogram," ungap Willy ke vivanews.com. 
 
Apabila anda tertarik menjajal berbagai produk makanan pedas ini, bisa saja langsung berkunjung ke Toserda, yang terletak di Jl. Padjajaran No. 4, Bandung. Tapi, apabila kamu tidak sempat berkunjung ke sana, kamu bisa juga mengakses toko online-nya di www.toserda.com.

Bisnis Madu Kalimantan Kisah Bakti Seorang Ibu

Profil PengusahaYuhanna

 
 
madukalimantan.png
 
Bisnis madu Kalimantan Tiga Wanyi menyimpan cerita haru. Kisah bakti seorang ibu demi memenuhi kebutuhan keluarga. Cairan emas ini memang sangat berharga terutama bagi kesehatan kita. Produk yang dihasilkan lebah ini, dan telah menjadi rahasia umum menyembuhkan beberapa penyakit. 
 
Selain rasanya enak kandungan gizinya mantap. Pengusaha itu bernama Yuhanna, ibu berumur 53 tahun, yang sejak tahun 1980 mengumpulkan madu dari pedalaman hutan Kalimantan. Apa berbeda adalah madu- madu tersebut berasal dari bunga-bunga yang dihisap lebah langsung.
 

Pertama Kali Usaha

 
Bunga- bunga yang belum tercemar oleh polusi.

"Sudah sejak tahun 80-an, ibu mulai menjual madu. Dulu, biasanya ke pasar setiap minggunya," katanya.

Dulu memang seorang pegawai negeri, kini, ibu Yuhanna adalah seorang pengusaha kecil- kecilan sukses. Bermodal madu Kalimantan, ia sukses membawa ke empat anaknya untuk menjadi sarjana. 
 
Selama puluhan tahun sudah ia menjual madu- madu tersebut, kini pemasok pun makin banyak, sehingga pasokan madu bisa stabil tidak seperti dulu. Kondisi ini yang membuatnya berbeda seperti pedagang madu alam lainnya di Kalimantan. Dia punya brand -nya sendiri.

Waktu pertama kali memulai usaha, Yuhanna mengaku hanya membeli 23 liter madu dari orang Dayak pedalaman Kalimantan. Itu pun, dengan pasokan yang tidak pasti ada di setiap minggunya. Karena memang madu pedalaman bisa dibilang langka, karena dari bunga liar. 
 
Dia mulai dari mengumpulkan madu- madu dari botol- botol bekas untuk pertama kali. Harga madunya berkisah di Rp.150 ribu per- satu liter dan harga Rp.75 ribu untuk kemasan berisi 500 liter.

Selain itu, ia yang ikut menikmati program CSR (corporate social responsibility) dari PT Adaro Indonesia Tbk, memilih membuat kemasan yang baik untuk setiap produknya guna menjamin kebersihan dan mutu. Setelah mendapatkan pasokan tetap bisnis Yuhanna mulai mulus. 
 
"Dulu, kami hanya menggunakan jeriken yang dijejer di depan rumah. Setelah ada penyuluhan, kami mulai tahu bagaimana nilai kebersihan dan keamanan dari sebuah produk," ujarnya.

Madunya bernama madu Tiga Wanyi. Madu yang kini dijual tidak terbatas di Kalimanta melainkan ke seluruh Indonesia. Alasannya karena madu hutan terkenal lebih berkasiat, rahasia umum di seantero Indonesia. Dia mengaku untuk menghasilkan sekelas industri masih banyak kendala. 
 
Sebab, karena madu hutan itu sangatlah tergantung oleh lebah dan musim bunga di hutan. Yuhanna meyakinkan kita bahwa madunya 100% asli. Dia mengatakan bahwa banyak diluaran sana, banyak yang mengaku- ngaku menjual madu hutan kalimantan, padahal telah ada percampuran dengan air gula ataupun madu lain. 
 
Madu miliknya ini, menurutnya, bisa tahan hingga lima bahkan tujuh tahun tanpa diberikan bahan pengawet hanya perlu pengemasan khusus. 
 
Syaratnya hanya satu, madu disimpan ditempat yang baik dan tidak dimasukkan ke dalam lemari es. "Kalau dimasukkan ke dalam lemari es, bakteri-bakteri yang ada di dalam madu itu akan mati," katanya.

Madu hutan Kalimantan ini, dia melanjutkan, semakin lama disimpan akan semakin baik. Bahkan, kadang ia menyediakan madu hitam kalimantan yang berguna untuk meningkatkan vitalitas. 
 
"Kalau madu hitam ini sulit mendapatkannya, karena harus disimpan selama lebih dari lima tahun," ujarnya. Jadi, jika Anda kebetulan bepergian ke Kalimantan Selatan, tidak ada salahnya untuk mencoba madu khas ini. Sebab, Madu Tiga Wanyi ini tidak membuka cabang lain.

Kamu bisa berkunjung ke toko mereka di Jalan A. Yani, RT V, Kelurahan Jangkung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Bisnis Sambal Baby Cumi Online Pengusaha Fachry

Profil Pengusaha Fachry Dwiprihanto

 

sambalcumi.png
 

Pengusaha Fachry Dwiprihanto tidak menyangkan akan begini. Efek pandemi COVID 19 justru memberi peluang usaha. Dibantu mahasiswa tata boga yang susah dapat kerja. Fachry siap menjajakan sambal baby cumi dimanapun.

 

Lewat online, anak muda asal Malang, Jawa Timur, tersebut membuat sambal dalam botol. Sambal baby cumi memang sempat naik daun. Dan ternyata belum meredub bahkan menanjak lagi. Semenjak pandemi COVID 19, memang perubahan pola konsumsi masyarakat berubah drastis.

 

Masyarakat lebih banyak duduk memainkan gawai mereka. Tidak terkecuali buat mereka mencari- cari menu makanan. Fachry mengatakan sambalnya bebas pengawet. Mampu bertahan selama sebulan dalam freezer.  Tiap memasak dia memproduksi 10 toples sambal cumi.


Micumi Sambal Baby Cumi dibantu mahasiswa Tata Boga Universitas Malang. Sempat ia menjadi pengusaha wisata, mengelola biro wisata bersama teman- temannya, namun meredub. Dia menjual pertoples Rp.35.000.


Ia mendobrak pandemi lewat dapur rumah. Bisnis sambal baby cumi online hebat. Produk baru yang diluncurkan dikala pandemi. "Pokoknya sekarang gimana caranya bisa cari uang yang halal sajalah," katanya kepada Koran Solo. Baby cumi tersebut dirintis Maret 2020 merupakan usaha rumahan.


Produk sambal siap sajinya tidak memakai bahan pengawet. Kalau mau dimakan tinggal dihangatkan. Fachry menyetok banyak tople di dalam freezer. Dia lebih memilih masak sekali seminggu dalam jumlah besar.


Saat ini dia menjual sampai ratusan toples keluar kota. Pesanan datang dari Blitar, Surabaya, Jakarta, Cikarang, dan Bekasi. Pesanan pun mengalir deras ketika lebaran silam. Makanan cepat saji tengah naik daun karena praktis.


Ketika Ramadhan gampang membuka puasa dan saur. Pembatasan Sosial Bersekalah Besar memberi peluang pengusaha online. Orang kan tidak boleh keluar sembarangan ketika mau saur atau buka. Ini merupakan cerminan bahwa perusahaan mikro dan menengah harus go online.

Bisnis Hantaran Makanan Desainer Inwi Willy

Profil Pengusaha Inwi Willy

 
inwiwilly.png
 
Bisnis hantaran makanan merupakan solusi terbaik usaha. Desainer Inwi Willy memanglah pengusaha jitu. Mampu merubah kebuntungan menjadi keuntungan. Bisnisnya tidak lepas terkena imbas korona. Namun mampu menyiasati ketatnya PSBB berkelanjutan.

Kita tau bahwa banyak orang kehilangan pekerjaan. Maka seorang Chef mengeluh kepadanya sampai meminta pekerjaan. Inwi jatuh kasihan sama orang tersebut. Dia adalah Chef sebuah restoran langganan Inwi.
 

Konsep Bisnis


Inwi malah kepikiran berbisnis makanan dikirim. Mengingat PSBB melarang orang berkumpuk datang ke restoran. Dia ingin bisnis hantaran makanan. Namanya Rantang Emas apakah akan berjalan baik. Dia menemukan sang Chef memiliki selera sesuai.

Keadaan serba kebetulan tersebut dimanfaatkan baik oleh Inwi. Tiga bulan Chef tersebut berhenti bekerja tidak berpenghasilan. "Saya sedih melihatnya. Dia pulang kampung, ke Bogor. Di sana cuma jualan sate dan pisang," jelasnya.

Padahal Chef tersebut memiliki lidah matang. Keualitas makanan enak banget. Inwi yang memang sudah pelanggan membuktikan. Apalagi sambal dadap -nya memang andalan. Sense bisnis menyala maka dibawalah dia. Dia mengajak Chef bekerja di rumah.

"Terpikir oleh saya, membuat sajian kuliner hantaran," pengusaha muda Inwi, menamai usahanya itu Rantang Emas. Usaha tersebut berdiri 31 Mei 2020, usaha makanan siap hantar maka tidak akan terhalang PSBB, mau diperpanjang berapapun ayo.

Pesanan bertambah karena dimasak Chef restoran. Enak, membuat Inwi membuka usaha empat kali seminggu, di Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Butuh waktu cuma beberapa pekan. Dia mampu menaikan jumlah pendapatan. Juga menambah jumlah pegawai. Usaha berkembang pesat didukung jaringan terdekat. Awal dia menjajakan ke keluarga dan terus ke teman- teman.

Ia kemudian merambah para artis memberikan endors. Usaha khas makanan Indthai, atau gabungan masakan Indonesia dan Thailand. "Cari sesuatu yang beda dong. Namanya juga pemula, butuh sesuatu yang kreatif," jelasnya.


Beruntung Chef direkrutnya ternyata memiliki kreatifitas tinggi. Inwi tidak segan meminta masukan dari Chef. Kebetulan ia memiliki pengalaman panjang masakan laut khas restoran Thailand. Menunya utama Kepiting Rantan Emas; Kepiting yang digeprek pakai kecombrang diblender.

Ini menu masakan kesukaan Pak William Wongso, praktisi kuliner terkenal Indonesia. Kecombrang merupakan adaptasi menu Laksa Medan. Rasanya manis, asin, pedas, dan gurih perpaduan bumbu khas Rantang Emas.

Kepiting Rantang Emas terdiri dua ekor kepiting seberat 700- 800 gram. Harga perporsinya sampai Rp. 250.000 cukup dua orang. Adapula menu Kepiting Soka Telur Asin, harganya Rp. 250.000 berisi 600 gram kepiting, dan dibulir dua butir telur asin.
 

Desainer Pakaian


Kepiting digoreng dibuliri telur asin, dibari daun kemiri. Daun kemiri dan jeruk nipis merupakan khas menu mereka. Kuahnya santan, belimbing wuluh, dan daun kari. Mirip gulai ikan Medan, Mirip gulai ikan Medan, tetapi kuahnya lebih encer, segar dan rasanya ringan.

Menu tersebut berisi ikan kakap seberat 600 gram, dan dibandrol Rp. 180.000. Lalu menu Thailand Tomyam yang sudah sempurna tanpa penyesuaian. Khas signatur Thailand dibandrol seharga Rp. 150.000.

Perhari bisnis hantaran makan ini menghabiskan 100 ekor kepiting dan 30 ekor gurame. Ia memiliki 5 orang karyawan. Modalnya beberapa juta uang yang disisihkan suami. Bukan pertama kali berusaha, ia pernah merebut penghargaan Ernst & Young 2015.

Desainer Inwi Willy menjual 12 jenis saus, dari Rantang Emas Sauce, Padang Sauce, Gulai Sauce, Nyonya Sauce, Asam Manis, Telur Asin, Madu, dan Rica- Rica. Dan agar meyakinkan pembeli, dapurnya menyediakan mesin ozon dan lampu UVC, dapur bersih dan disemprot disenfektan.

Inwi Willy seorang desainer pakaian ternama. Dia merupakan desainer brand Sissae, yang baru saja keluarkan koleksi Chongsam 2020 silam. Walau terdampak pandemi permintaan masih mengalir. Dan desainnya bermacam- macam tergantung karakter.

Sissae memakai warna pastel pada 2020 ini, dan warna merah dan emas tetap tinggi di Imlek. Ciri khas desainnya bordiran, kancing, bros, dan kerah. Untuk print dan bros dijahit dirancang khusus. Inwi punya motif khusus 2020, yakni motif rain lily untuk seri Chongsam.

Profil Bong Chandra Miliarder Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Bong Schandra

 
 
Berikut profil Bong Chandra merintis menjadi miliarder. Pengusaha muda yang telah mendapat gelar motivator termuda se- Asia. Ini bukanlah gelar tanpa beban dan dapat dibuktikan. Bong adalah pendiri Triniti Land, yang mampu mengunci penjualan Rp. 518 miliar.
 
Namanya adalah Bong Chandra, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar "motivator termuda se- Asia" yang saat itu usianya masih 23 tahun. Suksesnya telah dimulai dari menjadi pebisnis, pembicara, dan akhirnya menjadi motivator populer se- Indonesia. 
 
Siapa kah dia? Apakah ada cerita asa dibalik kehidupannya yang sudah mapan. Dia adalah penulis buku berjudul Wealth, sengaja tidak menyelesaikan kuliah memfokuskan diri menjadi motivator dan pembicara.

Menyemangati Diri

 
Sosoknya yang masih muda bukan berarti tak punya cukup pengalaman. Bong sudah terbiasa hidup bekerja keras. Saat usianya menginjak 18 tahun, ia telah memilih fokus berbisnis daripada bersenang- senang seperti mereka seumurnya. 
 
Dengan slogan hidupnya "live begin at 20", Bong membangun mentalnya untuk menjadi panutan orang banyak. Kerja kerasnya dimulai ketika krisis ekonomi tahun 1998.

Di usia 11 tahun, kehidupan Bong kecil bisa dibilang hidup di dalam kemapanan. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putra dari seorang pengusaha kue pasangan Aditya dan Bong Sungo. 
 
Mereka hidup cukup baik hingga krisis 98. Krisis yang mulai menggerogoti usaha kue ayahnya hingga terancam gulung tikar. Sejak saat itu hidup semakin berat bagi keluarga kecil ini.

"Rumah sampai nyaris dijual," katanya saat ditemui di salah satu usaha miliknya, Free Car Wash Serpong, Tangerang Selatan.

Bong kecil mulai merasakan kegundahan sang ayah. Empatinya tergugah untuk ikut membantu usaha kedua orang tuanya. Tapi bagaimana? Ia hanya bocah 11 tahun kala itu, tak mau kehilangan akal, Bong kecil mulai menjual sisa potongan kue dari pabrik ayahnya ke sekolah. 
 
Tak banyak bisa dihasilkan dari usaha itu, tapi ini lebih baik daripada berpangku tangan pikirnya. Pertama kali menjual kue, ia merasakan gengsi, tapi ia tidak indahkan itu.

Meski menderita penyakit asma dan tubunya ringkih, bukan berarti dia tak berani berjualan. Dia makin giat mengembakan bisnis seiring waktu berjalan. Saat itu, dari sekedar menjual kue beralih ke menjual aneka parfum. "Saya menjual parfum dan VCD (cakram padat)," kenangnya. 
 
Setelah masuk SMA, ia bersama seorang temannya nekat berbelanja pakaian ke Bandung untuk dijual kembali meski waktu itu tak punya duit. "Modalnya kepercayaan," katanya gampang. Pagi sekali nih mereka berangkat, sore kembali ke Jakarta dengan membawa setumpuk baju yang siap dijual. 
 
Bong membuka lapaknya di Senayan dan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Ia juga menjual pakaian seragam kepada rekan dan adik kelasnya. Bong sadar betul dia harus membuang jauh- jauh sifat peduli akan cemooh orang- orang disekitarnya. 
 
Ia sadar betul hidup tak lagi mudah, dan mereka cuma akan menjadi satu hambatan jika didengarkan Dan, seorang teman menyindirnya, "seumuran kita harusnya bersenang-senang," ujar Bong menirukan temannya. 
 
Tapi ia berkukuh pada pendiriannya. Beruntung, orang tuanya rajin memberi nasihat tentang arti kesabaran. Bong dikenal gemar membaca buku- buku motivator dunia seperti sosok Donald Trump, membuatnya punya impian sendiri. "Keinginan sukses makin besar," jelasnya. 
 
Kegemaran ini memudahkannya memotivasi diri. Ia mulai menasihati temannya yang patah semangat. Ada satu yang ia sadari setelah sekian lama berbisnis. Ia memiliki asa untuk menyemangati hidup orang lain. 
 
Bong pun mengajak lima orang rekannya, bersama mereka membuka event organizer kecil. Fokusnya waktu itu memberikan pelatihan motivasi. Jujur saja, kala itu sebenarnya Bong dan rekan sendiri ragu mau dibawa kemana usahanya itu nanti.  
 
Sasaran pertamanya mereka orang- orang terdekat. "Saya diminta beberapa rekan satu jemaat di gereja," ujarnya.

Investasi Properti

 
"Ini investasi saya," katanya lebih lanjut. Apalagi tujuan bisnis ini tidak melulu tentang mencari uang. "Saya memperluas pertemanan," katanya. 
 
Dan lewat sebuah kesempatan ia mulai menjalankan event pertama nya di sebuah perusahaan di Jakarta. Profil Bong Chandra, awalnya memotivasi para karyawan pemasarannya. Selama dua tahun pertama, ia hanya memungut biaya operasional saja. 
 
Di event itu, Bong sendirilah yang berdiri di depan mic membawakan motivasi. Dia belum menjadi miliarder tetapi percaya. Ternyata usahanya yang tak ngotot melulu tentang uang membawa uang. Maksudnya dari hanya memungut biaya operasional, ia berkenalan dengan banyak orang disana. 
 
Pergaulan Bong bertambah luas menggurita. Alumnus SMA Kalam Kudus Jakarta ini mendapatkan teman dari 90 ribu peserta pelatihannya, yang kebanyakan para pelaku bisnis sukses. "Kalau teman kita sukses, kita akan kecipratan sukses," katanya. 
 
Keyakinannya yang kerap mengisi pelatihan di kalangan pebisnis properti ini benar. Ia mulai diajak sesama pembicara saat memberikan pelatihan di Real Estate Jawa Timur. Awalnya sih Bong cuma sekedar mencarikan investor untuk pembangunan properti seluas 5,1 hektare di kawasan Ciledug, Tangerang. 
 
Meskipun gagal, rekannya itu tak kecewa, justru memintanya bergabung menjalankan bisnis ini. Cukup mengejutkan karena dia bisa dibilang orang baru di bisnis properti. Dia bersama kedua temannya menjalankan perusahaan properti senilai Rp 180 miliar sejak Januari 2011.

"Ini modal networking," katanya. Setiap orang harus menyetorkan modal Rp.500 juta. Lalu, Bong bersama kedua temannya membeli tanah seluas lima hektar seharga Rp30 miliar di Ciledug. Modal sekitar Rp1,5 miliar digunakan sebagai tanda jadi pembelian tanah di Ciledug. 
 
 
Bong dan kedua temannya itu membeli tanah dengan cara mencicil dua tahun sambil mengembangkan tanah dengan membangun Ubud Village. Kemudian mereka membangun bendera bernama Triniti Property.

"Cari nama untuk perumahan yang bagus dan memiliki konsep yang kuat. Setelah itu pecah jadi unit-unit kecil agar harganya bisa bersaing. Berikan program cicilan yang lebih panjang," kata Bong membocorkan sedikit dari rahasia suksesnya kepada VIVAnews.

Berkat kemampuan bicaranya pula, Bong berhasil memasarkan sekitar 300 rumah dan 65 ruko di daerah Ubud Village dengan berbagai cara marketing dalam setahun. Caranya antara lain mengkonsep perumahan berbeda, yaitu dengan nuansa Bali, dan membuat berbagai unit-unit ekslusif. 
 
Di Ubud Village, Trinity Property mempunyai nilai investasi sebesar Rp180 miliar. Keberuntungannya terus bergulir setelah terus bekerja keras. Pelan tapi pasti banyak tawaran mengajaknya berbisnis bersama.

Menulis buku


Selain properti, Bong mendirikan bisnis pencucian mobil. Usaha ini dibangun di Buah Batu, Bandung, dan Serpong. Kini ia menjalankan tiga usaha dengan karyawan mencapai sekitar 100 orang. Menjadi pembicara motivasi menyibukan hari- hari Bong selain sibuk berbisnis. 
 
Ia akhirnya memutuskan berhenti kuliah di Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara. Setelah tidak kuliah, satu- satunya pilihan Bong adalah menjadi motivator yang sukses, terus memotivasi orang- orang diluar sana.

Meski dia sudah berbicara di hadapan 15 ribu orang per tahun, mulai mahasiswa, ibu rumah tangga, dosen, ahli hukum, dokter, pengusaha, hingga CEO, Bong tetap menyebut dirinya sosok pribadi yang tertutup. 
 
"Saya tidak mudah akrab," katanya. Bong juga mengenali dirinya sebagai orang yang lambat bertindak. "Saya menuntut sempurna jadi kerap lama berpikir."

Menyempurnakan karirnya, Bong menulis buku berjudul "Unlimited Wealth dan The Science of Luck". 
 
Berbagai perusahaan, termasuk perusahaan nomor 1 versi Fortune 500 tahun 2009 menggunakan jasanya sebagai motivator. Saat ini Bong telah memimpin sekitar enam perusahaan. Ia bahkan dikabarkan tengah membangun hotel bintang lima di Jimbaran, Bali dengan nilai investasi Rp1 triliun.

"Semua pencapaian dimulai dari nol bahkan utang. Ini membuktikan bahwa yang terpenting bukan siapa anda sekarang, tetapi ingin seperti apa anda besok," katanya.

Saat ini Bong Candra menempati posisi sebagai pimpinan dari tiga perusahaan besar yaitu PT. Perintis Triniti Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia. Kesemuanya merupakan hasil kerja keras dari Bong yang ia mulai benar benar dari Nol. 
 
Memang sukses tidak akan menunggu usia, manfaat kan apa yang ada sekarang, dan raih apa yang anda impikan. Itulah kenapa usia dua puluh tahun merupakan awal bukanlah akhir. Pengusaha muda ini menerapkan konsep kerjasama operasi lahan.

PT. Perintis Trinit Tbk, atau Triniti Land, hampir semua sistem kerjanya kerja sama pemilik saham. Di Triniti

Bio Data Bong Chandra


Nama Lengkap: Bong Chandra
Nama Panggilan: Bong
Profesi: Motivator , Pengusaha, Penulis
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, Minggu, 25 Oktober 1987

Pendidikan:

- SMA Kalam Kudus Jakarta
- Universitas Bina Nusantara (Tidak Tamat)

Penghargaan:

- "Forty under Forty", 40 tokoh sukses  dibawah usia 40 tahun, Majalah Fortune Indonesia tahun 2010
- Motivator Termuda di Asia, tahun 2010 (usia 23 tahun)

Social Media

www.facebook.com/bongchandra
www.twitter.com/BongChandra
www.bongchandra.co.id

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba