Profil Pengusaha Fachry Dwiprihanto
Pengusaha Fachry Dwiprihanto tidak menyangkan akan begini. Efek pandemi COVID 19 justru memberi peluang usaha. Dibantu mahasiswa tata boga yang susah dapat kerja. Fachry siap menjajakan sambal baby cumi dimanapun.
Lewat online, anak muda asal Malang, Jawa Timur, tersebut membuat sambal dalam botol. Sambal baby cumi memang sempat naik daun. Dan ternyata belum meredub bahkan menanjak lagi. Semenjak pandemi COVID 19, memang perubahan pola konsumsi masyarakat berubah drastis.
Masyarakat lebih banyak duduk memainkan gawai mereka. Tidak terkecuali buat mereka mencari- cari menu makanan. Fachry mengatakan sambalnya bebas pengawet. Mampu bertahan selama sebulan dalam freezer. Tiap memasak dia memproduksi 10 toples sambal cumi.
Micumi Sambal Baby Cumi dibantu mahasiswa Tata Boga Universitas Malang. Sempat ia menjadi pengusaha wisata, mengelola biro wisata bersama teman- temannya, namun meredub. Dia menjual pertoples Rp.35.000.
Ia mendobrak pandemi lewat dapur rumah. Bisnis sambal baby cumi online hebat. Produk baru yang diluncurkan dikala pandemi. "Pokoknya sekarang gimana caranya bisa cari uang yang halal sajalah," katanya kepada Koran Solo. Baby cumi tersebut dirintis Maret 2020 merupakan usaha rumahan.
Produk sambal siap sajinya tidak memakai bahan pengawet. Kalau mau dimakan tinggal dihangatkan. Fachry menyetok banyak tople di dalam freezer. Dia lebih memilih masak sekali seminggu dalam jumlah besar.
Saat ini dia menjual sampai ratusan toples keluar kota. Pesanan datang dari Blitar, Surabaya, Jakarta, Cikarang, dan Bekasi. Pesanan pun mengalir deras ketika lebaran silam. Makanan cepat saji tengah naik daun karena praktis.
Ketika Ramadhan gampang membuka puasa dan saur. Pembatasan Sosial Bersekalah Besar memberi peluang pengusaha online. Orang kan tidak boleh keluar sembarangan ketika mau saur atau buka. Ini merupakan cerminan bahwa perusahaan mikro dan menengah harus go online.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.