Perpustakaan pengusaha berisi 1000 profil dan biografi pengusaha sukses. Baca, pelajari, tiru dan kembangkan bisnis kamu sendiri. Gratis!
Langkah Marketing Online Mantap 2016
7 Bumbu Online Marketing Tahun Ini
Internet marketing apa yang bisa sekarang belum tentu besok. Perubahaan konstan terjadi di bisnis bernilai miliara dollar ini. Tahun 2016, butuh strategi marketing online berbeda, apakah fokus kita dalam tahun baru ini.
1. Konten disegala platform diluar blog
Blog merupakan media membanggakan menjual pesan brand. Ini akan terus berkembang menjadi platform di masa mendatang. Menjadi platform hebat dalam menjalankan konten marketing, tetapi semua orang punya blog sekarang ini. Jadi, mulailah berpikir memiliki banyak ruang agar menjadi lebih terlihat di industri tengah kamu geluti.
Mungkin cobalah buat YouTube channel atau berkolaborasi dengan peminat mu melalui live streaming. Perlu kamu tau konten video tengah digemari sekarang ini, dan lebih baik dari semuanya, itu sekarang gratis untuk dibuat -kamu tidak butuh kamera mahal. Faktanya, beberapa brand ternama bahkan cuma bermodal video smartphone.
2. Fokus di mobile
Mobile tidak bisa lagi dikesampingkan nanti. Bayangkan di Maret tahun lalu, pengguna mobile untuk dewasa telah mencapai melebihi pengguna desktop atau layar komputer. Situ kamu harus dibuat sedemikian rupa itu sesuai dengan kebutuhan mobile sekarang ini.
Dari format kamu, gerak aksi kamu, dan konten harus mudah dibaca dan dapat diakses dari layar terkecil sekalipun. Kalau kamu pengguna Google Adwords pastikan menarget pasar mobile.
2. Fokus di mobile
Mobile tidak bisa lagi dikesampingkan nanti. Bayangkan di Maret tahun lalu, pengguna mobile untuk dewasa telah mencapai melebihi pengguna desktop atau layar komputer. Situ kamu harus dibuat sedemikian rupa itu sesuai dengan kebutuhan mobile sekarang ini.
Dari format kamu, gerak aksi kamu, dan konten harus mudah dibaca dan dapat diakses dari layar terkecil sekalipun. Kalau kamu pengguna Google Adwords pastikan menarget pasar mobile.
3. Suara brand yang kuat
Konsumen sekarang ini tidak tertarik melibatkan diri dengan produk umum. Tidak memiliki wajah dihadapan masyarakat. Kapapun cobalah mengangkat nama brand kamu. Seperti halnya John Legere, CEO T-Mobile, selalu mempromosikan brandnya ke halayak ramai. Dia aktif mentweet tentang T-Mobile melalui koneksi manusiawai.
4. Situs UX (User Experience) dan kecepatan
Itu penting memastikan pengguna nyaman masuk ke situs kamu -fungsional dan kecepatan. Untuk itulah perlu dipastikan setiap pengunjung dapat mengakses informasi dan yang terbaru di situs tidak peduli apapun orang pakai perangkatnya.
Pastikan pula situs kamu bekerja cepat. Tidak semua orang punya waktu menunggu. Ini akan meningkatkan bounce rate kamu tinggi. Agar semakin mantap gunakan lah alat feedback baik. Cobalah tool seperti yang disuguhkan SurveyMonkey untuk mendapatkan timbal balik. Tanyakan mereka apa yang disukai atau tidak.
Kalau kecepatan situs maka gunakanlah tool, seperti Google PageSpeed Insight atau pula GTmetrix, situs ini akan membantu kamu tentang kecepatan situs serta solusinya.
5. Marketing yang mempengaruhi
Menjadi sosok berpengaruh dalam sosial media merupakan cara tepat. Ini sangat membantu memberikan satu ROI (return of investment) dalam sosial media 2016. Lipatkan popularitas dan pengaruh sosial melalui berbagai cara berpengaruh yang meningkatkan posisi produk atau layanan kamu langsung ke target pasar.
Faktanya butuh posisi nyaman antara konsumen serta sosok berpengaruh baik pria atau wanita agar tercipta hubungan tanpa batas seperti marketing tradisional atau pengiklan biasa pakai. Kalau mau contoh ya coba lah seperti produsen Hoverboard mempengaruhi pasar lewat sosial media.
6. Meremarketing cepat layanan berbayar spesifik
Memanfaatkan layanan Googe Adwords memberikan kamu langkah meremarketing. Tujuannya adalah agar menggapai pasar lama. Setiap brand menjalankan PPC akan menjalankan remerkating. Remarketing melalui mengirim pengunjung ke halaman utama atau halaman spesifik diberbagai widget akan mengurangi biaya dari konversi.
7. Lebih banyak corong media marketing
Apakah kamu tengah bereksperimen melalui Snapchat atau Instagram. Lalu bagaimana melalui Persicope -mengambil maksimal live streaming. Facebook, Twitter, LindkedIn, mampu mengkonversi semua corong marketing. Maka lanjutkanlah tetapi jangan lupakan Snapchat ataupun Instagram yang tengah naik daun.
Tidak semua bekerja untuk semua orang. Maka disarankan eksperimen melalui sosial network. Melalui satu corong Instagram mampu menarget jauh sampai ke Facebook. Jonathan Long, penulis artikel, menyarankan kamu mencoba Meerkat atau Periscope.
Konsumen sekarang ini tidak tertarik melibatkan diri dengan produk umum. Tidak memiliki wajah dihadapan masyarakat. Kapapun cobalah mengangkat nama brand kamu. Seperti halnya John Legere, CEO T-Mobile, selalu mempromosikan brandnya ke halayak ramai. Dia aktif mentweet tentang T-Mobile melalui koneksi manusiawai.
4. Situs UX (User Experience) dan kecepatan
Itu penting memastikan pengguna nyaman masuk ke situs kamu -fungsional dan kecepatan. Untuk itulah perlu dipastikan setiap pengunjung dapat mengakses informasi dan yang terbaru di situs tidak peduli apapun orang pakai perangkatnya.
Pastikan pula situs kamu bekerja cepat. Tidak semua orang punya waktu menunggu. Ini akan meningkatkan bounce rate kamu tinggi. Agar semakin mantap gunakan lah alat feedback baik. Cobalah tool seperti yang disuguhkan SurveyMonkey untuk mendapatkan timbal balik. Tanyakan mereka apa yang disukai atau tidak.
Kalau kecepatan situs maka gunakanlah tool, seperti Google PageSpeed Insight atau pula GTmetrix, situs ini akan membantu kamu tentang kecepatan situs serta solusinya.
5. Marketing yang mempengaruhi
Menjadi sosok berpengaruh dalam sosial media merupakan cara tepat. Ini sangat membantu memberikan satu ROI (return of investment) dalam sosial media 2016. Lipatkan popularitas dan pengaruh sosial melalui berbagai cara berpengaruh yang meningkatkan posisi produk atau layanan kamu langsung ke target pasar.
Faktanya butuh posisi nyaman antara konsumen serta sosok berpengaruh baik pria atau wanita agar tercipta hubungan tanpa batas seperti marketing tradisional atau pengiklan biasa pakai. Kalau mau contoh ya coba lah seperti produsen Hoverboard mempengaruhi pasar lewat sosial media.
6. Meremarketing cepat layanan berbayar spesifik
Memanfaatkan layanan Googe Adwords memberikan kamu langkah meremarketing. Tujuannya adalah agar menggapai pasar lama. Setiap brand menjalankan PPC akan menjalankan remerkating. Remarketing melalui mengirim pengunjung ke halaman utama atau halaman spesifik diberbagai widget akan mengurangi biaya dari konversi.
7. Lebih banyak corong media marketing
Apakah kamu tengah bereksperimen melalui Snapchat atau Instagram. Lalu bagaimana melalui Persicope -mengambil maksimal live streaming. Facebook, Twitter, LindkedIn, mampu mengkonversi semua corong marketing. Maka lanjutkanlah tetapi jangan lupakan Snapchat ataupun Instagram yang tengah naik daun.
Tidak semua bekerja untuk semua orang. Maka disarankan eksperimen melalui sosial network. Melalui satu corong Instagram mampu menarget jauh sampai ke Facebook. Jonathan Long, penulis artikel, menyarankan kamu mencoba Meerkat atau Periscope.
Endog Box Tempat Telur Anti Pecah
Kisah Siswa SMA Sukses
Kisah anak SMA menciptakan sesuatu patut disimak. Para generasi entrepreneur muda masa depan. Seperti hal siswa asal SMA N 22 Bandung, yang menciptakan inovasi. Mereka menciptakan wadah telur yang anti- pecah. Wadah Endog Box memenangi Juara 1 Desain Kemasan Telur, Machanical Biosystem Fair (MBF), ITB.
Mereka tiga orang remaja kreatif, yakni Nur Arief Mursyid (17), Muhammad Ihsan Bashirulhaq (17), dan juga Mika Aldaka. Mereka menciptakan wadah telur anti- pecah alias meskipun dilempar dari ketinggian tidak akan pecah.
"Wadah telur yang sederhana ini berbahan kardus bekas," tutur mereka. Mereka mendesain sedemikian rupa bermodal jinjing. Layaknya wadah makanan cepat saji melindung dalamnya. Ini sangat portable bisa dibawa ke mana saja.
Endog Box sendiri masih didesain untuk empat telur. Tetapi mereka menjelaskan konsep mereka fleksibel. Itu karena permintaan panitia lomba untuk empat saja. Mereka meyakinkan produk mereka kelak bisa jadi lebih sempurna. Tim SMAN 22 Bandung ini menang tanpa mengenakan bahan sponge atau peredam.
Juri menilai ide mereka lebih original. Desain kemasan pun dinilai unik, ketahanan akan goncanga, benturan juga diperhitungkan.
Wadah telur modern
Ihsan menjelaskan wadah Endog Box menerapkan ilmu fisik. Tepatnya teori distribusi tekanan. Ihsan kembali menjelaskan lebih dalam: Spesifikasi wadah memiliki penahan berbahan dus yang berpola diameter beda. Ia menyambung tekanan menjadi rata ketika jatuh dari ketinggian.
Wadah tersebut membuat telur didalam tidak pecah. Endog Box sengaja dilempar dari ketinggian lima meter dan tidak pecah! Wujud telurnya tidak pecah, tetap utuh, "enggak ada yang hancur telurnya." Sudah melalui percobaan panjang meyakinkan kita kehandalan produk.
Wadahnya dibanting tetap tidak rusak. Arief bangga serta terharu inovasi mereka mendapatkan perhatian dari halayak luas. Juga bangga mampu menaikan citra sekolah dan Kota Bandung secara khusus. Tujuan dari produk wadah Endog Box ialah mengurangi human error ketika proses distribusi telur.
"Sebab, penyaluran telur kan berpindah-pindah tangan, situasi tersebut rentan (telur) jatuh," tambah Arief. Ia menyebut sebagai solusi tepat.
Endog Box mungkin juga bisa dijadikan solusi daur ulang. Bahkan ketika mengumpulkan bahan, mereka yang mau membeli kardus di minimarket, malah dikasih gratis tanpa pungutan biaya apapun. Mereka sendiri sadar bahwa inovasi rentan akan dicaplok orang.
Ketiganya sudah menyiapkan diri untuk mematenkan. Kini, mereka tengah bepikir bagaimana agar produk tersebut bisa diproduksi masal. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan bidang agribisnis telur.
Wadah tersebut membuat telur didalam tidak pecah. Endog Box sengaja dilempar dari ketinggian lima meter dan tidak pecah! Wujud telurnya tidak pecah, tetap utuh, "enggak ada yang hancur telurnya." Sudah melalui percobaan panjang meyakinkan kita kehandalan produk.
Wadahnya dibanting tetap tidak rusak. Arief bangga serta terharu inovasi mereka mendapatkan perhatian dari halayak luas. Juga bangga mampu menaikan citra sekolah dan Kota Bandung secara khusus. Tujuan dari produk wadah Endog Box ialah mengurangi human error ketika proses distribusi telur.
"Sebab, penyaluran telur kan berpindah-pindah tangan, situasi tersebut rentan (telur) jatuh," tambah Arief. Ia menyebut sebagai solusi tepat.
Endog Box mungkin juga bisa dijadikan solusi daur ulang. Bahkan ketika mengumpulkan bahan, mereka yang mau membeli kardus di minimarket, malah dikasih gratis tanpa pungutan biaya apapun. Mereka sendiri sadar bahwa inovasi rentan akan dicaplok orang.
Ketiganya sudah menyiapkan diri untuk mematenkan. Kini, mereka tengah bepikir bagaimana agar produk tersebut bisa diproduksi masal. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan perusahaan- perusahaan bidang agribisnis telur.
Perjalanan Karir Penjual Bakso Ino Tri Setyo
Biografi Pengusaha Tri Setyo Budiman
Takdirnya menjadi pedagang bakso. Meski sudah hidup nyaman bekerja di perusahaan besar William Russel Grace, Tri Setyo Budiman malah menjadi penjual bakso. Dia sudah hidup nyaman bergaji Rp.7,5 juta per- bulan. Tri juga mendapatkan aneka fasilitas tunjangan rumah dan mobil dinas. Tetapi tidak menurutkan tekat menjadi penjual bakso.
Bahkan dia memulai berjualan bakso pakai grobak. Bermodal uang pensiun dini, dimulailah perjalanan dari pria kelahiran Madura, 24 Juli 1961 ini, mulai membuat grobak bakso sendiri. Lucunya karena tidak punya pengalaman membuat bakso. Ketika menyalakan api kompor, maka terbakarlah gerobak itu.
Sebabnya karena tungku api dibawah pancinya dekat dinding gerobak. Dia tetap optimis beralasankan satu kepercayaan "bisnis kuliner tak pernah mati". Yah karena orang butuh makan dan mereka pasti sudah pernah merasakan nikmatnya kuliner khas Indonesia ini. Ia pun mengingat kembali pengalaman di perusahaan. Ada sedikit rasa kekesalan dibenak Tri.
"Saya merasa potensi dan kemampuan saya tujuh. Tapi, hanya dihargai dua oleh perusahaan," pria 35 tahun ini, yang kemudian dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO).
Bakso seperti layaknya masakan Padang telah memberi makan jutaan orang. Tidak ada rasa bosan orang mau memakan bakso kuah. Kuliner ini juga tidak dibatasi waktu, bisa dijadikan makan siang, atau makan malam lewat lontong atau mie.
Hanya saja masalanya, Tri belum pernah berjualan bakso, bahkan resep pun hasil membeli. "...saya pulang ke Batu, beli resep bakso dan kuah dari salah satu kedai bakso yang terkenal disana," kenang Tri. Begitu mulai berjualan bakso, eh, api malah melahap habis gerobak satu- satunya.
"Begitu dinyalakan api, langsung terbakar, habis," ucapnya geli.
"Begitu dinyalakan api, langsung terbakar, habis," ucapnya geli.
Tidak menyerah dibuatlah satu gerobak lagi. Mantan pegawai perusahaan ini rela berbecek ria, berjualan dari kampung ke kampung jalan kaki.
Bukan bakso biasa
Tri lalu mulai berjualan keliling kampung. Hingga semua orang tau bahwa Tri kini berjualan bakso. "Akhirnya orang sekampung tahu saya berjualan bakso, dan baksonya enak," celetuknya. Prinspi Tri mudah sebelum ia masuk ke kampung orang, maka kuasai kampung kita dulu. Strategi ini dibilang sangat efektif membangun citra.
Dia berkeliling di kampunya yakni di Jalan Empang Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Ini strategi marketing jitu, yaitu ia membagikan bakso ke seluruh orang di kampung. Dia memperkenalkan produk olahan baksonya. Strategi efektif, tidak lama berkeliling, Tri lantas membuka gerai bakso di kampung. Gerai bakso tersebut dia beri nama Ino.
"Begitu satu cabang bisa hidup, cash flow-nya bagus, saya langsung buka di tempat lain," paparnya. Polanya memang dibuat oleh Tri seperti perusahaan ekspansif. Begitu arus kas lancar langsung dibukakan gerai bakso di tempat lain, salah satunya di pusat perbelanjaan di Jakarta.
Mungkin pertama kali gerai bakso Ino bertempat di garasi, tetapi sekarang dimana- mana. Ia bahkan masuk ke tempat strategis lain, yakni rest area jalan tol, mal, dan stand alone. Jumlah cabang membengkak dibawah bendera PT. Perdana Putra Utama. Kalau dulu cuma jadi pegawai, kini, nama Tri tercatat sebagai Direktur Utama.
Namun masalah pertama muncul dari banyaknya cabang. Dia menyadari satu hal bahwa kualitas bakso bisa menurun. Pasalnya mengolah 300 kilogram daging sapi berbeda cuma satu kilogram. Memproduksi 200 butir bakso bisa jadi rasanya akan berbeda tiap cabang. Termasuk kearoganan koki membuat bakso sesuai selera sendiri.
Tidak bisa seperti itu karena Tri sudah bekerja keras dari nol. Karena dia telah menemukan resep tepat hasil penelitian panjang. Semua sudah diperhitungkan olehnya mulai berapa kilogram daging sapi, tepung, berapa lama memasak, serta lama waktu supaya kenyal. "Itu semua pakai penelitian," tegas Tri.
Untuk itulah dia membuat tempat produksi bakso sendiri. Semacam pabrik bakso kecil- kecilan bertempat di rumah. Termasuk bumbu masak racikan. Bakso serta bumbu nanti tinggal didistribusikan ke seluru cabang. Tri bahkan sampai hantar ke cabang Mal Nagoya, Batam. Bumbu sendiri merupakan hasil penelitian lanjutan Bakso Ino.
Tri membuat bumbu bubuk serta pasta. Takaran disamakan agar sama rasa. Dia buat sedemikian agar koki tidak memelintir rasa. Kemahiran Tri tidak cuma dipembuatan rasa. Dia juga kreatif membuat aneka variasi bakso. Di dapur, menjadi tempatnya berkreasi bersama alat masak.
Ia mulai membuat bakso urat, bakso gepeng dan variasi lain. Juga termasuk masakan lain yang dijajakan, yaitu gado- gado, soto betawi, sop iga, rawon, nasi goreng seafood, kwetiaw, cap- cay, dan fuyungshai. Dia lalu mencoba masakan barat seperti spageti, bologne, chicken wing, dan french fries. "Total ada 40 masakan yang bumbunya dibuat seragam di dapur sentral," papar Tri.
Seluruh kedai itu harus mengikuti standarisasi Tri. Daftar menu juga dibuat sesuai perintahnya, jangan sampai ada gerai berjualan lontong sayur. Tidak terkecuali semua diperlakukan sama meski hasi patungan. Ya usaha ini didirikan bermodal investasi bersama teman. Tentu karena pembuatan satu gerai bakso saja pastilah tidak murah.
Tri menyebut nilai investasi Rp.400 juta buat gerai di Cijantung dan Kalibata, Rp.800 juta di Rest Area Km 19 Tol Cipularang, sampai Tebet yang senilai Rp.1,2 miliar. Semuanya ternyata bisa balik modal hanya 2- 3 tahun. Untuk Rest Area Km 19 merupakan paling laris dibanding gerai lain. Per- bulan tidak kurang 15 ribu pengunjung menikmati bakso.
Pengunjung rata- rata membelanjakan Rp.2,5 ribu. Total dia mengantungi Rp.50 juta per- gerai, atau sekitar Rp1,5 miliar per- bulan. Maka kalau dihitung 15 gerai cabang saja, Tri diperkirakan mengantungi tidak lah kurang Rp.22,5 miliar. Kiat memilih lokasi? Maka dia menyarankan tongkrongi tempat yang akan dijadikan gerai.
Tri akan menongkrong calon tempat jualan selama berhari- hari. Dia mengajarkan kita konsep 5 P: Pertama ialah place, baru kedua product, dan price.
Pernah bangkrut
Bukan tanpa kebangkrutan usahanya dijalani. Dia berkisah bagaiman usaha sempat ketar- ketir. Lantaran dia menghadapi manajemen buruk di perusahaan. Tri mencoba memperbaiki manajemen dulu. Meski berhasil dia sempat rugi sampai Rp.500 juta. Adapula kegagalan karena salah memperhatikan biaya membuka gerai.
Seiring waktu belajar memperbaiki kesalahan, usaha bakso dibawah PT. Perdana Putra Utama ini kian naik daun. Eksistensinya dibuktikan lewat banyak cabang di luar kota. Ayah tiga orang putri ini lantas menyebut inspirasi usahanya adalah Bob Sadino.
Bagi Tri usaha apa yang jelak maka jawabannya,"berusaha saja dulu, jangan banyak mikir." Dia juga sangat terinspirasi sang ayah yang juga wirausaha. Dia membuktikan mampu menafkahi 9 orang anak termasuk Tri. Sosok ayah terpaksa menjadi pengusaha karena "terpaksa". Dia sebenarnya bekerja menjadi seorang mantri kesehatan.
"Tetapi, ia malah sukses bertani dan beternak," kenang Tri.
Tri terbiasa bangun pagi. Dia ingat pelajarang orang tua bangun pagi agar rejeki mudah dicari. Dia menyesali kalau pengusaha muda terlalu lama berpikir. Mereka terlalu lama memilih- milih usaha apa yang cocok. Ia memberikan contoh dirinya yang mantap keluar dari perusahaan. Padahal dia sudah bekerja selama 10 tahun disana.
Jualan bakso kenapa tidak?
Dia kemudian menyebut jualan bakso juga bisa kaya. Ditemui di acara Festival Bakso Gratis Untuk Rakyat, dia meyakinkan kita jualan bakso juga bisa kaya. Tri memberikan contoh pedagang bakso di Jalan Pejaten, Jakarta Selatan. Penjual tersebut membeli mobil Alphard dan Pajero, rumah besar, beromzet Rp.25 juta.
Kemudian sambil bercanda dia menceritakan anak si tukang bakso. Dia ditolak orang tua karena orang tua cuma penjual bakso. Padahal kalu dicermati pengusaha bakso bisa sesukses Tri.
"Nah anaknya mau nikahi pacarnya, ketika ditanya sama colon mertuanya, orang tua kamu usaha apa? dijawab usaha bakso, ditolak, nggak jadi kawin," celetuknya.
Bukan tanpa masalan berbisnis bakso. Yang terpenting ialah mampu melihat peluang jauh kedepan. Tri lalu bercerita kembali tentang kegagalan lain. Dua gerainya di Cikeas dan Bendungan Hilir bangkrut. Bukan lagi tentang masalah manajemen tetapi situasi tidak memungkinkan.
Ini tidak bisa disangka pengusaha sesukses apapun. Hal terjadi tiba- tiba harus siap secara mental agar lekas bangkit. Waktu itu kenaikan harga BBM membuat kawasan industri Cikeas bangkrut. Dampaknya apalagi kalau bukan membawa bangkrut dua cabang seketika. Adapula kedai di rumah sakit Benhil tutup karena sepi pembeli.
Faktornya adalah orang enggan makan didekat rumah sakit, dianggap mereka merupakan tempatnya sumber penyakit. Padahal dia sudah yakin karena jalur tersebut sangat ramai. Masalah tidak terduga seperti inilah satu hal perlu diwaspadai. Alumnus SMA Negeri 3 Malang ini mengaku tidak mewaralabakan Bakso Ino.
Alasan utama karena Tri percaya waralaba merusak di jangka panjang. Dia juga memiliki pengalaman buruk dengan waralaba. Dulu, satu tempat strategis lepas, karena pemilik tanah malah memilih waralaba asing ya seperti Startbuck atau Dunkin Donuts. Pemilik tanah melihat mereka karena gengsi saja -prestise bahkan rela murah.
Walau Tri mengajukan sesuai harga tetap ditolak. Meski mereka membayar lebih murah, Bakso Ino tetap tidak masuk hitungan. "Jadi, kalau Starbucks ramai itu bukan hal aneh, anak kecil juga bisa," jelasnya geram.
Lanjut sukses
Tahun 2003, Tri bercerita pernah menjalin kerja sama dengan mitra, tetapi kerja sama tersebut tidak tercatat sebagai kontrak hitam diatas putih. Hasilnya mitra secara sepihak memutuskan perjanjian kerja sama. Dia menambahkan padahal perjanjian tersebut buat lima tahun. Buntungnya perjanjian itu bagi hasil 50:50, jadilah dia rugi sampai 200 juta.
Satu kelebihan Triestyo Budiman adalah kemampuannya memilih lokasi. Beberapa kali gagal memberikan satu pelaran penting. Hal lain ialah manajemen modern, mulai dari tingkat manajer, SDM, juga bagian quality control, sampai marketing dipikirkan. Alhasil jaringan bisnis Bakso Ino menyebar sampai Medan, Bandung, Batam, dan Manado.
Total gerai menurut Kontan sejumlah 20 gerai. Dimana gerai paling menarik banyak untung ialah yang ada di kawasan strategis seperti rest area. Empat gerai sudah ada di rest area yakni Cipularang kilometer 16, 19, 39, dan 62. Lalu ada dua lagi di rest area lain yakni tol BSD dan tol Tangerang. Rest area 19 menjadi paling besar yakni 200 meter persegi.
"Mei mendatang, ada satu gerai lagi yang siap buka di rest area Jagorawi," kata lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bogor ini.
Usahanya memakai cara pengumpulan uang biasa. Dia menggandeng pemodal memperluas jaringan sampai ke mana- mana. Total 20 gerai Bakso Ino, 60% merupakan milik pribadinya, sisanya merupakan kerja sama dengan rekan kerja. Memiliki warung bakso bukan berarti sederhana. Tempat makan Bakso Ino dirancang sedemikian rupa.
Tempat makan, kursi dan meja, dibuat tidak cuma buat makan tapi nyantai. Disini orang bisa membawa satu keluarga, teman sejawat, kolega bisnis, ataupun pacar. Dia akui sengaja menaikan citra jualan bakso menjadi lebih bergengsi. "Saya ingin mengangkat derajat jajanan bakso dari kelas gerobak dorong menjadi lebih ke bergengsi," tutur Tri.
Mulai usaha sejak 1998, ia ingat betul bagaimana dia dan istri mencoba segala rupa agar menemukan resep tepat. Agar memenuhi kebutuhan usaha rata- rata ia mengeluarkan Rp.6 juta per- hari. Ia membutuhkan tak kurang 100 kilogram. Daging segitu banyak diolahnya menjadi 12.000 butir bakso. Ini belum termasuk bahan tambahan seperi sayur dan kecap.
Bakso Ino memilik 40 menu masakan. Kalau harga Bakso Ino, Tri membandrol harga antara Rp.11.000- Rp.20.000 per- porsi. Lalu aneka minuman akan dijual dibawah Rp.10.000. Segmentasi pasar Bakso Ino memang untuk kalangan menengah atas.
Inspirasi Pengusaha Tas Aneka Kulit Ikan
Daftar Pengusaha Produk Kulit Ikan
Daftar berikut dikumpulkan dari berbagai sumber berita. Mereka adalah pengusaha sukses mengambil ceruk bisnis. Majunya industri kreatif Indonesia merangsang orang lebih kreatif. Beberapa pengusaha "kebetulan" mengambil satu konsep sama, kulit ikan. Mereka juga mengolahnya menjadi jenis produk yang sama, produk fashion.
Jika lazimnya kulit ikan dibuang, atau mungkin dibuat kerupuk ikan. Bagaimana kalau dijadikan bahan baku aneka sepatu. Mungkin terdengar aneh tetapi faktanya memang begitu. Tetapi kini, ditangan orang- orang kreatif ini aneka produk negeri dongeng lahir.
Berikut pengusaha sukses mengolah kulit ikan menjadi aneka produk
1. Ningsih
Tidak banyak diketahui tentang sosoknya. Tetapi ia mengusung brand Pineapple Shoes. Ia mengelola aneka kulit ikan menjadi produk jadi. Aneka produk terbuat dari kulit ikan kakap, nila, dan kaci- kaci. Alasan dia berbisnis adalah nila nominal kulit ikan kecil, tetapi kalau dibikin produk jadi sangat tinggi.
Ningsih mendapat pasokan kulit dari nalayan binaan Dinas Perikanan dan Kelautan DKI. Dia dibantu oleh sosok Bapak Nurul Haq. Dia merupakan orang pertama yang menyamak kulit kakap. Ia adalah sosok yang aktif mengajarkan mahasiswa ITB.
"Ini hebatnya penyamak tersebut, bisa menyamak kulit ikan," ujarnya. Sukses disamak kemudian dijadikan dia aneka produk fashion. Menurut pengalaman produk ini bahkan awet 3 tahun lebih lama dibanding kulit sapi. Kulit ikan memilik tekstur unik, tebal, jadinya proses penyamakan tidak sebentar. Prosesnya sampai 10 hari.
Tidak jarang orang meragukan kebenaran produknya. Dibutuhkan waktu setahun maka pembeli benar yakin keawetan. Produk sepatu membutuhkan 7 lembar kulit. Variasi warna dibuat sedemikian rupa, seperti merah, kuning, hijau, dan cokelat. Untuk flat shoes dijual Rp.250.000- Rp.500.000/pasang. Sedangkan tas jinjing seharga mulai Rp.1,5 juta.
Biacara omzet jangan kaget ya. Ningsih menyebut sampai dua digit. Bahkan normalnya sampai Rp.20 juta per- bulan. Dalam sehari rumah produksinya mengerjakan 5 pasang sepatu flat shoes, kalau heel maka cuma bisa 2 pasang sehari. Dia dibantu empat orang penjahit dan tukang pola.
Berbagai pertanyaan unik dilontarkan pelanggan ke Ningsih. Seperti apa dia yakin kucing tidak akan ngikuti sepatu. Dengan profesional, ia pun menjelaskan proses pembuatan, seperti halnya penyamakan 10 hari, lalu penghilangan kolagen dan minyak agar tidak timbul bakteri.
2. Rahmawati
Lain cerita dengan Rahmawati, yang hanya lulus Diploma, warga Sukoharjo ini menyamak kulit ikan sendiri. Awalnya memang tidak mudah apalagi dia menggunakan kulit ikan nila. Kulitnya butuh dikeringkan semalam, dipotong, disamak dan dijahit mengikuti pola produk.
Usaha yang sudah dijalaninya sejak 1990 -an. Aneka produk sudah dibuat olehnya seperti produk sandal, tas cantik, dan harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Menarget pasar luar negeri produknya digemari oleh orang asing. Memang produk kulit ikan memiliki tekstur unik dibanding kulit lain.
Tidak cuma sepatu, bahkan sandal pun laris manis di pasaran, padahal Rahmawati "tega" membandrol angka Rp.150 ribu- Rp.300 ribu. Harga tas sendiri dibandorol kisaran Rp.400 ribuan. Perjalana karir Rahmawati terbilang miris. Dulu dia bersama suami, Tono, hanya penjual ikan nila utuh di pasar- pasar. Karena sepinya pasokan maka pendapatan turun.
Mereka mulai berpikir kreatif memanfaatkan pasokan sisa. Keduanya tidak cuma menyasar kulit, tetapi juga sirip, bahkan kepala.
3. Indriyani
Kalau pengusaha satu ini memanfaatkan kulit ikan pari. Mengusung brand Zalfa Leather, pengusaha wanita asli Boyolali ini, menyebutkan usahanya diminati pasar luar negeri. Ini tidak kalah eksotis meski tentu tidak punya motif seperti kulit ikan nila ataupun kakap.
Produksinya meliputi tas, dompet, dan ikat pinggang. Ia menjual dari harga Rp.150 ribu sampai puluhan juta per- pcs. Bahan didapatkan dari nelayan di wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Jepara, dan daerah lain di Jawa Timur. Satu buah produk membutuhkan waktu pembuatan 3-5 hari. Meliputi kulit dicuci dulu, diberi warna, dan dikeringkan.
Selepas itu dihaluskan lalu dipotong membentuk pola. Dia hanya dibantu oleh 3 orang pengrajin, rata- rata mampu memproduksi 150- 200 pcs per- bulan. Pemasaran sekitar Boyolali sampai ke luar negeri yakni ke Eropa.
Tidak banyak diketahui tentang sosoknya. Tetapi ia mengusung brand Pineapple Shoes. Ia mengelola aneka kulit ikan menjadi produk jadi. Aneka produk terbuat dari kulit ikan kakap, nila, dan kaci- kaci. Alasan dia berbisnis adalah nila nominal kulit ikan kecil, tetapi kalau dibikin produk jadi sangat tinggi.
Ningsih mendapat pasokan kulit dari nalayan binaan Dinas Perikanan dan Kelautan DKI. Dia dibantu oleh sosok Bapak Nurul Haq. Dia merupakan orang pertama yang menyamak kulit kakap. Ia adalah sosok yang aktif mengajarkan mahasiswa ITB.
"Ini hebatnya penyamak tersebut, bisa menyamak kulit ikan," ujarnya. Sukses disamak kemudian dijadikan dia aneka produk fashion. Menurut pengalaman produk ini bahkan awet 3 tahun lebih lama dibanding kulit sapi. Kulit ikan memilik tekstur unik, tebal, jadinya proses penyamakan tidak sebentar. Prosesnya sampai 10 hari.
Tidak jarang orang meragukan kebenaran produknya. Dibutuhkan waktu setahun maka pembeli benar yakin keawetan. Produk sepatu membutuhkan 7 lembar kulit. Variasi warna dibuat sedemikian rupa, seperti merah, kuning, hijau, dan cokelat. Untuk flat shoes dijual Rp.250.000- Rp.500.000/pasang. Sedangkan tas jinjing seharga mulai Rp.1,5 juta.
Biacara omzet jangan kaget ya. Ningsih menyebut sampai dua digit. Bahkan normalnya sampai Rp.20 juta per- bulan. Dalam sehari rumah produksinya mengerjakan 5 pasang sepatu flat shoes, kalau heel maka cuma bisa 2 pasang sehari. Dia dibantu empat orang penjahit dan tukang pola.
Berbagai pertanyaan unik dilontarkan pelanggan ke Ningsih. Seperti apa dia yakin kucing tidak akan ngikuti sepatu. Dengan profesional, ia pun menjelaskan proses pembuatan, seperti halnya penyamakan 10 hari, lalu penghilangan kolagen dan minyak agar tidak timbul bakteri.
2. Rahmawati
Lain cerita dengan Rahmawati, yang hanya lulus Diploma, warga Sukoharjo ini menyamak kulit ikan sendiri. Awalnya memang tidak mudah apalagi dia menggunakan kulit ikan nila. Kulitnya butuh dikeringkan semalam, dipotong, disamak dan dijahit mengikuti pola produk.
Usaha yang sudah dijalaninya sejak 1990 -an. Aneka produk sudah dibuat olehnya seperti produk sandal, tas cantik, dan harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Menarget pasar luar negeri produknya digemari oleh orang asing. Memang produk kulit ikan memiliki tekstur unik dibanding kulit lain.
Tidak cuma sepatu, bahkan sandal pun laris manis di pasaran, padahal Rahmawati "tega" membandrol angka Rp.150 ribu- Rp.300 ribu. Harga tas sendiri dibandorol kisaran Rp.400 ribuan. Perjalana karir Rahmawati terbilang miris. Dulu dia bersama suami, Tono, hanya penjual ikan nila utuh di pasar- pasar. Karena sepinya pasokan maka pendapatan turun.
Mereka mulai berpikir kreatif memanfaatkan pasokan sisa. Keduanya tidak cuma menyasar kulit, tetapi juga sirip, bahkan kepala.
3. Indriyani
Kalau pengusaha satu ini memanfaatkan kulit ikan pari. Mengusung brand Zalfa Leather, pengusaha wanita asli Boyolali ini, menyebutkan usahanya diminati pasar luar negeri. Ini tidak kalah eksotis meski tentu tidak punya motif seperti kulit ikan nila ataupun kakap.
Produksinya meliputi tas, dompet, dan ikat pinggang. Ia menjual dari harga Rp.150 ribu sampai puluhan juta per- pcs. Bahan didapatkan dari nelayan di wilayah Jakarta, Jawa Tengah, Jepara, dan daerah lain di Jawa Timur. Satu buah produk membutuhkan waktu pembuatan 3-5 hari. Meliputi kulit dicuci dulu, diberi warna, dan dikeringkan.
Selepas itu dihaluskan lalu dipotong membentuk pola. Dia hanya dibantu oleh 3 orang pengrajin, rata- rata mampu memproduksi 150- 200 pcs per- bulan. Pemasaran sekitar Boyolali sampai ke luar negeri yakni ke Eropa.
Langganan:
Postingan (Atom)
