Aplikasi Donor Darah Red Blood Social Entrepreneurship

Profil Pengusaha Leonika Sari Njoto


pendiri red blood

Aplikasi donor darah Red Blood erupakan bentuk social entrepreneurship. Sang pengusaha menjelaskan donor darah tidak rumit. Dimanapun kamu bisa mendapatkan kesempatan. Aplikasi yang memberikan notifikasi kebutuhan akan darah. 
 
Taukah kalian masyarakat Indonesia termasuk pecinta membantu sesama. Membantu tidak harus meluli mengenai uang. Leonika Sari Njoto Boedioetomo menjelaskan asal mulanya membuat aplikasi. Dia mengenang dulu banyak mendaptkan broadcast massage, baik dari keluarga maupun teman.
 

Membuat Aplikasi Startup

 
Kekuranngan donor darah di Indonesia memang memprihatinkan. Pendonor darah kecil dibandingkan kebutuhan darah harian. Belum lagi spesifikasi darah yang dibutuhkan pasien. PMI sendiri selaku pemegang regulasi telah mencoba semaksimal mungkin.

Kini tinggal giliran kalian mau tidak mendonorkan darah nanti. "Saya sering banget mendapatkan broadcast massage tentang orang butuh donor dari di rumah sakit tertentu," jelasnya.

Leonika juga sering mendapatkan info sejenis di sosial media. Layaknya masyarakat biasa, dirinya belum teredukasi tentang pentingnya mendonor darah. Leonika juga belum paham bahwa satu tetes darah begitu berharga. Kemudian dia mencari tau mengenai kebutuhan darah di Indonesia sendiri.

Kebutuhan darah Indonesia rata- rata 5 juta liter. Sedangkan ketersediaan baru mencapai 1- 2 juta. Ia merenungi ini. Tren membangun aplikasi startup tengah marak. Leonika paham sehingga lahirlah aplikasi pertama.

Dia termasuk golongan ulet dan tekun. Leonika semenjak kecil sudah menyukai Biologi. Nilanya paling moncer dibanding mata pelajaran lain. Bermula dari keinginan menjadi Dokter namun takdir tidak memilihnya. Ada beberapa petimbangan hingga memutuskan tidak memilih kedokteran.

Pilihan kedua kesukaanya adalah juruan ilmu teknologi. Tepatnya, memilih jurusan Sistem Informasi, di Institut Sepuluh Nopember (ITS). Walapun tertarik bukan berarti Leonika memahami. Ada satu mata mata kuliah tidak mengena.

Mata kuliah Pemrograman kurang dipahami, alhasil dia mendapat nilai C karena kurang dasar. Dia sudah lama tertarik bidang teknologi. Tetapi belum memiliki waktu memoles pengetahuan dasar. Ini mungkin karena Leonika masih berharap masuk kedokteran.

Dia memang sangat penasan akan bahasa pemrograman. Bekerja keras membuatnya menaikan nilai mata kuliah lanjutan. Di kuliah pemrograman lebih sulit menghasilkan nilai A. Dia masih memiliki jiwa dokter. Ingin rasanya membantu jiwa manusia lewat teknologi terbaru.

Bukan Red Blood, aplikasi pertamanya bernama Bloobis, menjadi rantai pemasok darah PMI di Kota Surabaya. Beberapa tahun kemudian disempurnakan aplikasi bagi pendonor. Setelah beberapa lama, ia telah mendapatkan mentoring dari dosen dan para ahlinya di startup.

Bersama tiga rekan Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M. Zuhri, menyempurnakan. Aplikasi ini dilengkapi data 225 juta yang tidak mau donor. Mereka ternyata takut jarum. Juga pemahaman soal donor darah begitu minim. Orang banyak tidak tau tempat, waktu, dan mendaftar yang benar.

Pengusaha Sosial

 
Tahun 2013, aplikasi Red Blood lahir, dan memberikan kesempatan masyarakat Surabaya. Di dalam terdapat informasi mengenai tempat donor. Adapula fitur event mengenai donor darah dari tempat dan waktunya.

Kamu bisa membagikan informasi tersebut ke sosmed. Fitur tombol "event" kemudian dapat kamu "share" ke Facebook. Ada ratusan event yang digagas berbagai pihak selain pemerintah. Pendonor pun naik jumlahnya, termasuk mereka yang lolos mendonor sampai 50% dari yang hadir.

Hadirnya Red Blood berkat pengalaman aplikasi dahulu. Ia menyadari masalah bukan di rantai darah disalurkan. Melainkan jumlah pendono yang sangat rendah. Dia mengajak teman- temannya untuk menyelesaikan masalah. Dia sempat ditinggal tim lamanya tetapi kembali bangkit mengejar tujuan.

Pengunduh di app store mencapai 5000 orang. Red Blood merupakan proyek pilot buat masyarakat Surabaya. Bukan tanpa halangan Red Blood sempat "ditentang". Penolakan datang dari rumah sakit yang diajak kerja sama. Mengapa demikian karena pihak mereka hanyalah sekumpulan mahasiswa.

Beruntung Wali Kota Surabaya, Tri Risma berinisiatif, dan aplikasi Red Blood makin matang di 2015 silam. Berawal dari memanfaatkaan event kampus atau perusahaan. Mereka mencari- cari celah agar Red Blood berjalan.

Hingga sekarang, mereka bisa menginisiasi event donor darah, sekarang aplikasi ini telah memiliki wadah perusahaan. Pihak kampusnya ITS Surabaya, dulu membantu dengan kerja sama paatneship kesepahaman. Bicara mengenai mendapatkan uang Leonika menjelaskan informasi lebih lanjut.

Menjadi pengusaha sosial memang memiliki pertanyaan menggelitik. Pasalnya kamu akan habiskan waktu membantu orang. Bagaimana dengan kehidupan pribadi dan pegawai kamu. Bersyukur dirinya memilik keahlian programing.

Mahasiswi lulusan IT ini memiliki aneka usaha disamping mengerjakan  Red Blood. Belum kepikiran menguangkan Red Blood. Ia sendiri lebih memilih meluaskan jangkauan. Menciptakan stabilitas bagi aplikasinya. Tidak kalah penting dia ingin membangun tim dengan banyak latar belakang.

Banyak proyek membuat website juga dikerjakan Leonika. Ya, aplikasi Red Blood memberikan satu portfolio bisnis. Ia tidak menampik akan kebutuhan dana memang dibutuhkan. Tetapi bukanlah jadi tujuan utama dirinya dan kawan- kawan.

"Kalau sekarang memang belum ada profitnya, karena plan besarnya tidak membahas profit," jelas Leonika.

Anthoy Salim Pendiri Indofood Rasanya Triliunan

Biografi Pengusaha Anthony Salim 


biografi anthony salim

Biografi Anthony Salim atau Liem Hong Sien, putra Sudono Salim yang fenomenal, mejadi generasi kedua kepemimpinan bisnis Salim Group. Pengusaha kelahiran 25 Oktober 1949, Anthony terlahir dari keluarga mapan. Dia berhasil menyelamatkan perusahaan dari dampak krisis ekonomi 1998.

Sebelum kriris 1998, Salim Group diperkirakan memiliki aset mencapai $10 milyar (Rp.100 triliun) Bank Central Asia (BCA), miliknya di rush sehingga berhutang Rp.52 triliun. Dia berhasil melunasi semua hutang dengan menjual aset perusahaan.

Pendiri Indofood

 
Anthony sempat menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya, mulai dari PT. Indocement Tunggal Perkasa, PT. BCA, dan PT. Indomobil Sukses International. Dia menyisakan beberapa aset utama, itu termasuk PT. Indofood Sukses Makmur, dan PT. Bogasari Flour Mills.

Tujuannya satu, yakni mempertahankan bisnisnya agar jalan perputaran uangnya tetap. Dia memang benar terbukti uang masih berputar diantara produk consumer goods.

Keduanya merupakan satu kesatuan yaitu menghasilkan produk tepung terigu dan mie instant. Berkat kerja kerasnya, Anthony berhasil mengembakan bisnis keduanya, dan menciptakan aneka inovasi di bisnis mie kering. Kita mengenal produk legendari Indofood, dari Indomie, Supermi, sampai Sarimi.

Guna memenangkan pasar kembali Anthony mulai berinovasi. Bukan lewat produk baru, Indofood -nya lebih memilih mengembangka anaka rasa. Layaknya pemilik restoran Anthony tidak mau itu menjadi monoton. Dari varian rasa Indofood mulai menawarkan aneka ukuran untuk masyarakat.

Produknya ditunjang kenyataan bahwa mereka adalah pelopor mie instant. Fakta membuat produknya mengakar kuat. Walau Indonesia diserbu mie instan buatan Korea, produk Indofood tidak bergemi saling melengkapi.Indomie bahkan dinasbihkan menjadi salah satu mie intan terenak di dunia.

Indofood ditangan Anthony menguatkan proudk lain. Meliputi aneka susu Indomilk, tepung Bogasari Segitiga Biru, Kunci Mas, dan Cakra Kembar. Tidak berhenti di produk tersebut, Salim Group juga memproduksi Bimoli dan mentega Simas Palmia.

Di 2009, PT. Indofood pernah mencatat laba bersih mencapai 2 triliun rupiah. Nilainya bahkan lebih besar dari era sebelumnya. Selain itu, pada tahun 2009, harga komoditas sedang bergejolak sehingga keuntungan perusahaan benar- benar mengagumkan.

"Kami senang meski harga harga komoditas terus bergejolak, namun kami berhasil mencapai laba tertinggi," ujar Anthony dalam laporan keuangan di 2009.

Model bisninya yang mengikuti agro bisnis dan non- agro bisnis. Ia membuat perusahaanya tetap bertahan di periode krisis keuangan 98. Di masa krisisnya, Bogasari menjadi perusahaan yang paling menderita kerugian karena harga tepung naik.

Dia juga memiliki kiat tersendiri guna menutupi nilai kerugian. "Kami fokuskan program komunikasi menyeluruh untuk meningkatkan awareness konsumen guna menjaga loyalitas," ucapnya. Dia juga mulai meluncurkan produk- produk baru yang dipastikan mampu menembus pasar lokal.

Anthony lebih memilih berinvestasi kedalam produk mereka. Dia mengembangkan dua varian mie gelas yang diluncurkan tahun 2009. Indofood pun giat menembus pasar desa berkonsep "Raja Desa" mencoba mengambil hati masyarakat bawah.

Putra dari Liem Sioe Liong ini terus berkomitmen untuk berekspansi dengan terus berinovasi. Ia pun milirik kerja sama dengan Nestle S.A. Kedua belah pihak bersepakat untuk membangun PT. Nestle Indofood Citra Rasa, perusahaan yang menyedot dana sampai Rp.50 miliar.

Keduanya sama- sama menyetor dana senilai 50% di perusahaan. "Pendirian usaha patungan baru ini akan menciptakan peluang untuk memanfaatkan dan mengembangkan kekuatan yang dimiliki kedua perusahaan," ujar Anthony.

Ia percaya reputasi kedua perusahaan ini mampu mendongkrak nilai bagi masyarakat dan pemegang saham. Perusahaan baru bergerak dibidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan distribusi produk kuliner.

Ke dapannya, Indofood akan memberikan lisensi produk kuliner kepada Nestle- Indofood. Indofood sendiri memiliki kekuatan proses produksi biaya rendah, jangkauan yang sangat luas, dan kecepatan menjangkau masyarakat melalui anak perusahaan.

PT. Indosentra Pelangi sebagai pemain utama di bumbu masakan. Anthony melihat perusahaanya sebagai kapal dengan 50.000 karyawan. Ia percaya akan komunikasi yang baik antar karyawan agar perusahaan fokus melihat pasar.

Katanya, sebenarnya bisnis yang dijalankan begitu banyak tetapi tidak pernah tersorot. "Indonesia masih menjanjikan imbal hasil yang tinggi dalam bisnis," ucapnya. Anthony Salim dikatakan orang terkaya dibawah Budi Hartono (Grup Djarum) dan Eka Tjipta Widjaja (Grup Sinar Mas).

Anthony memiliki harta senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun. Inilah biografi Anthony Salim pendiri Indofood.

Elle Jess Yamada Beauty Blogger Selebgram

Profil Pengusaha Elle Jess Yamada


elle jess yamada
 
Bermula menjadi beauty blogger kemudian selebgram. Profil Elle Jess Yamada sudah terkenal lama di dunia maya. Mereka dikenal sebagai beauty blogger, dan sekarang fashion Selebgram. Kamu akan lebih banyak menikmati konten mereka di Instagram. 
 
Mereka ini kembar loh, dan sudah memiliki passion dibidang internet lewat aneka sosial media. Dari mempunyai blog, Youtube, Facebook, dan Instagram. 
 
Wajah cantik mereka juga terpampang di berbagai media lain. Fokus mereka memang lebih ke pasar wanita muda masa kini. Ketika viral lagu "Gwiyomi", keduanya ngevlog bersama benar- benar cantik dan cute banget.
 

Beauty Blogger dan Selebgram


Mereka bukan keturunan Korea bukan Jepang. Nama lengkap mereka Ellisa dan Jessica tanpa nama keluarga. "Nama asli kita sih Jessica dan Ellisa saja, tanpa nama belakang," tutur mereka. Namun orang penasaran mengenai Yamada. Dan ternyata, itu tuh bukan nama keluarga atau nama ayahnya.

Dikisahkan keduanya iseng memakai nama "Yamada". Itu berkat orang bilang mereka kembar, dan mirip orang Jepang. Waktu bermula mau mendaftar Facebook membutuhkan nama belakang. Si Elle iseng mencari nama "the common Japanese surname", dan ketemulah Yamada di Google.

Aktif di sosmed pastilah sering mengupload foto atau video. Diantara kegiatan tersebut, Elle dan Jess menyelipkan promosi ke dalam aktifitas wajar tersebut. Orang mungkin tidak "ngeh" tetapi mereka tengah promosi produk. Ternyata keduanya juga memilik olshop jadi sembari berjualan di sosmed gitu.

Mereka mulai serius mengadakan pemotretan seperti model. Passion mereka dari kecantikan dan juga fashion sejalan. Keduanya beralih dari seleb Facebook ke Instagram. Kedua menjadi suka mengikuti dunia modeling. Bahkan ditawari mengikuti kegiatan catwalk dan Jakarta Fashion Week.

Blog mereka ElleJess tidak kalah pamornya dibanding Facebook. Mereka aktif mengupload cerita dan foto. Berkat itupula mereka bisa ke Jakarta Fashion Week 2015 di Senayan City, Jakarta.

Boleh dibilang keduanya termasuk pelopor konsep endorse. Tetapi mereka memakain produk hasil mereka sendiri. Strategi bisnis melalui menjadi model onlineshop sendiri. Olshop mereka bernama Gowigasa atau Good Will Garage Sale.

Mereka berawal dari bisnis pakaian second. Elle dan Jess mampu mengolah sesuatu hingga viral. Alhasil blog mereka, ellejess.com, mampu menghasilkan pengunjung 1 juta perhari. Karena wajah mereka marketnya luas ke berbagai negara.

Pengunjung paling banyak dari Indonesia dan USA. Setelah sukses pakaian second, keduanya lalu mengembangkan bisnis fashion lain. Mereka memang tidak memilik latar belakang fashion. Jess pernah kuliah Komunikasi Visual Animasi, Universitas Bina Nusantara.

Elle sendiri pernah berkuliah manajemen di IMBT. Pada 2012, keduanya sempat masuk girl band bernama Hearts, yang didukung oleh Dea Ananda.

Biografi Tahir Pengusaha Pemilik Bank Mayapada

Biografi Pengusaha Dato Sri Tahir


biografi tahir mayapada

Info biografi Tahir pengusaha pemilik Bank Mayapada. Bernama lengkap Dato Sri Tahir, pria kelahiran tahun 1952 asli Surbaya, yang dikenal sebagai sosok pengusaha pekerja keras dan ramah. Berasal dari keluarga yang kesulitan dalam keuangan. Dia mulai meniti karir dari nol besar berkat kerja keras dan tekun.

Keluarganya menjalankan bisnis bengkel becak di Surabaya. Tahir muda ikut memperbaiki becak memastikan becaknya berjalan di jalanan. Waktu telah berlalu, Tahir kemudian menamatkan sekolah tinggi, dan keluarga bekerja sangat keras menyekolahkannya lagi.

Sayang ia hanya mampu bertahan satu semester di sebuah universitas di Surabaya. Dia berkuliah di jurusan teknik mesin, tetapi mengalami beberapa kesulitan di awal -awal. Kemudian, Tohir memilih hijrah ke Taiwan, dimana sebuah universitas disana menerimanya di jurusan kedokteran.

Bisnis Pertama Tahir

 
Ayahnya yang menderita penyakit serius membuat Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya. Di umur 20 tahun, pengusaha Tahir lalu diterima bersekolah bisnis di Nanyang University.
 
Tiap bulan dia akan mencari produk di Singapura kemudian menjualnya di Surabaya. Tahir membeli pakaian wanita dan sepeda dari sebuah pusat perbelanjaan di Singapura, menjualnya kembali ke Indonesia. Dari sinilah, ia mendapatkan ide untuk kapitalisasi produk impor guna membantu biaya sekolah.

Umur 35 tahun, Tahir bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gate University. Dia berkata baru menyadari pentingnya pendidikan seiring waktu berlalu. Ia menyesal tak melanjutkan pendidikan.
 
"Kekuatan keluarga, atau sebuah negara atau sebuah organisasi atau kesatuan bisnis tidak semuanya tergantung oleh menejeman yang sekarang tatapi lebih tergantung pada generasi mendatang yang akan mengambil alih," ucapnya di sebuah wawancara New York Times.

Ia memulai kembali bisnis di bidang garmen, dan lambat laun memasuki bidang keuangan. Diawali Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambat dari dealer mobil, garmen, dan perbankan.

Empat tahun setelah berbisnis, Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalan. Ketika itu, bisnis garmen Mayapada tidak lagi tumbuh, justru bisnis banknya maju pesat. Bank Mayapada masuk ke pasar saham Bursa Efek Jakarta meski dibanjiri krisis di 1997.

Bank Mayapada termasuk agresive ketika melihat dirinya sukses menghadapi krisis moneter. Dengan investasi asing seperti US, UAE, dan Singapura, banknya kini memiliki lebih dari 100 cabang di penjuru Indonesia.

Di 2007, bank ini mendapatkan predikat bank umum terbaik nomor 2 selain bank milik negara. Penghargaan yang dikeluarkan oleh majalah InfoBank, majalah tentang bank paling berpengaruh. Selain perbankan, perjalanan Mayapada Group masih melanjutkan ekspansinya.

Bisnisnya meliputi:

1. Industri ritel melalui kerja sama dengan Duty Free Shopper yang dimiliki oleh LVMH, atau Louis Vuitton. Bisnisnya bergerak di bidang perlengkapan mewah, dan beroperasi di Jakarta dan Bali.

2. Industri properti dimana Mayapada memiliki beberapa tower mewah di Jakarta CBD; Mayapada Tower, Permata Tower 1, dan Sona Topas Tower. Di bali, Mayapada Group mengembangkan Mal Bali Galleria, mall terbesar di pulau, Regent Bali Hotel dan perumahaan di sekitar Sanur.

3. Bisnis kesehatan meliputi Mayapada Hospital yang telah diresmikan.

Tahir lantas menikah dengan Rosy Riady, putri konglomerat Mochtar Riady, dan memiliki 4 orang anak. Dia tinggal bersama keluarganya di Jakarta dan penganut kristen yang kuat. Dia ditunjuk sebagai pelaksana komisaris di University of California, Berkeley, menjadi satunya dari Asia Tenggara yang pernah menjabat.

Tahun 2008, ia mendapatkan gelar doktor dari sebuah universitas di Surabaya, Jawa Timur. Terbaru ini Bank Mayapada membuka Mayapada Life, menjadi salah satu asuransi tercepat pertumbuhannya. Perusahaan ini bekerja sama dengan asuransi berbasis di Zurich, Switzerland.

Selebihnya, Bank Mayapada menjadi jangkar semua bisnis Tahir. Duty- Free Shop disebut juga ambil andil di kerajaan bisnis Mayapada. Tokonya telah tumbuh menjadi 10.000 meter persegi dengan outlet nya meliputi bandara di Jakarta, bandara internasional di Bali, dan pusat kota di Bali.

Biogarafi Tahir pengusaha pemilik Bank Mayapada. Bisnisnya meliputi produk lokal mewah dan luar negeri seperti Louis Vutton dan Gucci. Untuk produk non- fashion, Duty- Free Shoping menjual minuman beralkohol, makanan, dan rokok.

Sekali lagi Mayapada Group melebarkan bisnisnya ke jasa kesehatan melalui program Mayapada Healthcare Group (MHG). Perusahaan tersebut menggelontorkan dana ekspansi hingga Rp.1 triliun. Rencananya, grup ini mencoba membuka 4 rumah sakit di Jakarta.

Mayapada mengakuisisi RS Honoris di Tangerang senilai Rp.1 miliar. Rumah sakit itu lantas berganti nama menjadi Mayapada Hospital. Mayapada juga akan membuka RS di Kelapa Gading, TB Simatupang dan satu lagi di wilayah Jakarta. Setelah Jakarta, Mayapada juga akan membidik kota lain seperti Surabaya.

Untuk memperkuat bisnis barunya, Mayapada Group akan menggandeng National Healthcare Group Singapore untuk menyediakan layanan kesehatan dengan standar Singapura. Tambahan Mayapada jadi pemiliki lisensi atas majalah Forbes Indonesia.

Indah Nada Puspita Hobi Ngeblog Fashion

Profil Pengusaha Indah Nada Puspita


biografi indah nada puspita
 
Hobi ngeblog fashion kini menjadi influencer ternama. Indah Nada Indah Nada Puspita masih ingat semua bermula dari tugas sekolah. Ia ditugaskan membuat blog untuk mata pelajaran TIK. Kala itu masih SMA, dia lalu keterusan aktif menulis blog untuk hobi, belum terpikir menjadi blogger hijaber.

Nada memang tertarik akan fashion muslimah. Hijab membuatnya berpikir kreatif, dan mulailah itu disampaikan lewat blog. Dia mulai fokus membahas mengenai fashion. Maka blog beranama Fashion in Headscraves berubah. Isinya mulai berisi foto- foto sendiri dengan pakaian fashion harian.

Bisnis Fashion Blogger

 
Bukan melulu bercerita tentang keseharian tetapi fashion. Diakui pengusaha muda kelahiran Medan, 8 Juni 1993, hobi ngeblog menghasilkan uang. Ia mulai merubahnya menjadi passion bukan hobi. Dia ingin menyebarkan pandangannya tentang fashion

Ia tengah berkuliah Jurusan Biologi Universitas di Hannover, Jerman. Dari blog datanglah pekerjaan menjadi duta produk. Hasilnya lumayan mampu menambah biaya kulih keluar negeri. Brand yang dia pernah bekerja sama seperti Moshaict Hijab Store dan Mazaya Cosmetics.

Produk Mazaya bukan sekedar tempelan tetapi dicoba. Nada memakai dan mereview langsung dari kulitnya. "Produknya sesuai dengan saya. Make up halal dan cocok untuk anak muda. Sesuai banget buat saya," ucap gadis cantik yang telah berhijab sejak kecil

Dia bekerja sama bahkan jangka panjang sampai 2- 3 tahun. Produk pertama kali ternyata datangnya dari teman. "Awalnya sukarela diajak bermitra sama teman, terus berlanjut secara profesional dengan bandrol harg," ia menambahkan.

Ditanya soal rate maka Nada telah memiliki perhitungan sendiri. Dia mengatakan tergantung merek dan apa produknya. Ketika ditanya mengenai membangun brand sendiri. Nada memiliki bakat untuk menggambar.

Nada sempat berpikir membuat brand fashion sendiri, tetapi bentrok kuliah dan belum kesampaian.

"Ada interest untuk punya merek sendiri. Waktu itu, pernh dicoba tetapi aktivitasnya masih banyak kuliah, belum kesampaian hingga sekarang," tuturnya.

Mengapa brand mempercayai sosok Nada bukan tanpa sebab. Dia mampu membangun brand melalui blog. Perusahaan mengaggap gadis berhijab ini memiliki inspirasi. Gaya fashionnya sangat diminati anak muda Indonesia. Terbukti dari jumlah pengunjung aktif yang datang dan kembali ke blognya.

Dia menutup aurat tetapi masih bisa berpenampilan modis. Nada mengataka soal follower blog tidak ada datanya. Tetapi begitu mermabah ke Instagram, Nada mampu memiliki follower sampai 200 ribu follower. Anak kedua dari dua bersaudara ini belum menyerah menjalankan blog miliknya.

Dari blog dia mendapatkan pengunjung baru. Ia tidak mau meninggalkan blog karena disitulah brand -nya. Agar blog menggaet pengunjung baru dan menyenangkan pegunjung lama. Tidak perubahan justru menjadi tambahan buat endors.

Dijadwalkan tiga hari sekali blog update. Isinya ya mengenai fashion dan soal make up. Itu sejalan dan konsisten dengan tujun awal. Nada memang membuat blog fashion. Karena posisinya berkuliah di luar negeri, Nada terkadang dibantu teman- temannya untuk update foto di blog.

Postingan bisa dilakukan dimanapun melalui internet. Kemudahan ini sangat dimanfaatkan Nada buat mengisi konten. Isi blog juga bersifat spontan bahkan bisa diluar tema. Misalnya dia tengah jalan- jalan ke suatu tempat di Jerman, tetapi ada kalanya direncanakan terutama bila bersponsor.

Ia akan segera berdiskusi soal gaya dan latar pemotretan dengan produk. Nada memikirkan betul biar pesan tersampaikan dengan gayanya. Meskipun kelak akan menikah dan punya anak tetap ngeblog. Ia yang mencintai seni menganggap blognya karya.

Dia selain blog juga tertarik berakting dan bernyanyi. Khusu buat menyanyi dia sudah mengeluarkan single loh. Lagunya berjudul No Me and You bergenres retropop. Selain menyanyi di Indonesia dan Jerman, Nada memiliki brand scraf maka pantaslah dia disebut pengusaha muda juga.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba