Tiga Pengusaha Muda Pilihan Jokowi Buat Mahasiswa

Artikel Bisnis: Pengusaha Inspiratif Pilihan Jokowi 

 
pengusaha muda pilihan jokowi
 
Inilah sosok tiga pengusaha muda pilihan Jokowi. Bahkan Presiden Joko Widodo menjadi terkagum- kagum ketika menyampaikan profil mereka. Tak bisa ia tutupi bahkan sampai berdecak kagum. Di depan ribuan mahasiswa, ia mengungkapkan bagaimana kesannya dengan tiga orang anak muda ini. 
 
Bagaimana dari sebuah bisnis makanan bisa jadi miliaran, dari bisnis rumah rakyat bisa jadi triliunan dan terakhir bagaimana menjadikan Indonesia jaya di lautan.
 

Bisnis Kreatif


Apa yang tengah dicari seorang Presiden Jokowi ada pada diri mereka. "Inovasinya juga enggak seperti zaman saya di mana usaha yang ada hanya itu- itu saja," ucap Jokowi, disebuah acara bernama wirausaha muda oleh Bank Mandiri kamarin.

Ia secara spontan memanggil ketiganya di depan mahasiswa luas. Mereka adalah para- para alumni dari penghargaan yang sama. Ketiganya yaitu Hendy Setiono pemilik Kebab Baba Rafi, Elang Gumilang pemilik Elang Group, dan Mita yang memplopori energi tenaga arus untuk komersial. 
 
Siapakah mereka? Untung, kami pernah mengulas kisah mereka disini, berikut profilnya:

1. Hendy Setiono

Semua berawal dari pengalamannya mencicipi makanan khas Timur Tengah. Di bulan Mei 2003, ia tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Timur Tengah. 
 
Nah, pas di sanalah, ia menemukan makanan bersama kebab, "Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy. Sejak saat itulah ia punya hasrat membuka bisnis yang sama di Indonesia.

Mencari- cari informasi ternyata kebab Turki yang terenak. Mengawali bisnis ini tak mudah seperti membalik telapak tangan. Dia bertemu seorang teman bernama Hasan Braja, keduanya memulai dari trial- error alias mencoba- coba mencari resep sendiri. 
 
Bermodal 10 juta, di September 2003, gerobak pertama kebab milik mereka mulai beroperasi. Ia pernah kehilangan uang karena dibawa lari karyawan, tapi tak pernah kapok.

2. Elang Gumilang

Elang bertekat untuk membiayai kuliahnya sendiri. Ia punya target untuk mengumpulkan 10 juta untuk biaya kuliah. Semuanya dimulai dari berjualan donat tanpa sepengetahuan orang tua. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat berisi 12 donat yang dijajakan ke sekolah dasar di Bogor. 
 
Setelah beberapa bulan berbisnis diam- diam, pas menjalang UAN, akhirnya Elang ketahuan. Karena UAN kedua orang tuanya memaksa Elang untuk berhenti berbisnis. Dilarang berbisnis oleh orang tua tak membuatnya berhenti. Dia tertantang berbisnis lain yang tak mengganggu sekolahnya. 
 
Sukses berjuang akhirnya dirinya bisa mendapatkan 10 juta ketika akan masuk kuliah di ITB. Pas kuliah justru musibah datang membuat uangnya tersisa cuma 1 juta dari 10 juta hasil kerja kerasnya.

Sudah aneka bisnis dijalankannya namun tidak ada yang diseriusinya. Kebanyakan gagal dalam profilnya yang kami tau. Elang lalu beristikharah mencari petunjung.

Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" 
 
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. "Saya kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

3. Nurana Indah Paramita

Dia adalah mahasiswi ITB, bersama temannya dalam satu tim bernama T-Files, sudah banyak usaha yang mereka usung. Bermodal proposal tapi kesemuanya selalu ditolak oleh pihak kampus. Fokus usahanya ialah pengembangan turbin dan mesin pembangkit listrik tenaga arus. 
 
Tak mau bergantung kepada uang bermodal proposal mereka lantas berusaha sendiri. Mereka mencari investor sendiri. Disuatu hari mereka bertemu investor asal Jepang. Mereka yang tau penting untuk mengembangkan teknologi sendiri. 
 
Ditambah rasa nasionalisme yang masih kental dalam diri mereka, akhirnya tawaran itu ditolak. T-Files merupakan perusahaan holding yang fokus pengembangan di berbagai bidang current turbine, mining engineer, informastion technology dan lain- lain.

Mendengar kesuksesan mereka Jokowi terlihat tidak percaya. Dengan mudah Presiden pun berseloroh agar mereka para mahasiswa pengunjung untuk memulai usahanya sedini mungkin. 
 
Seperti mereka katanya, "sambil kuliah sambil kerja, harus cepat, nanti orang lain bisa masuk menjadi kompetitor kita," jelas Jokowi. Diakhir pembicaraan itu Presiden memotivasi mereka agar tak perlu jauh- jauh. Tak perlu mencontoh para pendiri Facebook atau Twitter tutupnya.

Sukses Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar

Biografi Pengusaha Merry Riana

 
sukses mery riana

Sukses Merry Riana berkat kerja keras walau sulit. Tidak pernah bemimpi belajar hingga ke Singapura, ataupun memulai karirnya di sana. Kelahiran 29 Mei 1980, Jakarta, Mery terlahir dan tumbuh dbersama keluarga yang sederhana. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Perjalanannya ke Singapura itu dimulai ketika kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Ketika itu, cita- citanya kuliah jurusan teknik elektro di Universitas Trisakti buyar seketika. Ayahnya memutuskan mengirimnya ke sana, ke Singapura, menghindari hal- hal tidak diinginkan sebagai seorang keturunan Tionghoa.

Perjalanan Marry Riana

 
Negara Singapura dipilih karena memang letaknya dekat, foktor keamanan, dan sistem pendidikan yang lebih baik. Di tahun 1998, dia mengambil jurusan Electrical and Electronics Enginering (EEE) di Nanyang Technology University.
 
 Meskin harus berhutang keinginannya menjadi seorang insinyur sangat lah kuat. Mery tercatat pernah sempat gagal di tes bahasa Inggris untuk masuk ke Nanyang University. Perjuangan Mery Riana di Singapura berat. Tidak mungkinlah mimpi satu juta dollar terwujud disana.

"Saya mengambil jurusan tersebut karena terlihat sebagai pilihan paling sesuai saya ambil saat itu," ucapnya.

Pinjaman pendidikan dari pemerintah Singapura cukup untuk bersekolah, tetapi itu tidak akan bisa lebih. Dia meminjam $40.000, dan harus dilunasi ketika selesai kuliah dan bekerja. Sering kali, ia bekerja sendiri menutupi kebutuhan seperti akomodasi, buku pelajaran, makan, dan kebutuhan lain.

Dia mulai berpikir serius bagaimana membayar hutang $40.000 itu.

"Jika saya menjadi sukses suatu hari, saya ingin mencapai itu ketika saya masih muda, sebelum ulang tahun ke 30, bukan ketika berumur 40-50," ucapnya serius.

Diakui Merry bukanlah tipe yang mudah menyerah sama sekali. Dia mulai menghitung semuanya, membuat pengeluarannya sehemat mungkin. Mery cuam mengantongi uang $10, itupun cukup buat seminggu saja.

Dia pun menyiasati hidupnya dengan makan mie instant di pagi, dua lembar roti tanpa selai di siang dan malam, bahkan untuk minumnya harus melalui air keran di kampus. Hal ini terjadi terus di awal kuliah yang seharunya menyenangkan. 

Kehidupan seperti itu mendorongnya bekerja di luar jam kuliah. Dia mulai mengambil pekerjaan sampingan dari jam 9 sampai 5 sore. Menyadari hidupnya tidak akan berubah, ia mulai membangun mimpinya di tahun kedua masa kuliah. Dia mulai mencoba membeli saham tetapi kehilangan $1000.

Mery benar- benar hancur, tetapi tidak membuatnya menyerah seketika; ia harus menjadi pengusaha. Untuk itu ia bahkan rela bekerja sebagai penjaga toko bunga, dan menjadi pelayan. Dia masuk ke bisnis mandiri yaitu pembuatan skripsi dan MLM.

Di bisnis multi level marketing, Mery kehilangan uang sampai $200. Dia bangkit lalu belajar tentang seluk beluk pasar saham. Setelah tamat kuliah, Merry mulai membuka bisnis konsultasi keuangan. Di bisnis barunya tersebut, Merry harus berhadapan dengan berbagai hambatan dan kesulitan.

Orang tuanya, gurunya, dan temanya secara umum tidak mendukung segala bisnisnya. Merry kala itu tidak bisa berbicara mendarin, ketika lebih dari separuh Singapura berbahasa mandarin. Dia seorang baru lulus dan tidak punya pengalaman maka sulit baginya berhubungan secara sosial.
 
"Tentunya, saya memiliki persaaan takut dan khawatir," ingatnya. "Tetapi menjadi muda dan tidak adanya beban, tidak ada kehilangan apapun jika saya gagal. Saya akan mendapatkan pelajaran berharga dan pengalaman baik jika saya gagal maupun sukses." inilah kunci sukses Merry.

Pengusaha Keuangan


Tanpa rasa malu dan tidak terbebani kegagalan, ia yakin mengikuti jalann sebagai konsultan keungan bahkan menyisihkan waktu 14 jam sehari. Ia berdiri di dekat setasiun MRT dan halte bus untuk menawarkan asuransi. Dia bekerja sampai tengah malam dan baru pulang ketika jam 2 dini hari.

Titik baliknya ketika ia bekerja di Prudential Assurance Company.Di Prudential, Merry tidak berhanti menanjak karirnya hingga melunasi hutang $40.000 tersebut. Disana dia menjual produk perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, dan lain- lain.

Dari 2003, ia mendapat anugrah berupa penghargaan Top New Adviser Award. Di 2004, kurang dari 15 bulan setelah bergabung dengan perusahaan Prudential, dia mendapat kenaikan pengkat menjadi menejer lalu seketika membuka agensi miliknya sendiri, bernama Marry Riana Organization (MRO).

Tahun 2005, dia mendapatkan penghargaan agensi terbaik, Top Agency of the Year Award dan Top Rookie Agency Award.

Kala itu, Mery sudah punya pendapatan sekitar $300.000. Lain hal, dia bekerja menjadi mentor dan memotivasi ribuan profesional dan eksekutif di area penjualan. Di MRO, dia memegang 40 orang perencana keuangan, semuanya sekitaran umurnya 20 -23 tahun.

"Motivasi saya datang dari rasa ingin memberi kehidupan terbaik bagi kedua orang tua," tegasnya. "Tetapi juga persaaan ingin membantu orang- orang muda untuk berbuat sama, untuk menciptakan hidup lebih baik. untuk mereka, orang tua, dan keluarganya."

Merry Riana menghasilkan sesuatu yang fenomenal. Di umurnya sekarang, dia yang masih 25 tahun mampu menghasilkan $700.000 setelah empat tahun menyelesaikan kuliah. Visinya hanyalah membuat anak- anak muda menjadi generasi sukses.

Mereka telah merubah hidupnya, kemudian membangun mimpi, dan kembali ke sosial. Mereka akan mengabdikan hidupnya dari apa yang telah didapatkan.

"Efek air terjun kesuksesan ketika anak muda sukses membagi kekayaannya, dalam bentuk pengetahun dan uang, akan merubah ekonomi dunia menjadi lebih baik," dia tersenyum.Visi yang membuatnya mendirikan RMO, sekumpulan anak muda bertujuan mencapai kebebasan finansial.

Ia juga percaya memberi kembali ke sosial. Dia mempunyai waktu dua jam sehari untuk mementori anak- anak muda dari 20- 30 tahun. Melalui program "Personal Mentorship Experience" (PME), dimana setiap hari ada satu hingga dua orang mendaftar tiap harinya.

Kegiatanya membantu tiap orang mengindentifikasi tujuan dan cita- cita mereka, dan mengarahkan mereka bagimana mereka mencapai tujuannya." Merry kemudian menulis buku pengalamannya yang menjadi best seller. Bukunya "Mimpi Sejuta Dollar" lalu dipublikasikan di Singapura dan Indonesia.

Nama Merry tak cuma dikenal di Singapura tapi sampai ke Indonesia.  Ia kemudian menulis buka lain berjudul "A Gift for a Friend" yang sukses besar di Singapura. Dia bercerita bagaimana strategi menghadapi berbagai masalah datang dan mencapai kesuksesan sekarang.

Pelukis Rahasia Roti Khong Guan dan Monde

Profil Pengusaha Bernardus Prasojo

 
pelukis khong guan

Rahasia roti Khong Guan dan Monde. Siapa pelukis kaleng Khong Guan dan Monde. Jawaban tersebut sekaligus menjawab "dimana ayah di kaleng roti Khong Guan". Dimanakah pelukisnya atau siapakah pelukisnya, tak terpikirkan kah pertanyaan itu. 
 
Ternyata dia adalah seorang Bernard -panggilan akrab Bernardus Prasojo- maestro, pelukis dibalik gambar seorang ibu dan dua anak yang tengah menikmati biskuit di meja makan.

Menjadi Pelukis

 
Sapuan dan goresan catnya nampak seperti orang asing sih. Tapi bukan, dia orang asli Indonesia, produk lukisan Khong Guan asli Indonesia. Dan usut punya usut, dia pula lah pelukis kaleng Monde, tempat sang bapak ibu dan dua anak itu menikmati kue.

Pria kelahiran Solo, 25 Januari 1948 ini, mengaku bahwa dalam dirinya mengalir darah seni turunan ayahnya.

"Ayah saya seorang pelukis, mertua saya juga. Tetapi, entah kenapa anak-anak saya tidak berminat menjadi seorang pelukis," kata Bernard ketika ditemui di RS Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta.

Dia menuturkan kisahnya kepada VIVAnewes, perihal bagaimana dia mendapatkan pesanan untuk melukis gambar merek pangan. Ketika itu dirinya masih bekerja di sebuah perusahaan percetakan, Forinco. 
 
Sayang, ia tak bisa mengingat pasti tanggalnya kapan dia mendapatkan tawaran itu. Bernard cuma mengingat nama si pemberi pekerjaan saja.

"Itu sudah lama sekali, sekitar 40 tahun lalu. Tetapi, saya masih ingat siapa orangnya. Namanya Pak Bambang. Kalau beliau masih hidup, mungkin usianya sudah 80 tahun," kata pria yang hobi melukis sejak kecil ini.

Ia mendapatkan orderan dari perusahaan seperasi film. Salah satunya, perusahaan Khong Guan, ketika itu ia bekerja di Forinco. Dia menambahkan setelah itu ada pesanan lagi serupa. Kali itu ia melukis untuk satu perusahaan roti dan wafer bernama Nissin. 
 
Namun, ia menjelaskan itu bukan murni idenya jadi ia hanya akan mengikuti mau si pembei pekerjaan saja lah. Jadinya sampai sekarang ia tidak memiliki hak atas lukisan itu secara penuh.

"Saya hanya mengubah sedikit. Misalnya, ini lebih terang dan yang ini kurang," kata Bernard yang kini tinggal di daerah Kalipasir, Cikini.

Ketika menggambar ilutrasi itu, ia mengaku sama sekali tidak mengeluarkan dana.  Dia hanya menggunakan peralatan melukis biasa seperti kuas, kertas, dan cat air miliknya. Proses pembuatannya pun tidaklah begitu lama, hanya memakan waktu 3-4 hari. 
 
Pertama- tama, dia membuat sketsa lukisan. Langkah selanjutnya barulah melukisnya dengan cat air. Bernard menambahkan bahwa kertasnya harus dibasahi air biar tidak mengerut, dibahasi bagian yang tidak disentuh cat karena disana bisa jadi kerutan.

Bernard tak mau membuka harga lukisan tersebut. "Saya lupa. Yang penting, dari perusahaan itu saya bisa membesarkan tiga orang anak," kata pria beranak tiga. Tidak hanya ilustrasi kedua produk penganan itu saja yang dibuatnya, ternyata ada produk-produk lainnya seperti minuman dan sikat gigi. 
 
Mungkin jika menelusuri dari gaya lukisnya, kita bisa menemukan karya Bernard satu per- satu. "Misalnya, Monde, dan produk-produk Hero (Hero Supermarket). Dulu seperti minuman kerasnya, pabrik kaos, dan sikat gigi," ujarnya.

Pelukis Profesional

 
Lambang perusahaan pun tidak luput dari goresan ajaib tangannya. "Dulu saya buat logo Hero, Danamon (PT Bank Danamon Tbk), dan hotel di Jakarta. Saya lupa namanya. Logonya ada gambar robot, dan rumit hingga makan waktu sebulan penggambaran. Saya kira, hotel itu sudah tidak ada lagi. Kalau yang Danamon, tulisan Danamon-nya masih dipakai," kata dia.



Rupanya tidak hanya orang Indonesia yang tertarik akan karyanya. Dia mengatakan ada sekitar tahun 1970- 1980, pernah ada pesanan ilustrasi gambar untuk buku dari Filipina. Waktu itu, dia diminta menggambarkan malaikat berdasarkan permintaan. Dia kala itu hanya diberikan konsep malaikat yang diinginkan pemesan. Tangannya pun menggambarkan malaikat sesuai pesanan.

"Saya juga diminta menggambar dari Italia. Waktu itu, hanya melukis wajah orang untuk buku," kata Bernard yang hanya lulusan SMA.

Dia mengaku sempat mengenyam pendidikan tinggi jurusan seni rupa di sebuah instansi pendidikan di Bandung. Namun sayangnya, pria bercucu tujuh ini tidak menamatkan pendidikannya. Apa yang terjadi, ia mengaku, dulu, di tahun 1970- 1980 komik menjadi sebuah fenomena "wah" dan kesempatan itu tidak dilepaskannya. 
 
Dia turut membuat ilustrasi dan komik. Saat itu, dia memilih menjadi seorang freelance. Saking asyiknya menggambar, Bernard pun terpaksa keluar dari kampusnya di Bandung.

"Karena sudah kenal uang, saya jadi keasyikan menggambar. Saya banyak meninggalkan kelas," kata pria yang tidak tamat kuliah jurusan seni rupa ini.

Bernard mengaku telah membuat 4-5 judul komik. Dua di antaranya adalah komik berjudul "Kasih Ibu" dan satu lagi komik yang bercerita tentang kisah seseorang dari Rusia. Sayangnya, dia lupa judul komik yang kedua. 
 
Kepada VIVAnews, ia menunjukan bangga salah satu komiknya. Sebuah komik yang tergores tinta berwarna hitam. Masing-masing kotak berisi gambar dan balon kata. Ada beberapa halaman komik tersebut yang sudut atasnya robek.

"Dimakan tikus," kata dia sambil tertawa.

Komik "Kasih Ibu" telah dimuat di sebuah majalah terkenal pada tahun 1970-an, yaitu Aktuil. Majalah ini adalah majalah musik yang terbit perdana pada 8 Juni 1967. Pada 1970-1975, majalah ini menjadi "bacaan wajib" bagi anak muda di Indonesia. 
 
Dalam majalah itu, selalu ada dua lembar cerita berjudul "Kasih Ibu". Komik yang total halaman sebanyak 100 halaman ini bercerita tentang seorang anak yang menyayangi ibunya. Ide ceritanya berasal dari pemikirannya sendiri.

Bernard sempat kewalahan menghadapi deadline dari majalah yang terbit mingguan itu. "Mereka itu percaya kepada saya. Saking percayanya, komik belum jadi, mereka langsung beli. Saya juga kewalahan waktu komik belum jadi, padahal majalah hendak terbit," kenang Bernard.

Bagaimana dengan komik lain? Selain mengerjakan komik itu, ia juga sudah menggambar untuk komik lain yang sudah berbentuk buku. "Saya membuat komik lainnya dan sudah jadi buku," kata dia. Bernard dalam sesi wawancara mengatakan bahwa dulu melukis menjadi pekerjaan utamanya, tetapi sekarang tidak. 
 
Kini, dirinya aktif sebagai pekerja di Yayasan Prana Indonesia, yaitu tempat pusat pelatihan, penyembuhan, dan meditasi. Di kantor yang berpusat di Jalan Kalipasir, Pengarengan No. 7, Kebon Sirih, Cikini, Jakarta, dia bekerja sebagai koordinator penyebaran prana metoda Grandmaster Choa Kok Sui di seluruh Indonesia. 
 
"Kini, saya bekerja di Yayasan Prana Indonesia," tuturnya. Setelah melihat artikel ini, anda perlu tau bahwa teori tentang keluarga Khong Guan memang ada dasarnya, bahwa pria di kaleng  roti Monde memang lah sang ayah dari keluarga Khong Guan, mungkin.

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo

Profil Pengusaha Caterine Hindra Sutjahyo


pendiri zalora

Bisnis eCommerce Catherine Hindra Sutjahyo. Sosok dibalik fenomena bisnis Zalora meraih pangsa pasar Indonedia. Dia bekerja sebagai Managing Director Zalora. Wanita kelahiran 14  Januari 1983, yang kini mengembang tugas CEO Alfacart.

Memulai karirnya di McKinsey & Company berprestasi melesat. Dunia eCommerce Indonesia sudah menjadi ladang persaingan ketat. Prinsi Catherine ialah membuat pembeli nyaman. Bagaimana agar orang membeli di sini dan kembali. Ia berusaha keras membangun suasana nyaman berbelanja online.

Menjadi Pengusaha


Bagi pemimpin perusahaan jangan biarkan jarak terlalu jauh. Gaya kepemimpinan Catherine terbuka mengajak pegawai berolahraga bersama. Ini akan memperkuat hubungan sekaligus motivasi kerja. Ia menyukai olahraga lari.

Memiliki karir McKinsey & Co membuatnya mengenal dunia. Utamanya dia berhadapan langsung dengan perusahaan besar kelas dunia. Rasa nyaman tidak membuat Catherine berhenti. Rasa ingin taunya ,menguat ketika dunia tengah "booming" bisnis startup.

Antara  memberi saran dengan bekerja sendiri tentu beda. Lompatan besar tersebut dimulai di 2012, yang mana Catherine bertemu Hadi Wenas. Keduanya menggagas Zalora, dan menyasar penduduk Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga.

Mereka menyiapkan kemudahan belanja dan praktis. Soft launching dimulai pada 24 Februari 2012, dan disusul launching di September 2012. Kemunculan Zalora langsung mendapatkan perhatian dari masyarakat. Zalora langsung memiliki 100.000 fans Facebook, dan 4000 follower di Twitter.

Bagaimana dengan transaksi Zalora dibisnis pertama. Mereka mampu menghasilkan 600- 700 kali transkasi perhari. Jumlah karyawannya mencapai 200 orang, dan memiliki pusat distribusi di Jakarta Timur seluas 5 ribu meter persegi.

Zalora aktif sampai ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hongkong dan Taiwan. Rekor bagi perusahaan baru dibidang bisnis eCommerce. Zalora besar- besaran melakukan promosi mulai dari online sampai offline. Baik promosi melalui Google maupun Yahoo pernah dilakakukan Zalora ini.

Untuk offline mulai dari mengadakan acara di SCTV  daan First Media. Kesuksesan bukan didapat secara instan. Mau mengeluarkan biaya iklan seberapapun percuma. Bila tidak diimbangi pelayanan optimal. Itu semua berkat pengalaman Catherine selama di McKinsey & Company.

Pengusaha Harus Belajar Kepemimpinan Bos XL Axiata

Profil Pengusaha Dian Siswarini


bos xl axiata

Kamu pengusaha muda harus belajar kepemimpinan. Belajarlah dari sosok bos XL Axiata bagaimana mereka dapar bertahan. Pengusaha harus belajar kepemimpinan dari Dian Siswarini. Pemimpin harus melewati jaman menghadapi tantangan. 
 
Mereka harus mampu beradaptasi perubahan dan menyelasikan masalah.  Dian telah bekerja selama 20 tahun di dunia telekomunikasi. Tahun 2006, Dian masuk sudah jaringan 2G, dan langsung tersalip 3G. Perubahaannya cepat diantara tahun 2000 -an tersebut. 
 
Masuk tahun 2000 ke atas sudah ditimpali jaringan 4G, dan yang disusul jaringan 5G memasuki 2020. Lihat perubahan tersebut begitu drastis termasuk bisnis XL. Masalah internal sempat melanda hingga membuat kepanikan. Dian tidak bekerja sendirian. 
 

Belajar Kepemimpinan

 
"Saya enggak bisa sendirian. Saya akan berhasil bila mendapatkan dukungan seluruh karyawan XL," jelasnya.

Manajemen konflik dibutuhkan setiap pemegang jabatan. Sebagai CEO, menurutnya masalah akan selalu hadir dengan keputusan. Wanita kelahiran Jawa Barat, 5 Mei 1968, mengatakan masalah harus menghasilkan keputusan yang baik.

Konflik harus terbuka dan dihadapi bersama seluruh karyawan. Ada semangat kebersamaan maka konflik akan menjadi kesempatan. Masalah yang ditutupi akan meledak suatu ketika, akan menjadi jelek dan berbahaya efeknya, alih- alih akan menghasilkan resolusi.

Dunia telekomunikasi ia contohkan dalam 3 tahun bisa basi. Satu teknologi langsung digantikan yang lain. Pengusaha teknologi baiknya belajar kepemimpinan Dian. Ia memilih mengalokasikan belanja guna mengikuti perubahaan. Pengeluaran terbesar ialah memperbaiki jaringan agar tidak ditinggal.

Investasi besar sampai 40 triliun guna pengembangan jaringan. Perjalanan tidak mudah karena kamu butuh belajar. Dunia merupakan ruang pembelajaran tidak berhenti sampai akhir hayat. Dian memulai karir dari level terbawah. Ia pernah menjadi staf engineer sampai 11 tahun hingga naik level tinggi.

Tahun 2007, dia diangkat menjadi jajaran dirut XL, yakni direktur network service. Semua karena dia pandai dalam satu bidang yakni teknik. Ia selalu bekerja dalam masalah teknikal. Dian sendiri adalah lulusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan langsung yakin masuk dunia ini.

"Telekomunikasi merupakan industri yang perubahannya cepat, dinamis, dan memberikan dampak yang luas," Dian menjelaskan.

Tahun 2011, dia sempat dipindahkan ke posisi digiat service, meliputi digital commerce, advertising, dan payment. Ini merupakan bisnis baru diluar core bisnis seperti layanan teks, suara, dan data khas operator jaringan.

Banyak orang menyangsikan karena dirinya perempuan. Kok bisa, ibu kan perempuan, Dian lantas menjawab karena perempuan bisa. Menjadi pemimpin selaraskan semua kepentingan. Selaraskan kepentingan para karyawan, costumer, pemegang saham, dan pemerintah.

Bagi karyawan kamu harus memberikan rasa nyaman. Layaknya rumah kedua bukan sekedar kita memberi benefit dan gaji. Perhatikan kemampuan karyawan mengembangkan diri. Doronglah mereka untuk naik, biarkan mereka memiliki karir yang baik dan naik level ke posisi berikutnya.

Paling susah ialah kepentingan pemegang saham. Istilahnya mereka telah menaruh uang, maka kasih mereka keuntungan kembali. Ini akan berhadapan dengan kepentingan costumer, dalam pelayanan, dan maunya beda- beda.

Bisnis Telekomunikasi


Beda dahulu pasti sekararang sudah sangat berbeda. Orang dulu lebih mengenal SMS, kepanjangan dari Short Message Service. Dimana bila disandingkan dengan layanan suaranya atau telephon. Kita dulu mengenalnya servic voice; tidak terlalu berbeda.

Jaman sekarang akan lebih komplek karena data banyak.  Mulai dari YouTube, file transfernya tidak sekedar menerima data tetapi visual. Kebutuhan berbeda membutuhkan data jaringan berbeda dan data beda. XL ini menjadi contoh jatuh bangunnya usaha jaringan operator di dunia.

Sudah pernah mengalami masa 3G pada 2005 peralihan. Dimana baru 30% orang memakai jaringan ini. Handphone pun masih belum berkembang masih transisi. Kita mengenal hp pada zaman feature handphone. Begitu tiga tahun belakangan malah melesat pesat tidak terbendung.

Dimana pertumbuhan handphone cepat sampai 50% lebih. Pengguna sudah memakai jaringan 3G dan diperkuat 4G. Taukah kalau kamu memakai 2G maka akan sangat lemot. Disisi provider jaringan juga sangat mahal. XL sebagai perusahaan menawarkan gebrakan harga lebih terjangkau.

Masyarakat berbondong- bondong memanfaatkan jaringan 3G. Perusahaan juga melakukan akuisisi Axiata. Perjalanan panjang beresiko karena 20% akuisisi mengalami kegagalan. Paling lama datang dari ijin pemerintah mengakuisisi Axiata.

Ini berarti memberikan jangkauan lebih luas di dalam jaringan. Proses ini meliputi integrasi network, teknologi, jalur distribusi, marketing dan costumer. Perusahaan juga mengarahkan pengembangan produk digital.

"Trust itu penting, dan juga openess.... Memberikan kesempatan karyawan untuk memberikan masukan," tuturnya kepada Beritasatu.com.

Perusahaan tidak sekedar menjual sim card. Terbukti dengan meluncurnya aplikasi mFish di Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar nelayan lebih produktif. Ini memberikan kesempatan masyarakat lebih handal dalam teknologi.

Tahun 2006, pencapaian Xl luar biasa bahkan menempati nomor 3, dan terus sampai setengahnya nomor 2. Kemudian perusahaan dipercaya masyarakat menjadi nomor 2 di Indonesia. Dian mencoba menciptakan value, baik bagi pemegang saham, costumer, dan pemerintah itu sendiri.

Bagi pengusaha hal terberat ialah membagi waktu. Antara perusahaan dan keluarga tidak boleh jadi terbengkalai. Ketika anak- anak bersama Dian maka harus mencurahkan semua waktu. Tidak boleh berpikir soal perusahaan.

Anak- anak tau, sadar tubuhnya disini, tetapi pikiran masih terbang ke pekerjaan. Maka yang kita nanti butuhkan ialah kuantitas bukan kualitas. "Saat berada di rumah, saya fokus pekerjaan rumah, di kantor saya fokus bekerja," jelasnya. Suami harus menjadi patner bukan sekedar pemimpin di rumah.

Diposisi sekarang tidak kurang dukungan keluarga. Dari suami mendukung karir istrinya, caranya ikut menjaga anak- anak ketika ada waktu. Anak- anak pun pengertian akan perjuangan orang tua. Dia juga ditolong sang ibu, yang siap membantu menjaga mereka agar Dian dapat bekerja.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba