Menjadi Penulis Buku Termasuk Wirausaha

Profil Pengusaha Indari Mastuti

 

menjadipenulis.png
 

Terlahir dari keluarga sastrawan dirinya menjadi penulis buku. Aneka buku termasuk buku wirausaha mampu dia buat. Kalau kamu berpergian ke toko buku beberapa judul terpampang: Jadi Petani, Siapa Takut?, Jika Penghasilan Suami Anda Lebih Kecil, Bagaimana Membangkitkan Motivasi Bekerja.


Adapula buku Sukses Menjalankan Peran Ganda, SHOPAHOLIC, JANJIHOLIC, Bahasa Baku vs Bahasa Gaul, Biar Hobby jadi Duit, 50 Kiat Percaya Diri, Bila Bisa Jadi Bos Kenapa Jadi Karyawan, Menulis Kok Dibilang Sulit, dan masih banyak lagi.


Walau menjadi ibu rumah tangga masih berkarya. Usia genap 29 tahun, tetap produktif sembari mengurus anak dan suami. Produktivitas jangan ditanya ia telah menulis tidak kurang 50 buku. Aneka judul dan genre mampu dia kuasai dari buku agama, cerita, keluarga, anak- anak, dan buku pertanian.


Menjadi Penulis Buku

 

Dari 50 judul buku semua ditulis diwaktu lumayan singkat 2004- 2009. Dialah pemilik nama pena Indari Mastuti, yang bernama lengkap Indari Mastuti Rezki Resmiyanti Soleh Addy. Iin, begitu nama sapaannya, memang terlahir dari keluarga sastawan.


Semenjak SD sudah menulis meskipun mungkin banyak talenta lain. Pasalnya sang ayah, Alm. Jumeno Addy Karso merupakan sastrawan sekaligus seniman. Dimana dia mampu menyanyi dan melukis. Dia juga jago olahraga dan ahli bahasa.


Semua diturunkan kepada Iin kemudian ditekuni. Iin menulis aneka genre dan memiliki cakupan luas wawasan. Dalam tulis- menulis ayahnya mendorong melihat bakat. Benar ayahnya, Iin memang bisa menulis sampai dimuat sejumlah majalah cetak.


Penghasilan menulis ternyata juga memotivasi dirinya. Dia terus menulis. Dari sekolah sampai masuk kuliah Universitas Pasundan, tetap menulis. Dia ingin menjadi penulis profesional. Bukan sekedar karena honor tetapi kecintaan.


Iin banyak berlatih hingga menghasilkan buku- buku bagus. Bermula ketika masih SD sampai SMP, dirinya menulis diary memakai mesin ketik, dan mesinnya membawa Iin diterbitkan pertama. Berbekal mesin ketik dirinya menulis berbagai hal.

 

Iin menyimpan tulisan kuno tersebut kedalam file komputer kelak. Saat SMU, dia mengirimkan tulisan ke Majalah Gadis, inilah pertama kalinya tulisannya terbit. Tulisn pertama mengenai tips mengindari stress, itu merupakan pengalaman pribadi bukan dari keluarga berada dan keluarga tak harmonis.

 

Menulis sekaligus menjadi bahan pengingat. Dia menulis quote. Akhirnya tulisan Iin mendapatkan penghasilan Rp.150 ribu. Uang gaji pertama dibelikannya mesin tik baru, perangko, dan kebutuhan penulisan lain.


Dulu Iim masih mengirim tulisan lewat perangko. Ia coba mengirim tulisan ke berbagai media cetak dan berhasil. Mengejutkan mereka bahkan menerbitkan rutin perbulan. Iis memang bukan murid yang pintar dan hafalannya jelek.


Tetapi dia memiliki kelebihan menulis dan terbukti. Dia terkenal diantara temannya pandai menulis. Itu dibuktikan dengan tulisannya terpampang di surat kabar, salah satuny kolom opini Pikiran Rakyat. Dia sempat jatuh karena meninggalnya ayah.


Sempat dia berpikir mau melakukan apa kedepan. Ekonomi keluarga terpuruk ketika dia tengah studi sekertari Institut Sekretaris Manajemen Indonesia (ISMI) di daerah Dago. Sembari terus menulis dia juga melakukan aneka pekerjaan.

 

Iin mendapatkan tawaran membuat notulen, mengerjakan esai teman, dan menjadi sales promotion girl atau SPG. Di tahun 2000, dirinya sempat mendapat pekerjaan biasa bukan menulis. Yakni menjadi costumer service sebuah perusahaan telekomunikasi, berbekal ijasah D1. 

 

Kemampuan menulisnya ternyata memberikan efek diluar dunia menulis. Dia dipindah tugaskan ke bagian purchasing, kemudian sales dan marketing. Atasannya bahkan sering memintanya mengerjakan raport marketing. 

 

Tahun 2001, dia kembali menjadi penulis untuk Ardan Cool and Lovely Magazine dan 99ners Magazine. Keduanya merupakan majalah berbasis usaha radio.  Dimana mereka telah memiliki banyak fanbase dari pendengar. 

 

Dia menulis cerpen, kuis, dan macam- macam tulisan lain tersebar. Menjadi penulis memiliki banyak ruang berkembang. Dia percaya diri. Di tahun 2004, dia menjadi marketing komunikasi mengerjakan aneka review dan marketing launching produk. Dia sampai ke Bali berkat ditugaskan menulis review.

 

Pampred 99ners menjadi mentornya menulis, dialah Daniel Mahendra yang mendorongnya menulis buku solo. Dorongan tersebut tidak dia sia- siakan. Iin memang berani mengambil tantangan. Buku berisi curahan hatinya dan diterbitkan.

 

Inilah awalnya menjadi penulis buku resmi dan dia bangga. Hingga dirinya senang mempromosikan ke teman- teman.  Ketika diadakan bedah baku pertama sungguh mengaggetkan. Banyak orang hadir sampai Penerbit Gramedia Pustaka Utama melirik. 

 

Lalu Grasindo lewat Dani Lesmana membuka peluang luas. Menjadi penulis dia memiliki caranya sendiri. Dulu mesin ketik, kini Iin membuat blog pada 2004, dimana berisikan curhat, artikel bisnis, menulis bisnis, dan menjadi bekal kedepan.

 

Blog tersebut merupakan histori kehidupan Iin. Pada tahun 2006, dia berangkat ke Batam dan berdiri grup literasi Batam Pos. Iin kemudian bergabung dengan MQ asuhan Ustad AA Gym, dan bertemu jodohnya di sana terus menikah.

 

Setelah menikah pikirinnya galau karena dilema. Apa dia benar ketika karirnya bagus, sementara anak dan suaminya mungkin terabaikan. Iin makin teromotivasi menjadi penulis rumahan. Alias Iin akan mengurangi menulis selain sendiri.


Iin termasuk menulis buku biografi. Berkat karirnya sampai dia memiliki kenalan orang penting. Maka dia diserahi tugas menuliskan biografi. Dia merupakan penulis biografi Brownis Amanda. Pernah menulis buku biografi Athalia, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


Pernah dia menulis biografi guru besar Unpad dan beberapa pengusaha sukses. Impian Iin memang ingin menjadi penulis semenjak 6 SD. Jangan remehkan kekuatan mimpi. Kamu harus terus berusaha mewujudkannya.


Iin berwirausaha lewat mendirikan Indscript pada 8 September 2007. Bisnis Indscript bukan cuma menerbitkan bukunya. Disini juga menjadi wadah penulis- penulis lain. Bisnisnya banyak termasuk jasa menuliskan buku. Iin juga aktif mengajak orang lain menulis.

 

Terutama dia mengajak ibu- ibu melalui organisasi bernama IIDB atai Ibu Ibu Doyan Bisnis. Utamanya memberikan literasi dan mengajari tulis- menulis. Tahun 2013, dia mengajak kawan mendirikan Sekolah Perempuan, mendorong lebih banyak wanita menerbitkan buku solonya.

CEO Femina Svida Alisjahbana Pengusaha Wanita

Profil Pengusaha Svida Alisjabhana


profil bos femina
 
Ikon pengusaha wanita Indonesia yang meneruskan bisnis keluarga. Tidak mudah, CEO Femina, dialah Syida Alisjahbana membuktikan pantas mampu menaikan pamor. Aneka penghargaan telah didapatnya ketika menangani bisnis ini.
 
Dia merupakan putri dari dua pendiri Femina, Sofian dan Pia Alisjabhana, yang bukanlah orang biasa- biasa. Majalah Femina memang termasuk majalan lama. Hebatnya mereka mampu bertahan ketika majalah lainnya gulung tikar.

Bisnis majalah wanita telah bergeser menjadi portal internet. Dan beban berat dipanggulnya atas nama keluarka Alisjabhana. Kekeknya dikenal sebagai sastrawan besar Sutan Takdir Alisjabhana. Alhsil dia menjadi sosok wanita cerdas berpandangan luas. 
 

Inspirasi Pengusaha Wanita

 
Buku sudah menemani langkahnya menjadi pengusaha. Awal masuk Femina ia menjabat manajer mengurusi notulen. Dia mondar- mandir mengurusi semua yang dibutuhkan direksi. Bila dicari dari mana dirinya belajar malah dari memasak. 
 
Begitu masuk ke bisnis ini, Svida harus membuat notulen alih- alih menyiapkan kebutuhan memasak.

"Karir saya dimulai dari dunia memasak," tuturnya.

Dia merupakan pewujudan emansipasi sejati. Tenang Svida masih memegang teguh soal mengurusi anak. Bila pemimpin pria akanm terjaga ditengah malam karena bisnis. Svida bisa bahkan juga demi menjaga anak. Bisa mengatur antara bisnis dan keluarga kehebatan wanita jaman now.
 
Prinsipnya kamu harus memiliki suport system tepat. Tidak bisa menjalankan semua sendirian seperti bisnis. Dia menyebut mereka para pengasuh anak. Sosok hebat yang diakuinya sangat membantu. Di dalam bisnis sendiri, Svida tidak merasa paling hebat dibanding para eksekutif pria.

Merasa puas dengan kesuksesan bukanlah hal baik. Ketika menghadapi kegagalan berarti menjadi waktu belajar. Mulai dari nol begitu penjelasan Svida kepada dewimagazine.com. Kita harus belajar dari kegagalan, percayalah dikesempatan barikutnya kita akan meraihnya.

Sukses kombinasi banyak faktor termasuk tekanan, mental, dana, dan kegagalan itu sendiri. "Bisa saja modal dengkul tapi jago barter," tuturnya.

Bila orang lain sangat memuja buku novel atau bisnis. Svida lebih menyukai buku memasak. Bahkan dia bisa tertidur pulas bila sudah membaca buku resep. Svida juga mengikuti aneka organisasi untuk kepemimpinan.

Dia bagian dari Youth President's Organization. Tempat dimana eksekutif kelas dunia berkumpul untuk berinteraksi, berdiskusi, dan tumbuh bersama. Femina dibawa Svida merambah bisnis fashion sampai ke core. Termasuk menggagas Jakarta Fashion Week 2019 dan berhasil memberi nuansa beda.

Svida juga menggagas Jakarta Eat Festival 2019. Ada bazar makanan yang juga disuport demo masak dan bincang- bincang. Ternyata membahas tren makanan disukai pengunjung. Svida menjalankan apa kesukaannya dan semua orang suka.

Tetapi ini tidak terlepas dari keahlian mengemas acara tersebut. Dalam fashion week kali ini, tidak cuma pertunjukan semata, karena dia menawarkan kemudahan. Keluhan pengunjung yang tidak dapat membeli hasil karya desainer Indonesia; terpecahkan dengan transaksi on the spot.

Inilah Fashionlink hadir memberikan jembatan desainer dan pembeli. Kesan bahwa baju desainer top Indonesia terbatas coba dihilangkan. Jembatan interaksi bagi desainer, pelaku industri, dan konsumen mode.

Menjadi CEO Femina


"Saya lahir dari keluarga progresif," ujar Svida.

Ia bercerita bahwa neneknya pernah menjadi guru di sekolah Belanda. Tidak terintimidasi didepan para Belanda. Bahkan ia ngotot mengajarkan kebaya pada tahun 1920. Svida pun memiliki kekuatan itu begitupula kamu wanita.

Svida merupakan lulusan S-2 hingga berkarir di Universitas Indonesia. Tidak hanya diam melainkan meninggalkan legasi. Svida mendirikan American Studies Center (ASC). Juga menginisiasi lembaga American Indonesian Exchange Foundation, lembaga beasiswa bagi pelajar asal Indonesia.

Dunia distruptif dengan aneka media digital bermunculan. Ini eranya konten hoax bertebaran dalam aneka media. Bahkan media tradisional tidak luput dijajah. Femina bertanggung jawab memberikan konten berkualitas. Bila perusahaan besar banyak menurunkan mutu maka Femina bertahan.

Ia menyemangati para generasi muda buat berkarya. Banyak mencari pengalaman, mampu berpikiran terbuka, menghargai alam, peduli lingkungan, dan mengangkat masalah sosial. Dia sendiri mengaku tidak cukup traveling ketika muda.

Kesibukan sebagai eksekutif muda membuatnya tidak sempat. Namun bertahap, dia mulai menguasai ritme pekerjaan dan hasilnya. Svida mengajak kedua anak kembarnya, Jojo dan Giri ikut bertraveling ke tempat impian. Mimpinya mengeksplor Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Patagonia, Argentina.

Svida mengajak Jojo untuk menyusuri keindahan Sumba. Mereka menyisiri pantai- pantai perawan menjadi pengalaman tak terlupakan. Ini dijadikan perjalanan spiritual bagi Svida. Dalam perjalanan itu, Svida menantang Jojo yang 19 tahun melihat peluang apa di masa depan disana.

Usianya 55 tahun tetapi masih memiliki goal- goal buat diselesaikan. Termasuk sixty major before sixty meliputi maraton Berlin, Chicago, London, New York, Boston dan Tokyo. Kesukses adalah satu perjalanan antara gagal dan sukses. Tidak ada kepuasan dalam satu kesuksesan karena itu tidak baik.

Kemenangan seperti mendapatkan mendali emas sekali. Kedepan harus berjuang mendapatkan emas lagi dari nol. Svida sebagai pengusaha memiliki pandangan 10 tahun. Di bidang kewirausahaan, ia ingin masuk ke dunia ketahanan pangan, utamanya dibidang pertanian.

Jualan Kerupuk Online Ketika Corona Kisah Pengusaha

Profil Pengusaha Ayub Antonius

 

jualankerupuk.png
 

Kisah pengusaha berikut layak ditiru dan diapresiasi kita. Jualan kerupuk online ketika Corona berlangsung. Ia bernama Ayub Antonius, pengusaha 37 tahun yang tak menyerah dihantam pandemi. Dia resign kerja kantoran. Dan harus melamar pekerjaan ke banyak perusahaan.


Pandemi membuatnya terpukul karena pekerjaan susah. Dia mungkin menyerah melamar. Tetapi Ayub tak menyerah menghidupi keluarga. Dia mengumpulkan modal seadanya. Kemudian dia berjualan kerupuk Palembang online.


Jualan di Tokopedia


Total 100 lamaran pekerjaan dikirim. Gagal total. Ayub memutuskan berjualan kerupuk. Dimulai ketika hari kedua PSBB Palembang dimulai. "Saya putuskan oke saya harus hasilin duit. Yaudah akhirnya saya keluar, saya nekat ambil motor, ambil kerupuk dari pabriknya segala macam," tuturnya.


Dalam berbisnis menjual seadanya dan memang sulit. Fakta bahwa ekonomi Indonesia memang tengah sulit. Dia terus berjualan walau untung dikit. Beruntung Ayub mempunyai keluarga punya pabrik kerupuk. Walau mereka bukan keluarga dekat banget.


Dia terus berjualan sebisa mungkin. Pokoknya dia harus mendapatkan uang demi keluarga. "Jadi, ya dapet harga bagus, ya udah akhirnya bisa jualan dengan harga bagus juga," tuturnya kepada Detik.com, dan dia niati tidak mau ambil untung banyak karena sadar keadaan.


Keadaan sekarang memang masih susah. Ditengah pandemi, dia memutuskan mencari kegiatan buat hasilkan uang. Ayub memakai marketplace Tokopedia. Terus usaha pendapatannya naik, hingga terus bertahan dikisaran omzet Rp.20 juta perminggu.


Ia mampu menjual 150- 300 bungkus perminggu. Jualan kerupuk online ketika Corona ternyata bagus. Mungkin karena orang sibuk di rumah dan mulai berbelanja online. Kerupuknya sekarang dikirim sampai ke Bali, Semarang, Cilegon, NTT, NTB, Kalimantan, Makssar, Manado, dan lain- lain.


Penjualan tetap stabil walau PSBB dicabut. Bisa begitu karena Ayub memastikan kualitas produk khas Palembang tersebut. Penjualan keluar negeri belum ada. Tetapi sudah banyak pembeli memesan buat dibawa keluar negeri; Mereka minta yang fresh.


Mereka mau membeli buat oleh- oleh. Adapula mereka mau membeli buat stok dia dan keluarganya di sana. Ayub tidak berpatokan satu pabrik. Perjalanannya berkeliling ke pabrik- pabrik lain. Ia kini memastikan produk kerupuknya beragam.


Ayub juga memastikan semua pemaketan sendiri. Info tambahan bahwa Ayub belum punya pegawai. Ia kini tengah berencana mempekerjakan dua pegawai. Kan dia urusannya banyak dari menstok krupuk, menerima pesanan, pengepakan, dan mengirim paket semuanya dilakukan.


Ayub sendiri memiliki harapan cabang offline kota lain. Mungkin juga membuat kerupuk sendiri, yang berbeda namun tetap cita rasa Palembang. Ayub sendiri mengakui kerupuk Palembang susah digoreng, lantaran tak pakai pengembang dan mengandung ikan.

Bos Garudafood Biografi Sudhamek Pengusaha

Biografi Pengusaha Sudhamek

   
bosgarudafood.png
 
Apa kamu mengenal pengusaha bos Garudafood. Biografi Sudhamek merupakan sosok dibalik produk ternama.  Ia tidak memiliki kenangan manis terhadap namanya. Pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 20 Maret 1956 itu, adalah CEO Garudafood serta orang terkaya nomor 35.
 
Bernama lengkap Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Dia merupakan putra dari Darmo Putro, seorang pebisnis kacang kulit melalui PT. Tudung Putra Jaya. Meski anak orang berkecukupan, dia bukanlah orang yang arogan bahkan pernah merasakan rasanya di bully.

Nama Sudhamek dianggap kamso alias kampungan bagi sebagian besa temannya. "Setiap pagi saya seperti diadili pada waktu absensi di sekolah. Begitu nama saya dipanggil, maka seluruh kelas tertawa sambil melihat saya," tuturnya. 
 

Merintis Usaha

 
 
Bahkan ketika pulang sekolah, ia masih menerima ejekan temanya. Ketika dirinya dibonceng dan temannya melaju kencang; ia sangat ketakutan. Ini membuat teman- teman lainnya tertawa keras melihat tingkahnya.
 
Bukan kurang dia juga sering diejek kakaknya sendiri. Entah becanda, atau beneran, dia dibilang anak pungut akan dikirim ke Sri Langka. Orang tuanya membela berkata bahwa dia tidak benar. Masa SMA menjadi masanya dimana dia ingin berubah.
 
Dimasa tersebut dia diejek teman karena memiliki nama kampung.  Seringnya di bully mempengaruhi hidupnya secara akademis bahkan kepribadian dirinya. Sudhamek merasa masa SMA nya tidak memiliki kenangan manis. 
 
Dia bahkan ketika akan masuk kuliah merasa tidak cukup modal dengan nilai ujiannya. Memang nama Dhamek menjadi momok kehidupan remaja Sudhamek. Walau itu merupakan bentuk doa orang tua kepada putra mereka.

Bukan cuma bully -an verbal tetapi fisik pernah dialami. Ketika temannya memboncengkan motor, malah motornya digas sampai membuat Sudhamek ketakutan. Teman- teman lainnya menonton sambil tertawa mengejek; Itu menimbulkan luka batin ternyata.

 
Bertahap ingin merubah nasib, Sudhamek menjadi rajin membaca dan berkeinginan kuat untuk berprestasi secara akademis. Meskipun begitu, dia jadi semakin sulit bersosialisasi terutama jika harus berhadapan dengan teman mahasiswi.


Titik baliknya terjadi ketika ujian pengantar ekonomi perusahaan. Dia terkejut lantaran berhasil mendapatkan nilai bagus. Dia memiliki pandangan baru bahwa memaksa dirinya jika diperlukan. Sudhamek berusaha karas menjadi pribadi yang berbeda, menjadi lebih mudah bergaul. 
 
Dia yang sebelumnya bicara cepat, kini terlihat bicara dengan lancar. Ia mampu menjadi pemimpin atas dirinya sendiri.

"Saya bukan anak terpandai. Dari sejak SD sampai SMA tidak pernah juara kelas. Prestasi akademik baru saya raih waktu di UKSW, bahkan sekaligus menyabet double degree, yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum," papar bungsu dari 11 saudara. 
 
Menurutnya kali ini keberhasilan bukan hanya tentang kebiasaan belajar tetapi kemauan kuat mengejar sesuatu. Lulus kuliah, ia memutuskan bekerja di PT. Gudang Garam, Kediri. Walaupun cukup disesali sang ayah karena tidak ingin melihat anaknya bekerja untuk orang lain. 
 
Akan tetapi, pengalamannya selama 13 tahun di Djarum justru membuatnya semakin paham tentang bisnis menejemen dan kepemimpinan. Pada akhirnya, ia pun menjadi direktur di PT. Trias Santoso Tbk, yang tidak lain merupakan anak perusahaan PT. Gudang Garam Tbk.

Di tahun 1991- 1994, Sudhamek bergabung dengan Djuhar Group bekerja sebagai direktur eksekutif. Dia juga mendirikan Central Sevilla National Plus School dan menjabat di PT. Posnesia Stainless Steel Industry sebagai wakil presiden. 
 
Akhirnya di tahun 1994, barulah ia masuk kembali ke dalam bisnis dan perusahaan keluarganya dengan menjadi CEO Garuda Food di bulan Oktober. Meski belum sempat mengenyam pendidikan hingga master, ia tetap berpikiran maju tentang pendidikan. 
 
Ini diperlihatkan dengan ketiga anaknya yang bersekolah hingga jenjang master. Kedua putranya lulusan University of Michigan, Ann Arbor. Untuk jenjang master, keduanya melanjutkan di Babson University, Boston. Sedangkan putri bungsunya bersekolah di Lasalle Art Collage di Singapura.

Bisnis baru


 
Garudafood adalah perusahaan makanan dan minuman dibawah kelompok usaha Tudung (atau Tudung Group). Berawal dari PT. Tudung Putera Jaya (TPJ), perusahaan bergerak dibidang produksi tepung tapioka didirikan pada 1958 di Pati, Jawa Tengah. 
 
Pendirinya adalah Darmo Putro, seorang mantan pejuang yang berbisnis setelah kemerdekaan. Awal 1987, TPJ meluai menjual hasil produksi kacang bermerek Kacang Garing Garuda. Berbisnis kacang sempat mendapatkan ejekan.

Bukan orang biasa melainkan konsultan periklanan mengejek. Bahkan pihak televisi dikatakan akan menolak mentah- mentah kacangnya. Ia bilang kalau televisi akan menolak. Bila menayangkan iklan kacang akan dianggapnya menurunkan rating.

Produk Garudafood sempat menjadi ikonik ejekan "kacang". Lucu, pada tahun 2009, justru produk kacang booming sampai laris manis. Bak kacang goreng jalanan, produknya diborong laris sampai omzet Rp.200 miliar.
 
Sudhamek senangnya bukan main. "Yes, akhirnya saya bisa buktikan bahwa bisnis kacang bukan bisnis kacangan," selorohnya.
 
Kacang Garing Garuda atau yang lebih dikenal Kacang Garuda memenangkan penghargaan sebagai produk paling memuaskan delapan kali berturut- turut (2000-2007); Superbrands (2003); Top Brand for Kids (2004); Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004-2007); Top Brand (2007). 
 
Dikala perekonomian nasional mengalami krisis ekonomi. Pada Desember 1997, Tudung resmi mendirikan PT. Garudafood Jaya yang fokus memproduksi mekanan ringan. PT. Garudafood Jaya memperkenalkan merek dagang baru yaitu Gerry. 
 
Makananan ringan yang fokusnya lebih ke makanan serba coklat. Periode 2005- 2007, Gerry Saluut salah satu produknya berhasil mendapat Indonesia Best Brand Award (IBBA), dan oleh SWA yaitu ketegori wafer salut terbaik. Tahun 2007, Gery Chocolatos meraih IBBA kategori wafer stick.

Pada 1998, Garudafood mengakuisisi PT. Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), memproduksi minuman jelly dan meluncurkan produk jelly bermerek Okky dan Keffy. Prestasi Okky Jelly dibuktikan dari keberhasilan meraih Top Brand for Kids (TBK) Award 2004 untuk kategori jelly. 
 
Keseriusan Garudafood akan produk minuman merupakan titik balik bisnisnya. Garudafood kemudian meluncurkan Mountea, minuman teh rasa buah. GarudaFood juga memproduksi snack bermerek Leo, untuk kategori produk kripik kentang, kripik pisang, kripik singkong, dan krupuk mulai akhir 2005. 
 
Pada 2007, Leo meraih IBBA kategori snack kentang. Selain itu juga merambah bisnis snack jagung dengan merek O’Corn. Di tingkat nasional, produk- produknya dipersepsi positif sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman idaman.
 
Kenapa sosok Sudhamek bangkit setelah mendapatkan bullyan. Ternyata orang tuanya selalu memberi kebijaksanaan. Sebagai penganut agama Buddha, dia menjalankan dharma dan ibunya selalu memberi tujuan hidup.
 
Visioner merupakan pandangan ibunya ajarkan. Ibunya sejak 3 SD, dia selalu melihat sang ibu sosok visioner, sementara ayahnya merupakan pengusaha sukses. Ibu pernah berkata bahwa ilmu tidak berat dibawa ke mana- mana.
 
Ilmu akan menetap dalam diri kapanpun. Maka Dhamek memilih berlajar demi merubah nasib. Ibu juga mengajarkan tetap rendah hati walau berilmu. Taukah bahwa ayahnya telah menyediakan usaha biskuit di Rembang.
 
Sudhamek malah memilih bekerja buat orang lain, dan berbisnis sendiri. Ini sempat membuat ayahnya bersedih. Ini menjadikan beban Sudhamek. Ia berat hati ketika pamit buat bekerja di perusahaan orang lain. Dan itu hal yang disesali ayahnya.
 
"Ayah adalah seorang pengusaha, meski kecil tetapi bisa menjadi raja di perusahaanya sendiri," bangga Sudhamek. Bekerja buat orang lain, ternyata kehendak hati Sudhamek pulang, memilih melanjutkan usaha keluarga ini.

Pengusaha China Penghasilan Miliaran Kasus Penipuan

Profil Pengusaha Xiaofeng Peng

 

pengusahachina.png
 

Masih muda pengusaha China bernama Xiaofeng Peng terjebak. Penghasilan mungkin miliaran tetapi katanya penipuan. Bisnis dagang miliknya sudah dirintis semenjak remaja. Dia dikenal giat bekerja dan belajar. Ia tidak mengenal kata drop out layaknya miliarder lain.


Dia sangat bekerja keras berdagang sembari sekolah. Ia cerdas. Nila- nilai sekolahnya juga menonjol, dan bahkan ia pernah menang lomba Olimpiade. Begitu lulus SMA, dia belajar bahasa Inggris, Jerman dan Jepang. Xiaofeng sempat tak menemukan tempat kursus.


Anak Muda Terkaya

 

Ia melanjutkan pendidikan Jiangxi Foreign Trade School. Mendapatkan gelar Diploma -nya pada tahun 1993. Dan Xiaofeng masih mau melanjutkan sampai gelar MBA di Beijing University, Guanghua School of Management, selesai tahun 2002.


Bagi Xiaofeng berbisnis merupakan perjalanan. Tidak mudah. Dia bermula ketika melewati Jian City Foreign Trade Bureau. Tempat dimana pengembangan ekspor provinsi Jiangxi didata. Tempatnya kita menganalis nilai ekspor China. Xiaofeng lantas bekerja di sana dan memahami semua seluk- beluk.


Dia tidak serta merta berjuluk "anak muda terkaya China". Dari sanalah ia menemukan peluang ekspor China. Pada tahun 1997 berdirilah Liuxing Industries Limited. Dia bersama teman- temannya coba mendirikan usaha dagang.


Tidak serta merta menjadi pengusaha China berpenghasilan miliaran. Pertama dia mulai berjualan aneka produk ekspor, dari sarung tangan, safety shoes, pakaian kerja, dan sebagainya. Usaha Liuxing Industries termasuk membeli barang diluar atau impor.


Ia memutuskan keluar dari pekerjaan Jian City Foreign Trade Bureau. Dia ingin berbisnis sendiri. Tapi pemerintah daerah mencoba menahannya. Prestasi Xiaofeng memang sangat bagus. Namun ia telah bulat memutuskan menjalankan bisnis sendiri.


Bertahap dia mulai memproduksi alat keselamatan sendiri. Ia membuat peralatan keselamatan sampai terkenal. Pemerintah daerah Jiangxi mengapresiasi sampai mau berinvestasi. Maka berdirilah Suzhou Liuxin Industrial Company Limited. 


Berdirinya dua perusahaan menandakan dia meningkat. Dari usaha produsen alat keselamatan Suzhou Liuxin dan ditambah perusahaan pemasaran Liuxing Industries. Keduanya terintegrasi menjadi suatu grup usaha. Xiaofeng selalu menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah.


Hubungan baik bersama pemerintah menjadi jembatan bisnis baru. Ada ide mengembangkan usaha Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Bermula 2001, kegiatannya termasuk mewakili perusahaan ke Eropa. Ia melihat Eropa makin intensif mengembangkan PLTS.


Ide muncul. Ia mendorong pemerintah China mengembangkan ini. Dan Xiaofeng akan mensuplai kebutuhan panel surya. Tetapi tidak mudah lantaran dia buta teknologi. Untung semangat belajarnya tidka pernah surut. Dia belajar ke sana- sini hingga mendatangi pabrik solar panel Amerika.


Tahun 2005 dia mendirikan Jiangxi LDK Solar Co Ltd, perusahaanya membuat panel surya dan juga alat pendukung. Sebelum pabrik dia sudah menawarkan ke pihak pemerintah Provinsi Jiangxi. Dia menjual dari solar panelnya, pemasangan, pemeliharaan, dan pendukungnya.


Bahkan Xiaofeng kemudian mengekspor keluar negeri. Bisnis ini memang belum banyak diminati dunia dulu. Kini perusahaan milik Xiaofeng menjadi pemasok terbesar dunia. Tak salah, kalau dia mendapatkan kekayaan Rp.21,2 triliun menurut Forbes.


Pengusaha China Kasus Penipuan


Kehiduopan Xiaofeng memang naik turun layaknya roller coaster. Bayangkan dia merupakan anak dari keluarga biasa. Membangun perusahaan pertama diusia 22 tahun, perusahaan Suzhou Liuxin Industrial pada 1997 untuk membuat dan menjual peralatan keselamatan.


Ketika dia berjalan ke Eropa, melihat prospek bahwa pemerintah daerah tengah menggodok aturan berkendara. Pemerintah meminta semua kendaraan menyiapkan rompi keselamatan. Xiaofeng lalu melihatnya menjadi peluang menyediakan produk dan jasa.


"Waktu itu, tujuan saya lebih sederhana," terang Peng. "Saya berharap mengumpulkan uang untuk wujudkan keinginan untuk kuliah ke Amerika, tapi malah "terpaksa" menjalankan bisnis ini 8 tahun."


Peng benar- benar mengumpulkan uang. Alih- alih dia melanjutkan studi, malah uangnya kelak akan menjadi fondasi bisnis panel surya. Butuh dua tahun sampai dia benar- benar percaya diri. Dua tahun dia habiskan mempelajari seluk beluk panel surya diluar negeri.


LDK Solar penyedian solar panel spesifik di provinsinya sejak 2005. Dua tahun kemudian, dia masuk pasar saham Amerika Serikat, dan menjadi perusahaan pertama asal Jiangxi masuk Big Apple. Taukah itu merupakan listing terbesar perusahaan sektor energi.


Listing perusahaan terbesar buat perusahaan Amerik- China. Peng, usianya baru 32 tahun, dan sudah memimpi perusahaan energi sekalah nasional. Ketika harga sahamnya naik, dia mengantongi tak kurang $5,8 miliar dipuncak.


Pendapatannya mencapai $12 miliar di 2008, dan menjadikannya Top 500 Perusahaan Nasional yang termuda. Jatuhnya pasar Eropa membuat semua berantakan. Karena produksi photovoltaic China jatuh, bahan baku utama panel surya polycrystalline sillicon, salah satu bahannya flaktuasi tinggi.


Maka LDK jatuh terpaksa berhutang. Pada Agustus 2014, Peng memutuskan mundur direktur dan juga kepala manajer. Walaupun jatuh, dia kembali lagi mengeluarkan inovasi, mengkombinasikan antara internet dan solar surya Solarbao.


Sekarang dia tidak menjual bahan melainkan layanan. Dimana pembelian Solarbao, akan termasuk agensi dan pengelolaan stasiun pengisian. Ini menjadi kesempatan menjanjikan lewat jenis usaha jasa baru. Dia bahkan kembali listing saham di NASDAQ dan bernama SPI Energy pada Januari 2016.


"Sepuluh tahun lalu, saya menjadi yang terbesar IPO antar negara dari perusahaan asal China, saya tak pernah beharap akan kembali lagi memulai dari nol," tuturnya.


Semua nampak aman ketika memulai karena masih untung. Sampai tiga bulan tampak defisit $32 juta dan $5 juta pada 2013 dan 2014. Ini katanya sih, karena dia memberikan insentif staf sebelum listing dan merupakan biaya dibayar buat IPO.


Dia masih percaya diri. Sampai setahun kemudian terjadi keterlambatan pembayaran pelanggan. Itu karena pemerintah China menunda akibat subsidi. Tetek benget tersebut sangat mengecewakan pihak investor.


Menurut pengamat bahwa kegagalan Pang karena model bisnisnya: Memakai pendanaan cepat buat proyek jangka panjang. Bahwa panel surya baru akan menghasilkan setelah lima sampai tujuh tahun, bahkan sampai 10 tahun baru untung.


Dia gagal membayar uang investor karena subsidi pemerintah tertunda. Pada Oktober, dia menyerap dana investor $92 juta berupa utang dan meninggalkan 11.000 investor online. Mereka terkejut bahwa proyek crowdfunding tersebut gagal total.


Maka dia menjadi burono polisi karena membawa kabur dana. Menurut polisi dia dituduh menyerap dana secara ilegal ke rekeni pribadi; keberadaanya tidak diketahui kemudian.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba