Resign Kerja Usaha Aksesoris Modal Seratus Ribu

Profil Pengusaha Ita Yudi


usaha bros kawat
 
Nasib orang siapa tau, resign kerja usaha aksesoris dan mampu berkembang. Padahal dia cuma modal seratus ribu. Kisah pengusaha bernama Ita Yudi pernah merasakan bekerja. Dia dulu bekerja sebagai pegawai perusahaan. Ita mengerjakan proyek- proyek dengan rekan kerja laki- laki semua.

Dia merasa tidak nyaman. "Isinya laki- laki semua, saya tidak nyaman," tuturnya. Ita seolah mati kutu ketika bekerja di kantor. Mending dia memilih resign walaupun harus menganggur. Kan rekan kerja laki- laki semua, padahal Ita ini senang koleksi aksesoris dan mereka tidak pakai.

Terpaksa Menjadi Pengusaha


Hambar tidak punya bahan obrolan apalagi dirinya berhijab. Ita semakin tidak nyaman karena harus di lingkungan tersebut. Walau dia berhijab namun menyukai aneka aksesoris. Ia pandai memadunya dengan hijab. Dia menyukai bros kemudian mau membikin sendiri.

"Saya ingin mempunyai bros buatan sendiri. Trial dan error terus sih, tetapi saya harus mencoba," ia bertekat.

Awalnya dia membuat untaian kawan dipadukan manik- manik. Entah itu dijadikan bentuk bunga, binatang, ataupun abstrak tetap menarik dipandang. Selain bahan kawat, ia juga mencoba memakai clay atau lilin, bahkan berbahan kain sisa produksi garmen.

Ita nampak lebih menikmati pekerjaannya sekarang. Dari berbagai bahan dibuatnya aneka kerajinan bros. Mulai dari bahan metal, kawat, benang wol rajutan, kain bekas garmen dan clay. Bahan- bahan sederhana itu disulap menjadi indah.

Semua bahan mudah dicari dan didapatkan. Seperti limbah kain yang didapatkan dengan meminta ke perusahaan garmen. Memulai usaha aksesoris memang bermodal sedikit. Ia cuma keluar uang seratus ribu. Dia kan sudah mempunyai alat tang yang memang umum ada.

Dulu dia sempat kesukaran mencari kawat jenis begini. Tetapi sekarang banyak orang jual, uang Rp. 10 ribu sudah cukup buat beli kawat. Kawat- kawat dipotong kecil kemudian digunakan menjadi pola. Kawat kecil berujung lancip lalu dibengkokan dan dibentuk menjadi bentuk.

Tidak langsung sukses ia merasakan butuh waktu lumayan. Awal- awal dia hanya mampu menjual 1- 2 buah sehari. Rata- rata sekarang dia mampu menjual 20 pieces sehari. Bertambah setiap waktu, ini berkat dia terus mengedukasi pasar, maka nilai puluhan pieces tidak berlaku lagi.

Ini menjadi laris manis berkat animo masyarakat meningkat. Tren berhijab juga mendorong aksesoris jenis bros lebih berkembang. Produknya bisa laris manis layaknya kacang goreng kaki lima. Dahulu yang tertarik sedikit sekali, sekarang banyak orang tidak hanya dalam negeri tetapi luar negeri juga.

Ia mengatakan produknya lebih murah berkualitas. Tidak perlu pergi membeli dari Bangkok atau China. Dia mampu menyaingin mereka. Ita pun menjual lebih variatif dengan desain kekinian. Ita menjual seharga Rp.2.500 sampai Rp.10.000.

Ita tidak membatasi kreasi. Dia mampu membuat aksesoris berbatu mulia. Material yang digunakan bahkan kristal swaroski. Ini dijual sampai Rp.500 ribuan bahkan lebih tinggi. Bentuk yang dibuat ini memang rumit.

Detail batunya ini sangat detail dan sempurna, di dalamnya ada batu senada dengan warna kawat dan juga manik- manik. Dia lebih condong memakai batu- batuan asli Indonesia. Ingin mengangkat apa kekayaan Indonesia. Batu asli Indonesia tidak kalah indah dengan bebatuan luar seperti swarovski.

Tidak semua bahan mudah didapatkan karena masih impor. Terkadang Ita harus membeli bahan ini dari luar negeri, utamanya China. Bersyukurlah pesanan terus berdatangan sehingga cukup modal. Ia mendapatkan pesanan sampai ribuan.

Para distributor akan mendatangkan material melalui pesanan dulu. Material sampai 75% dibeli dari China dan tercukupi. Banyak orang memulai bisnis sejenis maka sudah banyak bahan. Distributor langsung menanggapi dengan membeli bahan ini.

Ibu dari tiga anak memiliki 40 orang karyawan binaan. Mereka merangkai aneka bahan berbagai jenis dijadikan bros. Ia mengaku tidak membutuhkan toko besar atau kios. Rumah pribadinya di daerah Kalimalang, disulap menjadi pabrik sekaligus memajang produk- produk.

Ia pun rajin bekerja sama dengan butik- butik di ibu kota. Para pekerja merupakan ibu rumah tangga radius kecamatan. Bertanya mengenai pendapatan perbula dirinya enggan. Bisnis menurutnya tidak dapat dihitung pasti. Pastinya dia mampu menjual ratusan aneka macam aksesoris perbulan.

Dia mengingatkan menjadi berbeda menghadapi persaingan. Ita mengingatkan untuk selalu membaca dan memperhatikan pasar. Kamu harus rajin membaca entah dari buku ataupun browsing internet.

Groupon Singapura Berbicara Bisnis $24 Juta

Profil Pengusaha Karl Chong


groupon singapura

Karl Chong berbicara bisnis $24 juta. Sebenarnya dia memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Dia seorang aset manajer telah bekerja cukup lama di dunia perbankan. Baginya cerita sukses itu berasal bukan dari pendidikannya.

Meskipun begitu bekerja di bank membuat pria satu ini bisa tau betul konsep berbisnis; sebuah modal awal. Karl sebenarnya lebih menyukai konsep membuat uang daripada uang sendiri. Dia dan adiknya lahir di Singapura tapi tumbuh di Australia, keduanya memiliki latar belakang pendidikan berbeda.

Sementara sang adik, Christopher Chong, adalah lulusan hukum di sebuah universitas. Bagi mereka perbedaan tersebut menjadi saling melengkapi satu- sama lain. Persamaan dari keduanya ialah bahwa mereka memiliki minat yang sama tentang kewirausahaan.

Bakat Bisnis


Karl ingat betul bagaimana kedua orang tuanya mengajari mereka berdua etika pengusaha. Ayahnya, John Chong, yang jugalah pengusaha sekaligus migran. Ayahnya sukses mendirikan bisnis sendiri, The Singapore Monitor, majalah harian yang kemudian ditutup tahun 1985.

Sedangkan ibunya, Kim, adalah seorang jurnalis sebuah majalah. Keduanya memiliki kisah sukses tersendiri ketika harus bermigrasi dari negara Singapura ke Australia.

Orang tua mereka menjadi satu- satunya sumber inspirasi kedua bersaudara ini untuk memulai bisnis baru. Ini adalah situs ciptaan mereka bernama beeconomic.com. Karl kala itu tengah melanjutkan gelar master untuk jurusan keungan memilih berhenti enam minggu sebelum situsnya jadi.

Ia ingin memulai semua dari awal -dari nol secara fokus- konsisten. "Saya tidak mau melewatkan sehari pun untuk memulai Beeconomic," ujarnya bersemangat.

Beeconomic secara garis besar menjadi kloning dari situs besar sedang naik daun, Groupon. Situs tersebut diluncurkan pada Mei 2010, yang dimana situs ini hanya dikerjakan selama 6 bulan. Ia mengatakan tak ada jalan singkat mencapai kesuksesan mereka.

Dan, hal itu memang tidak ada dalam kamus bisnis Karl secara pribadi. Dia dan saudaranya siap ditolak oleh mereka pemilik usaha. Namun keduanya yakinkan diri tetap menjalankan bisnis plan mereka hingga berhasil kini.

Sebelum memulai Beeconomic ternyata Karl sendiri telah tercatat memiliki pekerjaan tetap yaitu sebagai bankir investasi di New York. Ia telah bekerja di sana selama 5 tahun, melanjutkan pendidikan dan keluar agar bisa mengerjakan situs Beeconomic.

Karl mempunyai seorang istri, Megan Lucas Chong, wanita Amerika yang bekerja sebagai pengajar seni di New York, keduanya belum memiliki anak.

Membangun Bisnis


Ia dan Chris terbang dari Australia menuju Singapura sebagai awal. Mereka mulai bekerja di restoran pinggir jalan dimana menyediakan layanan internet gratis. Pemilik restoran tersebut pastilah menganal wajah mereka yang selalu mampir tepat pukul 8 pagi.

Dana mereka terbatas dan harus selalu berhemat untuk apapun termasuk soal tempat tinggal. Mereka harus berbagai ranjanng di sebuah motel di wilayah Little India. Soal makan jangan bertanya rasanya mie instant setiap hari.

Merek terus bertahan guna menambah modal bisnis selama tiga bulan. Keduanya harus selau bersiap di usir oleh pelayan. Pada awalnya mereka tak paham konsep kerja Beeconomic seperti apa. Ini merupakan hal sangat baru bagi mereka.

Para pemilik usaha tak mengerti tentang konsep belanja grup, dan potongan harga satu hari. Prinsipnya hanyalah Beeconomic memberikan ruang promosi besar berupa kupon belanja atau juga diskon satu hari itu.

Bagi Karl, bisnisnya merupakan masa depan sekaligus ambisi. Ia bukanlah orang tak mampu soal keuangan. Ia membeli investasi pertamanya melalui pasar saham di umurnya 14 tahun. "Saya sangat terinspirasi dari kakek, yang juga seorang investor," terangnya.

Kakeknya adalah seorang akuntan dan mengajarinya bagaimana asiknya memiliki perusahaan sendiri. Investasi pertamanya ada di Colonial State Bank senilai $1.000 dan mendapatkan hasil $300. Pada 2010, keduanya sepakat menjual Beeconomic senilai $24 juta. Bukan hanya itu keduanya akan tetap ditugaskan sebagai penanggung jawab.

Ini bukanlah harga sebenarnya dari situs yang pertama hadir. Ya, Beeconomic diperkirakan memiliki nilai lebih dari itu. Selepas penjualan, Karl Chong dipilih menjadi seorang CEO dari Groupon Singapore. Bisnis diskon ini telah terjual 100.000 penawaran khusus tiap harinya.

Dan, beeconomic.com telah berganti nama menjadi beeconomic.com.ph, merupakan bagian dari Groupon. Start- up pertama dari bisnis diskon di Asia Tenggara yang kini menjadi sangat besar. Dari penjualan, Karl telah mampu berinvestasi lebih besar melalui pasar modal.

Lainnya, ia juga masih sempat bertraveling keluar ke berbagai tempat. Ia menggabungkan investasi beresiko dan tanpa resiko. Untuk kedua orang tuanya, ia telah memastikan keduanya hidup tenang. Ia telah menanggung asuransi dan biaya traveling mereka.

Bagi mereka cukuplah hidup santai dan tenang. Mungkin menjual Beeconomic membuatnya menjadi kaya raya. Namun, baginya terpenting bukanlah tentang uang itu sendiri tetapi bagaimana prosesnya.

Pemilik Restoran Jepang Takigawa Kisah Inspiratif

Profil Pengusaha Adrian Rosana dan Fenny F


pemilik restoran takigawa
 
Berikut kisah inspiratif pengusaha pemilik Takigawa. Usaha restoran Jepang yang sangat terkenal di seantero Jakarta. Menjadi pelopor bisnis waralaba pemiliknya ternyata suami istri. Mereka adalah Andrian Rosano dan Renny F, sepasang anak muda yang memiliki tanggal lahir dan tahun sama.

Mereka sama- sama kelahiran 10 Februari 1972, uniknya mereka berdua sudah berteman semenjak sekolah menengah pertama. Dua orang ini kemudian membangun bisnis penyewaan tenda. Usaha yang didirikan dua orang sejoli kemudian berkembang.

Keduanya menjadi raja dan ratu bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Jasa mereka sudah dikenal dipakai masyarakat Jakarta. Nama usaha mereka itu sangat terkenal di seantero Indonesia. Keduanya lulusan Trisakti, Andrian sudah lebih awal berwirausaha melalui bisnis impor.

Merintis Usaha


Andrian pernah berbisnis bawang putih impor semenjak SMA di Surabaya. Ia juga merambah impor produk bumi lain. Dia ambil dari Pelabuhan Tanjungperak, kemudian dijual ke pedagang- pedangan pasar Surabaya.

"Pokoknya apa saya lakukan untuk menyambung hidup di Surabaya," tuturnya.

Dia membuka usaha waktu masuk Jurusan Hukum Universitas Trisakti, Jakarta. Andrian berkuliah sembari usaha. "Karena itu, saya dikenal oleh teman- teman sebagai PDG, alias pedagang," celetuk Andrian.

Bersama Renny, ia kemudian mendirikan perusahaan dagang atau trading, dimana keduanya cuma berdagang serabutan seadanya dijual. Mereka pernah menjadi agen iklan mini. Pernah pula menjadi agen koran dan majalah dari jam tiga pagi.

Bayangkan dia harus sibuk kerja sementara masih harus berkuliah. Alhasil keduanya tidak berhasil dijalankan baik- baik. Kurang optimal ketika ia harus kuliah malah janjian dengan relasi. Adrian ternyata lebih mementingkan bisnis.

Beberapa kali dia mengajukan cuti demi mengerjakan bisnis apapun. Sering sekali Adrian hilang dari peredaran teman sekampus. Namun muncul desakan, baik orang tua maupun calon mertua mendesak dirinya harus lulus kuliah.

Pengalaman tidak menyenangkan sudah biasa dirasakan Adrian. Dalam berbisnis pernah terjadi suatu pristiwa sangat membekas. Ketika ia menjadi agen sebuah perusahaan media, tampak pimpinan dari perusahaan tidak memperlakukan dengan baik dirinya.

Ia diperlakukan tidak fair mengenai pendapatan. Karena masih muda dan dianggap masih baru, maka Adrian hanya diberi diskon 20%, sementara orang lain diberikan 30% untuk keuntungan. Alhasil dia merasa bekerja keras pun tidak akan merubah apa- apa.

Tidak kompetitif dirasakan dia tidak akan menjadi nomor satu. Katanya sih ada mafia sehingga tidak kompetitif buat berusaha. Ia mendambakan usaha mandiri mapan. Dia ingin membuka usaha yang tidak tergantung pada atasan.

"Saya harus jadi prinsipal (atasa), supaya saya bisa menentukan strategi saya sendiri," ujarnya.

Dia ingin merintis usaha mapan yang dikerjaka sendiri. Adrian mengajak kembali sang pacar, Renny, untuk mencari usaha diluar berdagang serabutan. Dia juga tidak mau kembali menjadi agensi untuk atasannya.

Mereka mulai berpikir berbisnis parsel pernikahan. Ketika keduanya menikah, barulah menemukan ide bisnis penyewaan dan dekorasi tenda. Mereka menemukan ide tersebut dari buku pernikahan luar negeri. Dia berpikir apa kita bisa membuat dekorasi semacam ini sendiri.

Keduanya senang melihat tenda luar karena belum ada disini. Calon suami- istri ini nekat mendesain sendiri dekorasi dan tenda pelaminan. Nekat, dengan bantuan teman- teman, di malam midodareni malah penganti prianya tengah nangkring di genteng.

Adrian memasang tenda sendiri termasuk besi- besi pengaitnya. Hasilnya mengejutkan, banyak para tamu memuji dekorasi sendiri ini, maka dimulailah bisnis penyewaan tenda dan dekorasi mereka. Ini masih sangat terbuka luas karena belum dimasuki pemain lain.

Membuka Bisnis Lain


Di tahun 1995, pasangan ini menjadi pemain utama tanpa persaingan sengit, alhasil mereka berhasil menyasar pasar masyarakat menengah atas. Baik penyewaan tenda, dekorasi, dan semua ditangani mereka berdua dibantu pegawai. Ini diberi nama Ten Party dibawah naungan PT. Cipta Arta Sepuluh.

Namanya unik karena melambangkan tanggal lahir keduanya sama. Bahwa keduanya sama- sama lahir tanggal sepuluh. Mereka menikah selepas berpacaran sepuluh tahun. Tenda bikinan Ten Party dibuat sendiri baik warna, model, maupun bahannya.

Biar fokus mereka menutup bisnis trading -nya buat bisnis tenda. "Kami harus fokus. Semua modal dialihkan ke bisnis tenda ini," pungkasnya. Modal awal mereka tidak kurang Rp.400 juta, yang dia ambil dari aneka bisnis sebelumnya.

Uang segitu dibelikan bahan tenda, penyewaan gudang, dan peralatan pendukung lain. Ternyata tidak semudah dibayangkan awal- awal. "Awalnya susah banget, segala upaya promosi kami lakukan, tetapi tidak ada respon," celetuk Adrian.

Mereka menciptakan dekorasi keren ada lampu gantung, lantai praket, dan sebagainya. Harga sewa mereka sampai 10 kali lipat dari biaya sewa umum. Penawarannya Rp.20.000 per m2, dimana bila umumnya Rp.2000 per m2.

Dua bulan berjalan barulah datang satu- dua orang menjajal layanan mereka. Diantara masalah selalu ada jalan inilah prinsip mereka. Bisnis keduanya tengah mencari celah diantara usaha sejenis. Mereka pembeli merupakan kelompok tidak peduli harga, yang terpenting hasilnya bagus dan mereka puas.

Inilah pelanggan pertama mereka diawal- awal memulai usaha. Dari sedikit kemudian berkembang menjadi banyak. Begitu dipasang, banyak tamu undangan memuji pihak pengantin yang memilih Ten Party, hasilnya berita menyebar memanggil lebih banyak penyewa datang.

Mereka terkesan akan hasilnya. Dari satu pesta menjadi tiga pesta, empat, enam, dan sembilan, dan terus berkembang. Bisnis mereka berkembang layaknya telur menetas. Menurut mereka tidak ada promosi lebih baik selain dari mulut ke mulut.

Apalagi mereka berbisnis model butik bukan masal. Merambat menambah banyak pemesan dari sewa Ten Party. Bahkan mereka mampu menyewakan sampai Makassar, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samrinda.

Dulu mereka pertama kali, dalam setahun hanya mengerjakan satu pesta, tahun kedua mereka bisa menyelenggarakan sampai 7 pesta pernikahan. Para penyewa tertarik karena model dan desain yang ditawarkan berkelas internasional.

Mereka juga bisa memesan tema khusus sehingga unik. Orang bisa memilih model klasik, modern, etnik, atau seterusnya. Layanan termasuk menciptakan suasana ballroom di halaman rumah. Tidak sedikit kalangan selebriti dan pejabat menyewa.

Mereka para selebriti antara lain Syahrul Gunawan, Cut Tari, Tia Ivanka, dan lain- lain. Kemudian pernikahan Tata dan Tommy Soeharto, Yenny Rachman, Dandy Rukmana dan Lulu Tobing. Tidak cuma terbatas pernikahan, Ten Party juga dipesan perusahaan untuk vanue di proyek properti mereka.

Ten Party mulai dikenal jago menciptakan vanue buat perusahaan. Mereka mulai dianggap mampu menyulap tempat menjadi indah. Mampu memenuhi keinginan pemilik tempat disesuaikan teman usaha mereka. Banyak pejabat juga meminta bantuan mereka menciptakan suasana berbeda.

Ekspansi Bisnis


Kemampuan hebat menciptakan vanue hingga membangun suasana berbeda. Oleh karenannya para penyewa rela mengeluarkan biaya Rp.15 juta (dalam gedung) dan Rp.1 miliar. Ini menurut Adrian sudah masuk ke kesenian hingga sulit dinilai uang.

Sela satu pelanggan Mince Tinton Suprapto, yang menggunakan jasa Adrian buat berbagai dekorasi di aneka kesempatan. Tinto Suprapto menyewa dari dekorasi hingga tenda. Biasanya ia sewa untuk kebutuhan acara di Sirkuit Sentul. Adrian dianggap mampu mendesain sesuai bayangan Tinto di sana.

"...memvisualisasikan konsep- konsep desain saya inginkan," ujar Tinton.

Ten Party dibilang sukses besar namun bukan tanpa masalah. Mereka pernah mengalamai overload dimana satu hari 10 event dikerjakan. Tenaga kerja dan peralatan diakali dengan cabutan. Dimana dari satu tempat ke tempat lainnya cepat- cepat.

Mungkin mereka berhasil menjalankan semua event sukses. Namun terjadi kehilangan, pegawai telah menyelesaikan dengan relatif mudah, tetapi sistem dijalankan tidak sesuai. Adrian mengatakan semua berdasarkan sistem yang disuport personal touch dirinya.

Alhadil banyak pelanggan komplain mengenai penurunan kualitas. Maka dia memutuskan melakukan pembatasan slot mingguan. Kecuali pelanggan loyak yang telah lama menggunakan jasa mereka. Ia mengambil contoh keluarga Mbak Tutut Seoharto, yang tiba- tiba mengadakan pesta pertemuan.

Masak Adrian menolak? Tentu dia akan berpikir berulang lagi apalagi mereka langganan. Dalam lima tahun bisnis mereka mapan, dan telah memiliki pelanggan tetap, Adrian berpikir mengenai apa lagi mereka butuhkan selain tenda dan dekorasi.

Ia dan istrinya membayangkan bisnis katering. Adrian membayangkan bahwa katering di pernikahan berbiaya mahal. Ini menjadi sumber budget terbesar dibanding menyewa tenda. Adrian berpikir mau membuka usaha catering tetapi tidak biasa.

Dibutuhkan katering makanan sehat dengan siklus bertahan lama. Inilah mengapa Adria memilih makanan Jepang. Waktu itu belum ada kuliner Jepang paling menonjol di masyarakat. Kalaupun mau orang harus masuk ke hotel- hotel untuk terenak.

Tidak mau gegabah dan menghasilkan makanan tidak enak. Pasangan suami istri ini langsung pergi ke Jepang. Mereka melakukan survei makanan khas orang sana. Dari jalan- jalan terkenal, sampai mereka masuk ke gang- gang kecil di kawasan Tokyo.

Keduanya menemukan ide masakan Jepang sekaligus cara mengolahnya. Belum dipopulerkan oleh pengusaha Indonesia tetapi punya prospek. Adrian dan istrinya menghadirkan katering Jepang yang terlengkap.

Mulai dari sukiyaki, chankonabe, sushi, shabu- shabu dan sederet masakan Jepang. Investasi tersebut terhitung besar namun dirasa lama balik modal. Maka ia sekalian saja membangun restoran dengan katering. Ia mengatakan dari dapur dan peralatan mahal dan ketering terbatas kalau cuma nikahan.

Ia menemukan menggunakan restoran akan cepak balik modal. Sayangnya, modalnya saja belum ada, karena mereka bukanlah konglomerat maka butuh menabung dulu. Bertahap mereka mengumpulkan uang dari bisnis Ten Party.

Restoran Masakan Jepang


Berdirilah gerai pertama Takigawa Resto di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Dimana Adrian mengambil nama tersebut yang berarti air terjun mengalir. Usaha ini satu paket yakni restoran dan katering sekaligus. Luas tempatnya 350 m2 dengan kemampuan menampung 120 orang pengunjung.

Sisa uangnya tidak cukup maka tanpa menyewa konsultan. Adrian pun memanajeri restoran tersebut sendiri berbekal pengalaman. Nah, biar gak gagal total, Adrian nekat membajak 7 chef terbaik dari tujuh restoran Jepang ternama saat itu.

Adrian- Renny mengajak mereka membangun masakan Jepang ramah. Menciptakan masakan yang berbeda sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia. Ketujuh chef sekaligus menjadi juri untuk setiap menu baru. Kalau modalnya menu lama, maka dari tujuhnya bisa- bisa ratusan lembar menu dibuat.

Menu baru harus lolos tes lidah ketujuh chef termasuk dia dan istrinya. Hasilnya nigiri shusi, shabu- shabu, bakmi, kamameshi, kushiyaki, dan sashimi. Ada percampuran ide disana, namun perlu ingat bahwa dia menjalankan katering, inilah yang membuat dapur Takigawa riyuh.

Tidak heran, mereka sampai membuat tiga lantai menjadi dapur. Buat promosi Adrian menarik para selebriti dan sosialita menjadi PR. Sebut saja nama selebriti Marrisa, Ivy Purwita, Dina Lorenza, dan Devina Veronica. Mereka sosok yang wira- wiri di majalah sosialita pada jamannya dulu.

Daripada mereka kumpul- kumpul, atau arisan di tempat lain, kan lebih baik mereka ngumpulnya di Takigawa. "...dapat gaji lagi," seloroh Adrian. Mereka menjadi pioner menarik komunitas sesama selebriti ngumpul. Adrian sendiri menerapkan endors tiga kali buat setiap selebriti atau sosialita.

Sisanya dia akan menggunakan selebriti- sosialita lain. Kalau mereka datang atas kemauan sendiri, ya Adrian tidak keberatan. Takigawa menghadirkan cita rasa berkualitas, promosi mengena, jadinya cepat masuk ke pasaran.

Disisi lain, bisnis katering Takigawa berjalan baik tidak kalah dari restorannya. Dua sejoli ini makin percaya diri hingga membuka gerai baru di La Piazza, Mal Kelapa Gading. Ia membuka gerai seluas 1000 m2, yang mana bebas biaya sewa lantaran menerapkan konsep bagi hasil.

Konon, ini merupakan tanda terima kasih Sujipto Nagaria pemilik Summericon Group, yang dulu katanya Adrian bantu membangun vanue. Melihat restoran Takigawa sangat terkenal, maka orang- orang datang meminta kesempatan menjalankan usaha Takigawa sendiri.

Mereka teman- teman pasangan suami istri ini jadi susah menolak. Karena merasa tidak enak lah, dia dan istri mengijinkan mereka ikut dalam pola kerja sama waralaba. Adrian tidak pernah sama sekali terpikir ini. Untung teman- temanya termasuk public figure jadilah sekalian menjadi public relation.

Dia menegaskan bahwa tidak dimasalkan. Waralaba tertutup tidak pernah mengikuti ajang pameran. Adrian menjadikan ini resto butik. Dengan sangat hati- hati itu dikembangkan, tanpa fokus mencari uang dari menjual lisensi. Tenang karena Adrian juga memikirkan agar rekanan mendapatkan untung.

Sistem dibangun Adrian berdasarkan diskusi bersama tanpa batasan. Pokoknya kita harus berbisnis baik, tanpa ada pertikaian, karena Adrian mengisyaratkan 10 tahun masa kerja sama waralaba. Adrian sendiri lebih memilih ekspansi sendiri, membangun jaringan restoran tanpa modal waralaba.

Delam memilih mitra Adrian selalu melihat visi rekanan dan harus jangka panjang. Soal event dari bisnis pertama, dia menjaga ekslusivitas, dalam sehari menjalankan lima event berbeda. Fokusnya ialah pelanggan loyal terpercaya mereka.

Bisnis dekorasi dan tenda ini sudah diwaralabakan. Rekan mereka berasal dari Surabaya, Samarinda, dan Bandung. Yang di Jakarta menjadi pusat perencanaan, sementara perlengkapan akan di putar ke daerah- daerah. Adrian- Renny telah memiliki ratusan pekerja dan tidak segan membagikan saham.

Bagi pegawai senior dengan loyalitas, kompetensi, dan kejujuran tinggi diberi saham. Konsep bisnis berdasarkan kekeluargaan membuatnya nyaman. Tidak heran, karyawan banyak loyal, bahkan tujuh chefnya masih bertahan dari awal membangun bisnis ini.

Resep sukses pemilik restoran Jepang Takigawa ini. Dia selalu melakukan inovasi tanpa henti. Sudah banyak persaingan bahkan dari orang India dan China. Dulu mereka memang penggagas bisnis ini berjalan. Banyak kompetitor bisa menyalip kapanpun, maka desain dan menu harus dikembangkan.

Agar tidak dijiplak kompetitor maka terdapat trik khusus. Kegiatan pengolahan makanan dilakukan di satu rumah mereka. Kediaman mereka dijadikan pusat komando dimana Renny aktif. Dia lah yang akan mengawasi proses produksi dan desain.

Jasa Konsultan Online Terbaik Bisnis Kecil

Profil Pengusaha Sukses Evan Carmichael


jasa konsultan online

Evan Carmichael pemilik jasa konsultan online. Dia dikenal akan kemampuannya menjadi motivator para pengusaha. Pria asal Toronto, New York, dikenal di setiap tulisanannya di berbagai media dan blog bisnis. Evan sendiri seorang pengusaha muda, sekaligus pembicara internasional.

Di umur ke- 19 tahun, ia telah menjadi pemilik dan COO Redasoft, perusahaan perangkat lunak bioteknologi. Perusahaan ini tumbuh mengerjakan 300 organisasi sebagai klien, termasuk NASA dan Johnson & Johnson.

Setelah menjual perusahaannya, ia bekerja di sebuah venture capitalis firma, lalu di Northern Crown Capital, tujuannya membantu perusahaan kecil klien meningkatkan kewirausahaan antara $ 500.000 hingga $ 15 juta.

Membantu Bisnis Kecil


Tujuanya mengembangkan usaha mereka dalam hal marketing bisnisnya. Dia juga memulai Evan Carmichael Communications Group dan menciptakan evancarmichael.com bertujuan: memberikan motivasi pengusaha agar bisa mengikuti gairah mereka.

Selain itu, Evancarmichael.com juga menawarkan strategi yang mereka butuhkan agar berhasil. Situs tersebut memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, ada 5.500 penulis memberikan kontribusinya, dan 295.000 halaman konten.

Usaha pertamanya dimulai ketika dia masih berumur 5 tahun. Dia kala itu mengajak sang adik yang masih tiga belas tahun untuk berbisnis sendiri. Dia melihat bakat pada adiknya, memintanya membuat gambar lalu menjual semua secara door- to door.

"Saya membuat penjualan pertama untuk tetangga senilai 5 sen  -saya telah berbisnis," terangnya.

Meski kecil tapi disanalah ia mulai melompat jauh dari satu ide bisnis ke ide bisnis lain. "Saya berbisnis kartu baseball, saya menjual perelengkapan kanvas dari plastik, saya mencoba start-up online."

Kesemua bisnis tidak mencapai puncak sukses. Namun Evan belajar banyak melalui pengalaman di masa kecilnya tersebut. Dia menyebutkan setiap pengusaha itu berbeda- beda, namun selalu sama di passion, yakni menciptakan produk dan menjualnya.

Itu semua tergantung pada passion anda. Bisa saja seorang pengusaha memiliki sifat berbeda, latar belakang keluarga atau bisnis. dan tentunya nilai akan bisnisnya. Sangat sulit memulai bisnis baru bahkan bagi pria sekalas Evan; baginya kita bisa berhenti beberapa kali, namun harus cepat kembali dan memulai lagi.

Dia memulai Evan Carmichael Communications Group kemudian menciptakan evancarmichael.com bertujuan untuk memberikan motivasi pengusaha. Mereka akan diajarkan bagaimana mengikuti passion mereka dan strategi yang mereka butuhkan biar berhasil berbisnis.

Disanalah ia selain berbisnis juga membantu banyak pengusaha kecil. Situs ini memiliki lebih dari 640.000 pengunjung bulanan, 5.500 penulis memberikan kontribusi, dan 295.000 halaman konten. Hari ini, kita berbicara dengan Evan bukan hanya tentang bisnis, namun konsultan bisnis terbesar.

Bagaimana situsnya bekerja? Dia dibantu oleh enam orang pegawai kunci ditambah dua kontraktor. Baginya ke- 6 orang tersebutlah menjadi kunci tetap pada tujuan awal. Bisnisnya juga mengandalkan berbagai macam sosial media sepenuhnya.

Dia paham akan efek marketing, melalui YouTube dan Twitter, tapi ia menjelaskan khusus Facebook tidak ada bisnis disana. Media Facebook hanyalah digunakan mendekatkan secara sosial, tapi bukan tempat kamu bermarketing, jelasnya kembali.

Akun YouTubenya http://www.youtube.com/user/ModelingTheMasters telah sukses menjaring lebih dari 50.000 penayangan. "Twitter - Saya memiliki akun pribadi di http://twitter.com/ # / EvanCarmichael dengan hampir 25.000 pengikut!" terangnya.

Melalui Twitter pula kamu bisa bertanya atau mendapatkan saran- saran tentang berbisnis. Baginya bisnis adalah tentang membangun di sekitar hidup mereka, para pelanggan. Kebanyakan pengusaha gagal memilih membuat produk akan tetapi lalai mencari pelanggannya.

Tapi justru sebaliknya, pengusaha sukses mencari pelanggan baru kemudian membuat dan merancang produknya. Ini yang penulis bisa jelaskan bahwa pengusaha sukses perlu melihat pasarnya dulu; bukan menciptakan produk dulu.

Website: evancarmichael.com
Twitter: @ evancarmichael

Pengusaha Singapura Muda Tampan, Kaya, dan Single

pengusaha singapura tampan

Mereka yang muda dan mapan di Singapura, dari yang terlahir sebagai pengusaha atau sedang merintis. Pria- pria ini masih dibawah 30 tahun namun telah memiliki segalanya. Hanya satu yang belum, mereka kini belum terikat pernikahan. Apakah pengusaha- pengusaha muda ini lajang? Kami kurang tau, tapi kesibukan mereka kini pastilah sulit untuk sekedar mengajak kencan seorang wanita.

1. Brian Binjamin, 23 tahun

Putra dari Nash Benjamin, Chief Executive Officer FJ Benjamin, yang masih mengejar gelar sarjana psikologi dan hukum di University of Southern California (USC). Dia aktif menjadi president dari Delta Omicorn Zeta, sebuah organisasi kepemimpinan di USC. Dia berharap membuka praktik psikologi secara profesional suatu saat nanti. Atau, Nash akan ikut serta dalam perencanaan kebijakan dan pengembangan kesehatan jiwa di Singapura.

2. James Ong, 30 tahun


Setelah keluar dari pekerjaan sebagai konsultan manajemen resiko strategik di 2008. Ong lalu memulai bisnis Yogurt beku melalui bendera Frolick bersama dua temannya. Produknya telah dikenal akan kualitasnya yang menyihir pembeli. Saat ini Frolick menjadi bisnis memiliki 10 outlet yang tersebar di penjuru Singapura. Satu dari outlet miliknya di kawasan bisnis yaitu ada di kawasan Lot1, Choa Chu Kang. Ong telah membuka bisnisnya hingga luar negeri salah satunya yaitu outlet ketiga di Yangon, Myanmar.

Ong dan Frolick telah mempersembahkan makanan penutup terbaik bagi mereka penggemar makanan manis di Singapura.

3. Edward Chia, 28


Ia mendirikan bisnis pertamanya,  outlet "live" music bernama Timbre di The Substation, ketika bermur 21 tahun. Hari ini, Chia dan mitra telah menjalankan bisnis makanan dan minuman itu sudah termasuk tiga bar Timbre, pizza berukuran 21 inchi dan cocktail bar yang terinsiprasi dari Jepang, Ta.ke. Baru-baru ini, ia meluncurkan tempat tonkrong yang menghadirkan musk live secara bilingual, Switch, ruangan terbuka seluas 5.200 kaki persegi terletak di Bras Basah Road dengan line-up musisi yang menampilkan lagu berbahasa Inggris atau Mandarin.

4. John Langan, 30 tahun


Langan terahir sebagai keturuan Californian dan  Taiwanese serta keturuan Amerika. Dia lulus dari University of California, Los Angeles, dan pindah ke Singapura setelah menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore. Selama delapan tahun terakhir, ia telah bekerja di bidang keuangan dan media, sebelum mendirikan klub anggota ultra-eksklusif , Filter, dan bar megah The Royal Room dan Mink. Dia juga direktur bersama dari media dan event grup, Massive Collective.

5. Rajiv Ranjan, 25 tahun


Pengusaha muda menjalankan perusahaan investasi miliknya sendiri, R Square Invesment. Rajiv juga menjadi direktur dari bisnis medis milik keluarganya - Marina Medical Centre, yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan- pelayanan kesehatan primer, estetika dan evakuasi medis - dan berfungsi sebagai penasihat untuk konsultasi medis serta membangun rumah sakit, poliklinik dan klinik mobile. Ia telah menjadi sosok dalam acara- acara eklusip.



Christopher dan saudaranya, Karl (yang baru-baru ini mendapat pasangan - sorry girls :)) mendirikan perusahaan startup Internet bernama Beeconomic dua tahun lalu. Hanya tujuh bulan setelah itu menjalankan secara online, bisnis ini dijual kepada perusahaan terbesar kupon diskon online di dunia, Groupon, untuk yang dikabarkan senilai US $ 24 juta ($ 31 juta). Chris dan Karl sekarang tercatat menjadi pendiri Groupon Singapura dan eksekutifnya. 

Sejak itu, Groupon Singapura telah menjadi terbesar situs terbesar soal kupon harian, ini tentang diskon.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba