Usaha Jus Buah Sampai Buah Ekspor Made Donny

Profil Pengusaha Buah Made Donny


pengusaha made donny

Hobi Made Donny berjalan- jalan ke rumah teman- temannya atau asik berkebun melon. Bayangkan usaha jus buah membawanya menjadi besar. Namanya menjadi salah satu eksportir buah ternama di Indonesia. Banyaknya teman- teman yang mengira dirinya sudah drop- out, karena sibuk berkebun melon di sekitar Darmaga, Bogor.

Meski kedua orang tua manyiapkan hadiah sebuah rumah disaat kuliah di Institute Pertanian Bogor; dirinya tidak bergeming. Dia tetap melanjutkan hobinya meski molor kuliahnya. Made sendiri punya sebuah pendekatan unik agar mampu meluluhkan dosen pembimbingnya.

Ia berhasil lulus kuliah membalik dugaan miring sebelumnya.

"Saya berhasil meluluhkan dosen- dosen saya saat saya ajak mengunjungi kebun melon saya," paparnya.

Obsesi Buah Ekspor


Melalui pendekatan cerdik ditambah tanpa kenal lelah, ia berhasil mengembakan bisnisnya pula. Dia yang tidak kenal lelah budidaya buah- buah lokal. Dia mengaku bisnisnya baru terlihat ketika tahun 2000.

Ketekunan ditambah kerja keras tersebut menghasilkan 10 outlet buah- buahan, dan ditambah 2 outlet jus- buah dibawah nama Moena Fresh. Bisnis sang putra mantan Gubernur BI, alamarhum Nyoman Moena, memang tidak mudah akibat serbuah buah impor.

Serbuan buah- buah impor membuatnya cukup kesulitan di buah lokal. Dony merintis bisnisnya bermodal Rp.4 juta, serta kebun melon yang dimulainya sejak 1983. Setelah sukses, ia langsung mengambil inisiatif membuka beberapa kebun melon di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan terakhir Lampung.

Selama 1983 sampai 1993, dia telah memiliki lebih dari 20 lokasi, luasannya mencapai 200 hektare, paparnya. Dia mengklaim mampu memasok sekitar 40 persen kebutuhan melon di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.

Di tahun 1985, ia mulai menanam semangka tanpa biji di Banyuwangi dan Muntilan. Pada areal sekitar 100 hektare dengan bekerjasama dengan para petani, Doni mampu memasok sekitar 20 ton hingga 25 ton per hari. Dari kebun buah- buahan, ia membuka UD Moena Fresh tahun 1990.

Dia lalu membuka toko buah di Bali. Langkah selanjutnya, Made membeli beberapa kios di pasar induk Caringin, Bandung. Sejak 1995 -an, dia telah mendirikan perusahaan bernama PT. Moena Putra Nusantara (MPN) yang bergerak sebagai suplier buah- buahan.

Usaha juas buah dan buah ekspornya tumbuh sangat pesat. Ia bahkan mulai memikirkan bisnisnya ke aneka ekspor buah lokal. Ada total sekitar150 karyawan tersebar di Bandung, Jakarta dan Denpasar menggantungkan diri pada usahanya.
N
amun, serbuan hypermart asing mulai menggerogoti pasarnya yang hanya kios- kios buah biasa. Puncaknya pada saat berlangsung krisis moneter 1997. Di tahun 1997 itulah, Made mengambil keputusan penting dalam hidupnya.

Kegiatan usahanya di Bandung ia tutup agar bisa menghalau krisi moneter. Dimana sebesar 30 persen modal itu digunakan kembali untuk bagaimana mempertahankan usahanya di Jakarta. Sisanya yang 70 persen digunakan membuka toko buah- buahan di Bali secara bertahap, ujar dia.

Bali dipilih karena selain untuk konsumsi, buah- buahan juga untuk keperluan upacara; langkahnya terbukti cermat. Dengar- dengar ia cuma mengelola 12 outlet Moena Fresh, memperkerjakan sekitar 250 karyawan memiliki omset Rp 4 miliar per- bulan, sedang bisnis suplier buah- buahan dengan bendera PT. MPN.

Donny memperkerjakan 70 karyawan memiliki omset sekitar Rp 750 juta per bulan. Dia berencana menambah satu toko tiap tahun. Tahun 2014, Moena Fresh akan mampu membuka lapangan perkerjaan untuk 500 orang karyawan. Obsesi lain Donnya kedepan mampu membuka outlet hingga ke Australia.

Bisnis buah impor


Tidak mudah berbisnis gerai buah, terutama agar bisa bersaing dengan swalayan. Made Donny menyebut ada beberapa hal perlu diketahui tentang memiliki bisnis buah. Mulai dari pemilik kios kecil hingga tentang bisnis buah impor.

Pertama, kita harus lebih dahulu tau sumber- sumber buah lokal atau pun buah impor. Kalau bisa kita harus bantu- bantu dulu menjadi penyalur buah dari sumber- sumber buah langsung agar dipercaya oleh sang bandar.

Kedua, kita harus belajar tentang pengetahuan mengenai sumber buah, pengirim, harga, kontinuitas pasokan, cara pembayaran, dan sifat petani. Sementara bagi buah impornya, kita mesti mengunjungi para importir sendiri, dan mulai belajar tentang kekuatan si importir itu.

Bisa dilihat mulai ragam buah yang diusahakan, pesaingnya, dan bonafiditasnya nanti. "Soalnya, kalau main buah impor, ada semacam kartel. Tapi kalau bermain cantik, dijamin akan mendapat harga khusus atau barang baru," tandas Donny.

Intinya, ketiga, hubungan silaturahmi antara buah lokal dan impor berperan penting. Mungkin modalnya bisa hampir tidak ada, kita justru akan dimodali buah untuk dijual.

"Kalaupun menggunakan uang tunai, paling hanya sebagai syarat. Yang penting, begitu barang dagangan habis, cepat bayar, selesai urusan," jelasnya.

Untuk menjaga silaturahmi, ia menyebut akan ada saja gerai dibukanya tiap tahun. Kita harus terus bertahan menjaga kualitas dan jika bisa menjadi pemasok swalayan. Kunci lainnya ada di karyawan dan tekun dalam bekerja.

"Kita mesti sabar, jujur, tahan banting, menjaga kepercayaan, selalu bersyukur, dan jangan lupa berzakat. Mudah-mudahan usaha gerai buah yang dilakoni selalu mendapat ridha-Nya," harap Donny ke depan.

Usaha Pecel Lele Lela Pengusaha Rangga Umara

Biogarfi Pengusaha Rangga Umara


biografi rangga umara

Nama pengusaha Rangga Umara memang berbisnis sederhana. Dia hanya pemilik usaha Pecel Lele Lela. Kehidupannya panjang jatuh- bangun membangun bisnis pecel lele. Jerih payahnya terbayar melalui kesukses, setelah ketika dipaksa menerima kenyataan diphk perusahaan.

Dikeluarkan dari pekerjaan membuat Rangga capek. Dia enggan melamar pekerjaan kembali. Kapok katanya menjadi karyawan. Maka Rangga membuka usaha sendiri berbekal nekat dan tekat. Pertama- tama dia membuka warung seafood kaki lima.

Modalnya 3 juta rupiah berbekal menjual semua barang pribadi. Tiga bulan pertama, warungnya sepi pembeli karena lokasi tidak strategis. Padahal Rangga telah membuka warung dengan konsep unik agar mencolok. Ia kemudian mencari tempat lain tetapi modal telah menipis.

Mengadu Nasib


Rangga mengakali melalui ajakan kerja sama. Tentu ditolak mentah- mentah pemilik warung yang diajaknya. Sampai suatu ketika dia menemukan rumah makan semi- permanen di area tempat makan, kawasan Pondok Kelapa.

Pemilik tempat makan tersebut menolak permintaan Rangga. Tetapi ketika warungnya ditutup, sang pemilik warung menawarkan menjual peralatan makan semua. Dia berkata akan menutup warungnya karena sepi pembeli.

Rangga menolak, malah meminta tempat tersebut ditempati dengan sewa Rp.1 juta perbulan. Alih- alih dia berjualan seafood malah levelnya diturunkan. Rangga memilih berjualan pecel lele daripada seafood.

Di tempat usaha baru, Rangga memilih berjualan pecel lele, karena makanan favoritnya ketika kuliah dulu. Kegagalan kembali menghampiri Rangga Umara. Bayangkan saja, ketika itu malah ayam yang habis duluan, ketika ayamnya habis pembeli tidak mau membeli pecel lele.

Ayam sangat laku bahkan sampai habis ludes menyisakan lele. Pembeli memilih pulang ketika tahu ayamnya habis. Bukannya berganti menu, Rangga malah penasaran dan meyakini pecel lelenya itu enak sekali. Ia pun menawari menu lele tersebut gratis kepada pembeli dan bertanya pendapatnya.

Mereka mengatakan menu pecel lele miliknya memang enak. Rangga semakin penasaran saja apalagi menu ayam sudah sangat banyak. Dia berpikir mengapa tidak membalik keadaan ini. Menonjolkan menu pecel lele kedepan bukan ayam.

Rumah makan lain kan membuat menu utama ayam. Ditahap ini, Rangga mengembangkan aneka menu olahan lele, dimana mengandalkan kelembutan daging dan memperbaiki bentuknya. Caranya dia mengolah daging lele yang dibersihkan, dilumuri tepung dan telur lantas digoreng.

Ternyata inovasi karyanya menarik pembeli berdatangan. Di tempat baru ia menghasilkan pendapatan Rp.3 juta berbulan. Dibandingkan gajinya sebagai pegawai jauh berbeda. Konsumen telah menerima baik menu lele tersebut, didukung tempat startegis tetapi masalah datang lagi.

Pemilik tempat menaikan sewa menjadi Rp.2 juta perbulan. Belum dia harus berpikir menaikan gaji ketiga karyawan. Keduanya membuat pendapatan minus dan membutuhkan dana. Disinilah Rangga terjerak hutang rentenir sampai Rp.5 juta.

Usaha Pecel Lele Lela mengalami jatuh bangun sepanjang jalan. Dari pengalaman itulah membangun mental Rangga. Ia nekat pindah tempat dari tempat sebelumnya. Rangga menanggung resiko. Agar bertahan, dia semakin berinovasi dari lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele saus padang.

Ketika dia kembali menaikan pendapatan warung lele. Masalah kembali datang, pasalnya sang koki utama keluar dan diketahui membangun usaha sejenis. Rangga kecewa tetapi tidak khawatir, justru dia merasa ingin membantu dan mungkin nanti bekerja sama.

Masalah terselesaikan ketika dia menemukan koki baru. Teman SMA -nya, Bambang ternyata dulu bekerja di restoran cepat saji. Keduanya saling bertukar pikiran mengenai bisnis baru. Berpikir buat membangun bisnis rumah makan.

Rangga menjadikan Bambang konsultan dengan gaji uang bensin dulu. Mereka kemudian bekerja sama kemudian berhasil menanjakan pendapatan. Bambang membantu Rangga membuat SOP buat pengembangan usaha. Itu kemudian digunakan dasar buat membuka cabang- cabang baru.

SOP termasuk menstandarisasi kualitas makanan. Bagaiman agar rasa makanannya tidak berubah di tempat lain. Pelayanan dilakukan diferensiasi tersendiri agar menarik banyak pengunjung. Bambang kemudian dijadikan general manager Pecel Lele Lela.

Waralaba Pecel Lele


Banyaknya permintaan kerja sama membuat dirinya berpikir. Rangga setuju menjadikan usaha Pecel Lele Lela waralaba. Pada 2009 tepatnya, waralabanya membuat bisnis berkembang pesat, merambah jauh sampai ke Bandung, Yogyakarta, dan Medan.

Konsumen semakin banyak sedangkan kualitas tetap terjaga. Ini berkat SOP disediakan menjangkau semua pewaralaba. Inovasi tetap dijalankan mulai dari menu sampai budaya. Lele Lela ,membudaya sopan santun melalui ucapan salam "selamat pagi" kepada konsumen.

Salam dilakukan baik pagi, siang, dan malam selalu disapa. Pengusaha memang harus kreatif dan memberikan nilai- nilai baru. Pewaralaba bahkan sampai ke Jeddah, Penang, Kuala Lumpur, dan juga Singapura. Lele Lela memiliki 27 cabang yang 3 diantaranya merupakan milik sendiri.

Lele Lela merupakan kepanjangan "Lebih Laku", berisikan doa agar usahanya berkembang pesat ke depan. Kebanggaan ketika Rangga diminta mengisi acara buka bersama. Bukan sembarangan, tetapi permintaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, buat menjamu menteri dan duta besar negara sahabat.

Pecel lelenya diboyong masuk ke Istana Negara bisa membuat sirik. Kemudian Rangga mendapatkan penghargaan dari Kementrian Perikanan. Ia dianggap mengangkat citra lele, juga menjadi sosok yang mendorong budaya makan ikan.

Penghargaan lain datang dari Kementrian Usaha Kecil dan Menengah, berupa Indonesia Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA) 2010. Keduanya menjadi motivasi bagi Rangga lebih memajukan usahanya.

Omzet dicapainya tidak tanggung sampai Rp.1,5 miliar dari semua cabang. Mengapa dia bisa sukses seperti sekarang. Bukan semata- mata konsep matang dan menu berkualitas. Tetapi dia memiliki satu komitmen mengenai pegawai yang dianggap faktor kesuksesannya.

Warung Rokok Menjadi Toserba Berkat Ibadah

Biografi Pengusaha Yogi Tyandaru


mengambangkan warung rokok
 
Menjalankan bisnis sekaligus beribadah Yogi Tyandaru membuktikan. Dia mampu merubah warung rokok menjadi toserba. Namanya Fajar Toserba dikenal masyarakat Kuningan. H. Yogi bukanlah tipikal pengusaha ambisius mengejar keuntungan dunia.

Ayah mertuanya, H. Jana, sempat menjadi pedagang rokok keliling selama 11 tahun di Jakarta. Usaha jualan rokoknya berkembang dari Tanah Abang, Mangga Dua, dan Pasar Pagi. Berkat jualan di pusat perdagangan Jakarta, H. Jana menjadi mengenal transaksi perdagangan berbagai barang.

Asal Mula Fajar Toserba


Dia tau dimana membeli sepatu, pakaian, hingga ikat pinggang. Dibukanya toko kecil di rumahnya di Jalan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada 1997. Usaha tersebut berkembang pesat, hingga H. Jana bisa membuka cabang di Pasar Kramat Mulya dan di Jalan Raya Jalaksana.

Toko Jalaksana menjadi cikal bakal Fajar Toserba. Yogi kemudian menikah dengan putri tunggal H. Jana. Ayah mertuanya langsung meminta Yogi membantu. Lulusan Fikom Unisba Bandung ini, tentu tidak memiliki minat dan menolak ajakan membesarkan warung tersebut.

Jiwa jurnalisnya bergejolak memilih tetap bekerja di Jakarta. Dia gemar berpetualang mencari berita dimana saja. Jakarta ternyata bukan tempat ramah bagi Yogi. Dua tahun lamanya dia menderita sakit entah karena apa. Banyak pengobatan dilakukan namun tidak menghasilkan kesembuhan.

Yogi intropeksi diri mengapa terkena penyakit begini. Dia mengintropsi diri apa kesalahan dan dosa masa lalunya, terutama kepada orang tua. Dia ingat, pernah menolak permintaan sang mertua untuk menolong bisnisnya. Ia pun sadar kemudian membantu membesarkan Fajar Toserba.

"Saya akhirnya sadar dan minta maaf kepada orang tua," ia bercerita.

Dua tahun dirinya berangsur sembuh setelah bekerja di sana. Yogi ikut membantu mengembangkan bisnis Fajar Toserba ini. Ayah mertua Yogi tidak lantas memberi jabatan strategis. Alih- alih dirinya menjadi manajer, dia harus merangkak dari bawah menjadi cleaning service di toko tersebut.

"Coba bayangkan, lulusan Sarjana menjadi cleaning service," Yogi menambahkan. Kemudian naik jabatan menjadi penjaga barang hilang.

Di tempat barunya, ia berhadapan langsung dengan costumer tetapi bagian tidak enaknya, alias dia harus mendapatkan perlakukan tak enak karena pengunjung harus menitipkan barang. Karir Yogi semakin "tidak jelas" menempati banyak pos bergantian.

Silih berganti dia menduduki seluruh jabatan terdapat di perusahaan mertuanya. Mulai dari menjadi pelayan toko, sopir angkut barang, petugas input data, hingga menjadi kasir. Ia pun sempat berburuk sangka akan perlakukan martuanya.

Tanpa mengeluh Yogi menjalani pekerjaan tersebut sampai selesai. Ujunya, Yogi menyadari, bahwa ada pelajaran besar dibalik perjuangannya membesarkan Fajar Toserba. Ayah mertuanya tidak ingin dirinya menjalankan bisnis ini secara instan.

Ini dianggap menjadi kegagalan pengusaha lokal menyangkut regenerasi. Biasanya, generasi pertama sukses membangun bisnis, dan generasi kedua malah menghancurkannya.

Yogi mungkin tidak mengawali warung rokok ini menjadi toserba. Tetapi dia mampu merubah dari 13 cabang toserbanya menjadi lebih besar. Omzet tahunan yang kurang dari miliaran rupiah, mampu ia angkat sampai semilyar lebih, tetapi enggan menyebut pastinya namun bisa sampai 30 miliaran.

Berbisnis menurutnya jangan mengandalkan strategi duniawi. Mulailah kamu Sholat, bersedekah, dan dakwah. Yogi bukanlah tipikal pemuda yang ambisius ingin mencapai sesuatu. Dia sendiri anak yatim bekerja sendiri membiayai sekolah hingga berkuliah.

Sukses Terus Belajar


Yogi Tynadru merupakan nama diberikan sang ayah kepadanya. Nama yang tidak dimengari artinya hingga seorang teman berkata: Yogi diambil dari bahasa "yoga" atau bermeditasi atau berdoa. Lalu Tynadru berasal dari "thian", yang artinya langit atau titian, dan "andaru" yang berarti kebahagiaan.

Barang kali ayahnya berharap sang anak akan menjadi orang Sholeh. Sosok yang diharapkan akan mendekatkan diri kepada Allah. Yogi kecil tumbuh baik. Sekolah dari dasar sampai menengah atas diselesaikan di Kuningan.

Tahun 1994 ia berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, dan dia menyukai dunia retorika dan pidato, hingga menjadi juara 1 Lomba Retorika Tingkat Nasional pada 1995. Ia menunjukan kemampuan mempersuasi yang semakin terasah.

Dia terlahir dari keluarga ekonomi lemah. Ia tumbuh besar menjadi anak yatim. Disaat kuliah, maka ia tinggal di kosan murah. Dia hidup prihatin, hingga berusaha sendiri agar menjadi mandiri secara keuangan. Dia mulai berjualan dari pintu ke pintu, menjual obat pembersih muka dan celana panjang.

Yogi tidak malu menjual celana panjang itu ke teman- teman sekelas. Tinggalnya di kosan murah di Jalan Gergelog, yang terpenting dekat masjid. Ketika adzan berkumandang dia langsung bergegas ke Masjid. Walaupun berpergian dia tidak akan melewatkan Masjid dan datang tepat waktu.

Ketika liburan tiba, ia akan menjadi santri di beberapa Pesantren di Jawa Timur, dan ikut berdakwah sampai beberapa hari di luar kota. Yogi dikenal sosok agamis dan santun dimata teman- teman. Faktanya ketika SMA tidak, dia dikenal sebagai sosok anak bandel yang gemar berkelahi.

Teman SMA Yogi bahkan terkaget- kaget melihatnya berubah. "Mereka bilang, Gi, sugan teh maneh moal meunang hidaya," tirunya. Saking tidak memiliki uang, Yogi sampai memakai pakaian yang tidak diganti beberapa hari. Temannya bahkan sempat komplain namun tidak ada pilihan.

Dia memang punya beberapa pakaian. "Maklum orang kere," celetuknya, mengakui dirinya sendiri orang miskin, maka dia memiliki keinginan kuat menjadi orang kaya.

Yogi ingin menjadi kaya dan Sholeh berkat bertemu Restianto, Direktur Hotel Bandung Giri Graha di Jatinangor. Dia tengah melobi perusahaanya untuk mensponsori Pesantren Kilat Nusantara Fikom Unisba, acara pesantren kilat buat anak- anak SMA.

Sosoknya dikenal pengusaha Sholeh, Kaya, dan Berakhlak, dan ia menunjukan kepada Yogi bahwa menjadi kaya itu enak.

"Kayaknya jadi orang kaya itu enak, kemana-mana gampang, mau apa aja mudah. Di perjalanan bisa berhenti untuk shalat di masjid karena pakai mobil sendiri. Mau sedekah mudah. Mau bangun mesjid mudah", ungkapnya.

Lulus kuliah 1998, dirinya kemudian berangkat ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tidak nyaman akan kondisi politik membutnya berhenti berkeliling. Dia memilih menetap di Kuningan, bertemu gadis asal daerahnya dan menikah, lalu pergi ke Jakarta mengadu nasib.

Ternyata sebelum sibuk menjadi jurnalis, Yogi sempat bekerja menjadi asisten Direktur Operasional Le Monde Baby, perusahaan ritel pakaian bayi. Inilah alasan mengapa Yogi menarik perhatian sang mertua. Pengalaman tersebut dilanjutkan Fajar Toserba yang menempanya beberapa tahun.

Banyak orang bertanya- tanya mengapa Fajar Toserba sukses. Kenapa Yogi mampu mengangkatnya sesukses sekarang. Ia pun bercerita bahwa membangun minimarket tidak perlu dikeramaian.Unik karena dia memilih membuka di tanah lapang, jauh dari pemukiman, dan menyisakan banyak ruang.

Prinsip Berbisnis


Tanah tersebut kemudian dijadikannya masjid dan dimakmurkan. Banyak kegiatan dilakukan disana sehingga terjalin keramaian. Bila merujuk pada teori ekonomi dan marketing ini kesalahan. Di sana terbangun masjid besar bukan mushola, berarti mengalurkan banyak uang bahkan lebih besar dari tokonya.

Ini merugikan tetapi Yogi memang tidak bertujuan keuntungan. Ia meyakini bahwa rejeki datangnya dari Allah. Meramaikan masjid dan meningkatkan ketawaan merupakan kunci. Allah menjanjikan bahwa rejeki kita lebih besar dalam berdagang.

Kini Fajar Toserba memiliki 350 pegawai, yang dibekali ilmu agama, berdagang, serta dimotivasi mereka buat hidup lebih baik. Para karyawan diajarkan Sholat wajib tepat waktu, menghidupkan masjid, dan ikut berdakwah kepada masyarakat.

Yogi memang sibuk tetapi selalu turun ke lapangan. Pada kesempatan tertentu ia akan mengunjungi cabangnya. Tanpa ramai- ramai ia akan berjalan masuk sampai ke kantor manajer. Dengan tegas satu pegawai melarangnya masuk, karena disana merupakan tempat manajer Fajar Toserba.

Ia hanya manggut- manggut dan tersenyum penuh arti. Sang karyawan ternyata tidak mengenali pemilik Fajar Torserba tersebut. Yogi tidak marah. Bahkan dia tidak menjelaskan siapa dirinya dan statusnya disana. Dia memang rendah hati. Yogi menyadari bahwa rejeki merupakan titipan Allah dan akan kembali.

Berkat didikan mertua membuatnya lebih bijaksana menghadapi hidup. Aneh dia memiliki rumah mewah tetapi tidak ditempati. Malah ia rubah menjadi gudang dan tempat tinggal karyawan. Ada dua ilmu wajib dimiliki pengusaha, yakni kemampuan matematika dan berbicara untuk penjualan.

Dia tidak pandai matematika. Tetapi Yogi telah terlatih komunikasi dari Fikom Unisba. Pengusaha diharapkan pandai bicara agar menunjukan fleksibilitas. Memilih tinggal di rumah lebih sederhana, meskipun sederhana rumahnya tidak jauh dari masjid, hanya beberapa belas meter seperti prinsipnya.

Web Hosting Terpercaya Terkuat Termotivasi

Biografi Pengusaha Reed Caldwell


bisnis web hosting

Reed Caldwell membuat perusahaan web hosting terpercaya. Pengusaha muda ini memulai debutnya di internet sekitar tahun 1990- an. Pria kelahiran 24 Mei 1975, memulai bisnis ini ketika memutuskan keluar dari University of Richmond pada 1995, agar bisa menjalankan perusahaanya ServInt secara total.

Dia tidak memiliki tempat tetap sebagai pusatnya, ada di wilayah Mclean, Virginia. Hanya bermodal $100.000 hutang dari keluarganya sendiri, sebuah kartu kredit pelajar, dan satu server Pentium-90 menjalankan Linux 1.2.9.

Caldwell mulai menjalankan bisnis ISP secara mandiri. Dua tahun kemudian, dia bersama seorang teman menawarkan berbagai layanan prima. Seperti internet backbone, memulai bisnis webhosting, membukan ISP gratis untuk organisasi non- profit, dan membangun layanan konten multimedia.

Agar bisnis berjalan, sang pemilik menjalankan iklan satu halaman penuh di Byte Magazine. ServInt mencoba membangun infrastruktur sendiri berupa data center. Itu merupakan hal rumit dan perusahaan mulai bekerja sama.

Bertahan Berbisnis


Di awal, perusahaannya disebut disalahkan atas prostitusi online. Disebuah berita dilaporkan telah menemukan data menganai IP dan masuk lebih jauh ke web hosting sebagai sumber. Beberapa pihak membela menyebut ServInt sebagai pelanggan dari pelanggan.

ServInt harus menjelaskan apa itu Internet ke reporter. Pertumbuhan di tahun 1990- an, tentunya internet hanyalah barang baru. Perusahaan ini menemukan momentnya ketika ada booming dot com di seluruh dunia.

Dalam tahun- tahun berikutnya dimana dimulainya booming Dot Com pada tahun 2000. ServInt telah lama menyiapkan investasi jaringan koneksi berskala besar. Sangat berambisius, hingga, tiba- tiba runtuhnya gelembung Dot Com membuat minat akan jaringan internet berkurang.

Biaya spiral jaringan ditambah banyaknya klien yang berlipat- lipat menjadi tanda runtuhnya ServInt sendiri. Perusahaan Caldwell mengajukan Bab 11 perlindungan kebangkrutan pada bulan Februari 2001. Menurut Berry Mayer, sebagai CCO, menjelaskan perusahaan telah masuk histeria internet.

"Kita tumbuh terlalu cepat. Kami terpikat oleh booming dot com," terangnya.

Sekali lagi inilah kekuatan perusahaan telah bersiap, mereka bisa bertahan dan bangkit kembali. Caldwell berbicara ServInt tidak lagi perusahaan pribadi.

"Tidak akan tinggal selamanya pribadi ..... Kami menjelajahi pilihan sekarang, dan go public adalah salah satunya. Menjadi perusahaan tahap akhir, kita berada di luar kebutuhan untuk pembiayaan tradisional." tegasnya.

Ketika mimpi itu masih ada, perusahaan tetap berjalan bermodal 25 pegawai selain dirinya dan teman lama, Berry Mayer, dan Christian Dawson. Mereka menunggu hukum kebangkrutan berjalan. Dalam hukum itu, perusahaan telah gagal dan berhutang harus menemukan jalan keluar setelah 120 hari setelah mengisi.

Setelah itu, siapa pun bisa masuk memberi saran termasuk kreditor itu sendiri. Semua bisnisnya kini cuma difokuskan pada satu titik yakni web hosting.

"Saya 19 dan saya tidak punya koneksi ke industri, apalagi modal yang akan diperlukan untuk memulai sebuah perusahaan dari lingkup kami hari ini. Apa yang kurang dari saya adalah dana, saya melewati jalan curam, gairah murni untuk membangun bisnis kokoh di web. Dalam pikiran saya, satu- satunya hal yang kami butuhkan untuk menjadi sukses adalah koheren visi dan pecandu kredibilitas, dan ServInt akan memiliki keduanya dalam sekop," jelas Caldwell, melalui 15 tahun ServInt berdiri.

Sejak tahun 2002, perusahaan telah fokus menyediakan layanan sekelas perusahaan besar. Bisnisnya telah meliputi Virtual Private Server (VPS), Cloud hosting dan pilihan servernya yang terdedikasi dari pusat data di Virginia, California dan Washington, DC.

ServInt telah mempertahankan kehadiran kompetitif dalam hosting setelah melewati masa kebangkrutan. Fokus web hosting, perusahaan merambah berbagai perangkat hosting kuat seperti Jelatic, MySQL, Apache, Symantec, dan Wordpress.

Cadwell tak menyangka bisnisnya akan sejauh 18 tahun lamanya. Sejak awal bisnisnya berbeda meski sama- sama web hosting. Perusahaan selalu mencoba berbagai ukuran memastikan keyakinan akan berjalan dan tetap bisa berkembang.

Hal semacam itu meluputi layanan 24/7, atau tanpa jeda layanan pelanggan. Dia bahkan terus bercanda akan bangun 3 am (3 pagi) hanya untuk mengupdate server seseorang di ruang lain. Ini seperti pelayanan profesional seharusnya.

"Hari ini, kami memiliki karyawan di seluruh AS melayani pelanggan dari seluruh dunia. Lebih dari 30% dari pelanggan kami di Asia, dan kami terus memiliki kehadiran mendominasi di Amerika Utara dan Eropa, kami adalah sebuah perusahaan benar-benar global," terangnya.

Bukan tanpa masalah beberapa kali, sang CEO harus berhadapan dengan "pesaing" dan berbicara secara langsung di media, terutama media sosial. Pada tanggal 7 Juli 2009, pesaing Rackspace mengalami serangkaian pemadaman. Ini yang menyebabkan badai api di seluruh internet.

Pada tanggal 8 Juli, CEO ServInt itu, Reed Caldwell, menyatakan mendukung penanganan Rackspace atas pemadaman melalui sumber ServInt, blog perusahaan. Dukungan ini menyangkut tanggapan terhadap apa yang dirasakan Caldwell atas hosting pesaing, OnlineTech.

Meskipun tuan rumah tidak disebutkan namanya di pos, tendangan itu nyata, dan CEO OnlineTech Yan Ness langsung mengeluarkan tanggapan pribadi atas ucapan Caldwell mendukung pesaingnya.

ServInt menggunakan media sosial dan fokus pada kompetisi etis secara luas diakui sebagai keuntungan bagi perusahaan. Penulis dan media sosial blogger Shel Israel menyebut pesan Caldwell sebagai "kemurahan hati mematikan".

Insiden ini juga memicu percakapan yang sedang berlangsung tentang validitas dan etika di balik "penyelamatan" marketing. Maksudnya, Caldwell terlihat peduli akan nasib Rack Space, serta ikut mengomentari kinerja Online Tech; membangun citra perusahaan.

Di Desember 2010 Netcraft, sebuah situs online web hosting, melaporkan bahwa ServInt telah menghosting WikiLeaks. Yah, perusahaan ini dengan berani memberikan layanan untuk mereka.

Biografi Salman Khan Guru Khan Academy

Biografi Pengusaha Salman Khan


biogarfi salman khan

Salman Amin "Sal" Khan seorang pendidik masih keturunan Amerika Bangladesh, pengusaha sosial, dan juga mantan analis investasi. Biogarfi Salman Khan merupakan pendiri Khan Academy, yaitu organisasi non- profit yang memberikan pelajaran gratis secara online.

Di sebuah kantor kecil, Khan telah menghasilkan 4.300 video pembelajaran formal. Situsnya difokuskan kepada pendidikan matematika serta science. Hingga Desember 2013, melalui You Tube, channel Khan Academy sendiri telah menarik 1.553.000 orang pelanggan lebih.

Videonya telah dilihat lebih dari 334 juta kali. Tahun 2012, dalam majalah Time menaruh nama Salman Khan dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia. Majalah Forbes menjadikannya halaman depan berjudul "$1 Trillion Opportunity".

Pendidikan gratis


Ia lahir dan dibesarkan di New Orleans, Louisiana. Ibunya kelahiran Calcutta, India, dan ayahnya kelahir di Bangladesh. Khan bersekolah umum, Grace King High School, di Metairie, Louisiana. Dia berkuliah di Massachusetts Institute of Technology, yang lulus dan bergelar Bachelor of Science di bidang Matematika, BC di electrical engineering dan computer science.

Benar sekali dirinya mempunya tiga gelar berbeda. Belum cukup, dia mendapatkan gelar Master of Science di bidang ilmu komputer di 1998. Khan juga mepunyaia gelar MBA dari Harvard University. Ini membuatnya bisa melakukan apapun sebagai tenaga profesional.

Dia lantas bekerja sebagai analis investasi di tahun 2004, setelah mendapatkan gelar lagi yakni dari MIT dan Harvard. Selain sibuk bekerja, ia juga mengajari sang sepupu, Nadia, dimana ia selalu kesulitan di pelajaran matematika.

"Kemudian keluarga yang lain mulai mendengar ada tutoring gratis," kenangnya.

Mulai banyak saudara memintanya mengajari matematika saat itu. Seorang teman lalu memberi saran agar Khan merekam kegiatan mengajar, menguploadnya di You Tube, dan lainnya akan belajar dari sana.

"You Tube? You Tube itu untuk kucing- kucing bermain piano, bukan serius matematika," Khan mengingat pola pikirnya dulu. "Saya mengenyampikan ide bahwa itu bukanlah ide saya dan memutuskan mencobanya."

Popularitas di You Tube begitu menjadi- jadi, beberapa testimoni menunjukan keberhasilan atas hasil video karyanya. Ini meyakinkan dirinya keluar pekerjaan sebagai analis. Khan keluar dari pekerjaan analis investasi di Connective Capital Management pada 2009, dan fokus mengajar melalui berbagai tutorial.

Semua proses pengajaran dibawah langsung bendera Khan Academy. Dia melaksanakan tutoring, mentoring, dan testing. Melalui Khan Academy.org, ia memberikan semuanya secara gratis tanpa pungutan apapun.

Siapa saja terhubung dengan internet diperbolehkan menggunakan soal- soal latihan atau video tutoring disini. Kebanyakan narasinya akan dilakukan Khan sendiri. Hal itu bukanlah sesuatu yang baru di dunia internet.

Salah satunya yaitu kisah sukses aplikasi iTunes U dari Apple. Atau, Moocs sebuah program gratis yang dikembangkan oleh institusi seperti Stanford. Namun sukses Khan Academy itu berbeda karena tutorialnya selalu tentang bagaimana matematika dasar.

Dimulai hanya sebuah video instruksi dan latihan soal, aljabar atau kalkulus bisa ditemukan disana. Tidak ada semacam kualifikasi khusus semuanya dibuat sesederhana mungkin bagi orang awam. Dia juga pandai untuk memberikan tekanan- tekanan di kekurangan tiap siswa umumnya.

Khan mampu membuat orang tua mudah mengajarkan matematika ke anak- anaknya. Situsnya memperbolehkan semua orang masuk dan mendaftar menjadi anggota.

Bisnis donasi


Mereka akan bisa langung (tanpa biaya apapun) ke pusat pendidikan Khan Academy. Konsepnya sangat sederhana; cuma menonton video. Disini Khan akan menjelaskan subjek yang dipelajari, dan kemudian mengambil tes online.

Ada software yang akan menjelaskan jawaban serta mencatat salah langkah, menawarkan solusi melakukan lebih baik. Kemudian, ketika sudah  menguasai, pengguna bisa berganti topik. Di kelas, siswa bergerak dengan kecepatan mereka masing- masing, dan membuat tampilan tutorial diulang- ulang, jika mereka tidak mengerti pertama kali.

Guru bisa melacak kemajuan dari laptop mereka sendiri, lalu campur tangan memberikan penjelasan ketika melihat kesukaran para siswa.

Bill Gates (pendiri Microsoft) lalu berkomentar

"Aku akan mengatakan kita sudah pindah sekitar 160 poin IQ dari kategori hedge fund dengan mengajar-banyak-orang-di-banyak-cara- kategori. Itu adalah hari yang baik istrinya membiarkan dia berhenti dari pekerjaannya"

Meski seratus persen gratis, Khan mulai mendapatkan dukungan secara finansial. Bukalah untuknya secara pribadi, namun agar lebih banyak orang belajar. Program Khan Academy lalu tercatat dalam 501(c)(3) not-for-profit organization.

Proyeknya dikerjakan melalui modal donasi saja. Bill&Melinda Gates Foundation, Ann and John Doerr, Lemann Foundation, dan Google menjadi pemberi donasi terbesar. Tahun 2010, Google telah mengumumkan akan memberikan Khan Academy $ 2 juta.

Google berharap Khan menciptakan lebih banyak kursus dan untuk menerjemahkan perpustakaan inti menjadi paling paling lengkap di dunia. Pada tahun 2013, Carlos Slim Foundation memberikan sumbangan ke Khan agar memperluas perpustakan video tutorial yang berbahasa Spanyol.

Khan Academy kini menghasilkan pelajaran matematik di berbagai tingkat. Khan pun secara pribadi bersyukur karena banyak guru, tutor, dan ahli membantu organisasinya. Khan Academy akhirnya tidak hanya berbicara tentang pelajaran matematika, tatapi juga fisika, kimia, keuangan, komputer, logika, biologi, sejarah seni dan lain- lain.

Kalau di segi bahasa, Khan Academy juga memiliki ribuan sumber daya yang diterjemahkan ke bahasa lain. Khan Academy sudah meluncurkan versi Spanyol dari situs web pada bulan September 2013. Hal ini didukung oleh mitra dan relawan dalam berbagai bahasa.

Antara lain Khan Academy menyuguhkan bahasa Indonesia, Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Swahili, Norwegia, Polandia, Portugis, Rusia, Turki, Xhosa, Yunani , Bulgaria, Ukraina, Urdu, Arab, Persia, Bengali, Hindi, Malayalam, dan Cina.

Khan Academy juga telah meluncurkan modul ilmu komputer pada September 2012. Kisah sukses Salman Khan jangan dimaknai macam bisnis online seperti ini akan menghasilkan. Tapi maknailah bahwa bisnis tidak cuma soal uang.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba