Memulai Bisnis Fashion Bersama Noonaku Signature

Profil Pengusaha Florentia Jeanne Sutanto


designer noonaku signature


Apa tips memulai bisnis fashion menurut NoonaKu Signature. Pendirinya, Florentia Jeanne Sutanto, menjelaskan bahwa semua berawal dari passion. Berbisnis fashion lah karena pakaian sudah menjadi salah satu kebutuhan primer. Ini satu dari 16 industri kreatif penyangga perekonomian Indonesia.

Belakangan banyak anak muda memulai usaha fashion kreatif. Banyak usaha rintisan dibangun oleh pengusaha muda. Mereka membuat produk diluar jalur umum lebih kreatif. Jadilah omzet miliara rupiah menjadi hal wajar mereka dapatkan.

Flo mengaku tidak memiliki dasar mendesain pakaian. Bukan perancang busana, hanya mahasiswi yang mencari uang demi meringankan orang tua. Dia ingin membantu orang tua untuk membiayai kuliahnya. Flo berpikir untuk berdagang menjadi reseller pakaian demi kebutuhan.

Tips Bisnis Fashion


Mulainya tahun 2015, dimana dia menjadi reseller pakaian fashion, bermula dari melihat teman yang jualan online di Facebook. Temannya itu berjualan peritem mengambil untung Rp.20.000. Maka ia berpikir mengapa tidak mencoba menjadi reseller.

Memulai bisnis fashion pertama kali menjadi reseller dahulu. Tahun 2015, Flo mulai berjualan hingga mengalami masa bosan. Dia dan adiknya berpikir mengapa tidak membuat sendiri. Inilah cikal bakal bisnis NoonaKu Signature.

Diceritakan kepada Youngster.id, bahwasanya nama tersebut diambil karena memiliki makna. Bahwa kata Noona berarti "anak perempuan", sedangkan "Ku" -nya merujuk Tuhan. Berarti usaha ini punya arti Anak Perempuan Tuhan. Harapan itu muncul agar bisnis ini berjalan baik dan diberkahi.

"Kami ingin bisnis kami diberkati Tuhan," ucapnya.

Putri sulung dari Hendrik Susanto dan Suzy Burnadhi, memiliki komitmen mewujudkan mimpi tersebut. Meskipun, diakui dia tidak punya modal besar tetapi memiliki keberanian mencoba. Dia lalu membuat desain pertama. Flo menawarkan pakain terjangkau dikisaran dibawah Rp.100.000.

Ia berkaca dari dirinya dan teman- teman kuliah rasakan. Sulit menemukan pakaian bagus dan punya kualitas. Flo kemudian menawarkan produk berkualitas tinggi dan up to date. Dia juga menyadari mereka membutuhkan pakaian dengan harga terjangkau.

Bermula dari aplikasi chat, hingga menawarkan produk ke akun sosial media dan marketplace. Apa yang ditawarkan NoonaKu adalah ciri khas pendiri. Flo harus mampu membaca keinginan pasar dan mengaplikasikan. Signature menunjukan inilah gaya Flo yang cocok buat anak muda jaman now.

Sudah mendapatkan modal bergeraklah Flo memulai produksi. Tanda sukses itu terasa ketika dirinya mendapatkan doorprize. Suatu hari, Flo mendapatkan hadiah handphone dari acara pernikahan. Hari berikutnya, salah satu omnya membeli hp baru, lalu memberikan hp lamanya ke Flo gratis.

Ini pertanda dari Tuhan bahwa dia harus terus mencoba. Berbekal handphone dia dan adiknya mulai aktif di sosial media. Ia menawarkan melalui fitur pesan cepat lewat platform smartphone. Hasilnya menarik, karena sangat murah sempat terpikir dibenak orang bahwa ini barang bekas.

Alhasil dia sempat mendapatkan cemooh pembeli. Tidak hanya soal kualitas diragukan. Teman- teman sekampus mengomentari pilihan Flo. Mereka berkata, "...udah kuliah susah- susah kok malah dagang online.". Ini sangat mengena hatinya tetapi keputusan bulat telah dia tetapkan.

Memulai Usaha Tanpa Modal


Flo tetap berpikir positif baginya ilmu bukan cuma soal teori. Di kampus tak hanya mengajarkan kita menjadi tenaga profesional. Kampus juga mengajarkan kita menjadi analisisi akan kebutuhan. Kita diajarkan menjadi pengusaha melalui peluang dan strategi bisnis.

Inilah yang menguatkan Flo untuk menjadi pengusaha. Bukan sekedar berdagang, tetapi dia mampu memberikan nilai lebih dari produk NoonaKu Signature ini. "Semua orang berhak tampil gaya meski budget terbatas. Prinsipnya fashion tak harus mahal," ucapnya.

Dia bukanlah terlahir dari keluarga berada. Bukanlah tanpa pertimbangan matang ketika memulai di tahun 2011. Flo bukanlah berasal dari keluarga pengusaha. Hampir tidak memiliki modal, tetapi dia memiliki keberanian, semangat, dan keyakinan.

Mulailah usaha menggunakan sistem jualan online. Pastikan bahwa produk yang dipasang online dari produk asli. Jangan mencomot gambar dari internet buat menarik perhatian orang. Tumbuhkan rasa kepercayaan kepada pembeli.

Jangan biarkan pelanggan sampai menunggu balasan chat. Rajinlah membalas chat walau sederhana saja. Lebih lengkapnya, dia menjelaskan mengenai konsep GPA, dimana "G" yang pertama memiliki arti selalu "Refer to God". Terus "A" terakhir berarti "Action" atau segera mengerjakan jangan tunda.

Mangapa demikian karena ketika kamu mendekatkan diri ke Tuhan: Percayalah kamu akan mulai menemukan jalan akan usahamu. Kita akan lebih kreatif ketika terkoneksi dengan Sang Pencipta. Itu bahkan akan datang dari tempat yang tak terduga.

Kemudian "P" ditengah bermakna "Passion" atau kecintaan. Kamu akan menjalankan sesuatu dengan semangat, bila perasaan cinta. Keterbatasan modal bukan halangan, jalani saja, kalaupun gagal anggap pelajaran. Pembelajaran yang baik agar menjadi pengusaha terbaik di masa depan nanti.

Ekspansi Bisnis NoonaKu


Flo dan adiknya sangat memanfaatkan blackberry. Mereka berjualan melalui blackberry group yang berisi teman- temannya. Keuntungan mulai tumbuh, kemudain Flo memutar uang tersebut untuk bisnis lagi. Usaha mereka tumbuh baik berkat rajin dan bekerja keras, walau bukan tanpa halangan.

Ketika menjadi reseller, dia menemukan satu kelemahan menjadi reseller, dimana pihak distributor memakai foto dari internet. Foto Google itu tidak sesuai dengan keadaan barang. Alhasil banyak para pembeli yang mengeluhkan kualitas barang, mereka kecewa ketika barang telah sampai.

Ini menjadi pembalajaran baik ketika Flo memproduksi sendiri. Pembeli yang kecewa akan enggan buat kembali lagi. Uang untung yang masih tersisa kemudian ditabung. Dari uang tabungan itu, dia gunakan sebagai modal membangun bisnis NoonaKu Signature.

Dia menguatkan kepercayaan pembeli. Buat desain secara rutin mengikuti perkembangan pasar. Dia menjadi sosok yang update fashion dan pasar. Menurutnya bisnis ini sangat cepat berputar. Walau Flo mampu mengikuti pasar, dia tidak meniru persis tetapi memilah dan membuat signaturnya sendiri.

Ia hanya mengikuti tren yang senafas dengan NoonaKu. Soal kualitas produk, walau NoonaKu ini menawarkan produk terjangkau, tetapi kualitas tidak murahan. Produk yang mereka jual tergolong prima. Kualitas bahan dan pola dijahit dengan baik dengan penawaran berkualitas tinggi.

Bisnis ini berkembang menjadi PT. NoonaKu Desain Indonesia. Mereka menyasar segemntasi umur 14- 40 tahun. Peresmian perusahaan NoonaKu merupakan wujud komitmen. Berkat kerja keras, dia mampu membawa perusahaan ini sampai ke Singapura.

Ternyata selera pasar Singapura cocok dengannya. Pihak Singapura sendiri yang menawarkan kerja sama. Sempat tidak percaya, tetapi pihak dari Singapura itu begitu serius buat membawa NoonaKu ke sana, target selanjutnya dia akan membangun produk pakian pria dan membuka 3 cabang baru.

Usaha Brownis Manten Berkat Galau Cinta

Profil Pengusaha Patria Prima Putra


pemilik brownis manten

Menjadi pengusaha harus memiliki sensitiftas tinggi. Kisah usaha Brownis Manten, yang bermula akbibat kegalauan cinta nitizen Indonesia. Kalau kamu membuka sosmed, maka 50% statusnya berisi curhatan soal cinta. Mulai dari yang patah hati, tersakiti, atau mereka yang sedang jatuh cinta.

Itulah kenapa Patria Prima Putra membuat usaha Brownis Manten. Semua karena cinta, Patria lantas membuat kue yang menyampaikan perasaan kita. Sejak September 2014, ia melakukan survei kecil- kecilan mengenai cinta, hasilnya orang takut untuk menyampaikan perasaan.

Banyak media digunakan menyampaikan perasaan termasuk sosmed. Nah, munculah produk ini, ya karena dia ingin membantu orang menyatakan perasaan. Patria menggelontorkan uang Rp.3 juta buat bisnis ini. Dia mengeluarkan uang modal hasil tabungan pribadinya saat itu.

Mengembangkan Usaha


"Kami hadir untuk membantu untuk mengungkapkan perasaan masyarakat," jelasnya.

Kemudain temannya, Awalinda Bestari ikut bergabung, dan uniknya mereka berdua sama sekali tak pernah bertemu. Mereka bertemu di forumWhatsApp Indonesia Sharing Club, yang menyatukan jalan pikiran sama soal percintaan.

Uang tersebut digunakan menjadi modal membeli bahan. Patria tidak membeli bahan tepung, kuning telur, dan bahan pengawet. Ia menggunakan bahan baku bebas lemak dan putih telur. Kue brownis ini unik karena dibuat berbentuk hati, rasanya bermacam- macam seperti coklat dan green tea.

Menurut ceritanya sebelum dia sukses berbisnis Brownis Manten. Anak pertama dari pasangan Eva Lucida dan Alm. Abu Sucahman, yang sudah kerajingan wirausaha sejak muda. Semenjak ayahnya meninggal dirinya selalu berusaha. Dia berjualan aneka kue buatan sendiri ke Koperasi Sekolah.

Aneka usaha pernah dia lalui tetapi tidak menetab. Ia selalu loncat- loncat dari satu bisnis ke lainnya. Dia pernah berbisnis Cafe Bandrek tetapi bangkrut. Tutup, dia membuka bisnis clothing yang cukup berjalan lancar. Dia membuka usaha clothing modern memanfaatkan batik asli Jambi
Ia mengatakan Brownis Manten bertahan setahun. Pengusaha muda 22 tahun, yang menawarkan ini ke sosial media terutama Facebook. Dia menjual seharga Rp.25 ribu pertam kali launching. Gilanya, Patria mampu meraup omzet Rp.40 juta dalam tiga hari.

Dia memanfaatkan pemasaran lewat iklan berbayar Facebook. Mahasiswa Universitas Jambi tersebut mampu meraup ratusan juta. Saban hari, dia menjual sampai 1.500 bungkus perhari, dan berapa dia untung pastinya tidak dijelaskan.

Pengusaha muda ini lalu menjual melalui agen dan reseller. Usaha Brownis Manten sukses berkat galau cinta. Unik karena setiap agen dan reseller mempunyai nama khusus. Nama buat distributor adalah KUA, reseller dinamai penghulu, dan pembeli dijuliki manten.

Dia memiliki 500 distributor dan 3000- 4000 reseller. Istilah digunakan buat mempermudah orang buat mengenali. Kini, berkat kemasan yang makin menarik, ia mampu menjual keluar negeri seperti ke Turki, Korea, dan beberapa negara di Asia Tenggara.

"Orang- orang dengan mudah dapat saling bercerita dengan kerabatnya," jelasnya.

Kafe Pisang Bisnis Mahasiswa Pengusaha Muda

Profil Pengusaha Muhammad Rofif Amrullah


pemilik gedhang ganteng
 
Ketika dirinya menjadi mahasiswa terjadi pristiwa menggelitik. Inilah yang menjadi inspirasi bisnis kafe pisang miliknya. Sang pengusaha muda sempat tergelitik melihat keripik pisang Thailand. Bisa- bisanya ya keripik pisang asing itu dijual di Indonesia sangat mahal. 

Dia melihat itu ketika tengah berkunjung di salah satu mall di Malang. Saat itu, Muhammad Rofif Amrullah masih mahasiswa, tepatanya duduk di Semester 8 Jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Malang (Polima).

Rofi menyimpulkan bisnis pisang ini menjanjikan. Dia melihat banyak masyarakat Indonesia suka pisang. Disisi lain, banyak pengusaha meninggalkan pisang, kala itu kita banyak menjumpai olahan kentang seperti luar negeri.
Rofi berpikir mengenai membuat aneka olahan pisang sendiri. Ide bisnis kafe pisang muncul dimana dia lebih berkreasi. "Sebenarnya bukan karena pisangnya, Mas. Tetapi petani yang tak mau menanam buah pisang ini dengan baik," jelasnya kepada pewarta Jpnn.com.

Ia juga menyadari para petani pisang telah beralih. Bukan karena susah menanam, tetapi mereka lebih susah menjual karena jarang diolah. Para pengusaha muda nanti diharapkan membuka peluang olahan pisang ini. Rofi ingin membuat aneka olahan pisang agar bervariasi dan menolong para petani.

Pengusaha Muda Pisang


Putra pasangan Alfan Zuhairi dan Nurul Hidayah kemudian melanjutkan. Dia berkata bahwa petani menjadi tidak fokus. Petani tidak mau menanam pisang dengan baik karena harga jual. Alhasil pisang yang dihasilkan tidak standar, menanam pisang harusnya dirawat baik agar berbuah berkualitas.

Dia segera mewujudkan kafe pisang menjadi nyata. Bermodal uang tabungan Rp.40 juta, ditambah uang dari orang tua, maka ia resmi membuka usaha bernama Gedhan Ganteng. Kafe yang dirintis pada 24 Februari 2015, pertama kali hanya berbekal lapak di Jalan Meyjen Panjaitan.

Usaha lapak seluas 6x3 meter sangat sederhana pertama kali buka. Tak mau sendirian, Rafi mengajak empat teman berkolaborasi. Tetapi dia yang membiayai semua bisnis kafe tersebut. Mereka menjual es krim pisang, minuman coklat pisang, permen karet pisang, nasi ayam dan lain- lain.

Nama Gedhang Ganteng sebagai wujud kritis kepada pengusaha. Ia mengaggap mereka tidak melirik buah ini. Para pengusaha meninggalkan usaha pisang sebagai bahan usaha. Alhasil harga pisang turun drastis, buahnya banyak yang dibuang, para pengusaha meninggalkan tanamannya.

Ia mengkritisi para pengusaha keripik pisang lokal. Mereka yang memilih menutup usahanya, karena kalah bersaing dengan camilan berbahan lain. Usaha keripik pisang lokal yang monoton, dan tidak berinovasi rasa.

Berjalan dua bulan, usahanya menarik perhatian pembeli, dan Rafi bisa pindah ke ruko yang disewa secara kredit. Ruko seluas 4x8 meter dengan dua tingkat. Begitu bisnis semakin membesar, Rafi lalu membeli ruko tersebut.

Pembeli kafe semakin banyak datang kebanyakan anak muda. Rafi lantas merekrut 20 orang pegawai, yang mana 15 part time dan 5 karyawan tetap. Omzet dalam sebulannya dia menyebutkan dikisaran angka 70 jutaan. Ketika bisnis ini berjalan baik, ternyata Rafi masih berkuliah dan tetap melanjutkan.

Prinsipnya semua tugas sudah dibagi- bagikan ke pegawai. Gadhang Ganteng kemudian berekspansi dengan membuka gerai baru. Rafi juga mengembangkan camilan pisang dalam kemasan. Kemudian dia membuka usaha berbasis susu, mengikuti pamor minuman olahan susu yang tengah naik daun.

Rafi telah mampu melebarkan sayap ke bisnis lain. Usaha bernama kafe Ice Ah, didirikan di Perum Griya Shanta Blok N/574. Bisnisnya itu berkonsep aneka olahan minuman susu. Cara menarget pasar anak muda dari kedua bisnisnya berhasil.

Rofi tercatat sebagai anggota berbagi komunitas pengusaha Malang, seperti Yuk Bisnis Malang. Dari komunitas inilah memberi ruang bagi Rofi membangun jaringan. Dia juga memenangkan satu ajang bergengsi Wirausaha Muda Mandiri, dan mendapatkan hadiah Rp.40 juta.

Ia sejak awal memang menarget pasar mahasiswa. Anak muda yang hobi jajan dianggap memiliki potensi. Harga jualnya juga terjangkau, satu jajanan dijual cuma Rp.5000 sampai Rp.20.000, benar- benar tidak menguras kantong..

Biografi Jusuf Kalla Bisnis Indonesia Timur

Biografi Muhammad Jusuf Kalla 


biografi jusuf kalla

Biografi Jusuf Kalla, bernama lengkap Muhammad Jusuf Kalla, pengusaha kelahiran 15 Mei 1942 di Sulawesi Selatan. Paling dikenal masyarakat sebagai Wakil Presiden dua kali. Sebagai pengusaha, ia merupakan pebisnis ulung, ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.

Karir politiknya termasuk menjadi ketua partai Golkar. Biografi Jusuf Kalla merupakan anak ke dua dari 17 bersaudara pasangan Haji Kalla dan  Hajjah Athirah Kalla. JK begitu panggilan akrabnya, telah lama aktif di bisnis keluarga dan menunjukan bakat luar biasa.

Dia sukses mengembangkan bisnis tekstil hingga bisnis jalanan. Kalla memiliki pandangan tersendiri tentang menjalankan bisnis. Setelah lulus kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, dimana keadaan ekonomi tengah memburuk tepatnya di tahun 1967, dia ikut bergabung bisnis keluarga.

Ekonomi memburuk pada 1967, membuat ayahnya hampir menutup usaha kelaurga, NV Hadji Kalla. Jusuf Kalla lah yang berrgerak menyelamatkan bisnis keluarga. Dia bahkan rela menjauh dari semua kegiatan politik padahal tengan merintis.

Tahun 1968, JK resmi menjadi CEO NV Hadji Kalla, perusahaan bergerak dibidang bisnis ekspor impor. Dibawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla keluar dari zona nyaman, dan menggarap bisnis perhotelan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan, kelapa sawit, dan telekomunikasi.

Dibawah nama Kalla Group, ia mendirikan unit usaha lain yang bergerak dibergai bidang, membuat perusahaan miliknya menjadi perusahaan grup besar di Makassar. Jusuf Kalla berbisnis berdasarkan kebutuhan masyarakat dan nasional.

Sejarah Kalla Group


Kalla Group semula perusahaan keluarga milik orang tua Jusuf Kalla. Keduanya, yakni Haji Kalla dan Hajjah Athirah Kalla, memulai berbisnis tekstil di kota Watampone, Sulawesi Selatan. Usahanya berkembang lambat laun merambah bisnis transportasi.

Mereka membeli mobil truk dari luar, dan menggunakannya untuk mengangkut barang dari Bone ke Makassar. Berlanjut, mereka juga menjalankan angkutan jenis station wagon, bisnis trasportasi yang melayani trayek Makassar- Bone diberin nama Cahaya Bone.

Akhirnya, pasangan ini membangun perusahaan jadi besar, dari nol yang kemudian bernama NV (Namlozee Venonchap) Hadji Kalla Trading Company, fokus berbisnis dibidang perdagangan dan logistik. Haji Kalla memilih menyerahkan kepemimpinan NV Hadji Kalla tahun 1967.

Ia, Jusuf Kalla, kemudian menjalankan bisnis dengan sangat baik, dan membuka berbagai usaha baru. Dia mendirikan perusahaan kontraktor bernama Bumi Karsa. Di bidang transportasi lah usaha Kalla Group terlihat mencolok di kepemimpinan seorang Jusuf Kalla.

Sebut saja, ketika ia berhasil memegang hak jual (eksklusif) untuk Toyota melalui PT. Hadji Kalla. Ia yang mula- mula menjual mobil rakitan atau semi knocked down. Perusahaanya mulai mengerajakan mobil Toyota yang dirakit di kota Makassar.

Perusahaanya memiliki lisensi menjual traktor mini merek Kubota. JK memandang ini perlu untuk keperluan pertanian. Pada 1980, JK memiliki hak penjualan Daihatsu dan Nissan melalui PT. Makassar Raya Motor. Bisnis transportasi miliknya semakin moncer dengan berbagai prospek pasar.

JK kemudian menjadi deler mobil KIA dan Timor melalui PT. Kars Inti Amanah, ini seiring program mobil murah. Ketiganya merupakan foktor penting dalam usaha bisnisnya hingga menjadikannya salah satu dari pengusaha paling berpengaruh.

Di era 1990, bisnisnya merambah ke jalanan melalui PT.Bumi Sarana Utama, mengerjakan jual beli aspal curah, pengerjaan infrastruktur jalan, dan bandara. Tidak berhenti disana saja, perusahaan baru pun didirikan menjadi bagian usaha baru.

Bisnis Properti


Melalui PT. Baruga Asrinusa Development, ia ikut mengembangkan properti di Makassar. JK tidak hanya membangun pusat perkantoran, tetapi perumahan, pusat niaga, dan rumah ibadah. Bukan cuma membangun rumah mewah, ia juga fokus di pembangunan perumahan murah dengan prospek luas.

Ini dimaksudkan menciptakan sarana layak huni di wilayahnya sendiri. Ada pula usaha lain, seperti di bidang perhotelan melalui perusahaan PT. Kalla Inti Karsa. Dia ikut membangun pasar tradisional, menjalankan Hotel Sahid Makassar.

JK mulai mendirikan aneka pusat perbelanjaan moderen terbesar di Indonesia Timur, Mal Ratu Indah. Saat itu pula Jusuf Kalla lantas diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian tahun 1999, perusahaan lantas dipegang oleh Fatimah Kalla.

Saat itu pula, perusahaan terlah menggurita menjadi bisnis besar, dan bertransformasi menjadi Kalla Group. Ekspansi ini merupakan kerja keras bertahun- tahun lamanya. Semua berkat JK yakin akan memampu menghadapi krisis karena kerja merupakan bagian dari ibadah.

Sejak itu pula PT. Hadji Kalla lantas bertransformasi dan menjadi Kalla Group. Perusahaan Kalla Group memiliki berbagai anak perusahaan di aneka bisnis. Selain di bisnis, JK kembal aktif di dalam perpolitik dan sosial.

Ia berhasil menjadi ketua Palang Merah Indonesia, memberinya kesempatan memperhatikan nagara lain dan melakukan kegiatan sosial. Di bidang Politik, itu tentu mengenai jabatannya sebagai mentri hingga menjadi wakil president.

Di perpolitikan, dia termasuk kader sukses di partai Golkar, menjadi ketua Partai Golkar di 2004- 2009. Dia sangat fokal terhadap berbagai isu hangat seperti hal perjanjian damai GAM hingga mengenai kenaikan BBM dan penanggulangannya.

Kalla Group mulai eksis di bidang sosial berbentuk keorganisasian. Mereka membangun beberapa yayasan dan sekolah Islami sebagai bagian filantropi. Kini, namanya tercatat sebagai Wakil Presiden dari dua Presiden berbeda, setelah pensiun politik Jusuf Kallah ingin lebih aktif di kegiatan sosial ini.

Cake Buah Naga Prospek Bisnis Oleh- Oleh Khas Batam

Profil Pengusaha Melanny


bisnis cake buah naga
 
Cake buah naga prospek bisnis tidak disangka. Melanny sebenernya tidak sengaja menemukan oleh- oleh khas Batam. Dia berkisah semua bermula dari hobi memasak kue. Dia melihat buah naga sudah jadi komoditas besar di Kota Batam.

Melanny takjub melihat berhektar- hektar perkebunan buah naga itu. Gadis kelahiran Dumai, 5 April 1984, melihat perkebunan buah naga ketika melewati jembatan Barelang. Dia yang berwisata ke Kota Batam, lantas mampir ke perkebunan buah naga, lalu dibawanya sejumlah buah naga matang.

Dia lalu mencoba mengolah buah naga ini menjadi kue. Bukan mudah karena semua membutuhkan proses. Percobaan pertama langsung gagal, kuenya terasa getah buahnya dan rasa si buah naga malah hilang. Barulah percobaan kedua berhasil menghasilkan kue buah naga nikmat.

Pada 2011, dia berhasil membuat kue buah naga, dan mulai dibagi- bagikan orang. Iseng- iseng dia membawa kue ini ke teman- teman sekantor. Mereka menyukai kue bikinan Melannya, bahkan mau membeli kue buah naganya.

"Terus ada yang pesan, beli maksudnya. Kemudian, teman- teman bilang, buat usaha saja," Melanny bertutur kepada Kontan.co.id

Menjadi Pengusaha Kue


Waktu itu, Melanny masih bekerja di Bank Tabungan Negara (BTN), dan mulai menerima pesanan kue. Dia memperhatikan Batam tidak memiliki oleh- oleh khas. Khusus buat makanan kue, toko oleh- oleh memilih mengambil dari daerah lain, seperti Riau dengan keu bingkanya.

Suami Malanny sendiri memilik usaha toko oleh- oleh Padang. Dia menjual termasuk dodol khas Sumatra Barat, Galamai. Dia yang sadar bahwa kue ini belum dijual dimana- mana. Melanny lalu memutuskan berhenti bekerja, dan memilih fokus membuka usaha cake buah naga.

Melanny sempat berkonsultas kepada sang suami. Suaminya menanyakan kembali apakah dirinya siap. Konsekuensi bahwa Melanny harus bekerja kembali setelah pulang kerja. Mereka menemukan kata sepakat dan berdua mendirikan usaha pada 6 Juni 2011.

"Siap capek, siap berkorban, baik waktu maupun uang," kenangnya.

Jujur Melanny tak memilik uang ditangan ketika membuka usaha. Dia berbekal nekat menjual mobil yang berstatus kredit. Hasil jualan mobil tersebut tidak menghasilkan uang besar. Melannya cuma mendaptkan uang Rp.80 juta.

Ia lalu membuka toko di kawasan bisnis Nagoya. Pengeluaran Melanny, sebagian besar, adalah buat membiayai promosi. Pengusaha muda ini memasang papan reklame di beberapa titik strategis. Dia juga membuat iklan promosi lewat radio.

Melanny juga tak segan untuk berkeliling mempromosikan. Dia ngomong orang- orang mengenai kue ini. Sejak awal membuka, Melanny menamai bisnisnya Aroma Cake Buah Naga, ini sebagai bentuk promosi sekaligus doa. Dia mengatakan brand menunjukan harapan mengenai bisnis kalian.

Kue yang bergambar dirinya dan sang aneka ketika berusia 6 tahun. Cake buah naga menjadi prospek bisnis menjanjikan. Promosi besar- besaran ini ternyata membuah hasil. Baru hari pertama buka, ia langsung disambut masyarakat, yang membeli sampai rela mengantri panjang.

Antiran pembeli bahkan sampai tumpah ruah ke jalanan. Bayangkan sampai- sampai, dia dan suami harus membuka toko sampai 24 jam tanpa berhenti. Sebulan menjalankan usaha gemilang, Melanny memilih keluar dari BTN, karena tidak mungkin sang suami bekerja keras sendirian.

Diluar dugaan prospek bisnis cake buah naga begitu besar. Sampai- sampai sang suami harus berani menutup tokonya. Mereka kemudian berbagi tugas menangani pelanggan. Suaminya akan mengurusi bagian operasional, sementara dirinya bertugas mempromosikan dan branding produk.

Masalah Pengusaha


Sebelum memutuskan keluar, Melanny harus menemui kedua orang tuanya dahulu. Dia tidak mudah menyampaikan keputusan resgin kerja. Apalagi dia sempat mengabari mendapatkan promosi kerja. Ia pelan- pelan meyakinkan kedua orang tuanya.

Ide bisnis terkadang datang tiba- tiba seperti hidayah. Dia harus berlari menyambut atau akan hilang momentum. Melanny mengajarkan menjadi pengusaha butuh aksi nyata. Kemudian kamu harus bisa tawakal dan istiqomah. Dia mengatakan harus ada support, dukungan, dan saling mengisi kelemahan.

Mungkin kamu melihat bisnis tersebut langsung sukses. Padahal di tahun pertama, mereka tidak menghasilkan keuntungan, dikarenakan promosi besar- besaran dan membangun brand. Bahkan dia menjaminkan rumahnya untuk mempromosikan bisnis.

Pengeluaran paling mengejutkan ketika dia berpromosi di Damri. Ada stiker besar bertuliskan nama brand Aroma Cake Buah Naga, yang ditempel di samping bus Damri bandara. "Saya benar- benar habis- habisan, modal nekat dan yakin," jelasnya.

Strategi meyakinkan masyarakat sebagai oleh- oleh khas batam. Dan terbukti berhasil, pembeli bisa membludak bukan sehari- dua hari. Pembeli begitu banyak, dan terus menerus sampai menghasilkan 10 gerai baru.

Bulan pertama cuma memakai bahan baku belasan kilogram, naik menjadi satu ton, sampai tiga ton sebulan. Melanny sendiri menolak menyebutkan berapa keuntungan mereka.

Berkat bisnis kue buah naga dirinya menang perlombaan. Dia mendapat juara 2 Wanita Wirausaha Muda Femina 2013. Dibalik kemenangan ini, tedapat kisah sedih yang terjadi ketika dirinya akan ke Jakarta, waktu itu Melanny tengah hamil tua dan memaksakan diri untuk berangkat ke sana.

Ini dianggap menjadi kesempatan mempromosikan bisnisnya. Melanny yang hamil tua nekat pergi ke Jakarta. "Saya tetap berangkat walau hamil besar," kenangnya. Setelah perlombaan, tak berapa lama dia melahirkan, tetapi Allah berkehendak lain akan nasibnya sebagai seorang ibu.

Anak keduanya meninggal beberapa tahun selepas melahirkan. Dua bulan kemudian, meyusul sang ibu meninggal karena kangker rahim. Dua kejadian tersebut menganggu mental Melanny. Dia sempat tidak fokus mengerjakan bisnis.

Sembilan bulan kemudian, dia melahirkan anak ketiga dan kembali bangkit. Melanny tak ingin terus menerus bersedih hati. Dia bangki kembali dan melanjutkan berbisnis. Pada 2013, Melanny mampu bangkit hingga membuka 3 cabang baru, dengan total 13 cabang dan karyawan sejumlah 150 orang.

Bisnis tidak melulu menyangkut kesuksesan pribadi. Dia diminta membuka kafe di Tanjung Piayu, dan atas permintaan pelanggan. Melanny pun mengajak 100 usaha kecil lain untuk ikut masuk. Tapi ujian kembali datang, tahun kelima usahanya harus diterpa ekonomi Batam yang lesu.

Tahun 2016, kondisi ekonomi Batam lesu, dan terus berlanjut sampai beberapa tahun. Batam bahkan menduduki 3 terbawah dari 32 provinsi. Banyak toko oleh- oleh tutup, industri memilih PHK besar- besaran, dan ini sangat buruk. Ekonomi memburuk jadi tidak mungkin kan orang membeli oleh- oleh.

Otomatis bisnis mereka terkena dampak dan harus menutup 3 gerai. Jumlah karyawan menyusut, dia hanya menyisakan 100 orang karyawan. Produk buah naga menurun drastis sampai 3 ton perbulan. Ia memutuskan merubah taktik, bukan ekspansi ke dalam melainkan keluar dari Kota Batam.

Dia mencari kawasan dengan pertumbuhan ekonomi baik. Pilihan pertama dia memindahkan bisnis ke Medan. Berikutnya Melanny membuka bisnis di Tanjung Pinang, Bandung dan Bali. Walaupun itu terlihat sama toko oleh- oleh, Melanny memakai sumber daya asli daerah tersebut menjadi ciri khas.

Di Medan, dengan nama brand beda, dia membuka menggunakan bahan baku kentang. Di Bandung dia menggunakan bahan baku ubi. Persaingan semakin sengit, bahkan orang lain mencoba membuat kue buah naga ini. Melanny lalu mempekerjakan chef pastry sebagai penjaga cita rasa dan inovasi.

Tiap tahun terus berinovasi karena tertantang persaingan bisnis kue. Dia membuat kue kering naga, bilis gulung naga, bahkan pangsit buah naga. Ia membuat semua di tiga rumah produksinya yang tersebar. Usaha ini juga merangkul pegawai baru, UKM lain, dan para petani pensuplai bahan baku.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba