Menggagas Desa Wisata Pengusaha Yeni Dwi Fitriani

Profil Pengusaha Yeni Dwi Fitriani


pengusaha desa wisata
 
Menjadi pengusaha Yeni Dwi Fitriani tak sekedar mencari untung. Dia menggagas desa wisata lewat konsep eco- wisata organik. Tujuannya mengangkat taraf hidup masyarakat lewat pariwisata. Taukah kamu bahwa pariwisata menjadi penompang ekonomi nomor dua, setelah sektor migas.

Sektor non- migas ini masih belum dikelola dengan baik. Hingga bermunculan konsep desa wisata yang digagah pemerintah daerah maupun swasta. Yeni hanya satu diantaranya yang melihat prospek suatu daerah. Apapun bisa dijadikan obyek wisata selama memiliki keunikan identitas.

Inilah yang dia coba kerjakan ketika menggarap Desa Temas. Daerah yang berada di kawasan Kota Batu, Jawa Timur. Desa wisata sendiri bukan cuma mengenai keindahan alam. Dari hasil karya warga lokalnya pun dapat dijadikan komoditas, sebut saja aneka kerajinan, sumber daya ikan, dan lain- lain.

Nah, spesial Desa Temas ini soal pertanian, bukan cuma menyodorkan keindahan semata. Yuni lewat Desa Wisata Dewi Temas, mengelola integrated farming dan eco- tourism area. Basis pertanian yang meliputi semua produk pertanian yang berbasis organik.

Usaha Berbasi Sosial Masyarakat


Suatu daerah yang menspesifikan pertaniannya menjadi organik. Kamu tidak hanya menikmati hijau kebun- kebun sayur. Ada pula program yang dirancang untuk mengakomodir wisatawan. Mulai dari wisata belajar bertanam dan kegiatan outbond yang menyegarkan.

Ia mengatakan total lahan seluas 7000 m2 akan menanti kita. Desa Temas sendiri dikenal orang yang ramah- ramah. Kehidupan mereka secara sosial dan budaya pun telah tertata. Lingkungan wisata itu sangat menarik bagi penduduk perkotaan.

Aneka kearifan lokal digali Yeni agar tidak sekedar berkebun. Lingkungan pedesaan mereka masih asri termasuk sungai. Kota Batu sendiri telah diserbu wahana modern yang kurang akomodir. Ini menjadi dilema para petani, kenapa uang hanya berputar di kawasan perkotaan dengan wisatanya.

Petani tidak hanya menanam sayuran. Tidak adanya wisata berbasis lingkungan menjadi prospek bisnis. Apalagi Yeni melihat para petani terus mengeluh, karena hasil pertanian memburuk. Bahkan mungkin mereka akan meninggalkan pertanian organik tersebut.

"Hasil pertanian mereka tidak maksimal. Pada akhirnya banyak petani yang beralih profesi atau menjual lahan," jelasnya kepada Youngster.id

Inilah yang dia coba hentikan agar desa tidak tergerus. Pengusaha muda kelahiran 11 Maret 1994, yang memulai langkah konkrit. Semua berkat pembicaraan dia bersama kawan sekampusnya. Dia bersama teman- teman dari Universitas Negeri Malang, yang melihat dilema permasalahan sosial.

Bekal pengalaman berogranisasi kemudian dia curahkan. Yeni mengajak pemuda asal Desa Temas pada 11 Oktober 2014. Beruntung pemuda Desa Temas memiliki pandangan sama. Mereka juga merasakan kegetiran, lantaran mulai banyak lahan beralih menjadi perumahaan untuk orang kota.

Konsep Desa Wisata yang tengah naik daun ditanggapi positif. Diskusi berlanjut sampai melahirkan kelompok usaha Desa Wisata Dewi Temas. Ingin menjadi desa tersebut pusat pendidikan, ekonomi, dan wisata di bidang eco- tourism.

Berbekal satu petak lahan dekat sungai yang mengalir di desa. Mereka mulai membersihkan sampah dari aliran sungai. Setelah itu mereka mengajak anak- anak bermain di kawasan tersebut. Kebersihan lingkungan dijaga betul, sampai para orang tua dan pihak sekolah ikut meramaikan.

Lahan yang dikelola Desa Wisata Dewi Temas makin luas. Bermacam- macam program dikonsep untuk menggaet lebih banyak pengunjung. Target dioptimalkan yakni bagi mereka rentang usia 27- 40 tahun. Mereka yang datang dari luar desa kebanyakan lembaga pendidikan dan para siswanya.

Wisatawan datang berminat belajar tentang pertanian organik. Yeni mengakui semua berawal dari konsep sederhana. Desa Temas tumbuh berkat kerja sama dengan para penduduknya. Bila tidak, ia mungkin tidak akan mengembangkan ini, karena mereka lah yang mengerti kelebihan desan sendiri.

Ia berhasil menggaet instansi pemerintah, sekolah- sekolah, dan masyarakat umum. Bisnis berbasnis sosial ini menurutnya punya banyak kendala. Ada kendala intern dan ekstern yang terjadi dalam pengelolaan. Maka Yeni rajin membicarakan masalah kepada para pemuda pengelola usaha ini.

Kendala apa yang dia dan mereka hadapi harus dibahas bersama. Dia juga menggandeng Pemerintah Daerah. Ini bukan sekedar wisata yang dikelola oleh pihak swasta. Menggagas desa wisata juga butuh bantuan pemerintahn. Pengusaha sosial ini juga menggagas visi- misi untuk kemajuan desa tersebut.

Pemilik Ngocok Yuk Pengusaha Kafe Menginspirasi

Profil Pengusaha Winda Varesa


pemilik ngocok yuk
 
Siapa sih nama pemilik Ngocok Yuk! atau brand Ngopi Coklat. Namanya Winda Varesa (30 tahun), pengusaha kafe asal Bandar Buat, Padang. Bukan pertama tetapi bisnis ini menjadi fenomenal. Sudah sering kita jumpai memenuhi galeri Instagram orang- orang.

Brand Ngocok Yuk! diperkenalkan November 2018 dan langsung booming. Para wirausahawan di bidang franchise menerima baik. Mereka langsung menghubungi bertanya apa mau diwaralabakan. Dia setuju hingga lahirlah 75 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengusaha Franchise


Sang pemilik Ngocok Yuk! mengaku memiliki cabang di Bogor, Bekasi, Bandung, Depok, Lampung, Palembang, Jambi, Bengkulu dan Bali. Walau dia mengatakan belum sampai ke Jakarta, di Jawa dan Sumatra sudah banyak berdiri.

Winda mengekui nama brand ini sangat nyeleneh. Pengusaha kafe ini menjelaskan nama itu sekedar iseng. Terdengar lucu saja, memang nyeleneh, dan menarik perhatian orang- orang banget. Padahal dia jelaskan nama itu kepanjangan dari Ngopi Coklat.

"Agak nyeleneh, funny, lucu, padahal singkatan dari Ngopi Coklat, dan ngajak orang minum sambil ngocok minumannya," tutur Winda.

Bukan pertama Winda sendiri juga memiliki beberapa lini usaha lain. Dia dikenal pemilik kafe yang bertema board game. Tempat nongkrong anak muda dan keluarga yang ramah. Usaha bernama Smart Cafe Board Game Lounge ini, menyuguhkan permainan interaktif untuk melupakan gadget kita.

Ada ratusan permainan yang dimiliki oleh kafe besutannya tersebut. Adapula permainan komunitas yang dimainkan ramai- ramai. "Kami itu memanusiakan manusia, mengembalikan mereka ke nilai sosialnya," jelasnya. Pengunjung tidak lagi disibukan gadget masing- masing tanpa berbicara.

Winda meyakinkan pengunjung akan fokus bermain board game. Semua pengunjung akan disibukan permainan bukan gadget. Apalagi tempatnya tidak menyediakan saluran wifi gratis. Winda sudah lama merasa miris melihat pengunjung sibuk masing- masing.

Dia yang memang basik pengusaha kafe miris melihat. "Biasanya orang berpacaran di kafe malah sibuk masing- masing, satu main laptop satu minum sendiri," Winda menjelaskan. Kafe ini juga punya menu murah, harga yang dipatok antara Rp.10 ribu- 30 ribuan saja.

Walau untung tipis tetapi selama ini kafenya padat dikunjungi. Baik mereka yang anak sekolahan, para mahasiswa, satu keluarga, atau pegawai kantoran. Mereka malah mungkin akan lebih sibuk main daripada makan. Harga murah akan memberikan dorongan untuk mereka lebih betah main.

Untung tipis ini dilipatkan dengan jumlah pengunjung yang padat. Mereka yang datang pun tidak cuma sekali. Pengunjung bisa berkali- kali karena sensi yang dirasakan unik. Makanan yang disajikan murah tetapi enak, juga sehat karena tidak memakai msg untuk bumbu masak.

Jadi Pengusaha Kafe


Ia bercerita ingin membuka gerai kopi. Banyak yang telah menyuguhkan kopi kenapa tidak membuka gerai coklat. Winda berpikir coffee shop kan banyak, mengapa tidak membuka gerai coklat juga, kan orang kebanyakan suka kopi dan coklat.

Kepikiran lah membuat kedua minuman tersebut menjadi satu. Minuman coklat dan kopi menjadi satu. Maka munculah ide Kopi Coklat atau disingkat Ngocok Yuk!. Singkatan inilah yang kemudian menjadi viral tersendiri.

Pembuatan minuman memakai shaker, dan pembeli dianjurkan mengocok lagi ketika mau minum. Mahasiswa Biologi FMIPA Unpad, yang terkenal suka berwirausaha. Konsep Ngocok Yuk! juga berdasarkan pemikiran membuat minuman kafe harga emperan.

Prinsipnya anak muda kan punya uang sedikit tetapi pengen jajan ala kafe. Ngocok Yuk! memberi kesempatan bermitra lewat waralaba. Mereka memberikan minuman dalam bentuk bubuk. Harga jadi terjangkau bagi distributor. Ini usaha dengan modal terbatas tetapi balik modal cepat dan untung.

Minuman Ngocok Yuk! memiliki 31 rasa terbanyak dibanding lain. Waralaba seharga Rp.10.000 dan gratis bubble dengan aneka toping.

Board Game Lounge katakan tidak bagi gadget dan wifi. Semua mainan disuguhkan gratis buat kamu mainkan. Permainan bersifat edukatif dan mengandalkan kerja sama kita. Ada permainan hitung yang cocok buat anak sekolahan. Kafe ini juga menyediakan hukuman buat mereka yang kalah bermain.

Bagia mereka yang kalah bermain akan dibedaki, disuruh memakai bando, atau jepitan lucu. Para pengunjung juga tidak dibatasi waktu untuk bermain. Kurangnya tempat wisata di Pekanbaru, tempat kafe ini berdiri, seolah menjadi peluang dimana masyarakat memilih kafenya menjadi tempat wisata.

Dari sekedar mencari makan kini berubah menjadi tempat bermain. Kebanyakan wisata di Pekanbaru tidak ramah keluarga. Adapun banyak tempat karaoke, pub, diskotik, dan klub malam. Permainan di sini juga bermanfaat mengurangi ghibah, menjadi ajang silaturahmi sehat lewat komunitas bermain.

Aplikasi Bulp Pemenang Wirausaha Muda Mandiri

Profil Pengusaha Aplikasi Bulp


pembuat aplikasi bulp
 
Bukan sekali aplikasi ini menyabet penghargaan dari ajang bergengsi. Dari aplikasi Bulp pemenang Wirausaha Muda Mandiri, dua nama pendirinya yakni Amrul Chairwathon Asofa dan Waliamien Syeichyanuar, memegang piala atas dua kategori berbeda.

Bulp bukanlah sembarangan tetapi paling inovatif. Mengembangkan sistem manual kedalam inovasi digital. Bulp adalah aplikasi costumer relation managemen indonesia. Sang CEO Blup, Arie Nasution yang mendapatkan penghargaan langsung dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Apasih BLUP sendiri kalau dijelaskan tempat menyalurkan aspirasi. Tidak kurang 6000 aspirasi yang diupload di halaman. Penggunannya sendiri telah mencapai 60.000 pengguna. Mereka adalah para pengguna produk atau layanan perusahaan tertentu.

Menurut riset Avaya Indonesia, tahun 2015, lima dari enam orang pengguna merasa tidak puas. Riset Gudpoin lebih mengejutkan. Ada 96% pengguna yang berlangganan merasa tidak puas akan aspek dari perusahaan. Persentase ini juga menunjukan mereka yang tidak puas dan enggan menyampaikan.

Aplikasi Bulp pemenang Wirausaha Muda Mandiri ini tampil. Arie menyebut aplikasi ini membuat kolaborasi aktif dan penyampaian aspirasi komprehensif. "Perusahaan tidak dapat mendengar aspirasi masyarakat. Padahal hal ini akan sangat berguna bagi pengembangan pelayanan," jelasnya.

Bulp memberikan peluang aktif menanggapi keluhan. Ada status approved, delivered, rejected, atau pending. Aspirasi akan diarahkan kepada pihak perusahaan terkait. Aplikasi Bulp diharapkan akan mendukung perusahaan. Diharapkan ada respon baik berupa feedback hingga perbaikan mutu.

Fitur share pada tombol akan mendukung fungsi sosial. Mereka bisa membagikan pengalaman itu ke orang lain. Lalu ada fitur me too!, yang berfungsi memberikan pernyataan ada orang lain, bahwa mereka merasakan hala sama. Ini akan memperjelas kelemahan produk atau layanan perusahaan itu.

Bulp sendiri tak mengecilkan perusahaan terkait. Tidak pula menjelek- jelekan, justru perusahaan yang baik yang bertransformasi. Gerakan #yourvoicematter oleh Bulp memberikan dorongan agar kita bersuara. Masyarakat harus didorong menyampaikan pendapat dengan baik dan terarah.

Ini lebih baik dibanding mereka yang meledak di sosial media. Bulp diharapkan menjadi satu kontrol sosial yang mengedukasi. Bukan sekedar menyampaikan keluhan, tetapi perusahaan terkait nanti akan mendapatkan feedback baik.

Mesin Laundry Hemat Listrik Innayah Bos Pengering

Profil Pengusaha Innayah Nurlia Roza


 
Berawal dari pengalaman pribadi sebagai pengusaha cuci baju. Mesin laundry hemat listrik karyanya mendapatkan apresiasi. Fakta bahwa bisnis laundry menyedot banyak energi listrik. Alhasil buat para pengusaha laundry menjadi masalah, apalagi buat mereka yang membuka usaha kecil- kecilan.

Bayangkan satu mesin pengering butuh 2,2 ribu watt. Biaya oprasional langsung menanjak bila kita pakai lama. Padahal kita butuh pendapatan lebih untuk daput tetap ngebul. Innayah Nurlia Roza juga membuka usaha laundry rumahan. Dia bersama suami merasakan betul tuh pengalaman listri naik.

Dia dan suami lantas memutar otak agar tetap hemat. Biaya oprasional harus ditekan agar bisnis tetap jalan. Apalagi kenaikan listrik tidak bisa dihindari terjadi dimana- mana. Padahal Waroeng Laundry nama bisnis mereka tengah merintih di Kota Bandung.

Inovasi Bisnis Laundry


Mereka baru merintis hingga memiliki delapan gerai. Tetapi tidak dipungkiri terhambat karena tarif dasar listrik naik. Bukan sekali- dua kali pemerintah menaikan tarif dasar listrik. Sebagai UMKM, dia dan suami membutuhkan cara cerdas, maka dibukannya mesin pengering lalu diotak- atik sebisanya.

Entah dari mana idenya tetapi mereka berhasil. Jadilah mesin konversi daya listrik buat pengering. Innayah menyebut bisa hemat karena cuma mengkonsumsi 250 watt. Alat itu mengkonversi daya listrik ke pemakaian gas. Alhasil mesin mampu mengurangi konsumsi tenaga sampai 30% listrik.

Ini peluang usaha besar karena banyak peminat. Ia langsung tawarkan ke sesama pengusaha laundry di Bandung. "Kami membuat alat ini karena memiliki latar belakang teknik. Tapi, karena kebutuhan menekan budget," ia menambahkan. 

Apalagi bisnis laundry mereka tengah berkembang pesat dan butuh efesiensi. Kenaikan tarif dasar listrik yang mendadak memang bermasalah. Innayah merupakan lulusan Teknik Telekomunikasi di Institut Teknologi Telkom, Bandung.

Sang suami, Kukuh Ginanjar, tidak berhenti di mesin laundry hemat listrik. Prospek bisnis peralatan listrik ternyata menjanjikan. Ia pun menggagas strika uap yang mampu menggosok 80 kg, padahal dulu itu hanya muat 40 kg. Produksi bisnis laundry mereka pun naik dua kali lipat dibanding dahulu.

"Akhirnya pengusaha laundry bisa efesien," tutur Innayah kepada ukmriau.com

Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 15 Maret 1989, yang kemudian membuka lini bisnis baru. Ia menamainya Bos Pengering. Dia menjadikan ini bisnis aneka kebutuhan buat usaha laundry. Tidak hanya orang bisa beli perlengakapn laundry, Innayah juga menginovasi diterjen dan pewangi pakaian.

Usaha yang didirikan tahun 2014, produk unggulan mereka meliputi mesin penghemat dan setrika uap. Bos Pengering menjadi one stop buying untuk perlengkapan laundry. Mesin pengering hemat itu seharga Rp.1,8 juta perunit, sementara setrika uap Rp.3 juta.
 Semenjak pertama Bos Pengering diluncurkan, sudah mampu melonjak 10 kali lipat. Dibutuhkan 1 tahun masa percobaan hingga diduga hasilkan ratusan juta. Walau Innayah tak mau menyebut berapa yang dihasilkan. Berkat online bisnis Bos Pengering semakin menyebar ke seluruh Indonesia.

"Setelah satu tahun kami merasa enak dan cocok, barulah berani menjual ke pasar," jelas pengusaha muda ini.

Apalagi sang suami telah tergabung asosiasi pengusaha laundry. Alhasil mesin laundry hemat listrik miliknya digandrungi. Agar semakin berkembang Innayah membuka website usaha. Dia merekrut 12 orang karyawan penjualan. Bos Pengering juga merambah sosmed untuk menjual produk.
 
Bisnis Perlengkapan Laundry

Perusahaan Bos Pengering juga mengembangkan deterjen, pewangi, dan pelembut pakaian. Pada pertengahan 2015, sejumlah produsen besar menawarkan kerja sama, Innayah menyambut tawaran ini dengan melaunching brand Oxi-B.

Melihat persaingan bisnis laundry telah menjamur. Innayah nampak semakin rajin mengembangkan usaha Bos Pengering. Perusahaan Innayah mulai menggarap penjualan mesin cuci. Mereka menjadi distributor sejumlah perusahaan mesin cucui untuk wilayah Bandung, Jawa Barat.

Agar tak sekedar menjual dia membutuhkan riset pasar. Dijalankan penelitian kecil- kecilan agar tau merek apa yang terkenal. Produk mesin cuci apa saja yang diminati pengusaha laundry. Dia lalu mulai meyakinkan produk dijual. Orang harus yakin bahwa mesin ini sudah ada pasarnya dan resmi.

Bos Pengering menjadi distributor resmi mesin pengering Velocitu Gueen, Midea, Rinnai, Electrolux, Unimax, Dimante, dan Maytag. Bahkan Bos Pengering punya lisensi untuk memodifikasi mesin milik mereka. Bos Pengering juga menyediakan alat dan suku cadang produk laundry lainnya.

Mereka menjual meja setrika, penyedot debu, hanger pakian, jepitan buah. Bos Pengering memberi servis dan perawatan mesin. Mereka menjadi perusahaan yang fokus menservis dan menjual aneka kebutuhan laundry. Tidak hanya menjual produk hardware, Bos Pengering mulai menjual software.

Mereka menjual software pengelolaan produk yang dibeli. Ini karena pembeli adalah pengusaha laundry yang punya cabang. Bos Pengering juga memberika penawaran garansi setiap produk. Ada juga tawaran beli lebih murah, program setahun yang akan menghemat kantong pengusaha laundry.

Tidak pernah berhutang bisnis Bos Pengering terbilang lancar. Mereka bergerak sesuai kemampuan finansial perusahaan. Tetap hati- hati melakukan ekspansi bisnis tetapi stabil. Mereka tetap harus berkembang tetapi santai dan enak.

Bos Pengering fokus menjadi penunjang bisnis laundry. Innayah menjadikan usaha ini padat karya melalui tukang servis. Kalau bisnis laundry semakin laris, ini berarti semakin banyak orang yang pakai jasanya. Ini juga berarti banyak mesin terjual dan tukang servis mereka akan bekerja.

Merek Oxi- B akan dikuatkan melalui aneka usaha. Penjualan ditingkatkan menggunakan karyawan bidang marketing. Dirinya optmisi bahwa usaha ini akan berjalan sejalan bisnis laundry. Selama orang memakai baju, hingga sibuknya orang jadi tidak sempat untuk mencuci baju.

Julie Shie Merantau ke Singapura Jadi Pengusaha

Profil Pengusaha Julie Shie


pengusaha merantau ke singapura

Jadi pengusaha memang tak terpikirkan oleh Julie Shie. Dia yang merantau ke Singapura pasti tidak akan menyangka. Kok bisa, wanita asli Indonesia ini mendirikan 14 perusahaan di perantauan. Kisah pengusaha wanita Indonesia, yang mampu menghasilkan miliaran rupiah di Singapura.

Dia orang Indonesia asli loh. Sekarang dia sudah memasuki umur 30 tahun, tapi jejak suksesnya lebih jauh dari kita. Julie Shie mampu menghasilkan uang milyaran dollar sebelum itu. Dia melalui berbagai usaha, tepatnya 14 perusahaan yang berkantor di Singapura dan Indonesia.

Soal bisnisnya, salah satu perusahaanya melayanin jual beli dua negara; Indonesia dan China. Dia melalui perusahaan bernama Worldwide Shipping Logistic Service Pte Ltd, fokus menjembatani jual beli karet sejak 2006.

Hobi Berbisnis


Memulai usaha tidak perlu menuggu pengalaman atau modal harus segudang. Dia telah membuktikan itu melalui dirinya sendiri. Dilahirkan dari keluarga yang pekerja keras, perempuan kelahiran Aceh, yang sukses menjadi pengusaha multi- nasional.

Ia berhasil bahkan sebelum menginjak kepala empat. Padahal kata orang usia ini sering disebut usia mapan berbisnis. Dia kelahir keluarga yang biasa,  yang dididik untuk menghargai uang miliknya. Ini cikal bakal Julie menjadi sosok pekerja keras.

Di sebuah kota kecil di kawasan Aceh, ayahnya adalah "juragan" angkot serta memiliki laundry. Julie mengaku sering tidak diberi uang saku karena semuanya butuh pengorbanan. Ia harus berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

"Untuk beli permen Rp.50 aja, saya lebih dulu ditanya macam- macam," kenangnya.

Alhasil hidupnya penuh kemandirian, yakni dimulai ketika ia ikut membantu ayahn berbisnis laundry. Ketika dewasa dia lantas menjalankan bisnis laundry di sekitaran rumah. Setiap hari, di usia enam tahun, Julie kecil bekerja memilah dan menandai baju pelanggan ayahnya.

Julie Shie, bernama asli Yulianty, waktu kecil sering ikut ibunya untuk berpindah- pindah. Julie kecil diajal selalu menemani berbisnis. Alhasil ia menjadi mudah akrab dan juga pandai berkomunikasi, bahkan saat bertemu orang baru.

Dia menjadi sosok supel dikalangan temannya, tetapi tetap bisa menjaga diri baik. Selain itu Julie menjadi satu sosok yang tak lepas dari segala usaha. Namun keasyikan membantu bisnis kedua orang tuanya membuat nilainya sempat jeblok.

Karena jadi pengusaha membuat nilain turun. Di semester pertama masuk sekolah, ia bahkan belum bisa membaca seperti teman- temannya. Julie begitu malu ketika raport miliknya dikembalikan dan bertekat untuk berubah.

Sejak masa itu, ia bekerja keras, hingga mampu ranking satu sejak kelas dua SD sampai SMP. Tapi jangan salah, dia masih asik dengan kegemarannya berbisnis menjadikan ini hobi. Di usia delapan tahun, Julie berbisnis permen dan makanan ringan di sekolah.

Modal bisnisnya hanya uang saku ia sisihkan sedikit demi sedikit. Dia membali barang di toko grosir milik tantenya kemudian menjualnya kembali. Usia 14 tahun, ia bekerja paruh waktu di toko unggas dan elektronik.

Masa SMA, Julie memilih memberikan les privat mendapatkan Rp.80.000- Rp.120.000 per- hari. "Kalau dikumpulkan, gaji saya bisa setara pekerja kantoran," ucapnya bangga.

Julie berhasil menggabungkan bisnis dan pendidikan. Dia berhasil menggabungkan antara bekerja, belajar serta bersenang- senang. Ia bahkan masih sempat merencanakan masa depannya ketika anak- anak lain tidak.

Biografi Julie Shie


Selepas SMA, Julie memilih fokus karir bukan bisnis, mencoba mencari pengalaman mungkin. Ia memilih bekerja sebagai pegawai perusahaan asing. Pekerjaan tersebut buatnya karena menghabiskan waktu dengan lembur hingga jam 5.

Lantaran perusahaan menghadapi pasar dollar yang aktif di jam 12 malam, Julie selalu lembur setiap harinya dan pulang pagi. Tak tahan, ia akhirnya keluar setelah tiga bulan kemudian bekerja di PT. Toba Internesa, perusahaan jasa forwarding.

Ia dipercaya memegang cabang di Pekanbaru dan Padang karena prestasinya. Ada masalah internal membuat Julie akhirnya mengundurkan diri ketika berusia 19 tahun. Ia kemudian latah mendirikan perusahaan forwarding sendiri, yakni PT. Samudra Indah Berkatindo.

Perusahaan tersebut menjadi titik balik ekpansi bisnisnya. PT. Samudra Indah Berkatindo berhasil menjadi satu jalan terbaik untuk ekspansi ke berbagai negara tetangga. Julie  yang memilih Singapura sebagai penghubung lahirlah Wordwide Shipping Logistic.

Seterusnya, bisnis tersebut semkain berkembang berkat ada penghubung China hingga Thailand. Ia mendirikan perusahaan baru Andaman Worldwide Shipping Co Ltd. Modal awalnya cuma 30 juta, itupun ia pinjam dari ayahnya dan seorang teman.

Selain perusahaan di atas, Julie bergerak dibidang properti di Indonesia, Singapura, dan Thailand. Di tahun 2013, dia setidaknya memiliki 14 perusahaan dengan mobilitas tinggi Singapura- Indonesia. Julie masih bisa mengontrol semuanya secara baik.

Di tahun 2006, Worldwide Shipping Logistic menjembatani perdagangan karet antara Indonesia dan China. Ia kemudian membangun perusahaan lagi, bernama Omega Shipping Pte Ltd, yang mengurusi perdagangan komoditas Sino dari Asia ke China.

Setahun kemudian, Julie masih fokus jasa forwarding malalui Andaman Worldwide Shipping Co Ltd di Thailand. Tahun 2010, penyuka masakan Indonesia ini mendirikan Worldwide Property Investment Ltd di Singapura, Indonesia, dan Thailand yang menjadi pemasar proyek properti antar negara.

Tahun ini, dia bakal membuka kantor baru di Shanghai, Jepang, dan Korea. Ibu Jiratchaya Angel Parnitehkul, 18 bulan, memang dikenal memiliki aktivitas padat yakni mengurusi 14 perusahaan yang tersebar di tiga negara.

"Saya pernah ada di tiga negara dalam satu hari, atau menghadiri 10 meeting dalam sehari," katanya. Tapi, ia memberi catatan, meeting tidak berada di Indonesia yang jalanan macet. Meski sering tak ada di kantor, Julie tetap bisa memantau bisnisnya.

"Semua sudah ada sistem. Saya tinggal kontrol pakai ponsel pintar," katanya. Kini pengusaha muda ini tengah fokus menggarap proyek BUMN asal China, fokusnya di sektor pertambangan.

Apa rahasianya? itu soal komitmen, ketekunan, dan keinginan dari setiap usaha. Julie tengah mengerjakan proyek besar untuk perusahaan mining di China, dan jadi distributor untuk water heater dari Singapura. Jadi pengusaha bukanlah dipikirkan tetapi dikerjakan berdasarkan passion kamu.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba