SamWon House Pengusaha Makanan Korea Albert Santosa

Profil Pengusaha Albert Sentosa


bisnis pengusaha makanan korea

Menjadi pengusaha makan Korea Albert Sentosa. Kelebihan di bisnis makanan Korea hanya satu. Adanya branding kuat dari popularitas tanpa harus ekstra keras. Tinggal memperkuat merek (brand) produk atau pun jas. Kita musti mengetahui bahwa fungsi merek sejatinya adalah identitas.

Namun, adanya kompetisi membutuhkan sentuhan khusus, jadilah sebuah merek butuh pengelolaan yang kontinu. Unsur- unsur yang mempengaruhi kekuatan sebuah merek ada 2 yaitu tangible dan intangible. Itu saja?

Jika tentang Korea maka branding K- Pop lah ingatan kita. Tetapi, dibalik semua tentang Korea, ada tradisi pula yang dibawa salah satunya adalah makanan khas mereka. Salah satu hal yang menarik dari negara ini yaitu makanan khas negeri ginseng ini.

Dan, banyak orang Indonesia yang memang menyukai makanan asli Korea Selatan. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu peluang bisnis yang bisa kamu coba.

SamWon House Usaha Makanan Korea


Dibenak mereka yang belum pernah mencoba ini. Maka ketika mendengar makanan Korea akan berpikir tentang arti Korea, atau jika mereka berpikir artis maka akan berpikir bagaimana rasa yang disajikan disana.

Kedua hal yang saling berkaitan kuat dalam branding. Pengusaha makanan Korea ini, mampu melihat peluang dan dialah Albert. Dia mendirikan usaha kuliner khas Korea Selatan sejak November 2010. Menurutnya, usaha ini punya prospek bagus, selain itu karena belum banyak yang melakukannya.

Saat membuka usaha ada dua pilihan bisnis bagi Albert. Mau berbisnis kuliner Korea atau Jepang. Kedua- duanya punya akar kuat. Tetapi, brand Korea nampaknya masih ramai- ramainya, jadilah dia memilih satu ini.

Kelahiran SanWon Espress, menu yang ditawarkan adalah kuliner khas, baik yang sudah familiar dan baru, ada bibimbap, sup, kimchi, bento ala Korea dan banyak lagi lainnya. Untuk harga tergolong menengah, Albert mematok Rp. 16.000-Rp. 40.000 per- porsi saja.

Usaha waralaba pun ada, yaitu berbentuk gerai, sehingga akan cocok untuk kamu yang mempunyai dana terbatas. Albert sendiri mempunyai satu resto sebagai bisnis utama. Dan juga ditawarkan untuk anda yang berminat.

Untuk kelas ini, ada beberapa menu tambahan, seperti gogi gui, bokeum dan teokbokki. Harga yang dipasang akan berbeda, dimana setiap porsinya dari Rp. 55.000 sampai Rp. 100.000.

"Kuliner Korea itu identik dengan mahal, tidak halal, terus rasanya aneh. Ini kita mau pangkas satu per satu," kata Albert yang mengaku pencinta kuliner Korea dan Jepang ini.

Karena mayoritas pasar Indonesia tidak mengkonsumsi babi, Albert menambahkan, bahwa SamWon berkomitmen menjual kuliner Korea tanpa bahan tersebut.

Agar rasanya juga tidak aneh, ia telah sukses mengkombinasi bumbu- bumbu yang memang ia impor langsung dari Korea, agar sesuai dengan lidah orang Indonesia Awal mula usaha ini dirintis, Albert merogoh kocek tak kurang dari Rp 1,5 miliar.

Saat ini, SamWon telah memiliki sembilan gerai terdiri dari SamWon House yang berbentuk restoran serta SamWon Express yang bergaya foodcourt. Untuk waralaba sendiri, Albert menyebut anda bisa mendapatkan paket food court senilai Rp. 300 juta.

Bisnis Makanan Korea Waralaba


Kamu cukup menyediakan tempat yang seluas 12-25 m2. Paket kedua adalah paket restoran. Untuk mengambil paket ini, kamu perlu menyediakan dana sebesar Rp. 1 miliar –Rp. 1,5 miliar dan juga lahan seluas 200 m2.

Pada paket kemitraan restoran disuport lengkap, istilahnya tinggal duduk, renovasi tempat, desain interior, suplai bahan baku, perlengkapan, perekrutan dan pelatihan karyawan. Kemitraan ini berlangsung selama 5 tahun dan bahan baku langsung anda dapatkan dari pusat.

Omzet yang bisa didapat dari usaha kuliner Korea ini mencapai Rp. 150 juta – Rp. 400 juta, dengan laba bersih 20-40 persen. Dan, anda bisa balik modal dalam 4-8 bulan.

Lantas bisnis Korea apalagi yang dibidiknya. Apalagi kalau bukan K- Drink yang sedang ngetren sekarang. Itu loh minuman dingin bercampuran bola kenyal, atau yang biasa kita sebut bubble drink. Ini sudah populer di Indonesia sebagai minuman khas K- Pop Korea.

Bagi Indonesia yang beriklim tropis tentu memiliki potensi pasar yang besar untuk produk minuman dingin macam ini. Ini pula lah yang membuat Albert Sentosa optimistis mendirikan usaha bubble drink bernama K-Drink.

Agar memiliki ciri khas, Albert berinovasi menambah campuran gingseng. Maklum ,usahanya ini memang terinspirasi oleh budaya Korea yang sedang tren di tanah air. Bisnis kuliner yang menjajakan menu khas Korea bernama Samwon House dan Samwon Express.

Kemudian dia punya bisnis K-Drink, yang langsung membuka tawaran kemitraan. Sudah ada lima gerai K-Drink milik pusat yang sudah berjalan, dan lokasi bisnisnya masih di satu tempat dengan Samwon Express di Jakarta.

Usaha berkonsep booth di mall mencoba menyasar pasa mereka kalangan atas. Tawaran investasi yang ditawarkan K-Drink seharga Rp 160 juta untuk paket booth dan senilai Rp 260 juta untuk paket island.

Kedua paket diatas akan mendapatkan fasilitas chiller, blender, aluminium kitchen set, kompor listrik, mesin cup sealer, pelatihan karyawan, serta kerjasama selama 3 tahun.

Cara Menjadi Entrepreneur Keren Dustin Moskovitz

Artikel Bisnis Cara Menjadi Entrepreneur


cara menjadi entrepreneur

Co- founder Facebook, Dustin Moskovitz, dikenal sebagai miliarder termuda pada tahun 2013 versi majalah Forbes. Menceritakan tentang cara menjadi entrepreneur keren ala para Pendiri Facebook. Ia kemudian digantikan oleh seorang wanita bernama Perenna Kei.

Bagi kamu mungkin pernah menonton film the Social Network, meski terlihat memiliki peran remeh di film, Dustin adalah salah satu otak berdirinya Facebook. Sukses menjadi co- founder membuatnya memiliki nilai kekayaan $8,2 miliar.

Sekarang dia bekerja di sebuah perusahaan lain setelah keluar dari Facebook, yaitu Asana. Baru- baru ini Dustin mempresentasikan apa yang disebut "Cara Menjadi Entrepreneur Keren". Apakah seperti dia bersama Mark sukses meluncurkan Facebook.

Apakah keren itu seperti di film, dengan pesta hura- hura setelah sukses menghasilkan miliaran dollar. Nyatanya melalui sebuah startup deck, ia mencoba menghilangkan pikiran itu dari kita. Jujur. Ini merupakan saran yang cemerlang tapi tak segelamor media dan Hollywood tampilkan.

Cara Memulai Start- Up


Dustin menjelaskan di sebuah kelas Stanford University. Kamu pasti terjerumus oleh penggambaran dari Hollywood dan meda, tentang romantisme entrepreneur. Sekali lagi yang paling sangat utama adalah tau kenapa kamu mau memulai sebuah perusahaan.

4 hal yang diinginkan seseorang dari perusahaanya: satu diantaranya adalah keglamoran hidup, kamu semestinya menjadi bosnya, punya fleksibilitas, terutama mengenai apa agenda kamu hari ini, dan kamu memiliki kesempatan membuat sebuah pengaruh besar dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Kenyataannya adalah tidak begitu glamor, ada sisi buruk untuk menjadi seorang pengusaha, dan yang lebih penting, apa yang kamu benar- benar habiskan waktu kamu hanya pada lebih banyak kerja keras." jelasnya.

Alasan Menjadi Entrepreneur Startup


1. Glamor
2. Kamu akan menjadi bosnya
3. Fleksibilitas
4. Kamu akan semakin banyak uang dan berpengaruh

Jika kamu melihat bagaimana di film kita the Social Network, Dustin menggambarkan itu terlalu berlebihan. Bagaimana mereka bekerja adalah laptop dan headphone.

Sebuah foto menunjukan Mark Zuckerberg asik dengan keduanya. Satu tanda jari tengah menunjukan bahwa dia sibuk.... dan tak ada waktu untuknya bersosial. Semuanya dikerjakan dalam satu tim dimana dia, Mark, dan beberapa orang duduk bersama lalu membahas semuanya...

bukan seperti film yang penuh kejeniusan satu orang. Menjadi entrepreneur berarti bisa bekerja bersama orang lain.

"Mengapa [startup] membuat stress? kamu punya banyak tanggung jawab. Kamu memiliki ketakutan akan kegagalan atas nama diri sendiri dan semua orang yang memutuskan untuk mengikuti kamu ...

Ben Horowitz suka mengatakan nomor satu peran CEO adalah mengelola psikologi kamu sendiri. Itu benar-benar benar; pastikan kamu melakukannya. " terang Dustin tentang tugas CEO sebenarnya. Ini bukan hanya tentang satu kegagalan sendiri.

Yang sebenarnya bukan kamu sebagai bosnya, tapi kita semua dalam perusahaan adalah bosnya. Semua itu hanya tentang pekerja, pelanggan, patner, pengguna, media adalah bos kamu, bukan kamu. Hidup dari hampir semua CEO adalah melapor ke semuanya...

Jika kamu ingin menjadi berkuasa atas orang lain, ikutlah garis depan tentara atau pergi lah menjadi polisi. jangan menjadi entrepreneur, begitu terang Phil Bin, CEO dari Evernote.

Begitulah Dustin Moskovitz menjelaskan apa itu entrepreneur melalui satu slide -nya.

Cerita Sukses Pengusaha Warteg Bukan Cerita Baru

Profil Pengusaha Warteg Nasional


pengusaha warteg
 
Cerita sukses pengusaha warteg bukan cerita baru. Mereka para pengusaha warung tegal (warteg) tahan banting. Mereka akan pulang ke kampung, dari Jakarta membawa mobil mewah dan segepok uang ketika lebaran tiba.

Di desanya, mereka dihitung sebagai orang kaya sukses loh. Namun siapa sangka dibalik ceritanya tidak ringa. Ada keringat dan darah yang mengalir disana. Hidup di Ibu kota bukanlah hal perkara gampang terutama bagi mereka para pendatang. 

Mereka berjuang lama tidak sekedar satu atau dua tahun, "Ya biasa, orang melihat kami ini berhasil dari sisi usaha, tapi lihat saja 20 tahun lalu, kami hidup untuk makan saja sulitnya minta ampun," tutur H Karjo (53), warga Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Kota Tegal.

Perkataan bahwa pengusaha warteg bisa jadi hidup berkecukupan memang tidak keliru, bahkan bisa berlebih. Ketika kita bertandang ke rumah H. Karjo, meski dari depan tampak sederhana, di garasi ada mobil- mobil Kijang berjejer.

Pengusaha Warteg Indonesia


Bahkan H. Karjo mengaku tengah membangun rumah senilai hampir 1 miliar rupiah. Bukan main untuk mereka yang ukuran orang kampung. Konon, menurut keterangan kerabatnya, dia kini sedang membangun rumah untuk ke enam anaknya.

Tentu saja rumah yang bernilai miliaran rupiah ini. Hal lain yang menunjukan setatus suksesnya yaitu keinginan memenuhi nazar yaitu menanggap wayang golek dengan dalang terkenal, Ki Enthus Susmono.

"Sudah, baru saja, dan itu untuk memenuhi nazarnya karena sudah selesai membangunkan rumah untuk enam anaknya. Jadi, dia merasa tidak memiliki beban lagi," kata Asmawi, kerabat H Karjo.

Benarkan demikian suksesnya pengusaha warteg. H Karjo yang saat itu didampingi istrinya, Hj Siti Fatimah (44), kelihatan tidak ingin melebih-lebihkan hal tersebut. Kendati demikian, dia mengakui kehidupannya sekarang lebih ringan, tidak punya beban terlalu berat.

Berpakaian sarung dan kaos oblong, ia lebih senang menceritakan masa lalunya. Kisah perjuangan seorang perantau di ibu kota yang kejam. Seingat dia, pertama kali mendaratkan kaki di Jakarta itu pada tahun 1972.

Untuk merintis usaha warteg pertama kali jalannya ialah melalui berjualan asongan. Dia kala itu sedang mencari- cari pengalaman."Kalau boleh dibilang, banyak dukanya pada saat itu. Apalagi setelah menjadi pedagang asongan, saya ngenger (ikut) di tempat usaha warteg orang lain," kenangnya. 

Kala itu, H Karjo hanya dibayar Rp 60.000 per bulan. Bahkan, kadang hanya dibayar jam tangan dan topi laken. Itu saja senangnya minta ampun. Hidup merantau dia jalani hingga tahun 1985.

Pengusaha warteg ini kemudian banting setir, bersama istrinya mendirikan warteg kecil-kecilan di wilayah Glodok, Jakarta Barat.

"Ya, kami waktu itu biasa tidur menyatu dengan dapur. Bahkan, kalau mau tidur harus mematikan kompor dulu karena lantainya panas. Itu pun warungnya kontrak Rp 60.000 per tahun. Sekarang sampai Rp 9 juta," ujarnya.

Kondisi tersebut dia jalani dari waktu ke waktu. Suka duka menjadi pengusaha warteg telah cukup untuk menjadi bekal mengembangkan usahanya hingga sekarang ini. Berbicara tentang rahasia sukses itu pun cuma satu: ketekunan.

Baginya berjuang lama hingga membuka warung sendiri butuh ketekunan untuk belajar dari berbagai tempat. Ia pun sukses mendirikan tiga warteg berbeda, satu yang besar ada di daerah Kemurnian, Jakarta Barat, dan dua lainnya di Glodok.

"Ya, alhamdulillah. Berkat karunia Allah, usaha saya sekarang cukup baik. Kadang-kadang artis juga sempat mampir ke warung saya. Misalnya almarhum Taufik Savalas, Mpok Atik, dan Gogon. Yang penting, prinsip kerja yang baik dan halal," tutur bapak dari enam putra itu.

Musim Lebaran bagi H Karjo, sekeluarga merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul sekeluarga di kampung.

Perancang Busana Muslim Nahara Bisnis Mendunia

Profil Pengusaha Sonya Ahmed


perancang busana muslim

Perancang busana Muslim, Sonya Ahmed tinggal di London, dan juga bekerja sebagai dokter medis. Seorang pengusaha wanita kelahiran Libya, yang orang tuanya asli Bangladesh, dan telah pindah ke Inggris semenjak berusia 10.

Sebagai dokter wanita cantik telah bekerja untuk kesehatan selama beberapa tahun, dan sebagai wali amanat untuk amal medis, ia memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Mesir, Kenya, Turki, dan Pakistan. 

Dia selama perjalanan karir inilah tumbuh minat bisnis fashion. Ia ingin mengembangkan seni dan tekstil Islam. Sejak tahun 2011, Sonya memilih untuk membagi waktunya anatar bekerja menjalankan peran medisnya, serta mengabdikan sisa waktunya sebagai pendiri produk brand Nahara.

Apa itu Nahara, brand yang muncul dari tempat asal, untuk mendefinisikan label busana muslim di seluruh dunia.

"Saya berangkat untuk membuat label yang memiliki cita kontemporer, rasa minimalis, bersama- sama dengan beberapa aksen identitas Timur Asia dan Tengah, "tuturnya kepada aquila-style.com  

Pengusaha Wanita Muslim Mendunia


Secara khusus pengusaha ini merayakan keindahan desain tradisional. Dimana dia menghadirkan satu kesenian kontemporer Islam. Dalam kerangka mengembangkan label, ia telah berkolaborasi dengan seniman yang berbasis di London dan desainer lain.

Sonya berharap untuk berkolaborasi dengan banyak orang lain di Inggris dan di tempat- tempat lain, untuk mengembangkan benar-benar kolaboratif, label pakaian artistik.

Cukup sering, stereotip tentang ide "pakaian ke- Timuran", yang melibatkan pakaian berwarna sangat cerah, berat dengan hiasan dan dengan biasa pola paisley usang. Pengusaha wanita ingin menantang stereotip estetika ini yang telah menjadi, dan khususnya terkait hal- hal non-Barat.

Dia memilih menunjukkan aksen "pakaian ke- Timur" dalam cara yang jauh lebih halus -melalui pemotongan cairan, pola permukaan dan tekstil handwoven. Muslim di Inggris mengambil kultur dari berbagai tempat, tidak melulu dari negara asalnya.

Mereka pun ada menggabungkan gaya mereka dengan kultur Inggris. Ia pun mengambil kesempatan seluas- luasnya bahwa negara Inggris adalah negara yang memiliki desain- desain baru global, daripada lokal. Khsusunya, di East End, dimana Nahara berbasis. 

Dengan para kaula muda mencampur dan mencocokkan gaya dalam segala macam cara yang menarik dan kreatif, sehingga benar-benar tempat yang bagus untuk menjadi dasar. 

Sebenarnya, ia menargetkan sebuah label atau brand untuk wanita muslim yang stylist, khususnya mereka wanita yang tinggal Eropa dengan gaya elegan dengan potongan sederhana.

"Setelah bekerja pada koleksi pertama, saya telah menerima umpan balik positif dan bunga dari berbagai sumber, dan sekarang saya merasa bahwa label memiliki daya tarik yang lebih luas," ungkapnya.

Gaya dan motif telah mendapatkan banyak pengakuan. Tidak hanya datang dari para wanita juga pria, inilah Nahara yang membawa nilai berkualitas dalam kain dan penyelesaiaan pakaian, dan yang rela membayar untuk sebuah detail. 

Koleksi pertama juga memiliki aksen khas, yang disebut Eternal Design. Hal ini telah tampil di beberapa bagian - rok, atasan tunik dan syal sifon.

Antara Karir Atau Bisnis Pengusaha Anita Feng

Profil Pengusaha Anita Feng


pengusaha spa anita feng

Apa yang terjadi jika harus memilih antara karir atau bisnis. Anita Feng mengajarkan bahwa hobi bisa menjadi bisnis. Menjalankan usaha berdasarkan hobi memang mengasilkan uang. Sambil terus mendalami hobi yang dimiliki juga menghasilkan.

Anita Feng hanyalah gadis biasa yang punya banyak rencana dalam hidup. Sebagai pengusaha muda, Anita Feng, yang kini berusi 31 tahun, telah menjalani masa mudanya hingga sukses sekarang. Dari muda usah berusaha hingga jadi pengusaha muda mapan.

Anita telah melewati banyak tantangan dalam perjalanan karinya. Ia pernah bekerja sebagai brand manager di sebuah perusahaan multi- nasional. Namun dia memilih menjadi pengusaha sepenuhnya. Kini, perlu kamu tau, dia menghasilkan omzet Rp.1 miliar dari bisnisnya.

Bisnis spa dan refleksi yang bernama Royal Garden Spa. Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 telah menjadi tempat wanita memanjakan diri.

Anita Feng kelahiran Solo, 14 Juni 1981, dengan percaya diri merantau ke Jakarta. Ia mengejar pendidikan S-2, lulusan berprestasi Magister Management Prasetiya Mulya Business School (PMBS), meraih Dean’s List Predicate ber- IPK 3,62 pada tahun 2005.

Menjadi Pengusaha Muda Bisnis Spa


Meski memiliki pendidikan tinggi, bukan itu yang membuat dirinya hebat dimata kami. Karakter kuat yang melekat dalam diri menjadi bekal utama. Dia berhasil meraih sejumlah penghargaan perempuan inspiratif. Ia selalu menginginkan tantangan baru dalam bidang baru.

Memulai karir korporasi besar menghantarnya ke posisi tertinggi. Sudah tentu banyak tantangan, pengalaman, dan pelajaran berharga telah didapat Anita. Meski sukses dalam berkarir di korporasi, dimana dia menjadi manajer tetapi masih ada hal kurang dalam dirinya.

Masih ada ruang belum terisi di hati Anita. Seolah ingin mendapatkan satu dorongan besar untuk jadi entrepreneur atau wirausahawan.

"Saat saya mengikuti Young Caring Profesional Award, setelah presentasi, juri berkomentar, dengan passion seperti ini, mengapa tidak bikin usaha sendiri," paparnya

Komentar ini menjadi salah satu motivasi pertama Anita. Lantas bisnis macam apa dia ingin bangun sekarang. Anita pernah menjadi salah satu dari sembilan perempuan muda inspiratif ajang Young Caring Professional Award (YCPA) 2011.

Gelaran yang diadakan Martha Tilaar Group untuk kalangan wanita profesional muda berprestasi. Dari gelaran profesional muda, justru Anita Feng terpikirkan tentang berwirausaha. Inilah yang disebut kesempatan berdasarkan pengalaman.

Meski sudah berkecimpung di dunia korporasi, menjadi seorang entrepreneur itu perkara lain. Tak mudah baginya tiba- tiba jadi pengusaha setelah segala pencapaian di karirnya. Namun bukan Anita jika dirinya tak bekerja keras atas kemauannya sendiri.

Meninggalkan zona nyaman dari karyawan menjadi pengusaha muda. Saat ia tengah meniti "karir" sebagai pengusaha, justru ada tawaran bergaji tinggi. Meski begitu ia konsisten pada maunya. Ia fokus dengan apa yang disukai dan passion -nya ketika kita berbicara bisnis.
 

Membangun Bisnis Spa Sendiri


Sebagai wanita pastilah Anita menyukai dunia kecantikan. Spa dan refleksi merupakan bagian dari hidup wanita. Selain untuk kecantikan, spa dan refleksi juga menyangkut kebugaran. Menyenangkan diri sendiri ala wanita setelah bekerja melakukan rutinitas sehari- hari.

Sadar akan itu, ia memilih usaha spa dan refleksi yang juga dia sukai tersebut. Sering melakukan spa, ia jadi tau bagaimana keadaan pasarnya di luar sana. Meskipun tak bersentuhan langsung di karir sebelumnya, namun pengalaman sebagai brand manajer membantu.

"Dari sana, saya tahu kelebihan dan kekurangan tempat- tempat spa tersebut dan juga manfaatnya," jelas Anita.

Pengalamannya menjadi spa lover atau pencinta spa, membuatnya sadar akan potensinya. Agar tak gagal, ia langsung berpikir keras untuk menyuguhkan perbedaan. Dia bermodal pengalaman karirnya, kala itu tengah mencoba membangun brand -nya sendiri.

Ia menggabungkan treatment dari banyak spa yang pernah dikunjungi. Serta memberbaiki yang menurutnya kurang dari pelayanan mereka.

"Saya mencoba membuat tempat sepat yang menggabungkan berbagai treatment berkualitas sehingga menghasilkan manfaat yang besar untuk tubuh," ujarnya.

Usahnya dirintis pada Desember 2009, bermodal Rp.200 juta digunakan untuk membeli perlengkapan spa dan refleksi lengkap. Ia mengumpulkan segenap modal dari jerih payahnya sebagai pegawai. Meski kini dia sukses, ditelisik lebih dalam; ini bukan usaha pertamanya.

Ia juga mendirikan coffee shop. Namun, itu bukan usaha andalannya karena ia tak tau benar tentang itu. Rasa suka akan usaha itulah yang membuatnya jadi lebih condong ke usahanya kini. Satu yang menarik dengan prinsip hidupnya. Ia selalu yakin bisa menjalankan prinsip kewirausahaan.

Ketika kamu bertanya apa yang membuat dirinya begitu yakin menjadi entrepreneur. Dengan yakin ia berkata,"Kita sama-sama makan nasi; orang lain bisa, kita pun bisa; asal jangan menyerah. Kalau tidak pernah melangkah tidak akan bisa sukses," jelasnya memberi semangat kita.

Rencana apa pun bisa gagal, tapi kalau tidak bukan berarti tidak ada rencana sama sekali. Dia tidak akan mencapai impian tanpa dikerjakan. Jadi, revisi terus rencananya sampai berhasil, berani bangkit menghadapi dunia sebagai pengusaha muda.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba