Aplikasi Pertolongan Anak Dibully Gampang Kok

Profil Pengusaha Natalie Hampton 


 
Terkadang seorang anak membutuhkan tempat sendiri. Adapula anak yang memang lebih suka menyindiri. Namun jangan biarkan mereka sendiri tanpa teman. Pengalaman menjadi sosok dibully pernah dirasakan oleh Natalie Hampton. Hanya karena dia berbeda bukan berarti malah dijauhi menjadikan semakin sendiri.

Sebagai siswa sebuah sekolah anak perempuan di Sherman Oaks, California, merasakan betul bagaimana dia makan sendirian. Menjadi anak yang duduk di pojokan makan bekal sendiri adalah "prestasi". Sesuatu yang tidak adapat Natalie lupakan sepanjang sekolah menengah.

Gadis 16 tahun tersebut merasakan penolakan, malu ketika mendatangi sebuah meja. Berbeda anak- anak lain Natalie mampu mengendalikan dirinya. Akhirnya dia punya teman berkat keberaniaanya untuk duduk bersama anak lain, walau mata mereka tidak bisa bohong pada awalnya.

Tak kenal maka tak sayang. Natalie kemudian menemukan titik temu. Bagaimana membantu teman- teman seperti dirinya untuk dapat teman. Bagaimana anak lain sadar bahwa mereka yang makan sendiri bukan mau hidup sendiri. Mereka butuh rangkulan dahulu. Mangkanya Natalie membuat sebuah aplikasi bertema makan.

Dia masih ingat karena suka menyendiri. Dia diperlakukan berbeda. Dianggap membedakan diri atau juga dianggap sombong. "Saya diberi tau oleh seorang teman sekelas bahwa saya begitu jelek," sangat lah menakutkan dan semua orang terasa membenci mu.

Makan bersama


Sejak menjadi sosok lebih terbuka, Natalie mulai mengikuti aneka kegiatan membantu anak lain. Ingin memberi mereka jalan agar menjadi lebih baik. Namun dia menyadari bahwa waktunya terbatas. Ketika ia keluar dari kampus tersebut maka tidak akan ada lagi bantuan buat anak korban bully.

"Jadi saya berpikir menciptakan sebuah aplikasi merupakan satu jalan terbaik untuk membantu anak- anak di sekolah dan ruang makan siang baru dan membantu mereka menemukan mereka rumah baru," ia berkata.

Dia kemudian membentuk sebuah tim proyek. Mereka menciptakan aplikasi pribadi. Dimana orang- orang di sekitar akan menyadari keberadaan mereka tanpa mempermalukan mereka. Anak yang duduk sendirian akan tau kalau ada meja kosong tanpa harus meminta tetapi malah diajak lewat layar smartphone.

Dalam seminggu aplikasi buatannya didownload 10.000. Yang mana semakin besar, dan sungguh sangatlah mengejutkan karena sekedar proyek kecil- kecilan sederhana. Jika sebelumnya dia pikir akan hanya masuk ke sekolahnya. Eh, ternyata, malah mengglobal lebih banyak dan umum dipakai pengguna smartphone.

Ada orang dari Maroko, Australia, Inggris, Prancis, yah tidak terbatas di Amerika saja. Ternyata niat baik Natelie tersampaikan.Masalah Natalie memang bukan masalah pribadi. Umum, dibanyak tempat anak- anak terkadang malah duduk sendirian ketika istirahat makan siang atau sekedar jajan.

Aplikasi yang dibuatnya memang bersifat umum buat siapapun. Dia bukan satu- satunya yang merasa sendirian di dunia sekolah menengah. Dan sampai sekarang, Natalie juga masih merasakan hal tersebut loh, tetapi dengan kadar berbeda.

Karena Natalie punya pandangan optimis. Tetapi sekali lagi, tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama sepertinya. Diantara perasaan sendiri Natalie menyadari bahwa di sekolah juga ada anak baik kok. Mereka yang peduli sesamanya dan dipermudah mencarinya lewat aplikasi tersebut.

"Saya baru menyadari berapa banyak orang yang peduli dan membantu setiap harinya di komunitas sekolah sampai saya membuat ini," jelasnya.

Perasaan takut ditolak anak- anak seperti Natalie akan selesai. Karena begitu mereka melihat layar akan terlihat meja mana yang kosong. Dan teman kamu akan memberikan tulisan ajakan, menguatkan untuk tak ragu datang dan duduk bersama. "Jadi tidak ada lagi rasa malu. Tidak ada isolasi. Itu akan jadi lebih mudah."

Meskipun begitu bentuk bully lainnya mengkhawatirkan. Bentuk cyber bullying menjadi masalah Natalie perhatikan akhir- akhir ini. Inilah cara dia menciptakan sosial media yang bersih. Melalui membuat app sendiri untuk menolong anak- anak introvert. Pertumbuhan aplikasi Natalie bagus didukung oleh banyak orang.

Lewat aplikasi tersebut dia punya teman, temannya akan mengajak teman lain di sekolah, Natalie juga dibantu keluarga yang membantu aplikasinya masuk ke sekolah lain. Senang karena tidak ada penolakan dari setiap sekolahan mereka masuki. Harapan Natalie adalah membantu orang lain, meskipun hanya satu.

Pengusaha Muda yang Pernah Dibully di Sekolah

Profil Pengusaha Dyah Ayu Mrameswaringitiya Zulkarnaen 


 
Karena berjualan es, gadis 17 tahun ini dibully teman- temanya, tetapi Ayu membuktikan dibalik kerja keras ditambah inovasi. Gadis muda ini mampu mengantungi omzet Rp.50 juta. Nama lengkapnya cukup panjang Dyah Ayu Prameswariningtiyas Zulkarnaen, atau akrab disapa Ayu mampu membuktikan dia bisa.

Warga Desa Jenggawah, Jember, membuktikan bahwa minuman es menghasilkan hasil jutaan. Memang sih sebagai awalan Ayu harus menanggung tatapan sinis. Terutama dari teman- teman yang melihat Ayu asik sendiri mengelola minuman bernama Kampez tersebut.

Diajari bisnis


Di kelas 3 SD, Ayu sudah diberi pemahaman tentang entrepreneurship. Kedua orang tua Ayu memberikan pemahaman tentang asiknya mencari uang. Lewat pemahaman tersebut Ayu kecil mulai berjualan kecil- kecilan. Jualan aksesoris, gambar vektor, serta kaos pernah ditekuni Ayu, yang notabennya bocah ingusan.

"Dari situs, saya merasa kalau passion saya adalah berbisnis," ujarnya. Ia sendiri terinspirasi kisah sang kakek.

Menurut Ayu, kakeknya dulu hidup miskin, berkat jiwa entrepreneurship dia membuka usaha sate sendiri. Ia kemudian dikenala sebagai pengusaha sate kambing Jember. Masuk kelas 2 SMA, dia masih senangnya jalan- jalan wisata kuliner, di Malang dia menemukan ilham ingin membuka usaha apa cepat sukses.

Ayu melihat ke Jember kemungkinan apa dibisniskan. Bisnis kafe dan bisnis minuman tengah naik daun di Jember. Dia ingin menggabungkan keduanya bisnis kafe minuman. Dua unsur coba digabungkan, untung dia sudah punya modal tempat jualan.

Sebagai awalan bisnis minuman, Ayu memilih minuman aneka jus buah, alasanya tidak cuma karena murah loh. Tetapi dia sadar bahwa jus buah tidak akang lekang. Berjalan waktu dan melihat trend di Jember dia mulai jualan cappuccino cincau. Meski sudah tidak lagi trend ternyata Ayu bisa bertahan berkat inovasi.

Ayu sebenarnya lahir dari keluarga sukses. Mama Ayu merupakan guru berprestasi yang sudah berkeliling ke luar negeri. Karena Mama Ayu adalah guru, tetapi anaknya malah jualan minuman, inilah yang teman- teman bully, banyak sindirian bahkan ejekan terutama dari orang tua teman- temannya.

Beberapa membandingkan Ayu dengan anaknya sendiri, atau anak lain. Namun Ayu tetap semangat terus mengerjaan bisnis es Kampez. Prinsip dia adalah ingin menentukan jalan sendiri, tidak menjadi pengikut anak- anak lainnya. Dia sadar bahwa perjalanan entrepreneur tidak akan mudah pada saat itu.

Tujuan tetap yakni membangun bisnis sendiri. Dari nol sudah menyadari bahwa dirinya pasti disepelekan. Apalagi kalau dilihat dari segi umur, dia masih dianggap orang anak bau kencur. "Saya tetap tersenyum dan anggap itu penyemangat saja."

Promosi terus


Melalui fanspage, Twitter pribadi, Instagram pribadinya. Dia juga menelphon saudara- saudaranya. Dia juga promosikan ke guru- guru mengajarnya. Nekat, dia teriak- teriak memberitahu teman- temanya, bahwa dia membuka usaha minuman ketika upacara bendera.

Kontan hal tersebut justru memperparah bully. Tetapi Ayu tetap santai, waktu itu bisnisnya baru hari ketiga pembukaan kafe kecilnya. Banyak anak mengejek, tetapi ujungnya mereka penasaran dan malah menjadi pelanggan Kampez. "Semua minuman saya laris terjual," ujarnya.

Minuman paling banyak dicari ialah aneka varian jus buah. Ambil contoh jus alpukat Kampez pernah bisa habis 2kg semalam. Ayu terharu karena record tersebut. Mayoritas pembeli merupakan masyarakat asli Jember. Adapula orang luar Jember, orang luar kota ketika musim mudik tiba karena tempatnya strategis.

Tempatnya di alun- alun Jenggawah, Jember, dimana banyak orang lalu- lalang. Konsumen paling banyak datang dari anak muda. Dia memang merupakan target pasa Ayu dari awal. Tetapi juga tidak menolak ada kumpulan- kumpulan, beberapa komunitas, yang asik menikmati sambil arisan atau melepas penat saja.

Sulitnya bisnis minuman es terutama ketika musim hujan. Otomatis bisnis Ayu turun omzetnya. Untuk itu Ayu mulai melebarkan bisnisnya. Ekspansi Ayu lewat Kampez Nyemil. Yakni bisnis makanan camilan buat pendamping. Bisnis barunya dibuka dua bulan setelah bisnis Kampez berjalan mapan.

Warung semakin ramai ketika ia meluncurkan aneka camilan. Jadilah Kampez tempat nongkrong asik buat anak muda. Kesulitan lainnya? Sulitnya mendapatkan buah, dimana buah harus cepat habis atau akan busuk. Buah juga merupakan buah pilihan segar dipilih yang terbaik. Evaluasi stok dilakukan berkala agar tidak menumpuk.

Ia selalu mengevaluasi setiap produk. Dicari mana paling lari, diurutkan dari yang terlaris, gunanya agar bisa mengatur stok. Bagaimana stok masuk dan keluar efisien menghasilkan untung. Tujuan lainnya adalah buat menentukan strategi lain, mencari startegi terbaik agar pengeluaran dan pemasukan benar hitungan.

Masalah berbisnis


Komplain tentang bisnisnya juga pernah. Pelanggan pernah tidak puas dengan layanan Ayu, mulai dari kembalian yang lupa, minuman yang lupa diberi gula atau susu, hingga buah rusak atau busuk hingga satu ruangan menjadi bau. Tetapi dia tetap ikhlas karena dia yakin bahwa bisnisnya akan sukses suatu saat nanti.

Manajeman sama sekali tidak dipegang Ayu. Awal membuka, Ayu seadanya, bisnis cuma bermodalkan passion akan entrepreneurship dan sekarang sudah punya karyawan sendiri. Banyak kesulitan dianggapnya tanda kesuksesan. Dia berharap kegagalannya bisa menjadi inspirasi buat pengusaha muda lainnya berjuang.

Baginya bisnis tidak harus rumit. Buktinya bisnis gampang seperti jus buah menghasilkan puluhan juta. Ia menyebutkan yang penting jangan berhenti belajar. Kamu bisa tetap bersekolah sambil berwirausaha. Dia juga mengingatkan bahwa inovasi yang utama di bisnis gampang ini.

Orang banyak menyebut rasa jusnya beda. Dia sendiri tidak menyebut apa rahasianya. Yang pasti kita patut mencontoh dia karena menghasilkan puluhan juta karena inovasi. Menurutnya ada kunci sukses lainnya, karena dia melihat bisnis dari sudut beda yakni bisnis di kampung, justru lebih gampang peluangnya nanti.

Menurutnya wirausaha sekarang intinya membangun relasi. Dia mendapatkan banyak teman berkat bisnis. Dia juga tidak segan membagi ilmu. Disisi lain, dia bertemu mentor pengusaha lainnya yang sangat bisa membantu bisnis sekarang, atau kelak. Kelak dia akan membuka cabang lagi masi disekitaran Jember juga.

Dia senang karena bisa membantu memberi lapangan pekerjaan. Ayu ingin mengembangkan bisnisnya jadi kafe besar. Buat kamu yang berbisnis, jangan langsung patah semangat ya, harus punya mental kuat, harus ada niat kuat, entrepreneur harus berani ambil resiko tetapi jangan lupa belajar dari setiap masalah dan kegagalan.

Mangga Botolan Fruters Andalkan Celah Bisnis

Profil Pengusaha Ratna Apriyanto dan Khemal Nugroho 

 
 
Menjadi pengusaha tengah digalangkan akademisi kampus. Banyak mahasiswa berlomba mengeluarkan produk inovatif. Salah satunya sepasang mahasiswa ini, Ratna Apriyati (24) dan Khemal Nugroho (24) adalah contoh. Mereka pengusaha minuman jus sehat yang sudah berproduksi 1.000 botol per- hari.

Tujuan mereka menciptakan bisnis sehat. Banyak cara ditempuh agar mendapatkan tubuh sehat serta cara menjaga kesehatan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan meminum jus. Aneka buah- buahan segar itu dibutuhkan kita tetapi banyak orang yang tidak cukup waktu untuk mengolahnya.

Sari buah itu sehat dan segar, lewat tangan keduanya menciptakan inovasi, kemasan modern, dan kreasi. Mereka memproduksi mengemasnya dibawah nama Fruters sejak 2012 silam. Mereka berbisnis minuman sari mangga bermodal minim yakni Rp.250.000 buat beli mangga.

Mereka menggunakan bahan mangga gincu lantaran manisnya khas. Perhitungan bahwa orang cenderung untuk membuat jus sendiri jadi pilihan. Meskipun pasar sesak keduanya optimis mampu mengambi celah diantara padatnya bisnis jus buah.

Ratna dan Khemal menawarkan kemasan modern. Menurut keduanya mangga gincu memiliki kualitas yang super. Grade A merupakan mangga yang diekspor ke luar negeri. Grade A- B untuk pasar supermarket, dan terakhir mangga gincu Grade C untuk pasa tradisional.

Bisnis mepet


Keduanya sepakat menggunakan Grade C. Apalagi kalau bukan harganya lebih murah. Walaupun begitu itu rasanya enak buat makan. Lulusan Teknolgi dan Industri Pangan Universitas Padjajaran Bandung ini, dapat stok mangga dari petani asal Cirebon, Jawa Barat.

Mereka ambil mangga tersebut, kemudian mereka olah menjadi puree dan slush. Beda dengan jus buah yang biasanya. Jenis puree dan slush lebih pekat dan padat. Agar jadi lebih enak, keduanya memasukan potongan jelly di dalamnya.

Cara mereka menjajakan awalnya yakni datang ke kampus mereka. Mereka menjajakan itu ke teman- teman mereka sendiri. Tidak butuh waktu lama mereka mendapatkan tanggapan baik. Keduanya sepakat buat meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Mereka kemudian menyasar pasar kelas menengah atas.

"ekarang banyak kelas menengah menjalankan pola hidup sehat. Makanya, kami keluarkan produk kemasan premium," ujar Ratna.

Harganya bervariasi dari Rp.7.500- 25.000 tiap kemasan. Margin untung mencapai 100% dari bahan yang mereka olah. Ada beberapa tahan sebelum memproduksi. Pertama apalagi kalau bukan menyortir bahan mangga terbaik. Kini, dengan beberapa pegawai, mereka akan menyortirkan mangga terbaik dari yang terbaik.

Mangga lantas dipotong dan dihancurkan dengan mesin. Setelah hancur memasuki tahap yang mereka sebut tahapan pasteurisasi. Tahapan tersebut merubah mangga menjadi puree yang bahkan bisa tahan lama sampai setahun. Tahapan selanjutnya adalah dikemas kemasan plastik, botol plastik, dan toples plastik.

Si kemasan menjadi penentu harga jualnya. Semakin bagus kemasan semakin tinggi harga. Awalan mereka memproduksi maksimal 1- 3 kilogram buah mangga per- minggu. Kini keduanya membuat 8 ton buah mangga untuk enam bulan.

Kapasitas produksinya 1000 kemasan setiap hari. Sekarang mereka dibantu 8 orang karyawan, dimana rumah produksi Fruters di kawasan kampus Unpad Jatinangor, Jawa Barat. Ratna mengatakan juga bahwa mereka juga mendapatkan dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM).

Kendala ialah mereka kadang sukar mendapatkan manggu gincu. Terkadang bahkan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka juga mencoba membuat variasi lain dengan buah lain.

Mebel Anak Karakter Pengusaha Solo

Profil Pengusaha Wawan Eka 


 
Mendesain kamar nampaknya menjadi peluang tersendiri. Terutama jika kita bicara custom design inilah peluang direbut Wawan Eka. Melalui bisnis furnitur khusus buat anak- anak. Orang tua pasti senang buat menyiapkan ruangan khusus buat anak- anaknya -dengan segala aksesoris cantik dan furnitur pilihan.

Warna cat tembok yang cerah, aneka furnitur bergambar tokoh kartun, inilah target pasar pengusaha asal Kota Malang dengan bisnis Devi Showroom. Meningkatnya permintaan membuat pengusaha Eka semakin bersemangat bekerja. Ia menyediakan aneka pernak- pernik produk untuk mengisi kamar anak- anak.

Bisnis ini sudah dimulai sejak dua tahun silam. Kenapa bisnis furnutir anak, ternyata Eka sudah cukup lama menganalisa kebutuhan akan produk furniture anak. Dan, ini dirasanya sedang booming dimana orang tua mulai asik menikmati kamar anak yang beraneka warna.

Ia merancangkan khusus buat kamar anak. Jadi nanti sistemnya custom dimana pemainnya masih jarang. Eka sendiri bukan pemain baru di bidang furnitur. Pengalaman 15 tahun di dunia furnitur, membuat dia tau bahwa bisnis ini pemainnya masih jarang.

Berjalannya waktu ragam furnitur miliknya bertambah. Beberapa produk mampu laku keras di pasaran, ya diantaranya meja, kursi, lemari kecil, tempat buku, tempat pensil, cermin hingga kotak mainan. Dimana semua produk ditawarkan Eka berwarna cerah, ceria, berisi tokoh- tokoh kartun yang lucu.

Devi Showroom menampilkan lebih dari 100 varian produk. Harganya dikisaran Rp.20.000- Rp.5 juta tiap buah. Harga dia sesuaikan dengan ukuran dan kerumitan produk. Dimana untungnya sampai 40- 50% dari produksi loh.

Strategi pemasaran lewat mulut ke mulut. Seiring jalannya waktu, semakin dikenalnya produknya, maka ia tidak henti mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Kini produknya sudah banyak tersedia di banyak toko ritel modern seluruh penjuru Indonesia. Bisnis ini padahal tidak jauh beda dengan bisnis mebel yang umum.

Mau sukses bisnis mebel anak- anak?

Ia menyarankan kamu untuk berkecimpung dulu. Harus punya cukup pengalaman khususnya memproduksi mebel. Bukan tanpa alasan berbisnis model custom begini butuh seorang pengusaha yang mampu melayani kebutuhan konsumen. Bagaimana menyuguhkan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat nanti.

Butuh keahlian cukup tinggi buat memproduksi mebel anak. Dimana untuk desainya ke arah aneka gambar kartun. Maka Eka sibuk memotong kayu menjadi berbagai macam bentuk toko kartun. Bahan utamanya bernama medium density fiber (MDF), dimana kayunya tidak terlalu berat dan berserat halus.

Gambarnya menggunakan teknik sablon dan cetak printing. Teknik disarankan Eka adalah teknik sablon karena anti- air dibanding printing. Eka sudah memiliki pabrik sendiri di bilangan Batu, Malang, Jawa Timur. Dibantu 40 orang pegawai menyelesaikan permintaan konsumen.

Produksi sekarang Wawan Eka memproduksi 1000- 1500 setiap bulan. Itupun masih belum juga dia bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang mencapai 4000- 5000 setiap bulan.

Tips Pengusaha Bakso Cara Mamazy Frozen Food

Profil Pengusaha Muhammad Aji Budianto 


 
Mencari ciri khas pengusaha asal Bandung ini gampang. Dia memang dikenal sebagai produsen aneka olahan daging. Pengusaha nugget dan bakso, Aji Budianto, mulai merintis usahanya sejak 2012 silam. Ia mengusung bisnis tanpa MSG apalagi bahan pengawet.

Usaha bernama Mamazy dimana diambil dari nama istrinya, Zualehah Hidayati, dan bermodal uang minim yakni Rp.1 juta. Aji memiliki 14 varian produk diantaranya nuget sehat, tahu bakso, bakso sule 2 varian, sosis dan risoles. Rasanya enak karena bersumber dari kombinasi bumbu yang khas.

Produknya mengandung karbonhidrat, protein, lemak, vitamin dalam sayuran, pokoknya Mamazy itu kaya gizi. Lebihnya ya produknya mengandung sayur lebih tinggi. Dengan bantuan Maksindo -yaitu situs jual beli mesin pengolahan- Aji mampu bekerja lebih efektif dan efesien.

Berbisnis nuget dia mampu mengantungi omzet sampai Rp.10 juta hingga Rp.100 juta. Dimana dia bisa mengantungi uang ratusan juta keuntungan bersih.

Pentingnya mesin bakso


Selain nugget Aji juga dikenal sebagai pengusaha bakso. Fokusnya adalah pabrikan bakso, dimana Mamazy fokus di tahu bakso dan bakso langsung seduh. Aji mampu mampu memproduksi banyak sekarang. Dia bertutur sukses usaha bakso bisa disesuaikan sekala yang diinginkan, usaha tidak usah langsung ngoyo buat produksi.

Tidak ada batasan modal dikucurkan menurutnya. Kalau mau menjadi suplier bakso buat penjual bakso atau mall- mall maka akan lebih berat. Pasalnya kamu harus menyiapkan barang, dan pedagang akan bayarnya belakangan kalau terjual. Dengan mesin bakso ratusan bisa dibuat dalam tempo beberapa menit saja loh.

Tetapi tidak semua bakso Mamazy memakai mesin. Contohnya bakso Tabaxe Mamazy, yang mana dia buat dengan tangan sendiri. Kalau modal bisnis bakso terbatas maka fokus pada mesin yang utama dulu buat berproduksi. Contohnya ada meat mixer dimana juga bisa disewakan buat menggiling daging orang lain.

Itung- itung menambah modal bisnis utama lah. Cuma dia mengingatkan bercampurnya daging yang beda kualitas akan berpengaruh dengan bisnis kita sendiri. Jadi perhatikan betul daging bakso yang akan kamu oleh di sana. Untuk rumah produksi Aji menyiasati dengan membangun dua tingkat rumahnya buat pabrik.

Tips penjualan menurut Aji adalah adanya pegawai. Penjualan ke tingkat reseller butuhkan pegawai khusus buat mengerjakan. Bicara tentang marketing jika pengusaha bakso lain memilih waralaba. Maka dia lebih memilih buat menjual melalui online.

Muhammad Aji Budiyanto dan istrinya Zulaehah Hidayati, mulai berpikir berbisnis makanan olahan. Awal mula mereka prihatin melihat santapan si kecil. Karena Zualeahah adalah dokter, mereka sadar betul kalau kandungan bahan makanan bukan buat makanan mengkhawatirkan.

Anak- anak butuh protein untuk masa pertumbuhan. Karena itu merupakan bahan baku anti- biotik atau zat kekebalan. Inilah lahir ide bisnis olahan tanpa MSG. Bermula dari menjual ke tetangga, keluarga, dan teman, akhirnya banyak orang berminat untuk membeli.

Dari sana mereka mulai serius menekuni bisnis makanan olahan. Produk pertama mereka adalah nugget sehat tanpa bumbu masak. Mulai produksi April 2012 silam, yang awalnya bernama SEHATi, kemudian jadi Mamamzy sejak 27 Februari 2013. Produknya juga merambah aneka mie sehat berbahan sayurang juga.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba