Pengusaha Paling Dibenci Amerika Martin Shkreli

Biografi Pengusaha Farmasi Serakah 



Dia dikenal sebagai pengusaha psikopat. Pengusaha pecundang. Adalah monster sampah dan segalanya yang salah dari kepitalisme. Semua berawal dari tindakan Mr. Shkreli menaikan obat AIDS sebesar 5000 persen. Dimana jika perdosisnya dulu cuma $13,50, ditangan Shkreli naik menjadi $750 per- dosisnya.

Dia lantas menjadi target semua orang. Mulai grup pendukung obat terjangkau, polisi, dan terutama dari mereka yang aktif di Twitter. Sebagai catatan bahwa Martin Shkreli dikenal aktif di sosmed. 

Dan faktanya perusahaan lain sebenarnya sama menaikan harga. Bedanya Shkreli dianggap terlalu arogan menantang masa. Dengan gaya "slengean" dia menjawab kritikan tersebut. Meski ujungnya dia setuju untuk menurunkan. Akhirnya dia tetap menjadi target hinaan. Dari sekedar ucapan kotor saja, juga mendapatkan ancaman. 

Bahkan ujungnya ia dituduh melakukan penggelapan. Padahal Shkreli sudah dikenal memiliki catatan kriminal tersebut. Mungkinkah pemerintah dan investor sengaja? Apakah mereka mencoba menutup mulutnya agar tidak lagi membuat kegaduhan dan menyoroti bobroknya bisnis farmasi Amerika. Entahlah.

"Saya selalu ingin memulai perusahaan publik dan membuat banyak sekali uang," satu quote Shkreli.

Niat usaha tulus


Terlahir sebagai keturunan imigran Albania dan Croasia, yang mana mereka cumu bekerja jadi cleaning service. Dia terlahir di Coney Island Hospital, Brooklyn, punya dua saudara perempuan, dan saudara laki- lakinya komunitas pekerja (buruh.red) di Sheephead Bay, Brooklyn.

Dia terlahir Kristen Katolik, sejak kecil sudah masuk sekolah Minggu, dan Shrekli kemudian masuk ke sekolah Hunter Collage High School. Shrekli kemudian putus sekeloh. Bukan karena uang loh. Tetapi ia merasa tidak berminat sekolah. Meski begitu dia bermimpi menjadi orang besar -menjadi orang kaya.

Karena memiliki kecerdasan, bahkan ada orang menyebutnya jenius, ataupun bocah nakal biasa. Dia bisa mendapatkan program diploma. Hingga akhirnya dia dapat bekerja menjadi internship Wall Streets. Ia memasuki dunia keuangan lewat Cramer, Berkowitz and Company.

Waktu itu umurnya masih 17 tahun loh. Ketertarikan akan kimia datang ketika seorang saudara sakit. Ia mengatakan kepada Vanity Fair bahwa saudaranya tersebut butuh obat depresi. Makanya ketika dia mulai bekerja di Cramer, mulailah dia membidik saham- saham farmasi.

Dia lantas merekomendasikan sebuah perusahaan farmasi. Shkreli sangat percaya bahwa harga sahamnya akan jatuh. Pada 2013, perusahaan bernama Regeneron Pharmaceuticals tengan mencoba obat diet, dan Shkreli waktu itu, masih 19 tahun, memprediksi mereka akan gagal dan harga sahamnya akan jatuh.

Prediksi anak 19 tahun tersebut nyatanya betul. Bahkan pihak berwajib sempat curiga. Ia mulai diintrogasi tetapi tidak menemukan apapun.

Memasuki umur 20 tahun, pada 2006, dia sudah memiliki perusahaan sendiri bernama Elea Capital Management. Shkreli memang dikenal ahli dalam memainkan saham perusahaan obat.

Perusahaan bioteknologi


Dia juga dikenal aktif dalam hal membuat gosip. Membuat gosip tentang perusahaan bioteknologi atau farmasi. Di umurnya ke 20 tahun, sudah membuat pihak kesehatan terkait bergerak, dengan cara cerdiknya mampu menarik Food and Drug Administration untuk tidak menerima obat buatan perusahaan tersebut.

Ada beberapa pegawai menuntutnya membayar upah. Katanya nih, dia bekerja serakah, segala tindakannya di pasar saham hanya untuk menutup investasi. Para investor dibuatnya "senang" dan akhirnya dia memiliki lebih banyak keuntungan.

Namun perlu dicatat, bahwa Mr. Shkreli memiliki kecerdasan tinggi, dalam hal percakapang terutama akan bidang pengetahuan alam. Tanpa belajar formal seolah- olah dia mengetahui semua. "Kamu akan memberi dia buku kimia, dia akan mengembalikan buku tersebut dalam sembilan bulan dengan hafalan sempurna."

Diantara kesibukannya menjadi direktur hedge fund. Sang investor jenius mampu menciptakan gebrakan sendiri. Perjalanannya Shkreli mampu membuktikan dia bukan sekedar investor.

Dia menciptakan obat Retrophin. Yang mana merupakan obat berbasis teknologi protein untuk penderita kekurangan protein. Dia belajar sendiri tentang biologi. Kemudian diberi nama "recombation dystrophy" atau Retrophin. Yang kemudian berkembang menjadi perusahaan bioteknologi spesifik menangangi itu.

Dari menjadi manajer hedge fund, direktur hedge fund, lantas menjadi pemimpin perusahaan. Perjalanan yang dianggapnya tidak mudah. Dia menjadi "dewasa", keinginan terbesarnya bagaimana menyembuhkan berbagai penyakit dan menyelamatkan lebih banyak anak.

Diterima FDA, saham perusahaan miliknya naik sampai 230 persen, dari harga saham $23, yang kemudian turun drastis jadi $12. Namun dia sudah mendapatkan untung pasar sampai $300 juta. Justru ketika saham turun Shkreli membeli saham perusahaanya sendiri. Inilah awal dia menjadi orang kaya raya berkat pasar saham.

Banyak orang menyebutnya jenius. Dimana dia mampu menaikan saham, memutar di pasar saham, dan ia membeli ketika sudah jatuh. Dalam perjalanannya ia kemudian matang melalui kuliah lagi, jurusan Bisnis dari Baruch Collage. Kemampuanya dan kenakalannya semakin menggila terutama di sosial mediaTwitter.

Ia memiliki 3.500 pengikut aktif, dan tidak malu menunjukan rasa suka dan tidak suka. Disis lain, banyak peneliti yang menggunakan Retrophin, sepakat bahwa dia harus mendapatkan penghormatan walau dia tidak memiliki dasar keilmuan. Mereka menyebut idenya original, dan akan menyelamatkan banyak nyawa.

Banyak tuntutan


Elea Capital Management dianggapnya tidak sukses besar. Bahkan, pada 2001, dia dituntut oleh Lehman Brother karena penipuan. Katanya dia memilih saham, tetapi memilih investasi ke saham lain. Untuk itu dia kehilangan uang investor, termasuk Lehman Brother.

Ketika Lehman Brother menang dan Shkreli harus membayar $2,3 juta. Sayangnya, ketika hakim meminta penyitaan, perusahaan Lehman keburu bangkrut dan tidak jadi mengambil tuntutan. Selamat dari kejadian tersebut Shkreli makin berjaya dengan Retrophin.

"Saya akan membayar semuanya sekarang jika mereka mau," ujarnya bercanda setengah mengejak. Meski reputasi dikenal "buruk", nyatanya, investor masih percaya dan memberikan dukungan untuk membangun perusahaan hedge fund baru.

Dia mengerjakan perusahaan bernama MSMB Capital Management -berasama teman kecilnya Mark Biestek. Yang mana fokus mengerjakan aneka trading berjangka pendek.

Ia fokus di saham perusahaan kesehatan. Ia tidak sekedar buat membuat harga saham turun lalu dibeli dan dijual. Bayangkan dari mulutnya mampu membuat pihak perusahaan meradang. Pasalnya dia tanpa tedeng aling- aling dia mengajukan nota keberatan terhadap suatu obat ke FDA.

Waktu itu, di 2010, dia menulis surat ke FDA menolak obat insulin perusahaan, MannKind of Valencia, Calif. Dengan sadar dia memperlihatkan niatnya akan saham mereka. Mantan rekan kerjanya menyebut Shkreli paham akan obat. Lebih tepatnya paham akan obat apa yang disertifikasi, lalu mengambil untung disana.

"Adalah seseorang yang menunjukan talenta sejati menggali ribuan lembar halaman hasil pengobatan, dan sangat paham apa yang dia baca," ujar mantan rekannya di MSMB Capital.

Tahun 2011, dia menggunakan uang perusahaan, senilai $3 juta untuk membangun Retrophin. Menurutnya untuk Retrophin dia sangat bekerja keras. Bayangkan tak jarang dia tidur di lantai perusahaan. Tidak juga sikatan gigi serajin sebelumnya. Dia dengan bangga menyebut dirinya obsesif terutama tentang medis.

Dia sibuk dengan jurnal kesehatan ditangan di kantor. Dia begitu ingin "membahagiakan" investor. Dalam sebuah kesempatan dia terlihat cuma memakai sandal. "berputar- putar dengan sandal berbulu dengan alat stetoskop diantara lehernya," jelas Geller, menyebutnya sang CEO seolah berimajinasi berstatus M.D.

Geller sempat menegurnya buat sadar. Tetapi Shkreli menyela dirinya nyaman dan sedang bekerja. "Orang jenius biasa melakukan hal aneh," paparnya. Dia dikenal memegang beberapa paten obat.

Salah satunya Chenodal, yang mana dia lantas menaikan harganya sampai margin 10%, untuk menutupi ini tidak jarang dia menggunakan motif sosial. Seperti pada satu kesempatan, ada sekeluarga tengah kesulitan untuk transplantasi liver.

Ia langsung berangkat ke Venezuela mengunjungi mereka di satu kesempatan. Dia menyebut perusahaanya membantu orang. Dia dan Retrophin membantu menyuplai obat gratis yang mana obatnya tidak Retrophin produksi. Membuat seolah apa kenaikan harga obat, akan kembali ke tangan yang berhak.

Dia dikenal suka mendekati peneliti obat. Ia membantu mereka tidak cuma uang tetapi juga ide. Contoh ketika dia mengajak pria bergelar Ph.D. mengerjakan obat khusus. Namun teori si peneliti kurang mantap menghasilkan obat. Kemudian anak muda ini datang, percaya diri, dia menyajikan satu trik dia pelajari.

Shkreli tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Dia paham tentang biologi dan kimia. Shkreli cuma butuh seseorang membuktikan teorinya benar. Ia menyebutkan Shkreli memiliki ketulusan akan usaha dijalankan dia. Tidak jarang pria 25 tahun itu datang ke lab miliknya. "Dia seorang kutu buku, seperti saya sendiri."

Dia menggunakan perusahaan Retrophin untuk penyakit langka. Tujuannya mengambil jarak ke kebutuhan akan obat tertentu -dan mengambil untung. Dia kemudian dilaporkan karena diduga melakukan kekerasan psikologi lewat sosial media tahun 2013 silam.

Perusahaan baru


Dia juga mendapat tuntuan ketidak loyalan. Menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan lainnya. Untuk satu ini dia dikeluarkan dari perusahaan Retrophin. Namun Shkreli sudah memiliki namanya sendiri dari hak paten dua obat khusus Retrophin. Tidak masalah, begitu pergi dari perusahaan ia membuka perusahaan baru.

Turing Pharmaceuticals diluncurkan pada Februari 2015. Dia membawa beberapa orang manajamen dari Retrophin.Inc dan tentu beberapa investor. Bisnisnya, katanya fokus mengobati penyakit serius dengan sedikit opsi lain.

"Setelah ditendang perusahaan saya sendiri, saya bangkit membangun perusahaan lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya."

Uang dihasilan Turing sangat besar. Semua karena ambisi Shkreli mendapatkan paten obat yang berumur 62 tahun, yaitu Daraprim. Obat tersebut terutama dikenal buat mengobatai AIDS. Karena obatnya kuno, itu tidak memiliki perlindungan paten, namun karena kebutuhan sedikit, perusahaan tidak mau memproduksi.

Turing membayar $55 juta untuk mendapatkan paten dari Impax Laboratories, sebuah perjanjian jual- beli yang tentu akan menaikan harga obat. Sebagai catatan obat ini bersifat generik. Tujuannya ambil alih ialah agar Impax tidak menjual di toko biasa. Maka dari generik, obat tersebut menjadi susah buat dikopi dari aslinya.

Alhasil, obat Daraprim, menjadi obat khusus tanpa pembanding. Bulan Juli, Impax kemudian melepaskan diri sebagai disributor, ujungnya begitu Turing mendapat paten, mereka langsung menaikan harganya jadi sangat tinggi. Dari $13,5 per- tablet menjadi $750 per- tablet, hingga membuat semua orang marah besar.

Perusahaan memiliki dua obat utama: Deraprim dan Vecamyl, yang mana merupakan obat hipertensi. Dia sendiri mengakui menaikan obat Deraprim tinggi. Alasanya karena obat tersebut sangatlah terspesifikasi -dibanding sebelumnya begitu umum. Ia mengistilahkan sebagai Aston Martin yang dijual seharga sepeda.

Shkreli menerima kritikan semua orang. Meski begitu caranya begitu "nakal". Dengan keras dia menyebut media menghakimi dia. Shkreli tidak akan menanggapi mereka dengan jari telunjuk atau jari kelingking. Dia akan menunjukan jari tengahnya (secara tersirat.red) kepada semua media diluar lewat video langsung.

Namun begitu masuk wawancara langsung. Dia malahan berbicara lebih sopan. Dia setujua menurunkan harga sesuai kesanggupan umum. Dia akan mendapatkan untung sedikit. Sayangnya, sebelum sesuatu jadi normal kembali, anak muda kecintaan Wall Streets ini ditangkap oleh FBI atas serangkaian penipuan.

Apakah pemerintah dan para politisi sudah bosan dengan Sang Anak Farmasi ini. Apakah dia tidak lagi asik menghasilkan keuntungan bagi investor. Tidak tahu.

Petani Gila Tanam Pepaya Calina di Tanah Gersang

Profil Pengusaha Abdul Qohar



Tanah Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, memang dikenal sangat tandus. Desa yang terletak di kawasan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, susah ditanami tanaman. Sukar memang tetapi masyarakat sekitar tetap memilih tetap bertahan. Mau- tidak mau mereka tetap menanam padi, jagung, ataupun tembakau.

Seketika terjadi kegegeran disana. Seorang pria bernama Abdul Qohar, datang mencoba mendobrak tradisi pertanian setempat. Ujungnya Qohar dianggap gila, pasalnya tanaman umum saja susah ditanam, apalagi Qohar mau menanam pepaya.

Tiga tahun dirinya mencoba membuktikan. Bahwa tidak melulu padi atau jagung, apalagi tembakau karena pepaya juga bisa. Namun sorot mata sinis tidak berhenti. Pepaya masih dianggap komoditi sampingan. Ia mengakali ini dengan pepaya Calina.

Bisnis gila


"Saya dianggap gila waktu itu," kenang Qohar. Pilihan Qohar ternyata tidak salah lah. Ketika dia mulai asik menikmati bisnisnya sekarang, banyak petani lain mulai mengikuti jejak Qohar.

Memang butuh waktu sampai tiga tahun lebih. Dan kesabaran Qohar membuahkan hasil. Untuk lebih maju mereka lantas bergabung bersama Qohar. Mereka membentuk kelompok tani. Namanya kelompok tani Godong Ijo Sejahtera. Awalnya mereka cuma memiliki 32 orang anggota.

Disanalah mereka menampung hasil panen. Usaha pepaya Calina makin matang. Mulai banyak petani biasa kepincut. Apalagi semenjak satu perusahaan membidik budidaya mereka. Mereka bermitra dengan satu distributor buah- buahan, Negeri Hijau.

Anggota mereka bahkan sampai 112 orang. Petani sudah memiliki pemasukan tiap minggu. Informasi sedikit pepaya Calina dapat dipanen dua kali dalam seminggu. Menurut data terbaru sudah ada 15 hektar tanah ditanami pepaya Calina. Sampai daerah tersebut dikenal penghasil ketiga terbesar di Jawa Timur.

Menurut Negeri Hijau, daerah kering memiliki potensi besar pepaya Calina. Perusahaan distributor ini mencakupi distribusi pepaya Calina sekitar Jawa. Potensinya besar memungkinkan buat ditanam di kawasan luar Jawa. Karena produk Qohar dan kawan sudah punya brand maka mereka fokus menjaga.

Menurut hitungan, tanah seluas 1 hektar, jika ditanami 1.520 pohon akan menghasilkan omzet mencapai Rp.18 juta. Hebatnya si Calin dibanding pepaya lain, angka segitu sudah dipotong hitungan kegagalan buat menanam. Banyak kan? Mangkanya sekarang Abdul Qohar sudah dikenal jutawan di daerahnya.

Nama Christian Indra Dibalik Dong Alo

Profil Pengusaha Cakalang Menado


 
Usaha tidak keluar uang banyak. Kira- kira begitu kita orang mencari di Google. Nah, berikut kisah yang cocok buat kamu, dikutip dari Detik.com: Kisah pengusaha muda bernama Christian Indra. Pengusaha mantan pegawai ini merubah uang seratus ribu menjadi puluhan juta.

Caranya dia memanfaatkan momen. Dimana banyak makanan siap makan, disanalah ada produk miliknya yang bernama cakalang asap. Siap saji, dimana bermula tahun 2015 lalu, mantan pegawai data analisa ini menganalisa kebutuhan makanan siap makan tinggi.

Ide simple


Suatu ketika Christian habis saja gajian. Tergelitik dia berpikir, "...enak kali ya kalau kita ngeluarin uang, tapi punya pemasukan lain." Ketika itu Christian langsung mengutarakan niat. Sedikit ngobrol barang istri kemudian dengan mertua. Kan mertuanya asal Manado, lalu muncul ide membuat usaha cakalang.

Ikan cakalang diasap lantas disuir. Uang Rp.100.000 digelontorkan. Uang tersebut menjadi beberapa buah ikan cakalang asap. Kemudian Christian mulai memasarkan itu ke teman sekantor. Dia mulai pasarkan ke sana dan sini. Bukusnya pakai botol plastik, masih sangat sederhana pada 2015 itu.

Uang Rp.100 ribu dapat cakalang asap 5 botol. Dan kesemuanya laku tidak tersisa. Kemudian Indra lalu meyakinkan agar memperbanyak produknya. Pengembangan termasuk juga yakni kualitas produk dan juga cara memasarkannya.

Cita rasa dirasakan memang paling berpengaruh. Mau sebagus apapun kemasan, kalau rasanya tidak bikin ketagihan percuma. Tambahan lain adalah menyadarkan nilai gizi dalam kemasan. Inilah cara marketing jitu ala Christian Indra. Bagaimana sih caranya agar produk tetap bertahan lama, tapi tanpa bahan pengawet.

Cara lain ditemukan ialah lewat cara vakum. Sterilisasi bakteri agar tidak mudah basi. Kemudian tambahan lain yakni proses pengasapan. Pria kelahiran 1985 ini memang membuat ikan sekering mungkin. "Saya asapi, menggunakan arang, dan dibakar manual."

Bahan baku dia cari ke Pasar Kramat Jati. Proses mencari bahan bumbu dan ikan fresh dirasakan paling susah. Trik buat kamu pengusha tetapi masih bekerja: Dia datang pada hari Sabtu- Minggu. Proses mencari dilakukan sendiri. Proses nego dilakukan di tempat. Lalu proses memasak juga dilakukan sendiri ya.

Ia lantas memberi nama Dong Alo, Cakalang Khas Manado. Proses marketing cuma mulut ke mulut. Lalu ketika mulai banyak pembeli. Christian masuk ke ranah sosial media, mulai Facebook, sampai Instagram. Penjualan naik sampai 800 kemasan per- bulan. Harga jualnya dibandrol Rp.17.000 sampai Rp.20.000.

Ia mengatakan akan lebih fokus. Pengembangan produk Dong Alo harus lebih. Kalau rencana sih dia ingin membuka usaha lain. Sementara fokus mengerjakan usaha Dong Alo. Ia ingin fokus penuh setiap waktu dulu ke bisnis cakalang. Titik triggernya ketika sudah sampai penjualan 1000 kemasan per- bulan.

Buka Usaha Diusia 40 Tahun Penyewaan Truk

Profil Pengusaha Bakti Lesmana 



Mungkin dia sudah tidak muda lagi. Kekuatan fisik yang mulai menurun justru alasan tepat. Di umurnya ke 40, Bakti Lesmana, mencoba meyakinkan sang istri bahwa mereka bisa membuka usaha. Meski awalnya meragukan dengan cerdik Bakti mampu meyakinkan istri.

Hidup seorang pria dimulai ketika umur 40 tahun. Sebuah istilah populer oleh penulis Walter B. Pitkin, dengan bukunya berjudul "Life begin at forty". Titik bali Bakti tidak lah mudah. Sekali lagi penulis menulis bahwa menjadi pengusaha diusia tidak muda, sangatlah sulit.

"Saya saat itu berpikir, kalau tidak sekarang terus kapan lagi," jelasnya. Tenaga semakin lemah ketika usia menua. Di umur 40 tahun pada tahun 2014 diputuskan bahwa dia akan berwirausaha.

Meyakinkan keluarga bukan perkara mudah. Terutama sang istri karena mereka bakal "hidup susah". Istri langsung tidak setuju loh. Dia tidak setuju Bakti memilih resign. Niat mengundurkan diri dan membuka usaha sendiri langsung ditentang.

Ketika itu ia masih bekerja di jasa trucking di Jakarta. Yang mana hasilnya lumayan gajinya bagus cukup buat menghidupi keluarga. Bahkan gajinya tujuh kali UMK Jakarta sewaktu itu. Besa gaji dirasa tidaklah cukup.

Meyakinkan istri dia punya cara. Yakni bahwa sebagian besar uang, ya baik dari uang tabungan, uang jasa perusahaan, dan uang jaminan tenaga kerja, sebagian besar akan diberikan ke istri. Ini guna meyakinkan bahwa ketika bisnis Bakti gagal. Mereka akan masih memegang uang agar tetap dapat bertahan.

Di benak Bakti kewirausahaan merupakan jalan pensiun mereka. Ketika tenaga tidak lagi dibutuhkan oleh perusahaan.

Modal pengalaman


Menjadi pengusaha diusia tidak muda. Memiliki kelebihan soal pengalaman di bidang yang ditekuni. Besar gaji memang mencukupi. Tetapi kewirausahaan tidak mengenal batasan waktu. Contohlah kolonel Sanders yang sukses karena ayam goreng. Ia lantas membuka usaha jasa penyewaan truk di Jakarta.

Dia mengajak dua teman di kantornya dulu. Mereka bekerja bersama penuh optimis. Karena ya mereka sudah memiliki pengalaman dibidang truk. Ketiga orang ini lantas sama- sama  menanamkan modal. Yakni Rp.25 juta masing- masing. Uang tersebut digunakan sebagai sewa kantor serta mengangsur truk.

Perusahaan mereka lantas diberi nama United Transport Partner (UTP). Tidak meleset keyakinan mereka betiga. Dalam kurun waktu relatif singkat. Ketiga kawan ini mendapatkan klien pertama yakni operator seluler untuk mengirim barang ke Jakarta dari Bekasi.

Mereka akhirnya dapat tersenyum mengembang. Namun, senyum di bibir mereka tidak dapat bertahan lama. Cuma beberapa jam saja setelah pengiriman barang. Pengiriman peralatan BTS berujung tekor. Ia tidak menduga adanya biaya tidak terduga.

Dari sewa Rp.900 ribu tidak cukup membiayai kebutuhan di lapangan. Pasalnya ada preman dan warga setempat meminta ongkos penurunan barang Rp.2 juta. Dimana sopir mereka sempat dikepung karena enggan mengeluarkan biaya tambahan tersebut.

Bekerja di perusahaan penyewaan truk selama 13 tahun. Faktanya tidak semudah diharapkan. Hafal tentang bisnis penyewaan tetapi tidak fakta di lapangan. Ketika dia bekerja di perusahaan dulu, tidak ada tuh yang namanya uang preman, pasalnya perusahaan mereka mengirim barang konsumsi.

Tidak cukup satu masalah datang tiba- tiba. Masalah kedua datang adalah truk miliknya jatuh di tol. Biaya evakuasinya tidak sedikit. Untung berlipat ternyata cuma bertahan beberapa saat. Kalau dihitung sejak ia membuka usaha, barulah untung Rp.900 ribu. Artinya ke empat orang akan mendapatkan Rp.300 per- tiga bulan.

Atau, Bakti berarti hanya menghasilkan Rp.100 ribu. Bakti sempat berpikir akan berhenti. Untung rekan satu kerjanya memiliki tekat. Dalam hati Bakti ada perasaan terlanjur. Sudah tercebur daripada tenggelam kan lebih baik mencoba berenang ke atas. Akhirnya Bakti tetap melanjutkan usahanya apapun terjadi.

Lebih serius Bakti melempar proposal ke aneka perusahaan lain. Sebanyak mungkin dia mencoba meraup klien baru. Usaha jemput bolah ini ternyata nampak hasil. Beberapa orang kemudian ikutan bergabung, dengan sudah membawa truk dan supir sendiri.

Bakti lalu mulai fokus mencarikan klien baru buat armada baru. Sistem buatanya teruji mampu menarik klien baru. Menjaga kepercayaan merupakan kewajiban. Kepercayaan klien baru menumbuhkan semangat bekerja. Tambah armada membuat usahanya semakin berkembang.

Bayangkan omzet mereka tahun pertama Rp.500 juta. Tahun kedua naik sampai Rp.2 miliar, sampai tahun ketiga Rp.3,5 miliar. Tahun empat malahan naik pesat sampai Rp.7 miliar. Kunci sukses bisnis menurut dia adalah berusaha baik. Manajemen harus baik dan fair dalam pengelolaan klien mereka.

Kunci lainnya terletak kepada pelanggan. Mereka merupakan sumber pendapatan. Nah, yang ketiga, tidak kalah penting yaitu menjaga sopir mereka. Bisnis mereka melayani banyak perusahaan kelas kakap, sebut saja APL Logitic, Santa Fe Relokasi, Heinz ABC, Thai Airways, The Asia Foundation, Roberto Desain.

Angka 70% klien mereka merupakan perusahaan multi- nasional. Dan sisanya atau 30% nya merupakan perusahaan lokal. Meskipun UTP memiliki grafik menanjak; ia tidak berpuas hati. Armadanya ditargetkan sampai 100 truk, atau 17 armada truk sendiri dan 47 merupakan armada rekan, dimana 6- 7 tahun kedepan.

Bukanlah target mudah. Namun Bakti meyakinkan dirinya akan mencapai. "...mewujudkan dengan kerja keras dan kesungguhan," tuturnya.

Lapis Lanang Bogor Usaha Ibu Rumah Tangga

Profil Pengusaha Noor Rafita 


 
Tidak mudah bagi Noor Rafita menjadi ibu rumah tangga. Ia sempat bekerja menjadi dosen. Kini setelah ia jenuh akan rutinitas ibu rumah tangga. Noor tidak tanggung- tanggu kembali bekerja. Dia kini dikenal luas sebagai pengusaha wanita mumpuni.

Ketika menjadi pengajar di kampus, sang suami sempat merasa dia terlalu sibuk. Untuk selanjutnya dia berharap Noor fokus ke anak- anak. Masuki kedua anaknya tumbuh duduk di bangkus kelas 3 dan 6 SD. Ia lantas mencoba mencari kegiatan tambahan.

Apalagi kalau bukan Noor menjadi pedagang online. Dijualnya sepatu, baju, tas, dan aksesori wanita lewat online. Namun ternyata kok tidak gampang. Keribetan berjualan online tidak cocok bagi Noor. Tidak puas juga datang karena dia jualan barang orang lain.

Bosan menganggur kembali. Ia teringat bahwa punya keahlian. Noor kan bisa membuat kue sendiri. Inilah jalan Noor berbisnis kue lapis.

Bisnis lanang


Ia merasa jenuh jualan milik orang lain. Nah, ketika itu di Bogor tengah tren makanan lapis, inilah pilihan bisnis Noor akhirnya. Awal dia membuat lapis talas seperti orang banyak. Justru ketika dia membuat lapis nangka lah bisnisnya meroket. Mulai dari keluarga, tetangga, kemudian menyebar menjadi menu pilihan.

Kue buatan Noor mendapatkan respon positif. Lanjut bisnis Noor kemudian diberi nama LaNang atau kepanjangan lapis nangka. Melalui online menjaring banyak masyarakat Bogor. Lapis nangka Noor bahkan sampai di Papua.

Keahlian bisnis online membuat dia makin laris. Mendorong dia membuka toko sendiri. Pada April 2014 dibukalah toko kue Noor pertama. Yakni di JL Pandu Jaya No.66, Perum Indraprasta, Bogor. Tidak cuma kue nangka juga aneka kue termasuk kue ulang tahun.

Toko Rafika's Cake ini merupakan perwujudan keingan pelanggan. Untuk menghemat tenaga di lantai dua ada tempat pembuatan kue langsung. Beberapa tahun lalu, ketika orang tengah asik menikmati lapis talas. Noor menciptakan tren baru. Kue lapis nangka ternyata lebih wangi, dan teksturnya lebih lembut.

Padahal menurutnya, Bogor merupakan penghasil nangka terbesar di Jawa Barat. Kan belum ada tuh jenis olahan nangka sebelumnya. Dimulai sejak 2012, ia mulai mencoba eksplorasi, bermodal Rp.5 juta sudah bisa berbisnis sendiri. Jerih payah Noor menghasilkan omzet Rp.20- 30 jutaan atau juga setara 800 bungkus/bulan.

Harga perkardus adalah Rp.35 ribu berat 450gr. Aneka rasa mulai pandan, vanila, coklat, dan rasa original. Namun yang paling laku rasa pandan. Untuk daya tahan sendiri mencapai 5 harian. Bisnis kue Lanang ini terbilang lancar hanya dua tahunan saja.

Waktu dua tahun sudah termasuk sulitnya pemasaran. Jadi buat kamu pengusaha muda jangan patah arah. Ia memberikan bocoran, yakni lewat sistem konsinyasi atau sistem titip. "Tapi karena merugi, sekarang pakai sistem beli putus," paparnya.

Kue lanang dijual dari mulut ke mulut. Lewat sosial media, seperti Facebook, Twitter, lantas terbang ke Papua. Hasilnya adalah empat outlet termasuk di Sentul Vaganza, Tole Iskandar, Terminal Barangansiang, Jalan Pajajaran.

Dia mempekerjakan sepuluh orang. Tujuh orang pegawai tetap. Sementara asik berbisnis, Noor tidak lupa akan tugas ibu rumah tangga. Walaupun usaha sudah sangat besar. Dia bekerja kalau anak- anak sudah ke sekolah. Ketika sampai di toko, beberes, kemudian siap- siap pulang bareng anak.

"Jadi keluarga tetap yang nomor satu," tuturnya. Ketika ibu- ibu sibuk bergosip, Noor malah telah asik menekuni jabatan baru yakni pengusaha kue lapis, sementara masih bisa menjaga anak- anaknya.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba