Wak Doyok Dicaci Maki Makin Banyak Rejeki

Profil Pengusaha Mohd. Azwan Md. Nor


 
Mungkin nama Mohd. Azwan Md Nor itu terdengar asing. Pria 34 tahun ini memang lebih dikenal bernama Wak Doyok. Menurut berbagai sumber, kisah awal hidup Azwan memang penuh kesukaran. Di tahun 2010 katanya dia pernah menjadi kuli bangunan. Dan, satu foto membuktikan kegetiran hidupnya itu, benar- benar susah.

Kini dia dikenal sebagai usahawan Malaysia. Juga selebriti Instagram yang bergaya menggegerkan dunia. Itu semua berkat jambang unik serta gaya trendi. Dia dikenal memiliki berbagai usaha seperti krim jambang, kopi, krim pomade, sampai clothing line sendiri bergaya Inggris.

Dia dikenal akan gayanya di Instagram. Tampil trendi berpakaian ala gentleman, atau budaya mob lebih tepat kita mengartikan. Sukses menjadi ikon trend setter, usaha tempat cukurnya juga telah menyebar ke seantero Malaysia. Namun siapa sangka sosoknya pernah mendapatkan penolakan dari masyarakatnya sendiri.

Ketika penulis mengusut ternyata ada perasaan tidak cocok. Gayanya sempat dianggap tidak cocok akan budaya Malaysia. Padahal banyak anak muda berminat tetapi menafikan hal tersebut. Hanyalah Wak Doyok tidak mau sekedar bicara. Ia justru menunjukan itu ke halayak ramai dan siap menjadi bahan cemooh orang.

"Saya malas berpikir apa yang orang pikirkan mengenai saya. Apa yang paling penting saya tidak menganggu hidup orang lain," tandasnya.

Dia tetap menjalankan gayanya. Mengupload aneka foto bergaya bak selebriti berjaya. Padahal waktu itu, dia masih bukanlah siapa- siapa. Pokoknya Wak Doyok tidak mau hidup memuaskan hasrat orang banyak. Ia fokus membahagiakan diri sendiri dulu. "...itu lebih baik dan mendatangkan banyak faedah," ujarnya lagi.

Nama hoki



Siapa sangka adanya nama Doyok membawa keberuntungan. Semenjak bekerja menjadi kuli tahun 2000 -an, dia sudah dipanggil Doyok oleh kalangan teman. Lantaran tubuh kerempeng serta wajah culunnya mirip dengan artis asal Indonesia. 

"Kebetulan saya sendiri keturunan jawa," imbuhnya. Ya, pikiran kita memang benar, nama Azwan sekarang memang terinpirasi dari film Doyok dan Kadir. Waktu itu film Doyok dan Kadir tengah jaya- jayanya di Malaysia era 1980- 1990 -an. "nama itu tidak mendatangkan masalah bagi saya."

Bekerja sebagai kuli Azwan mengaku pernah tidak tidur selama tiga hari. Padahal dia digaji sangat kecil dan tidak sebanding akan kerja kerasnya. Dia bekerja di kawasan dermaga Port Klang. Setiap hari dia kenyang memandangai muatan diturunkan dari kapal.  

Sampai di tahun 2008, Azwan diberhentikan oleh tempatnya bekerja, pria kurus ini lantas mulai dijauhi oleh kawan- kawannya.

Hidupnya sukar dibuang teman karena pengangguran tanpa uang. Uang tidak cukup buat makan sehar- hari hilang. Padahal gajinya saja cuma 5 ringgit Malaysia per- jam. Diantara masa itulah dia mulai menumbuhkan rambut jambang. Berita gembira ketika dia bisa mendapatkan pekerjaan sambilan di Butik Ben Sherman.

Ia mendengar butik asal Inggris tersebut akan hadir di Malaysia. Azman segera bertolak ke sana, tetapi apa daya dia baru saja kehilangan kendaraan. Lantaran Azman gagal bayar cicilan maka jadilah dia berjalan kaki ke sana. "...kendaraan saya ditarik karena sudah lebih dari empat bulan tidak bayar," kenang Wak Doyok.

Dia berjalan lima kilo meter sampai ke tempat butik di Bangsar, Malaysia. Sesampainya disana malah ditolak karena penampilan tidak cocok. Maka Azman cuma pulang bertangan hampa kembali jadi kuli. Dia pernah bekerja menarik lori. Bahkan dia pernah bekerja menjadi montir serabutan demi kebutuhan hidup.

Tidak mau berputus asa, Azwan kembali ke butik tersebut kedua kalinya. Beruntung karena dia sudah mulai merubah penampilan. Semua berkat uang tabungan segala usahanya agar bergaya. Hasilnya, Azwan akhirnya mendapat keinginannya bekerja, dan mendapatkan gaji besar yakni 1200 ringgit Malaysia.

Masuk ke Ben Sherman ternyata sudah direncanakan sejak awal. Dia memang ngebet ingin memasuki dunia fashion. Memang butik ini dikenal akan gaya vintage mod -seperti dikenakan Wak Doyok sekarang. Mereka bekerja sejak 1963, menghasilkan produk seperti sepatu, pakaian, jas, dan aksesori lawas khas 50- 60 an.

Bekerja keras


Penampilan memang sangat mempengaruhi hidup Azwan. Pertama kali mendaftar Ben Sherman, dia ditolak seketetika karena penampilan. Dia langsung mencari tau segala sesuatu tentang fashion disana. Mengambil rujukan pria berjambang khas model perusahaan tersebut.

Dia mengambil rujukan jambang David Beckham. Azwan meski berjembang tetap saja tidak percaya diri. Alasannya karena merasa wajah tidak pantas berjambang. Ketika diterima malah dia mendapatkan banyak pujian. Sejak itulah, Wak Doyok percaya diri akan jambangnya dan mulai belajar merapikan jambangnya.

Cara merapikan jambang menurut Wak Doyok: Rapikan jampang dua hari sekali agar rapat. Rapikan agar tumbuh menyesuaikan struktur wajah. Ia juga mengikuti berbagai petuah orang tua. Termasuk mengelapnya dengan tangan kanan selepas makan. Menurut Wak Doyok inilah salah satu alasan jambang tumbuh subur.

Azwan merapikan jambang dua hari sekali. Terutama mencukur bulu dibawah dagu. Kumis lentik dipotong agar rapih tidak terlalu panjang. Perlu ketelitian begitulah penjelasan Wak Doyok. Maka dia lebih senang merawat sendiri di rumah dibanding ke salon. Semua agar jambang bersih tidak nampak kotor dan jorok.

Wak Doyok menjelaskan kotor akan terlihat utama selepas makan. Pertama kali menumbuhkan jambang itu dia mengalami sedikit kesulitan. Agar tidak gampang kotor, makan pun ditangani lewat sumpit atau garpu. Ia juga membuat produk perawatan sendiri. "Beberapa produk saya beli dari seorang teman di Singapura."

Salah satunya menurut dia adalah wax khusus pelentik kumis. Untuk jambangnya, dia membeli di salon milik penyanyi Joe Flizzow, Joe's Barbershop. Ia menjelaskan produk seperti ini sulit ditemui kecuali dari daratan Eropa. Bagi warga Malaysia gaya semacam itu masih baru, meski begitu banyak anak muda mau mencoba.

Sebagai anak muda tentu Wak Doyok sadar sosial media. Termasuk Instagram, makalah dia asik berselfi ria mengenakan pakaian disukainya. Banyak respon positif tetapi banyak juga negatif, bahkan mulai memaki Wak Doyok beraneka macam, seperti hal perusak generasi lewat seleberan di penjuru Bukit Bintang dan Malaysia.

Adapula bermunculan hastag #wakdogol atau #seranggaperosak. Tetapi justru inilah efek viral sehingga dia mendapatkan lebih banyak perhatian. Sebuah viral marketing tidak sengaja memantapkan kesadaran. Wak Doyok mulai menyadari akan potensi dibalik gaya unik berjambang.

"Sedikit banyaknya, insiden itulah yang memperkenalkan saya ke seluruh Malaysia meskipun berbaur dengan tanggapan negatif," kenang Azwan.

Dicaci maki malah semakin sukses. Itulah kira nasib Wak Doyok dituduh macam- macam. Selain dia sukses merambah dunia hiburan Malaysia. Dia merambah bisnis restoran Thailand bernama Dulang Mas Cafe, yang diresmikan Oktober 2015, bekerja sama dengan rekan bernama Fizul Nawi di Seksyen 7, Shah Alam.

Hal lain, bisnis Wak Doyok juga termasuk aneka produk, antara lain Kopi Lu- Wak Doyok, Pomade Wak Doyok, Krim Jambang Wak Doyok.dll. Yang mana itu menjadi bagian WD Holding (M) Sdn. Bhd. Dan, yang paling terkenal di Indonesia apalagi kalau bukan krim jambangnya.

Tumbuh termasuk ikut merambah bisnis salon VVIP Barbershop di Subang Jaya. Wak Doyok terbukti jadi contoh bagi wirausahawan asal Malaysia.

Keunikan jambang Wak Doyok memikat sutradara Syafiq Yusof. Ia lalu diajak main film Abang Long Fadil 2. Hanya saja dia tidak begitu fokus mengerjakan akting. Bukanlah fokus utama Wak Doyok, hanya mau mengisi waktu luang. "Khalayak ramai mengenal dia sebagai orang fashion, bukannya pelakon," tutur dia.

Paling penting ialah dia mendapatkan tokoh utama. Ataupun peran lain yang menantang dimainkan. Seperti di film Abang Long Fadil 2, dimana dia menjadi antagonis, tetapi masih ranah komedi. Dia berakting menjadi diri sendiri, anak Taji Semprit. Merupakan anak penjahat yang ingin menguasai kursi kepala gangster.

Menurut Wak Doyok yang paling sulit ialah skrip cerita. Dia harus menggunakan bahasa Melayu, Indonesia, juga Jawa. Dia juga harus belajar silat. Wak Doyok harus beradu akting dengan A. Galak yang berperan jadi ayahnya. "...mencoba merebut kursi sebagai ketua gangster dan menghianati bapak sendiri," tegas Wak.

Terdapat aksi pertarungan yang tidak sedikit membuat dia terluka. Wak Doyok nampak menikmati hidupnya sebagai aktor tetapi tidak berlebihan. Kisah menjadi pengusaha muda lebih menarik bagi hidup Wak Doyok, kini ingin menginspirasi banyak anak muda.

Investor Mica Tan Memulai Sejak Umur 13 Tahun

Profil Pengusaha Maria Francesca Tan 



Memulai bermimpi merupakan hal terbaik. Hingga dia menemukan ada kesalahan dalam mimpinya. Ia pun memilih mundur meraih mimpi lain. Maria Francesca "Mica Tan" berharap dirinya kelak akan menjadi dokter. Masih berusia 6 tahun sebuah kewajaran untuk anak sekecil itu. Sampai dia melihat sisi lain, itu tidak seindah terlihat.

Dia mengingat bagaimana setiap hari dia bertanya ke ayah. Berapa uang dihasilkan ayah saat pulang bekerja. "Suatu hari, dia bercanda berkata dia menghasilkan nol," kenang gadis kecil Mica. Kenapa pertanyaan itu terlontar ternyata ada sebab. Dia sudah kadung ingin menghasilkan uang sendiri.
Menjadi dokter bukanlah solusi. Bukan juga menjadi aktor seperti kebanyakan mimpi anak- anak. Hingga ia berumur 13 tahun, masih masa pencarian bagaimana menghasilkan banyak uang. Ia terobsesi menghasilkan uang sendiri, apalagi semenjak membaca buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki.

Sejak berumur 13 tahun, percaya atau tidak, Mika sudah belajar tentang saham waktu itu. Bahkan dia sudah aktif trader sejak umur segitu.

"Saya adalah tipikal anak usia 13 tahun di sekolah saya berseragam dan ransel ketika saya memutuskan untuk pergi ke Bursa Efek Filipina sehingga saya bisa mencari pelatihan dan seminar tapi sayangnya itu hanya tersedia untuk lulusan sekolah," kata Mika.

Tidak mau mundur dia belajar sendiri. Dia sudah tidak mau bermimpi menjadi dokter lagi. Untungnya, suatu ketika seorang wanita asal Regina Capital, firma broker, yang menganggap dia serius dan mau mengajarinya. Itu merupakan titik balik terbesar dalam hidupnya.

Akses trading


Berkat mentornya itulah dia mendapatkan akses ke pasar saham. Mica terus belajar sampai umur 18 tahun. Ia terus belajar bahkan lewat berbagai buku tentang trading. Wanita itu bernama Mrs. Martia Limlingan yang menyabut dan duduk disebelahnya. "...dan selanjutnya itulah disaat saya mulai diajari tentang pasar saham."

Tokoh inspirasi seorang Mica Tan adalah Donald Trump. Dia bahkan mengikuti jejak sang idola lewat kuliah di Fordham University, New York. Sukses membawa dia masuk ke tempat kuliah bergengsi itu. Namun, dia mulai mengalami kegalauan, perasaan aneh menghinggapi benaknya.

"Jika saya mau menjadi miliarder, saya harus menyukai belajar lewat miliarder asal Filipina," tandasnya. Ia akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Tetapi sebelum membatalkan keberangkatan ke New York, Mica menyempatkan diri berbisnis dagang.

"Dua bulan sebelum berangkat ke New York saya memutuskan membiarkannya pergi dan memulai bisnis distribusi, " kata pengusaha muda ini.

Baginya berbisnis langsung berarti kampus dunia nyata. Kehidupan nanti akan menjadi universitas, menjadi satu sekolahnya. Lulus sekolah dia langsung berbisnis menjadi distributor independen perusahaan minuman. Ia juga mulai belajar investasi malaikat menggabungkan pemilik modal dan pemilik usaha.

Masa itulah dia mulai berpikir memanggil teman, guru, dan pemilik industri. Meyakinkan mereka agar mau mendirikan satu perusahaan MFT Group of Companies di 2014. Ia sangat menghargai mereka para top eksekutif perusahaan. Pasalnya, mereka yang meyakinkan uang mereka kepada gadis berusia 20 tahun.

Investasi hybrid


Dasar investasi MFT Group ialah investasi hybrid. Mereka menarget perusahaan yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan stagnan. Banyak alasan meliputi bisnis mereka yang berhenti berkembang. Maka itulah ia akan hadir bukan menyasar perusahaan startup baru lahir.

Dibanding investasi malaikat lain, usaha dijalankan oleh Mica tergolong beresiko tinggi. Tetapi dia menyebut bukan sekedar uang, keinginan membantu pengusaha lain tumbuh merupakan panggilan. Untuk itulah dia juga mengajar tempat belajarnya dulu Regina Online Investing, bersama membantu perusahaan bermasalah.

Terdengar anek kisah Mica Tan memang berbeda. Menurut penulisa sosok Mica mampu menjadi contoh buat kamu mendidik anak. Ia juga meyakinkan bahwa seorang entrepreneur harus siap mengambil resiko. Itu termasuk ketika dia memilih lari ke pasar saham, menolak pendidikan bergengsi, malah memilih berjualan saja.

"Melakukan hal- hal saya takuti untuk lakukan. Cari niche anda sendiri dan menjadi lebih baik. Kelilingi diri anda dengan orang- orang yang lebih baik daripada anda karena anda akan belajar banyak dari mereka."

Kenapa harus membantu bisnis kecil. Mica memiliki jawaban unik: Kita bisa berbicara tentang menubuhkan bisnis, membuat uang bekerja untuk kita, tetapi itu akan menjadi lebih dari sekedar itu. Istilahnya kalau sudah menjadi entrepreneur penuh passion tujuan kita adalah membuat sebuah bisnis bekerja.

Dia hanya membantu orang yang terjatuh. Kita akan membantu mereka yang membutuhkan asisten. Menjadi bekal bagi mereka naik keatas. Mica senang melihat bisnis kembali berjalan dan menghasilkan uang bukan sekedar soal keuntungan.

Sebagai inspirasi dia membeberkan jadwal detailnya. Dia bangun sangat pagi mengkondisikan diri. Berjalan ke kantor, ia akan berbicara dengan patner bisnis meski melalui telephon. Sesampai duduk di kantor, maka dia akan mengecek laporan keuangan, legal, dan aktif ke bagian marketing.

"Saya memiliki pertemuan sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari - saya pastikan untuk tidak pernah makan sendirian, " katanya

Hari- hari Mica mengenai berbicara dan menangani banyak orang, pekerja pabrik, pemilik bisnis dan klien, investor potensial, serta pemilik bisnis. Meski melelahkan tetapi dia menemukan energi. Dia menginginkan mendukung bisnis di Filipina. Tujuan utama Mica mendorong entrepreneur muda membangun negara Filipina.

CEO Citibank Fokus Menjadi Bankir Sejak Muda

Profil Pengusaha Batara Sianturi


 
Mencari bangkir terbaik di tahun 2015, maka layak disandang Batara Sianturi. Yang melejit berkat dipilihnya Indonesia Best Brand 2015 Majalah SWA. Bahkan judul artikelnya bagus, "Sang Meteor yang Terus Melesat". Ia mengakui sejak muda sudah memilih bankir. Berbagai jenjang pendidikan terbaik dilaluinya.

Setelah SMP dan SMA di Kanisius, yang tergolong sekolah terbaik, maka pilihan Batara melanjutkan ke Amerika. Sejak muda sudah memiliki tujuan spesifik. Di Amerika, Batara mendapatkan tiga gelar ilmu pasti yakni Sarjana Teknik Kimia dan Polimer / Makromolekul Science dari Case Western Reserve University.

Dilanjut mendapatkan gelar Teknik Kimia dari Steven Institute of Technology. Soal keuangan diambilnya di St. John's University mengambil gelar bidang keuangan. Pemilihan tempat kerja dipilihkan perusahaan yang dianggapnya terbaik Citibank. Reputasi Citibank baik serta mampu mendukung karir Batara secara pasti.

Angka 26 tahun itu memang menunjukan pengabdian. Batara mengaku mendapatkan lingkungan mendukung selama di Citibank. Dia mendapatkan kesempatan dinamis menjajaki jenjang karir. Motivasi bagu buat karir mendatang paparnya kepada Kontan. Citibank memberikan kesempatan Batara belajar menjadi bankir yang profesional.

Bertahun bekerja bersama Citigroup, New York. Nama Batara melesat ketika ditaruh ke asalnya Indonesia. Ia pernah tercatat menjadi Direktur Keuangan Citibank Indonesia tahun 1992. Di Kurun waktu 1995- 1996, Batara sempat ditugaskan di Citibank Australia. 

Citibank Group memberikan Batara banyak kesempatan. Ia menduduki jabatan tinggi General Cross Border Mortgage. Fokus kerjanya adalah menyangkut kredit kepemilikan properti. Dia pun rajin mengikuti pameran properti serta mendorong pembelian. Bahkan pertumbuhan portfolio pembelian bahkan diatas 20% di tahun pertama.

Komitmen, ketekunan, dan keuletan bekerja. Dia sambil bercanda berseloroh bekerja 24 jam dirasa tidak cukup.Jejak karir paling menonjok ialah ketika bekerja di Citibank Hungaria. Di Desember 2007, Batara diangkat menjadi CEO dan CCO Citibank. Total 2.000 pegawai dipegang Batara di kawasan Baltik dan Balkan.
 
Meski sukses dia tetap menjaga sopan santun karena merupakan pendatang. Termasuk ketika ia ditugaskan menjadi CEO Citibank Filipina. Batara hadir dan diterima para pelaku usaha di Filipina. Jika ditanya siapa pendorong kesuksesan dia sekarang. Maka dia menyebut adalah dibantu oleh tim kerja handal dai Citibank.

"Saya pikir kesuksesan seseorang tergantung dari dirinya dan timnya, serta dukungan keluarga dan dukungan orangtua," paparnya.

Bicara tentang bekerja ke luar negeri, maka Batara mengiyakan adanya perasaan kangen. Tetapi juga sudah menjadi pengalaman menarik. Batara belajar banyak tentang budaya serta tradisi setiap lingkungan kerja. Ia tidak menampik sebagai pemimpin harus rela berkorban. Gunanya membentuk pemimpin baru meneruskan tugas.

Pemimpin butuh banyak tenaga bekerja keras tetap semangat. Batara tidak mau jadi banyak bicara memilih untuk langsung bekerja. "Sikaplah yang menentukan jabatan anda," ujar Batara. Dia mengingatkan menjadi bankir ialah masyarakat. Sedangkan pemegang saham, pegawai, dan klien menjadi pendorong kinerja.

Gaya kepemimpinan dinamis, cepat mengambil keputusan mendapat hal terbaik. Dia menyebut tidak perlu plin- plan mengambil keputusan. "Tak perlu plin- plan jika mengambil keputusan," aku Batara, yang kini telah menjabat CEO Citibank Indonesia berkat pengalaman 27 tahun menjadi bankir.

Nurul Indah Khasanah Mengolah Ikan Tuna Jadi Abon

Profil Pengusaha Ikan Tuna



Mengolah aneka ikan menjadi abon memang enak. Ialah Nurul Indah Khasanah, warga Sleman- Yogyakarta yang sukses mengolah tuna menjadi abon. Lantaran suami asal Palembang mau tidak mau Indah mengolah ikan tuna menjadi aneka sajian. Termasuk mengolahnya menjadi sambel lingkung atau abon.

Ia mempelajari aneka olahan ikan. Dibuka sejak 2007 silam, usaha ini terbilang melajut pesat, dibantu suami memulai semuanya dari nol. Sebelum menjual ke khalayak ramai, Indah mencoba kegemarannya memasak lewat lidah tetangga, saudara, siapapun diluar sana.

"Awalnya saya tawarkan ke saudara, tetangga, teman," tutur Indah. 

Menyeriusi bisnis abon tuna tidak sedikit modal dikeluarkan oleh Indah. Total 20 juta rupiah dikeluarkan untuk memulai usaha Khansa Food. Mulai dari pengemasan abon modern, penyantuman lebel, pendaftaran ijin usaha dilalui. Dua tahun berjalan omzet usahanya mencapai Rp.90 juta per- bulan.

Marketing luar kota


Uniknya dia tidak menjual abon tuna ke Palembang. Padahal tentu orang disana sudah tidak asing dengan olahan seperti itu. Tetapi justru disanalah rahasia sukses Indah memasarkan. Ijin diberikan oleh pemerintah daerah Sleman, Yogyakarta.

Pertama kali jualan produknya tidak disambut. Dia menyebut alasan utama terlalu mahal. Bagaimana tidak ia menjual seharga Rp.12.000- Rp.20.000 cuma dapat 100 gram. Selain itu olahan ikan masih asing di lidah masyarakat Yogyakarta.

Butuh waktu enam bulan sampai nama Abon Tuna Khansa Food dikenal. Sampai pemasaran masuk ke 35 supermarket. Pemasaran lain melalui toko online tidak terbatas di Yogyakarta. Indah juga mengerahkan 23 agen buat memasarkan produknya. Dia menjual sampai ke Jakarta, Bali, Malang, Padang, Kalimantan, dan Singapura.

Awal dia mengerjakan secara manual seperti orang memasak biasa. Lalu semakin besar permintaan maka ia mendapatkan dukungan empat buah mesin pengolah. Seharian Khansa Food mampu mengolah 30- 90 kg abon dikerjakan oleh empat pegawai.

Pertumbuhan bisnis abon ikan tuna menjanjikan. Ia bahkan sudah berproduksi sampai 800 kg. Untuk itu ia membutuhkan tidak kurang 50 kg daging tuna. Indah mendapatkan ikan tersebut dari pemasok asal Sadeng, Gunung Kidul, ataupun bahkan dari Bali. Jenis tuna diolah ialah ikan tuna sirip putih dan juga ikan tuna sirip kuning.

Setiap ikan juga dibatasi cuma yang beratnya diatas 50 kg. Alasannya kalau dibawah itu maka akan mudah jadi hancur karena serat daging kecil. Alumni Universitas Teknik Merdeka, 1998 ini, menyebutkan proses tersebut bisa dibilang mudah.

Cara membuat abon ikan tuna: Pertamanya suwiran ikan tuna direbus sampai lunak dulu. Lalu ditiriskan kemudian dimasukan ke alat penghancur ikan. Sampai ikan lembut selepas itu digoreng bersamaan bumbu serta santan sampai mengering dan diabon. Sudah kering barulah dimasukan dalam kemasan sendiri sesuai takaran.

Wanita kelahiran 1972 ini menyebut nama abon ya sambel lingkung. Karena dia orang Sleman, maka soal cita rasa menyesuaikan rasa lokal. Abon ikan tuna Palembang bercita rasa Sleman. Cita rasa yang disajikan rasa asin dan pedas, tidak ada manis karena menurut mantan pegawai properti ini, orang tidak terlalu suka.

Untuk semakin menambah cakupan pembeli, Indah juga mendatangi aneka ruang promosi, termasuk datang ke Pekan Raya Jakarta 2009 silam. Hasilnya laris manis selama 16 hari menghasilkan 1 juta per- hari. Indah juga mendapatkan tawaran agensi. Melihat peluang semakin besar maka Indah mengeluarkan modal lebih.

"Doakan saja semakin maju," ujar Indah.

Sukses Khansa Food merambah aneka olahan lain. Tidak cuma olahan ikan tuna dijadikan abon, Indah lalu menambahkan aneka nuget, bakso, otak- otak. Indah menegaskan bahwa produk olahan dari Khansa Food tanpa bahan pengawet. Perusahaan menggunakan aneka rempah- rempah khas nusantara.

"Saya tidak bisa sebutkan apa saja rempah- rempahnya karena rahasia perusahaan," jelas Sarjana Arsitektur ini.

Alasan kenapa memilih ikan tuna karena kulit tebal. Mengandung Omega 3 dan Omega 6 berkhasiat buat memperkecil resiko jantung dan meningkatkan kecerdasan. Alasan lain ikan tenggiri terlalu mahal, ikan gabus terlalu banyak duri, lalu ikan marlin sulit didapat. Mimpi selanjutnya ialah memperluas jaringan sampai luar negeri.

Motivasi Pemilik Playboy Bukan Sekedar Iseng


"Menciptakan dunia saya sendiri dalam komik atau menjual koran satu sen pertama saya disaat berusia sembilan, adalah cara untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan dari rekan-rekan saya. Meskipun saya tidak mengakuinya pada saat itu, saya melakukan hal yang persis sama ketika saya membangun Playboy. Seseorang tumbuh langsung dari orang lain," -Hugh M. Hefner

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba