Cantiknya Andradea Pengusaha Muda Tea Spa

Profil Pengusaha Andradea Putri



Dea kecil sudah senang diajak ke salon. Maka ketika berbicara tentang wirausahawan muda, maka dia tepat memilih membuka usaha sejenis. Ia lebih tertarik berbisnis spa. Katanya nih, Dea senang merasakan manfaat spa di kulit menyegarkan.
Spa sendiri bukan hal baru di kehidupan manusia. Dulunya menggunakan air mineral dijadikan tempat kita berendam. Sekarang banyak tempat spa bermunculan karena tuntan jaman. Dan Dea yakni bahwa suatu saat dia aken membuka bisnis spa sendiri. Namun seiring kedewasaan, ia sadar dibutuhkan perbedaan agar bisa survive.

Ia mulai bereksperimen menggunakan bahan teh. Kecintaan akan minuman teh membawa dia berpikir out of the box. Memang teh merupakan minuman menyegarkan serta menenangkan. Wangi harum khas membuat kita nyaman, maka tidak salah kalau Dea meraciknya dalam bahan spa.

"..teh memiliki khasiat bagi kesehatan," jelas Dea. Selain itu minuman teh dikenal sebagai minuman favorit selain kopi bagi masyarakat Indonesia. Ini merupakan bisnis sekaligus membantu petani teh lokal agar tetap jaya.

Bisnis cerdik


Gadis cantik kelahiran 24 Maret 1990, memilih memantapkan diri terjun di dunia wirausaha. Hasrat menjadi pengusaha muda terekam dalam jejak pendidikan. Ia sendiri mengambil jurusan ekonomi di Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Pertama kali mengutarakan niat sudah mendapatkan tentangan. Dea tidak mau tergesa- gesa.

Cara pertama ditempuh olehnya ialah belajar kembali. Meski memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, dalam hal ini paham marketing. Soal spa lain ceritanya karena butuh keahlian khusus. Makanya begitu lulus ia memilih belajar kembali tentang spa management. Itu didapatkan melalui pendidikan tiga bulan di Bali.

Ia belajar khusus tentang teknik memijat. Dea tau tentang titik pijat mana di dalam tubuh manusia. Jadi tidak sekedar nekat soal berbisnis tetapi serius menekuni. Semenjak kecil memang ingin membuka lapangan pekerjaan. Dia sejak kuliah memendam rasa sampai akhirnya terbebas.

Sempat diragukan karena masih berkuliah, maka Dea memilih bertahan dulu. "Awalnya mereka ragu karena posisi saya saat itu masih kuliah," kenang Dea. Hanya kegigihan semakin ditonjolkan sampai mengikuti satu pendidikan khusus. Maka kedua orang tua Dea meluluh, tetapi tidak terburu- buru memberi modal uang.

Mereka masih mau melihat ketulusan sang putri. Untuk segera mendirikan konsep dibenak, Dea mengajukan proposal bisnis agar disetujui. Mendapatkan uang sebagai modal tidaklah mudah. Tetapi tekadnya agar bisa mandiri tidak tertahan. "Bukan menjadi pekerja, tetapi membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain."


"Saya memang ingin menjadi entrepreneur," tegas Dea. Jadilah satu konsep bisnis kemudian diserahkan ke beberapa pihak. Berkat diferensiasi spa dari teh memuluskan jalan bisnis. Ia bisa menjelaskan detail tentang segala manfaat teh bagi kulit. Bahkan menjelaskan potensi bisnisnya jika pihak terkait memberikan bantuan dana.

Ia menjelaskan keunggulan spa berbahan teh. Syukur karena banyak orang tertarik bekerja sama berbisnis spa daun teh. Pembiayaan tersebut dikumpulkan sampai penuh. Lalu Dea segera mewujudkan mimpi sejak kecil menjadi kenyataan. Tingga mengeksekusi proposal dimana uang Rp.300 juta menjadi batu pijakan.

"Setelah setahun, akhirnya dana terkumpul," ujarnya lega.

Bisnis cantik


Penilitian soal bahan teh sudah digalakan sejak setahun. Dia ancang- ancang mulai semester kedua kuliah. Ia menjelaskan susahnya pengaplikasian teh ke tubuh. Kemudian setelah itu baru menyiapkan tempat cocok bagi usaha spa. Berbahan utama teh, hanya saja kualitas diserahkan ke orang lain, dikerjakan oleh orang asli Bali.

"...tapi esensial oil dari kita sendiri," jelas Dea.

Ia memilih baha teh sendiri. Meraciknya di rumah Jl. Gunawarman 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tapi pembuatan ramuan lengkap dibantu oleh UKM asal Bali. Itu lantas dilabeli sendiri buat dipakai oleh usaha miliknya, yaitu Tea Spa. Yang gerai pertamanya dibuka di tempat sama Kebayoran Baru sejak 2010 silam.

Dea mengistilahkan bisnis ini merupakan passion. Ditambah dukungan hobi yakni hobi memanjakan diri ke tempat perawatan kecantikan. Ia tidak pernah merasa lelah berinovasi. Didukung oleh pendidikan ekonomi menjadi andalan gadis bersenyum manis ini. Setahun sudah menjalankan usaha banyak hal direfleksikan oleh Dea.

Usia 20 tahun sudah punya usaha butuh bantuan. Ini memaksa Dea harus terus belajar tentang aneka teh dan cara pengaplikasian. Dia juga menggaet terapis handal diambil dari wanita asal Indonesia Timur, seperti NTT, NTB, dan Bali, karena dikenal pemijat kuat. Kemudian terapis didatangkan dari daerah Jawa yang terkenal terampil.

Dari jauh orang tua cuma mendoakan dan sedikit membantu uang. Sementara masalah utama dihadapi Dea ialah tenaga sudah terlatih serta kepercayaan. Sulit mendapatkan pegawai karena usia muda. Banyak yang meremehkan kemampuan dia berbisnis. Mana bisa menggaji pegawai? Dea hanya bisa menunjukan lewat prestasi.

Di tahun 2013, Dea pernah menjadi finalis Asia Pacific Entrepreneurship. Karena ia menyediakan tidak cuma teh biasa. Usahanya meliputi spa berbahan teh hitam, teh hijau, bahkan teh putih. Dia juga finalis Skills for Employability Challenge 2012 British Council buat penjelasan soal penggunaan teh Sukabumi sebagai bahan utama.

Mulai berbisnis dari cuma menghasilkan uang saku. Kini, Dea mempekerjakan banyak orang dalam naungan bisnis spa. Aneka rencana serta konsep sudah dipikirkan salah satu finalis Youth Startup Icon 2011 ini. Dia merencanakan bagaimana meminjat serta spa bagi ibu hamil. Menakjubkan.

Marketing jitu


Rahasia Tea Spa terletak di manajemen ditambah kamampuan marketing jitu. Sejak awal Dea memposisikan bisnis spa miliknya berbeda. Ditambah aneka pelayanan spa serta aneka pijat kesehatan. Sejak awal 2010 lumayan agresif melakukan aneka marketing. Termasuk lewat cetak, elekronik, serta langsung secara masif.

Melalui marketing voucher menyasar kalangan muda. Dia memanfaatkan media masa agar membagikan itu. Ia juga meyakinkan teh memiliki antioksidan baik bagi kaum hawa. Bisa mencegah radikal bebas, mencegah kulit keriput, serta relaksasi lewat pijat reflexlogi. Termasuk menawarkan kerja sama kesempatan memuat berita.

Media masa akan menceritakan kisah Andradea Putri. Sekaligus mempromosikan aneka layanan seperti hal paket perawatan wajah, perawatan tubuh, pijat refleksi, serta perawatan rambut. Kesemua memanfaatkan produk daun teh miliknya sendiri. Ia meyakinkan pelanggan bahwa mereka menyajikan daun teh asli.

"Kita tidak pasang iklan, biasanya memberikan voucher perawatan kepada mereka," beber Dea, setelah itu difollow melalui liputan ekslusip.

Ia mendapatkan pelajar marketing terima kasih berkat lata belakang pendidikan. Semakin sukses menyebar melalui mulut ke mulut, Dea mulai berpikir membangun cabang di berbagai daerah. Berkat kerja keras tanpa henti membawa namanya semakin dikenal lewat ajang Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) 2012.

"Semoga menjadi inspirasi bagi teman- teman," ujarnya. Melalu program membership membuat segala lebih mudah. Kita akan mendapatkan diskon 5% semua perawatan. Tidak puas, ada diskon 5% untuk program yang sudah dipaket.

Member bisa mendaptkan perawatan gratis saat ulang tahun perusahaan. Tambahan lain setiap pembelian produk Tea Spa akan dapat diskon 10%. Sepuluh kali berkunjung akan mendapatkan pijat tradisional 60 menit dan mandi ramuan herbal teh. Ditambah promosi lainnya bagi pemegang kartu member, yang penuh kejutan.

Perawatan lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Juga termasuk perawatan sebelum pernikahan yang layak kamu coba. Mulai facial, waxing, hair spa, masker serta aneka pijat tersedia. Agar lebih berbeda lagi karena persaingan makin ketat yakni sistem konsultasi. Orang bisa berkonsultasi sebelum menentukan paket layanan.

Awal memang susah membagi waktu berbisnis dan kuliah. Namun, seiring waktu hambatan tersebut dilalui sampai ia mendapatkan gelar sarjana Desember 2012 lalu. Dea dibantu 9 pegawai mampu beradaptasi baik. Nah, sekarang tinggal Dea membangun mimpi mendirikan cabang di Bandung dan Surabaya.

 "Anak muda pasti bermimpi... Hanya lebih penting bagaimana cara menjadikan mimpi menjadi realita," ucap Dea penuh semangat.

Tea Spa menawarkan perawatan mulai dari Rp.45.000 sampai Rp.400.000. Dea menerapkan sistem pelatihan komperhensif sebelum pegawai dipekerjakan. Semua agar melaraskan sistem agar tidak terkejut ketika dipekerjakan. Jika dihitung Tea Spa sudah memasuki tahun ke tujuh beromzet Rp.950 juta per- bulan.

Asal berusaha sungguh- sungguh masalah akan dilalui. Jalankan bisnis sesuai passion dimiliki. Buatlah bisnis berbeda dibanding pesaing yang sudah ada. Ia menambahkan,"wanita juga bisa berkembang dan sukses kok asal gigih dan mau terus berusaha." Jangan takut soal uang modal, mintalah doa orang tua lalu lakukan jangan tunda.

Info lebih lanjut www.teaspa.co.id

Joel Salaka Pembuat Gitar Cabang Tiga Belawan

Profil Pengusaha Julius Salaka 


 
Mencari pembuat gitar kustom Joel Salaka pakarnya. Namanya disebut "empu" dalam seni pembuatan gitar. Pria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur, 23 Juli 1990 yang memulai usahanya karena rasa cinta. Fakta bahwa dia seorang pegawai biasa perusahaan kontraktor di Surabaya. Sampai krisis ekonomi menerjang meluluh lantah.

Ditemui oleh pewarta berjejer 10 bodi gitar tidak rapih. Rumah itu terlihat agak sempit, namun pemuda 25 tahun ini merasa nyaman melanjutkan mengerjakan gitar. Dari tangan itulah lahir gitar kelas dunia seperti yang dipakai oleh Brian "Queen" May.

"Saya dari dulu memang tidak suka diekspos," jelasnya. Cuma namanya kedarung keceplosan hingga mau tidak mau dia menunjukan kebolehannya ke halayak ramai.

Ia cuma pembuat gitar sekaligus gitaris gereja samping Kali Porong. Sampai nama I Wayan Belawan naik daun, maka naiklah pamor gitar dua leher dan 13 senar buatan Joel. Karya Julius yang terekspos dalam satu album berjudul Magic Finger. Ide gitar tersebut menurutnya: Belawan memainkan gitar satu seperti tiga gitar sekaligus.

Pendidikan non- formal


Badai krisi ekonomi menghantam Indonesia begitupula tempat Joel bekerja. Maka tahun 1997 pekerjaan di perusahaan kontraktor ditinggalkan. Alumnus Politeknik Sipil Brawijaya, Malang, ini mencoba peruntungan kembali. Hanya punya gelar Diploma Joel nampak kesusahan dan harus memutar otak ekstra keras.

Ia memberanikan menekuni pembuatan gitar. Memiliki kemampuan perkayuan ditambahkan jiwa seni maka jadilah sebuah gitar. Joel menciptakan gitar pertama kali langsung laku dijual seharga Rp.1,2 juta kepada orang Balikpapan. Joel juga memakai suku cadang sepenuhnya bikinan Korea. "Saya tidak pernah bertemu orangnya," kenangnya.

Mereka waktu itu memanfaatkan email atau korespondensi. Semenjak itulah, Joel semakin mengasah jiwa seorang luthier -sebutan bagi pembuat instrumen musik. Menelisik ternyata jiwa seni menurun dari ibu yang pemain harmonika dan ayah pemain gitar. Secara garis besar mereka cuma berhobi atau bukanlah keluarga musisi.

Tidak bersekolah formal hanya melalui buku. Dia membaca banyak ensiklopedia gitar. Ataupun berselancar di internet menemukan inspirasi gitar. Menelisik lebih jauh di masa SMP, Joel pernah menjadi gitari buat grup bandnya sendiri, memainkan lagu Queen dan Led Zeppelin. "Saya menggarap gitar- gitar ini memang karena sukses."

Ia mulai mengerjakan aneka gitar berspesifikasi tertentu. Semua pengetahuan didapatkan melalui literatur dari internet. Sejak remaja dia hobi memainkan gitar, menyetel gitar, merancang suara efek. Itu dipelajari semua lewat internet. Merekayasa gitar memang tidak mudah. Proses trial serta eror dilakukan sampai menemukan ketepatan.

Joel mendapat dukungan keluarga. Kreatifitas membawa hidupnya berbeda. "Saya tidak mau meniru begitu saja gitar- gitar yang sudah ada," paparnya. Dalam kurun waktu tahun 1997 sampai 1998 dirinya menjadi seorang penjiplak. Meniru desain sampai setelan gitar berdasarkan contoh internet, spesifikasinya sempurna sekali.

Sejak 1998 sampai 1999, dia berhenti membuat dan menjual gitar bermerek lain. Ia membuat gitar kustom sendiri. Anak keduanya lahir, Jonathan Allen Cahyanugraha lahir tahun 2000, dan sudah memiliki keahlian membuat gitar sendiri. Joel mengatakan jika terus menjiplak, berarti tidak menghormati karya orang lain.

Lahirlah produk gitar bernama Stephallen di sebuah tempat kecil, Japanan. Stephallen mengambil nama dari dua anaknya: Nama depan anak pertama Joel, Stephen dan Chandra Satyanugraha, dan nama tengah anak kedua. Suami dari Sylvia Puspa Dewi mencapai karir puncak secara tidak sengaja. "Belawan memang punya banyak pengaruh."

Semenjak dikenal lewat Belawan sudah 10 gitar terjual setiap harinya. Padahal tahun sebelum itu cuma 4- 5 gitar bisa terjual. Total 800 buah gitar dicipta sembilan tahun belakangan. Merekayasa gitar memang tidaklah mudah seperti dibayangkan. Ia semakin menemukan rahasia instrumen gitar berkat kreatifitas.

"Kalau sekedar meniru, ya, kreativitas kita dimana?" tutur Joel.

Dirumah kecil


Selain membuat juga memainkan gitarnya di gereja. Keunikan gitar Joel semakin diminati pendengar. Inilah gitar inspirasi asal Porong. Nama Joel Salaka tercium oleh wartawan musik terkenal, bernama Andra, yang kemudian mewawancarai dia. Namanya berkibar menjadi terbaik dikalangan komunitas gitar di Tanah Air.

Dia semakin banyak mendapatkan perhatian. Banyak kenalan mulai menghubungi via telephon atau email ke dia. Itu termasuk pemesanan gitar oleh mereka. Semakin sukses, dia malah semakin kepepet karena banyak pesanan, hingga ingin bagaimana lebih produktif. Dipaksa keadaan terus belajar keras, belajar, dan belajar lagi.

Wayan Belawan sudah banyak memakai gitar buatan luar negeri. Semua belum memuaskan hasratnya dalam bermusik. Maka dia menantang Joel mebuktikan diri menjadi terbaik. Komunikasi intensif lewat email lantas dilakukan membuat gitar kustom sesuai. Gitar itu bermelodi, bas, cord, dimainkan serentak seolah menjadi ikonik.

Gitar menarik Belawan mengundang decak kagum. Tidak cuma orang biasa, kalangan musisi mulai mencari tau tentang Joel. Begitu gitaris grup band Gigi, I Dewa Bujana, yang memintanya membuatkan gitar jazz. Disusul oleh Tohpati memesan. Untuk gitar Bujana berbeda tetapi tidak sama rumitnya seperi Balawan.

"Kalau gitarnya Bujana tidak lama. Lain punyanya Belawan yang harus melalui satu eksperimen yang cukup panjang," lanjut Joel. Gitar Bujana memiliki tiga jenis suara, yaitu suara elektrik, akustik, serta suara MIDI. Sedangkan milik Tohpati memilih dibuatkan gitar suara gendang. Karena bersifat kustom selalu terjadi diskusi intensif.

Joel Salaka dibantu oleh enam karyawan. Mereka bersama mengerjakan mulai bodi, sampai menyetel suara gitar. Dibilang inspirasi pembuat gitar maka Joel menyebut Paul Reed Smith (PRS), sang pembuat gitar buat Carlos Santana. Kemudian ada gitaris Queen, Brian May, mulai memperkenalkan Stephallen ke negaranya.

Meski merangkul musisi dunia, Joel mangaku tidak berminat menjadi perusahaan endorsment. Nama Brian May sendiri mendapatkan informasi dari musisi Inggris, Rob McKnay. Tepatnya ketika sang musisi tengah manggung di Sheraton Surabaya.

"Saya kenal Rob lewat jasa teman. Rob yang berteman Brian bilang kalau Brian tertarik membantu," ungkap Joel.

Sukses giar Stephallen termasuk gitar kustom bertanda tangan. Kerja sama ini tentu sangat mendukung karir pembuat gitar ini. Tidak memikirkan target menjadi inti kerja Joel sejak lama. Ia menyebut hal terpenting ialah kualitas bagus, enak dimainkan, serta merupakan hasil karya sendiri. Soal harga rata- rata sampai Rp.10- 15 juta.

Soal suku cadang dibawa dari Korea, pasalnya kalau mesin Amerika semua tidak nyampai harganya. Kalau soal kebutuhan bahan baku kayu ada cara tersendiri. Dia bekerja sama dengan perusahaan mebel Porong, Sidoardjo, berorientasi ekspor. Penjualan luar negeri mencapai enam kontainer sampai Amerika, Jepang, Australia.

10 Akun Twitter Pengusaha Muda Dunia Bisa Difollow

Young Entrepreneur Fenomenal


Young entrepreneur memang menjadi fenomena dunia. Mengikuti jaman sekarang, tentu mereka berbeda jika dibanding dulu. Mereka memiliki visi jelas tentang bisnis dunia. Mereka masih muda memiliki semangat tidak kalah pendahulunya.

Tren berkembang sejak masa Steve Jobs dan Bill Gates. Mereka bersama membangun Apple dan Microsoft diusia 26 tahun. Mereka bersama membangun pada 1976. Lalu muncul Mark Zuckerberg memprogram situs Facebook ketika masih duduk di bangku kuliah Harvard University dan menjadi miliarder diumur 23 tahun.

Sekarang Mark Zuckerberg "ditantang" para pengusaha muda. Mereka yang lebih paham akan hal internet menjadi tantangan tersendiri. Mereka bukan sekedar anak digital, tetapi ahlinya perangkat keras dan tidak mudah meyakinkan untuk tinggal satu sosil media. Mereka bahkan kurang tertarik atas produk Mark memilih Twitter.

Ini sebenarnya list lama aslinya Incomediary.com. Mungkin bisa membantu kamu sedikit terinpirasi olehnya. Berikut 10 young entrepreneur, ada sepuluh pengusaha muda aktif di Twitter yang bisa kamu ikuti perjalanan hidup mereka diusia muda.

10. Madison Robinson


Pendiri Fish Flops

Sukses sejak umur 15 tahun

Twitter: @Fishflops

Ide pertama ialah tentang sandal bertemakan lautan. Menariknya bukan sekedar sandal karena ini menyala dalam gelap. Desain unik ditambah marketing cerdas Madison sukses menjual sampai ke department store kelas nasional Nordstorm's.

Total lebih dari 60.000 sandal Fish Flops terjual, berdasarkan estimasi dari Daily Mail: Madison Robinson menghasilkan $1,2 juta.

9. Lucas Duplan


Pendiri dan CEO Clinkle

Sukses di umur 22 tahun

Twitter: @LucasDuplan

Duplan merupakan mahasiswa Stanford kemudian drop- out. Ia dikenal sebagai pencipta satu teknologi yang bahkan belum ada.

Misi teknologi Clinkle adalah menggantikan dompet kamu dengan smartphone. Beruntungnya memiliki sistem memungkinkan tidak bocor, jadi tidak diketahui detail apakah bedanya dengan Google Wallet atau Square.

Duplan meyakinkan kita Clinkle merupakan teknologi terbaru. "...membangun sesuatu fundamental berbeda dari semuanya diluar sana." Inilah mengapa banyak investor terpikat atas produknya tersebut, bahkan rela mengeluarkan uang senilai $25 juta. Nama besar Richard Branson dan Peter Thiel masuk jajaran pendonor.

Rumor mengatakan bahwa Clinkle memanfaatkan teknologi telephon ke telephon lewat frekuensi suara. Tapi karena manajeman buruk membawa banyak pegawai mundur. Bahkan sampai 2014, 2015, sampai sekarang belum terdengar produknya diluncurkan. Banyak orang menyebutnya sebagai Sindrom Messiah dalam bisnis.

8. Khoa Pan


Freelance Vine Editor

Sukses di umur 23 tahun

Twitter: @khoaphan

Dimur 23 tahun, Pan mendaftar ke situs Vine ketika Twitter mengakuisisi $30 juta perusahaan video tersebut. Dia dikenal sebagai orang aktif di Vine. Bahkan Mashable menyebutnya salah satu pembuat video Vine yang terbaik dalam ranking 10 besar. Mungkin tidak sebesar channel paling disubscribe tetapi dia dikenal paling marketing.

Dikenal akan kemampuan "have a good day" personalitas. Ia memberikan tontonan menarik kontruksi kertas penuh gerakan motional. Dikenal sebagai marketing jitu bahkan mendapat sponsor besar: Snapple, MTV, (RED), Livestrong, dan Peanut Worldwide.

7. Stacy Ferreira


Salah satu pendiri MySocialCloud

Sukses di umur 21 tahun

Twitter: @StacyFerreira

Lupakah kamu pentingnya password berselancar dunia maya? MySocialCloud berada memberikan solusi masalah selamanya dengan mengamankan menyimpan semua username dan password kamu satu tempat.

Ferreira masih berumur 18 tahun dia mendirikan MySocialCloud bersama saudara Scott. Ketika umur 20 tahun, mereka mendapatkan modal kapital $1 juta dari Richard Branson dan Alex Welch (CEO/Pendiri dari Photobucket).

Ia kini dikenal penulis, pembicara, dan bekerja untuk startup kedua.

6. Eden Full


Pendiri SunSaluter

Sukses di umur 21 tahun

Twitter: @edenfull

Eden Full masih bersekolah menengah ketika mengerjakan SunSaluter, solar panel yang bergerak berputar mengikuti arah matahari agar maksimal. Sistem tracking memanfaatkan sistem pelacak panas dibanding lewat energi listrik; membuat lebih efisiens bekerja dan relatif murah.

Ketika dia masuk ke Princeton (nama universitas), dijelaskan dalam surat aplikasinya bahwa inilah penemuan dia. Hingga dia diajak oleh profesor yang bekerja di Kenya dan memberikan tawaran pendanaan sedikit. Di musim panas 2010, Eden akhirnya berangkat ke Kenya memulai pekerjaan prototipe di sana.

Mengambil inisiatif mencoba langsu apakan SunSaluter sukses. Eden berkata kepada Entrepreneur.com,

"Saya belajar bahwa sementara produk kami memang bekerja, itu tidak bekerja dengan baik. Perjalanan mengajarkan saya apa yang orang-orang di sana benar-benar perlu dan bagaimana merancang yang lebih baik bagi mereka. "

Membuat prototipe lalu mengulai pekerjaan membutuhkan biaya. Itulah kenapa Eden Full mengajukan pendanaan lewat Thiel Scholarship senilai $100.000 dan menang Mei 2012. Dia merelakan berhenti sekolah setahun untuk mengerjakan SunSaluter. Eden juga mendirikan perusahaan bernama Rosseicollis Techology, Inc.

Hingga dia sukses membuat 6000 orang mendapatkan air bersih dan listrik. Ia kembali ke Princeton untuk belajar Mechanical Engineering di musim gugur 2013, namun masih berhubungan dengan Rosseicollis lewat email.

5. Nick D'aloisio


Pendiri Summly

Sukses sejak 18 tahun

Twitter: @nickdaloisio

Dia dikenal sebagai Technology Innovator of 2013 dimana artikelnya menyebut dia merubah cara membaca kita.

Maret 2011, Nick meluncurkan Trimit, aplikasi iOS yang mengenalisa teks kemudian mengkondensi menjadi rangkuman sepanjang 1000, 500, atau 140 kata. Sukses merajai Apple dan menggaet $300 ribu pendanaan kapital dari orang terkaya Hong Kong, Li Ka- Shing.

Nick menggunakan itu meningkatkan dan memperbaiki menjadi aplikasi Summly. Lantas Summly dibeli oleh Yahoo di Maret 2013 untuk $30 juta. Nick tengah bersekolah sambil mengerjakan proyek Yahoo dengan news digest nya.

"Saya benar- benar ingin memulai perusahaan lain," kata Nick ke Wall Street Journal. "Pengusaha berserial mendapatkan kecanduan penciptaan. Saya ingin menjadi bergairah. Saya merasa benar-benar buruk ketika saya tidak melakukan sesuatu yang baru. "

4. Caroline Walerud


Salah satu pendiri dan CEO Volumental

Sukses di umur 23 tahun

Twitter: @Volumental

Volumental memulai penelitian soal teknologi robotik di Royal Institute of Technology Stockholm, Swedia. Ketika mereka mengembangkan lewat sistem scanning 3D. Ini cepat menjadi bisnis heboh senilai $330 ribu dalam pendanaan ringan agensi asal Swedia dan lewat artikel Techcrunch dan Mashable.

Mereka membangun pertama scanner 3D berbasis data cloud. Ini memudahkan penggunaan sistem. Cukup saja kamu menggunakan browser serta kamera dalam dan kamu bisa membuat aneka barang cuma berbekal hal tersebut.

Caroline sendiri adalah CEO berumur 23 tahun dan merupakan pengusaha termuda di dunia 3D. Dia sukses mengadakan pendanaan masif KickStarter senilai $27.365 agar bisa mempekerjakan pegawai baru dalam di dunia model 3D yang mudah kita print saja.

Di Desember 2013, Caroline mendapatkan gelar Super Talent 2013 oleh majalah bisnis Swedia Veckan Affaer. Mungkin dia belum menggelobal, tetapi sebagai inovator printer 3D cepat maka tidak mungkin dia tidak akan dikenal.

3. Brian Wong


Salah satu pendiri Kiip

Sukses di umur 22 tahun

Twitter: @brian_wong

Kiip menghubungkan pencapaian virtual dengan bisnis komersial. Itu akan hadir dalam bentuk kupon jika kamu memenangkan sebuah game online. Kamu akan mendapatkan banyak hadiah jika melewati level yang tertentu. Bahkan sampai sesederhana memenangkan lomba lari dapat satu botol minuman.dsb.

Ini semua mengandalkan marketing berkonsep penghargaan momen. Sangatlah mengikat serta menari hatinya banyak orang. Ide datang ketika ia melihat orang sibuk melihat iPad nya. Maka pada Juli 2010 bersama dia beberapa orang Courtney Guertin dan Amadeus Demarzi, bertiga mendapatkan suntikan $15,4 juta.

Kiip mencapai angka 70 juta pengguna melalui 1.500 game dan aplikasi. Perusahaan merangkul kerja sama bersama perusahaan besar seperti McDonald, Sony, dan Amazon.

2. Evan Spiegel


Pendiri dan CEO Snapchat

Suskses di umur 23 tahun

Twitter: @evanspiegel

Snapchat membuat geger melalui privasi dan batasan waktu. Empat bulan sejak ini diluncurkan menghasilkan 350 juta foto kilat. Snapchat tumbuh tidak tergantikan. Di tahun 2013, Facebook telah kehilangan 16% pengguna remaja di Amerika karena Snapchat. Alasan utama bagi Mark Zuckerberg menawarkan $3 juta ke Spiegel.

Spiegel menolak. Kalau saja petumbuhan terus berkembang dan sadar bagaimana cara menguangkan, nilai asetnya akan naik menjadikan Spiegel miliader. Hanya saja sifat arogansi Spiegel dianggap mengganggu bagi iklim investasi.

1. Palmer Luckey


Pendiri Oculus RV

Sukses sejak umur 21 tahun

Twitter: @PalmerLuckey

Oculus RV merupakan developer virtual reality headset atau kacamata virtual bahasanya. "Masa depan pasti game," tulis Business Insider.

Dia cuma 21 tahun ketika membuat prototipe. Luckey bersama dua rekan mulai menggate pendanaan masal lewat KickStarter di 2012 mendapatkan $2,2 juta. Tahun 2013 dana naik sampai angka $91 juta, memiliki 50 pegawai, dan mendirikan komunitas developer indie berbagai tempat di dunia.

Semua untuk mendapatkan sistem kacamata virtual terbaik. Prototipenya mengagumkan karena dikerjakan oleh banyak orang. Dalam acara CES 2013, mereka meluncurkan produk baru, lebih dari prototipenya yang berkonsep Crystal Clear dan sudah dipamerkan dalam seminar. Oculus menarget konsumen di kuartal tiga tahun 2014.

Cerita terakhir Oculus RV dibeli oleh Facebook senilai  $2 miliar

Wirausahawan Sejak Muda Keripik Tahu Juara

Profil Pengusaha Didik Usmanto 



Jualan tahu bisa menjadi pilihan berwirausaha. Istilahnya seluruh masyarakat Indonesia pasti selera. Namun, Didik sempat tidak percaya diri, merasa minder ketika memulai berjualan. Dia merasa tidak percaya atas olahan tahu karyanya. Didik Usmanto perajin tahu asal Kajen, Kabupaten Pekalongan, yang ternyata cuma otodidak.

Pengetahuan akan tahu terbilang cekak. Dibandingkan tekatnya mungkin tidak setara. Maka Didik sangat berniat belajar sampai tidak takut lagi. Cuma lima tahun sudah cukup mengangkat namanya, hingga mencapai angka omzet Rp.10 juta per- bulan.

"Awalnya saya ikut pelatihan vokasi di desa saya, sekitar tahun 2009 silam," kenangnya. Pandangan pertama kali baginya tidak jelas, buram. Didik memulai ketika umur 22 tahun berbisnis tahu. Kemudian ia melangkah menjadi pengusaha keripik tahu.

Pendidikan formal seorang Didik adalah SMK Jurusan Akutansi. Meski begitu sejak awal dia memang mau menjadi pengusaha muda. Ingin membuat usaha keripik tahu terangnya. "Ndak nyambung ya," celetuknya beriring tawa ringan. Waktu 4-5 tahun dilalui oleh Didik sembari meyakinkan diri bahwa dia bertekat kuat.

Usaha mepet


Meski kepepet tetapi Didik tidak mau mundur. Dia tidak berhenti berbisnis dan memilih bekerja saja. Tekat kuat itu didukung oleh sang istri, Milasari, wanita asli Perum Griya Permata Indah, Desa Tanjung Sari, Kec. Kajen, Kab. Pekalongan. Sambil mengasuh putra semata wayangnya, bekerja bersama membangun usaha dari nol.

Ia memesan tahu kusus dari perajin. Dibutuhkan tahu putih spesial berserat lembut. Dia melanjutkan kalau tahu kuning tidak cocok.

Cara membuat keripik tahu menurut Didik: Tahun putih tersebut diiris sampai tipis. Selepas itu kita siapkan tepung beras kualitas bagus dan bumbu dapur. Seperti bawang putih, garam, dan ketumbar harus disediakan dulu. Aduk tepung beras tadi masukan bumbu semua ke dalam.

Irisan tahu dicelupkan satu per- satu ke adonan bumbu. Goreng langsung ke wajan yang telah dipanaskan. Tahap pertama penggorengan keripik harus benar kering. Sudah digoreng lantas diangkat disimpan selama seminggu. Tujuannya agar menghilangkan sisa minyak serta proses fermentasi. Hasilnya itu nanti renyah dan meresap.

Sukses disimpan sepekan barulah tahu digoreng kembali. Ingat proses penggorengan kedua cuma beberapa menit. Proses penggorengan kedua menurut Didik cuma memanaskan keripik saja. Tidak butuh waktu lama keripik siap dikemas. Itulah kiranya resep keripik tahu Pekalongan milik ayah dari Yusuf Fairus ini.

"Saya jual 200 gram seharga Rp.11 ribu," papar Didik. Ia menceritakan sekarang sebulan dia memproduksi keripik sampai 1.000 bungkus. Jajanan keripik tahu khas Pekalongan ini meraih omzet sampai Rp.10 juta per- bulan. "...tapi itu omzet kotor," jelasnya merendah.

Perjalanan keripik Didik tidak semulus membuatnya. Suami Mirna ini sempat frustasi karena gagal meramu resep pilihan. Tidak patah arah karena memang berwirausaha sudah dicitakan sejak dulu. Dia terus mencoba hingga keripik tahu Didik masuk ke supermarket sampai ke luar kota.

Keripik tahu bikinannya diklaim mampu mengurangi kolesterol. Didik memang menambahkan bumbu rahasia ke dalamnya. Keripik enak ini telah disetorkan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan. Makanan yang diklaim olehnya mengandung vitamin B, protein, rendah lemak, kerbonhidrat, kini telah merebak ke luar kota.

Tidak terbayang kalau dia sampai mengikuti perasaan mindernya. Tentu tidak akan tercipta keripik tahu khas Pekalongan. Untuk karyawan justru menjadi kendala terbesar. Permintaan yang terus meningkat terkadang tidak sesuai jumlah karyawan. Para karyawan baru sering mengundurkan diri. Ini karena meras kesulitan soal menggoreng.

Didik menjelaskan itu karena kalau kelamaan gosong, tetapi juga tidak boleh kurang matang, tidak akan bisa mengembang. Didik hanya dibantu istri mengerjakan semua sendiri.

8 Kiat Entrepreneur Mendapatkan Lisensi Endorsment

Tips Mendapat Lisensi Produk 



Dua entrepreneur mudah ini layak dicontoh bisnis kamu. Unik, kisah mereka mampu menjual aspek lain. Jika produsen membuat jam kemudian menjualnya. Maka mereka menjualkan produk berlisensi. Travis Lubinsky dan Trevor Jones, mereka membuat sebuah jam tangan premium berlisensei khusus, bernama Flex Watches.

Bayangkan keadaan ketika kamu tengah duduk di kafe, melihat ke jalan, dan melihat disana tengan membuat film. Apakah yang akan kamu lakukan? Meminta selfi bersama? mencoba dan memposisikan diri di depan kamera? Atau kamu cukup tidak melakukan apapun dan berkata berlalu.

Jadi ketika satu entrepreneur ambisius muncul di keadaan sama seperti diatas, di 2012, maka akan melakukan apa entrepreneur pasti lakukan: Dia akan menjual. Dengan takdir seolah tersedia bagi mereka, beberapa kameramen acara MTV populer "The Real World" muncul dihadapan mereka.

Waktu itu Travis langsung mendekati pemain dan mulai menunjukan jam tangan miliknya. Kalau kamu melihat tayangan tersebut dia tidak ragu- ragu. Seketika jam tangan ini berubah fungsi sekedar dijual, tetapi berubah elemen menjadi proyek donasi. Pasalnya acara tersebut tengah membahas satu pemain tengah bermasalah.

Si pemain tengah bersedih karena temannya bunuh diri. Jadi dia bekerja sama dengan Travis bersama brand miliknya Flex Watches. Mereka bersama menjual kembali jam dimana sebagian penjualan untuk kampanye pencegahan bunuh diri. Maka sejak itu brand Flex Watches dikenal akan lisensi khususnya.

Sukses membangun brand awareness, hal dilakukan oleh kedua teman ini ialah mengulang hal sama kembali. Tetapi kali ini mendekati banyak bintang besar, seperti Tyga, Paris Hilton, Xzibit dan Daymond John. Tidak puas lalu melisensi acara khusus WWE, Special Olympics, Anaheim Ducks dan Stand Up To Cancer.

Travis menjadi profesional lisensi produk. Tidak cuma mendapatkan endorse, tetapi melahirkan produk baru tertentu berdasarkan brand orang lain. Siapa peduli Flex Watches, tetapi siapa tidak peduli jam tangan nama Paris Hilton?

Dia lalu bercerita kiat sukses lisensi bersama AJ Agrawal, CEO Alumnify, di Entrepreneur.com.

1. Mulai hal kecil

Mencapai kerja sama bersama selebriti tingkat A pastilah sukar. Mereka itu glamor, banyak uang dan tidak akan pernah semudah itu dan paling mudah ialah memulai dari bawah dan lama- lama naikilah tangga sampai ke selebriti dunia, mencapai Paris Hilton contohnya.

Lubinsky mengatakan,"Dapatkan Yunani dan buatlah tautan lisensi terbukti menjadi cara terbaik memulai titik awal bagi banyak entrepreneur, termasuk saya."

2. Menarget produk kamu

Super duper fokuslah siapa yang sebenarnya membutuhkan produk kamu dan siapa akan menggunakan. Kalau tidak, kamu cuma akan membuat waktu dan uang. Lubinsky menjelaskan lagi,"Produk kamu butuh ditarget untuk lingkup spesifik yang akan membayar banyak dollar untuk memiliki."

3. Pastikan itu populer

"Paling penting memastikan bahwa brand yang anda cari untuk mencapai kesepakatan kerja sama haruslah mapan, dihormati, dan yang paling penting, populer. Jika mereka tidak memenuhi kriteria itu, cuma sedikit manfaat dalam bermitra dengan mereka."

4. Lakukan pekerjaan rumahmu

Jika kamu mau bekerja sama dengan brand yang sudah mapan, ada baiknya kamu bersiap- siap dan punya rencana marketing yang akan benar menjual produkmu. Tunjukan kamu punya rencana sehingga mengurangi rasa khawatir para pemilik brand besar yang diajak kerja sama kamu, young entrepreneur.

5. Pastikan kamu menjual

Semakin banyak kamu menjual, semakin berpengaruh kamu mendapatkan negosiasi lisensi. Brand seperti menjadi penghubung kesuksesan; tunjukan bahwa kamu sudahlah sukses dapat meningkatkan kesempatan kamu memenangkan perundingan lisensi.

Dalam suksesnya, Lubinsky menjelaskan,"Saya cepat belajar bahwa faktor terbesar untuk kampanye lisensi yang sukses adalah distribusi dan penjualan."

6. Tetap berorganisir

Sukses mendapatkan lisensi membawa kegembiraan berlebih. Ingat ini berarti kamu harus menyiapkan dana operasional atau kerja lebih keras berproduksi. Pemilik brand yang kamu dapatkan lisensi akan bertanya tentang laporan bulanan begitu pula pembayaran bulanan mereka tepat waktu.

7. Selalu melihat kesempatan baru

Semua tujuan utama mendapatkan lisensi adalah meningkatkan daya saing untuk mendapatkan kerja sama lain. Ini bukanlah sekedar endorsement biasa saja. Menggunakan lisensi atas brand lain berarti satu langkah kedepan lebih besar. Mengikuti momentum secara konstan akan mendapatkan lisensi lebih besar dengan brand lebih besar.

8. Jadilah terbuka akan negosiasi

Suatu waktu mungkin deal yang kamu harapkan tidak terjadi. Mungkin karena sukarnya surat perjanjian kerja sama, terjadi ketidak setujuan satu pihak atas sesuatu dan produk kamu, secara garis besar, profitnya akan berubah drastis. Maka bersiaplah membuka pintu baru dan ungkapkan ide kamu ke level berbeda.

Sejalan mendapatkan tantangan, kesukaran, dan rasa frustasi, itulah satu skil dibutuhkan menentukan apakah kamu menjadi entrepreneur mau belajar dan menjadi jago, atau tidak.

Entri yang Diunggulkan

Biografi Jack Ma Orang Terkaya China Alibaba